Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Kontributor/wartawan SUKABUMI news dalam melaksanakan tugas dilapangan selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan serta fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel maupun berita (pendidikan, politik, hukum) Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria akan kami muat dan undang.
loading...

Thursday, November 23, 2017

Redaksi sukabumiNews

Satlantas Dorong Korban Laka Lantas Berani Lapor

sukabumiNews, PALABUHANRATU -Kecepatan dan keberanian  korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas) atau keluarganya dalam menyampaikan laporan sangat menentukan kecepatan proses pencairan dana santunan dari PT. Jasa Raharja dan dana perawatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Karena itu Polres Sukabumi terus mengambangkan sistem pelaporan untuk memfasilitasi kepentingan korban laka lantas.            
Iptu Hermansyah
"Saat ini kami sedang mengembangkan sistem pelaporan online yang mengkonesikan setiap laporan laka lantas ke  kepolisian, Jasa Raharja, dan BPJS," kata Kepala Unit Laka Lantas pada Satlantas Polres Sukabumi, Iptu Hermansyah.
            
Kehadiran sistem pelaporan online, lanjut dia, akan mempermudah komunikasi sehingga proses pencairan dana santunan dan biaya pengobatan dapat berjalan cepat. Tanpa laporan dari korban atau keluarganya, polisi dan lembaga-lembaga terkait tidak dapat mengambil langkah-langkah untuk membantu korban.
            
Polres Sukabumi juga telah menandatangani kesepakatan optimalisasi dalam koordinasi penanganan dan pendataan korban laka lantas di jalan dan angkutan penumpang umum dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Jasa Raharja, BPJS Kesehatan, dan RSUD/swasta. Dengan adanya kesepakatan tersebut, penanganan laka lantas yang terjadi di Kabupaten Sukabumi dapat terintegrasi sehingga pelayanan dapat terlaksana secara terpadu dan maksimal.
            
"Sekecil apapun kasus laka lantas harus dilaporkan kepada kepolisian agar dapat diproses secara hukum. Kami siap memberikan layanan prima, tidak justru mempersulit masyarakat,” ujar Iptu Hermansyah.
            
Kadang-kadang, ada masyarakat yang melaporkan laka lantas terlambat beberapa hari sejak hari kejadian. Hal ini tentu akan menyulitkan petugas karena kondisi di tempat kejadian sudah berubah. Ada masyarakat yang baru menyadari jika laporan polisi sangat penting setelah ditanyakan oleh petugas rumah sakit.
            
"Masyarakat tidak melapor karena takut kendaraannya diamankan atau enggan mengikuti proses hukum. Sebenarnya tidak perlu takut karena kami akan mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakat," ujar Hermansyah. YUDI PRANGGA/TB. SHARLY
Redaksi sukabumiNews

Sejumlah 450 Prajuri Yonif 315/Garuda Hari Ini Tengah Bertolak ke Perbatasan Papua Nugini

sukabumiNews, JAKARTA - Sejumlah 450 prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Indonesia–Papua  Nugini, Batalyon Infanteri Yonif 315/Garuda, hari ini telah bertolak ke perbatasan Papuna Nugini untuk melaksanakan tugas pengamanan menggantikan Yonif Para Raider 503/MK Kostrad. Para prajurit Yonif  315/Grd ini bertolak dari Batalyon Yonif  315/Grd, yang berkedudukan di Jalan Mayjen Ishak Djuarsa.

Pelepasan prajurit Batalyon Infanteri Yonif 315/Garuda ke perbatasan Indonesia-Papua Nugini diiringi rasa haru. Raut wajah sedih terpancar dari keluarga para prajuit yang akan ditinggal ke medan ‘pertempuran’ guna misi pengamanan wilayah.

Danrem 061/Suryakancana, Kolonel Inf Mirza Agus mengatakan, Satgas Pamtas Yonif 315/Garuda yang diberangkatkan akan bertugas selama 10 bulan. Para prajurit ini, telah diberikan materi pembekalan secara matang berupa pelatihan-pelatihan sesuai yang akan mereka hadapi dilapangan.

“Prajurit Yonif 315/Garuda nanti akan bertugas menjaga patok-patok di perbatasan Indonesia-Papua Nugini, termasuk memonitor perkembangan keimigrasian di perbatasan dan patroli di pos-pos perbatasan yang tersebar sekitar 220 kilometer. Saya pikir mereka sudah siap semuanya,” Tegas Danrem 061/Sk.

Danyon 315/Grd, Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani mengungkapkan hal yang sama, bahwa seluruh Satgas Pamtas sudah dibekali pelatihan dari awal baik secara materil maupun kemampuan di bidang tempur, antropologi, sosial budaya sampai dinyatakan siap berangkat untuk diaplikasikan disana.

“Setiap tugas disana sudah ada SOP. Jadi tinggal melaksanakan SOPnya untuk mengatasi semua kesulitan dari berbagai ancaman.”Ungkap Danyon 315/Grd.

"Pada tanggal 22-11-2017 kemarin prajurit Yonif 315/Grd bertolak dari Kolinlamil Jakarta, menuju daerah tugas." pangkasnya. (Didi Muryadi/Penrem 061/Sk)
Redaksi sukabumiNews

Diduga Bermasalah Secara Moral, Pemuda NTT Tolak Marianus Sae

sukabumiNews, JAKARTA - Sejumlah pemuda Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tergabung dalam "Koalisi untuk Demokrasi Berintegritas di NTT" mendorong partai politik untuk tidak mengusung bakal calon gubernur (bacagub) NTT 2018 yang yang diduga bermasalah secara hukum dan moral. Koalisi ini terdiri sejumlah elemen masyarakat, yakni Komite Masyarakat Ngada-Jakarta (Kommas Ngada-Jakarta), Forum Pemuda NTT Penggerak Keadilan dan Perdamaian (Formadda NTT), Amman Flobamora dan Kompak NTT.

Salah satu bakal calon gubernur yang diduga masih bermasalah secara hukum dan moral menurut Koalisi adalah Bupati Ngada Marianus Sae.

Marianus dikabarkan bakal diusung oleh PDI Perjuangan. Di beberapa media, Marianus mengklaim dan mengaku optimis didukung oleh PDI Perjuangan (9 kursi) dan PKB (5 kursi) dengan jumlah 14 kursi, melebihi syarat minimal koalisi partai mengusung pasangan calon gubernur-wakil gubernur di NTT.

Provinsi NTT merupakan salah satu dari 171 daerah yang akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak pada tahun 2018. Sejumlah bakal calon sudah bermunculan di publik dan mengaku serta mengklaim sudah mendapatkan rekomendasi dari partai politik. Namun, yang terpenting dari Pilkada NTT tahun 2018 adalah bisa menghasilkan pemimpin yang berkapasitas dan berintegritas untuk membangun NTT yang lebih baik.

Meskipun belum ada pengumuman resmi dari DPP PDI Perjuangan terkait bacagub yang akan diusung di Pilgub NTT.

"Kami mendengar salah satu nama yang akan diusung PDI Perjuangan di Pilgub NTT adalah Marianus Sae. Jika ini benar, maka kami sangat menyayangkan. Karena Marianus adalah bupati yang patut diduga masih bermasalah secara hukum dan moral.  PDI Perjuangan seharusnya mengusung bacagub yang berintegritas, tidak boleh orang yang bermasalah secara hukum dan moral," ujar perwakilan Koalisi Paulus Gregorius Kune sebelum menggelarkan aksi di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Kamis (23/11).

Pria yang disapa Polce ini menjelaskan bahwa Marianus merupakan Bupati yang menyandang status tersangka dalam kasus pemblokiran Bandara Turelelo-Soa, Ngada, Bejawa, NTT pada 21 Desember 2013. Menurut Polce, kasus ini sudah lama ditangani oleh Polda NTT dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Kementerian Perhubungan, namun penanganannya sangat lamban dan tidak jelas sampai sekarang.

"Kasus blokir bandara ini sangat jelas karena yang memerintah Satpol PP Ngada untuk blokir bandara pada saat itu adalah Marianus Sae. Tetapi, status Marianus Sae masih tersangka, sementara 23 Satpol PP sudah masuk penjara, padahal Satpol PP ini hanya menjalankan perintah atasan kala itu," tandas dia.

Sekretaris Jenderal Kommas Ngada-Jakarta ini menduga penanganan kasus ini tidak netral dan transparan. Karena itu, Polce berharap PDIP tidak menerima dan tidak mengusung Marianus Sae yang diduga telah melanggar hukum dan membahayakan para penumpang pesawat yang diblokir Marianus Sae.

"Sementara kasus moral yang diduga dilakukan Marianus Sae adalah menghamili mantan pembantunya, Maria Sisilia Natalia dan melahirkan seorang anak yang bernama Paulus Reinaldi. Kasus ini sudah ditangani oleh Tim Relawan Untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F) di NTT," ungkap dia.

Polce mengatakan kasus yang dialami Maria Sisilia Natalia telah diadvokasi oleh para suster dan pastor di Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan keterangan Ketua TRUK-F Suster Eustochia Monika Nata SSpS, kata dia, Natalia melahirkan seorang bayi laki-laki pada 7 Mei 2012, hasil hubungannya dengan Bupati Marianus. Namun, bupati selalu membantah hal ini.

"Bahkan Suster Eustochia mengatakan pada November 2013 bahwa pihaknya mempunyai data data berupa catatan, surat kuasa, rekaman, video wawancara. Semua data itu menyebutkan bahwa ayah biologis anak dari Maria Sisilia Natalia adalah Bupati Ngada. TRUK-F dan Komnas Perempuan, kata Suster Eustochia kala itu, siap menjadi saksi jika ada yang melaporkan perbuatan Marianus Sae ini. Terkait kasus dugaan menghamili Maria Sisilia ini, kami juga akan menyerahkan data-data ke DPP PDIP untuk menjadi pertimbangan dalam memilih bacagub NTT,” terang dia.

Anggota Koalisi yang juga menjadi Koordinator bidang Advokasi dan Hukum Formadda NTT Hendrikus Hali Atagoran meyakini bahwa PDIP akan selektif dalam memilih cagub NTT dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk aspek integritas.

Menurut Hali, aspek integritas ini tentunya terkait dengan ketaatan bacagub terhadap aturan dan tidak melakukan perbuatan asusila.

"Sebagai partai politik yang berkuasa di NTT dan Indonesia, PDIP harus berkontribusi nyata untuk melahirkan pemimpin daerah yang berkualitas dan berintegritas. Tidak memilih atau mengusung bacagub yang patut diduga bermasalah secara hukum dan moral, seperti Marianus Sae," tutur dia.

Sebagai partai politik, kata Hali, PDI Perjuangan mempunyai tanggung jawab konstitusional dan moral untuk melahirkan pemimpin-pemimpin derah yang berkualitas, berintegritas, jujur, dan bersih. Harapannya, pemimpin-pemimpin daerah tersebut mampu membawa masyarakat kepada kesejahteraan.

"Nah, jika PDI Perjuangan mendukung Marianus Sae, maka bisa berdampak negatif terhadap PDI Perjuangan karena akan dinilai oleh masyarakat NTT mendukung orang yang diduga bermasalah secara hukum dan moral. Hal ini tidak sesuai dengan semangat Nawa Cita dan revolusi mental yang diusung PDI Perjuangan bersama Jokowi-JK di tingkat nasional," pungkasnya. DIDI MURYADI.
Redaksi sukabumiNews

Resmi Memeluk Agama Islam, Anak Pendeta Ini Mengaku Sempat Dikejar-kejar Sang Ayah Sejak

sukabumiNews, BIREUEN - Cristian Andrean Zigas Pasaribu (31), pemuda asal Halat Medan Jaya, Sumatera Utara (Sumut) resmi memeluk agama Islam.

Ia disyahadatkan oleh Pimpinan Dayah Darussa’adah Cabang Cot Tarom Jeumpa, Tgk H Muhammad Ishak (Abon Cot Tarom) di Masjid Agung Sultan Jeumpa, Bireuen, Selasa (21/11/2017) usai Salat Magrib.
Kisah Anak Pendeta Memeluk Islam, Niatnya Sempat Tertunda karena Dikejar-kejar Sang Ayah Serambi Indonesia Cristian Andrean Zigas Pasaribu (31), pemuda asal Halat Medan Jaya, Sumatera Utara mengucap dua kalimat syahadat dengan dibimbing Pimpinan Dayah Darussa’adah Cabang Cot Tarom Jeumpa, Tgk H Muhammad Ishak (Abon Cot Tarom), di Masjid Agung Sultan Jeumpa, Bireuen, Selasa (21/11) malam. 
Pensyahadatan pemuda lajang tersebut turut disaksikan Imam Besar Masjid Agung Sultan Jeumpa, Tgk H Jamaluddin Idris, Bilal Masjid Tgk Muhammad Jafar, serta para jamaah Salat Magrib.

Usai mengucapkan dua kalimat syahadat, Cristian Andrean Zigas Pasaribu yang mengaku putra kedua dari seorang pendeta di Medan itu berganti nama menjadi Muhammad Zaky Pasaribu.

Sebelumnya, Muhammad Zaky Pasaribu menganut agama Nasrani (Katholik).

Ia mengaku masuk Islam tanpa ada paksaan dari pihak mana pun.

"Saya sudah lama berniat memeluk agama Islam yaitu sejak masih kelas I SMK Negeri 2 Mandala Medan. Sudah beberapa kali ingin masuk Islam selalu gagal karena dikejar-kejar oleh ayah saya yang juga seorang pendeta di Halat Medan Jaya," kata Muhammad Zaky, seperti dikutip sukabumiNews dari Tribun Jambi, Kamis (23/11/2017)

Dia mengaku sangat senang sudah bisa memeluk Islam dengan nyaman dan damai di Bireuen.

"Saya akan belajar tentang agama Islam di Bireuen. Saya memeluk Islam tanpa ada paksaan dari siapa pun, tulus niat saya masuk Islam," ujar Muhammad Zaky yang sebelumnya bekerja sebagai montir di bengkel orang tuanya di Medan.

Pimpinan Dayah Darussa’adah Cabang Cot Tarom Jeumpa, Tgk H Muhammad Ishak (Abon Cot Tarom) mengharapkan, Muhammad Zaky yang sudah sah memeluk Islam menjadi tanggung jawab bersama umat Islam untuk membimbingnya.

"Ini merupakan fardhu kifayah bagi kita umat Islam untuk menerima dan membimbing Muhammad Zaky dan orang-orang lain yang ingin memeluk agama Islam," kata Abon.

Bilal Masjid Agung Sultan Jeumpa, Tgk M Jafar menambahkan, untuk sementara waktu, Muhammad Zaky akan menetap di Masjid Agung sembari belajar tentang Islam.

"Muhammad Zaky sementara kita tampung di Masjid Agung sambil belajar Alquran, kitab dan ilmu-ilmu agama Islam lainnya," kata Tgk Jafar. RED*

Pakar Islam Dunia Berkumpul di Indonesia

Sejumlah pakar dunia tertarik mengkaji kehidupan umat Islam di Indonesia.

sukabumiNews, TANGGERANG - Sejumlah pakar Islam dunia tengah berkumpul di ICE BSD. Mereka akan terlibat dalam dua agenda besar, yaitu Konferensi Internasional Tahunan tentang Studi Islam (Annual International Conference on Islamic Studies/AICIS) dan Konferensi International Studi Pesantren (International Conference on Pesantren Studies).

"Semoga forum ini mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan studi-studi keislaman dalam rangka mengembangkan peradaban bangsa," ujar Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, dalam pembukaan acara tersebut, Selasa malam, 21 November 2017.

Para pakar tersebut tertarik untuk mengkaji kondisi beragama umat Islam di Indonesia, yang dinilai dapat menjadi contoh ideal tentang Islam moderat, toleran, dan demokratis.

Dua agenda besar tersebut akan diisi sejumlah kegiatan dengan subtema seperti 'Integration of Islam and Science', 'Religion, Environment, and Biodiversity', 'Sufism, Spirituality and Mental Healt', 'Transnational Islam and the Threat of Radicalism', 'Ethno-Religious Violence and Conflict Resolution', 'Sharia, Identity Politics and Citizenship', 'Knowledge Production, Education and Media', 'Religion and Popular Culture', dan 'Philosophy, Sacred Texts and Practices of Truth'.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, mengatakan, gelaran ini juga melibatkan sejumlah pesantren di Tanah Air. Mereka akan menampilkan kekhasan masing-masing yang sesuai dengan konteks budaya Indonesia.

" Salah satu kontribusi yang paing fundamental dari pendidikan Islam Indonesia adalah berhasil mengkonsolidasikan nilai-nilai demokrasi dalam proses berbangsa dan bernegara," ujar Amin. RED*
Redaksi sukabumiNews

Pakar Islam Dunia Berkumpul di Indonesia

Sejumlah pakar dunia tertarik mengkaji kehidupan umat Islam di Indonesia.

sukabumiNews, TANGGERANG - Sejumlah pakar Islam dunia tengah berkumpul di ICE BSD. Mereka akan terlibat dalam dua agenda besar, yaitu Konferensi Internasional Tahunan tentang Studi Islam (Annual International Conference on Islamic Studies/AICIS) dan Konferensi International Studi Pesantren (International Conference on Pesantren Studies).

"Semoga forum ini mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan studi-studi keislaman dalam rangka mengembangkan peradaban bangsa," ujar Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, dalam pembukaan acara tersebut, Selasa malam, 21 November 2017.

Para pakar tersebut tertarik untuk mengkaji kondisi beragama umat Islam di Indonesia, yang dinilai dapat menjadi contoh ideal tentang Islam moderat, toleran, dan demokratis.

Dua agenda besar tersebut akan diisi sejumlah kegiatan dengan subtema seperti 'Integration of Islam and Science', 'Religion, Environment, and Biodiversity', 'Sufism, Spirituality and Mental Healt', 'Transnational Islam and the Threat of Radicalism', 'Ethno-Religious Violence and Conflict Resolution', 'Sharia, Identity Politics and Citizenship', 'Knowledge Production, Education and Media', 'Religion and Popular Culture', dan 'Philosophy, Sacred Texts and Practices of Truth'.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, mengatakan, gelaran ini juga melibatkan sejumlah pesantren di Tanah Air. Mereka akan menampilkan kekhasan masing-masing yang sesuai dengan konteks budaya Indonesia.

" Salah satu kontribusi yang paing fundamental dari pendidikan Islam Indonesia adalah berhasil mengkonsolidasikan nilai-nilai demokrasi dalam proses berbangsa dan bernegara," ujar Amin. RED/Dream*
loading...
close