Pilih Menu

Slider

sukabumiNews

Liputan Islam

Nasional

Internasional

Events

Profile

Videos

Kontributor/wartawan SUKABUMI news dalam melaksanakan tugas dilapangan selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan serta fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik berbentuk artikel maupun berita (pendidikan, politik, hukum) Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: sukabuminews3@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria akan kami muat dan undang.
sukabumiNews.net, SAGARANTEN - Segerombolan monyet liar dan bandel menyerang sawah milik penduduk di dua desa di Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi. Tingkah laku kelompok monyet ini mirip tokoh legenda China bernama Sun Go Kong dalam novel Journey to The West yang keras kepala, susah diatur, dan tidak mempan ditakut-takuti.
           
Biasanya kelompok monyet itu datang bergerombol pada sore hari menjelang petang sekitar pukul 17.00 WIB. Sampai Selasa (28/3/2017), monyet-monyet tersebut masih melancarkan aksinya secara sporadis di Kampung Cibogo Desa Sagaranten dan Kampung Ciherang Desa Margaluyu. Kampung Cibogo dan Kampung Ciherang bertetangga yang dipisahkan oleh sungai kecil dan pesawahan.
           
Para penduduk di Cibogo dan Ciherang menuturkan, rombongan monyet setiap hari turun dari Gunung Kamunding yang letaknya di atas Kampung Ciherang. Rombongan binatang pemanjat itu turun dari gunung dengan niat tidak baik ingin mengganggu ketenangan warga. Datang dalam bentuk gerombolan besar dengan jumlah sekitar 50 ekor, monyet-monyet itu merusak tanaman palawija dan padi. 
           
"Serangan monyet ini sudah berlangsung enam bulan. Mereka masuk ke pondok di sawah lalu bikin keributan sambil merusak tanaman padi," kata Samsudin (70), warga Kampung Mekarjaya, Desa Sagaranten.
           
Samsudin memiliki sawah dan kebun yang ditanami pisang dan singkong di Kampung Cibogo. Sawah dan kebunnya termasuk titik yang dijadikan target oleh monyet-monyet untuk dihancurkan tanamannya.
           
"Monyet-monyet itu hanya mengacak-acak padi, mereka tidak memakannya. Tanaman padi yang masih muda dicabuti dan padi yang menguning dibikin rata dengan tanah," ujar Samsudin.         
           
Berbagai upaya telah dilakukan warga untuk mendesak monyet agar kembali ke gunung. Warga mencoba dengan menggunakan ranting bambu, batu kecil, dan gumpalan tanah basah untuk mengusir si monyet. Namun rombongan monyet itu bukannya takut, mereka malah makin menjadi-jadi dalam aksinya ketika penduduk menakut-nakutinya.
           
Kepala Dusun Pasiripis, Desa Sagaranten, Bah Jamil mencoba cara yang agak radikal dalam perang menghadapi kelompok monyet bengal tersebut. Dia menggunakan petasan cabe untuk menakut-nakuti kelompok binatang perusak tanaman tersebut. Sayangnya, monyet dari Gunung Kamunding itu bukan jenis primata berekor panjang yang bisa digertak dengan petasan cabe. Monyet-monyet itu malah bergerak seperti berjoget dengan riangnya sambil mengeluarkan suara jeritan yang memekakkan telingan. Petasan cabe dianggap angin lalu, para monyet tidak menghiraukannya. Bah Jamil frustasi, dia tidak meneruskan serangannya lalu meninggalkan lokasi yang diserang monyet dengan perasaan dongkol. 
           
Seorang warga Cibogo pada Minggu (26/3/2017) berjalan sendirian menyusuri sawah dari kampungnya menuju Cibogo. Di perjalanan, dia melihat puluhan ekor monyet berkumpul di tepi hutan sambil bertengger di pohon jambu, memanjat pohon pisang, dan sebagian berjejer di pematang sawah.
           

Merasa jalannya terhalang, warga tersebut mencoba menakut-nakuti rombongan monyet dengan meniru gerakan dan suara hantu. Namun upayanya gagal total, kelompok monyet malah memperlihatkan gerakan serentak siaga penuh untuk menghadapi serangan manusia bergaya hantu tersebut. Orang tersebut balik kanan dan mengambil langkah seribu. (Suryana)
- -
sukabumiNews.net, PARUNGKUDA - Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Karya Bakti Mandiri (KBM) Desa Pondokkaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi harus memfokuskan usahanya pada program untuk mengatasi permasalahan yang timbul akibat maraknya bank keliling. Jajaran pengurus Bumdes Pondokkaso Landeuh diminta untuk terus bersiaga menghadapi  kelompok rentenir yang terbukti telah menimbulkan kesusahan di masyarakat.
                             
"Saya menitikberatkan usaha bumdes untuk mengatasi berbagai persoalan  perekonomian yang menyangkut maraknya bank keliling atau rentenir. Para pengurus bumdes harus fokus di situ," kata Kepala Desa Pondokkaso Landeuh, Ujang Sopandi kepada sukabumiNews.net, Rabu (29/3/2017).
           
Dalam menjalankan visi misinya, kata Ujang, Bumdes KBM Pondokkaso Landeuh harus berpihak secara penuh kepada  Usaha Kecil Menengah (UKM). Bumdes dan UKM mesti bergandengan tangan untuk mengenyahkan pengaruh buruk bank keliling dalam percaturan perekonomian warga.
           
Ketua Bumdes KBM Pondokkaso Landeuh dipilih melalui mekanisme voting pada Selasa (28/3/2017). Dari pemilihan tersebut, Iwan terpilih secara demokratis dengan perolehan suara  37.  Pemilik suara pada pemilihan tersebut adalah ketua RW, Karang Taruna, BPD, dan tokoh masyarakat. 

Dalam pemilihan itu, 4 suara memilih Bambang, 1 suara tidak sah, dan 5 suara tidak memilih karena pemilik suaranya tidak hadir. Iwan akan menjalankan tugas sebagai Ketua Bumdes KBM Pondokkaso Landeuh untuk masa bakti  2017-2020.
           
"Mudah-mudahan dengan terbentuknya pengurus yang baru, Bumdes Pondokaso Landeuh bisa  lebih perofesional dalam bekerja, lebih maju, dan transparan dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Yang penting, bumdes  dapat membantu perekonomian masyarakat," tutur Ujang.
           
Setelah acara pemilihan, Ketua Bumdes KBR terpilih, Iwan menyatakan kesiapan untuk memenuhi harapan kepala desa dalam memerangi bank keliling. Caranya dengan memberdayakan potensi ekonomi masyarakat dan membantu pelaku usaha di tingkat desa. Iwan juga akan menjalankan program  menggali potensi  di bidang pertanian, perikanan,  jasa, dan perdagangan. Perang melawan rentenir akan diwujudkan dalam bentuk usaha simpan pinjam.
           

"Program simpan pinjam ini akan kami bahas terlebih dahulu untuk mencapai kesepakatan tentang batasan nominal dan  sasarannya. Persyaratan untuk peminjam harus dicantumkan dengan jelas. Hal-hal yang menyangkut simpan pinjam ini harus tertuang dalam AD/ART," jelas Iwan. (Yudi/MS. Fais)
- -
 JC Collection
JC COLLECTION

Jahrudin Collection (JC); Menerima pesanan Pakaian Jadi berupa Seragam Sekolah, Seragam Tentara, POLISI, Seragam PNS, Baju Santai, dan Pakaian sehari yang dibutuhkan masyarakat dengan harga Pantastis.

Jahrudin Collection (JC); Bisa membuat bahan sederhana menjadi Barang Jadi yang Berkualitas. Mode terkini.

Jahrudin Collection (JC) Siap melayani dan menerima bahan dari kain Ekspor – Inpor.

Keterangan lanjut, hubumi: Jahrudin Collectoion.

Alamat: Palabuhanratu, Cisolok, Kabupaten Sukabumi

Contak Person: pak Jahrudin : +62 857 9595 6158 / +62 878 8321 515 7

Kami Siap Menjemput dan Menghantar Barang Pesanan Anda.
sukabumiNews.net., BATAM -  Satu lagi prestasi gemilang ditorehkan Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) 4 Posal Lagoi Lantamal IV Tanjungpinang. Kali ini satuan TNI AL yang  memiliki satuan tugas khusus  pengamanan di sepanjang perairan Kepulauan Riau itu  berhasil  menggagalkan upaya pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara ilegal ke Malaysia.
           
Dalam operasi penggrebekan yang digelar Sabtu (25/3/2017), Tim WFQR mengamankan 30 TKI dan tiga orang yang kabur dari tempat penampungan yang rencananya akan diselendupkan ke negeri Upin Ipin.
           
Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut IV (Danalantamal IV) Laksamana Pertama TNI S. Irawan, S.E. menjelaskan,  penggagalan pengiriman TKI secara ilegal itu bermula dari ditemukannya 3 orang yang sedang berenang sambil berteriak minta tolong di alur pelayaran pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT). Ketiga orang itu terlihat oleh Tim WFQR Lantamal IV dari Posal Lagoi yang sedang melakukan patroli laut, lalu dievakuasi ke darat. 
           
“Tim WFQR Lantamal IV melakukan proses evakuasi terhadap ketiga orang tersebut. Selanjutnya mereka dibawa menuju Pos TNI  Posal Lagoi untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan menggali keterangan lebih lanjut. Ketiganya mengaku bahwa mereka bagian dari 33 TKI ilegal yang gagal diberangkatkan dari Batam menuju Malaysia karena boat yang mereka gunakan mengalami kebocoran,” terang Danlantamal IV.
           
Setelah dilakukan pendalaman dan analisa terhadap keterangan yang mereka berikan, lanjut Danlantamal IV, tim memperoleh informasi penting yang menyatakan bahwa  masih ada 30 TKI ilegal lain yang  berada di Pulau Panjang. Berbekal informasi tersebut, Tim WFQR Lantamal IV dengan menggunakan Patkamla Lingga bergerak menuju Pulau Panjang untuk melakukan evakuasi terhadap rombongan TKI ilegal tersebut.
           
Tim pun melakukan penyisiran  terhadap lokasi-lokasi yang dicuragai sebagai titik kumpul TKI di Pulau Panjang. Tak lama kemudian, tim menemukan  30 TKI dalam keadaan merana. Rata-rata  kondisi dari 30 TKI dalam keadaan lemas dan mengalami trauma. Tim segera membawa mereka ke  Posal Lagoi. Setibanya di tempat tujuan, tim melakukan pemeriksaan kesehatan dan tes urine.
           
Di lokasi pemeriksaan, Danlantamal IV mengimbau  para TKI ilegal yang akan berangkat ke luar negeri supaya menggunakan agen penyalur yang resmi agar keberadaan mereka di luar negeri terdata dan terpantau oleh pemerintah. Dia juga mengingatkan para penyalur TKI ilegal  untuk menghentikan kegiatannya karena pengiriman TKI secara ilegal  selain melanggar hukum juga membahayakan keselamatan para TKI itu sendiri.
           
“Sudah banyak kecelakaan laut yang menimpa TKI bahkan merenggut nyawa mereka. Hendaknya  hal ini dijadikan pelajaran, hentikan pengiriman TKI secara ilegal. Dengan menggunakan jalur resmi, negara dapat memantau dan memberikan bantuan hukum manakala para pahlawan devisa negara itu mengalami permasalahan hukum,” tegas Laksma TNI S. Irawan.
           
Tim WFQR Lantamal IV beserta jajarannya, ujar perwira tinggi yang sebelumnya menjabat Komandan Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmabar itu, tidak akan pernah lelah untuk terus menjaga dan mengawal keamanan setiap jengkal perairan Kepri.
           
“Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Lantamal IV untuk terus menjaga keamanan setiap jengkal perairan Kepri, semua yang dilakukan oleh prajurit WFQR Lantamal IV semata-mata adalah tugas yang diamanahkan oleh negara. Kondisi keamanan perairan Kepri dan Selat Malaka harus tetap terjaga sehingga harkat dan martabat bangsa Indonesia di mata dunia akan tetap terjaga,” jelasnya.
           

Dalam siaran persnya, Dispen Lantamal menjelaskan, sebagai tindak lanjut dari pengamanan TKI ilegal tersebut, tim melakukan pendalaman untuk mengungkap dalang di balik  pengiriman TKI secara ilegal itu. Dalam hal ini, Lantamal IV melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam hal ini BNP2TKI untuk penanganan lebih terhadap para TKI. (Very Gulo/Sopiat H. Gulo)  
- - -
sukabumiNews.net, UMATUNA - HADITS DHO'IF TENTANG DO'A MEMASUKI AWAL BULAN RAJAB

 عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه كَانَ رسول الله صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ رَجَب قَالَ : « اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ »

"Dari Anas bin Malik radhiyallohu 'anhu, (ia berkata): "Adalah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam apabila memasuki bulan Rajab, beliau berdo'a: "Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban serta sampaikanlah kami hingga bulan Ramadhan."

TAKHRIJ HADITS: Hadits ini dikeluarkan oleh Ahmad I/259, Ibnu As-Sunni di dalam Amal Al-Yaum wa al-Lailah no.659, Al-Baihaqi di dalam Syu'ab al-Iman III/375, Abu Nu'aim di dalam Al-Hilyah VI/269, Al-Bazzar di dalam Musnadnya I/285 no.402, dan Ath-Thabrani di dalam Al-Mu’jam Al-Ausath IV/189, dan di dalam kitab Ad-Du’a I/284.

DERAJAT HADITS: Hadits ini derajatnya DHO'IF (Lemah), karena di dalam sanad (jalur periwayatan)-nya ada dua cacat, yaitu:

1) Zaidah bin Abu Ruqqad Al-Bahili. Da seorang perawi yang haditsnya mungkar. 
Abu Hatim Ar-Rozi berkata tentangnya: “Dia meriwayatkan dari Ziyad An Numairi dari Anas bin Malik hadits-hadits yang marfu’ namun mungkar, dan kami tidak mengetahui (kemungkaran, pent) itu darinya atau dari Ziyad, dan sy jg tidak mengetahui bahwa ia meriwayatkan (hadits) dari selain Ziyad..dst”.

Imam al-Bukhari dan Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata tentangnya: "Dia seorang perowi yang haditsnya mungkar." Abu Daud berkata: "saya tidak mengenal beritanya." An-Nasai berkata: "Saya tidak mengetahui siapa dia." Imam Adz-Dzahabi berkata: "Dia tidak dapat dijadikan hujjah."

2) Ziyad bin Abdullah An-Numairi al-Bashri. Dia seorang perowi hadits yg Dho'if (lemah).
Yahya bin Ma'in berkata tentangnya: "Dia seorang yg Dho'if (lemah) haditsnya." Ad-Daruquthni berkata: "Dia bukan orang yg kuat (haditsnya)."

Abu Hatim Ar-Rozi berkata: “Haditsnya boleh ditulis namun tidak dapat dijadikan sebagai hujjah”. Ibnu Hibban di dalam kitabnya Al-Majruhin menerangkan: “Dia seorang yang haditsnya mungkar. Dia meriwayatkan dari Anas hadits-hadits yang tidak menyerupai hadits yg diriwayatkan para perowi tsiqoh (terpercaya), tidak boleh berhujjah dengannya."

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: "Dia seorang perowi hadits yg Dho'if (lemah)." PERKATAAN PARA ULAMA TENTANG HADITS INI:
Imam Al-Baihaqi berkata di dalam Syu'ab al-Iman III/375: "Ziyad an-Numairi bersendirian dlm meriwayatkan hadits ini. Dan Zaidah bin Abi Ruqqad meriwayatkan darinya. Imam Al-Bukhari berkata: "Zaidah bin Abi ar-Ruqqod dari Ziyad an-Numairi adalah mungkar haditsnya."

An-Nawawi berkata di dalam kitab Al-Adzkar hal.274: "dan kami meriwayatkannya di dalam Hilyatul Auliya dengan sanad yang mengandung sisi Lemah (Dho'if)." Syaikh Ahmad Syakir berkata dalam takhrijnya terhadap kitab Al-Musnad nomor hadits: 2346: "Isnad hadits ini Dho'if (Lemah)." 

Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin berkata: "Hadits ini Dho'if dan mungkar, tidak Shakhih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam. Oleh karenanya, tidak sepantasnya bagi seorang (muslim) berdo'a dengan do'a tsb."

Demikian penjelasan singkat tentang derajat hadits yang menerangkan anjuran do'a ketika memasuki awal bulan Rajab. Oleh karenanya berhati-hatilah dalam beramal (ibadah) kepada Allah Ta'ala.

Dalam arti; janganlah kita beramal (ibadah) kepada Allah Yang Maha Mulia, kecuali berdasarkan dalil-dalil syar'i berupa Al-Quran al-Karim dan Hadits Shakhih dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam serta dengan pemahaman yang benar. Wallahu a'lam bi-al-shawab.

Share! Semoga bermanfa'at.. (salamdakwah)
-
sukabumiNews.net, CARINGIN - Ruas Jalan Mekarjaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, sudah tampak rusak parah. Kondisi jalan berlubang dan di kiri dan kanan jalan, jelas tampak rumput liar tumbuh subur tak terurus.  Namun di sisi lain, pemerintah setempat,  sama sekali tidak menaruh perhatian atas kondisi tersebut.

Dengan menggunakan pisang perecet, sejenis pisang kelas bawah jauh di bawah pisang ambon sebagai simbol perlawanan, Pemuda Desa Mekarjaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi memprotes pemerintah desa setempat. Mereka menanam pohon pisang jenis paling melarat itu di ruas jalan desa yang kondisinya sudah rusak parah.
           
“Gerakan ini adalah aksi spontanitas dan bukan luapan emosi sesaat. Biar Pak Kades tahu kalau warga sudah menggalang kekuatan, sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin,” kata salah seorang tokoh pemuda Desa Mekarjaya ditemui di tengah aksi tanam pisang percet di tengah jalan, Minggu (26/3/2017).
           
Kelompok warga yang menabur bibit pohon pisang di sepanjang jalan desa tersebut tidak sekedar protes. Mereka juga melontarkan dialog nonverbal sarkasme dengan para penyelenggara pemerintahan di desa  menyangkut kondisi infrastruktur jalan yang amburadul. Sasaran utama aksi sangat jelas yakni Kades Mekarjaya Uday Supriadi. Menanam pisang hanyalah aksi fisiknya, di balik pemanfaatan simbol pohon pisang itu ada gerakan orang-orang muda yang unjuk keberanian terhadap pemegang kekuasaan.
           
Mengapa harus pohon pisang perecet? Sebuah sumber di kalangan pemuda Mekarjaya menyebutkan, semula memang akan menanam pohon pisang ambon, bahkan kalau bibitnya ada akan menanam pohon pisang sunpride yang harga matangnya perbuah bisa mencapai Rp10 ribu. Namun,  pisang perecet juga melambangkan kekhawatiran warga, suatu hari kelak pisang-pisang yang sudah berbuah akan dipetik oleh kaki tangan penguasa.
           
"Pemikirannya sederhana. Kalau kami menanam pisang ambon, nanti  ketika sudah berbuah kami khawatir malah dipetik oleh orang-orang suruhan atau Pak Kades sendiri. Kami yang menanam, dia yang menikmati. Makanya kami menanam pisang perecet, kalaupun mau diambil Pak Kades, silakan saja kalau suka makan pisang jelek seperti itu," kata sumber tersebut.
           
Seorang warga Kampung Cijayen, Desa Mekarjaya, Deden  menuturkan, kepala desa harus merespon cepat tuntutan warga. Kalau tidak, bukan tidak mungkin, aksi serupa akan meluas ke tempat lain. “Pak kades itu, pimpinan kami semua, bukan hanya kepala desa warga Pasir Angin, Pangkalan, dan Nangkod saja, tapi kepala desa warga Desa Mekarjaya secara keseluruhan,” ujarnya.
           
Deden mengingatkan, sebagian besar warga yang terlibat aksi penenaman pohon pisang perecet di jalan itu adalah kawula muda. Para pemuda ingin mengingatkan pemerintah desa agar  membuka mata lebar-lebar untuk melihat kondisi infrastruktur jalan.  Apalagi fungsi jalan yang ditanami pisang itu sangat vital yakni sebagai  penghubung dengan beberapa desa tetangga antara lain Desa Caringin Kulon dan Desa Cijengkol.
           
Kenyataannya, ruas jalan tersebut  sudah  rusak parah, kondisinya seperti di Allepo, Suriah yang saban detik dihujani mortir dan bom. Kondisi jalan berlubang-lubang dan di kiri dan kanan jalan  tampak rumput liar tumbuh subur tak terurus. Melihat rumput liar tumbuh, beberapa pemuda berencana untuk beternak marmut di sana. Lagi-lagi bukan sapi atau kambing karena khawatir hasil ternaknya diambil kaki tangan kepala desa. Kalau marmut, bila pun diambil orang-orang kades, mereka akan merelakannya.
           
Seolah tak mau kalah dengan para pemuda, seorang warga, Ade Jubaedah (57) mengatakan, aksi yang dilakukan warga merupakan bentuk reaksi dari ketidakpedulian pemerintah di bawah kepemimpinan Kades Mekarjaya Uday Supriadi. “Aksi yang dilakukan warga, saya nilai sangat wajar. Karena selama dua  tahun berjalan Pak Uday menjabat sekalipun dia tidak pernah terjun ke lapangan untuk menyelesaikan kesemerawutan jalan di Mekarjaya,” katanya kepada sukabumiNews. (Usep)
- -
sukabumiNews.net, CIAMBAR - Ciri utama dari SMP PGRI 2 Ciambar, Kabupaten Sukabumi terletak pada visinya yang mengutamakan mutu pendidikan siswa. Dengan visi tersebut, SMP PGRI 2 Ciambar secara intens menjalin komunikasi dengan parang orang tua/wali murid untuk memantau perkembangan pendidikan peserta didik.  
           
“Kami bertekad untuk mendidik murid kami agar terus berprestasi dan berprilaku serta berakhlak baik," kata Kepala SMP PGRI 2 Ciambar,  Iyus Sukmawijaya kepada Sukabuminews.
           
Kampus sekolah ini terletak di tengah pemukiman penduduk di  Desa Wangunjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi. Posisinya cukup jauh dari pusat pemerintahan Kecamatan Ciambar. Jumlah peserta didiknya  474 orang yang hampir setengahnya atau  40% berada dalam taraf ekonomi kurang mampu. Para siswa diasuh oleh 24 tenaga pengajar yang mengabdi di sekolah tersebut.
           
"Peningkatan mutu pendidikan  mulai kedisiplinan siswa, penyampaian materi, hingga cara berkomunikasi yang baik selalu kami utamakan," ujar Iyus.
           
Walaupun sebanyak 40 persen merupakan siswa kurang mampu, SMP PGRI 2 Ciambar tidak patah semangat dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan. Kekurangan secara finansial pada siswa tidak menimbulkan kesulitan dan hambatan bagi kepala sekolah dan para guru dalam menjalankan visinya. Iyus menjamin, dana BOS yang disediakan pemerintah mencukupi untuk menutup biaya-biaya operasional sekolah.
           
"Selain ada dana BOS, kami juga selalu  mengedepankan  komunikasi yang baik dengan orang tua anak didik di sini. Setiap akan melaksanakan kegiatan,  kami selalu bermusyawarah dengan para orang tua siswa. Bagi kami,  komunikasi itu penting," kata  kepala sekolah yang berusia masih relatif muda ini.
           
Di tengah berbagai hambatan dan tantangan, Iyus dan para guru juga tetap peduli terhadap nasib para siswa dari kalangan kurang mampu, terutama anak yatim. Dalam waktu dekat, SMP PGRI 2 Ciambar akan meluncurkan program pemberian uang saku secara rutin kepada 38 siswa yang yatim piatu  di sekolah tersebut.
           
Iyus berharap kepada para wali murid atau orang tua siswa untuk selalu siap berkomunikasi dengan sekolah jika menemukan permasalahan. Menurut dia, tidak ada permasalahan yang tidak dapat diselesaikan jika orang tua mau berkomunikasi atau bermusyawarah dengan sekolah.
           
Salah seorang wali murid, Encep mengaku puas terhadap model pendidikan dan cara mendidik para siswa yang diselenggarakan oleh  SMP PGRI 2 Ciambar kepada anaknya. Encep melihat perkembangan anaknya yang cukup pesat dilihat dari segi kepintaran dan akhlak.
           
“Saya mendukung dan merasa senang dengan cara pendidikan yang diberikan kepada anak saya di SMP PGRI 2 Ciambar. Anak saya menjadi anak yang disiplin dan sopan," ucap Encep.  
           
Hal senada disampaikan oleh Erna,  orang tua siswa di sekolah itu. Erna memiliki anak yang duduk di kelas 3 yang sebentar lagi  akan mengikuti ujian sekolah. Dia tidak khawatir dengan ujian yang akan diikuti anaknya. Erna yakin, anaknya selalu siap menghadapi ujian dan ulangan.
           
"Disiplin di sekolah ini sangat bagus, para guru  mengutamakan sopan santun dalam mendidik, dan tidak komersil. Saya senang sekolah ini mengutamakan kualitas pendidikan bagi anak, tidak mengutamakan materi.  Pihak sekolah selalu mengajak orang tua bermusyawarah dan meminta persetujuan ketika hendak mengadakan kegiatan  yang berhubungan dengan anak didik," tuturnya.
           
Erna juga menngatakan bahwa dirinya mendukung setiap kegiatan apapun di sekolah jika itu demi kebaikan dan kemajuan para siswa. (Yudi/Siti Rahayu)
- -