Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Kontributor/wartawan SUKABUMI news dalam melaksanakan tugas dilapangan selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan serta fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel maupun berita (pendidikan, politik, hukum) Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria akan kami muat dan undang.

Tuesday, August 14, 2018

Redaksi sukabumiNews

Gerindra Klaim SBY Masuk Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga

SukabumiNews.net, JAKARTA - Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengungkapkan, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kemungkinan masuk dalam struktur tim pemenangan pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dia menyebut, SBY bersama para Ketum Parpol Koalisi lainnya akan mengisi posisi penting dalam tim pemenangan Pilpres 2019 mendatang.

"Termasuk Pak SBY dan para ketum Parpol lainnya (masuk)," ujar Muzani kepada wartawan di Jakarta, Senin (13/8/2018).

Dengan begitu, Muzani yakin, mesin pemenangan Prabowo-Sandi akan melaju kencang dalam merebut kemenangan di Pilpres 2019 nanti.

Dia juga menyatakan, semua mekanisme soal tim pemenangan pembagiannya sudah proporsional.

"Dan kebijakan Parpol akan dituangkan dalam platform perjuangan Capres-Cawapres. Masing-masing ketum pengusung harus ditempatkan di tempat yang terhormat karena Ketum sangat penting dalam penentuan kebijakan parpol masing-masing," pungkasnya.

Sebelumnya, Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan membantah kabar bahwa SBY akan jadi ketua tim pemenangan Prabowo-Sandiaga.

Menurutnya, ketua tim pemenangan Prabowo-Sandi belum dibicarakan dalam format koalisi dan belum dibentuk. (Red*/TS)

Sumber: Teropong Senayan
Redaksi sukabumiNews

Sebanyak 1.358 Pasukan Pramuka Ikuti Jambore Tingkat Kwarran di Purabaya

SukabumiNews.net, PURABAYA -  Sebanyak 1.358 pasukan Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) mengikuti Pembukaan Jambore tingkat Kwartir Ranting (Kwarran) Kecamatan Purabaya yang digelar di Lapangan Miramontana, Purabaya, Kabupaten Sukabumi.

Sejumlah 1.358 pasukan Pramuka itu terdiri dari beberapa tingkatan mulai dari Penggalang, Penegak, Pandega dan para Pembina dari tiap Pangkalan Gudep.

Ketua Panitia Jambore dan HUT Pramuka Kwaran Purabaya, Nasep Saepul Hamdi mengatakan, kegiatan jambore ini sudah 3 kali di gelar di daerahnya, termasuk kali ini. “Ini adalah kali ke 3 Jambore di gelar di Purabaya,” ungkap Nasep.

Apresiasi pun diungkapkan oleh Pembina Pramuka Pangkalan Gudep Purda Gempita, Jaka Susila. Jaka berharap supaya lebih menantang tahun depan dirinya mengusulkan supaya pada kegiatan seperti ini diadakan Lomba Tingkat.

Kegiatan Jambore tersebut dibuka langsung oleh Camat Purabaya, Dadang Ramdani pada Minggu (12/8/2018) lalu. (Red*)

Monday, August 13, 2018

Redaksi sukabumiNews

Timnas Indonesia U-16 Dapat Rp1,5 M dari Kemenpora

Timnas Indonesia U-16 dapat bantuan dari Kemenpora untuk persiapan menghadapi Piala Asia U-16. .(ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Sukabuminews.net, JAKARTA, - Timnas Indonesia U-16 mendapat dana bantuan sebesar Rp1,5 miliar untuk persiapan mengikuti Piala Asia U-16 2018 yang berlangsung pada 20 September hingga 7 Oktober mendatang.

Dana tersebut diberikan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) melalui Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi, Mulyana. Ia mengucapkan selamat dan apresiasi kepada Timnas Indonesia U-16 yang telah menjuarai Piala AFF U-16 2018 beberapa waktu lalu.

Mulyana menyampaikan prestasi Timnas Indonesia U-16 bisa memberikan motivasi kepada Timnas Indonesia U-23 yang saat ini sedang berjuang di Asian Games 2018. Terkait persoalan kontribusi atau bantuan dana kepada PSSI, ia mengatakan Kemenpora sudah memberikan secara khusus kepada tim pelatnas Asian Games 2018 maupun tenaga keolahragaannya.

"Nilainya total Rp26,77 miliar berasal dari APBN, yang kami berikan pada PSSI khusus 2018. Rinciannya terdiri dari tim putra bernilai Rp10,188 miliar, tim putri senilai Rp9,188 miliar. Itu untuk persiapan atlet Asian Games yang sudah diberikan sebesar 70 persen," kata Mulyana kepada para awak media dalam konferensi pers di Kemenpora RI pada Senin (13/8).

"Kami juga berikan bantuan kualitas dan kapasitas tenaga keolahragaan khususnya dalam hal meningkatkan kualitas wasit dan pelatih sebesar Rp5,9 miliar dan sudah kami berikan. Khusus U-16, kami memang tidak berikan bantuan pada saat Piala AFF U-16. Tapi karena sudah juara, kami berikan Rp1,5 miliar untuk kesiapan atlet di Piala Asia," ucapnya menambahkan.

Timnas Indonesia U-16 akan berlaga di Piala Asia bulan depan. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Timnas Indonesia U-16 berada dalam Grup C dalam Piala Asia U-16. Di grup tersebut, tim asuhan Fakhri Husaini akan melawan tiga tim lain yakni Iran, Vietnam, dan India.

"PSSI bisa mengajukan proposal terkait permintaan dana persiapan Rp1,5 miliar tersebut," ucap Mulyana.

Sementara itu, Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI Raden Isnanta menyanggah anggapan pemerintah salah langkah karena tidak memberikan dana bantuan sebelumnya pada Piala AFF U-16. Ia mengatakan Kemenpora RI memiliki pos anggaran masing-masing.

"Toh semua induk organisasi dibantu Kemenpora RI mulai dari usia muda hingga senior. Kalau ada yang tidak terbantu, mungkin daya bantuannya yang tidak ada. Kalau ada ya pasti dibantu."

"PSSI itu anggaran untuk sepak bola besar sekali karena Indonesia gemar sepak bola. Maka dari itu, kami harus bangun sistem. Jangan digiring bahwa setiap pembiayaan itu dari APBN Kemenpora, ya kami tidak mampu," ucap Isnanta (Red*/CNN).
Redaksi sukabumiNews

Naik Motor Trail, Bupati Sukabumi Jenguk Korban Kebakaran di Sukalarang

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami bersama rombongan Trail Adventure Merah Putih melakukan penanaman bibit ikan di Kampung Songgom, Desa Prianganjaya, Kecamatan Sukalarang.

SukabumiNews.net, SUKALARANG – Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami bersama Forkopimda Kabupaten Sukabumi menggelar Trail Adventure Merah Putih yang berangkat dari Kodim 0607, Jalan R.A Kosasih, Kota Sukabumi, Minggu (12/8/2018). Pada kegiatan petulangan itu, bupati dan rombongan melakukan kunjungan ke rumah korban kebakaran Adang (65) di Kampung  Cimanggu  RT 05 RW 06, Desa Cimangkok, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi.

Penglepasan rombongan Trail Adventure Merah Putih dilakukan oleh bupati yang disusul oleh Dandim 0607 Letkol. Kav. Mujahidin, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro, dan unsur Forkopimda lainnya. Dari Markas Kodim 0607, rombongan menuju ke arah timur menelusuri track yang telah ditentukan panitia.

"Kegiatan ini selain mengusung tema peduli lingkungan juga untuk meningkatkan silaturahmi di antara unsur pemerintahan dan penggemar motor trail serta masyarakat. Selain itu juga sebagai wahana penyaluran bagi para pencinta motor gunung," kata bupati setelah melepaskan rombongan motor trail.

Di rumah Adang, rombongan pemotor trail menyerahkan bantuan kepada tuan rumah. Bupati dan rombongan menerima ucapan terima kasih dan doa dari Adang.

Dari rumah Adang, rombongan motor trail menuju Kampung Songgom, Desa Prianganjaya, Kecamatan Sukalarang. Di lokasi tersebut, rombongan melakukan penanaman pohon dan penebaran bibit ikan ke Sungai Cikupa. Jumlah pohon yang ditanam mencapai 1.000 batang, sedangkan bibit ikan mencapai 10 ribu ekor.

"Pemrakarsa kegiatan ini adalah Kodim 0607 dan Polres Sukabumi Kota. Tentu sangat positif bagi para penggemar motor trail karena selain dapat menyalurkan hobi, mereka juga dapat mengikuti bakti sosial dengan memberi bantuan kepada korban bencana kebakaran rumah dan turut menjaga kelestarian alam," jelas bupati di lokasi penebaran bibit ikan.

Bupati mengharapkan kegiatan penanaman pohon dan penebaran bibit ikan dilakukan secara rutin.  Tujuannya untuk  menjaga kelestarian lingkungan dan sungai dengan mempertahankan ekosistem di dalamnya.

"Kami menghimbau mayarakat dan pelaku usaha untuk terus bergerak bersama-sama dalam menjaga lingkungan dan keasrian di wilayah masing masing. Begitu juga kalau terjadi bencana atau musibah, warga segera melaporkannya ke pemerintah secara berjenjang melalui RT, RW, desa, dan kecamatan agar permasalahan yang terjadi dapat segera diatasi oleh perangkat daerah terkait," ujar Marwan. (*)

Pewarta: Rio Bagja Gumilar
Editor: Red.

Saturday, August 11, 2018

Redaksi sukabumiNews

FPI Indramayu Berhasil Kumpulkan Dana Rp15 Juta untuk Korban Gempa Bumi Lombok

sukabumiNews.net, INDRAMAYU - Aksi kepedulian terhadap bencana gempa bumi yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) masih terus berlangsung di berbagai daerah. Baik itu yang dilakukan oleh lembaga-lembaga formal, maupun non formal, organisasi massa maupun Lsm, termasuk yang dilakukan oleh Fron Pembela Islam (FPI) DPW Indramayu, Jawa Barat.

Aksi galang dana oleh DPW FPI Indamayu ini dilakukan di perempatan lampu merah, di Sekolah-sekolah Dasar (SD), di Masjid Agung dan di Islamic Center. Seperti di lansir faktakini.com, Jum’at (10/8/2018), dalam aksinya mereka berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp15 juta.


Ustadz Arie Ardianyah, Bendahara DPW FPI Indramayu, selaku komandan aksi kepada wartawan mengucapkan rasa syukurnya kepada pihak-pihak yang telah membantu kelancaran aksi galang dana tersebut.

“Semoga ini dapat bermanfaat bagi saudara kita yang menjadi korban gempa bumi di Lombok. Untuk saudara-saudara kita yang telah membantu dengan menyisihkan sebagian rizkin yang dititipkan kepada kami, semoga Allah SWT menggantinya dengan yang berlipatganda, Aaamiin Yaa Rabbal-aalamiin..!" Seru Ustadz Arie. (Red*/)

Friday, August 10, 2018

Redaksi sukabumiNews

Bupati Sukabumi Resmikan Gedung Craft Center dan Rumah Kuliner

[Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami, MM., sedang menandatangani Prasasti, disaksikan oleh Dandim 0607, Danyon Armed  13, Perwakilan Kapolres, Ketua Dekranasda Kabupaten Sukabumi]
sukabumiNews.net, CISAAT - Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami meresmikan Gedung Sukabumi Craft Center  dan Rumah Kuliner (Gerai Dekranasda). Peresmian ditandai dengan Penandatanganan Prasasti dan Pengguntingan Pita Bertempat di Komplek GOR Cisaat, Kabupaten Sukabumi pada Kamis (9/8/18).

Dalam sambutanya Bupati Sukabumi mengatakan bahwa pengembangan usaha ekonomi masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja melainkan harus ada kerjasama yang konstruktif antara pemerintah, pelaku usaha/perajin/UKM maupun pihak yang dapat menyediakan modal. “Dengan demikian, perkembangan kegiatan usahanya akan berdaya guna dan berhasil guna, atau dengan kata lain hasil yang dicapai akan semakin optimal,” kata Marwan.

“Selain itu, pengembangan usaha skala mikro dan kecil di Kabupaten Sukabumi telah diprogramkan pada perangkat daerah terkait melalui berbagai macam kegiatan baik berupa pelatihan, bantuan teknis dan meningkatkan akses ke sumber daya ekonomi baik secara langsung maupun bekerjasama dengan Dekranasda Kabupaten Sukabumi,” tambah Marwan.  “Sehingga diharapkan para pelaku usaha mikro dapat berkembang,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Dekranasda Kab. Sukabumi Ny.Hj. Yani Marwan, M.Pd. mengatakan, dekranasda adalah organisasi yang bersifat membantu dan menumbuh kembangkan golongan ekonomi lemah yang bergerak dalam bidang kerajinan. “Dimana salah satunya ditandai dengan kepedulian yang sangat besar untuk meningkatkan potensi dan  peran UKM di Kabupaten Sukabumi,” ucapnya.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala DKUKM Kabupaten Sukabumi Asep Japar saat di minta tanggapannya menuturkan, penambahan bangunan gedung Gerai Dekranasda ini dibangun seiring dengan penambahan dan perkembangan UKM yang ada di Kabupaten Sukabumi. Maka dari itu menurut Asep Japar, Pemerintah Kabupaten Sukabumi ingin lebih mengembangkan para pelaku UKM dengan tempat yang lebih memadai.

“Pengembangan ini bukan hanya akan dilaksanakan di wilayah selatan saja namun untuk wilayah Sukabumi utara pun akan dikembangkan.” Tuturnya.

Selain Bupati Sukabumi, hadir pada kesempatan tersebut Dandim 0607, Danyon Armed  13, Perwakilan Kapolres, Ketua Dekranasda Kabupaten Sukabumi, Ketua Dekranasda Kabupaten Cianjur, Kepala Perangkat Daerah, Camat, Kepala Bagian Ekonomi dan Kepala Bagian Umum Setda, serta undangan lainnya. (*)

Pewarta: Azis Ramdani
Editor: Red.

Tuesday, August 7, 2018

Redaksi sukabumiNews

PT SCG Sukabumi Beri Beasiswa kepada 410 Siswa SMA dan Mahasiswa S1

sukabumiNews.net, SUKABUMI - PT SCG Sukabumi melaksanakan kembali program Sharing the Dream dengan memberikan beasiswa kepada 410 siswa Indonesia di Jakarta, Bogor, Cileungsi, Karawang, Tangerang Selatan, Bayah, termasuk Sukabumi yang merupakan wilayah dengan penerima beasiswa terbanyak.

Konglomerat bisnis terkemuka di ASEAN itu siang tadi memberikan 152 beasiswa kepada siswa SMA dan mahasiswa sarjana yang memiliki semangat untuk menggapai mimpi mereka pada acara Sharing the Dream Handover Ceremony yang digelar di Pangrango Resort, Sukabumi, Selasa (7/8/2018).

SCG percaya bahwa pendidikan yang lebih tinggi adalah kunci untuk mendorong pembangunan masyarakat daerah Sukabumi. Oleh karena itu, tahun ini SCG memperkenalkan skema baru bagi mahasiswa sarjana. Pengenalan skema baru ini memungkinkan penerima beasiswa Sharing the Dream di periode sebelumnya untuk melanjutkan pendidikan tinggi untuk mengejar passion mereka untuk menjadi lebih baik.

Proses seleksi dalam program beasiswa ini dirancang secara cermat untuk memilih siswa berprestasiyang tidak hanya memiliki nilai akademis yang baik tetapi juga menunjukkan rasa bersyukur dan passion untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga mereka. Proses seleksi dilakukan melalui kolaborasi antara karyawan SCG dan Ancora Foundation. Proses seleksi memiliki beberapa tahapan antara lain menuliskan esai tentang “Keluargaku Api Semangatku dalam Meraih Impianku” dan Home Visit atau kunjungan ke rumah penerima beasiswa.

Mr. Nantapong Chantrakul, Country Director of SCG Indonesia, mengatakan bahwa melalui program beasiswa SCG Sharing the Dream ini, siswa-siswi yang berprestasi di Sukabumi dapat melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi dan melangkah lebih jauh untuk mencapai cita-citanya serta memenuhi passion mereka untuk menjadi lebih baik.

“Kami sangat senang mendapatkan kesempatan untuk mendukung dan membina generasi muda yang akan menjadi kontributor yang bernilai dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi diri mereka, keluarga, masyarakat dan kampung halamannya,” kata Nantapong sebagaimana dalam rilis yang diterima SUKABUMINEWS.net.

Ditambahkan dia, bahwa membangun masa depan yang lebih baik bagi Sukabumi membutuhkan usaha bersama dari seluruh pemangku kebijakan. “Program ini berhasil dilakukan karena adanya dukungan penuh dari pemerintah, kolaborasi dengan masyarakat, dan dedikasi dari karyawan kami. Bersama-sama, mari kita bergandeng tangan untuk berkontribusi bagi masa depan Sukabumi yang lebih cerah”, jelas Nantapong.

Masih menurut Natapong, beasiswa Sharing the Dream ini merupakan inisiatif yang dijalankan oleh SCG dan telah memberikan beasiswa kepada lebih dari 6.000 siswa setiap tahunnya di ASEAN, termasuk Indonesia, Vietnam, Filipina, Myanmar, Laos, Kamboja, dan Thailand.

“SCG berkomitmen untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat sekitar melalui program pembangunan khususnya di Sukabumi dimana PT Semen Jawa sebagai anak perusahaan SCG beroperasi.” Tutupnya. (Red*)
Redaksi sukabumiNews

Ratusan Buruh Geruduk PT SCG Sukabumi

sukabumiNews.net, GUNUNGGURUH - Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Kehutanan, Industri umum, Perkayuan, Pertanian dan Perkebunan, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (F Hukatan KSBSI) mendatangi PT Semen Jawa (Grup SCG), di Jalan Palabuhan II Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi pada Selasa (7/8/2018). Mereka meminta agar sejumlah WNA yang bekerja di PT SCG dipulangkan ke kampung halamannya.

”Kami juga meminta, sejumlah WNA yang bekerja di PT SCG untuk dipulangkan ke kampung halamannya, karena mereka disinyalir menduduki jabatan yang tidak sesuai dengan peraturan menteri ketenaga kerjaan nomor 40 tahun 2012 tentang larangan jabatan tertentu diisi expatriate. ” kata Ketua F Hukatan KSBSI, Nendar Supriatna.

"Ada beberapa jabatan tertentu yang dilarang diduduki TKA yang diatur dalam permen no 40 tahun 2012 tersebut, salah satunya adalah jabatan HRD. Makanya kami tuntut WNA itu dideportasi," jelas Nendar.

Selain tuntutan tersebut, para buruh juga meminta pembayaran oleh BPJS selaku rekanan PT SCG karena mereka tidak bisa menggunakan layanan BPJS yang merupakan hak para buruh, termasuk Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak oleh perusahaan melalui rekanan PT Semen Jawa tersebut.

"Selama ini BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan tidak dibayar oleh pihak rekanan PT SCG, sehingga kami kesulitan berobat,” tambah Nendar. Makanya sebelum berdemo kami sempat menyegel kantor perushaaan rekanan SCG," imbuhnya.

Terkait tidak dibayarkannya BPJS, pihak F Hukatan KSBSI sempat melaporkannya kepada pihak kepolisian. Namun jelas Nendar, laporan itu sempat dicabut lantaran ada kesepatan.

"Faktanya, sampai Agustus ini, mereka masih belum juga membayarnya meski dalam kesepakatan tersebut pihak BPJS akan membayarkannya pada 25 Mei 2018 lalu,” papar dia. Oleh sebab itu lanjut Nendar, pihaknya akan terus mogok kerja sampai tuntutannya dipenuhi.

Dalam aksinya kali ini mereka sempat melakukan penyegelan pada pintu masuk perusahaan. Namun sejumlah petugas dari kepolisian segera melepas segel yang ditempel, sehingga aksi penyegelan itu tidak berlangsung lama.

Sementara selama aksi berlangsung tidak satu pun dari pihak PT SCG yang menemui para pendemo dan memberikan tanggapan. Massa sempat mengancam akan terus melakukan aksi selama 24 jam apabila tidak dipertemukan dengan presiden direktur PT SCG. (*)

Pewarta: Azis/Karim
Editor: Red.
Redaksi sukabumiNews

Penjualan LKS di Sekolah Dikecam Wakil Ketua DPRD

sukabumiNews.net, SUKABUMI KOTA - Penjualan LKS di sekolah atau toko buku yang ditentukan oleh sekolah mendapat kecamatan keras dari Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, H. Tatan Kustandi. Terkait hal ini, Tatan akan mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) untuk mempertanyakan dan membahas praktik penjualan LKS yang dikendalikan oleh sekolah.

"Penjualan LKS seperti itu termasuk pemaksaan karena sangat memberatkan dan membebani orang tua. Sekolah telah dijadikan ajang bisnis melalui penjualan LKS. Kami harus membahas hal ini dengan SKPD terkait. Tunggu waktunya, kami datang," kata Tatan ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (6/8/2018).

Masyarakat jangan dibenai oleh kebijakan-kebijakan yang memaksa mereka harus mengeluarkan uang. Tatan sering juga mendengar keluhan para orang tua yang diwajibkan membeli LKS untuk anak-anaknya dengan harga mencapai ratusan ribu rupiah. Di sisi lain, para orang merasa khawatir jika tidak membeli LKS, anak-anaknya akan ketinggalan pelajaran.

"Anak-anak sekarang kalau minta uang bilangnya buat beli buku di sekolah. Kalau tidak dikasih pasti marah, sementara orang tuanya berpenghasilan pas-pasan. Kita menduga, anak-anak ditekan oleh sekolah untuk membeli buku.  Tentu saja hal ini menjadi dilema bagi para orang tua. Saya anjurkan para orang tua untuk menolak membeli buku tersebut," ujar Tatan.

Penjualan LKS diberlakukan di SD dan SMP. Sistem penjualan ini dikreasikan sedemikian serupa sehingga siswa yang tidak membeli buku LKS akan ketinggalan pelajaran. Sebabnya para guru dalam menjalani proses kegiatan belajar mengajar terlalu mengandalkan materi dari buku LKS tersebut.

Hal lain yang akan dipertanyakan Tatan sebagai Koordinator Komisi 3 yang mengurusi kesejahteraan sosial termasuk pendidikan adalah rencana pemberlakuan dana sumbangan pendidikan (DSP). Dia sangat keberatan dengan rencana DSP tersebut karena jelas-jelas akan membebani para orang tua.

"Saya sangat tidak sepakat yang namanya DSP, kok dimunculkan kembali. Keberatan, saya sangat keberatan," kata dia.

Wahyu, warga Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi mengaku harus mengeluarkan uang sebesar Rp460 ribu untuk membeli buku LKS anaknya yang menuntut ilmu di salah satu SMP negeri. (*)

Pewarta: Yus F. Purwasari
Editor: Red. 
loading...
Loading...
close