Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Kontributor/wartawan SUKABUMI news dalam melaksanakan tugas dilapangan selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan serta fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel maupun berita (pendidikan, politik, hukum) Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria akan kami muat dan undang.

Friday, June 22, 2018

Redaksi sukabumiNews

Alumni Angkatan 2009-2017 SMPN 2 Purabaya Gelar Reuni dan Halal Bihalal

sukabumiNews.net, PURABAYA - Alumni SMP Negeri 2 Purabaya mulai dari angkatan 2009-2017 menggelar acara reuni akbar sekaligus silaturahmi halal bihalal. Acara yang berlangsung cukup hidmat dan mengesankan terebut di gelar di lapang Purda Gempita Cicukang, Kecamatan Purabaya Kabupaten Sukabumi, baru-baru ini.

"Sebagai alumnus pertama, saya sangat terkesan dengan acara ini, semoga menjadi spirit dan motivasi menuju kesuksesan menyongsong masa depan." Kata Teguh salah satu alumnus SMPN 2 Purabaya saat menyampaikan pesan dan kesannya di hadapan rekan alumnus yang lain.

Apresiasi seperti itu disampaikan pula oleh Wakil Kepala Sekolah SMPN 2 Purabaya Deden Efri Effendi. Bahkan Deden berharap para alumni dapat memberikan sumbangsih untuk kemajuan sekolahnya, baik secara moril maupun materil.

Acara reuni dimeriahkan dengan hibura qosidah modern dari grup qosidah terbaik SMPN 2 tersebut. (*)

Pewarta: Jaka S.
Editor: Red. 
Redaksi sukabumiNews

Pelepasan dan Kenaikan Kelas Siswa SDN Mekarsari Cijangkar Sangat Meriah

sukabumiNews.net, NYALINDUNG - Pelepasan dan kenaikan kelas SDN  Mekarsari Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi sangat meriah. Para siswa, khususnya kelas terakhir sekolah tersebut saat itu dihibur oleh gelaran kreatifitas siswa dan grup musik dangdut cukup ternama di sukabumi.

[Kepala Sekolah SDN Mekarsari, Kosasih memberikan piagam tanda kelulusan kepada siswa-siswi SD Mekarsari yang lulus]  
Sementara jumlah siswa dan siswi di SD Negeri Mekarsari secara keseluruhan berjumlah 181 orang, dan yang lulus di tahum ajaran 2017-2018 ini ada 36 orang.

“Alhamdulillah seluruhnya lulus dan rata-rata melanjutkan ke tingkat SLTP," jelas Kosasih, kepala sekolah SDN Mekarsari kepada sukabumiNews, saat acara berlangsung, Kamis (21/06/2018).

Pewarta: U. Her.
Editor: Red.

Thursday, June 21, 2018

Redaksi sukabumiNews

Debat Publik Cawalkot Gagal, Ini Kata Calon Wakil Walikota Sukabumi Pasangan Faham

sukabumiNews.net, SUKABUMI KOTA - Atas gagalnya acara debat ke -2 Calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi pride 2018-2003, yang dijadwalkan Rabu (20/6) pukul 19.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB di Gedung Anton Sudjarwo Komplek Setukpa Polri Jalan Bhayangkara Kota Sukabumi, paslon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi (paslon) FAHAM merasa prihatin.

Meski pernyataan kepihatinan ini dinyatakan secara pribadi, yakni oleh cawalkot Andri Hamami, namun hal itu merupakan pernyataan yang harus disikapi oleh semua pihak, karena ia merupakan bagian dari paslon walikota Sukabumi menyatakan keprihatinannya.

“Keprihatinan yang sangat dalam atas nama pribadi dan bagian dari paslon pilwalkot Sukabumi pasangan Faham atas dibatalkan izin debat paslon yang banyak menyalahkan ketidak mampuan KPU dan Panwas menyelenggarakan acara debat paslon,” kata Andri Hamami, seperti ditulis dalam akun Facebooknya, Andri S Hamami, pada Kamis (21/6/2108).

Menurut Andri, debat paslon merupakan suatu apresiasi penilaian masyarakat terhadap calon pemimpin daerah kemampuan untuk mempimpin dan memberikan solusi dari semua permasalahan kota untuk meciptakan pemimpin yang berkualitas yang menjadi aset negara.

“Debat adalah proses pilkada untuk dapat mengetahui kemampuan para paslon dan dibiayai oleh negara,” ujarnya.

Dikatakan dia, ketakutan Ka Stukpa Polri Brigjen Pol Drs. Agus Suryanto karena tidak mendapatkan ijin dari mabes POLRI tidaklah bijak. “Karena Gedung Anton Sujarwo adalah pasilitas negara yang dikomersilkan,” jelas Andri

Padahal hemat Andri, tahapan-tahapannya sudah ditempuh. “Kenapa tidak ditolak dari awal sehingga lokasi bisa dipindahkan tidak ketika acara akan dimulai,” sesalnya.

Dia berharap, tadinya akan ada kebangaan ketika bicara menyampaikan visi misi dan memecahkan masalah daerah dan negara di gedung yang banyak mencetak perwira-perwira polisi karena mereka akan menjadi bagian dari pelaksana kepemimpinan daerah. “Semoga kedepan para pemimpin POLRI akan lebih bijak dalam membaca dan melihat kondisi daerah,” tutupnya. (Red*)
Redaksi sukabumiNews

PPS Desa Parungseah Gelar Kegiatan Bintek bagi Petugas KPPS

sukabumiNews.net, SUKABUMI - Pembekalan kemampuan teknis bagi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) merupakan salah satu hal yang mesti digiatkan oleh perangkat KPU Daerah di masing-masing Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Oleh sebab itu PPS Desa Parungseah Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi melaksanakan kegiatan bintek tersebut.

Ketua pelaksana Bintek, Dadan Purnawanyah kepada sukabumiNews mengatakan, bintek ini merupakan langkah optimis PPS Desa kepada pemberdayaan KPPS untuk pemungutan suara yang optimal, “semua pemilih 100% hadir dan dapat melakukan pencoblosan secara tertib dan nyaman,” kata Dadan disela-sela kegiatan yang di gelar di Gedung Serbaguna Balai Desa Parungseah pada Kamis (21/6/2018).

Dadan juga menyampaikan bahwa lebih kurang 80% petugas KPPS adalah anggota KPPS pemula yang senantiasa peka terhadap perubahan pelaksanaan pemungutan suara kali ini.

Sesuai pengalaman, tambah Dadan, kendala teknis pemungutan suara pasti ditemui dan bervariasi. “Kami di PPS Desa Parungseah siap mengantisipasi kendala tersebut dengan memperhatikan panduan dan prosedur yang ada, terutama pada DPS, DPPT, DPT.” Jelasnya.

“Bila akhirnya masih ada kekurangan data pemilih, maka yang menjadi acuan adalah DPTb (Daftar Pemilih Tambahan),” pungkas Dadan. (*)

Pewarta: Karim
Editor: Red.
Redaksi sukabumiNews

Debat Publik Cawalkot Sukabumi Batal, Pendukung Paslon Gaduh

sukabumiNews.net, SUKABUMI- Pelaksanaan debat publik calon wali Kota Sukabumi yang dijadwalkan pada Rabu (20/6) pukul 19.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB terpaksa dibatalkan. Padahal seluruh pendukung masing-masing paslon sudah hadir di dalam gedung untuk menyaksikan acara yang disiapkan di Gedung Anton Sudjarwo Komplek Setukpa Polri Jalan Bhayangkara Kota Sukabumi.

Hal ini disambut rasa kecewa oleh tim paslon yang ada di dalam gedung hingga tiba-tiba suasana menjadi gaduh. Empat pasangan calon yang hadir yakni Jona Arizona-Hanafie Zain, Achmad Fahmi-Andri Hamami, Mulyono-Ima Slamet, dan Dedi R Wijaya-Hikmat Nuristiawan juga sempat bertanya-tanya.

Menurut Ketua KPU Kota Sukabumi, Hamzah, batalnya acara tersebut dikarenakan pemilik gedung tidak mengizinkan tempat tersebut dijadikan tempat debat publik pilkada.

"KPU mendapat musibah dan ujian. Kami menyesal dan meminta maaf karena pelaksanaan debat kedua malam hari ini tidak bisa dilakukan. Alasannya pemilik gedung bapak jendral yang di Jakarta sana, tidak mengizinkan penggunaan gedung ini," kata Hamzah di hadapan tim dan para pendukung paslon.

Dijelaskan Hamzah, pihaknya sudah melakukan koordinasi, namun segala upaya yang dilakukannya tidak dapat mengubah keadaan. "Kami meminta maaf yang sebesar-besarnya. Semoga semua bisa tetap menjaga kondusifitas," tambah Hamzah.

‘’Pembatalan ini bukan keinginan KPU karena sudah dirancang sejak jauh hari ini musibah,’’ jelasnya

Hamzah menjelaskan, khusus untuk debat publik ini diperkirakan tidak akan dijadwal ulang karena alasan waktu yang singkat dan mepet. (*)

Pewarta: Nanan S.
Editor: Red.

Wednesday, June 20, 2018

Redaksi sukabumiNews

Laga Rusia Vs Mesir Memecahkan Rekor Penonton Piala Dunia 2018

[FOTO: Mohamed Salah Tak Berdaya, Rusia Bungkam Mesir] Bek Mesir, Ahmed Hegazy, berebut bola dengan striker Rusia, Artyom Dzyuba, pada laga Grup A Piala Dunia di Stadion Krestovsky, St Petersburg, Selasa (19/6/2018). Rusia menang 3-1 atas Mesir. (AP/Gregorio Borgia)
TIMNAS Rusia tinggal selangkah lagi lolos ke fase gugur Piala Dunia 2018 menyusul kemenangan meyakinkan 3-1 atas Mesir pada laga kedua penyisihan Grup A, Rabu dini hari WIB (20/6/2018).

Selain mendekatkan ke fase lanjutan buat tim tuan rumah, pertandingan Rusia vs Mesir yang dimainkan di Krestovsky Stadium, St. Petersburg, mencatatkan rekor baru, yakni dalam hal jumlah penonton.

Catatan menyebut, pertandingan Rusia vs Mesir itu ditonton sebanyak 64,468 penonton. Jumlah itu melewati rekor sebelumnya di Piala Dunia 2018, yang tercipta pada laga Iran vs Maroko saat matchday pertama penyisihan Grup B, Jumat (15/6/2018). Ketika itu sebanyak 62,548 penonton hadir di Stadion Krestovsky.

Stadion Krestovsky, yang terletak di Kota Saint Petersburg, masih akan menjadi venue dua pertandingan lagi di fase penyisihan grup Piala Dunia 2018, yakni Brasil versus Kosta Rika pada 22 Juni (penyisihan Grup E) dan Argentina kontra Nigeria pada 28 Juni (Grup D).

Stadion ini juga akan jadi venue satu pertandingan babak 16 besar, partai semifinal, serta perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2018.

Rusia menjadi tuan rumah Piala Dunia untuk kali pertama. Stadion Luzhniki menjadi arena acara pembukaan Piala Dunia 2018 pada Kamis malam (16/6/2018).

Rusia sudah memilih sebanyak 11 kota tuan rumah sebagai venue pertandingan-pertandingan Piala Dunia 2018. Selain Saint Petersburg ada juga Moskow, Sochi, Kazan, Saransk, Kaliningrad, Volgograd, Rostov on Don, Nizhny Novgorod, Yekaterinburg, dan Samara.

Sumber: Bola.com
Redaksi sukabumiNews

Mohamed Salah Kembali Membuat Angka Tetapi Tidak Bisa Menghentikan Rusia yang Merajalela

[Mohamed Salah]
sukabumiNews.net, ST. PETERSBURG - Tiga poin pada kemenangan 3-1 Rusia vs Mesir di Grup A di Piala Dunia, Selasa.

1. Salah tidak bisa menghentikan host yang mengesankan

Penumpukan ke permainan itu tidak mengejutkan berpusat di sekitar Mohamed Salah, yang kembali dari cedera bahu kiri yang dideritanya saat bermain untuk Liverpool di final Liga Champions.

Banyak yang diharapkan dari pemain tahun ini di Inggris dan Salah tentu saja merupakan bintang potensial di Piala Dunia ini tetapi, lima hari ke turnamen, Mesir membutuhkan keajaiban untuk membuat babak sistem gugur. Dan sebagian alasannya adalah ini bukan Salah yang memukau bagi klubnya.

Terisolasi di babak pertama, dengan satu tembakan yang nyaris melebar saat terbaiknya, ia kehilangan kesempatan bagus untuk menyamakan kedudukan di menit ke-56. Pada saat ia melakukan penalti bersih, Rusia 3-0 di depan dan Mesir sedang mencari tidak lebih dari pelipur lara.

Cedera, yang disebabkan dalam bentrokan dengan Real Madrid Sergio Ramos 24 hari yang lalu, tampak bermasalah Salah, untuk siapa ini adalah pertandingan pertama sejak. Dia bukan dirinya yang sibuk dan jelas membutuhkan waktu untuk masuk ke ritme. Waktu, meskipun, adalah sesuatu yang Salah dan Mesir tidak lagi miliki.

Pelatih Rusia Stanislav Cherchesov menyerahkan Yuri Zhirkov, 34 tahun, tugas yang tidak menyenangkan untuk menandai Salah, dan bek sayap itu berada di posisi teratas. Itu berarti kita tidak akan melihat salah satu talenta terbaik dunia lebih lama di turnamen ini.

2. Impian knockout-rusia Rusia diatur untuk menjadi kenyataan

Dua game. Enam poin. Delapan gol dicetak, satu kebobolan. Piala Dunia ini akan menjadi lebih baik daripada yang bisa diimpikan oleh Rusia yang paling optimis. Berbicara kepada penggemar negara tuan rumah menjelang turnamen, harapannya rendah, bahkan jika kualifikasi dari Grup A tidak terlihat mustahil.

Tetapi Rusia berada di ambang putaran sistem gugur untuk pertama kalinya sejak jatuhnya Uni Soviet. Ini akan membuat kekalahan besar Arab Saudi dan ayunan besar dalam selisih gol untuk menghentikan mereka maju, dan keterlibatan mereka setidaknya sampai akhir Juni meminjamkan turnamen dorongan dalam hal kepentingan lokal.

Kepercayaan yang mengalir melalui Rusia sangat terasa. Didukung oleh penonton tuan rumah dan dorongan dari pembongkaran 5-0 lawan Arab Saudi di pertandingan pembukaan, mereka mendekati dua kali pada menit keenam melalui sundulan Sergey Ignashevich dan tembakan dari Aleksandr Golovin, sebelum Denis Cheryshev menembak lebih dari 13 menit kemudian.

Gol pembuka, mencetak dua menit memasuki babak kedua, datang ketika Golovin melesakkan tembakan jarak jauh - atau apakah itu umpan silang? - ke area penalti dan Ahmed Fathi, di bawah tekanan dari striker Artem Dzyuba, secara tidak sengaja mengalihkan bola ke sudut gawangnya sendiri.

Bersemangat, Rusia menerkam lagi dengan dua gol dalam tiga menit untuk memastikan kemenangan. Pertama, penyelesaian Cheryshev yang rapi - gol ketiganya di turnamen - terjadi setelah umpan cerdik dari Mario Fernandes, sebelum Dzyuba menjadi pencetak gol sendiri.

Ini bukan tim Rusia yang memiliki kualitas luar biasa - hanya satu dari awal XI yang bermain di luar negara asalnya - dan itu tidak ambisius dalam hal gaya bermain. Tapi Cherchesov memiliki mereka terorganisasi dengan baik dalam formasi 4-4-1-1 dan, dengan Golovin dan Cheryshev memberikan bakat dan pertahanan yang bertahan lama, itu tidak terlihat seperti sisi yang akan turun tanpa pertempuran.

Sejauh berlari ke semifinal, tuan rumah Korea Selatan pada tahun 2002, yang tetap tidak mungkin, tetapi hanya membuat babak sistem gugur akan dianggap sukses besar.

3. Mesir bersiap untuk keluar lebih awal

Hasil imbang itu tidak jatuh hati untuk Mesir, dan bermain Uruguay di pertandingan pembukaan selalu cenderung sulit, bahkan sebelum Salah terluka. Konsesi terakhir dari pemenang untuk Jose Gimenez tersengat lebih jauh.

Penggemar Mesir telah ditambahkan ke turnamen ini di luar lapangan. Mereka datang berbondong-bondong, bersemangat tentang tim mereka yang memiliki salah satu pemain terbaik di dunia. Dan dengan Grup A salah satu yang terlemah, ada peluang bagus untuk membuat sejarah.

Tetapi jika Arab Saudi tidak mengalahkan Uruguay, yang akan menjadi kesal besar, maka Mesir akan menjadi tim pertama yang secara resmi tidak mampu membuat babak sistem gugur. (*)

Sumber: espn.com
Editor: Red
Redaksi sukabumiNews

Perantau Sukses di Singapura Menggelar Open House di Nyalindung

[Bersama suami tercinta (kedua dari kiri), Ari Andriani (ketiga dari kiri) menerima para tamu yang menghadiri open house dalam rangka Idul Fitri 1439 Hijriyah di Nyalindung, Kabupaten Sukabumi].
sukabumiNews.net, NYALINDUNG -  Perantau sukses di negara tetangga Singapura, Ari Andriani menggelar open house dalam rangka Idul Fitri di tempat kelahirannya Kampung Cireundeu, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Rabu (20/6/2018) siang. Kegiatan itu membuktikan, Ari tidak pernah melupakan kampung halaman dan selama ini terobsesi untuk mendirikan rumah sakit berfasilitas internasional di Nyalindung.

Pada kegiatan itu, Ari yang bersuamikan pengusaha berkebangsaan Singapura juga mengadakan syukuran atas kepulangannya ke kampung halaman. Selama beberapa tahun belakangan, Ari tidak mudik. Dia tampak bahagia sekaligus terharu saat menyambut kedatangan para teman, kerabat, handai taulan, dan warga setempat yang hadir pada acara tersebut.
 
Di antara hadirin tampak para teman sekolah Ari semasa menuntut ilmu di SDN Cirende, SMPN Nyalindung, dan SMK Muhammadiyah Sukabumi. Seperti dirinya, beberapa teman sekolahnya telah banyak yang meraih kesuksesan sebagai pengusaha maupun pejabat di pemerintahan, salah satunya menjabat kabag di Pemkot Sukabumi.

"Acara yang pertama kali saya selenggarakan ini bertujuan untuk merekatkan silahturahmi dan persaudaraan yang terputus oleh jarak. Selama ini saya dan teman-teman serta kerabat menjaga silaturahmi melalui media sosial, sekarang di acara ini kami langsung bertatap muka," kata Asri di sela-sela acaranya.

[Ari Andriani (depan, kedua dari kanan), perantau sukses di Singapura asal Nyalindung, Kabupaten Sukabumi berkumpul bersama keluarga, teman, dan kerabat pada acara open house di kampung halamannya].
Melalui acara itu, Ari juga bisa mengumpulkan saudara dan kerabat yang menetap di luar negeri seperti Amerika Serikat, Arab Saudi, Malaysia, dan Jepang. Selama open house, Ari dan suami tidak henti-hentinya menebar senyum tanda bahagian karena bisa berkumpul dalam suasana Lebaran yang penuh persaudaraan.

"Saya dan suami sangat bahagia, semua bisa kumpul serta memetik berkah dari Idul Fitri dan silaturahmi," tuturnya.
Sayangnya Ari tidak bisa berlama-lama berada di Nyalindung, dia harus kembali ke Singapura pada Kamis (21/6/2018) besok karena tugas dan pekerjaan menantinya di sana.

Ari sudah 18 tahun tinggal di Singapura. Selama rentang waktu tersebut, hatinya tetap terpaut ke Nyalindung. Dia ingin kembali ke Nyalindung dan memberikan pengabdian terbaiknya di kampung halaman dengan bekal ilmu yang dikuasainya walaupun sudah tinggal dan hidup nyaman selama 18 tahun di Singapura. Dia bercita-cita membangun rumah sakit di Nyalindung untuk membantu pengobatan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

"Semoga cita-cita saya untuk membangun rumah sakit di Nyalindung dapat terwujud. Nanti kalau sudah ada rezeki, cita-cita ini saya awali dengan mendirikan klinik pengobatan di sana. Klinik ini gratis, tapi kami akan memberikan obat yang paling baik," ujar Ari.

Untuk mendorong mewujudkan cita-citanya itu, Ari melanjutkan kuliah kedokteran di perantauan.

Di Singapura, Ari bekerja di pemerintahan dengan jaringan pergaluan yang luas dari berbagai kalangan. Dia juga dekat dengan Presiden Singapura Halimah Yacob. Saat ini dia memegang dua kewaragnegaraan Singapura dan Indonesia. Ari akan berupaya untuk menyelesaikan kuliahnya agar dapat segera mendarmabaktikan ilmu kedokterannya di Nyalindung. (*)

Pewarta: Yus F. Purwasari
Editor: Red.

Monday, June 18, 2018

Redaksi sukabumiNews

Polsek Cisolok Memasang Bendera Merah di Pantai Karanghawu

[Polsek Cisolok, Kabupaten Sukabumi menerjunkan personelnya untuk mencegah para pengunjung Pantai Karanghawu memasuki area berbahaya].
sukabumiNews.net, CISOLOK - Guna mencegah kecelakaan di laut, jajaran Polsek Cisolok, Kabupaten Sukabumi memasang bendera merah di sekitar Pantai Karanghawu. Dengan adanya bendera merah tersebut, kawasan Karanghawu dinyatakan terlarang untuk kegiatan berenang. Selain itu, polisi melakukan penjagaan yang ketat untuk mengawasi para pengunjung agar mereka tidak berada di luar area aman.

"Ini perintah dari Kapolres Sukabumi. Para pengunjung tidak boleh ke area yang berbahaya di sekitar Pantai Karanghawu," kata Kapolsek Cisolok, Komisaris Polisi Hotman Situmorang saat ditemui di Pantai Karanghawu di suasana hari libur Lebaran 1439H ini.

Di sekitar area berbahaya, polisi juga memasang pagar tambang berwarna kuning sebagai batas aman bagi pengunjung. Semua pengunjung tidak boleh melewati tambang pembatas tersebut.

Petugas dari Polsek Cisolok juga tidak henti-hentinya menyampaikan imbauan lewat pengeras suara kepada para pengunjung agar menjauhi areal berbahaya. Kadang-kadang polisi menyampaikan kalimat peringatan keras kepada pengunjung yang ngotot mendekati tambang pembatas.

"Bagi kami lebih baik mencegah sebelum terjadi kecelakaan laut yang menimpa pengunjung pantai. Pantai ini memiliki risiko kecelakaan laut yang cukup tinggi bagi pengunjung," ujar Hotman.

Pantai Karanghawu, lanjut dia, termasuk kawasan pesisir yang memilik arus bawah laut yang kuat. Kekuatan arus bawah ini sering tidak disadari oleh para pengunjung karena memang tidak tampak di permukaan. Padahal, arus tersebut dapat menyeret tubuh manusia bersamaan dengan gerakan gelombang yang meninggalkan pantai.

Pada hari kedua Idul Fitri terjadi kecelakaan laut di kawasan Pantai Karang Naya di dekat Samudera Beach Hotel, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi  sekitar pukul 09.00 WIB. Pada kecelakaan itu, seorang pengunjung bernama Jossi Andreas Kappu (19) Warga Bojonggede Kabupaten Bogor meninggal dunia setelah tubuhnya diseret arus gelombang.

Informasi dari teman korban, Andri, menyebutkan, saat itu mereka sedang bermain beach buggy atau mobil pantai. Ketika ombak besar datang, tubuh Jossi terlempar dari buggy dan terbawa arus air ke tengah laut.

Pada sore harinya, tim gabungan berhasil menemukan tubuh Jossi di titik yang berjarak sekitar 100 meter dari tempat kejadian. Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi, Okih Pajri menjelaskan, Jossi ditemukan sudah tidak bernyawa dengan luka di sekitar pelipis. (*)

Pewarta: M. Ridwan.
Editor: Red.
loading...
Loading...
close