Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Kontributor/wartawan SUKABUMI news dalam melaksanakan tugas dilapangan selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan serta fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel maupun berita (pendidikan, politik, hukum) Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria akan kami muat dan undang.

Monday, September 24, 2018

Redaksi sukabumiNews

Pengembangan Nilai-nilai Demokrasi bagi Siswa di SMPN 2 Purabaya Terus Ditingkatkan

[Foto: Wakil Kepala Sekolah, Deden Epri Effendi sedang memberikan arahan]
PURABAYA, SUKABUMINEWS.net – Adalah suatu proses yang wajar apabila di dalam suatu organisasi terjadi pergantian manajer, baik di eselon puncak, tengah, maupun rendah. Bagi organisasi, pergantian tersebut selalu mempunyai dampak terhadap keseluruhan proses organisasi, yang diharapkan selalu menuju ke arah tercapainya tujuan organisasi.

Demikian halnya dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh civitas akademi SMPN 2 Purabaya Kabupaten Sukabumi. Di sekolah SMPN yang memiliki jumlah siswa 136 orang itu pendidikan kepemimpinan bagi siswa terus ditingkatkan seperti restrukturisasi kepemimpinan peserta didik melalui kegiatan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
"Kami ingin kenalkan bagaimana kehidupan demokrasi melalui musyawarah itu dilakukan,” kata Wakil Kepala SMP Negeri 2 Purabaya, Deden Epri Effendi kepada sukabumiNews, Senin (24/9).

"Ini adalah kegiatan rutin tahunan di sekolah kami. Kami berharap di kemudian hari setelah mereka bermasyarakat tidak lagi kaget dengan kegiatan berdemokrasi seperti ini,” tambahnya.

Sementara itu Ketua OSIS terpilih, Risti Apriliyani mengungkapkan rasa haru atas kepercayaan yang diberikan oleh teman-temannya. "Ini adalah amanah yang harus dijalankan,” ucapnya.

“InsyaAllah sesuai missi, saya bersama teman-teman akan membina mental dan karakter siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler." Tutup Risti. (*)

Pewarta: Jaka S.
Editor: Red.
Redaksi sukabumiNews

SBY Protes dengan Cara Walk Out dari Kampanye Damai, Prabowo dan Jokowi Malah Berpelukan

JAKARTA, SUKABUMINEWS.net – Setidaknya ada dua momen menarik yang terjadi pada deklarasi kampanye damai yang di gelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Kawasan Monas, Ahad (23/9/2018) kemarin.

Dua pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), seluruh ketua umum Partai Politik Nasional serta seluruh Calon DPD DKI Jakarta juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Pertama adalah momen di mana Capres nomor urut 1 Joko Widodo (Jokowi) bergandengan dan berpelukan dengan Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto saat usai menandatangai persetujuan kampanye damai.

Dilansir Abadikini.com, hal itu terjadi setelah keduanya baru saja menandatangani pakta deklarasi kampanye damai bersama KPU. Sementara Cawapres nomor urut 2 Sandiaga Uno dan Cawapres nomor urut 1 Ma’ruf Amin mengikuti dari belakang. Tak mau kalah, kedua cawapres itu tampak berjalan berangkulan mengikuti dari belakang Jokowi dan Prabowo.

Kedua adalah Ketua Umum Partai Demokrat SBY lakukan Walk Out. Hal berbeda justru terlihat saat arak-arakan rombongan pasangan capres dan cawapres dimulai. Dua ketua parpol pendukung Prabowo-Sandiaga memilih ‘walk out’ atau pergi sebelum acara selesai. Mereka adalah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas.

SBY dan Zulhas memilih walk out dari acara deklarasi kampanye damai lantaran kecewa melihat tim relawan Jokowi-Ma’ruf yang dinilainya telah mencuri start kampanye. Dalam deklarasi kampanye damai yang digelar KPU itu, kubu Jokowi-Ma’ruf tampak ramai lengkap dengan seragam dan atribut kampanye.

“Pak Hinca, Pak Hinca ini panitia bukan?,” tanya SBY kepada Sekjen Demokrat Hinca Pandjaitan ketika melihat para relawan Jokowi-Maruf dengan atribut kampanye lengkap, dikutip dari Abadikini.

“Demokrat tertib sesuai aturan, tapi yang lain sudah kampanye,” lanjut SBY.

Usai memprotes hal itu, SBY langsung berhenti tak mengikuti rombongan arak-arakan pasangan capres dan cawapres. Ia memilih untuk pergi meninggalkan lokasi deklarasi berlangsung.

Sementara itu, Ketua KPU RI, Arief Budiman menegaskan, masa kampanye bagi kedua pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) telah dimulai pada sejak Minggu (23/9/2018) hari ini. Sehingga, aksi para relawan membawa atribut saat arakan karnaval kampanye damai di Monumen Nasional (Monas) Jakarta diperbolehkan.

Khusus untuk acara kampanye damai, Arief mengaku telah memberikan atribut secara adil kepada kedua tim pasangan capres-cawapres. Namun, ia mengaku kewalahan mengatur masa relawan yang sudah menanti di luar Monas.

“Ini sudah masa kampanye, artinya orang boleh saja kampanye sepanjang regulasi dipatuhi. Khusus acara ini semua terkontrol jumlah kaos dan atribut diberikan semua diperlakukan adil,” kata Arief.

Meski demikian, Arief mengakui pihaknya kewalahan mengatur para masa relawan pendukung yang berada di luar Monas. Arief mengakui tidak bisa membatasi banyaknya masyarakat yang hadir.

“Sebetulnya sudah kita atur itu semua di dalam jalur karnaval, karena kalau di luar itu kita tidak bisa nuntut. Tapi semua yang di jalur car free day sudah diatur, paslon juga sudah dirapat dalam kontrol kita,” ungkap Arief. (Red*/Ak)
Redaksi sukabumiNews

PBB Kabupaten Sukabumi Terima Dokomen DCT dari KPU

[Foto: Operator Sistem Dana Kampanye (SIDAKAM) KPUD Kabupaten Sukabumi Rosalinda Erita (kiri) menyerahkan DCT Legislatif kepada Line Officer (LO) DPC PBB Kabupaten Sukabumi, Adi Fitriyadi].
CIBADAK, SUKABUMINEWS.net - DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Sukabumi secara resmi menerima dokumen Daftar Calon Tetap (DCT) legislatif dari KPU Kabupaten Sukabumi. Pada kesempatan yang sama partai PBB juga menyerahkan Laporan Dana Awal Kampanye (LDAK) kepada KPUD Kabupaten Sukabumi pada Ahad (23/9).

"Alhamdulillah, berkas sudah kami terima. Semoga tahap berikutnya, yaitu para caleg siap mengikuti kampanye." kata Line Officer (LO) DPC PBB Kabupaten Sukabumi, Adi Fitriyadi.

Sementara itu, Operator Sistem Dana Kampanye (SIDAKAM) KPUD Kabupaten Sukabumi Rosalinda Erita menyampaikan apresiasi kepada semua partai peserta pemilu yang telah menyampaikan LDAK.

"Awal yang baik bagi kita semua. Kami berharap, selanjutnya partai politik melaporkan dana kampanye sesuai tahapan yang telah diatur PKPU, " tutur Rosalinda. (*)

Pewarta: Jaka S
Editor: Red.
Redaksi sukabumiNews

Lomba Mancing Hari Jadi, Bupati Targetkan Situ Sukarame Menjadi Destinasi Wisata Unggulan

[Foto: Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami (tengah) bersama Kepala Dinas Pariwsata Dana Budiman (paling depan) saat menikmati suasana memancing di Situ Sukarame, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi].
PARAKANSALAK, SUKABUMINEWS.net - Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami mentargetkan Situ Sukarame di Kecamatan Parakansalak menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sukabumi. Target bupati tersebut disampaikan saat meresmikan lomba mancing wisata dan lomba lari lumpur dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-73 Kabupatem Sukabumi di Situ Sukarame, Ahad (23/9/2018) kemarin.

"Berkenaan dengan peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Sukabumi, kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya mempromosikan objek wisata Situ Sukarame agar menjadi salah satu destinasi pariwisata unggulan di Kabupaten Sukabumi," kata bupati.

Hal itu sejalan dengan program prioritas Kabupaten Sukabumi tentang pengembangan pariwisata Sukabumi menjadi destinasi wisata kelas dunia. Pemda, lanjut Marwan, terus berupaya  untuk menggali potensi dan daya tarik wisata bagi wisatawan lokal maupun internasional.

Sebagai tanda dimulainya lomba mancing wisata, bupati melepaskan ikan disaksikan para peserta dan hadirin. Secara khusus, ujar bupati, event tersebut dilaksanakan untuk memasyarakatkan olah raga mancing dan lari lumpur sebagai atraksi wisata yang pada gilirannya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Saya mengharapkan kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin yang diselenggarakan di berbagai lokasi dan objek wisata di Kabupaten Sukabumi. Tujuannya  untuk menarik sebanyak-banyaknya wisatawan baik domestik maupun mancanegara berkunjung ke Kabupaten Sukabumi," tutur Marwan.

Sementara Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Edi Kusmara melaporkan, lomba mancing wisata  diikuti oleh 3.500 orang, sedangkan lomba lari lumpur diikuti 150 regu. Kegiatan tersebut juga bertujuan untuk menyambut Hari Pariwisata Dunia Tahun 2018. (*)

Pewarta: Hendi Tias
Editor: Red.

Sunday, September 23, 2018

Redaksi sukabumiNews

Ketua DPP FHI Ajak Guru Honorer Tidak Kembali ke Tempat Kerja dalam Kondisi Tidak Ada Perubahan Status

[Foto: Ketua DPP FHI, Nanan Surahman. (dok.Foto; SN)
JAKARTA, SUKABUMINEWS.net - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Forum Honorer Indonesia (DPP FHI), Nanan Surahman berpendapat sekaligus mengajak kepada rekan-rekan honorer agar jangan kembali ke tempat kerja dalam kondisi tidak ada perubahan status.

“Sebaiknya Sahabat Honorer sudah mulai mencari alternatif usaha lain yang bisa menghidupi keluarga, sehingga bila kebijakan pemerintah tidak berpihak kepada kita, kita sudah setel,” kata Nanan ditemui di Jakara, Ahad (23/9).

“Sejahtera atau kita tinggalkan, toh diluar sana masih banyak penghidupan untuk kita. Itu prinsip,” tambah Nanan yang juga sebagai Caleg dari Partai PBB dapil 2 Kota Sukabumi itu.

Bila honorer sudah memiliki mental seperti ini, lanju Nanan, maka 1 langkah kemenangan untuk  Honorer. “Tapi bila kita kembali ke tempat kerja belum ada kata sepakat dengan pemerintah, maka kekalahan yang di dapat,”  tegasnya.

Ketua DPP FHI juga mengajak kepada rekan-rekan honorer di seluruh Indonesia untuk merapatka barisan dan menyatukan tekad. “Kerja sejahtera atau Keluar Sejahtera,” pungkasnya. (Red*)
Redaksi sukabumiNews

Tolak Permen PAN-RB No. 36, PPHI Kota Sukabumi: Permen Tersebut Tidak Berpihak pada Honorer yang Sudah Lama Mengabdi

SUKABUMI KOTA, SUKABUMINEWS.net - Presidium Peduli Honorer Indonesia (PPHI) Kota Sukabumi menyatakan sikap menolak Peraturan Kementerian PAN-RB nomor 36 tahun 2018 tentang peraturan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018. Pasalnya peraturan tersebut dinilai tidak berpihak kepada para honorer yang sudah lama mengabdi.

“Berdasarkan hal tersebut, PPHI Kota Sukabumi dengan ini menuntut kepada pemerintah untuk menunda rekrutmen CPNS tahun 2018 (kategori Umum dan Kategori Khusus),” tegas Ketua Presidium PPHI Kota Sekabumi, Syarif Hidayatullah, S.Pd.I. dikutip dari surat tuntutan yang diterima sukabumiNews, Ahad (23/9).

Selain dari tuntutan yang diungkapkan diatas, 3 tuntutan lainnya yakni Revisi UU ASN agar lebih manusiawi terhadap honorer, Terbitkan SK Walikota untuk seluruh Honorer di Kota Sukabumi, Terbitkan SK dari Gubernur Provinsi Jawa Barat untuk Honorer SMA/SMK/SLB.

Sehubungan hal  tersebut, lanjut dia, pihaknya mengajak dan menghimbau agar seluruh honorer di Kota Sukabumi untuk melakukan aksi mogok masal terhitung mulai Kamis (20/9) sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan hingga segala tuntutan ini dipenuhi. (Red*)

Baca Juga: Ketua DPP FHI Ajak Guru Honorer Tidak Kembali keTempat Kerja dalam Kondisi Tidak Ada Perubahan Status
Redaksi sukabumiNews

Mahasiswa Telkom University Asal Sukabumi Promosikan Potensi Daerah

[Foto: Tim kampanye 'Wujudkeun Plara Sae' pada rangkaian kegiatan Urban Village 2018 Telkom University selalu siap mengkampanyekan potensi Kota dan Kabupaten Sukabumi. Tampak pada gambar, Shafira Mutiaramadani Lesmana Putri (berjongkok, kedua dari kanan), mahasiswa  Jurusan Ilmu Komunikasi Konsentrasi Marketing Communication 2016 Telkom University. (dok.Foto: SN/BSK-Yus F Purwasari)].
BANDUNG, SUKABUMINEWS.net - Mahasiswa asal Kota Sukabumi, Shafira Mutiaramadani Lesmana Putri,  bersama teman-teman kuliahnya sukses mempersembahkan tema kampanye 'Wujudkeun Plara Sae' pada Urban Village 2018 di area car free day (CFD) Jalan Ir. H. Juanda atau Jalan Dago Kota Bandung, Minggu (23/9/2018). Pada kegiatan itu, Shafira dan rekan-rekannya mengikuti pawai budaya yang mempersembahkan tema nelayan.
 
"Urban Village 2018 dibagi menjadi beberapa rangkaian. Yang pertama idea fest yang digelar pada bulan April lalu. Kemudian praevent pertama di  kampus yang dilanjutkan dengan praevent kedua yang diisi dengan pawai budaya sambil mengenakan busana adat daerah masing-masing di CFD Dago," kata mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Konsentrasi Marketing Communication 2016 Telkom University tersebut ketika dihubungi di tengah kesibukan mengikuti pawai.

Puncak kegiatan Urban Village yang digelar Telkom University itu dilaksanakan pada 17 November 2018 di Gedung Sate. Pada puncak kegiatan tersebut, panitia menyediakan lokasi untuk  stand tempat menjual berbagai produk khas daerah di Provinsi Jawa Barat. Shafira akan mempromosikan dan menjual aneka makanan khas Sukabumi seperti kue mochi, sekoteng, dan sirup pala di area puncak kegiatan Urban Village 2018.

"Kegiatan tahun ini mengangkat tema kota dan kabupaten di Jawa Barat. Tim kami berencana akan merealisasikan kampanye kami yakni 'Wujudkeun Plara Sae' dalam bentuk pembagian tempat sampah di Palabuhanratu," tutur Shafira.

Nama Plara yang diambil untuk tema kampanye merupakan kependekan dari Palabuhanratu. Adapun pemilihan kata 'Sae' yang dalam bahasa Sunda artinya bagus diambil dari singkatan nama kelas Shafira dan teman-teman yaitu 'Sukabumi Amazing Euy'.

Pada praevent pertama di halaman kampus Telkom University, Shafira dan timnya membuka stand untuk menjual mochi, sirup pala, dan sekoteng. Untuk mochi mereka membeli dari pabriknya di Sukabumi, sedangkan untuk jenis makanan lain, tim membuat sendiri.
                         
"Kami memilih tema Sukabumi  karena daerah ini merupakan tempat asal kami. Sekarang kota kami telah menjadi kota kuliner dengan berbagai makanan khasnya. Sementara Kabupaten Sukabumi dikenal memiliki banyak objek wisata dan budaya yang salah satunya kawasan geopark sebagai warisan geologi yang telah diakui UNESCO. Kami terpanggil untuk mempromosikan potensi-potensi di Sukabumi tersebut," ungkap Shafira.

Urban Village, jelas dia, merupakan implementasi dari beberapa mata kuliah konsentrasi marketing communication yang bertujuan untuk membranding kota atau daerah yang dipilih. Pada praevent 2 di CFD Dago, selain pawai budaya juga ada performing art dan persembahan dari komunitas disabilitas.

"Kami fokus pada permasalahan tren yang terjadi saat ini di seputaran Palabuhanratu yakni masalah sampah. Kami tunjukkan bentuk kepedulian terhadap wisata yang ada di Sukabumi agar bisa menjadi bersih dan lebih diminati oleh wisatawan lokal maupun asing. Melalui kampanye 'Wujudkeun Plara Sae', kami juga mengajak masyarakat untuk memberikan perhatian pada geopark," tutur Shafira.

Rangkaian Urban Village 2018 masih berlangsung. Shafira dan kelompoknya selalu mengupdate kegiatan yang sedang dan akan dilakukan melalui akun instagram @sukabumi.sae. (*)

Pewarta: Yus F Purwasari
Editor: Red.

Saturday, September 22, 2018

Redaksi sukabumiNews

Mahathir: Malaysia Tidak Dapat Menerima Perkawinan Sejenis

Foto: Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad (kiri) didampingi Wakil PM Dr Wan Azizah Wan Ismail mengadakan jumpa pers di Kantor Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) atau Komisi Pemberantasan Korupsi, Kualalumpur, Malaysia, Selasa (10/7/2018), usai menghadiri program anti korupsi. Sebanyak 160 anggota parlemen dari Pakatan Harapan menghadiri program sehari Pakta Integritas dan anti korupsi. (ANTARA FOTO/Agus Setiawan)
KUALALUMPUR, SUKABUMINEWS.net - Malaysia tidak dapat menerima perkawinan sejenis atau lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT), kata Perdana Menteri Mahathir Mohamad pada Jumat, di tengah contoh penganiayaan terhadap kelompok LGBT di negara mayoritas Muslim itu.

"Di Malaysia ada beberapa hal kami tidak dapat terima, walau hal itu terlihat hak asasi manusia di negara Barat," kata Mahathir kepada wartawan, "Kami tidak menerima LGBT, perkawinan pria dengan pria, wanita dengan wanita."

Pernyataan tersebut kemungkinan memicu perdebatan lebih jauh di negara itu, tempat pegiat menyuarakan keprihatinan atas permusuhan terhadap kelompok LGBT, baik dari dalam masyarakat maupun pemerintah, demikian Reuters melaporkan dikutip ANTARA.

Dua wanita dihukum cambuk pada bulan ini karena "berusaha melakukan kegiatan seks lesbian" di Terengganu, negara bagian konservatif di timur.

Mahathir mengecam hukuman tersebut, dengan menyatakan hal itu "tidak mencerminkan keadilan atau kasih sayang Islam".

Pada bulan lalu, seorang pria gay di Kualalumpur ditangkap polisi dan pejabat penegakan hukum agama, sementara seorang wanita transgender dipukul sekelompok penyerang di Seremban, dekat ibu kota.

Menteri yang menangani urusan Islam juga dikritik pegiat dan anggota parlemen partai yang berkuasa, setelah dia memerintahkan pencabutan potret dua aktivis LGBT dari pameran seni.

Malaysia melukiskan seks oral dan anal bertentangan dengan hukum alam. Undang-Undang Sipil menetapkan hukuman penjara hingga 20 tahun, cambuk dan denda bagi pelanggarnya, walaupun pemberlakuan undang-undang itu jarang ditemukan. (Red*/)
Redaksi sukabumiNews

Buku Biografi Hasan Tiro Terbit Berbahasa Inggris

Foto: Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad (kiri) didampingi Wakil PM Dr Wan Azizah Wan Ismail mengadakan jumpa pers di Kantor Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) atau Komisi Pemberantasan Korupsi, Kualalumpur, Malaysia, Selasa (10/7/2018), usai menghadiri program anti korupsi. Sebanyak 160 anggota parlemen dari Pakatan Harapan menghadiri program sehari Pakta Integritas dan anti korupsi. (ANTARA FOTO/Agus Setiawan)
BANDA ACEH, SUKABUMINEWS.net - Penerbit Bandar Publishing akan menerbitkan Buku biografi Hasan Tiro dalam edisi bahasa Inggris menjelang Milad deklarator Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu pada 25 September 2018.

"Edisi lengkap buku ini diambil dari buku Hasan Tiro; Jalan Panjang Menuju Damai Aceh yang ditulis oleh Murizal Hamzah dengan editor M Adli Abdullah. Buku dalam bahasa Inggris ini hanya 86 halaman," kata Direktur Bandar Publishing, Mukhlisuddin Ilyas di Banda Aceh, Sabtu.

Ia menjelaskan, buku itu berjudul Why Aceh Opposed Indonesia: A Short Biography of the Founder of ASNLF Hasan Tiro yang diterjemahkan Dr Pamela Allen, dosen di University of Tasmania Australia.

"Buku ini menyajikan hal-hal penyebab perlawanan di Aceh yang dilakukan oleh Aceh Merdeka," ujarnya, dikutip ANTARA.

Menurut dia buku tersebut sangat cocok untuk menjadi referensi bagi ilmuwan, intelektual nasional dan asing, karena selama ini buku-buku bertema Aceh mayoritas ditulis oleh peneliti asing dalam bahasa Inggris.

Ia juga menerangkan buku yang akan hadir di altar pembaca tersebut juga akan memberi pemahaman lain soal cara menguak sebab-sebab terjadinya perang di Aceh sejak 1976-2005.

"Mayoritas penulis menyatakan perlawanan yang dipimpin oleh Hasan Tiro karena dipicu masalah ekonomi. Sebaliknya di buku ini diuraikan bahwa perjuangan tersebut karena ideologi etnonasionalisme yang digerakkan Hasan Tiro yang sudah hidup mapan di Amerika Serikat pulang bergerilya, bertema derita," kata Mukhlisuddin.

Ia menambahkan, bagi yang ingin memiliki langsung buku yang dirilis dalam bahasa Inggris tersebut dapat bertandang langsung ke toko Bandar di Desa Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh dan pada awal Oktober buku tersebut akan beredar di jaringan Gramedia. (Red*/)
loading...
Loading...
close