Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Kontributor/wartawan SUKABUMI news dalam melaksanakan tugas dilapangan selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan serta fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel maupun berita (pendidikan, politik, hukum) Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria akan kami muat dan undang.
loading...

Friday, December 15, 2017

Redaksi sukabumiNews

Bupati Sukabumi Serukan Pelestarian Produk Seni Kerajinan

sukabumiNews, CIRACAP - Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami menyerukan upaya pelestarian dan penggalian potensi produk seni kerajinan yang berkembang di tengah masyarakat. Karena selama ini seni dalam  perjalanannya  kerajinan telah  berperan  secara  nyata  dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian rakyat.

Seruan bupati itu disampaikan dalam sambutan ketika membuka acara Temu UMKM dan Gathering Pengrajin di Vila Febi Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Kamis (14/12/2017). Di Kabupaten Sukabumi, kata bupati, peranan serta  potensi seni kerajinan sangat besar. Para pengrajin memiliki potensi dan kemampuan untuk meningkatkan kreativitas secara dinamis.

"Karena itu seni kerajinan di Kabupaten Sukabumi  perlu digali, dilestarikan, dibina,  dan didorong pertumbuhan serta perkembangannya," kata bupati.

Terkait dengan tujuan dilaksanakannya Temu UMKM atau Gathering Pengrajin yakni untuk menyerap aspirasi pengrajin khususnya di wilayah VI Pajampangan, perlu peningkatan sinergitas program  antara  Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional) Kabupaten Sukabumi dengan perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait pembinaan para pengrajin. Targetnya mereka dapat menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi.

"Sinergitas program ini sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas produk kerajinan dan kualitas SDM pengrajin. Untuk regenerasi pengrajin diperlukan fasilitasi dan pembinaan terhadap mereka melalui pengembangan teknologi, inovasi, kreativitas, dan efisiensi sehingga bisa memenangi persaingan," ujar Marwan.

Bupati mengajak para pengrajin untuk memanfaatkan Temu UMKM dan Gathering Pengrajin ini  dengan    sebaik-baiknya sebagai   ajang   tukar pikiran dan pengalaman. Dari kegiatan itu, para pengrajin dapat menjaga eksistensi dengan menghasilkan produk-produk khas dan dapat dijadikan unggulan daerah.

Ketua Dekranasda Kabupaten Sukabumi Ny. Hj. Yani Jatnika Marwan menyatakan, organisasi yang dipimpinnya akan lebih meningkatkan peran dan fungsinya untuk dapat ikut mendukung pembangunan dan pengembangan pengrajin.

“Kendala yang saat ini dihadapi pengrajin adalah menyangkut desain serta pemasaran yang masih terbatas sehingga perlu adanya perluasan pemasaran dan pengemasan produk yang bagus dan menarik. Hal ini memerlukan mekanisme sinergitas antara pengrajin, pemerintah, dan pengusaha," jelasnya.
 
Sementara itu Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Sukabumi Asep Japar menyampaikan, kegiatan yang digelarnya diikuti para pengrajin se-wilayah 6. Tujuannya untuk menyerap aspirasi para pengrajin dalam rangka pengembangan UMKM di Kabupaten Sukabumi sehingga dapat menunjang pertumbuhan perekonomian daerah.

Hadir pada kesempatan itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Perindustrian dan ESDM, Ketua Dharma Wanita Kabupaten Sukabumi, para camat se-wilayah 6, dan pengurus Dekranasda Kabupaten Sukabumi.

Pewarta: Yudi Prangga/Zeffry Subianto
Editor: Wawan Aries
Redaksi sukabumiNews

Kemenkes RI Melaklukan Kunjungan ke Rumkital Marinir Cilandak

sukabumiNews, JAKARTA - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melaksanakan kegiatan evaluasi ketenagaan dokter spesialis  Rumkital Marinir Cilandak. Kegiatan Tim Kemenkes yang dipimpin langsung oleh DR.dr. Aman Bhakti Pulungan Sp.A (K) ini dilakukan guna memaksimalkan pelayanan kesehatan  Rumah Sakit setelah lolos Akreditasi Paripurna versi 2012, Rabu (13/12/2017).

Tim Kemenkes yang diketuai Dr.dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A (K) ini dalam melaksanakan kegiatannya didampingi oleh 6 orang staf serta perwakilan dari organisasi profesi dokter spesialis diantaranya IDAI, POGI, dan PAPDI.

Pada kegiatan evaluasi tersebut, mereka melaksanakan diskusi tentang kesiapan pelayanan rumah sakit yang berkualitas. Terlebih dalam situasi yang dihadapkan dengan fenomena "outbreak difteri " yang terjadi saat ini.

“Dengan kegiatan ini kami mengkarapkan mengharapkan keterlibatan RS TNI, dalam hal ini Rumkitalmar, agar ikut berpartisipasi dalam menurunkan Kejadian Luar Biasa  (KLB) dan sosialisasi kepada masyarakat,” harap Aman Bhakti Pulungan kepada wartawan disela-sela kegiatan berlangsung.

Selain kegiatan diskusi di ruang rapat Rumkitalmar, Tim dari Kemenkes juga melaksanakan visitasi (kunjungan) ke ruangan- ruangan yang diakhiri dengan Foto bersama.

Hadir pada acara kunjungan tersebut Wakil Komandan Rumkital Marinir Cilandak Letkol Laut (K) dr M. Sulaiman Abididn, Sp.M, KSPI, Ketua Komite Medik, beserta para dokter dan perwira staf Rumkital Marinir Cilandak.

Pewarta: Didi Muryadi
Editor: A Malik AS.
Redaksi sukabumiNews

Dalam Rangka Hari Juang Kartika Ke-47, Kodam VI/Mlw Gelar Ziarah Ke Makam Pahlawan Serta Kegiatan Sosial Lainnya

sukabumiNews, SAMARINDA - Kodam VI/Mulawarman (Mlw) melaksanakan kegiatan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kesuma Bangsa Jl. Kesuma Bangsa Samarinda, pada Kamis (14/12/2017). Kegiatan itu dilakukan Kodam VI/Mlw dalm rangka Hari Juang Kartika ke 72 tahun 2017.

Kegiatan ziarah tersebut diawali dengan penghormatan umum kepada arwah para pahlawan Kusuma Bangsa dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga di tugu makam para pahlawan oleh pimpinan ziarah rombongan. Setelah acara pokok ziarah selesai dilanjutkan dengan kegiatan tabur bunga yang dilakukan secara simbolis oleh Pangdam VI/Mlw diikuti oleh peserta ziarah lainnya.

Sementara, Panglima Kodam VI/Mulawarman (Mlw) Mayor Jenderal TNI Sonhadji, S.I.P., M.M.  yang menjadi inspektur upacara peringatan di Hari Juang Kartika ke-72, mengatakan, tema yang  diusung pada peringatan Hari Juang Kartika tahun 2017 yaitu ‘Manunggal dengan Rakyat TNI AD Kuat’. “Dari tema tersebut, maka setiap prajurit TNI AD dituntut untuk selalu menjaga Kemanunggalan TNI-Rakyat,” kata Sonhadji. 
Dijelaskan Sonhadji, rombongan pasukan peserta ziarah terdiri dari 1 Pleton Pamen, 1 Pleton Pama, Korsik Ajenrem 091/Asn,  2 Pelton pasukan Yonif 611/Awl,  2 Pleton pasukan Polri,  1Pleton Pasukan ASN TNI,  1 Pleton Pasukan pramuka dan 2 Pleton pengurusu Persit Cabang Korem 091/Asn.

Ditambahkannya, Tujuan kegiatan yang sudah menjadi tradisi sebelum peringatan Hari Juang Kartika ke 72 tahun 2017 ini adalah untuk mengirim do’a dan mewarisi nilai-nilai perjuangan dari para pahlawan pendahulu terdahulu.

"Untuk mengenang dan meresapi jasa para pahlawan, serta mengingat semangat patriotisme yang telah ditunjukan oleh para pendahulu, maka seyogyanyalah sebagai penerus bangsa wajib mengingat, mengenang dan meneruskan apa yang mereka cita-citakan," imbuhnya. 
Hadir pada acara kegiatan Ziarah tersebut, Gubernur Kaltim Prof.Dr.H. Awang Faroek Ishaq,  Brigjen TNI Teguh Pudjo Rumekso Kasdam VI/Mlw Ketua DPRD TK I Provinsi Kalimantan Timur, H.M. Syahrun, dan Para Asisten Kodam VI/Mulawarman dan Kasrem 091/ASN Kolonel Inf Frenky U. Riupasa S. Sos.

Selain kegiatan ziarah, sebelumnya Kodam VI/Mulawarman (Mlw) pun telah melakukan serangkaian kegiatan dalam rangka Hari Juang Kartika ke-72 itu seperti perlombaan lari 10 K yang diikuti oleh 5000 orang peserta. Penanaman pohon/penghijauan serta kegiatan bakti sosial donor darah, khitanan massal, Operasi Katarak dan Anjangsana kepada para Warakawuri. (Penrem 091/ASN).

Pewarta: Didi Muryadi

Editor: A Malik AS.

Thursday, December 14, 2017

Redaksi sukabumiNews

Pengamat Ungkap Dugaan Mark-up Soal PAS Hingga Ratusan Juta Rupiah

sukabumiNews, KOTA SUKABUMI - Sudah tidak tahan melihat penyelewengan dana yang sudah mendarah daging, pengamat dan praktisi pendidikan yang enggan disebutkan namanya mengungkap dugaan mark-up pada pembuatan dan penggandaan soal Penilaian Akhir Semester (PAS) yang dulu bernama Ulangan Akhir Semester (UAS). Menurut dia, mark-up pembuatan soal itu meninggalkan banyak tanda tanya karena diduga ada uang negara sebesar ratusan juta rupiah yang tidak bisa dipertanggungjawabkan penggunaannya.
           
"Perubahan nama dari UAS menjadi PAS itu hanya penggantian istilah saja, namun tidak mengubah keadaan terutama menyangkut prosedur penggunaan uang dari BOS untuk pembuatan soal. Begitu-begitu juga, oknum tertentu menarik dana dari BOS untuk pembuatan soal, tapi tidak ada pertanggungjawabannya. Oknum tersebut memanfatkan celah untuk melakukan mark-up," kata pengamat sekaligus praktisi pendidikan tersebut kepada sukabumiNews, Kamis (14/12/2017) petang.
           
Menurut dia, mark-up ini bisa terjadi di semua daerah, termasuk di Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi. Untuk mengetahui adanya mark-up berdasarkan hitung-hitungan rasional tidak membutuhkan matematika tingkat tinggi, siswa kelas 5 SD yang sudah mengenal bilangan ratusan juta pun bisa melakukannya. Di Kota Sukabumi, mark-up yang terjadi bisa mencapai ratusan juta rupiah.
           
"Menghitung biaya yang dikeluarkan panitia pembuat soal sangat gampang. Jumlah siswa dikalikan banyak lembar soal dikalikan biaya fotokopi perlembar, keluarlah hasilnya," ujar dia.
           
Si pengamat pun mengajukan fakta dan data untuk tingkat SD. Besarnya dana yang ditarik dari BOS untuk pembuatan soal PAS tingkat SD adalah Rp20 ribu. Taruhlah, jumlah siswa SD di Kota Sukabumi mencapai 30.000 orang. Dengan demikian, total dana yang ditarik oleh panitia atau koordinator pembuatan soal PAS mencapai Rp600 juta.
           
Untuk SD terdapat 8 mata pelajaran yang disertakan pada PAS. Misalkan soal untuk tiap mata pelajaran membutuhkan 3 lembar kertas. Dengan demikian untuk tiap siswa dibutuhkan 8 mata pelajaran x 3 lembar soal atau 24 lembar kertas soal. Jadi, total lembar soal yang dibutuhkan untuk siswa SD se-Kota Sukabumi banyaknya 24 lembar x 30.000 = 720.000 lembar soal.
           
"Berapa harga satu lembar soal? Kita ambil biaya tertinggi fotokopi dengan kualitas terbagus yakni Rp150 perlembar," tuturnya.
           
Jika standar itu yang diambil, total dana yang dibutuhkan untuk penggandaan soal PAS mencapai 720.000 lembar x Rp150 = Rp108.000.000. Ada lagi komponen biaya honor pembuatan soal yang besarnya Rp150.000 persoal. Dengan demikian, biaya pembuatan soal besarnya mencapai Rp150.000 x 8 mata pelajaran x 6 kelas = Rp7.200.000. Dus, total jenderal biaya pembuatan dan penggadaan soal PAS mencapai Rp108.000.000 + Rp7.200.000 = Rp115.200.000.
           
Sementara dana yang terhimpun melalui BOS mencapai Rp600.000.000. So, ke mana larinya dana sebesar Rp600.000.000 - Rp115.200.000 atau Rp484.800.000? Sidah jelas, kata pengamat tadi, terjadi dugaan mark-up sebesar Rp500 juta kurang Rp15.200.000 dalam pembuatan soal PAS untuk tingkat SD se-Kota Sukabumi.
           
"Itu hitungan untuk satu kali ulangan. Padahal dalam satu tahun ada empat kali ulangan yaitu dua kali ulangan tengah semester atau UTS dan dua kali PAS. Dari empat kali ulangan itu besarnya uang nagara yang diduga hilang karena mark-up pembuatan soal bisa mencapai 2 miliar rupiah kurang sedikit," ujar dia.
           
Berdasarkan investigasi di lapangan, pemberlakuan sistem pembuatan dan penggadaan soal PAS dan UTS diatur oleh sekelompok oknum K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah). Sang pengamat mendesak pemerintah untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem dan prosedur penggandaan soal PAS dan UTS. Kalau terbukti ditemukan mark-up, instansi terkait jangan segan-segan mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang terlibat.
           
"Kami berharap kepada aparat terkait segera memanggil para pejabat yang terkait dengan penggandaan soal PAS dan UTS untuk diminta  klarifikasi atas dugaan penyelewengan uang negara dengan modus mark-up. Kami akan terus memantau, jangan sampai terjadi hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Perlu diingat pula Fiat justitia ruat caelum, hendaklah keadilan ditegakkan, walaupun langit akan runtuh," ujar dia. 
           
Sementara itu Ketua K3S SD Kota Sukabumi, Hj. Nenih Mulyaningsih, S.Pd. tidak merespon pertanyaan wartawan ketika dihubungi via telepon atau melalui pesan singkat untuk klarifikasi dugaan mark-up dalam pembuatan dan penggandaan soal PAS dan UTS untuk SD. (TIM)
Redaksi sukabumiNews

Kekerasan Terhadap Wartawan Terjadi Lagi, Ini Kata Ketua DPC AWMI Jakarta Timur Angkat Bicara

sukabumiNews, JAKARTA -  Kekerasan dan intimidasi terhadap wartawan masih sering terjadi di daerah daerah. Kali ini, kekerasan dan intimidasi tersebut menimpa seorang wartawan yang sedang melakukan tugas peliputan di wilayah Kalimantan Barat.

Kejadian bermula saat korban bernama Hendri Susanto yang sedang melakukan peliputan terkait adanya oknum Polisi yang terlibat pembalakan kayu liar di wilayah Hutan Rakyat Desa Batu Muara Tiga Kecamatan Batu Ampar Kalimantan Barat (7/12/17) lalu.

Ketika itu seorang oknum Polisi menghampiri korban dan diguga meminta paksa Hp korban lalu menembak Hp korban sampai tembus dan rusak.

Atas kejadian tersebut, Ketua DPC Aliansi Wartawan Muda Indonesia (AWMI) Jakarta Timur, Didi Muryadi sangat menyayangkan tindakan arogansi seorang oknum anggota kepolisian yang diduga telah melanggar Bab Vlll Pasal 18 UU No. 40 Tahun 1999 tentang kebebasan Pers.

"Kejadian yang di alami teman-teman wartawan di lapangan ini sudah sering terjadi. Dan kami berharap tidak ada lagi kejadian kekerasan terhadap wartwan, ataupun bentrokan serupa," ucap Didi, kepada sukabumiNews di Jakarta, Kamis (14/12/2017)

 Didi menambahkan, seharusnya pihak kepolisian bisa bersinergi dengan wartawan, saling mendukung dan tidak menutupi informasi yang akan liput oleh teman teman media. "Jika ini terjadi lagi maka pencitraan terhadap institusi kepolisian pun tetap terjaga," pungkasnya. RED.
loading...
close