Pilih Menu

Slider

sukabumiNews

Nasional

Internasional

Events

Profile

Videos

Kontributor/wartawan SUKABUMI news dalam melaksanakan tugas dilapangan selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan serta fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel maupun berita (pendidikan, politik, hukum) Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: sukabuminews3@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria akan kami muat dan undang.
.
Oleh: Muhammad Faisal

SIAPA tak kenal George Soros, miliarder Yahudi berkebangsaan Amerika yang pernah mengantar Indonesia bersama sejumlah negara lainnya ke lembah kelam bernama krisis moneter, 1997-1998 silam. Indonesia dibuatnya porak-poranda, yang hingga kini jelas masih terasa. Soros dikenal memiliki kemampuan tinggi dalam berspekulasi di bidang perdagangan mata uang.

Bahkan, pada 1982, dalam waktu singkat Soros berhasil meraup keuntungan 1,2 miliar dolar dalam perdagangan mata uang Poundsterling. Akibatnya, sebagian perekonomian Inggris hancur. Ia pun dijuluki sebagai “Pria Yang Menghancurkan Pound” (The Man Who Broke the Pound).

Dengan menggunakan “The Open Society Institute” ia berusaha menancapkan pengaruhnya seluruh dunia.  Soros mempunyai pengaruh yang luas. Tokoh Yahudi ini memiliki usaha dibidang finansial, dan sekaligus bergerak dibidang philantropis telah terlibat dalam perubahan politik di berbagai negara. Ia menggunakan usahanya dibidang finansiil yang dimilikinya itu, pernah mengobrak-abrik negara-negara ASEAN, yang mengakibatkan terjadinya krisis politik dan ekonomi, dan efek dominonya yaitu jatuhnya rejim-rejim di kawasan ini berguguran, termasuk di Indonesia.



Tokoh finansial Yahudi ini, ikut melakukan rekayasa perubahan politik di Soviet, yang kemudian muncul rejim baru, yang tidak lagi menggunakan komunisme sebagai ideologi, dan arah ekonominya lebih kepada sistem kapitalis, yang pro-pasar.

Belum lama ini, ia datang ke Jakarta dan menemui Wakil Presiden Boediono di Istana Wapres, Jakarta. Ia datang disaat Indonesia sedang panas-panasnya, di mana Boediono tengah dipojokkan dalam kasus Bank Century dan terancam pemakzulan.

Di Indonesia, Soros juga dikenal pendonor Yayasan Tifa, sebuah yayasan lokal yang bertujuan untuk membantu Indonesia dalam melakukan konsolidasi pada masa transisi demokrasi.

Soros juga menawarkan beasiswa kepada pemuda Indonesia. Di antaranya adalah tawaran beasiswa bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan Politik Internasional di University of Glasgow yang pendaftarannya ditutup Februari ini.

Tifa didirikan oleh belasan orang Indonesia yang berkomitmen untuk membantu pengembangan masyarakat yang terbuka di negeri ini. Fokus kegiatan lebih tertuju pada pembangunan kapasitas, pemerintah daerah, hak asasi manusia, media dan reformasi bidang hukum.

Soros, HT dan Century

Siapa pula tak mengenal Hary Tanoe Sudibyo, seorang bos media yang saat ini sedang mencoba peruntungan politik di Partai NasDem. Pria yang akrab disapa HT ini juga dikenal ulung mengelola keuangan. Kendati umurnya masih relatif muda, ia sudah mampu menguasai berbagai sektor penting, utamanya industri media.

Lantas, bagaimana keduanya bisa sehebat itu? Benarkah ada hubungan khusus di antara keduanya? Benarkah HT sengaja dipakai Soros untuk menguasai perekonomian Indonesia?

Info beredar, keduanya memang telah lama menjalin persahabatan. Salah satu indikasi persahabatan itu, Soros punya 15 persen saham di PT Bhakti Investama, milik Hary Tanoe. Perusahaan ini beberapa waktu lalu pernah terseret kasus penyuapan yang diungkap KPK.

Soros juga disebut-sebut berkaitan erat dengan skandal Bank Century. Itu karena Soros memiliki 19 persen saham di Bank CIC, cikal bakal merger Bank Century. Dengan cerdas, Soros lalu merampok kas Indonesia di pasar modal Indonesia.

Itu dia lakukan melalui Bank CIC, Bank Pikko, dan Bank Danpac disatukan menjadi Bank Century. Caranya, Bank CIC melakukan transaksi surat-surat berharga (SSB) fiktif senilai 25 juta dolar AS yang melibatkan Chinkara. Pada 2003, Bank CIC memiliki surat berharga dalam valuta asing sekitar Rp 2 triliun dan US Treasury Strips senilai 185,36 juta dolar AS.

Selanjutnya, Bank Indonesia pada 2004 menyetujui proses merger Bank Pikko dan Bank Danpac ke dalam Bank Century. Robert Tantular menjadi pemegang saham Bank Century bersama Alwarraq Hesyam Talaat dan Rafat Ali Rizvi tanpa fit and proper test sebagai bankir. Paska merger tersebut, Soros dikabarkan lebih banyak berperan di belakang layar, karena Bank Century dianggap sudah mampu dikendalikan Robert Tantular.

Kiprah Soros lainnya adalah pernah terlibat dalam proses tender saham yang dimiliki pemerintah di PT Astra International Tbk. Soros menyusup ke Astra melalui PT Bhakti Investama yang sahamnya dimiliki Quantum Fund, induk perusahaan milik Soros. Nilai investasi Soros saat itu diperkirakan sekitar Rp 203,5 miliar.

Dalam berbagai kebijakan HT, kuat dugaan ada Soros yang setia melindunginya dari belakang layar. Termasuk ketika HT membeli saham Bentoel, SCTV, Astra Internasional, dan PT Artha Graha Investama Sentral (AGIS). Soros memberikan konsultasi agar HT fokus pada bisnis media cetak dan televisi. Alasannya, prospek bisnisnya cukup besar.

Atas saran Soros, Hary Tanoe lantas melepas saham SCTV dan membeli RCTI dari Bimantara, kemudian memborong saham TPI (sekarang MNC TV) dan Global TV. Saham HT lalu melebar ke Music Televisi Indonesia , Radio Trijaya dan ARH, Harian Seputar Indonesia dan Tabloid Gennie; Majalah Trust (sekarang Majalah Sindo). Konsep yang ditawarkan Soros adalah dengan menguasai industri media, maka bisnis lain akan terbantu. Termasuk mampu menembus dunia politik. Usai meraup keuntungan dari industri media, Soros-Hary Tanoe lalu membidik pasar telekomunikasi dengan layanan seluler Fren.

Lihat saja, dua presenter Indonesia yakni Rosianna Silalahi (SCTV) dan Putra Nababan (RCTI) pernah mewawancarai dua presiden AS. Rosianna untuk Presiden Bush, sementara Putra untuk Presiden Obama. Ditengarai, keberhasilan dua presenter itu juga tidak terlepas dari jasa Soros.

Sejak awal, Hary Tanoe seolah sudah dipersiapkan Yahudi AS untuk menguasai Indonesia. Hal itu ia peroleh saat masih kuliah di Ottawa University, Kanada. Saat itu, HT sudah berpengalaman bermain saham di bursa Toronto.

Soal terjunnya Hary Tanoe ke dunia politik tentu saja bukan karena kebetulan. Meski harus diakui, langkah HT tersebut mendapat perlawanan ‘kecil’ dari kaum nasionalis. Bukan kebetulan juga ketika HT menjanjikan modal Rp 5 miliar bagi kader Nansional Demokrat (NasDem) yang ingin bertarung di Pemilu Legislatif 2014 nanti.

Kepiawaian HT menggoreng pundi-pundi Keluarga Cendana (Titik Prabowo dan Bambang Soeharto) melalui PT Bhakti Investama juga berasal dari Soros. Kesimpulannya, Soros- Hary Tanoe memang memiliki kisah yang mirip. Atau boleh disebut, Hary Tanoe Sudibyo adalah anak didik sang miliarder Soros.

Hary Tanoesoedibjo  saat ini Hary memegang beberapa jabatan strategis di berbagai perusahaan terkemuka di Indonesia. Ia ditunjuk sebagai Presiden Direktur PT. Global Mediacom Tbk. (sejak tahun 2002) setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris perusahaan tersebut. Ia adalah pendiri, pemegang saham, dan Presiden Eksekutif Grup PT. Bhakti Investama Tbk. sejak tahun 1989.

Selain itu, Hary saat ini juga memegang berbagai posisi di perusahaan-perusahaan lainnya, diantaranya sebagai Presiden Direktur PT. Media Nusantara Citra Tbk. (MNC) dan PT. Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) sejak tahun 2003, sebagai Komisaris PT. Mobile-8 Telecom Tbk., Indovision dan perusahaan-perusahaan lainnya di bawah bendera grup perusahaan Global Mediacom dan Bhakti Investama. Hary juga saat ini aktif sebagai Bendahara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Ia telah berulang kali menjadi pembicara di berbagai seminar dan menjadi dosen tamu dalam bidang Keuangan Perusahaan, Investasi dan Manajemen Strategis untuk program magister di berbagai perguruan tinggi.

Pada tahun 2011, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, dan pengusaha Hary Tanoesoedibjo menduduki peringkat ke-22 dengan total nilai kekayaan yang dimilikinya adalah sebesar “US$ 1,19 miliar”.

Kontroversi dan Politik

Pada bulan Juni 2012, Hary Tanoesoedibjo diinterogasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sehubungan dengan kasus korupsi Tommy Hindratno, pejabat pajak di Kantor Pajak Sidoarjo, dan James Gunarjo, yang diyakini terhubung dengan PT. Bhakti Investama Tbk., perusahaan milik Hary Tanoesoedibjo.

Tommy diduga bertindak sebagai perantara untuk memastikan penggantian sebesar Rp 3,4 miliar dalam bentuk pajak bahwa perusahaan diduga telah membayar lebih. KPK menggerebek kantor PT. Bhakti Investama Tbk. di Menara MNC di Jakarta Pusat dan PT. Agis, yang terletak di gedung yang sama, di mana PT. Bhakti Investama Tbk. memiliki saham di PT. Agis pada tahun 2002 dan 2004.

HT merupakan adik kandung dari Hartono Tanoesoedibjo dan Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo. Ia mempunyai seorang istri bernama Liliana Tanaja Tanoesoedibjo dan memiliki lima orang anak yaitu: Angela Herliani Tanoesoedibjo, Valencia Herliani Tanoesoedibjo, Jessica Herliani Tanoesoedibjo, Clarissa Herliani Tanoesoedibjo, Warren Haryputra Tanoesoedibjo.

Bulan November 2011, HT muncul pada acara Rapat Pimpinan Nasional Partai NasDem yang pertama. Di partai tersebut, Hary dipercaya sebagai Ketua Dewan Pakar Partai NasDem dan juga sebagai Wakil Ketua Majelis Nasional Partai NasDem. Kabar bahwa HT masuk ke dunia politik mulai terdengar santer sejak awal bulan Oktober 2011, Hary sendiri resmi bergabung dengan Partai NasDem pada tanggal 9 Oktober 2011 lalu. Sejak ia berkiprah dalam kancah politik praktis melalui Partai NasDem, Hary selalu mendengung-dengungkan “Gerakan Perubahan” yang dimotori oleh kelompok angkatan muda bangsa Indonesia. Sebab menurutnya, di dalam Partai NasDem sendiri 70% kader partainya adalah terdiri dari kaum generasi anak muda bangsa.

21 Januari 2013, HT mengumumkan bahwa ia resmi mengundurkan diri dari Partai NasDem yang dikarenakan adanya perbedaan pendapat dan pandangan mengenai struktur kepengurusan Partai NasDem. Sebab menurut Hary lagi bahwa “politik” itu adalah “idealisme”, meski sebenarnya dirinya merasa sedih dan sangat berat meninggalkan Partai NasDem yang telah tiga bulan terakhir ini ia besarkan, apalagi Partai NasDem telah berhasil lolos verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan resmi menjadi partai politik peserta Pemilu 2014 dengan nomor urutan “1” (nomor urutan yang pertama).

Keluar dari Nasdem, HT resmi bergabung dengan Partai hanura pada tanggal 17 Februari 2013 langsung menduduki posisi ketua dewan pertimbangan. Selanjutnya menjabat Ketua Bapilu dan calon wakil presiden dari Hanura berpasangan dengan Wiranto.

Sebelum berkuasa memimpin Indonesia, bersama istrinya Liliana Tanaja Tanoesoedibjo  pasangan ini sudah menggegerkan rakyat Indonesia dengan acara-acara yang diambil dari gaya hidup Amerika semacam Miss World. Apa yang akan terjadi kelak bila ia benar-benar berkuasa?

Penulis adalah aktivis anti pemurtadan, alumnus Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa dan S2  di IMNI, Jakarta 


Sumber: Hidayatullah.com
- -
Untuk mengatasi kemacetan dampak adanya buka tutup jalur, Pejabat pembuat komitmen dari BBPJN VI Ditjen Bina Marga KemenPUPR, Vidi Verdian mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan semua pihak dan melakukan survei bersama. Perbaikan jembatan ini untuk keselamatan masyarakat. 
Sumber: Liputan6.com
sukabumiNews.net, JAKARTA - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VI Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR memastikan akan memulai pembongkaran Jembatan Cisadane di Cisalopa, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin 14 Agustus 2017. Selama proyek berlangsung, akan diberlakukan sistem buka tutup satu lajur.

Pejabat pembuat komitmen dari BBPJN VI Ditjen Bina Marga KemenPUPR, Vidi Verdian mengatakan, kondisi Jembatan Cisadane dengan bentang 25 meter dan lebar 10 meter yang dibangun 1970 itu sudah rapuh. Selama ini, penopang jembatan penghubung Bogor-Sukabumi yang perbaiki 2015 itu sudah terjadi keretakan.

"Sekarang akan diganti total dan bentang jembatan akan lebih panjang 35 meter," kata Vidi, usai rapat bersama di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, seperti dikutip Liputan6.com, Kamis (10/8/2017).

Vidi menjelaskan, pekerjaan perbaikan jembatan akan memakan waktu empat bulan hingga 12 Desember 2017. Proyek akan mulai dilakukan pada 14 Agustus 2017.

"Sebetulnya ini sudah terlambat satu minggu. Tapi kami pastikan pekerjaan dimulai tanggal 14 dan dilakukan penutupan jalur," tegas Vidi.

Untuk mengatasi kemacetan dampak adanya buka tutup jalur, ia sudah berkoordinasi dengan semua pihak dan melakukan survei bersama. Perbaikan jembatan ini untuk keselamatan masyarakat.

"Memang akan ada kemacetan karena bakal terjadi penumpukan kendaraan di sana. Tapi prinsipnya kami mengganti jembatan untuk masyarakat juga. Kami tak ingin jembatan itu roboh," terang Vidi.

Karena itu, solusi mengatasi kemacaten yang ditimbulkan dengan mengatur jam operasi atau membatasi pengguna jalan agar tidak melintasi jembatan secara bersamaan.

"Kalau harus membangun jembatan Bailey agar bisa dua lajur kami terkendala pembebasan lahan dan di lokasi banyak terdapat jaringan utilitas," jelas Vidi.

KBO Satlantas Polres Bogor, Kompol A Faisal, mengatakan kepolisian sepenuhnya akan membantu kelancaran arus lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.


"Kami juga akan mendahulukan yang sifatnya emergency dan siap mengawal kalau ada orang sakit yang lewat," ucap Faisal. (Red*)

LIHAT VIDEO-nya DISINI!
- - -
sukabumiNews.net,  CIRURUG - Kesejahteraan masyarakat dapat diwujudkan dan didorong dengan terjaminnya kelangsungan hidup para pelaku ekonomi, termasuk UKM di dalamnya. Untuk mewujudkannya diperlukan kebijakan dan kreativitas pimpinan di desa untuk memfasilitasi tumbuh dan berkembangnya UKM. Hal itulah yang dilakukan Kepala Desa Bangbayang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Alo Suharyadi dalam menjaga kelangsungan UKM di desa yang dipimpinnya.
            
"Pemberdayaan UKM dapat meningkatkan pertumbuhan dan memperkuat ekonomi warga di desa dan mendorong perubahan ekonomi warga secara struktural," kata Alo kepada wartawan pertengahan bulan Agustus lalu.
           
Sebagian besar UKM di Bangbayang bergerak di sektor kerajinan berbahan baku bambu. Dari kegiatan para UKM tersebut, Desa Bangbayang dikenal sebagai penghasil aneka kerajinan bambu seperti boboko untuk tempat nasi,  keranjang, tempat penampungan sampah, hihid atau kipas yang terbuat dari anyaman bambu,  aseupan untuk mengukus nasi, tolok, dan ayakan.
           
Produk-produk UKM Bangbayang tersebut menjadi bintang pada Pameran UKM yang dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat H. Deddy Mizwar pada peresmian Lembaga ZIS Kecamatan Cicurug akhir bulan Juli lalu. Berbagai jenis kerajinan berbahan baku bambu asal Bangbayang mencuri perhatian para pengunjung.
           
"Di desa kami, bahan baku untuk kerajinan tangan sangat berlimpah, pohon bambu tumbuh di setiap sudut kampung. Pohon rotan juga tersedia dalam jumlah yang mencukupi," ujar dia.
           
Pemerintah Desa Bangbayang juga memfasilitasi warganya untuk memproduksi tusuk sate, tusuk cilok, dan penyanggap sampah yang hasilnya disalurkan ke toko-toko. Warga hanya tinggal bikin, urusan pendistribusian dan penjualan, Pemdes Bangbayang yang mengurusnya. 
           

Alo yakin, para produsen barang-barang kerajinan bambu di desanya mampu bertahan dari gempuran barang-barang yang terbuat dari plastik. Dia mengharapkan, produktivitas warganya dapat mendorong Bangbayang menjadi desa mandiri. (PURWANTO/YUDI).
- -
sukabumiNews.net, SUKABUMI – Besaran Dana Alkokasi Khusus (DAK) reguler Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi sebesar Rp9,6 miliar baru terserap secara keseluruhan sekitar 79 persen pada triwulan pertama. Kendati demikian, besaran DAK itu terbagi kepada DAK bidang pendidikan SD dan SMP mencapai Rp2,4 miliar serta masuk ke DAK bidang kesehatan mencapai Rp7,2 miliar.

Hal itu diakui oleh Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Hanafie Zain. Ia mengklaim, penyerapan DAK pada triwulan pertama itu sudah berjalan dengan lancar. “Alhamdulillah, semuanya lancar dan tidak ada kendala. Soalnya, DAK ini kebutuhannya sudah berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat,” klaim Hanafie, seperti diberitakan Jabar.pojoksatu.id, Senin (14/08/2017).

Menurut Hanafie, pada triwulan atau termin pertama, pemerintah pusat mengirimkan uang tersebut kepada Pemkot Sukabumi melalui kas daerah sebesar Rp2,8 miliar. Anggran sebesar harus diserap oleh bidang pendidikan sebesar Rp725 juta serta oleh bidang kesehatan sebesar Rp2,1 miliar.

“Jadi, sampai Maret atau tahap satu, anggaran yang sudah masuk itu sebesar Rp2,8 miliar. Kalau yang sudah diserapnnya, baru Rp2,2 miliar oleh bidang pendidikan dan kesehatan,” terangnya.

Dia melanjutkan, anggaran DAK reguler ini bisa diserap seteleh adanya kegiatan atau pengajuan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi. Karena, dalam kas daerah masih ada DAK reguler triwulan pertama yang belum terserap itu sekitar Rp600 juta. “Semoga saja bisa cepat diserap. Kalau untuk triwulan kedua, itu belum cair dari pusatnya,” ujarnya.

Sesuai dengan ketentuan, kata Hanafie, DAK reguler yang dikirimkan pemerintah pusat kepada kas daerah Pemkot Sukabumi itu terbagi kepada empat termin. Dengan besaran yang tidak sama setiap riwulannya.

Hal itu sesuai dengan tahapan kerja yang dilakukan oleh setiap daerah. “Triwulan peratma itu, pemerintah pusat mengirimkan besaran DAK-nya sebesar 30 persen dari jumlah keseluruhan, triwulan kedua 25 persen, triwulan ketiga juga sebesar 25 persen dan di akhir tahun pada triwulan keempat sebesar 20 persen,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Sukabumi, Dida Sembada mengungkapkan, dirinya membenarkan jumlah penyerapan DAK pada triwulan pertama itu baru mencapai Rp2,2 miliar dari jumlah DAK reguler yang pemerintah pusat sebesar 30 persen.


“Iya benar, yang masuk itu baru Rp2,8 miliar dan baru terserapnya Rp2,2 miliar. Dak itu diperuntukan untuk pendidikan dan kesehatan,” singkatnya. (Red*)
- -

sukabumiNews.net, Jakarta – Salah satu penyebab terpuruknya umat Islam dunia saat ini adalah karena berpecah belah sesama Muslim. Seharusnya, umat Islam bisa disatukan dibawah satu Kalimat Tauhid.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Rabithah Al Alam Al Islami (Liga Islam Dunia), Dr. Muhammad bin Abdulkarim Al ‘lsa dalam Seminar Internasional bertajuk ‘Peran Universitas Dalam Penguatan Pemikiran Islam Moderat’ di Universitas Al Azhar Indonesia, Kebayoran Baru, Jakarta, seperti dikutip Kiblat.Net, Senin (14/08).

“Perbedaan di antara manusia adalah Sunnatullah, namun hendaknya umat Islam bisa bersatu dengan kalimat tauhid, dan jangan berpecah belah,” ujarnya.

Abdul Karim pun mengatakan seluruh perguruan tinggi di dunia, harus ada ulama-ulama dan pemikir Islam yang bergerak untuk melaksanakan tanggungjawab syariahnya berupa menyatukan dan menyadarkan kesesatan penyelewengan terhadap Islam.

“Maka sebaiknya kita mengadakan muktamar, dan pertemuan-pertemuan, jangan ada di dalam Islam fanatisme terhadap satu kelompok atau partai tanpa mencintai yang lainnya,” ujarnya.

Ia pun mengungkapkan, dengan tidak adanya fanatisme itu, setiap kita bisa mengetahui beragam keilmuan yang bisa jadi bermanfaat untuk kedepannya.

Rosul pun tau bahwa perbedaan adalah sunnatullah, jadi harus dimasukkan dalam positif, saling bertukar keilmuan, dan menjalankan perintah Allah. Bahwa kita tidak dilarang kepada yang tidak memerangi kita untuk berbuat baik kepada mereka.

“Siapa yang berbeda agama dari kita, berbuat baik pada mereka, inilah keadilan dari Islam untuk seluruh jagad,” terangnya.

Kewajiban kita, disebutnya, menjelaskan hakikat Islam kepada mereka non Islam, bukan menjadi kewajiban bagi kita untuk memasukkan mereka kepada Islam, tapi kita wajib menerangkan kepada mereka tentang Islam, dan wajib berlaku dengan prilaku baik.

“Terakhir, saya berharap Universitas ini (Al Azhar Indonesia, red) menjadi tolak ukur dan markas dalam memahami hakikat Islam dan menjelaskan pada masyarakat dengan mengadakan muktamar kepada seluruh manusia, untuk mewujudkan itu, kami siap bekerjasama,” tukasnya. (Red*)
- -

sukabumiNews.net, SUKABUMI - Setelah direstui kalangan ulama dan pesantren, kali ini bentuk dukungan tersebut datang dari sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam. Sejumlah Ormas Islam di Kota Sukabumi menggelar pertemuan dengan Tokoh yang sedang melambung sebagai bakal calon Gubernur Jawa Barat mendatang.

Pertemuan tersebut menginginkan Agung Suryamal menjadi Gubernur Jawa barat karena dinilai mengerti permasalahan umat yaitu tentang ekonomi.

"Dengan apa yang dikatakan kang Agung ini, kami sangat sepakat dengan pengembangan ekonomi syariah, ekonomi kreatif, karena di Sukabumi yang menjadi persoalan utama adalah ekonomi. Kang Agung ini konsepnya mudah dicerna dan masuk akal, " Kata Ivan Al Ghifari, Ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Sukabumi dalam keterangan persnya, seperti dikutip TRIBUNnews, Senin (14/8/2017).

Lebih lanjut Ivan mengatakan, pihaknya mendukung program pemberdayaan ekonomi umat ‘Jihad Ekonomi’ yang diusung Agung. Bagi Ivan jika sosok Agung diberikan kesempatan memimpin Jawa Barat, dirinya meyakini program ‘Jihad Ekonomi’ akan lebih maksimal.

“Insya Allah kalau kang Agung menjadi Gubernur, pemegang kebijakan. Konsep ini bisa terealisasi maksimal dan diterapkan untuk di Jawa Barat secara luas. Karena kalau sekarang kan konsep itu baru bisa dijalankan di Kadin. Tentunya kami akan titipkan permasalahan Jabar ini pada orang yang tepat, yang tahu permaslahan ekonomi Jabar, tentu kang Agung tokohnya, " tambah Ketua GPII tersebut.

Sementara itu, Aliansi Ormas Islam Sukabumi pun mengatakan dukungannya, pihaknya menyepakati pandangan Agung soal ekonomi yang dapat mempengaruhi semua sektor kehidupan bermasyarakat. Hal ini diutarakan Fathurahman, Sekjen Aliansi Ormas Islam Sukabumi.

“Kita sepakat masalah Narkoba, LGBT, kriminalitas dan lainnya itu berawal dari adanya permasalahan ekonomi, apabila kita mendekatkan diri dengan kefakiran, maka mendekati kekufuran. Nah konsep kang Agung ini yang diharapkan kita membawa kemaslahatan umat, " ujar Fathur yang juga ketua FPI Sukabumi.

Sementara itu Agung Suryamal terus mensosialisasikan konsepnya dalam rangkaian Safari ‘Jihad Ekonomi’ tersebut. Menurutnya jihad tidak semata diartikan dan dikaitkan dengan angkat senjata.

"Jangan sempit memandang Jihad. Mengentaskan kemiskinan umat, itu juga Jihad. Islam adalah rahmatan Lil Allamin. Mindset ini yang kemudian melahirkan konsep ‘Jihad Ekonomi’. Sudah waktunya umat Islam bangkit. Ormas Islam inilah salah satu motornya. Ormas Islam yang merawat kedamaian bagi umat beragama lain. Kita persatukan semua ini dalam Jihad Ekonomi," kata Agung dalam momentum silaturahim tersebut.

Secara estafet Agung mengunjungi sejumlah pasar, tokoh, ormas Islam, pesantren, pelaku UMKM dan akhirnya dengan sejumlah lintas Ormas Islam Sukabumi. Safari ‘Jihad Ekonomi’ ini dimulai sejak Rabu, 8 Agustus 2017 kemarin. Selama safari 3 hari itu Agung melakukan sosialisasi program pemberdayaan ekonomi masyarakat dan umat, termasuk program Jihad Ekonomi, Santripreneur dan Gerakan Wirausaha Desa (Red*).
- - - -