Pilih Menu

Slider

sukabumiNews

Liputan Islam

Nasional

Internasional

Events

Profile

Videos

Kontributor/wartawan SUKABUMI news dalam melaksanakan tugas dilapangan selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan serta fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel maupun berita (pendidikan, politik, hukum) Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: sukabuminews3@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria akan kami muat dan undang.
GNPF juga menyampaikan kepada pihak Istana, ada pemahaman di kalangan umat Islam bahwa terjadi ketidakadilan ekonomi, ketidakadilan hukum, sampai keberpihakan kepada pemodal.

sukabumiNews.net, JAKARTA - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI menyampaikan latar belakang terjadinya pertemuan antara GNPF dengan pihak Istana di Jakarta, lewat momentum Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Ahad (25/06/2017).

Menurut GNPF, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo sebagai penggerak acara halal bihalal, membuka saluran komunikasi dengam Presiden untuk mempertemukan GNPF.

Maka katanya tidak ada jalan tepat bagi GNPF kecuali memanfaatkan momentum tersebut dan berkomunikasi langsung dengan Presiden.

“Setelah Menag berbicara dengan Presiden di (sela-sela shalat Idul Fitri) di Istiqlal dan berkoordinasi dengan Menko Polhukam Wiranto, maka terjadilah pertemuan itu,” jelas Ketua GNPF KH Bachtiar Nasir melalui rilis seperti dikutip sukabumiNews.net dari hidayatullah.com.

Jadi hakikat pertemuan tersebut, terangnya, menyangkut kepentingan kedua belah pihak, bukan semata-mata kepentingan sepihak GNPF yang meminta bertemu.

“Karena ini masalah hukum dan kebangsaan serta ini juga menyangkut negara,” ujar alumni Pondok Pesantren Gontor ini.

Wakil Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI ini pun menyampaikan, dari sisi hukum ada kesan bahwa hukum yang diterapkan selama ini terasa tajam kepada umat Islam. Ada beberapa hal yang umat Islam merasa bahwa penegakan hukum yang berjalan saat ini menunjukkan ketidakjelasan.

GNPF juga menyampaikan kepada pihak Istana, ada pemahaman di kalangan umat Islam bahwa terjadi ketidakadilan ekonomi, ketidakadilan hukum, sampai keberpihakan kepada pemodal.

“Kemudian juga soal kebuntuan komunikasi, yang selama ini ternyata ada pihak yang seakan-akan membatasi komunikasi kami dengan kepala negara. Ini sudah kami sampaikan,” ungkap Ustadz Bachtiar, sapaannya.

Presiden pun, menurut Bachtiar, menanggapi, dengan mengatakan, seandainya pasca Aksi 411 ada komunikasi langsung, mungkin situasinya tidak seperti ini.

“Dan setelah ini Presiden menunjuk Menko Polhukam untuk memediasi dan berkomunikasi sampai penyelesaian beberapa kasus dan implementasinya,” ujarnya. Yang dimaksud adalah sejumlah proses hukum yang dinilai banyak pihak sebagai bentuk kriminalisasi atas ulama dan aktivis Muslim, termasuk Habib Rizieq Shihab.

Sampai akhir pertemuan, Presiden katanya juga berbicara program keseimbangan dalam sistem perekonomian yang dikuasai konglomerat.

Presiden katanya melakukan perimbangan untuk menguatkan ekonomi umat, lewat 12 juta hektar tanah untuk rakyat.

Selama ini, kata dia, Presiden mengakui bahwa keberpihakan ke Barat sudah kuat, maka dia melakukan penyeimbangan dengan China, Arab Saudi, Kuwait, dan lain-lain. Bahkan hubungan RI-Turki berlangsung dengan baik. Ini semua proses yang butuh waku untuk dilihat hasilnya.

Inti pertemuan dengan Presiden Jokowi, ungkap Bachtiar, semuanya masih bersifat general. Secara detil nanti akan ditangani oleh Menko Polhukam.

“Presiden buka komunikasi dan memberi saran ke Menko dan Pak Wiranto yang mengimplementasikannya,” ujar pimpinan sejumlah pondok pesantren di bawah naungan AQL Islamic Center ini.


Tentu, menurutnya, presiden adalah simbol negara yang harus dihormati. Karena itu, GNPF berterima kasih bahwa Presiden telah menerima mereka pada kesempatan itu, untuk berkomunikasi langsung dan menerima aspirasi GNPF.*
- -
Hari Quds Sedunia atau dikenal dalam ahasa Arab (يوم القدس العالمي) adalah hari peringatan Al Quds di Jumat terakhir bulan suci Ramadhan, dimana umat Islam menggelar aksi demonstrasi terhadap rezim Zionis Israel yang diadakan diberbagai negara.

Di sebagian negara karena polisi setempat tidak memberi ijin untuk mengadakan aksi protes pada hari Jum’at, maka aksi itu diadakan pada hari lain atau hanya diadakan seminar-seminar mengenai pendudukan Zionis Israel dan kota Al Quds.

Hari ini dicetuskan pertama kali oleh Ayatollah Khomeini beberapa bulan setelah kemenangan Revolusi Syiah Iran pada 16 Murdad 1358 (13 Ramadhan 1399 H). Dinamakan dengan hari dukungan kepada Palestina dalam pesan yang disampaikan oleh Khomeini.

Setiap tahun, jutaan orang dari seluruh dunia, turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk dukungan mereka terhadap warga Palestina dan kembali berseru agar Israel mengakhiri kekejaman dan angkat kaki dari wilayah Palestina.


Hari Quds adalah hari kebangkitan dan hari persatuan kaum Muslimin dalam menghadapi musuh dan tidak terbatas kepada al-Quds dan Palestina. (Eramuslim/Wikipedia/Ram)
-
sukabumiNews.net, JAKARTA – Salah satu menteri yang punya banyak penggemar di Indonesia adalah Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Banyak berita yang berkaitan dengan Menteri Susi viral di berbagai media sosial.

Menteri ini juga dikenal dengan sikap tegas memberantas pencurian ikan di Indonesia.

Saat ini nama Menteri Susi sedang viral di media sosial. Gara-garanya, anak perempuannya yang cantik jelita, yakni Nadine Pascale Kaiser Pudjiastuti resmi menjadi Warga Negara Indonesia atau WNI.

Selama ini Nadine Pascale hidup di Swiss sejak perceraian antara Susi dan mantan suaminya, Daniel Kaiser.

Nadine lahir di Daytona Beach, Florida, Amerika Serikat dan tinggal bersama sang ayah di negara surga pajak tersebut.

Lain dulu lain sekarang. Kini  gadis cantik ini memutuskan untuk ikut kewarganegaraan sang Ibunda menjadi warga negara Indonesia.

Lebih Suka Jadi Pilot

Wanita berwajah rupawan biasanya tertarik menekuni dunia modeling.

Namun Nadine berbeda. Dia justru bersekolah di  Embry Riddle Aeronautical University, Daytona Beach, Florida, Amerika Serikat. Sebuah universitas Universitas pendidikan penerbangan.

Ya, sejak kecil, Nadine sudah dididik menjadi pilot handal.

Tak heran karena sang Ibunda merupakan pemilik maskapai Susi Air di Indonesia.

Selain di Amerika, Nadine juga sempat menuntut ilmu di The British International School, London, Inggris.

Wanita berwajah rupawan biasanya tertarik menekuni dunia modeling.

Namun Nadine berbeda. Dia justru bersekolah di  Embry Riddle Aeronautical University, Daytona Beach, Floria, Amerika Serikat. Sebuah universitas Universitas pendidikan penerbangan.

Ya, sejak kecil, Nadine sudah dididik menjadi pilot handal.

Tak heran karena sang Ibunda merupakan pemilik maskapai Susi Air di Indonesia.

Selain di Amerika, Nadine juga sempat menuntut ilmu di The British International School, London, Inggris.

Mari kita tunggu kiprah Nadine di dunia dirgantara Indonesia.


Sumber: abadikini.com
-
sukabumiNews.net, JAKARTA – Sebagian besar warga Jakarta yang sudah lama menginginkan agar perayaan pawai malam takbiran difasilitasi dan menjadi event resmi pemerintah provinsi (pemprov) tampaknya harus bersabar karena tahun ini keinginan tersebut sepertinya tidak akan terpenuhi. Pasalnya, Pemprov DKI Jakarta menghimbau warganya untuk tidak menggelar takbiran keliling pada malam sebelum Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah.

“Tahun ini kita masih harus bersabar, tetapi saya berkeyakinan tahun depan ada perubahan kebijakan terkait perayaan malam takbiran. Karena gubernur/wakil gubernur terpilih punya komitmen soal ini. Mudah-mudahan saja menjadi event resmi pemprov. Bentuknya bisa pawai, karnaval atau parade beduk. Sudah cukup lama kita tidak menyaksikan kemeriahan peringatan keagamaan di Kota Jakarta,” ujar Senator Jakarta Fahira Idris di Jakarta Sabtu, (24/6).

Fahira mengungkapkan, di berbagai daerah, biasanya inisiatif pawai, parade, atau karnaval malam takbiran berasal dari kepala daerah untuk kemudian dikoordinasikan dengan pihak kepolisian dan dibantu Satpol PP mengamankan jalannya perayaan malam takbiran. Dijadikannya perayaan di malam takbiran sebagai event resmi daerah, selain untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin menghabiskan malam takbiran di luar rumah juga untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan jika warga dibiarkan melakukan takbir keliling sendiri-sendiri atau berkelompok.

“Jadi memang tergantung kepala daerahnya. Kepala daerah yang aspiratif akan memanajemen keinginan besar umat muslim yang ingin syiar agama pada malam takbiran dengan menjadikannya event resmi yang teratur dan tertib. Banyak kepala daerah di berbagai wilayah Indonesia memilih menjadikan malam takbiran sebagai event resmi,” tukas Fahira yang juga Wakil Ketua Komite III DPD ini.

Jika dijadikan event resmi, lanjut Fahira, maka warga akan lebih mudah diarahkan sehingga pawai malam takbiran akan berlangsung tertib dan terhindar dari hal-hal yang selalu menjadi alasan keluarnya imbuan agar warga tidak bertakbir keliling yaitu menghindari terjadi kecelakaan, bentrokan, ataupun kemacetan.

“Kalau dijadikan event resmi dan di-menage dengan baik, InshaAllah akan jadi event yang bermakna dan tertib serta jauh dari hal-hal yang tidak diinginkan. Saya meminta, tahun depan, gubernur dan wakil gubernur kita yang baru bisa merealisasikan ini,” pungkas Fahira.


Sebagi informasi Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengimbau masyarakat, khususnya warga DKI Jakarta, untuk tidak menggelar takbiran keliling pada malam sebelum Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah. Imbauan tersebut juga diperkuat dengan pernyataan Kepolisian Daerah Metro Jaya yang juga mengeluarkan imbauan yang sama. [PANJIMAS]
- -
sukabumiNews.net, VIRGINIA - Lisa Suhay menjadi mualaf sebelum Ramadhan tahun ini. Ia mengaku, menjalani ritual di bulan suci ini membuatnya kecanduan Islam.

Pekan pertama Ramadhan ia jalani dengan bahagia. Perempuan asal Virginia, AS ini tak mengalami kesulitan menjalani puasa walaupun ia punya masalah dengan pola minum. Ia khawatir lupa minum. Bagi dia, rasa haus lebih menyiksa daripada rasa lapar.

Keluarganya bukan Muslim. Bahkan, suaminya sangat keberatan dengan semua hal berbau Islam. Namun, Lisa justru tertarik datang ke masjid. Berbuka puasa di masjid merupakan hadiah yang baginya lebih besar daripada makanan budaya baru yang dibagikan di sana.

Masyarakat sekitar tak menyambut baik keputusannya menjadi seorang Muslim. Walaupun begitu, selalu ada sekumpulan orang yang menyambut dia.

Pada pekan kedua, ia telah menemukan strategi untuk sahur. Ia mulai bisa menghindari agar tidak kekurangan energi dan gangguan tidur. Ia sadar akan lebih sulit pada 10 hari terakhir.

Dengan berdiri selama shalat tarawih dari pukul 10.00 WIB, kakinya terasa keram dan punggungnya sakit, namun ada ikatan pertemanan yang lebih kuat. Pada jam kedua, ia mulai bergoyang ke kiri-kanan agar otot tak kaku.

Dengan semangat mengabdi kepada Allah SWT dan makan sahur pukul 03.30 WIB, Lisa membaca Alquran dan 99 asmaul husna dengan lantang. Ia mengaku kagum kepada para perempuan yang mengorbankan waktu-waktu shalat untuk menyiapkan makan dan bersih-bersih selama Ramadhan.

Lisa mengaku tak punya guru. Ia mengandalkan pencarian online tentang tata cara salat dan aplikasi Muslim Pro serta Youtube. Akibatnya, ia tak tahu yang harus dilakukan pada 10 malam terakhir Ramadhan dan Idul Fitri. Ia mendengar seorang perempuan berkata, "Baiklah kita dalam 10 malam terakhir sekarang."

Lisa mulai bertanya tentang tahajud. Ia berpikir, ia berdiri selama berjam-jam dalam pertaubatan dengan bahasa yang tidak ia mengerti.

Ia tak tahu apa yang harus dilakukan di saat-saat sulit. Tahajud membawanya pada tingkat yang benar-benar berbeda. Bangun di tengah malam ke tempat ibadah selama berhari-hari belum pernah dijalani. Ia tak punya persiapan apa pun. Baginya ini pengalaman komunitas dan keimanan yang menakjubkan.

“Aku berharap bisa kelelahan, mengantuk dan kesepian,” kata dia.

Mencoba pengalaman itu membuatnya menyadari sifat adiktif Ramadhan dan Islam itu sendiri. Ia merasa dituntun pada kehidupan baru dan kekuatan yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya. Pagi-pagi, ia bukannya kelelahan tapi justru merasa penuh energi.

Ia terbiasa berjalan kaki ketika tarawih dan tahajud, sebab masjid hanya berjarak beberapa blok dari tempat tinggalnya. Namun, setelah seorang gadis Muslim berusia 17 tahun diculik dan dibunuh saat berjalan pulang dari sebuah masjid di Virginia, Lisa memilih tinggal di masjid.

Lisa senang memakai abaya hitam pemberian Khadijah dari Maroko. Pakaian itu sederhana, ramping, dan sejuk di tengah panasnya Virginia. Ia percaya abaya adalah busana Muslim yang setara dengan little black dress. Pakaian itu cantik dan klasik dan secara universal sesuai untuk setiap kesempatan.

Hampir setiap non-Muslim yang ia kenal terkejut, ngeri, jijik dan marah saat melihat Lisa mengenakan abaya dan jilbab untuk pertama kali. Mereka mengasosiasikan keduanya dengan stereotip Muslim negatif. Lisa berharap, dengan melihat satu per satu perubahan menuju kebaikan, orang-orang itu akan dilembutkan hatinya.

Di malam-malam terakhir Ramadhan, ia merasa mendapat perlindungan dari Allah. Kemana pun ia pergi dan dengan siapa pun, ia mencoba mempraktikkan Islam dengan baik.


“Jadi sekarang saya menantikan Idul Fitri. Saya sedih Ramadhan akan berakhir. Saya harus menunggu satu tahun lagi untuk tenggelam dalam masyarakat karena begitu banyak saudara laki-laki dan perempuan ini datang ke masjid selama liburan ini,” kata Lisa. [ROL]
- -
sukabumiNews.net, SUKABUMI – Keluarga korban pembunuhan  yang menewaskan Rengga Kasandra (Angga, 25th) warga Kampung Inggris RT 03 RW 17 Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi memohon keadilan untuk ditegakkan. Mereka kecewa karena  para pelaku utama pengeroyokan dan pembunuhan dengan cara menyiramkan bensin ke sekujur tubuh Angga cuma diancam dengan hukuman penjara 2 tahun.
           
"Anak kami meninggal dunia setelah dikeroyok dan dibakar oleh para pelaku. Menurut kami, pengoroyokan yang berakhir dengan kematian Angga itu direncanakan. Dalam tuntutan, ancaman hukumannya hanya dua tahun," kata Wawan Rustiawan, orang tua Angga kepada sukabumiNews, Rabu (21/6/2017).
           
Walaupun awam tentang hukum, Wawan sebagai orang tua korban dapat merasakan keganjilan dalam tuntutan hukuman yang cuma dua tahun penjara, termasuk kepada HD selaku pelaku utama. Sepengetahuan dia, setelah bertanya ke para ahli hukum, ancaman untuk pelaku pembunuhan yang direncanakan adalah hukuman mati, paling rendah hukuman seumur hidup. 
           
Diyakini Wawan, HD-lah yang merupakan otak dari pengeroyokan dan pembakaran terhadap Angga hingga yang bersangkutan meninggal dunia. Mestinya HD menerima tuntutan ancaman hukuman paling berat.  
           
“Sedangkan yang bukan pelaku utama dituntut hukuman 5 tahun penjara. Bagi saya tuntutan ini menimbulkan tanda tanya.  Semestinya HD dituntut lebih tinggi dibandingkan terdakwa yang bukan pelaku utama,"  tambah Wawan dengan nada kecewa berat.
           
Wawan bersumpah tidak akan tinggal dia menghadapi keganjilan dalam tuntutan terhadap pelaku pembunuhan anaknya, terutama pada HD. Dia menginginkan aturan hukum ditegakkan di Indonesia, juga di Kabupaten Sukabumi sebagai bagian dari NKRI.           
           
"Saya menuntut penegakan keadilan untuk anak saya. Mana keadilan di Indonesia? Mana keadilan hukum di Kabupaten Sukabumi?" tanyanya.
           
Kejanggalan dalam tuntutan itu, ujar Wawan, mungkin ada kaitannya dengan sikap dan pernyataan salah seorang oknum jaksa.  Dia masih ingat saat pihak keluarga korban akan membawa pengacara,  oknum tersebut tidak menyepakatinya. Bahkan, sang oknum menyatakan, mending uang untuk pengacara diberikan kepada dirinya.
           
Angga dibakar  gara-gara berutang  Rp300 ribu. Teman-temannya yang berpiutang yang terdiri dari HD (20), MR (18), dan AS (19) datang untuk menagih ke Kampung Inggris pada Jumat (13/1/2017) sekitar pukul 20.00 WIB. Karena Angga meminta penangguhan pembayaran, ketiga temannya itu langsung mengeroyok,  menyiramkan bensin, dan membakar tubuh Angga
               
“Masa hanya gara-gara utang Rp300 ribu anak saya harus meninggal dengan tragis, sementara pelaku utamanya hanya dituntut 2 tahun penjara?” tanya Wawan lagi. (Red*)
- - -
JAKARTA - Pansus Hak Angket KPK di DPR akan memulai kerja dengan memanggil tersangka pemberian keterangan palsu kasus korupsi e-KTP, Miryam S Haryani. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyarankan Pansus memanggil para pihak yang terlibat dalam kelahiran KPK.

Fahri menyebut saat ini ada 4 nama yang masih hidup yang bisa dimintai pendapat soal kerja KPK sejak terbentuk hingga sekarang. Nama itu mulai dari mantan presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri hingga eks Menkumham, (dulu Menteri Kehakiman dan HAM) Yusril Ihza Mahendra.

"Ada 4 orang yang masih hidup yang mereka itu termasuk membuat UU KPK. Yang menanda tangani sebagai UU adalah Presiden Megawati, yang memimpin sebagai menteri, Menkum HAM waktu itu Prof Yusril Ihza Mahendra, yang memimpin pemerintah atas UU KPK sebenarnya Prof Romli Atmasasmita, dari DPR yang memimpin Panda Nababan. Ada ahli lain prof Andi Hamzah," kata Fahri, seperti dikutip detikcom, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/6/2017).

Menurut Fahri, nama-nama di atas merupakan yang tahu betul soal tujuan pembentukan KPK. Fahri lantas mengkritik Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang kerap dilancarkan KPK.

"Misal OTT itu jadi operasi inti KPK. Nggak ada itu yang namanya tangkap tangan dengan pengintipan. Kalau kita baca ketentuan dalam hukum pidana, asal kata tangkap tangan dari UU Belanda, tangkap tangan tak boleh pakai diintip. Tangkap tangan itu peristiwa spontan," kritiknya.

"Bukan diintip. Kalau intip operasi intelijen namanya. Sementara dalam hukum terutama dalam hukum pemberantasan korupsi tak ada operasi intelijen," imbuh Fahri.

Selain itu, Fahri memandang empat nama tersebut dapat menjelaskan perihal kerja menyimpang KPK selama ini. Jika Pansus dapat menghadirkan mereka, Fahri mengatakan akan ada citra positif yang didapatkan.

"Saya sendiri mengusulkan para pembuat UU juga dihadirkan supaya kita tahu apa pandangan mereka tentang perjalanan KPK sekarang. Itu lebih positif menurut saya," cetusnya. [Red*]
-