Terkini
Kontributor/wartawan SUKABUMI news dalam melaksanakan tugas dilapangan selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan serta fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel maupun berita (pendidikan, politik, hukum) Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: sukabuminews3@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria akan kami muat dan undang.

Monday, September 25, 2017

sukabumiNewsnet

Niat Kang Uu Semakin Mantap Maju di Pilgub Jabar 2018

sukabumiNews.net, SUKABUMI – Niat Bakal calon Gubernur Jawa Barat asal Tasik, Uu Ruzhanul Ulum semakin mantap untuk maju pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018. Pasalnya dukungan terhadap dirinya untuk maju, terus mengalir.

"Alhamdulillah, saya banyak mendapatkan dukungan dari masyarakat, baik di kota maupun  kabupaten di Jawa Barat, termasuk di Kota Sukabumi,” katanya kepada wartawan, setelah  mengukuhkan Simpul 08 (Simpatisan Uu Ruzhanul Ulum) Kota Sukabumi di salah satu hotel di kawasan Selabintana Kabupaten Sukabumi, Minggu (24/9/2017).

Sementara untuk Simpul Kabupaten Sukabumi telah dikukuhkan sehari sebelumnya, yakni pada Hari Sabtu (23/9), bertempat di salah satu kawasan wisata di Palabuhanratu.

Dalam sambuta pada acara pengukuhan tim relawan Simpul itu Uu mengulas lebih jelas tentang tekadnya. “Saya ingat saran dari orang tua, bahwa kalau saya sudah melangkah, harus ingat tiga perkara,” kata Uu.

Perkara yang pertama, lanjut Uu, luruskan niat hanya semata-mata mencari ridho Allah (mardotillah). Sedangkan yang kedua, dirinya untuk menguatkan tekad, yakni harus optimis. “Dan yang ke tiga, saya dipersankan untuk memaksimalkan jalan (sare’at). Makanya saya tetap konsisten mejalankan silaturahmi,” jelas dia.

Demi menguatkan tekad dan menempuh jalan sare’at untuk meningkatkan elektabilitasnya, Uu banyak melakukan silaturahmi dengan para tokoh, alim ulama dan masyarakat. Untuk itu, seusai pengukuhan Simpul di Palabuhanratu dan Kota Sukabumi, Uu pun bertolak untuk menju Simpul di Cianjur.


Selain dihadiri Ketua Tim Simpul Kota 08 Kota Sukabumi, Kang Samsul, Hadir pula Ketua DPC PPP Kota Sukabumi, Hj. Ima Selamet beserta rengrengan pengurus PPP lainnya. (RED)

Sunday, September 24, 2017

Redaktur

Wabup Resmikan Pembangunan Ponpes Yatim Anak Nusantara


sukabumiNews.net,  CARINGIN - Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi H. Adjo Sardjono meresmikan pembangunan gedung Pondok Pesantren Yatim Anak Nusantara di Kampung Peundeuy, Desa Seuseupan, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (23/9/2017). Pada kesempatan dan tempat yang sama, wabup juga meresmikan pembangunan SMP Plus dan SMA Plus Yayasan Anak Nusantara Al-Islami. 
           
Peresmian pembangunan gedung tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pada fondasi bangunan oleh Wabup Adjo. Selain itu, wabup  menandatangani prasasti pembangunan gedung di lingkungan lembaga pendidikan Yayasan Anak Nusantara Al-Islami.
           
"Hadirnya pesantren dan SMP Plus serta SMA Plus Yayasan Anak Nusantara Al-Islam mudah-mudahan  dapat membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan lama usia pendidikan  termasuk pendidikan agama bagi anak-anak," kata Adjo ketika menyampaikan pidato peresmian pembangunan gedung pesantren dan sekolah.

Di Kabupaten Sukabumi, lanjut dia, rata-rata lama usia pendidikan baru mencapai 7 tahun yang setara dengan kelas 1 SMP. Pemkab Sukabumi terus berupaya untuk meningkatkan rata-rata lama pendidikan di sekolah dan di lembaga pendidikan agama.
           
Betapa pentingnya pendidikan untuk menciptakan putra-putri berprestasi di segala bidang yang dibarengi dengan penguasaan ilmu pengetahuan umum dan ilmu agama, lanjutnya. Wabup yakin, Yayasan Anak Nusantara Al-Islam dapat membekali anak didiknya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi serta ilmu agama.
           
"Kami harapkan yayasan ini dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan citra lembaga pendidikan Islam di masa depan," ujar Adjo.
           
Sementara itu Ketua Yayasan Anak Nusantara Al-Islam, Ustadz Muhammad Irfan Najmudin menyampaikan, bangunan pesantren dan sekolah yang dikembangkannya berdiri di atas lahan seluas 6000 meterpersegi. Untuk menuntaskan pembangunan pesantren dan sekolah plus tersebut, yayasan membutuhkan dana antara Rp4 hingga Rp6 miliar.
          
 "Lembaga pendidikan yang kami asuh secara khusus mengembangkan pendidikan agama Islam dan menggabungkan iptek dan imtaq," ujar Irfan. (RED)

Friday, September 22, 2017

sukabumiNewsnet

Fakta yang Disembunyikan : Pelaut Muslim Sudah Menemukan Amerika 500 Tahun Sebelum Columbus

TIDAK kita sangkal lagi bahwa penulis sejarah adalah kelompok pemenang. Sejarah-sejarah peradaban Islam banyak ditulis di masa Dinasti Abbasiyah sebagai pemenang di periode pertengahan sejarah peradaban Islam. Dan di era modern ini sejarah ditulis oleh Barat sebagai pihak pemenang dan menguasai berbagai media informasi.
 
Namun sejarawan di masa Abbasiyah sangat jauh berbeda dengan sejarawan Barat di era modern ini. Di masa Abbasiyah sisi objektivitas dan keotentikan sejarah lebih dikedepankan daripada sejarawan Barat. Barat yang menguasai hegemoni abad modern nyaris menutupi kelemahan mereka di abad pertengahan dan tingginya peradaban Islam di masa tersebut.

Di antaranya adalah kontroversi ekspedisi yang dilakukan oleh Columbus. Pelaut yang bernama lengkap Christopher Columbus atau dengan nama Italia-nya Cristoforo Colombo diklaim sebagai orang pertama yang mengarungi jalur Atlantik lalu menemukan benua Amerika. Hal ini selama ratusan tahun masih dianggap sebuah fakta yang tak terbantahkan. Benarkah demikian? Analisis berikut ini mencoba menguraikan dan mengkritisi teori tersebut.

Tentu saja tidak perlu diragukan lagi yang pertama kali datang menemukan benua Amerika adalah nenek moyang asli bangsa Amerika. Mereka mungkin menyeberang ke Amerika melalui Rusia dan Alaska sekitar 12.000 tahun yang lalu. Diskusi penemuan benua Amerika oleh orang-orang Eropa, Afrika, atau Asia, sebenarnya adalah penghinaan terhadap sejarah masyarakat asli benua tersebut. Keberanian dan sejarah mereka sangat tidak dihargai dan tidak dinilai apabila teori Columbus sebagai penemu benua Amerika adalah fakta yang hakiki.

Columbus hidup di zaman dimana orang-orang berasumsi bahwa bumi ini datar. Padahal sejak lama Aristoteles dan Pythagoras mengeluarkan sebuah teori bahwa bumi itu berputar. Demikian juga di masa kejayaan Islam (750-1100-an M) ilmuwan-ilmuwan Islam meyakini bumi itu bulat.


Teori Arab dan Muslim Spanyol

Seorang sejarawan dan ahli geografi muslim, Abu Hasan al-Mas’udi pada tahun 956 menulis perjalanan muslim Spanyol di tahun 889 M. Eskpedisi pelayaran muslim Spanyol di tahun itu bertolak dari pelabuhan Delba (pelabuhan yang sama dengan start ekspedisi Columbus), dan berlayar selama berbulan-bulan ke arah Barat. Lalu mereka menemukan sebuah daratan yang sangat luas dan mereka pun berniaga dengan penduduk asli di daerah tersebut, setelah itu kembali lagi ke Eropa. Al-Mas’udi menggambarkan tanah tersebut dalam petanya yang sangat fenomenal, ia menyebut daratan tersebut dengan “Daratan yang Tidak Diketahui” atau daratan tanpa nama.

Tercatat muslim Spanyol telah dua kali mengadakan ekspedisi ke Amerika. Pertama, pada tahun 999 M oleh Ibnu Farrukh dari Granada dan yang kedua oleh al-Idrisi pada tahun 1100 M. Al-Idrisi mencatat sekelompok kaum muslimin berlayar kea rah Barat dari Lisbon selama 31 hari dan berlabuh di sebuah pulau di Karibia. Mereka ditawan oleh penduduk asli Amerika di kepulauan tersebut selama beberapa hari. Setelah beberapa hari mereka pun dibebaskan karena negosiasi dengan perantara salah seorang penduduk setempat yang memahami bahasa Arab. Mereka pun kembali ke al-Andalus kemudian menceritakan apa yang mereka alami. Poin menarik dari kejadian ini adalah adanya penduduk setempat yang memahami bahasa Arab. Tentu saja hal ini menunjukkan sering terjadi kontak antara penduduk setempat (Amerika) dengan orang-orang Arab.

Ada sebuah teori yang menyatakan bahwa kaum muslimin datang ke benua Amerika menyebrangi kegelapan Samudera Atlantik 400 atau 500 tahun sebelum kedatangan Columbus. Hal ini diindikasikan dengan kemampuan pemetaan, citra geografis, dan astronomi yang mumpuni di kalangan kaum muslimin. Umat Islam telah mengeluarkan teori bumi itu berputar seperti bola sebagaimana Ibnu Khardzabah (242 H/885 H) dan Ibnu Rustah (290 H/903 M), termasuk Khalifah Abbasiyah, al-Makmun.

Teori Afrika Barat

Ada bagian dunia Islam lainnya yang telah mengadakan kontak dengan orang-orang di benua Amerika sebelum Columbus. Di Afrika Barat ada sebuah kerajaan yang sangat kaya dan memiliki kekuatan besar yaitu kerjaan Mali dengan raja yang paling terkenal Mansa (raja) Musa. Sebelum Raja Musa, Mali dipimpin oleh saudaranya yang bernama Abu Bakar. Abu Bakar pernah mengirim 400 kapal menjelajahi Samudera Atlantik, namun dari jumlah yang besar tersebut hanya satu kapal saja yang berhasil kembali. Kapal tersebut melaporkan bahwa di seberang lautan sana ada sebuah daratan yang luas. Mendengar kabar tersebut, Mansa Abu Bakar pun melakukan ekspedisi dengan 2000 awak kapalnya menuju daerah tersebut namun setelah itu kabar mereka tidak pernah terdengar lagi.

Meskipun tidak ada catatan spesifik hasil dari pelayaran tersebut, namun di Amerika ada bukti yang kuat mengenai kedatangan mereka. Ada situs arkeologi di daerah Amerika Utara dan Amerika Selatan yang menunjukkan bahwa orang-orang Mali pernah datang ke wilayah tersebut. Orang Spanyol saat datang menjajah wilayah Amerika, mereka menemukan prasasti di wilayah Brasil dengan bahasa Mandika (bahasa Mali). Lebih dari itu, prasasti dalam bahasa Mandika juga ditemukan di wilayah Amerika Serikat; di wilayah Misissipi dan Arizona. Di Arizona prasasti tersebut mengabarkan tentang gajah-gajah sakit, padahal gajah bukanlah hewan asli Amerika. Ini pun menjadi indikasi kesuksesan perjalanan Mansa Abu Bakar menuju daratan Amerika.

Teori Dinasti Utsmaniyah

Pada tahun 1929, terdapat sebuah penemuan yang cukup fenomenal di Istanbul. Pada tahun itu ditemukan sebuah peta yang dibuat pada tahun 1513 oleh seorang kartografer Dinasti Utsmani, Piri Reis. Reis menyatakan bahwa peta yang dibuatnya itu berdasarkan sumber-sumber di masa lalu, yaitu peta Yunani dan Arab kuno, termasuk peta yang berdasarkan ekspedisi yang dilakukan oleh Columbus yang berlayar 21 tahun sebelumnya. Yang luar biasa dari peta ini adalah tingkat kedetailannya sehingga memaksa para sejarawan melakukan penelitian ulang tentang teori ekspedisi Columbus.
Peta tersebut dengan jelas menunjukkan pantai Timur Amerika Selatan. Pantai Brasil juga ditampilkan dengan detail yang luar biasa, disertai dengan tingkat akurasi yang tinggi letak-letak sungainya. Meskipun Reis menjadikan ekspedisi Columbus sebagai sumber primernya, namun Columbus tidak pernah menginjakkan kakinya di wilayah Amerika Selatan sehingga catatan-catatan ekspedisi kaum muslimin pun menjadi bagian penting dari peta karyanya. Selain itu peta Reis juga mencatumkan gambar Pegunungan Andes yang tidak tersentuh oleh eksplorer Eropa hingga tahun 1520-an, satu decade penuh setelah gambar peta Reis.

Peta Reis dengan sumber-sumber klasik yang ia gunakan menunjukkan penguasaannya yang mapan mengenai benua Amerika. Peta karyanya juga merupakan bukti fisik terkuat mengani ekspedisi-ekspedisi kaum mulimin jauh sebelum ekspedisi Columbus.

Catatan Columbus

Data-data historis di atas adalah bukti shahih yang menunjukkan ekspedisi kaum muslimin dilakukan sebelum keberhasilan Columbus menginjakkan kakinya ke benua Amerika di tahun 1492, bahkan mungkin Columbus sendiri mengetahui bahwa dirinya bukanlah orang yang pertama melakukan hal itu. Columbus berlayar dari Spanyol di tahun yang sama dengan runtuhnya dinasti Islam terakhir di tanah Iberia. Selain itu banyak masyarakat Iberia yang beragama Islam dan sangat mengenal sejarah masa keemasan Islam. Pelayaran Columbus juga banyak diawaki oleh orang-orang Islam yang dipaksa memeluk Katolik atau dibunuh, Columbus pun bisa dengan mudah mendengar kisah tentang dunia baru tersebut lalu terinspirasi untuk menuju ke sana.

Setelah Columbus tiba di Amerika, ia mencatat beberapa hal syi’ar-syi’ar Islam di daerah tersebut. Ia berkomentar mengenai emas yang dimiliki oleh penduduk asli, dibuat dengan paduan dan tata cara yang sama dengan yang dibuat oleh kaum mulimin dari Afrika Barat. Columbus juga mencatatat bahwa kata asli untuk emas di daerah tersebut disebut dengan ghunain, yang sangat mirip dengan bahasa Mandika untuk menyebut kata emas, yaitu ghanin, sangat mirip sekali dengan bahasa Arab ghina yang berarti kekayaan.

Catatan Columbus juga mengisahkan adanya sebuah kapal di tahun 1498 yang memuat banyak barang dagangan yang diawaki oleh orang-orang Afrika yang menurut keterangan penduduk asli mereka adalah mitra dagang penduduk lokal.

Kesimpulan

Jelas, teori yang menyatakan bahawa Columbus adalah orang yang pertama menjelajahi Samudera Atlantik dan menginjakkan kaki di benua Amerika adalah teori lama yang belum diuji. Tidak dipungkiri bahwa era Columbus adalah waktu yang sangat penting dalam sejarah dunia yang mengubah cara hidup di benua Amerika dan Eropa. Namun untuk dikatakan bahwa ia adalah orang yang pertama menginjakkan kaki di benua Amerika adalah teori yang sangat lemah. Eksistensi orang-orang Arab, Afrika Barat, dan Utsmani di daerah tersebut jauh sebelum kedatangan Columbus dan orang-orang Kristen Eropa. Teori-teori yang menyatakan bahwa Columbus adalah orang yang pertama datang ke tanah tersebut bukanlah menjadi fakta final. Teori tersebut masih sangat perlu diuji dan dibenturkan dengan teori Arab, Afrika Barat, dan Utsmani.

Sumber: Ilamedia.id 

Nurfitri Hadi, M.A. - kisahmuslim.com
sukabumiNewsnet

TvOne Berencana Putar Film G30S/PKI

sukabumiNews.net, JAKARTA  -- Stasiun televisi nasional tvOne berencana memutar film G 30S/PKI pada 30 September mendatang.

Rencana itu diketahui publik setelah Twitter Partai Golkar @Golkar5 menyampaikan bahwa tvOne akan menayangkan film G30/SPKI .

Saat dikonfirmasi, Senior Manager tvOne Hanibal Wijayanta membenarkan rencana tersebut. “Ya insyaallah,” tulis Hanibal dalam pesan singkatnya, seperti dilansir voa-islam.

Hanibal belum bisa memastikan jam pemutaran film tersebut. Pada akun Twitter Golkar disebutkan pemutaran film dilakukan pada 30 September 2017 pukul 20.30 WIB.

“Untuk jamnya belum pasti,” jelas Hanibal.

Lalu terkait dengan Partai Golkar, Pemimpin Redaksi tvOne Karni Ilyas menjelaskan bahwa program tvOne tidak ada kaitannya dengan Partai Golkar. Begitu juga soal jadwal penayangan film yang dirinci oleh Golkar.

"Golkar tidak ada hubungan dengan program tvOne," tegas Karni seperti dikutip dari Kumparan.

Akhir-akhir ini film G30S/PKI menjadi buah bibir masyarakat Indonesia. Banyak masyarakat yang menginginkan agar film sejarah kelam PKI tersebut kembali diputar.

Di berbagai daerah, banyak masyarakat yang mengagendakan nonton bareng film G30S/PKI. Lebih-lebih setelah Panglima TNI Gatot Nurmantyo menginstruksikan kepada jajaran TNI untuk menggelar nonton bareng film tersebut. [RED*]
sukabumiNewsnet

Nobar PKI, Polesan Politik Jend Gatot Manuver Mendulang Simpati Umat Islam??

sukabumiNews.net, JAKARTA -- Langkah populis ala "riding the wave" tengah dimainkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam acara Nobar (nonton bareng) film G30S/PKI garapan Sutradara Arifin C Noer. Langkah manuver Panglima TNI ini dinilai tidak benar-benar tulus mengingat era Nobat (Nongol Babat) pemerintahan Presiden Jokowi ini.

Adalah ucapan salah satu politisi senior Gerindra, Imam Widodo (60) yang mencoba menyadarkan umat Islam, sebagai politisi kawakan dan di Partai Gerindra dan kenyang asam garam aktivis Pii , HMI ini memberikan wejangan yang mencoba membongkar sikap Panglima TNI ini.

"Kita lihat Jenderal Gatot melakukan manuver untuk mendulang simpati ummat. (Karena) Tanpa restu Jokowi tentu sudah kena NoBat (Nongol Babat). Jadi wajar kalau PDIP sewot." ujar Imam Widodo, Kamis (21/9/2017).

Tanpa restu Jokowi tentu sudah kena NoBat (Nongol Babat). Jadi wajar kalau PDIP sewot." ujar Imam Widodo.

Konstelasi politik Jend Gatot membuat PDIP meradang, " PDI menuduh Gatot memecah belah bangsa karena jatah Puan sebagai Wakil Presiden terancam. Rupanya PKI yang sdh jadi bangkaipun dimainkan kembali untuk 2019." jelas Imam Widodo.

Imam menambahkan, jika PKI dihidupkan kembali, nanti justru akan ada yang menghidupkan kembali GAM, DI/TII, Permesta, "Keturunan yang jadi korban G30S adalah bagian bangsa ini seperti keturunan DI TII, GAM, PERMESTA, OPM. Lupakan perbedaan jangan cari salah dan benar. Mari kita bangun bangsa ini menjadi bangsa besar yang tidak mungkin dilandasi oleh dendam picik yang tidak logis."

Ia berpesan, "Sebagian besar bangsa di dunia ini dibangun dari kubangan darah dan airmata. Bangsa yang besar mampu menjadikannya sebagai pelajaran sebagian lain menjadikan sebagai tradisi kebangsaannya. Kedua pilihan itu akan menjadikan bangsa pemenang atau bangsa pecundang."

"Untuk gernerasi milenial, pelajari sejarah dari berbagai sumber. Jangan terjebak pada faham "hitam putih" diluar nalar yang sehat. Orang Jerman begitu mudahnya melupakan kejamnya Nazi. Semudah itu pula reunifikasi Jerman Barat & Timur yang komunis. Kita sebagai bangsa sangat senang memelihara permusuhan. Bahkan diabadikan dengan suatu ritual nonton bareng film propaganda buatan rezim totaliter. Yang lebih menyedihkan diinisiasi lembaga yang seharusnya menebar kedamaian bukan membuka luka lama. Selamat tahun baru hijrah 1439." tutupnya.

Jadi, menurut anda benarkah Nobar PKI, Polesan Politik Jend Gatot Manuver Mendulang Simpati Umat Islam??

Ketulusan Nobar atau Nobat? Wallahu'alam...

Umat Islam berdikari tetap kawal ARUS ANTI PKI. Setuju!..

Toh gerakan 212 berhasil dari arus umat. Tanpa unsur militer.. gelar nobar anti PKI dengan spirit berdikari ala 212.


Sumber: voa-islam.com
loading...