Terkini
Kontributor/wartawan SUKABUMI news dalam melaksanakan tugas dilapangan selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan serta fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel maupun berita (pendidikan, politik, hukum) Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: sukabuminews3@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria akan kami muat dan undang.

Thursday, September 21, 2017

sukabumiNewsnet

Sebelum Pecahnya Pemberontakan 1965, Sukabumi Sudah Menjadi Incaran PKI

Peristiwa tahun 1965 di Sukabumi
Oleh: Irman "Sufi" Firmansyah

SEBELUM pecahnya pemberontakan PKI tahun 1965, Sukabumi sudah menjadi incaran PKI. Selain banyaknya organisasi buruh terutama perkebunan dan juga basis kuat buruh kereta api, sukabumi juga punya sekolah polisi yang menjadi pion penting dalam menguasai kota.

Tidak heran Aidit beberapa kali mengunjungi Sukabumi sejak 1960-1963 dan mengisi kuliah/pidato di sekolah polisi di Sukabumi. Bahkan konon konsep setan desa dan setan kota dirumuskan aidit di Sukabumi, tepatnya disebuah perkebunan diutara Cibadak.

Disukabumi sendiri ada tokoh kiri yang diasingkan di kawasan wilayah Selabintana yaitu H. Achmad Khaerun karena peristiwa Laskar Rakyat (bambu runcing) yang berhubungan dengan gerakan bambu runcing di daerah Jampang. Konon beliau sempat pula berdiskusi degan pimpinan PKI. Sementara kelompok non komunis saat itu tidak kompak. HAMKA seorang ulama yang dipenjara di Sekolah Polisi Sukabumi tak ada yang membela, bahkan partai besar NU membiarkannya saja tanpa pembelaan.

Justru rivalitas terhadap PKI muncul dalam bentuk huru hara yang terjadi mei 1963 di Sukabumi, seperti temuan project pilot survey dimana huru-hara dilatarbelakangi keterlibatan etnis Tionghoa dalam partai-partai sosialis dan komunis pro Tiongkok. Selain Aidit tokoh penting PKI yang mengunjungi Sukabumi adalah waperdam Subandrio, dia melakukan orasi di cabang PKI Kota Sukabumi.

Dalam catatan Kerry B Collison, Sukabumi merupakan tempat pelatihan Gerwani yang cukup besar, disana para wanita berlatih dengan senjata tempur seperti pistol dan juga golok untuk berkelahi. Mereka dilatih menebas kepala dengan cepat. Keberadaan Perkebunan menjadi faktor potensial untuk dikuasai, terbukti dari gerakan sepihak yang pernah dilakukan di perkebunan pasir nangka berupa pembakaan pabrik.

Sementara peran spionase PKI di Sukabumi juga terbukti dalam Mahmilub dengan ditemukannya surat-surat Sudisman (Anggota CC PKI) beserta denah (Plattegrond) sekolah polisi Sukabumi dalam arsip SBKP (serikat buruh kementrian pertahanan) yang berisi beberapa petunjuk untuk menguasai Sekolah polisi. Sukabumi juga menjadi bagian dari skenario pemberontakan yang diatur Sjam Kamaroezaman (Djawa adalah Kuntji), yaitu bilamana pemberontakan gagal maka ada 3 basis pengunduran yaitu Sukabumi Selatan, Merapi Merbabu Complex dan Blitar Selatan.

“Akhirnya Petjahlah pemberontakan yang disebut Anwar Sanusi Ibu Pertiwi sedang hamil tua dengan diculik dan dibunuhnya beberapa jenderal oleh para "bidan" yang sudah siap.”

Situasi Sukabumi saat itu tidak ada gejolak apapun, tanggal 30 September malam, kota hanya sempat ada pemadaman. Sementara di sekolah kepolisian sedang melakukan hiburan sesudah pelantikan siswi polwan disiangharinya. Seorang petinggi polri pusat yang berada disukabumi yaitu Jendral Sucipto Judodiharjo. Keesokan harinya, kehebohan terjadi sesudah ada berita dari radio tentang pemberontakan PKI. Jendral sucipto kemudian dipanggil Bung Karno dan terbang dengan helikopter dari Sukabumi ke Jakarta.

Seminggu kemudian pentolan serikat buruh ditangkapi. Akhirnya tanggal 15 Oktober 1965 pimpinan PKI Kota Sukabumi dan Kabupaten serta beberapa organisasi underbouw PKI di Sukabumi seperti SOBSI, SBPP, dll, menyatakan tidak campur tangan dalam pemberontakan di Jakarta dan merasa ditipu oleh petinggi PKI dan menyatakan membubarkan organisasinya.

Sayangnya hal tersebut tidak membendung terjadinya pengadilan massa karena tanggal 31 Oktober 20 orang pentolan PKI yang dilatih di lubang buaya tertangkap di Sukabumi beserta beberapa dokumen yang menyebutkan rencana pemberontakan serta para tokohnya. Tak ayal kemudian banyak pentolan PKI disukabumi dihabisi diantaranya ketua BTI Cisarua Baros dibunuh massa.

Situasi  Sukabumi saat itu tidak kondusif dimana banyak terjadi pembunuhan balas dendam maupun pencidukan oleh aparat terhadap orang yang ditengarai terlibat PKI. Mereka dikumpulkan di gedung juang dan di kantor-kantor desa, sebagian diadili, ada yang dilepaskan ada juga yang dieksekusi. Pangleseran termasuk tempat yang terbanyak penangkapan kader PKI. Bahkan konon sungai di Wangunreja sempat memerah karena dilakukan beberapa eksekusi disitu. Tempat lainnya sekitar perkebunan di Cikidang dan di Kalapanunggal. Meskipun tidak kondusif tapi Sukabumi juga menjadi tempat persembunyian para tokoh PKI.

Mahrus Irsyan menyatakan bahwa Aidit sebelum lari ke Jawa, sempat bersembunyi di Sukabumi. Selain itu pentolan PKI yang tertangkap di Sukabumi adalah Sumiyarsih Caropeboka seorang dokter yang disebut Dokter Lubang Buaya, yang bersembunyi diwilayah Utara Sukabumi dirumah seorang mantri. Suaminya juga Sjarif Caropeboka ditangkap di Ciaul bersama rekannya dalam sebuah kendaraan. Pada akhirnya pemberontakan berhasil dipadamkan, gerakan PKI yang masih terus melakukan perlawanan diantaranya di Merapi Merbabu Complex dan terakhir berlangsung sampai tahun 1968 adalah di Blitar Selatan. Di Sukabumi sendiri tidak ada gerakan apapun karena masyarakat bersama-sama membantu aparat yang tergabung dalam AKRI memburu para kader komunis.

Selamatlah negeri ini dari pemberontakan, namun peristiwa ini juga menimbulkan luka karena banyak warga yang tidak terlibat kena getahnya. Ada istilah tulis toggong, dimana masyarakat dengan mudah menunjuk siapa saja yang terlibat dan langsung diciduk. Luka ini juga menjadi persoalan sosial yang berlangsung selama bertahun-tahun karena sebagian besar tidak bisa bekerja normal dengan tanda di KTP sebagai eks tapol.


*Dari berbagai sumber

Editor: A Malik AS
sukabumiNewsnet

Wanita Pemotor Matic Tewas Tergilas Truk Tronton

sukabumiNews.net, SUKABUMI - Wanita Pengendara Motor (pemotor) Matic tertabrak dan terlindas sebuah truk tronton yang sarat muatan pasir saat melintas di Jalan RA Kosasih Kota Sukabumi, tepatnya di sekitar depan pusat perbelanjaan Superindo dan SMA 3 Sukabumi, sekitar pukul 21.00 WIB, Rabu Malam (20/9).

Kejadian berbula saat truk sebuah truk tronton yang sarat muatan pasir bernopol B-9561-ZR itu bergerak melaju dari arah Sukaraja menuju Sukabumi kota.

Menurut Jurnalis Warga untuk sukabumiNews, Yola (Oca) yang kebetulan saat kejadian berada di TKP mengatakan bahwa sepeda motor jenis matic yang dikendarai seorang wanita bernomor polisi (nopol) F-3706-TV itu pun melaju dari arah yang sama.

Diduga, pemotor wanita itu menyalip dari arah kiri truk tronton yang sedang melaju. Motor oleg dan jatuh terlindas ban truk tronton hingga tewas seketika. Semenetara motor korban tidak mengalami kerusakan yang berarti.

Korban lalu di evakuasi unit Laka Lantas Polresta Sukabumi ke RSUD terdekat. Sementara Sopir truk tronton diamankan oleh pihak kepolisian. (Red*).

Reporter : Yolla (Oca)

Wednesday, September 20, 2017

Redaktur

PLT Kades Prianganjaya Sukalarang Ditarget Sukseskan PAW

sukabumiNews.net, SUKALARANG - Pasca dilantik menjadi Plt Kepala Desa Prianganjaya,  Kecamatan Sukalarang, Kabupaten sukabumi, Suherman, saat ini tengah disibukan dengan berbagai program yang selama satu tahun terakhir ini sempat vakum. Akibatnya, Desa Prianganjaya tidak bisa mengajukan pencairan dana bantuan di luar SILTAP.

Dengan demikian, selaku pejabat yang baru, tentunya Suherman, atau yang lebih akrab dipanggil Herman itu dituntut agar dapat memenuhi kelengkapan administrasi desa, dan sesegera mungkin mereaslisasikan program pencairannya sudah  definitip.

"Alhamdulillah, saat ini kami sudah menyelesaikan berbagai kelengkapan administrasi. Jadi tinggal menunggu pencairan," ujar Herman, Plt Kades Prianganjaya kepada Wartawan saat ditemui di kantornya, Senin (18/9/2017).

Setelah itu, lanjut Suherman, tentunnya pihak desa khususnya Plt Kades, harus melaksanakan program yang selama ini terkendala, seperti pemberdayaan dan pembangunan infrastruktur di semua wilayah Desa Prianganjaya.

“Setelah itu pihak desa harus mempersiapkan diri untuk melaksanakan mekanisme Pilkades PAW dengan mengundang beberapa perwakilan dari beberapa tokoh di setiap ke-RT-an sebanyak 3 (tiga) orang, perwakilan BPD 9 orang, dan LPMD sebanyak 6 orang,” jelas Herman.

“Sedangkan dari unsur MUI dan Karang Taruna, masing-masing 1 orang, dan dari tokoh perempuan maksimal 5 orang,” imbuhnya.

Ditambahkan dia, bahwa jumlah RT yang ada di wilayah desanya yaitu sebanyak 23 ke-RT-an dan, 6 ke-RW-an dengan jumlah penduduk mencapai 6000 jiwa.

Oleh karenanya, untuk kelancaran semua  program, jelas dia, setelah pihaknya menerima dana, akan langsung mereaslisasikannya. Sebab menurut Plt kades itu, selain pembangunan infrastuktur, masih ada target utama yang harus disukseskan, yakni Pilkades PAW pada beberapa bulan ke depan.

Di tempat yang sama, Ujang Saepul Muluk, Sekdes Prianganjaya mengutarakan bahwa dalam surat mandat yang diterima oleh pejabat sementara, diketahui bahwa kewajiban tunggal Plt Kades adalah mensukseskan pilkades PAW. “Karena lama tugas yang akan dilalui di Desa Prianganjaya atau tenggang waktu untuk mensukseskan Pilkades tersebut hanya dalam massa kerja 6 (enam) bulan,” kata dia.


“Dalam masa tenggang selama enam bulan itu kami akan dukung untuk mensukseskan tugas-tugas beliau sampai pada pelaksanaan PAW nanti." Pangkas Ujang. (Agus Setiawan)

Monday, September 18, 2017

Redaktur

Bangunan M.Ts. Miftahul Falah di Ambang Kehancuran

sukabumiNews, PALABUHANRATU - Bangunan M.Ts. Misfathul Falah di Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi benar-benar tidak layak sebagai tempat kegiatan belajar mengajar. Dari enam ruang yang dimiliki sekolah ini, lima ruang di antaranya dalam keadaan bobrok. Kalau dibiarkan, kerusakan pada bangunan sekolah tersebut dapat memicu terjadinya keruntuhan bangunan.
           
"Kondisi ini sudah kami alami selama beberapa tahun ke belakang. Kami sudah menyampaikan pemberitahun kepada pemerintah tentang kondisi bangunan sekolah ini. Namun sampai sekarang belum ada tanggapan dari pemerintah," kata kepala M.Ts. Mifathul Falah, D. Suhaeri. S.Pd.I. kepada wartawan, Senin (18/9/2017).
           
Semua ruangan kelas di M.Ts. Mifathul Falah mengalami masalah pada plafonnya yang sudah hancur berantakan. Bagian plafon ini rusak berat karena sering terkena air hujan yang bocor dari genteng. Rangka kayu penahan plafon juga dalam keadaan rapuh dan lapuk. Dalam jangka panjang, kerusakan para plafon ini akan bertambah luas dan dapat mengancam keselamatan para siswa.
           
Selain plafon, dua kelas tidak memiliki jendela dan pintu yang masih utuh. Kusen serta daun jendela dan pintu tampak tidak mulus lagi dan berfungsi sebagai penutup ruangan. Sementara ruangan yang lainnya mengalami kerusakan pada bagian lainnya. Tegel keramik banyak yang lepas dari dasar lantai sehingga menyisakan permukaan dari campuran semen dan pasir yang kasar. 
           
"Jumlah ruangan yang mengalami kerusakan sebanyak lima termasuk ruangan kepala sekolah dan guru dengan tingkat dan jenis kerusakan yang bervariatif. Intinya ruangan-ruangan tersebut harus mengalami rehab berat agar layak digunakan sebagai tempat belajar," ujar Suhaeri.
           
M.Ts. Miftahul Falah memiliki 180 siswa dengan rincian  kelas 7 sebanyak 55 orang, kelas 8 sebanyak 60 orang, dan kelas 9 sebanyak 65 orang. Untuk ukuran sekolah di pelosok, jumlah siswa tersebut tergolong banyak. Para siswa tersebut dibina dan didik oleh para guru yang jumlahnya 16 orang.
Para siswa M.Ts. Mifatahul Falah sering meraih prestasi antara lain pernah menjadi juara I pada lomba mata pelajaran biologi dan prestasi olahraga untuk tingkat Wilayah 4 Palabuhanratu. (RED)
Redaktur

Cara Parse Convert Kode Iklan dan HTML Blogger/Website

Alat Parse Convert Kode HTML – Jika anda ingin memasang Kode iklan adsense, klik saya, chitika dan lainnya maka perlu alat untuk mengkonversi script HTML agar bisa tampil pada halaman blogger. dengan parse kode iklan maka dengan mudah iklan bisa anda pasang pada html dan tidak akan mengalami eror juga langsung dapat dilihat hasilnya dihalaman template web/blog anda.


Untuk parse kode html iklan di website atau blogger caranya cukup mudah, tinggal copy paste Kode Iklan yang Anda telah Miliki, lalu paste-kan kodenya pada kolom (klik) > Parse Convert berikut ini:
loading...