Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Kontributor/wartawan SUKABUMI news dalam melaksanakan tugas dilapangan selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan serta fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel maupun berita (pendidikan, politik, hukum) Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria akan kami muat dan undang.

Friday, May 18, 2018

Redaksi sukabumiNews

Demi Kenyaman Selama Bulan Ramadhan, Ketua FPI Serukan Anggota untuk Berkoordinasi dengan Aparat

sukabumiNews.net, SUKABUMI - Ketua Tanfidzi DPW Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Sukabumi, Al-Habib Lutfi bin Jindan menyampaikan seruan kepada pengurus, kader, dan anggotanya untuk selalu berkoordinasi dengan aparat pemerintah, baik kepolisian maupun pemda. Seruan ini disampaikan dalam rangka menjaga ketenangan, kenyamanan, dan keamanan masyarakat selama bulan Ramadhan.

"Tetap melakukan koordinasi yang baik dengan pihak-pihak terkait khususnya aparat penegak hukum dan para alim ulama, tokoh ormas Islam, tokoh masyarakat, dan jamaah untuk bersama-sama melakukan upaya penegakan hukum sesuai aturan hukum yang berlaku," kata Habib Lutfi dalam seruan yang disebar lewat media sosial, Jumat (18/5/2018).

Selain kepada FPI, seruan tersebut juga berlaku untuk pengurus dan anggota Laskar Pembela Islam (LPI) yang merupakan underbouw dari FPI. Dengan seruan tersebut, ketika menemukan pelanggaran yang dilakukan oknum pengusaha nakal seperti membuka tempat hiburan malam (THM) selama bulan Ramadhan, anggota FPI/LPI tidak boleh mengambil tindakan sendiri, tetapi harus berkoordinasi dan melaporkan ke kepolisian atau pemda.

Namun demikian, dalam maklumat lainnya, Habib Lutfi memberikan ruang dan peluang bagi FPI dan Macan (Markas Cabang) LPI untuk menyampaikan teguran,  baik secara lisan maupun tertulis terhadap tempat-tempat yang berbau maksiat atau tempat-tempat kemunkaran lainnya yang masih buka di bulan Ramadhan.

"Tapi tidak boleh mengambil tindakan. FPI dan Macan LPI juga agar tetap proaktif dalam memantau tempat-tempat usaha yang berpotensi mengganggu kesucian bulan Ramadhan," ujar dia.

Di jalur ibadah, Habib Lutfi menyerukan FPI dan LPI di semua tingkat cabang untuk meningkatkan amaliyah Ramadhan dengan memakmurkan masjid-masjid dalam ibadah tarawih, tadarusan Qiyamulail, dan menghadiri majelis-majelis ilmu atau kajian-kajian Islam di wilayah tempat tinggal masing-masing.

"Langkah-langkah yang kita ambil ini sebagai wujud perjuangan kita agar tetap istiqomah dalam dakwah, hisbah, wal jihad. Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan barokahnya kepada kita semua selama menjalankan ibadah bulan Ramadhan ini. Aamiin ya rabbal’alamin," ungkapnya. (*)

Pewarta: Abdillah.
Editor: Red.
Redaksi sukabumiNews

THM Dilarang Beroperasi, Rumah Makan Buka Mulai Sore

sukabumiNews.net, KOTA SUKABUMI - Selama bulan Ramadhan, Pemkot Sukabumi memberlakukan pembatasan jam buka bagi tempat hiburan malam (THM) dan rumah makan. Untuk THM sama sekali dilarang beroperasi, sedangkan operasi rumah makan diperbolehkan mulai sore hari sampai malam hari hingga selesai waktunya sahur.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Penegakan Perda (Peraturan Daerah) dan Sumber Daya Aparatur Dinas Pol PP (Polisi Pamong Praja) Kota Sukabumi, Sudrajat, S.H. ketika ditanya wartawan seputar pelaksanaan Perwal (Peraturan Walikota) Sukabumi Nomor 11 Tahun 2013 tentang Tertib Bulan Ramadhan di Kota Sukabumi baru-baru ini.

Menurut Sudrajat, jajaran Satpol PP Kota Sukabumi telah melaksanakan razia dan penyampaian imbauan kepada seluruh THM agar pemilik THM tidak menjalankan usahanya selama bulan Ramadhan. Sosialisasi juga dilakukan kepada para pemilik dan pengelola tumah makan.

"Seluruh pengusaha dan karyawan THM dan rumah makan sudah mengetahui dan memahami aturan pembatasan jam operasi tempat usaha mereka. Menjelang bulan Ramadhan lalu, kami melancarkan razia yang melibatkan puluhan anggota Satpol PP," ujar Sudrajat.

Ketentuan yang tercantum pada Perwal 11/2013, lanjut dia, juga tercantum pada surat izin usaha THM dan rumah makan. Dengan demikian, kata Sudrajat, tanpa ada razia dan imbauan pun, para pemilik THM dan rumah makan telah mengetahui ketentuan dan peraturan tersebut.

"Selama bulan Ramadhan, kami akan melakukan pengawasan terhadap semua THM dan rumah makan yang ada di wilayah Kota Sukabumi untuk memastikan tempat usaha tersebut tidak melanggar pembatasan jam operasional di bulan Ramadhan," kata Sudrajat. (*)

Pewarta: Nandang Sutisna.
Editor: Red.
Redaksi sukabumiNews

MA Nur Rohman Dipercaya Kembali Ikut Kegiatan Sakawira Kartika dan Jadi Juara-1 K3 Tenda

[Fhoto: Pembina kesiswaan MA Nur Rohman, Jajat Sudrajat (tengah) bersama siswa binaannya]
sukabumiNews.net, PALABUHANRATU - Siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA) Nur Rohman,  yang beralamat di desa Bojongkalong, kecamatan Nyalindung, kembali mendapatkan kepercayaan dari kawartir Nyalindung untuk mewakili Koramil Nyalindung dalam kegiatan sakawira kartika yang diselenggarakan di Kodim Palabuhanratu.

Pada kegiatan tersebut siswa-siswi MA Nur Rohman mendapatkan juara ketiga lomba krida. “Ini kali kedua mendapatkan kepercayaan setelah tahun lalu,” ucap pembina kesiswaan MA Nur Rohman yang juga merupakan kader GPI Kecamatan Nyalindung, Jajat Sudrajat, S.Sy. S.Pd.I., kepada sukabumiNews, belum lama ini

Menurut Jajat, selain oleh dia, siswa dan siswi yang begitu antusias dalam kegiatan pramuka ini trus di bimbing oleh Cece Wahyudin, S.Pd.I., selaku pembina Pramuka Gugus Depan (Gudep) 3187-3188.

“Para siswa akan selalu siap dalam setiap kegiatan pramuka, karena ini merupakan ekstra kurikuler yang amat kami galakan di MA Nur Rohman,” jelas Cece.

“Salah satu bentuk kesiapan kami yakni dengan mengikuti kegiatan Sakabakti Husada dan Sakawira Kartika, yang telah usai dilaksanakan pekan lalu yang yang dilaksanakan tanggal 06 s/d tanggal 09 mei 2018 di bumi perkemahan PTPN VII Goal Para, Sukaraja yang di ikuti oleh perwakilan kecamatan sebanyak 47 kecamatan se-Kabupaten Sukabumi yang langsung di buka oleh Bupati sukabumi H. Marwan Hamami,” jelas Cece.

Cece menambahkan, pada kegiatan tersebut MA Nur Rohman kembali mendapatkan juara pertama K3 Tenda. (Red*)

Saturday, May 12, 2018

Redaksi sukabumiNews

Nelayan Ngamuk, Kantor Polsek Bayah Dirusak


sukabumiNews.net, BAYAH - Kantor Polsek Bayah rusak berat akibat di amuk para nelayan di Binuangen, Bayah Selatan. Insiden ini terjadi pada Sabtu (12/5) sekitar pukul 8:30 WIB pagi.

Insiden dipicu oleh kemarahan para nelayan akibat 1 dari 3 orang nelayan Binuangen hendak ditangkap oleh orang yang diduga sebagai anggota Polsek Bayah yang berpakaian preman dengan menggunakan mobil avanza warna hitam, sesaat setelah 3 orang nelayan itu selesai mencari ikan ‘benur’.

Satu nelayan berhasil di tangkap dan dimasukan ke dalam mobil. Namun dua nelayan lainnya mencoba menghalang-halangi agar kendaraan yang diduga ditumpangi aparat polsek Bayah itu tidak berjalan.

Sayangnya, oknum anggota polisi itu malah menabraknya hingga kedua nelayan tersebut mengalami luka berat. Sementara oknum anggota polisi yang menabraknya langsung kabur.

Melihat kejadian tersebut teman-teman nelayan lainnya sepontan bergerak mengajar oknum anggota polisi yang telah menabrak dua orang rekannya sesama nelayan itu untuk melakukan aksi penyerangan ke polsek Bayah, dan disitulah insiden perusakan terjadi.

Akibat inseden tersebut, kantor polsek Bayah rusak berat akibat amukan massa. Tidak hanya itu, 1 unit mobil patroli pun dirusak dan di bakar. Kemudian 4 unit motor dinas hangus di bakar, 1 unit mobil pelayanan rusak berat, 9 motor rusak berat. Namun beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Dari informasi yang di dapat, hingga sore, pukul 16:00 WIB, massa masih melakukan aksi menguasai kantor polsek dan menuntut agar kapolsek bayah AKP. Sadimun, SH., bisa hadir menemui mereka. (*)

Pewarta: Karim/Jahrudin
Editor: Red.

Friday, May 11, 2018

Redaksi sukabumiNews

Mahathir PM Lagi, Siapa Mau Ikut?

[Foto: Perdana Menteri Malaysia terpili, Mahathir Mohamad]
Oleh: Dahlan Iskan

Begitu efisien Pemilu di Malaysia. Pukul 08:00 mulai pemungutan suara.  Pukul 17:00 ditutup. Pukul 22.30 malam Mahathir sudah mengklaim kemenangan oposisi. Pukul 03.00 Mahathir sudah resmi mengumumkan kemenangannya. Pukul 05.00 KPU umumkan hasil Pemilu: Oposisi dapat 122 kursi, Barisan Nasional 79 kursi, Partai Islam PAS dapat 18 kursi dan independen 8 kursi. Beres: 222 kursi DPR terisi.

Siang harinya pemerintahan baru terbentuk. Malam harinya PM baru dilantik oleh Yang Dipertuan Agung. Di Istana Raja. Pemerintah sudah berganti hanya satu hari setelah Pemilu. Inilah Pemilu model Inggris. Tidak ruwet dan panjang. Tidak seperti model Amerika.

Mahathir yang pernah menyelamatkan Malaysia dari krismon tahun 1998 kini menyelamatkan Malaysia lagi. Dari rusaknya sistem hukum dan demokrasi.

Bayangkan: Mahathir Mohamad. Umur 92 tahun. Dapat tugas yang begitu sulit.

Sembilan tahun lalu saya bertemu Mahathir. Di Kuala Lumpur. Sudah sangat lemah. Sakit-sakitan. Selalu dipapah. Kini memenangi Pemilu. Jadi perdana menteri lagi.

Waktu umur 78 tahun Mahathir sudah merasa tua. Ia memutuskan tidak ikut Pemilu lagi. Berhenti sebagai perdana menteri. Yang sudah ia jabat selama 22 tahun. Padahal, kalau mau, ia bisa melakukan segala cara. Untuk terus berkuasa. Ia orang yang amat kuat. Digelari Soekarno kecil. Membangkitkan nasionalisme. Tapi juga melakukan modernisasi. Sangat sukses. Meninggalkan jauh Indonesia.

Pun nafsunya bersaing dengan Singapura luar biasa. Ia malu kalau Malaysia kalah. Ia bangun twin tower yang iconic itu. Ia bangun jaringan jalan tol. Ia genjot sawitisasi. Semua programnya top. Tidak ada yang pepesan kosong.

Tapi, juga, ia lakukan ini: ia pecat Anwar Ibrahim. Wakilnya. Yang masih sangat muda. Yang sangat pintar. Yang jadi idola. Sampai Indonesia. Sudah banyak yang memastikan ia adalah the next PM. Tapi Mahathir melihat lain. Seperti kelihatan ‘kesusu’ menggatikannya. Ia masukkan Anwar ke penjara.

Anwar Ibrahim, ahli keuangan itu, tentu kecewa pada mentornya. Lantas membangun partai oposisi. Tapi tidak pernah menang. Anwar keluar masuk penjara. Akhirnya partai itu dipimpin Wan Azizah, istri Anwar. Dan putrinya: Nurul Azizah.

Anwar tidak pernah bisa menggoyahkan dominasi Barisan Nasional. Sampailah Mahathir memutuskan tidak mau lagi berkuasa.

Ternyata Mahathir sangat tidak puas dengan perdana menteri yang menggantikannya: Abdullah Badawi. Terlalu kalem. Dan lemah. Dan kurus. Begitu pula kesan saya. Saat bertemu Abdullah Badawi di Kuala Lumpur. Di kantor perdana menteri waktu itu.

Pemilu berikutnya Mahathir bergerak di balik layar. Badawi tidak akan bisa membuat Malaysia maju. Mahathir memang masih menjadi orang kuat. Ia dukung Najib Razak untuk menggantikan Abdullah Badawi. Sukses. Jadilah Najib perdana menteri. Atas dukungan Mahathir.

Tapi Mahathir melihat Najib terlalu mementingkan dirinya sendiri. Dan tidak bisa mengontrol isterinya. Yang konon juga jadi dalang atas kematian gadis cantik --cantiiiiiiik sekaliiiii-- Mongolia. Yang hangus bersama mobilnya. Di Kuala Lumpur. Tanpa diusut tuntas penyebabnya. Sampai sekarang.

Tahun 2016 Mahathir sangat malu. Atas terbongkarnya mega korupsi di 1MDB. Perusahaan negara yang didirikan Najib. Ia keluar dari partai UMNO yang dibesarkannya. Berarti keluar juga dari koalisi Barisan Nasional.

Mahathir berhasil ‘wawuh’ dengan Anwar Ibrahim. Yang pernah ia pecat dulu. Yang ia penjarakan dulu. Untuk bersama-sama melawan Najib Razak, bekas kadernya. Melalui koalisi Pakatan Harapan. Sukses. Menciptakan tsunami politik di Malaysia: 9 Mei 2018.

Waktu mengumumkan kemenangan itu Mahathir minta istri Anwar yang tampil. Memberi muka. Dan niat baik. Mahathir juga langsung bikin statemen: akan segera mengampuni Anwar. Begitu ia jadi perdana menteri. Agar Anwar bisa segera keluar penjara.

Bahkan Mahathir juga mengatakan ini: dengan pengampunan itu Anwar bisa menjadi perdana menteri. Tapi Anwar harus menjadi anggota DPR atau DPD dulu. Di Malaysia, ikut Inggris, untuk menjadi perdana menteri harus anggota DPR/DPD.

Untuk sementara istri Anwar-lah yang akan tampil di pusat pemerintahan. Sebagai Wakil Perdana Menteri. Jabatan suaminya dulu. Berarti pasangan ini akan menjadi sama-sama pernah menjabat wakilnya Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

Bagaimana nasib Najib Razak selanjutnya?

Semula ada rumor ia akan mendekritkan keadaan darurat. Spekulasi ini muncul pada pukul 22.00 malam itu. Kok perhitungan suara mulai seret. Bahkan berhenti. Tapi suara rakyat terlalu besar ke oposisi. Tidak bisa lagi ditukangi.

Lalu ada rumor lagi: ia akan mencari jet. Bersama dia, she, isterinya itu. Terbang entah ke mana.

Malam itu semua wartawan ngumpul di markas besar BN. Ingin tahu sikap Najib. Tapi yang ditunggu tidak kunjung muncul. Wartawan pindah memenuhi lingkungan rumah Najib. Juga tidak menampakkan diri.

Tapi Najib tidak ke mana-mana. Siang kemarin ia bikin pernyataan. Masih belum mau mengakui kekalahannya. Tapi ia berkata menghormati keinginan rakyat.

Maksudnya: rakyat sebagian besar ternyata masih memilih BN. Tidak ada satu partai pun yang suaranya lebih besar dari BN. Pakatan Harapan itu, katanya, bukan koalisi resmi. Secara hukum tidak legal.

Maka Najib menyerahkan putusan kepada Yang Dipertuan Agung: siapa yang hendak dilantik jadi PM. Begitulah hukum di Malaysia. Kalau tidak ada partai pemenang mayoritas, putusan diserahkan pada raja. Biasanya raja melantik ketua partai yang memperoleh suara terbesar. Itu... hahaha... berarti Najib.

Raja terpengaruh. Atau ingin hati-hati. Sore itu mestinya raja sudah melantik Mahathir. Apalagi Mahathir sudah ke istana. Disertai istri Anwar Ibrahim. Sebagai Ketua Partai Keadilan. Tampak juga Tan Kok Wai beserta Lim Guan Eng. Ketua dan Sekjen Partai Aksi Demokrasi. Ada Mahyuddin Yassin. Ketua Partai Pribumi Bersatu. Empat partai dalam koalisi Pakatan Rakyat sudah di istana.

Ternyata mereka bukan menghadiri pelantikan. Medsos mulai gegap-gempita. Menuduh raja terpengaruh Najib.

Para pimpinan partai itu lantas menyerahkan pernyataan: mendukung Mahathir jadi perdana menteri. Seorang pengacara terkemuka angkat suara. Pelantikan Mahathir tidak ada hubungannya dengan perolehan suara partai. Begitu mayoritas anggota parlemen menyetujuinya bereslah itu barang. Begitulah konstitusi Malaysia.

Pukul 19:00, istana mengeluarkan pernyataan. Pelantikan Mahathir dilakukan pukul 21.30. Raja tidak ingin menundanya. Hanya ingin prosedurnya benar.

Saya begitu kagum dengan Mahathir: bagaimana bisa umur 92 tahun begitu energetik. Lihat betapa lelahnya minggu-minggu terakhir. Terutama dua hari belakangan. Dan lihatlah waktu pukul 03:00 dini hari masih harus mengadakan konferensi pers: betapa sehatnya ia. Betapa runtut tutur katanya. Betapa jernih pikirannya.

Dan betapa cerdiknya: langsung ia liburkan hari Kamis dan Jumat. Berarti sampai Minggu. Bank tidak bisa bergerak. Lalu-lintas uang terhenti. Yang mau eksodus kecele. Yang mau ramai-ramai transfer ke luar negeri gigit jari. Mahathir punya waktu empat hari untuk ambil langkah strategis.

Betapa lelahnya. Untuk manusia berumur 92 tahun. Saya mau. Berumur 92 tahun dalam keadaan kesehatan seperti itu. (*)
Redaksi sukabumiNews

Aksi Bela Palestina Merupakan Amanat Konstitusi


sukabumiNews.net, JAKARTA- Aksi Bebaskan Baitul Maqdis dari zionis Israel, yang digelar oleh umat Islam Indonesia di Monas, Jakarta, Jumat (11/5), merupakan amanat konstitusi.

“Atas nama rakyat Indonesia, kami menjalankan amanat dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 bahwa penjajahan di atas muka bumi harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” kata anggota Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama, Bachtiar Nasir, dalam aksi itu.

Aksi diselenggarakan sebagai bentuk protes atas pemindahan ibu kota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem yang selama ini menjadi ibu kota Palestina. Pemindahan ibu kota itu didukung oleh AS dan Presiden AS Donald Trump memindahkan Kedubes AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pemindahan ibu kota itu juga diprotes dalam Resolusi Majelis Umum PBB. Pemindahan ibu kota itu juga berdampak pada konflik baru antara Palestina dan Israel yang banyak menelan korban jiwa dan luka-luka dari rakyat Palestina.

Pemerintah Amerika Serikat akan meresmikan pembukaan Kedubes AS di Yerusalem atau di Al Quds Asysyarif pada 14 Mei 2018, di mana Baitul Maqdis yang merupakan tempat suci bagi umat Islam berada.

Bachtiar Nasir menambahkan bahwa atas nama rakyat Indonesia, menuntut Trump untuk tidak semena-mena, untuk memperhatikan rasa keadilan dunia, dan untuk menjaga perdamaian dunia.

Keputusan pemindahan ibu kota dan Kedubes AS itu, katanya, telah menistakan umat Islam karena merupakan bentuk pengakuan Israel yang telah menjajah Palestina selama lebih dari 70 tahun dengan membunuh dan mengusir jutaan rakyat Palestina dari Tanah Air mereka sejak perang 1948 hingga sekarang.

Dia menegaskan aksi tersebut merupakan upaya meneruskan perjuangan para pemimpin bangsa yang pada Konferensi Asia Afrik 1955 di Bandung yang menyatakan pembebasan Palestina dari penjajahan.

“Kami menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia agar bersungguh-sungguh memperjuangkan amanat Undang Undang Dasar 1945 dan meneruskan perjuangan para pemimpin di Konferensi Asia Afrika,” katanya.

Kegiatan aksi itu diawali dengan Shalat Subuh berjamaah di dua tempat, yakni di Masjid Istiqlal dan lapangan Monas.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan Al Quran oleh 1.000 penghafal Al Quran.

Dia menjelaskan bahwa kehadiran lebih dari 1.000 penghafal Al Quran di kegiatan aksi tersebut yang membaca Surat Al Isra dan Al Kahfi diharapkan dapat memperkuat semangat perjuangan Umat Islam di Indonesia dalam membela Palestina, khusunya membebaskan Baitul Maqdis dari penjajahan Israel.

“Surat Al Kahfi disunnahkan untuk dibaca pada hari Jumat, sedangkan Surat Al Isra dibacakan untuk menyemangati perjuangan kita,” kata Bachtiar, seraya menambahkan bahwa penghafal Al Quran tersebut merupakan para juara pembacaan dan penghafal Al Quran di tingkat intenasional.

Dia menegaskan bahwa aksi pembebasan Baitul Maqdis diperkirakan diikuti oleh satu juta uma Muslim dan terlepas dari agenda politik apa pun, baik yang berkaitan dengan pilkada, pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden.

“Tidak ada atribut partai politik dalam aksi ini. Yang ada hanyalah bendera Merah Putih dan bendera Palestina,” kata Bachtiar.

Selain di Monas, sejumlah peserta aksi akan mendatangi Kedutaan Besar AS di Jalan Medan Merdeka Selatan yang berada tepat di seberang Monas guna menyampaikan tuntutan dan kecaman umat Islam atas rencana pembukaan Kedubes mereka di Al Quds Asysyarif.

Aksi Bela Baitul Maqdis di Jakarta akan ditutup setelah Salat Jumat yang digelar di Monas. (Red*)

Sumber: Abadikini
Redaksi sukabumiNews

Partainya Tak Lolos, Rhoma Irama dan Kader Partainya Gabung Ke PAN

sukabumiNews.net, JAKARTA – Ketua Umum Partai Islam Damai Aman (Idaman) Rhoma Irama dan para kadernya resmi bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Hal itu diketahui dari foto yang diunggah politisi PAN Viva Yoga Mauladi di akun Instagram miliknya.

“Selamat datang Bang Haji Rhoma Irama, Ketum Partai Idaman, untuk bergabung di PAN. Semoga bersinergi dalam perjuangan politik, memberi manfaat untuk kejayaan NKRI,” tulis Viva di Instagramnya.

Saat dikonfirmasi perihal ini, Viva Yoga membenarkan bahwa Rhoma Irama beserta para kader Partai Idaman telah bergabung ke partai pimpinan Zulkifli Hasan ini.

Sementara itu, kader Partai Idaman akan melakukan deklarasi dalam waktu dekat ini.

“Jadi PAN bergembira bahwa Partai Idaman bersama-sama dengan PAN untuk melakukan perjuangan politik di Pemilu 2019,” kata Viva saat dihubungi, Jumat (11/5/2018).

Kemudian, kata dia, sejumlah kader Partai Idaman yang bergabung itu akan menjadi calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI, DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota. Lebih lanjut dia mengatakan, Rhoma Irama bersama kader Partai Idaman nantinya akam berkeliling Indonesia bersama PAN.

“Pengurus Partai Idaman di 34 provinsi seluruh Indonesia akan hadir juga,” tandasnya.

Artikel ini telah tayang di abadikini.com dengan judul ‘Partainya Tak Lolos Pemilu, Rhoma Irama Dan Kader Partai Idaman Bergerombol Gabung Ke PAN’.

Editor: Red*
Loading...
loading...
close