Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Kontributor/wartawan SUKABUMI news dalam melaksanakan tugas dilapangan selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan serta fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel maupun berita (pendidikan, politik, hukum) Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria akan kami muat dan undang.

Thursday, July 19, 2018

Redaksi sukabumiNews

Lebih 7000 Penduduk Dua Perkampungan Syiah di Suriah Dipindahkan

Relokasi penduduk telah menjadi ciri umum dari Perang Suriah selama tujuh tahun, yang telah menewaskan setengah juta orang
sukabumiNews.net, SURIAH - Lebih dari 100 bus pada hari Rabu tiba untuk mengevakuasi ribuan orang dari dua desa di Suriah dalam operasi relokasi populasi oposisi di negara barat laut negara itu kemarin, lapor media.

Desa-desa Syiah al-Foua dan Kefraya akan dikosongkan dari semua penduduk dan milisi bersenjata mereka, ujar seorang komandan dalam aliansi regional yang juga pendukung setia Presiden Bashar al-Assad, tulis Reuters.

Mereka telah dikepung selama bertahun-tahun oleh milisi mujahidin Sunni di provinsi Idlib di bagian terbesar terakhir yang dikuasai oposisi Suriah.

Sekitar 7.000 orang akan meninggalkan kedua desa itu, kata al-Manar TV, yang dijalankan gerakan Syiah Hizbullah Libanon.

Bashar al Assad, didukung Rusia dan Iran terus melawan oposisi di barat daya, bersumpah untuk memulihkan seluruh negeri, usnews.com.

Sumber lain mengatakan,  relokasi dua desa Syiah sebagai imbalan atas pembebasan ratusan orang yang ditahan di penjara pemerintah Bashar.

Sumber-sumber kelompok oposisi mengatakan sebelum ini para pemimpin dari Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS), kelompok militan sekutu al-Qaeda di Suriah dan Garda Revolusi Iran (IRG) telah bernegosiasi tentang langkah itu.

“Bus dan ambulan memasuki Desa al-Foua dan Kefraya untuk membubarkan penduduk yang terkepung,” kata kantor berita SANA.

Relokasi penduduk telah menjadi ciri umum dari Perang Suriah selama tujuh tahun, yang telah menewaskan setengah juta orang.

Oposisi dan warga sipil telah digusur dari tanah air mereka ke wilayah oposisi di utara, ketika pasukan pro Bashar maju dengan bantuan dari Rusia dan Iran.

Pihak oposisi telah mengutuknya sebagai pemindahan kekuatan sistematis terhadap mereka yang menentang Bashar al Assad, yang berasal dari sekte Alawiy, sebuah cabang Syiah.

Kekerasan berdarah yang bermula setelah masyarakat menuntut reformasi politik seiring kebangkitan dunia Arab (Arab Spring) tahun 2011, dilawan Rezim Bashar dengan senjata mematikan.

Pemerintah Suriah juga mengadirkan milisi Syiah didukung Iran dan Rusia dikerahkan di seluruh wilayah untuk membantu Damaskus memerangi oposisi, banyak di antaranya mengidentifikasi diri sebagai Muslim Sunni.(Red*/Hidayatullah)

Sumber: Hidayatullah.com
Redaksi sukabumiNews

Kapolres Sukabumi Kota Serahkan Penghargaan kepada Tujuh Personel Polri

[Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro menyerahkan penghargaan kepada salah satu personel yang prestasi dan kinerjanya masuk kategori cemerlang].
sukabumiNews.net, SUKABUMI KOTA - Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro memberikan penghargaan kepada 7 (tujuh) personel institusi Polri di jajaran Polres Sukabumi Kota pada upacara bendera di Mapolres Sukabumi Kota, Rabu (18/7/2018). Susatyo juga menyerahkan tanda mata kepada sejumlah purnawirawan Polri yang dilepas pada upacara bendera tersebut.

Tujuh personel yang menerima penghargaan terdiri dari Kompol Budi Setiana, Iptu Yanto Sudiarto, Aiptu Budi Bahtiar Alamsyah, Brigadir Agung Wahana, Brigadir Kelli Tri Hadi, Brigadir Asep Lendi, dan Briptu Insan Nurahman. Mereka dinilai telah berprestasi dalam pelaksanaan tugas yang dibarengi dengan dedikasi tinggi serta loyalitas terhadap institusi Polri.

"Para penerima penghargaan ini harus dijadikan contoh oleh kita semua dalam  bekerja dan memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara," kata Kapolres saat memimpin upacara.

Upacara yang biasa digelar setiap tanggal 17, ujar Susatyo, janganlah dianggap sebagai formalitas belaka. Menurut Kapolres, upacara ini memiliki nilai sangat luhur dalam membangkitkan semangat dan jiwa bhayangkara negara sebagai pelindung, pengayom,  dan pelayan masyarakat.

Penghargaan yang diberikan kepada Kompol Budi Setiana yang saat ini menjabat Kapolsek Cisaat merupakan bentuk apresiasi dari pimpinan atas kepedulian dalam menata dan memberikan  sejumlah fasiltas pelayanan masyarakat sebagai wujud pelayanan prima kepolisian terhadap masyarakat di wilayah Polsek Cisaat.

Adapun penghargaan bagi Iptu Yanto Sudarto yang menjabat Kapolsek Kebonpedes sebagai bentuk apresiasi pimpinan karena yang bersangkutan telah perduli dalam mendirikan bangunan mushola serta penambahan  ruangan aula kantor Polsek Kebonpedes secara swadaya.
Brigadir Agung, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Sukalarang mendapat penghargaan atas prestasinya menjadi juara 3 lomba adzan tingkat Polda Jabar pada HUT Bhayangkara ke-72.

Sedangkan 4 personil Polri lainnya dianugeragi penghargaan atas keberhasilannya dalam mengungkap kasus menonjol  yang terjadi di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota antara lain kasus dugaan rekayasa hilangnya Nining yang mengaku ditelan ombak Samudera Hindia. Mereka juga sukses menangkap tiga tersangka pembunuhan serta kasus pengeroyokan dan penganiayaan yang dilakukan geng motor.

"Pemberian reward merupakan salah satu kebijakan institusi  yang kerap dilakukan di jajaran Polres Sukabumi Kota sebagai  salah satu motivasi serta bentuk apresiasi pimpinan terhadap kinerja personel saat memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat serta penegakan hukum di lapangan," ujar Kapolres. (*)

Pewarta: Yus F. Purwasari
Editor: Red.

Wednesday, July 18, 2018

Redaksi sukabumiNews

Tepat Tanggal 17 Pukul 17 DPC PBB Kota Sukabumi Hantar Para Mujahid Daftar ke KPU

[Ketua DPC PBB Kota Sukabumi, Yan Hasanudin Malik (duduk paling kanan) dan Sekretaris KAPPU Cab PBB Kota Sukabumi, Faisal Mulyawan ( samping kanan Yan), saat mendaftarkan para bacalegnya di KPUD Kota Sukabumi] 
sukabumiNews.net, KOTA SUKABUMI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Sukabumi menghantarkan para mujahid (baca: bacaleg) mendaftar ke KPU. Pendaftaran 21 bacaleg PBB ke KPUD Kota Sukabumi itu tepat pada tanggal 17 pukul 17.00 WIB.

“Kami sengaja mendaftarkan para mujahid ini tepat pada tanggal 17 pukul 17 untuk mengingat milad partai kami. Karena memang pada tanggal 17 Juli 2018 ini tepat 20 tahun usia PBB,” jelas Ketua DPC PBB Kota Sukabumi, Yan Hasanudin Malaik kepada sukabumiNews, saat mendaftarkan bacaleg partainya di KPU pada Selasa (17/7/2018).

[Para Bacaleg DPRD Kota Sukabumi dari PBB]
Sementara menurut Yan Hasanudin, partainya mentargetkan 5 kursi DPRD di pileg 2019. Target ini, tambah Yan, merupakan target minimal PBB Kota Sukabumi. "Ya, kalau mau sih enam kursi, perdapil masing-masing dua kursi,” imbuh Yan.

Yan optimis target perolehan kursinya bisa tercapai. Karena jelas Yan, para bacalegnya sudah terlebih dahulu memiliki modal sosial di masyarakat, seperti pengajian dan komunitas sosial lainnya, sehingga tidak terlalu membutuhkan modal mteri yang cukup besar.

“Modal sosial ini sangat positif dan cukup efektip bagi mereka untuk maju di Pileg 2019 nanti.” Pungkas Yan. (Red*)

Tuesday, July 17, 2018

Redaksi sukabumiNews

Gerindra-PKS-PAN Susun Rancangan Kabinet

sukabumiNews.net, JAKARTA - Koalisi Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Amanat Nasional menyatakan mengambil langkah maju untuk menyusun rancangan kabinet sejak dini. Jika kandidat yang diusung koalisi ini terpilih, kabinet bakal fokus pada pembenahan ekonomi.

"Ya, kami menyiapkan rancangannya sejak sekarang. Kami ingin kabinet bukan sekadar akomodasi kepentingan," ujar Juru Bicara Tim Pemenangan Partai Gerindra Anggawira dihubungi di Jakarta, Selasa (17/7).

Sebelumnya dalam keterangan tertulis yang dikirimkan Partai Gerindra, disebutkan bahwa koalisi Gerindra, PKS dan PAN telah menyepakati memberikan tiket calon Presiden kepada Prabowo Subianto. Dalam keterangan itu disebutkan bahwa Gerindra, PKS dan PAN akan mendiskusikan calon Wakil Presiden Prabowo pada pertemuan berikutnya, termasuk mengenai rancangan kabinet.

Anggawira menekankan kabinet yang diinginkan koalisi Gerindra, PKS dan PAN adalah kabinet yang diisi oleh orang-orang yang mampu dan kompeten. "Penting kabinet diisi oleh orang-orang yang mampu dan kompeten sesuai dengan fokus program ekonomi yang selama ini makin amburadul," kata dia.

Anggawira optimistis Prabowo akan mendapatkan amanah rakyat untuk memimpin Indonesia pada periode mendatang.Ia menyebutkan survei terakhir yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) elektabilitas Jokowi dibawah 50 persen.

Sementara kampanye dengan tagar #2019gantipresiden semakin disukai sebanyak 60,5 persen.

Dia mengatakan berdasarkan survei LSI juga diketahui bahwa pemilih loyal Jokowi hanya 32 persen. Sedangkan pemilih loyal yang akan memilih selain Jokowi telah mencapai 30,5 persen. "Kami optimistis Prabowo mendapat amanah rakyat untuk membawa Indonesia sejahtera. Tiada yang tidak mungkin dalam hidup ini, selalu terbuka peluang untuk kepemimpinan baru," kata Anggawira.

Sumber : Antara
Redaksi sukabumiNews

Mantan Pimpinan PII Jabar Nyaleg di Partai PBB

[Mantan ketua Pelajar Islam Indonesia (PII)  Kabupaten Sukabumi 2013 yang juga pernah memimpin PII Jawa Barat, Adi Fitriyadi saat mengikuti proses bacaleg di PBB untuk DPRD Kabupaten Sukabumi]
sukabumiNews.net, CISAAT – Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Sukabumi, Ujang Lukman Nurfalah menyatakan banyak kader dan mantan anggota maupun pengurus organisasi kemasyarakatan (ormas) Pelajar Islam Indonesia (PII) menjadi kader dan nyaleg di partainya.

"Memang seharusnya mereka mendukung partai yang se-visi dan se-missi dengan perjuangan organisasi mereka, jadi ya tidak masalah," ujar Ujang Likman dikonfirmasi melalui selulernya, Selasa (17/7/2018).

Bahkan, Ujang siap mengakomodasi anggota PII yang ingin maju menjadi calon legislatif (caleg). Ia mengakui ada beberapa anggota dan mantan anggota PII yang mendaftar menjadi caleg.

Namun, Ujang mengaku tak mengetahui secara pasti berapa banyak anggota atau mantan pengurus PII yang menjadi kader PBB.

Sementara itu, mantan Ketua Pelajar Islam Indonesia (PII)  Kabupaten Sukabumi 2013 yang juga pernah memimpin PII Jawa Barat Adi Fitriyadi yang rencananya akan mengikuti proses bacaleg di PBB untuk DPRD Kabupaten Sukabumi mengatakan, dirinya siap maju demi kemaslahatan umat.

"Kita berlomba-lomba untuk kebaikan, itu khan hajat nasional yg harus dimanfaatkan untuk kemaslahatan," ucap Adi kepada sukabumiNews saat ditemui di kediamannya, belum lama ini. (*)

Pewarta: Jaka S.
Editor Red.
Redaksi sukabumiNews

Partai yang Berkhianat Pada Umat

[Oleh: Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa]

sukabumiNews.net, PARTAI umat itu PKS, PAN, PPP dan PKB. Belakangan PBB masuk. Gerindra? Nasionalis sekuler. Hanya saja, punya hubungan dekat dengan PKS. Sama-sama konsisten sebagai oposisi. Sekutu, begitu istilah yang digunakan Prabowo.

Belakangan, PPP dan PKB nempel Jokowi. Setelah sebelumnya dukung Ahok di Pilgub DKI 2017. Sejak itu, kedua partai ini dianggap tidak memperjuangkan umat. Sebaliknya, berhadapan dengan kepentingan umat. Umat yang mana? Yang anti Ahok.

Hanya PAN dan PKS yang mengambil posisi untuk merepresentasikan umat. Umat yang ini tidak hanya anti Ahok, tapi umat
yang ingin ganti presiden. Yang anti Ahok, umumnya juga anti Jokowi. Sebab, Jokowi-Ahok dianggap satu pengusung, pendukung dan sama bohirnya.

PKS punya kursi 40, dan PAN 49 kursi. Jumlah 89 kursi. Kedua partai ini tak segera beri dukungan kepada Prabowo. Pasalnya? Kabar santer, mereka tak yakin Prabowo menang. Indikatornya? Kalau yakin menang, pasti PAN-PKS akan dukung tanpa syarat cawapres. Demi jaga soliditas, PKS tetap dukung Prabowo, meski kecil peluangnya untuk menang. Sama-sama kalah, cawapresnya mesti dari PKS. Gunanya? Elektoral effect. Suara PKS naik untuk memperbanyak jumlah kursi di DPR. PAN tak setuju. Rasionalkah alasan ini?

Satu sisi, tagar dan kampanye #2019GantiPresiden lahir dan didengungkan oleh Mardani Ali Sera, kader PKS. Disisi lain tetap mau usung calon yang tidak diyakini akan menang. Alasannya demi soliditas. Nah, apa maksud PKS? Kalau benar PKS hanya mengutamakan soliditasnya dengan Gerindra, dan semata-mata mengejar elektoral partainya, dengan mengabaikan unsur kemenangan di pilpres 2019, maka sama halnya PKS tak sejalan dengan umat yang ingin ganti presiden.

Jika kabar ini benar, maka PKS bersikap partai oriented. Bukan umat oriented. Mengabaikan aspirasi umat yang selama ini percaya PKS-PAN dan Gerindra sebagai gerbong ganti presiden.

Jika yakin Prabowo menang, kenapa PKS-PAN tidak dukung dari awal. Tanpa syarat cawapres. Maksimalkan kerja politik dengan pertama, ajak gabung partai yang lain. Kedua, optimalkan peran dan jaringan umat. Sebaliknya, jika tak yakin Prabowo akan menang, mengapa PKS-PAN tidak minta Prabowo mundur legowo. Simple.

Dikenal sebagai negarawan, Prabowo bisa terima dan legowo. Dengan catatan, ada data akurat dan analisis yang meyakinkan. Elektabilitas Prabowo tak bisa diupgrade, misalnya ini jadi alasan. Akan jauh lebih realistis dari pada sikap saling mengunci. Jangan sampai majunya Prabowo dan Ahmad Heryawan semata-mata alasan elektoral effect partainya masing-masing. Jika benar begitu, mereka tak punya mental sebagai pemenang.

Jika digabung, suara PKS dan PAN sebenarnya lebih besar jumlahnya yaitu 89 kursi dibanding Gerindra, 73 kursi. Tapi, nampaknya PkS-PAN kalah senior, sehingga ada rasa segan sama Prabowo? politik kok rasa segan.

Sementara, Prabowo tidak akan pilih cawapres dari kader PKS, karena Gerindra, dengan hasil survei dan kalkulasinya, yakin betul tak akan menang jika cawapres dari PKS. Prabowo-Ahmad Heryawan 10,2%. Masuk akal juga alasan Gerindra. Akhirnya, bertepuk sebelah tangan. Atas sikap ini, sebagian kader PKS menganggap Prabowo tidak konsisten. Lah kok?

Kabarnya ada perjanjian: 2019 capres Gerindra, cawapres PKS. Kok sekarang gak mau terima cawapres dari kader PKS. Mau komitmen sama MoU, atau mau menang? Sepertinya perlu istikharah. Biar lebih kelihatan partai Islamnya.
Gerindra dan PKS buntu. Tak mudah terurai, mengingat keduanya sama-sama kekeuh. Lalu, posisi umat dimana? Diajak bicara? Disertakan dalam menentukan keputusan capres-cawapres?

Koalisi PKS-Gerindra terancam bubar. Jika iya, apakah lalu abstain di pilpres 2019? Kabar sudah mulai terdengar. Putus asa? Ngambek? Jika itu pilihannya, maka umat selama ini salah menitipkan suara. Merasa tertipu dengan sikap partai yang belum matang jadi oposisi. Belum siap untuk menang. Mereka pikir partai ini mikirin umat. Ternyata? Yang satu kekeuh ingin capres. Yang satunya lagi tetep ingin cawapres. Sama-sama ngototnya. Emang umat didenger? Ke-GR-an.

PKS-PAN sebenarnya punya alternatif. Ada solusi. Gabungan PKS-PAN bisa cari capres alternatif . Gandeng Demokrat, maka syarat kursinya cukup Demokrat punya 61. Ditambah PAN-PKS 89 kursi. Total 150 kursi. Lebih dari cukup. Kenapa tidak berani ambil langkah alternatif?

Gerindra? Bisa diajak gabung tanpa syarat capres. Total kursi 223. Hampir 50%. Apalagi kalau calon yang diusung diyakini menang. Bisa menggoda partai koalisi istana. Tak ada yang mustahil dalam negosiasi. Seni berpolitik adalah negosiasi yang paling realistis. Realistis itu fokus pada kemenangan. Bukan pada ego elektoral effect partai. Bukan mau memperpanjang nasib sebagai oposisi.

Memang, bersama lebih baik. Itu prinsip dalam koalisi. Jika tidak bisa? Mesti ada keberanian mengambil langkah alternatif, tapi cerdas, cermat dan efektif. Itu baru berpolitik yang berkarakter dan matang. Nyapres kok untuk jadi oposisi? Gak rasional. Gak realistis. Dan tidak menarik. Kalah sebelum bertanding. Melempem. Penonton kecewa.

Prioritas bagi oposisi mestinya bagaimana menang di pilpres 2019. Itu suara umat selama ini. Inilah yang mesti menjadi fokus tujuan dan diiutamakan, khususnya oleh PKS dan PAN yang mengaku sebagai partai umat. Jika tidak, maka partai-partai itu hanya akan dianggap jualan umat. Mereka malah akan dituduh berkhianat kepada umat. (Red*/Panjimas)
Redaksi sukabumiNews

Persaudaraan Alumni 212 Kecewa Polisi Hentikan Kasus Victor Laiskodat Ade Armando dan Sukmawati


sukabumiNews.net, JAKARTA – Sekitar 10 orang utusan peserta Aksi Tegakan Keadilan 67 yang terdiri dari para ulama dan tokoh yang mendatangi kantor Bareskrim Polri, Gambir dan menemui para penyidik di kantor tersebut keluar dengan penuh kekecewaan setelah melakukan pertemuan selama lebih kurang satu jam tersebut.

Dihadapan puluhan wartawan yang sudah menunggu di depan pintu masuk kantor Bareskrim, pada hari Jumat (6/7) lalu itu, nampak Ustadz Bernard Abdul Jabar memberikan keterangan di depan para wartawan yang didampingi bebrpa ulama dan tokoh yang juga ikut masuk ke dalam dan bertemu dengan perwakilan pihak Bareskrim.

“Sesungguhnya pertemuan kami tadi jauh dari unsur yang menggembirakan. Karena ternyata pihak Bareskrim Polri sangat mengecewakan kami seluruh umat Islam peserta aksi yang hadir memenuhi gedung Bareskrim juga di semua tempat yang juga mengawal kasus ini bersama sama,” ujar Ustadz Bernard.

Kekecewaan dan kekesalan utusan dari perwakilan peserta Aksi Bela Keadilan 67 ini nampaknya sangat beralasan sekali. Hal ini dikarenakan jawaban yang diberikan pihak Bareskrim kepada perwakilan soal kelanjutan penanganan kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Sukmawati sangat terkesan melukai perasaan umat Islam di manapun berada.

“Karena pihak Bareskrim Polri justru memberikan SP3 kepada kasus tersebut. Itu artinya sama saja pihak Kepolisian tidak akan melanjutkan kasus yang menjadikan Sukmawati sebagai tersangka penghinaan terhadap simbol adzan dan jilbab yang dilakukannya,” tegas Ustadz Bernard.

Begitu juga dengan kasus Viktor Laiksodat yang melakukan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap ajaran Islam. Dari pihak kepolisian pu memberikan jawaban yang sama. Bahwa tidak akan melanjutkan dan mengusut kasus itu kembali karena sudah keluar SP3-nya. Yakni, Surat Penghentiaan Penyidikan dari pihak kepolisian terhadap satu kasus.

Setelah menemui para wartawan yang hadir kemudian para utusan itu pun kembali mendatangi ribuan pengunjuk rasa yang memenuhi jalan di depan Gedung Kementrian Kelautan dan Perikanan tersebut yang juga satu gedung dengan kantor Bareskrim. Selanjutnya massa kemudian bergerak untuk mendatangi Kantor Kementerian Dalam Negeri guna melakukan beberapa tuntutan yang lain seputar pengangkatan Plt Gubernur Jawa Barat dan kasus e-KTP dan berapa kasus lainnya. (Red*/Panjimas)

Saturday, July 14, 2018

Redaksi sukabumiNews

Kota Sukabumi Optimis Boyong Kemenangan di Kejurda dan Milad Tarung Derajat ke-46 Cirebon

[Shafira Hazna, atlit Tarung Derajat Usia Dini (kiri) dan Dewan Pelatih Tarung Derajat Sukabumi, Muhammad Dadeng (kanan)].
sukabumiNews.net, SUKABUMI - Para atlit tarung derajat Satlat Kota Sukabumi mengikuti ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Usia Dini dan Pelajaran di Milad Tarung Derajat ke 46.

Ajang Kejuaraan Daerah tersesebut digelar selama 3 hari, dari mulai tanggal 13 hingga 15 Juli 2018 di GOR Bima Kota Cirebon.

Dari beberapa kelas yang dipertandingkan, Kota Sukabumi mengikuti 2 katagori pertandingan, yakni Tarung Derajat Seni Gerak dan Petarung.

"Dari Kota Sukabumi kami mengirimkan atlit putri yaitu Shafira Hazna. Dan kami optimis Kota Sukabumi akan berhasil memboyong kemenangan," kata Dewan Pelatih Tarung Derajat Sukabumi, Muhammad Dadeng kepada sukabuminewst.net, Jum’at (13/07).

Kejuaraan daerah tarung dan milad ke 46 Tarung Derajat Indonesia di Cirebon ini juga diikuti oleh seluruh atlit se-Indonesia. (*)

Pewarta: Yaman
Editor: Red.

Friday, July 13, 2018

Redaksi sukabumiNews

Andri S Hamami: Kota Sukabumi Membutuhkan Pasar Induk

[Calon Wakil Wali Kota Sukabumi terpilih Andri Setiawan Hamami membicarakan pentingnya pembangunan pasar induk di Kota Sukabumi].
sukabumiNews.net, KOTA SUKABUMI - Calon Wakil Wali Kota Sukabumi terpilih Andri Setiawan Hamami menyatakan, Kota Sukabumi membutuhkan kehadiran pasar induk seperti daerah-daerah lainnya. Daerah-daerah seperti Cianjur dan Bogor sudah punya pasar induk, sedangkan Sukabumi, baik kota maupun kabupaten belum memilikinya.

"Pasar induk diperlukan untuk memecahkan keramaian di Kota Sukabumi. Keramaian ekonomi akan tersebar secara merata ke seluruh pelosok kota.  Pembangunannya harus dipikirkan dan direncanakan dari sekarang," kata Andri kepada wartawan, Kamis (12/7/2018).

Selain itu pasar induk juga merupakan salah satu pusat keramaian yang dapat mendorong peningkatan ekonomi daerah dan regional. Biasanya daerah yang memiliki pasar induk memiliki daya ungkit yang cukup kuat terhadap peningkatan indeks perekonomian.

Mengenai lokasinya, menurut Andri, pasar induk harus di tempat yang relatif masih sepi dari kegiatan ekonomi dan lalu lintas seperti kawasan selatan. Kabupaten Cianjur menempatkan pasar induknya di dekat terminal bus, sedangkan pasar induk Kota Bogor di dekat dengan perbatasan di sebelah barat dengan Kabupaten Bogor.

"Mengenai rinciannya harus dibicarakan dengan para stakeholders dan mesti diawali dengan pengkajian yang mendalam," ujar Andri.

Posisi saat ini, dia dan pasangannya Calon Wali Kota Sukabumi terpilih, H. Achmad Fahmi akan berkonsentrasi pada pembangunan Pasar Pelita. Andri siap mendorong penyelesaian pembangunan Pasar Pelita yang masih dalam proses. Pasangan kepala daerah yang akan menjabat, ujar dia, berkewajiban untuk menyelesaikan pembangunan Pasar Pelita.

"Jadi sebelum membahas pasar induk, kita selesaikan dulu pembangunan Pasar Pelita. Pembangunan pasar ini harus dikerjakan sesuai dengan perjanjian. Saya mengharapkan Pasar Pelita dapat segera digunakan oleh para pedagang," ujar dia.

Pada bagian lain adik kandung Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami tersebut mengajak masyarakat untuk ikut terlibat dalam pembangunan Kota Sukabumi. Musim Pilkada sudah selesai, ujar dia, dan sekarang saatnya semua masyarakat untuk mengambil aksi dalam kegiatan pembangunan. (*)

Pewarta: Yus F. Purwasari
Ediror: Red.
loading...
Loading...
close