Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
SUKABUMINews menyajikan berita terpenting tentang berbagai peristiwa dan Dunia Islam yang terjadi di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas dilapangan selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan serta fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel maupun berita (pendidikan, politik, hukum) Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria akan kami muat dan undang.

Monday, December 10, 2018

Redaksi sukabumiNews

Badan Kehormatan DPD RI Gelar Diskusi tentang Kode Etik

Bandung, sukabumiNews.net – Badan Kehormatan (BK) DPD RI melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) di Kantor Provinsi Jawa Barat. FGD tersebut membahas mengenai cara meningkatkan martabat, kehormatan, dan citra lembaga DPD RI melalui kode etik. Dalam kegiatan ini BK DPD RI berharap, pihaknya mendapatkan pandangan dan masukan dari akademisi, mahasiswa serta masyarakat terhadap peraturan DPD RI Nomor 2 Tahun 2018 tentang Kode Etik DPD RI.

“Badan Kehormatan DPD RI dibentuk oleh DPD dan merupakan alat kelengkapan DPD RI yang bersifat tetap, mengemban kewajiban untuk menjaga dan meningkatkan harkat, martabat, kehormatan, citra dan kredibilitas Anggota dan DPD sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku melalui penegakan etik, baik penindakan maupun pencegahan,” ucap Ketua Badan Kehormatan DPD RI, Marvin S. Komber, seperti dikutip dari Info Senayan.

FGD yang dilakukan di Bandung belum lama ini, turut dihadiri oleh Wakil Ketua BK Hendri Zainuddin, Wakil Ketua BK Oni Suwarman, Wakil Ketua BK Abdul Jabbar Toba, Anggota BK Leonardy Hamainy, Pdt. Rugas Binti, Muhammad Idris S., Muhammad Syibli Sahabuddin, Stefanus BAN Liow, dann Basri Salama.

Menurut Mervin, kegiatan BK DPD RI dilakukan dengan mendasarkan pada UU MD3, Peraturan Tata Tertib DPD RI, Peraturan Koder Etik dan Peraturan Tata Beracara BK DPD RI. BK bertugas dan berwenang antara lain menindaklanjuti dugaan pelanggaran Tata Tertib dan Kode Etik baik yang berupa pengaduan atau temuan, melakukan penyelidikan dan verifikasi atas pengaduan terhadap Anggota. Selain itu juga untuk mencegah perilaku Anggota agar tidak melakukan pelanggaran terhadap Tata Tertib dan Kode Etik DPD RI.

“Misalnya dengan menerbitkan surat edaran menangani anjuran untuk menaati tata tertib dan kode etik, melakukan rekapitulasi kehadiran Anggota dan memantai perilaku dan kehadiran Anggota dalam Sidang Paripurna atau rapat Alat Kelengkapan,” imbuh Senator asal Provinsi Papua Barat ini.

Dalam rangka penegakan etik, terdapat beberapa hal yang telah dilakukan oleh BK DPD RI. BK DPD RI telah menerima, memeriksa, mendalami, dan menindaklajuti beberapa pengaduan dan temuan dari masyarakat terkait atas dugaan pelanggaran tata tertib dan kode etik yang diduga dilakukan oleh Anggota DPD RI. Selain itu, BK DPD RI juga telah mengeluarkan putusan berupa penjatuhan sanksi terhadap beberapa Anggota DPD RI yang diduga melakukan pelanggaran kode etik dan tata tertib. Meskipun begitu, Mervin juga menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan tugasnya, BK DPD RI juga memiliki tantangan. Antara lain adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan perkara pengaduan terkait dengan verifikasi terhadap pengaduan.

“Terkadang pengadu tidak memberikan informasi yang akurat tentang fakta yang disampaikan dalam pengaduannya, sehingga dibutuhkan waktu untuk meneliti dan memastikan kebenaran fakta-fakta yang dijelaskan oleh pengadu tersebut,” tukas Senator asal Provinsi Papua Barat ini.

Mervin menambahkan, bahwa untuk meningkatkan kinerja BK DPD RI dalam menjaga dan meningkatkan harkat, martabat, kehormatan, citra, dan kredibilitas DPD RI, BK DPD RI membutuhkan peranan masyarakat. Menurutnya masyarakat dapat membantu untuk menginformasikan mengenai keinginan masyarakat terhadap lembaga DPD RI.

“Saran dan pandangan dari masyarakat sangat dihadapkan guna menjadi bahan dalam melakukan perbaikan terhadap paraturan kode etik dan peraturan yang terkait sebagai bahan evaluasi dalam melaksanakan tugas, wewenang, dan fungsinya dalam melakukan penegakan etik,” tutupnya. (SN/IS)
Redaksi sukabumiNews

Angkut 130 Bal Ganja, Dua Oknum Polisi Ditangkap Aparat Polres Aceh Tenggara

Kedua oknum polisi ini diketahui merupakan personil Polres Gayo Luwes Aceh
Gayo Lues (Aceh), SUKABUMINEWS.net – Dua oknum polisi berhasil ditangkap aparat Polres Aceh Tenggara karena kedapatan mengangkut ganja sebanyak 130 bal. Mereka ditangkap pada Jumat, 7 Desember 2018 di Gampong Lawe Sikap, Kecamatan Babussalam, Aceh Tenggara.

Menurut Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rahmad Har Deny Yanto Eko Sahputro SIK, kedua oknum polisi ini yakni JK (32) dan AD (32). Keduanya diketahui merupakan personil Polres Gayo Luwes Aceh. Mereka mengangkut barang haram tersebut dengan menggunakan mobil patroli.

“Saat dilakukan penangkapan, diamankan sedikitnya 130 bal ganja atau seberat 130 kg,” Kata Kapolres Rahmad Har Deny, didampingi Kasat Narkoba Iptu Rahmat.

Kapolres menjelaskan, penangkapan itu berawal dari informasi yang diterima dari pos perbatasan Agara-Gayo Lues bahwa ada pergerakan patroli pickup Isuzu Panther dengan nomor 104-48 yang merupakan mobil patroli Polres Gayo Lues. Mobil tersebut menerobos pemeriksaan di pos polisi perbatasan rumah Bundar-Putri Betung.

“Atas kejadian itu, tim opsnal Polres Agara melakukan pencarian dan memburu mobil tersebut," tambah AKBP Har Deny.

Sekitar pukul 00.30 WIB, tim opsnal gabungan Polres Agara mendapati kedua pelaku dan mobil patroli itu sedang berada di kawasan wisata Lawe Sikap, Kecamatan Babusalam. Saat itu keduanya sedang berada di kedai kopi.

"Petugas lantas memeriksa mobil patroli itu dan menemukan bungkusan berisi ganja kering itu. Di sembunyikan di bawah kursi samping supir,” lanjut dia.

Kedua oknum polisi itu langsung ditangkap dan digelandang ke Mapolres Agara. “Saat ini keduanya dan barang bukti sudah diamankan untuk pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut,” pungkasnya.

Pewarta: Amin Lingga.
Editor: Red.
Kang Malik As

Kembali kepada Al-Quran dan Assunnah

Kembali Pada Al Quran Dan Sunnah (Hadits) Bukanlah Berarti Melupakan Ulama

Ketika kita mengajak kembali pada Al-Qur’an dan Al-Hadits, bukan berarti kita meninggalkan perkataan para ulama atau meninggalkan pendapat madzhab. Bahkan boleh kita mengikuti pendapat ulama selama tidak keluar dari ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Siapa yang mencintai para ulama, boleh baginya mengikuti pendapatnya selama pendapat tersebut sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Seperti itu disebut muhsin (orang yang baik). Bahkan keadaan ini lebih baik daripada yang lainnya.” (Majmu’ah Al-Fatawa, 22: 249)

Rambu Ketika Bermadzhab

Bermadzhab itu boleh asalkan kita mau mengikuti rambu-rambut berikut ini.

Rambu pertama: Harus diyakini bahwa bermadzhab bukan dijadikan standar kawan dan musuh yang akhirnya memecah belah persatuan kaum muslimin. Yang tepat, yang jadi prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah, yang dijadikan standar kawan adalah jika mengikuti Al Qur’an dan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta ijma’ (konsensus) para ulama kaum muslimin. Menyelisihi ketiga hal tadi, berarti dijadikan standar untuk bara’ atau berlepas diri.

Rambu kedua: Tidak boleh seseorang meyakini bahwa setiap muslim wajib mengikuti imam tertentu, tidak boleh mengikuti imam lainnya. Mengikuti satu imam inilah sebagai standar kebenaran, tidak pada lainnya.

Ibnu Taimiyah berkata, “Yang bisa kita katakan pada orang awam, hendaklah ia taklid (ikut saja pendapat) dari satu orang, tanpa kita tentukan harus ikut Zaid atau ‘Amr. Sedangkan jika kita katakana, “Wajib bagi orang awam untuk taklid pada si A atau si B (dengan menunjuk orang tertentu, lalu dilarang ikuti yang lain), seperti itu bukanlah prinsip orang muslim yang sebenarnya.” (Majmu’ah Al-Fatawa, 22: 249)

Rambu ketiga: Imam yang diikuti madzhabnya tersebut harus diyakini bahwa ia hanya diaati karena ia menyampaikan maksud dari agama dan syari’at Allah. Sedangkan yang mutlak ditaati adalah Allah dan Rasul-Nya.

Rambut keempat: Menjaga diri agar tidak terjatuh pada hal-hal yang terlarang sebagaimana yang dialami para pengikut madzhab di antaranya:

Fanatik buta dan ingin berpecah belah.
Berpaling dari Al Qur’an dan As-Sunnah karena yang diagungkan adalah perkataan imam madzhab.
Membela madzhab secara overdosis bahkan sampai menggunakan hadits-hadits dhaif agar orang lain mengikuti madzhabnya.
Mendudukkan imam madzhab sebagai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Ma’alim Ushul Al-Fiqh, hlm. 496-497)
Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,

أَمَّا وُجُوبُ اتِّبَاعِ الْقَائِلِ فِي كُلِّ مَا يَقُولُهُ مِنْ غَيْرِ ذِكْرِ دَلِيلٍ يَدُلُّ عَلَى صِحَّةِ مَا يَقُولُ فَلَيْسَ بِصَحِيحِ ؛ بَلْ هَذِهِ الْمَرْتَبَةُ هِيَ ” مَرْتَبَةُ الرَّسُولِ ” الَّتِي لَا تَصْلُحُ إلَّا لَهُ

“Adapun menyatakan bahwa wajib mengikuti seseorang dalam setiap perkataannya tanpa menyebutkan dalil mengenai benarnya apa yang ia ucapkan, maka ini adalah sesuatu yang tidak tepat. Menyikapi seseorang seperti ini sama halnya dengan menyikapi rasul semata yang selainnya tidak boleh diperlakukan seperti itu.” (Majmu’ah Al-Fatawa, 35: 121)

Allah Ta’ala berfirman,

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. An- Nisa’: 65)

Bermadzhab dan Ikuti Ulama itu Boleh, Asalkan …

Dijadikan sebagai wasilah (perantara untuk belajar), bukan tujuan.
Untuk menghilangkan mafsadat (kerusakan) lebih besar. (Lihat Ma’alim Ushul Al-Fiqh, 495)

Prinsip Taat Ulama

Wajib mentaati ulama ketika selaras dengan perintah Allah dan Rasul-Nya. Namun ketaatan pada ulama bukan berdiri sendiri, artinya jika tidak bersesuaian dengan perintah Allah dan Rasul-Nya, maka wajib ditinggalkan.

Kita diperintahkan untuk mentaati ulama. Namun kalau ada perselisihan kembali pada Allah dan Rasul-Nya sebagaimana dalam ayat,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An-Nisa’: 59)

Wallahu waliyyut taufiq.


Referensi:
Ma’alim Ushul Al-Fiqh ‘inda Ahli As-Sunnah wa Al-Jama’ah. Cetakan kesembilan, tahun 1431 H. Muhammad bin Husain bin Hasan Al-Jizaniy. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.

Majmu’ah Al-Fatawa. Cetakan keempat, tahun 1432 H. Ahmad bin Taimiyyah Al-Harrani. Penerbit Darul Wafa’.

Thursday, December 6, 2018

Redaksi sukabumiNews

Islamic Center Sydney Australia Peringati Milad

Ashabul Kahfi Islamic Centre (AKIC) memperingati milad ke-20 tahun  dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan bertema "Mempersiapkan Generasi yang Berakhlak di Era Millennial".
Jakarta, SUKABUMINEWS.net - Pusat Islam Ashabul Kahfi  (AKIC), sebuah organisasi pendidikan Islam Indonesia di Sydney, Australia memperingati milad ke-20 tahun  dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan bertema "Mempersiapkan Generasi yang Berakhlak di Era Millennial".

Keterangan tertulis dari AKIC (Ashabul Kahfi Islamic Center) yang diterima di Jakarta, Rabu, menyatakan, kegiatan-kegiatan yang diselenggarakannya merujuk kepada Islam yang mengajarkan setiap umatnya untuk memiliki akhlak mulia seperti yang diajarkan Rasulullah SAW.

Untuk merayakan milad ke-20, AKIC telah menyiapkan berbagai kegiatan seperti pada Minggu (2/12) di Korean Society Hall, Croydon Park New South Wales.

Acara yang meriah ini diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan dari pagi sampai petang seperti lomba adzan, kaligrafi, mewarnai dan hafalan doa.

Sebanyak 35 anak berusia antara 5-10 tahun ikut serta memeriahkan acara perlombaan tersebut, dan dilanjutkan dengan temu-ramah alumni AKIC.

Ashabul Kahfi Islamic Centre (AKIC), sebuah organisasi pendidikan Islam Indonesia di Sydney, Australia memperingati milad ke-20 tahun (2/12/2018). (AKIC)

Dalam kesempatan itu sebanyak 12 orang wakil alumni AKIC berdiskusi memikirkan cara terbaik bagi AKIC dalam berperan dan memberikan dampak positif pada komunitas muslim Indonesia di Sydney, khususnya dalam menghadapi tantangan milenial saat ini.

Diskusi juga menyorot bagaimana alumni bisa mengambil bagian dalam setiap kegiatan AKIC di masa mendatang.

Berbagai ide dan saran bermunculan dari para alumni. Di antaranya adalah ide penggunaan media sosial sebagai salah satu cara meningkatkan diseminasi informasi kegiatan-kegiatan AKIC, baik itu untuk keperluan kampanye dakwah di dunia maya atau untuk mengundang para alumni AKIC ikut berpartisipasi aktif di setiap kegiatan AKIC.

Tiga kata kunci dalam diskusi tersebut terfokus kepada peluasan tanggung jawab organisasi yang melibatkan kaum muda (shared-responsibility), pelibatan kembali (re-engagement) para alumni AKIC dan perwujudan organisasi AKIC sebagai sebuah wadah milik bersama yang bersifat independen (togetherness).

Diskusi alumni ini berhasil melahirkan sebuah forum bersama untuk alumni AKIC (AKIC Alumni Joint Forum) dengan tujuan mendukung segala kegiatan AKIC dalam mencapai cita-citanya mendirikan pusat ilmu dan dakwah Islam (Islamic Centre) di Sydney, Australia.

Acara ini dengan moderator Nurhakim selaku Project Manager AKIC memberi pemaparan kilas balik kegiatan AKIC sejak 20 tahun yang lalu, testimoni keluarga Ashabul Kahfi dari mancanegara serta laporan hasil penggalangan dana AKIC yang lalu dan status pembangunan gedung AKIC terkini.

Sesi jumpa tokoh yang juga dihadiri oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Sydney, Heru Hartanto Subolo ini berhasil memberikan banyak masukan positif dan membangun bagi AKIC ke depan.

Di antaranya adalah usul mengenai program kerja sama AKIC dalam lingkup kebudayaan Indonesia dengan menggunakan branding-approach melalui media-media terkini dan bersifat inklusif.

Acara Jumpa Tokoh diakhiri dengan pernyataan penutup oleh Pendiri AKIC Dr. Teuku Chalidin Yacob dan kemudian dilanjutkan ke acara puncak yaitu Dakwah Akbar yang menghadirkan Ustadz Ari Aldrianzah dari Iqro Foundation.

Pusat Islam Ashabul Kahfi sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam di Sydney yang peduli dengan pembentukan akhlaq generasi muda Islam semenjak dini diharapkan bisa terus berkomitmen dan bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan Islam lainnya dalam menciptakan dan melahirkan calon-calon pemimpin Islam Australia yang berakhlak mulia seperti akhlaknya Rasulullah SAW.


Sumber: ANTARA
Redaksi sukabumiNews

Komite Pemilih Indonesia Kecewa Bawaslu Menilai Tidak Ada Pelanggaran Pemilu di Reuni 212

Bawaslu dianggap tak profesional dan objektif dalam menangani perkara dugaan pelanggaran Pemilu terkait Reuni Akbar 212 di kawasan Monas.
Bawaslu dianggap tak profesional dan objektif dalam menangani perkara dugaan pelanggaran Pemilu terkait Reuni Akbar 212 di kawasan Monas.

Jakarta, SUKABUMINEWS.net - Komite Pemilih Indonesia (TePI) menilai Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tak profesional dan objektif dalam menangani perkara dugaan pelanggaran Pemilu, terkait Reuni Akbar 212 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (2/12). TePI menyayangkan Bawaslu cepat menyimpulkan acara tersebut tidak melanggar.

“Saya menyesalkan penilaian Bawaslu secara terburu-buru, apalagi penilaian berdasarkan hasil pantauan dari media sebagai data sekunder, bukan primer," kata Koordinator Komite Pemilih Indonesia Jeirry Sumampouw dalam sebuah diskusi di Gado-gado Boplo, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2018).

Jeirry menganggap keputusan Bawaslu yang menyebut tidak ada pelanggaran terkait reuni 212 terlalu buru-buru tanpa disertai kajian.

"Sehingga akhir-akhir ini Bawaslu dinilai masuk angin,” tambah Jeirry.

Menurut Jeirry, aksi Reuni 212 ada unsur kampanye mendukung salah satu pasangan capres dan cawapres. Sementara kampanye dengan bentuk penggalangan massa besar di tempat umum aturannya baru dibolehkan 3 pekan menjelang masa tenang, diluar itu dianggap melanggar dan hukumannya.

"Gerakan politik yang diinisiasi oleh masyarakat sah-sah saja. Namun, dalam konteks Pemilu ada aturannya, rapat umum baru 21 hari jelang masa tenang,” ujar dia.

Dia menambahkan, dalam aksi Reuni 212 itu terlihat jelas agama digunakan sebagai alat untuk memobilisasi dukungan politik.

“Ini secara tidak langsung mau mengarahkan pilihan dalam Pilpres 2019. Sebab bagi mereka tidak ada cara lain untuk menang selain menggunakan isu agama,” kata dia.

Artikel ini telah tayang di Suaranews.com dengan judul Tak Ada Pelanggaran Pemilu diReuni 212, Komite Pemilih Kecewa ke Bawaslu.
Redaksi sukabumiNews

Jawaban Mantap Yusril atas Pertanyaan Para Panelis di Acara Q & A - Zig Zag Metrotvnews

Metrotvnews menghadirkan Yusril Ihza Mahendra di acara Q & A - Zig Zag (Question & Answers - liku-liku) pada Rabu (5/12/2018).
Jakarta, SUKABUMINEWS.net – Yusril Ihza Mahendra, seorang pengacara, pakar hukum tata negara, politikus dan intelektual Indonesia. Ia sering kali dengan suara lantang mengkritisi berbagai macam kebijakan di Indonesia. Belum lama ini, ia bermanuver untuk menjadi pengacara capres dan cawapres nomor urut 01 setelah adanya pecah kongsi dengan tim calon presiden nomor urut 02.

Apa sebenarnya motivasi dari seorang advokat sekaligus selaku Ketua Umum partai penerus cita-cita perjuangan Masyumi (PBB) menerima tawaran untuk menjadi pengacara capres dan cawapres nomor urut 01 itu?

Inilah video jawaban mantap Yusril atas pertanyaan para panelis yang disodorkan kepadanya di acara Q & A - Zig Zag Metrotvnews pada Rabu (5/12/2018).

Sumber: Metrotvnews

Q & A - Zig Zag Yusril (1)


Q & A - Zig Zag Yusril (2)



Q & A - Zig Zag Yusril (3)


Q & A - Zig Zag Yusril (4)


Q & A - Zig Zag Yusril (5)



Q & A - Zig Zag Yusril (6)

Tuesday, December 4, 2018

Redaksi sukabumiNews

PT Semen SCG Kembali Didemo, Warga Bermain Sepak Bola di Depan Pabrik

PT Semen SCG Kembali Didemo, Warga Bermain Sepak Bola di Depan Pabrik
Gunungguruh, SUKABUMINEWS.net – Puluhan warga menggelar unjuk rasa ke  PT Siam Cement Group (SCG) atau Semen Jawa di Jalan Palabuhan II, Kabupaten Sukabumi, Selasa (4/12/2018). Dalam aksinya, warga yang berasal dari dua desa yakni Desa Sirnaremi dan Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi bermain sepak bola di pelataran parkir di luar areal pabrik PT. SCG.

"Aksi ini merupakan bentuk tuntutan kami kepada manajemen PT SCG untuk mengganti lapangan sepak bola di desa kami," kata tokoh masyarakat Desa Sirnaresmi Asep Ulung ketika ditemui di depan pintu masuk pabrik semen tersebut bersama para pengunjuk rasa.

Permainan sepak bola yang digelar para pengunjuk rasa, ujar Asep, menujukkan bahwa masyarakat di Desa Sirnaresmi dan Desa Kebonmanggu membutuhkan lapangan sepak bola. Lapangan yang dulu pernah ada telah hilang ditelan oleh areal pabrik. Wajar jika warga meminta lapangan sepak bola baru sebagai ganti lapangan yang hilang.

Dalam permainan yang digelarnya, pengunjuk rasa mendirikan dua buah gawang di sekitar pintu akses ke pabrik. Atraksi olah raga ini membuat akses masuk ke areal pabrik semen dan akses keluar terblokir.

Rekan Asep bernama Yadi Deple menerangkan, sebenarnya PT SCG telah mengganti lapangan sepak bola, namun lokasinya di pelosok yang tidak memiliki akses jalan yang memadai. Warga tidak sepakat dengan lokasi yang ditentukan oleh PT SCG.

"Tuntutan warga sekarang meninginkan lapangan sepak bola yang lokasinya tidak terlalu jauh dari jalan. Kami tidak akan mundur dari tuntutan ini. Warga akan terus bermain sepak bola di pintu masuk selama belum ada keputusan tuntutan kami akan dipenuhi," ujar Yadi.

Pada aksi itu, sejumlah aparat kepolisian berjaga-jaga di sekitar lokasi. Beberapa orang perwakilan dari pengunjuk rasa diminta masuk untuk berdialog dengan perwakilan dari perusahaan. Namun, dialog tidak menghasilkan kesepekatan. Pihak PT SCG bersikukuh pada sikapnya, lapangan sepak bola tetap berlokasi yang jauh dari jalan. (*)

Pewarta: Rio Bagja Gumilar/Bsk

Editor: Red.
Redaksi sukabumiNews

Persis akan Tentukan Sikap Politiknya di Musykernas IV 2019

Bandung, SUKABUMINEWS.net – Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis)  akan menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Musykernas) IV yang dijadwalkan akan dilaksanakan di Lembang, Bandung pada Jumat hingga Ahad, 7- 9 Desember 2018 mendatang.

Adapun acara Musykernas ini mengagendakan evaluasi dan rencana program dakwah dan sikap politik menjelang Pemilu 2019.

Muskernas yang bertajuk “Tranformasi Gerakan Dakwah Jamiyyah untuk Keutuhan Umat dan Bangsa”  ini tentunya menjadi spirit untuk meningkatkan dakwah Ormas Islam Persis itu.

“Semua program jihad jamiyyah mempunyai nilai dakwah, dari waktu ke waktu terus berkembang. Namun tetap menyesuaikan zaman tanpa meninggalkan prinsip dasar, karakter dan ciri khas yang menjadi misi Persis,” kata Sekretaris Umum PP Persis Haris Muslim Lc. MA., Selasa (4/12/2018).

Dengan demikian, lanjut Haris, program ini diharapkan mampu menghadapi  tantangan dan rintangan untuk kemaslahatan umat dan keutuhan bangsa.

Haris juga menjelaskan bahwa pihaknya telah mempersiapkan segalanya untuk menghadapi kegiatan yang akan berlangsung di Lembang tersebut. Sementara tutur Haris, peserta yang akan hadir pada kegiatan Musykernas IV tersebut adalah seluruh jajaran Pimpinan Wilayah dan Badan Otonom Persis.

Lebih lanjut Haris mengungkapkan, Musykernas IV ini akan dihadiri oleh Anggota Majlis Penasihat, Tasykil Pimpinan Pusat, para Ketua Umum dan Sekretaris Umum Badan Otonom, Ketua bersama Sekretaris dewan-dewan, perwakilan lembaga-lembaga dan Ikatan serta perwakilan PW-PW se Indonesia.

Sementara terkait sikap politik Persis menjelang Pemilu 2019 mendatang Haris menjelaskaan bahwa sikap politik jamiyyah sesuai Amanah Muktamar 2015. “Persis masih berpegang pada amanah Muktamar 2015 yang didasarkan pada kajian mendalam dan ilmiah.

Adapun mengenai sikap dukungan Persis terhadap pasangan capres-cawapres untuk pilpres 2019 nanti menurut dia, sikap politik disini tidak mesti dalam bentuk dukungan pragmatis ke salah satu pasangan calon, “tapi sikap yang berdasarkan pada kajian ilmiah dari berbagai aspek sehingga lahir sebuah panduan untuk warga jamiyah secara Khusus dan umat secara umum,” tegasnya.

Artikel ini telah di muat di laman Persis.or.id dengan judul Gelar Musykernas IV, Persis akan Deklarasi Sikap Politik.

Editor: Red.
Redaksi sukabumiNews

Aksi Tandingan Reuni Akbar 212 akan Digelar Februari 2019 Mendatang

Aksi Tandingan Reuni Akbar 212 akan Digelar Februari 2019 Mendatang
Jakarta, SUKABUMINEWS.net – Aksi Kontemplasi 212 yang semula dikabarkan akan digelar bersamaan dengan reuni alumni 212 di kawasan Monas pada Ahad (2/12) batal digelar lantaran tidak mendapatkan izin dari kepolisian.

Penggagas Kontemplasi 212 Kapitra Ampera mengatakan, kegiatan tersebut akan di jadwal ulang sebelum pemilu 2019 digelar.

“Kemungkinan di bulan Februari 2019,” kata Kapitra saat dikonfirmasi, Minggu (2/12) kemarin.

Mantan Pengacara Habib Rizieq Shihab mengaku, panitia tengah mencari waktu yang tepat untuk menggelar kegiatan Kontemplasi 212.

“Lagi cari waktu yang tepat, kemungkinan tidak berkaitan dengan angka-angka seperti 212,” ujarnya, dikutip dari Abadikini.

Dia menjelaskan, merujuk pada aksi 212 maka Kontemplasi 212 kemungkinan akan berlangsung pada tanggal 21 Februari 2019.

Kapitra juga menambahkan, terkait perhelatan itu, ia akan berkomunikasi terlebih dahulu dengan pihak penyelenggara pemilu, apakah itu termasuk kampanye atau tidak.

“Kalau masanya kampanye terbuka kan gak masalah jika disebut kampanye, tapi kita kan bukan kampanye,” kata Kapitra.

Seperti dikabarkan sebelumnya bahwa pihak penggagas akan menggelar aksi tandingan reuni alumni 212 pada Ahad (2/12), namun aksi tersebut urung lantaran ada surat dari intelejen yang menyarankan agar kegiatan tersebut ditunda pelaksanaannya. (SN/Ak)

Editor: Red.
loading...
Loading...
close