Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Kontributor/wartawan SUKABUMI news dalam melaksanakan tugas dilapangan selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan serta fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel maupun berita (pendidikan, politik, hukum) Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria akan kami muat dan undang.

Monday, February 19, 2018

Redaksi sukabumiNews

Tim Eagle Polres Metro Jakarta Selatan Tangkap Dua Pengamen

sukabumiNews.net, JAKARTA - Tim Eagle Polres Jakarta Selatan terpaksa harus mengamankan dua orang pengamen. Pasalnya, kedua orang pengamen ini kerap meresahkan sopir angkot di wilayah Lenteng Agung Jakarta Selatan.

Menurut Bripka Hari, salah seorang anggota Tim Eagle kepada sukabumiNews mengatakan, dua orang pengamen ini diamankan saat pihaknya tengah melakukan patroli di wilayah Lenteng Agung, Senin (19/2).

“Kami perhatikan dua orang pengamen ini tengah memalak sopir angkot, lalu kami bergegas menagkapnya,” kata Hari saat tiba di Polres Jakarta Selatan dengan mobil patroli dan mengawal dua orang pengamen, Senin (19/2).

Namun, lanjut Hari, dua pengamen yang belum di ketahui identitasnnya ini tidak di tahan, tetapi hanya akan berikan penyuluhan.

"Prosesnya tidak sampai penahanan karena tidak terbukti membawa sajam (senjata tajam)," jelas Hari.

Reporter: Didi/Jkt.
Editor: A. Malik AS.
Redaksi sukabumiNews

PP Persis Akan Selenggarakan Silaturahim Akbar, KH. Aceng Zakaria : Semuanya Harus Berpartisipasi!

[PHOTO: Ketua Umum PP Persis, KH. Aceng Zakaria]
sukabumiNews, BANDUNG – Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) akan menyelenggarakan Silaturahim Akbar bertempat di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Jl. Dipatiukur No. 48, Coblong, Kota Bandung pada Sabtu (24/02/2018).

Menuurut Ketua Umum PP Persis, KH. Aceng Zakaria, kegiatan yang cukup langka di lingkungan jama’ah Persis ini akan di gelar dalam rangka membangun Ukhuwwah dan konsolidasi keluarga besar Persis, baik yang ada di wilayah provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, maupun beberapa perwakilan dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Insya Allah kegiatan ini akan di ikuti oleh para anggota Persis beserta Bagian Otonom yang berada di provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan beberapa perwakilan dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur,” kata Aceng, seperti di rilis situs persis.or.id.

Dengan adanya acara seperti ini, tambah Aceng, sesuai instruksi dari PP Persis, semua kegiatan pendidikan yang ada dilingkungan Jam’iyyah Persis untuk sementara diliburkan.

“Untuk itu, kami berharap agar semua komponen jam’iyyah berpartisipasi dan mempersiapkan segala sesuatunya demi suksesnya kegiatan ini,” turur Aceng. (*)

Editor: A Malik AS.
Redaksi sukabumiNews

Yusril Pertanyakan KPU Papua yang Telah Umumkan PBB Lolos Tiba-Tiba KPU Pusat Nyatakan Tidak Lolos


sukabumiNews.net, JAKARTA – Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra mempertanyakan KPU Papua yang telah umumkan PBB lolos, tiba-tiba menyerahkan  hasil rekap yang menyatakan PBB tidak lolos tanggal 14 Februari, sebelum KPU Pusat mengumumkannya tanggal 17 Februari kemarin. Yusril mensinyalir ada permainan pat gulipat menggagalkan PBB ikut Pemilu melalui KPU Papua dan dibenarkan oleh KPU Pusat.

Yusril juga mengatakan pihaknya telah mengetahui bahwa KPU Papua telah umumkan kepada publik bahwa PBB di sana memenuhi syarat tanggal 11 Februari. Namun tanggal 14 Februari, tanpa diketahui PBB Papua, KPU Papua merubah status PBB menjadi tidak lolos dan itulah yang dilaporkan ke  KPU Pusat.

Ia jua merasa bahwa partainya sangat dirugikan dan dipermainkan KPU, sehingga dia bukan saja akan menggugat KPU Papua dan KPU Pusat, tapi juga akan mempidanakan mereka. “Kami ingin membongkar dugaan bawa ada konspirasi menggagalkan PBB ikut Pemilu dengan memperalat KPU. Semuanya bukan saja akan kami gugat secara perdata, tapi juga akan kami lawan secara pidana” tegas Yusril dalam rilisnya seperti di beritakan Abadikini.com, (18/2/2018).

Yusril juga mengganggap bahwa partainya yang sejak lama dikenal sebagai partai Islam moderat dan nasionalis, selalu dihalang-halangi ikut pemilu oleh kekuatan sekular dan kiri anti Islam. “Sekuat tenaga kami akan melawan” kata Yusril.

Dia merasa bahwa berbagai elemen ormas Islam, cendekiawan dan ulama moderat memberikan dukungan kuat agar partai Islam modernis seperti PBB tetap eksis di negara ini. “PBB tetap kritis dan tidak mudah diombang-ambingkan kekuasaan”. Itu mungkin sebabnya kehadiran PBB tidak disenangi oleh kelompok sekular dan kiri anti Islam, tambah Yusril. (*)

Editor: Red.

Redaksi sukabumiNews

Empat Paslon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi Tanda Tangani Surat Deklarasi Kampanye Damai

sukabumiNews.net, CIBEUREUM - Ratusan simpatisan pengusung dan pendukung pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota Sukabumi memadati tempat di ujung jalur, Jln. Salakaso kelurahan Babakan, kecamatan Ciberum Kota Sukabumi, Minggu (18/2).

Kehadiran mereka untuk menyaksikan penandatanganan kesepakatan deklarasi kampanye damai oleh ke emapat pasangan calon walikota dan wakil walikota Sukabumi pada pemilukada 2018.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Sukabumi, Muhammad Aminudin mengatakan, kegiatan penandatanganan kesepakatan deklarasi kampanye damai ini di buat agar dalam pelaksanaan kampanye nanti mereka bisa mengikuti aturan yang telah di tentukan KPU, dan bisa menjalankannya dengan tertib dan aman.

"Saya berharap kepada seluruh team kampenye, agar nanti dalam waktu pelaksanaan kampanye bisa mengikuti aturan yang telah di tentukan kpu, dan bisa menjalankan dengan tertib dan aman," kata Muhammad Aminudin kepada wartawan.

Hadir pada acara tersebut, Walikota Sukabumi, HM. Muraz, Kapolresta Sukabumi AKBP Susatyo Condro Purnomo, Dandim 0607 Letkol Inf.  Mahfudz, serta unsur muspida kota Sukabumi.

Pewarta: Aep Saepudin.
Editor: Red.

Sunday, February 18, 2018

Redaksi sukabumiNews

Dugaan Ada Konspirasi Di Balik Kegagalan PBB Ikut Pemilu, Yusril Ihza Mahendra Akan Gugat dan Pidanakan KPU

sukabumiNews.net, JAKARTA – Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak meloloskan Partai Bulan Bintang (PBB) ke pemilu 2019 langsung ditanggapi serius oleh Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra.  Ia menegaskan pihaknya akan melawan dan melakukan gugatan pada KPU Papua dan KPU Pusat.

“Partai (PBB) sangat dirugikan dan dipermainkan KPU,” ujar Yusril saat dikonfirmasi awak media, di Jakarta, Minggu (18/2/2018).

Dikutip dari laman Tribunnews.com, mantan Menteri Hukum dan HAM ini berencana akan menggugat dan mempidanakan KPU Papua dan KPU Pusat.

“Bukan saja akan menggugat KPU Papua dan KPU Pusat, tapi juga akan mempidanakan mereka.”

“Kami (PBB) ingin membongkar dugaan bawa ada konspirasi menggagalkan PBB ikut Pemilu dengan memperalat KPU,” ungkap Yusril.

Yusril pun menegaskan akan menggugat secara perdata dan melawan secara pidana. “Semuanya, bukan saja akan kami gugat secara perdata, tapi juga akan kami lawan secara pidana” tegas Yusril kepada media.

Ia pun telah lama menduga partainya selalu dihalang-halangi dalam mengikuti Pemilu.

“Sebagai partai Islam moderat dan nasionalis, selalu dihalang-halangi ikut pemilu oleh kekuatan sekular dan kiri anti Islam,” jelas Yusril. “Sekuat tenaga kami akan melawan,” tegasnya.

Diketahui, PBB dinyatakan tidak lolos karena tidak memenuhi sarat di satu kabupaten, yakni Kabupaten Manokwari Selatan, Provinsi Papua. Sementara seluruh provinsi, kabupaten dan kota lainnya, PBB lolos, kecuali di Manokwari Selatan. (*)

Sumber: Abadikini.com
Redaksi sukabumiNews

Yusril Ihza: PBB dari Dulu Selalu Dipersulit untuk Ikut Pemilu

[PHOTO: Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra berbicara kepada wartawan usai pembacaan putusan Bawaslu atas laporan dugaan pelanggaran administrasi pendaftaran pemilu 2019 oleh KPU, di kantor Bawaslu, Jakarta, 15 November 2017. (dok. photo: TEMPO/Putri)].
sukabumiNews.net, JAKARTA - Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra menyayangkan kegagalan partainya sebagai partai politik peserta Pemilu 2019. Menurut Yusril, pihaknya kerap dipersulit untuk ikut serta dalam pesta politik tersebut.

“PBB dari dulu selalu dipersulit untuk ikut Pemilu,” kata Yusril melalui keterangan tertulisnya pada Sabtu, 17 Februari 2018.

KPU menetapkan PBB tidak memenuhi syarat usai keanggotaannya di Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat tidak memenuhi syarat, yakni sebanyak 75 persen. PBB gagal lolos sebagai peserta Pemilu 2019 akibat enam anggotanya di Kabupaten Manokwari Selatan tidak hadir saat verifikasi.

Seperti dikutip dari TEMPO.co, Yusril menjelaskan, kehadiran keenam anggota itu terkendala kondisi geografis Manokwari Selatan. Mereka yang datang terlambat ke KPUD Manokwari Selatan karena tak kunjung menerima surat panggilan. Sebab, keenam anggota itu tinggal jauh di pegunungan Papua dan harus berjalan kaki menuju Kanupaten Manokwari Selatan. Akibatnya, KPUD Manokwari Selatan menyatakan PBB tidak lolos verifikasi, sehingga partai tersebut gagal ikut serta dalam Pemilu 2019.

Yusril mengatakan pihaknya sudah menjelaskan terkait kendala komunikasi dan kendaraan tersebut kepada KPUD. Namun, lembaga penyelenggara pemilu itu menolak penjelasan PBB itu.

“(KPU) menganggap Papua itu seperti Jakarta atau Pulau Jawa. Masa gara-gara enam orang datang terlambat untuk diverifikasi, PBB secara nasional jadi tidak bisa ikut Pemilu. Ini benar-benar keterlaluan,” tambah Yusril.

Keberatan atas penetapan KPU RI itu, Yusril mengatakan pihaknya akan melayangkan gugatan kepada Badan Pengawas Pemilu pada Senin, 19 Februari 2018 mendatang. “Mudah-mudahan Bawaslu bisa memediasi PBB dengan Kpu agar persoalan Manokwari Selatan ini dapat diselesaikan dengan bijak,” ucap Yusril.

Meski begitu, Yusril menuturkan penyelesaian sengketa Manokwari Selatan ini tak akan mempengaruhi persiapan pemenangan Pemilu 2019. Mantan Menteri Sekretaris Negara itu juga mengingatkan kadernya untuk menunggu penyelesaian itu dengan tenang.

“Semua kegiatan partai dan persiapan Pemilu harus tetap berjalan, jangan terganggu dengan sengketa ini,” kata Yusril Ihza Mahendra. (*)
Redaksi sukabumiNews

Gapoktan Ganda Prawangi Upayakan Pemerataan Bantuan untuk Petani

[PHOTO: Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Ganda Prawangi di Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi terus mengupayakan pemerataan bantuan bagi para petani. Untuk mewujudkan hal itu, langkah pertama yang dilakukan pengurus gapoktan tersebut adalah mengurus kepemilikan Kartu Tani Indonesia (KTI) bagi seluruh anggotanya. (dok.photo: BSK)]
sukabumiNews.net, CIREUNGHAS - Pengurus Poktan di Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi rajin berkomunikasi dengan berbagai kalangan termasuk Babinsa Cipurut Kopda Syarif yang sering berkunjung ke lokasi kegiatan warga.

"Dengan memiliki KTI, para petani lebih mudah mendapatkan bantuan atau subsidi harga sarana produksi pertanian dari pemerintah," kata Ketua Gapoktan Ganda Prawangi, Hasan Basri ketika ditemui wartawan, Sabtu (17/2/2018) pagi.

Saat ini, ujar  Hasan, dia dan para pengurus sedang mendata para petani yang telah memiliki dan belum mengantungi KTI. Hasan menginginkan, semua anggotanya dapat memiliki KTI agar mereka mendapatkan kemudahan dan keringanan harga dalam memenuhi kebutuhan bibit, pupuk, dan obat-obatan.

Gapoktan Ganda Prawangi membawahkan sembilan poktan (kelompok tani) dengan jumlah anggota seluruhnya sekitar 450 petani. Rata-rata banyak anggota pada satu poktan sekitar 50 kepala keluarga.

Para ketua dan nama poktannya masing-masing terdiri dari Ketua Poktan Mekartani Hasan Basri; Ketua Poktan Tani Mandiri,   Junaedi; Poktan Gandasoli Kaler, H. Ujay; Ganda Tani, Oman; Sari Wangi, Dudung; Subur Tani, Kusyani; Berkah Tani Sempurna, Basori; Ketua Poktan Tani Berkah, Solehudin; dan Ketua Kelompok Tani Wanita (KTW), Iyah.

 “Para petani ada yang memiliki tanah sendiri ada juga yang menggarap milik orang lain, proporsi jenis kepemilikan tanah ini sekitar 50 persen berbanding 50 persen," jelas dia.

Hasan berharap kepada Pemkab Sukabumi untuk terus membantu para petani yang bergiat di Desa Cipurut. Setengah dari petani di Desa Cipurut mengolah tanah milik orang lain. Kelompok inilah yang harus diberi perhatian khusus oleh pemerintah.

Hitung-hitungan kasar, tiap petani mengolah lahan dengan luas sekitar 2.000 meterpersedi atau 20 are. Dengan jumlah anggota 450 berarti total luas lahan yang digarap Gapoktan Ganda Prawangi mencapai 9.000 are atau 90 hektare. Sementara di Desa Cipurut, total luas lahan pertanian mencapai 130 hektare.

"Jadi masih ada 40 hektare lahan pertanian yang digarap oleh petani yang belum bergabung dengan Poktan dan belum mendapatkan perhatian dari Pemkab Sukabumi," ujar Hasan.

Pewarta: Rio Bagja Gumilar.
Editor: Red.
loading...
close