Breaking
loading...
Showing posts with label zona-jihad. Show all posts
Showing posts with label zona-jihad. Show all posts

Monday, May 27, 2019

Redaksi sukabumiNews

Turki Pasok Kelompok Pejuang Oposisi di Baratlaut Suriah dengan Senjata Canggih

Foto dok: Reuters.
-- 
sukabumiNews, IDLIB, SURIAH – Turki telah melengkapi beberapa kelompok pejuang oposisi dengan senjata canggih untuk membantu mereka mencegah kemajuan Tentara Arab Suriah (SAA) di wilayah barat laut Suriah, kata pejabat senior oposisi dan sumber pemberontak kepada kantor berita Reuters, Sabtu (24/5/2019).

Tentara Suriah melancarkan serangan udara dan darat skala besar ketika berusaha untuk mendapatkan kendali atas bentangan besar terakhir wilayah yang dikuasai oposisi di barat laut negara itu bulan lalu.

Ini telah menjadi eskalasi terbesar sejak musim panas lalu antara militer Suriah dan pejuang oposisi di provinsi Idlib dan sabuk wilayah di sekitarnya.

Menanggapi aksi militer ini, Ankara meningkatkan pasokan dalam beberapa hari terakhir setelah Turki dan Rusia gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri pertempuran di Idlib dan Hama.

Kedua negara mengadakan pertemuan bulan lalu, di mana Presiden Turki Erdogan, di pihaknya, mengatakan Rusia dan Turki dapat "mengubah nasib seluruh kawasan" bersama-sama.

Setelah itu, Angkatan Darat Rusia pada hari Ahad menyatakan bahwa Tentara Suriah telah menghentikan tembakannya "secara sepihak" di barat laut Suriah, tetapi Turki membantahnya, mengatakan di situs web Kementerian Pertahanannya bahwa pasukan pemerintah Suriah melanggar perjanjian gencatan senjata yang dicapai dengan Rusia untuk Idlib September lalu.

Ahad malam, konvoi militer Turki tiba di sebuah pangkalan di Hama utara dekat Jabal al-Zawiya yang dikuasai oposisi, tempat jet Rusia dan Suriah melakukan bombardir selama berminggu-minggu, kata seorang pejuang oposisi dan seorang saksi mata.

Pengiriman puluhan kendaraan lapis baja, peluncur roket Grad, dan rudal anti-tank membantu mengurangi beberapa keuntungan Tentara Suriah dan merebut kembali kota Kafr Naboudeh yang strategis, kata seorang tokoh oposisi senior, Sabtu.

Rudal TOW telah menjadi senjata paling ampuh dalam gudang kelompok oposisi yang memerangi militer Suriah sejak kedatangan mereka pada tahun 2014.

Sumber intelijen Barat mengklaim Washington telah memberikan "lampu hijau" kepada oposisi yang didukung Turki untuk menggunakan rudal TOW, yang telah disimpan dalam kampanye terbaru.

Seorang juru bicara Front Pembebasan Nasional (NLF) yang didukung Turki, Kapten Naji Mustafa, tidak mengkonfirmasi atau menyangkal pasokan baru oleh Turki, mengatakan oposisi telah lama memiliki gudang senjata besar-besaran mulai dari kendaraan anti-tank hingga kendaraan lapis baja "bersama bahan dan dukungan logistik lainnya oleh saudara-saudara Turki kami.” [Red*/Voa-Isalam]

Monday, April 8, 2019

Redaksi sukabumiNews

Lagi, Belasan Sipil di Idlib Tewas dalam Serangan Rezim Asad

sukabumiNews, IDLIB – Sebelas warga sipil tewas dan 40 lainnya luka-luka dalam serangan roket oleh pasukan rezim Nushairiyah pimpinan Bashar Asad dan milisi Syiah yang didukung Iran di provinsi Idlib, menurut pernyataan White Helmets.

Serangan itu menargetkan kota Maaret Al-Nu’man, Saraqib dan Kafranbel serta desa-desa Maaret Horma, Tal Mannas dan Al-Nayrab, ujar sumber seperti dilansir Anadolu, Ahad (7/4/2019)

Serangan juga dilaporkan terjadi di kota Kafr Zita, Al Hwaiz, Hawija, Al-Sharia, dan Qalaat Al-Madiq yang terletak di dataran Al-Ghab di provinsi Hama.

Laporan awal mengatakan korban tewas berjumlah 3 orang.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan mitranya dari Rusia Vladimir Putin sepakat pada September lalu untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi akan sangat dilarang. Namun kesepakatan tersebut seperti tidak berarti karena serangan selalu terjadi dan warga sipil yang paling dirugikan.


Sumber: arrahmah.com

Thursday, February 21, 2019

Redaksi sukabumiNews

SDF Dukungan Amerika Serahkan Ratusan Petempur ISIS ke Irak

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat menyerahkan lebih dari 150 petempur Irak dan asing ISIS kepada Irak, Kamis (21/2).
[Pejuang perempuan Iran-Kurdi memegang senjata mereka saat pertempuran melawan kelompok ISIS di Bashiqa, dekat Mosul, Irak, 3 November 2016. (Foto: REUTERS/Ahmed Jadallah)].
sukabumiNews, BAGHDAD -- Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat menyerahkan lebih dari 150 petempur Irak dan asing ISIS kepada Irak, Kamis (21/2).

Penyerahan tersebut merupakan yang pertama, kata dua sumber militer Irak kepada Reuters, berdasarkan perjanjian yang ditengahi untuk menyerahkan sebanyak 502 anggota ISIS.

"Mayoritas petempur adalah warga Irak," kata kolonel militer yang unitnya ditempatkan di perbatasan Suriah. "Tetapi kami juga menawan petempur asing, yang jumlahnya sedikit."

Ahmed al-Mahallawi, Wali Kota Al Qaim, yang terletak di perbatasan Irak, mengatakan beberapa keluarga anggota ISIS juga diserahkan.

"Pagi dini hari, 10 truk yang membawa para anggota Daesh (ISIS, red) beserta keluarga mereka diserahkan oleh pasukan SDF kepada militer Irak," kata dia.

"Mayoritas para petempur (ISIS) adalah warga Irak dan konvoi tersebut mendapat pengawalan ketat menuju markas militer Jazeera dan Badiya." Basis keduanya terletak di Provinsi Anbar.

SDF dan koalisi dukungan AS tidak dapat dihubungi segera untuk dimintai komentar.

Berita penyerahan para anggota ISIS datang saat pasukan dukungan AS tengah bersiap melancarkan serangan ke wilayah kantong terakhir kelompok ekstremis itu di Suriah timur.

Menurut sumber SDF, Warga sipil diperkirakan akan dievakuasi terakhir kalinya pada Kamis, untuk membersihkan jalan serangan tersebut..

Menurut kelompok itu, sekitar 800 warga asing pegaris keras yang bergabung dengan ISIS, termasuk banyak warga Irak, ditahan oleh SDF di Suriah. Lebih dari 2.000 anggota keluarga juga berada di dalam kamp sementara puluhan lainnya berdatangan setiap hari.

Nasib mereka menjadi semakin tertekan dalam beberapa hari terakhir saat pejuang dukungan AS merencanakan serangan untuk merebut peninggalan terakhir kekhalifahan, yang digaungkan kelompok tersebut.

Pada Selasa, Perdana Menteri Irak, Adel Abdul Mahdi, mengatakan Irak secara hati-hati memantau situasi di perbatasan Suriah di tengah kekhawatiran bahwa para anggota ISIS yang tersisa dapat mengalir melintasi perbatasan.

Kelompok garis keras tersebut masih menjadi ancaman di Irak. Beberapa pejabat negara-negara Barat meyakini bahwa pentolan kelompok ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, kemungkinan masih bersembunyi di negara itu.


Sumber : Reuters/Antara

Sunday, November 25, 2018

Redaksi sukabumiNews

Rouhani Sebut Israel Negara Palsu Buatan Barat

Iran dukung Hizbullah dan Hamas melawan Israel.
Teheran, SUKABUMINEWS.net – Presiden Iran Hassan Rouhani menyebut Israel sebagai rezim palsu yang didirikan oleh negara-negara Barat. Menurutnya, Israel ibarat 'tumor kanker' yang ada di Timur Tengah yang memajukan agenda Barat.

Rouhani sering mengutuk Israel dan memprediksi kehancurannya, tetapi ia jarang menggunakan retorika semacam itu. "Salah satu hasil yang tidak menyenangkan dari Perang Dunia II adalah pembentukan 'tumor kanker' di wilayah ini," ujar Rouhani dalam Islamic Unity Conference, Sabtu (24/11), dikutip Aljazirah.

Ia menegaskan, Iran akan terus mendukung kelompok-kelompok seperti Hizbullah dan Hamas yang berjanji untuk melawan pendudukan Israel di wilayah Palestina. Iran telah memperingatkan akan menyerang sasaran AS dan Israel, setelah penasihat keamanan Presiden AS Donald Trump mengatakan AS akan memberikan tekanan maksimum pada Teheran melalui sanksi ekonomi.

Rouhani mengatakan, AS telah memupuk hubungan dekat dengan negara-negara Muslim di Timur Tengah untuk melindungi Israel. Pernyataannya itu diduga ditujukan untuk saingan regionalnya yaitu Arab Saudi beserta sekutu-sekutunya.

"Kami memiliki pilihan untuk menggelar karpet merah untuk para penjahat, atau untuk melawan ketidakadilan dan tetap setia kepada Nabi kami, Alquran kami, dan Islam kami," kata Rouhani.

Sebelumnya pada November lalu, AS memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran, yang mempengaruhi ekspor energi dan industri perbankannya. Arab Saudi telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran hampir tiga tahun lalu setelah para pengunjuk rasa Iran menyerang kedutaan besarnya di Iran sebagai tanggapan atas eksekusi pemimpin Muslim Syiah terkemuka, Nimr al-Nimr.

Meski demikian, Rouhani menyatakan Iran siap membela Arab Saudi dari isu terorisme. "Kami menganggap Anda sebagai saudara kami. Kami menganggap orang-orang Makkah dan Madinah saudara-saudara kami," ungkapnya. (ROL).

Monday, October 29, 2018

Redaksi sukabumiNews

Serangan Udara Israel Tewaskan 3 Bocah Palestina di Perbatasan Gaza

Gambar Ilustrasi
[Gambar Ilustrasi]
Gaza City, SUKABUMINEWS.net - Serangan udara militer Israel di dekat perbatasan Gaza menewaskan tiga warga Palestina. Ketiga korban tewas diketahui masih anak-anak.

"Kru ambulans mengangkut jenazah tiga anak-anak berusia antara 12 dan 14 tahun dari lokasi serangan udara Israel di wilayah timur Gaza bagian selatan," sebut juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf al-Qidra, seperti dilansir kantor berita Anadolu Agency, Senin (29/10/2018).

Disebutkan Al-Qidra bahwa ketiga jenazah anak-anak itu dibawa ke Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah yang terletak di Gaza bagian tengah.

Dalam pernyataan terpisah, militer Israel mengonfirmasi insiden ini. "Anak-anak itu berusaha merusak pagar keamanan dan tampak memasang sebuah bahan peledak," sebut militer Israel dalam penyataannya.

"Sebagai respons, sebuah pesawat IDF (Pasukan Pertahanan Israel) melepas tembakan ke arah mereka," imbuh pernyataan militer Israel seperti dilansir AFP, dikutip sukabumiNews dari detiknews.

Insiden ini terjadi saat ketegangan tinggi menyelimuti perbatasan Gaza dan Israel akibat unjuk rasa yang digelar warga Palestina di perbatasan.

Selama tujuh bulan terakhir, warga Palestina di Gaza melakukan serangkaian unjuk rasa secara rutin di sepanjang perbatasan Gaza-Israel. Unjuk rasa ini menuntut kembalinya hak-hak warga Palestina yang terusir dari tanah-tanah mereka yang dicaplok dan diduduki Israel sejak tahun 1948.

Aksi unjuk rasa ini juga menuntut diakhirinya blokade Jalur Gaza selama 12 tahun terakhir, yang mempersulit perekonomian Gaza dan membatasi kebutuhan pokok dua juta warganya.

Lebih dari 200 warga Palestina dilaporkan tewas sejak aksi unjuk rasa rutin digelar pada 30 Maret lalu dan tak jarang berujung bentrokan sengit. Ribuan orang lainnya mengalami luka-luka dalam insiden yang sama. Korban tewas dari Israel sejauh ini baru satu tentara. (*)

Monday, September 3, 2018

Redaksi sukabumiNews

Jalur Gaza Terancam Kehabisan Energi

[Foto: Anak di Jalur Gaza di antara reruntuhan puing akibat serangan militer Israel].
Program bahan bakar darurat bantuan PBB kehabisan dana.

GAZA, SUKABUMINEWS.net - Juru Bicara PBB menyatakan krisis energi yang berlangsung di Jalur Gaza terancam bertambah buruk. Hal itu setelah Program Bahan Bakar Darurat Bantuan PBB kehabisan dana.

"Hari ini, koordinator kemanusiaan (Koordinator Residen PBB dan Koordinator Kemanusiaan bagi Wilayah Pendudukan Palestina), Jamie McGoldrick, menulis surat kepada masyarakat donor untuk memberitahu bahwa Program Bahan Bakar Darurat Bantuan PBB, yang menyediakan bahan bakar penyelamat nyawa untuk mengoperasikan generator cadangan yang sudah siap di pusat kesehatan penting, instalasi air, dan kebersihan telah kehabisan dana," kata Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Stephane Dujarric.

Menurut dia, jika dana segar tidak segera mereka terima, maka layanan di Jalur Gaza bisa berhenti. Padahal, program energi tersebut digunakan untuk mendukung pelayanan di rumah sakit, klinik, pengolahan limbah, instalasi air, hingga kebersiah.

"Jika dana baru tidak segera diterima, kami akan menghadapi potensi bencana kemacetan dalam pengiriman layanan, sedangkan layanan yang diberikan di rumah sakit, klinik, serta pengolahan limbah, instalasi air dan kebersihan akan berhenti," kata Dujarric, yang mengutip McGoldrick, sebagaimana dikutip Xinhua.

Berdasarkan defisit listrik saat ini di Jalur Gaza, setidaknya 4,5 juta dolar AS diperlukan untuk memungkinkan pengiriman sebanyak 1,4 juta liter bahan bakar darurat per bulan. Dana itu dibutuhkan guna melanjutkan layanan itu sampai akhir tahun ini. Saat ini, krisis energi di Jalur Gaza menyebabkan pemadaman listrik sampai 20 jam per hari. (ROL)

Sumber : Antara

Wednesday, June 6, 2018

Redaksi sukabumiNews

Kisah Haru Saat Ifthar Dibagikan Kepada Pasien Rumah Sakit Gaza


sukabumiNews.net, GAZA - Ada cerita haru saat mitra ACT membagikan santapan berbuka puasa gratis kepada pasien rumah sakit di Gaza. Pasien yang sebagian besar merupakan korban dari kedzaliman serdadu zionis Israel.

Menjelang waktu berbuka, ratusan kotak hidangan berbuka telah siap untuk dibagikan kepada para pasien rumah sakit. Ifthar tersebut langsung diberikan kepada para pasien yang telah menunggu-nunggu bantuan terbaik dari saudaranya, bangsa Indonesia.

Setelah ifthar dibagikan, banyak dari mereka yang memanggil keluarganya datang ke rumah sakit untuk berbuka bersama, karena tidak adanya makanan untuk berbuka puasa untuk keluarga mereka di rumah.

Bayangkan, 1 porsi makanan tersebut mereka bagikan ke beberapa anggota keluarganya, karena mereka tidak sampai hati untuk menyantap makanan tersebut sendiri dan membiarkan keluarganya di rumah berbuka puasa hanya dengan segelas air putih. Padahal, nyatanya mereka sendiri sedang dalam keadaan sakit.

Tidak sedikit dari mereka yang menanyakan apakah besok akan ada lagi pembagian makanan untuk ifthar. Karena, jika tidak ada, mereka akan membagi dan menyimpan makanan itu agar bisa dimakan besok.

“Sahabat, sudahkah kita mensyukuri santapan berbuka puasa kita dan keluarga kita, jelang penghujung Ramadhan tahun ini?” Sapa ACT yang ditulis pada akun facebooknya, Aksi Cepat Tanggap, Rabu (6/5/2018) (*)

----------------
Beri Kepedulian Terbaik Anda untuk Perjuangan Palestina via:
https://kitabisa.com/helppalestine

Atau donasi langsung ke rekening:
BNI Syariah 66 0000 4001
a.n. Aksi Cepat Tanggap
----------------

#LetsSavePalestine
#BeriPalestinaRamadhanTerbaik





Wednesday, April 18, 2018

Redaksi sukabumiNews

Sekitar 18 Orang Pejuang Al-Qaeda Bebas dari Tahanan Houtsi

sukabumiNews.net, ADEN  – Sekitar 18 pejuang Al-Qaeda Semenanjung Arab (AQAP) telah dibebaskan oleh teroris Syiah Houtsi dalam sebuah kesepakatan antara kedua kelompok, Aden Tomorrow melaporkan pada Selasa (17/4/2018).

Berita mengenai pembebasan belasan pejuang Al-Qaeda ini masih simpang siur dan belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh AQAP yang kami dapatkan.

Seperti dikutip dari Arrahmah.com, Selasa (17/4) Sebuah pernyataan yang dipublikasikan jaringan sumber AQAP mengatakan 18 tawanan di Al-Bayda menyerang penjaga penjara dan melarikan diri tanpa ada keterlibatan Houtsi (kesepakatan-red).

Sementara itu, seorang jurnalis yang berbasis di Sana’a mengklaim bahwa para pejuang berhasil melarikan diri setelah serangan udara koalisi pimpinan Saudi.

“Ada serangan udara koalisi pimpinan Saudi di Al-Bayda dan beberapa pejuang Al-Qaeda terbunuh serta terluka, banyak yang melarikan diri,” klaim Hussain Al-Bukhaithi kepada MEMO.

“Saudi telah menargetkan banyak penjara sejak awal perang.”

Di masa lalu, ada spekulasi bahwa Houtsi dan Al-Qaeda telah bekerjasama beberapa kali di Al-Bayda dan wilayah lain di Yaman.

Tetapi hampir setahun lalu, Qasim Al-Rami, komandan AQAP mengklarifikasi bahwa Al-Qaeda bersama faksi-faksi lain memerangi teroris Syiah Houtsi di Yaman. [*]

Artikel ini telah tayang di Arrahmah.com dengan judul “18 pejuang Al-Qaeda bebas dari tahanan Houtsi"

Wednesday, March 28, 2018

Redaksi sukabumiNews

Brigade Izzuddin al-Qassam Gelar Latihan Militer Besar-Besaran di Jalur Gaza

sukabumiNews.net, GAZA – Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap bersenjata organisasi perlawanan Palestina, Hamas, pada hari Ahad (25/03) meluncurkan latihan militer di wilayah Jalur Gaza.

Ratusan anggota Brigade Al-Qassam dikerahkan di seluruh wilayah Palestina, demikian menurut koresponden Anadolu di Gaza.

Tidak ada rincian lebih lanjut tentang sifat latihan militer Brigade Izzuddin al-Qassam ini.

“Latihan telah direncanakan sebelumnya,” jelas Hamas dalam pernyataan pada hari Sabtu (24/03), tanpa memberikan rincian apapun.

Seperti dikutip sukabumiNews dari panjimas.com, Rabu (28/3), dikabarkan bahwa pelatihan militer itu dilakukan hanya selang satu hari setelah pesawat tempur Israel menyerang posisi Hamas di Jalur Gaza bagian Selatan, serangan Israel itu tidak  menimbulkan korban jiwa.

Strategi Perang Terowongan Mujahidin Al Qassam

Awal Februari tahun 2016 lalu, berdasarkan pantauan Panjimas, seorang kolumnis Al Jazeera, Dr. Adnan Abu Amer mengungkap sebuah analisa mengejutkan terkait dengan perkembangan terbaru strategi mujahidin Brigade Al Qassam melawan pasukan zionis Israel, dalam sebuah artikelnya “Gaza’s Tunnels: The Future Battlefield”.

Dalam analisanya, Dr. Adnan Abu Amer menyebutkan bahwa ‘Tunnel War’ adalah   perang masa depan di Gaza, karena perang dengan metode penggalian terowongan   bawah tanah merupakan salah satu metode militer yang paling penting dan berbahaya dalam perlawanan menghadapi tentara Israel.

Selain menjadi momok menakutkan bagi tentara Israel, strategi perang menggunakan terowongan bawah tanah ini juga menghantui para pemukim illegal Yahudi.

“Metode penggalian terowongan bawah tanah juga merupakan strategi andalan dari Mujahidin Brigade Al Qassam”, pungkasnya. Lebih lanjut Dr. Adnan melanjutkan bahwa Tunnel War merupakan ancaman krisis besar bagi institusi militer Israel.

Menyoal berbahayanya metode ‘Tunnel War’, Mantan sejarawan militer dan   mantan Kepala Dewan Keamanan Nasional, Shaul Shay, mengatakan  bahwa “Cepat atau lambat, metode terowongan bawah tanah akan menjadi masalah utama yang dihadapi oleh tentara Israel berdasarkan pengalaman sejarah.”

Sejarawan militer ini mencontohkan kegagalan pasukan Amerika di Vietnam untuk   menghadapi tantangan dari terowongan-terowongan yang digunakan oleh tentara Vietkong di Vietnam selatan.

Ketakutan dan ancaman krisis besar militer ini ditunjukkan dengan adanya   kerjasama penelitian militer terbaru oleh Israel dan Amerika Serikat, tentang proyek identifikasi terowongan bawah tanah di Gaza.

Seperti diberitakan Panjimas sebelumnya Director of Political-Military Affairs (Direktur Hubungan Politik dan Militer) di Kementerian Pertahanan Israel, Amos Gilad mengungkapkan hari selasa (02/02/2016) bahwa Amerika Serikat telah memberikan kontribusi bantuan dana lebih dari $ 100 juta dollar untuk sebuah teknologi proyek penelitian bersama AS-Israel yangnbertujuan mengidentifikasi dan menemukan lokasi terowongan bawah tanah di perbatasan Jalur Gaza.

Mengutip Israel Channel 10, yang sebelumnya menunjukkan hasil interview-nya pada hari Sabtu (30/01/2016) terkait dengan strategi mujahidin Al Qassam yang bahkan menghantui para pemukim illegal Yahudi, dimana mereka sangat khawatir dan cemas ketika mendengar ada suara-suara penggalian di bawah rumah-rumah mereka dijalur Gaza.

Roni Daniel, Koresponden militer untuk Israel TV Channel 2, mengatakan “Tampaknya kita (Israel) telah kalah dalam perang kecerdasan melawan Hamas”. “Dia bahkan menuduh analis militer Israel menjadi sangat lamban dan terlalu   terlambat dalam mencari solusi teknologi dan solusi lapangan untuk masalah   tunnel war”, ujarnya.

Metode ‘Tunnel War’’ memainkan peran paling penting dalam melelahkan tentara   Israel dan menimbulkan kerugian besar nyawa dan peralatan militer dengan cara   serangan yang mengejutkan pasukan elit dan menyebabkan mereka kalah dan   putus asa dalam beberapa area seperti : Al-Tufah, Al-Shujaiyeh, bagian timur Khan Yunis, Rafah dan Beit Hanoun.

Pasukan Israel juga menderita di belakang garis musuh dalam operasi khusus yang   dieksekusi oleh pasukan perlawanan mujahidin Al-Qassam melalui terowongan menengah yang diarahkan pada sasaran militer di permukiman dan daerah dekat   dengan Jalur Gaza. Operasi ini mengakibatkan banyak kematian dan cedera serius bagi banyak tentara Israel. Red*

Sumber: Panjimas

Wednesday, February 7, 2018

Redaksi sukabumiNews

Saat Mujahid Meleset Sasaran, Ini yang Diucapkan!

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dans alam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Jihad menuntut kesungguhan dan usaha maksimal dalam membela agama Allah. Persenjataan disempurnakan sesuai kebutuhan dan dan perkembangan zaman. Strategi dan skill (kemampuan) berperang harus ditingkatkan secara maksimal dengan latihan-latihan. Semua ini untuk menyempurnakan usaha dan sebab kemenangan dalam memerangi musuh-musuh Islam.

Secanggih persenjataan dan terlatihnya pasukan tidak boleh membuat sombong dan lupa akan kuasa Allah yang mutlak. Isti’anah (meminta pertolongan) kepada Allah harus senantiasa dihadirkan. Bentuknya dengan menjaga ibadah, ketaatan, dzikir, dan doa secara langsung. Puncaknya dengan tawakkal kepada Allah dalam setiap usaha baik. Inilah aplikasi nyata dari,

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Kepada-Mu semata –ya Allah- kami beribadah dan kepadaMu semata kami meminta pertolongan.” (QS. Al-Fatihah: 5)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ

“Bersungguhlah menggapai apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah serta jangan melemah.” (QS. Muslim)

Menyerahkan urusan kepada Allah setelah usaha sungguh-sungguh dan isti’anah adalah tawakkal. Menyandarkan hasil kepada Dzat yang menguasai alam raya dan memegang ubun-ubun setiap hamba. Tidak ada sesuatu terjadi kecuali dengan izin-Nya. Yakin akan pertolongan dan bantuan-Nya. Semua ini akan membuat semangat berkobar dalam dada dan yakin akan kemenangan dari sisi Allah ‘Azza wa Jalla.

Jika hasil tak sesuai harapan dan perencanaan atau meleset sasaran dan bidikan tetap tak boleh melemah dan menyesali usaha seraya berucap “seandainya kulakukan ini maka tak akan seperti ini” atau kalimat serupa. Karena kata “seandainya’ akan membuat diri menyesali  usaha dan marah kepada takdir yang telah Allah tetapkan. Sikap terbaik adalah menyandarkan kejadian kepada Allah dan menghibur diri dengan keyakinan qadha’ dan qodar-Nya.

وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا، وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

“Jika kamu mendapati kegagalan janganlah berucap ‘Andai aku lakukan demikian tentu hasilnya begini dan begitu’. Tetapi ucapkanlah ‘ini adalah takdir Allah, dan apa yang Dia kehendaki Dia Perbuat’. Karena ucapan ‘seandainya’ akan membuka pintu syetan.” (HR. Muslim dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu)

Arti ucapan “ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ” : ini yang terjadi adalah takdir dan qadha' (ketetapan) Allah. Apa yang Allah 'Azza wa Jalla  kehendaki maka Dia lakukan, tak seorangpun yang bisa melarang dan menahan-Nya dari melakukan keinginan-Nya dalam kekuasaan yang Dia miliki. Maka Setiap yang Dia kehendaki pastilah Dia akan melakukannya.

إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيدُ

"Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki." (QS. Huud: 107)

Sedangkan ucapan “Seandainya” akan menyebabkan cacian, lemah semangat, marah, was-was, merana dan sedih. Bahkan akan menyesali amal jihad yang sudah dikerjakan. Semua ini termasuk dari perbuatan syetan sehingga Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam melarang membuka kesempatan pada syetan untuk menggoda hamba dengan kalimat pengandaian ini.

Namun tidak semua ucapan ‘seandainya’ itu dilarang. Imam al-Nawawi Rahimahullah, menjelaskan bahwa ucapan “seandainya’ sebagai penyesalan karena tertinggal melaksanakan ketaatan atau karena berudzur dari mengerjakannya maka tidak apa-apa. Wallahu a’lam. [PurWD/voa-islam.com]



Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Saturday, September 30, 2017

Unknown

Al-Shabaab Rebut Pangkalan Militer Somalia di Kota Barire


sukabumiNews, LOWER SHABELE, SOMALIA - Pejuang Somalia Al-Shabaab menyerang sebuah pangkalan militer di luar ibukota Mogadishu dengan menggunakan bom mobil dan senjata, menewaskan 17 tentara dan menguasai pangkalan dan sebuah kota di dekatnya, kata kelompok tersebut pada hari Jum'at (29/9/2017).

Warga dan pejabat mengkonfirmasi serangan tersebut, namun tidak memberikan rincian mengenai korban jiwa.

"Setelah sholat subuh hari ini, dua mujahidin menabrak pangkalan militer Barire dengan bom mobil jibaku. Kami membunuh 17 tentara dan membawa tujuh kendaraan teknis," kata Abdiazis Abu Musab, juru bicara militer Al-Shabaab kepada Reuters, Jum'at, merujuk pada truk pick-up yang dipasangi dengan senjata mesin berat.

"Tentara-tentara yang lain berlari kocar-kacir ke hutan, sekarang kita mengendalikan pangkalan dan desa."

Barire sekitar 50 km barat daya Mogadishu.

Al-Shabab bertujuan untuk menggulingkan pemerintah di Mogadishu yang didukung Barat dan menerapkan syariah Islam di negara tersebut.

Somalia telah berperang sejak 1991 ketika panglima perang berbasis klan menggulingkan diktator Siad Barre dan kemudian saling mengarahkan senjata mereka satu sama lain.

Kelompok terkait Al-Qaidah diusir dari ibukota pada tahun 2011, namun masih wilayah pedesaan dan sering melakukan serangan terhadap sasaran keamanan dan pemerintah. Mereka juga menargetkan pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika.

Ali Nur - wakil gubernur wilayah Lower Shabelle, di mana Barire berada - mengkonfirmasi pertempuran tersebut namun tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang berapa banyak tentara yang terbunuh.

Warga di Barire juga membenarkan serangan tersebut.

"Pertama, kami mendengar dua ledakan besar di pangkalan dan kemudian tembakan senjata berat menyusul. Sekarang sepertinya pertempuran mereda," kata Ali Farah dari desa Barire.

Serangan hari Jum'at adalah yang terbaru di Somalia yang dilanda kekerasan.

Pada hari Kamis, sebuah ledakan bom mobil di dekat pasar populer di Mogadishu menewaskan sedikitnya tujuh orang.

Tidak ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab namun sebelumnya daerah tersebut mendapatkan serangan Al-Shabaab.

Dua minggu yang lalu kelompok bersenjata Al-Shabaab menyerang sebuah pangkalan militer di sebuah kota perbatasan dengan Kenya.

Tiga minggu yang Al-Shabab juga menyerang kota pelabuhan selatan Kismayu, menewaskan setidaknya 43 orang dalam kedua insiden tersebut. (st/jp)

Sumber: Voa-islam

Saturday, September 16, 2017

Unknown

Hamzah Bin Ladin Desak Umat Islam Bergabung dalam Jihad di Suriah Melawan Tentara Salib dan Syi'ah

sukabumiNews.net, BEIRUT, LIBANON - Putra mantan pemimpin dan pendiri Al-Qaidah Syaikh Usamah Bin Ladin, Hamzah, telah mendesak umat Islam di seluruh dunia untuk bergabung dalam jihad di Suriah melawan "tentara salib" dan orang-orang  Syi'ah.

"Masalah Suriah adalah masalah seluruh komunitas Muslim di seluruh dunia," katanya dalam sebuah rekaman audio tidak bertanggal yang dirilis di jaringan jihad hari Kamis (14/9/2017).

"Agar rakyat Suriah dapat melawan tentara Salib, Syi'ah dan agresi internasional, umat Islam - semua Muslim - harus berdiri bersama mereka, mendukung mereka dan memberi mereka kemenangan," katanya.

"Kesiapan sangat penting, seperti gerakan cepat, serius dan terorganisasi, untuk mendukung orang-orang Suriah yang diberkati sebelum terlambat."

Hamzah, yang berusia pertengahan 20-an, telah menjadi aktif sebagai propaganda Al-Qaidah sejak kematian ayahnya di tangan pasukan khusus AS pada bulan Mei 2011.

Amerika Serikat menambahkan Hamza Bin Usamah Bin Ladin ke daftar hitam teroris pada bulan Januari.

Departemen Keuangan AS memperkirakan bahwa ia lahir pada tahun 1989 di kota Saudi, Jeddah. Ibunya adalah Khairiah Sabar, salah satu dari tiga istri pendiri Al-Qaidah tersebut.

Para ahli mulai memperhatikan ketenarannya dalam gerakan tersebut tahun lalu.

Departemen Luar Negeri telah menunjuknya sebagai "Teroris Global yang Ditunjuk Khusus", membekukan semua aset yang dimilikinya di wilayah-wilayah yang berada di bawah yurisdiksi AS

Dalam pesan audio yang tidak bertanggal yang dirilis pada bulan Agustus, Hamzah bin Ladin mendesak pendukungnya di Saudi untuk memberontak dan menggulingkan penguasa kerajaan.

Para ahli percaya bahwa dia bersiap untuk mengambil alih kepemimpinan Al-Qaidah dan mengeksploitasi kekalahan kelompok Islam di Suriah dan Irak untuk menyatukan gerakan jihad global di bawah panji Al-Qaidah. (voa-islam/st/AFP).

Monday, March 6, 2017

Kang Malik

Nyawa warga sipil kembali jatuh dalam serangan oleh tentara Uni Afrika di Somalia

sukabumiNews.net, SHABELLE – Dua warga sipil tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan mortir yang dilakukan oleh pasukan Uni Afrika (AMISOM) di dekat distrik Mahaday, Shabelle Tengah pada Ahad (5/3/2017).

Laporan-laporan lokal mengatakan bahwa serangan itu ditujukan untuk Asy-Syabaab yang diklaim sedang merencanakan serangan terhadap pangkalan militer AMISOM di pinggiran kota Mahaday, sekitar 100 km dari utara Mogadishu, ibukota Somalia, lansir Shabelle News.

Dilansir arrahmah, penduduk setempat mengatakan mereka mendengar ledakan besar dan mereka mengetahui bahwa sebuah mortir mendarat di kamp Asy-Syabaab dan daerah pemukiman sekitarnya yang menewaskan sedikitnya dua warga sipil tak bersenjata.

AMISOM dikatakan telah seringkali menargetkan daerah tersebut dan melancarkan serangan tanpa pandang bulu. (Red*)

Sunday, February 19, 2017

Unknown

Hizbullah Ancam Serangan Reaktor Nuklir Milik Israel

sukabumiNews.net, BEIRUT.  Pemimpin Hizbullah Libanon Hassan Nasrallah mengancam akan menyerang tangki reaktor nuklir Israel di Dimona jika perang pecah lagi di masa mendatang. Menurutnya, Hizbullah akan melindungi Libanon dari perang.

”Jika Hizbullah memiliki kekuasaan di Libanon, itu akan mencegah Israel memulai perang,” katanya dalam pidato mengenang meninggalnya pemimpin senior Hizbullah Imad Mughniyah.

Nasrallah menyerukan pembongkaran tangki amonia di Haifa di situs nuklir Dimona, Israel.

“Israel tahu bahwa kita dapat mengubah reaktor nuklir di Dimona dari ancaman kepada kita menjadi ancaman untuk Israel dengan rudal kami,” katanya.

Menurut Nasrallah, Hizbullah mampu mengubah senjata Israel menjadi ancaman bagi warga Israel sendiri.

”Jika Hizbullah menjadi lemah, Israel akan melihat ini sebagai kesempatan untuk perang,” ucapnya, seperti dikutip Jerusalem Online, Jumat (17/2/2017). ”Dukungan untuk Hizbullah di Libanon akan melindungi Libanon dari perang,” imbuh dia.

Nasrallah sebelumnya secara lantang menentang Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dia meledek Trump dengan menyebut “orang bodoh yang duduk di Gedung Putih”.


Sumber : international.sindonews.com

Sunday, February 5, 2017

Kang Malik

Saatnya Bersiap Diri Untuk Menolong 'Agama' Allah

Assalaamu'alaikum...!

Wahai ummat Islam tanah air. Mari bersiap diri untuk melawan musuh-musuh Allah dan Rasulnya termasuk musuh-musuh islam yang kini mulai nampak jelas...!

Harus kita (saudara-saudara seiman) ketahui, jika kita masih tidak memiliki giroh, panatisme terhadap Islam, siatuasi buruk yang melanda muslim Palestina, Suriah, dan muslim-muslim di negara Timur Tengah lainnya kelak akan jauh lebih dahsyat dari yang akan Insonesia rasakan.

Kenapa? Krena musuh-musuh kita sekarang ini sedang menyusun rencana besar.

15 jt kader PKI di Indonesia siap menghancurkan islam.
5 jt orang orang syiah di indonesia siap merontokan islam ahlusunnah waljamaah.

Jutaan orang2 yahudi siap habisi muslim indonesia.

Puluhan juta orang orang sekuler (sebut saja Munafiq) telah siap membantu kader PKI dan Syiah dalam aksinya.

Ratusan pejabat dan petinggi2 negara dan penegak hukum tak berdaya alias luluh lantah menghadapi uang suap milyaran dari mereka.

DANA RIBUAN TRILYUN sudah disiapkan oleh mereka untuk usir 200 jt lebih ummat islam dari bumi nusantara.

190 juta muslim indonesia belum tahu dan belum sadar bahwa negeri ini sedang dijajah bahkan hampir sdah jatuh sama mereka PKI-CINA, SYIAH, YAHUDI, SEKULER.

Tugas kita selaku Muslim Indonesia kini sangatlah berat wahai saudara-saudaraku. Sadarkan dan kasih tahu 190 jt muslim saudara2 kita yg saat ini masih asik dengan mainannya : asik dengan kerjaanya, asyik dengan TVnya. Asyik travelingnya, asyik dengan dunia nya dan menjauh dari agama.
Wassalam
_______________________________
SHARE.....
ini bukan hoak... tolong sebarkan sebanyak2nya ke saudara kita ...

Saturday, October 29, 2016

Unknown

PBNU Bolehkan Warganya Ikut Aksi Bela Al-Qur'an 4 November

sukabumiNews, JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Agil Sirad mengizinkan seluruh warga NU untuk turut serta dalam aksi nasional bela Al-Qur’an tanggal 4 November 2016 Mendatang.

“Untuk seluruh warga NU yang ingin ikut aksi tanggal 4 boleh, asal jangan memakai atribut NU dan menjaga etika,” katanya dalam konferensi pers di Kantor NU, Jakarta, Jum’at (28/10).

Ia pun mengimbau agar tetap menjaga akhlakul karimah dengan tetap menjaga ketertiban, kenyamanan lalu lintas dan dapat menjaga keamanan demi keutuhan NKRI.

Soal pelarangan pemakaian atribut NU, Said Agil menyebut itu sudah menjadi keputusan jamiyyah NU.

“PBNU melarang penggunaan simbol-simbol NU dalam aksi nanti, karena di luar kepentingan sebagaimana keputusan jamaah,” pungkasnya.

Seperti diketahui, tanggal 4 November nanti umat Islam akan melakukan aksi membela Al-Qur’an terkait kasus pelecehan agama yang dilakukan Ahok. (Red***/WA Grup)

Sunday, October 16, 2016

Kang Malik

Habib Rizieq Ciptakan Lagu “Si Ahok Durjana”

sukabumiNews, JAKARTA - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Al-Habib Muhammad Rizieq bin Husain Syihab, selain dikenal sebagai singa podium, ternyata juga memiliki jiwa seni. Hal itu diungkapkan Ustadz Awit Masyhuri dalam Aksi Bela Islam di depan Bareskrim Mabes Polri, yang terletak di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jl. Medan Merdeka Timur No. 16, Jakarta Pusat, pada Jum’at (14/10/2016).

Habib Rizieq dalam orasinya, menghibur ribuan kaum Muslimin dengan mengajak mereka melantunkan sebuah lagu yang diciptakannya sendiri berjudul “Si Ahok Durjana” sebagai bentuk perlawanan atas penistaan agama yang dilakukan Ahok.

Berikut ini lirik lagunya.

Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allah Allahu Akbar… Agama dinista Al-Qur’an dinoda Ulama dihina Si Ahok durjana Hak rakyat disita Si miskin disiksa Pegawai dipaksa Si Ahok durjana Presiden membela Aparat menjaga Walau banyak salah Si Ahok durjana Ayo kita bersatu Ganyang kepala batu Apa anda setuju Ahok harus dibunuh Sontak, umat Islam yang hadir saat itu turut menirukan lagu Habib Rizieq dengan semangat. Lagu “Si Ahok Durjana” menggema dalam Aksi Bela Islam. Berikut ini video selengkapnya. [AW]

sumber: Panjimas.com  >> Lihat Videonya :DISINI!

Thursday, October 6, 2016

Kang Malik

Lecehkan Qur’an, Jika Hukum Tak Tegak Bisa Jadi Diselesaikan Lewat Cara Adat

sukabumiNews - Video bertajuk “Ahok: Anda Dibohongi Al-Quran Surat Al-Maidah 51’ yang diunggah di situs Youtube menjadi viral di sosial media. Dalam video yang diunggah sejak 5 Oktober itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyinggung Surat Al Maidah dikaitkan dengan Pilkada DKI 2017. Umat Islam pun mengecam keras pernyataan Ahok tersebut. Sebaliknya, pendukung Ahok membela mati-matian sang cagub petahana itu. Aktivis Muhammadiyah, Mustofa Nahrawardaya mengingatkan, jika pernyataan Ahok itu tidak diproses secara hukum, dikhawatirkan akan diselesaikan “secara adat” oleh “kelompok garis keras”. “Nanti kalau gak ada yang ngurus secara hukum, khawatir saya akan diselesaikan secara adat oleh kelompok garis keras,” tegas Mustofa di akun Twitter @TofaLemon.
Mustofa juga menyatakan salut pada umat Islam yang tidak terusik dengan isu SARA yang dilontarkan Ahok itu. “88% Mayoritas Umat Islam, bahkan tak ada yg terusik dengan 0,000000000001 yang mencaci ayat sucinya. Sungguh mulia Umat Islam,” tulis @TofaLemon. Sebelumnya, di hadapan warga masyarakat Kepulauan Seribu dan sejumlah jajaran Pemprov DKI Jakarta, Ahok menyampaikan pesan bahwa warga Kepulauan Seribu jangan tidak memilihnya gara-gara surah Al Maidah ayat 51. Dalam video tersebut, Ahok mengatakan, “Bapak Ibu ndak Bisa memilih Saya. dibohongi pake surah Al-Maidah 51 dan macem-macem itu. Itu hak bapak ibu. Ya, jika Bapak Ibu perasaan tidak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya, ya enggak apa-apa?Karena inikan panggilan pribadi bapak-ibu.Program ini jalan saja. Jadi, bapak ibu tak usah merasa enggak enak dalam nuraninya enggak bisa memilih Ahok.” Terkait video pernyataan Ahok itu, Juru Bicara Timses Ahok-Djarot, Ruhut Sitompul membantah kalau Ahok menyebut Surat Al Maidah bohong. Tak perlulah memuat komentar orang yang satu ini, ga ada manfaatnya. (Eramuslim/ts/intelijen)

Monday, September 19, 2016

Kang Malik

Eksklusif: Mufti Damaskus Serukan Setop Fatwa Jihad Suriah

Banyak kepentingan ikut bermain dalam kian kompleksnya konflik di Suriah. Selain level politik dan dukungan negara-negara besar, faktor tersebarnya ‘Jihadis’ dari berbagai kelompok dari Jubhat an-Nusra hingga ISIS, yang melandasi ‘jihad’ mereka dengan fatwa-fatwa jihad Suriah yang dikeluarkan oleh sejumlah ulama, turut memeruncing konflik.

Menurut Mufti Agung Damaskus Suriah, Syekh Muhammad Adnan al-Afyouni, fatwa tersebut sama sekali tidak bisa dibenarkan. Di temui di sela-sela kunjungannya ke Indonesia beberapa waktu lalu, Syekh Adnan mengatakan,”Bagaimana bisa jihad memerangi sesama Mukmin dan Muslim dinamakan jihad?,” katanya.

Perbincangan wartawan Republika, Nashih Nashrullah, dengan tokoh Sunni terkemuka Damaskus itu, mengalir seputar berbagai isu dan problematika konflik Suriah.

Termasuk, dampak dari konflik dan berbagai upaya yang ditempuh untuk segera mengakhiri pertikaian berdarah ini. Berikut petikan wawancaranya: 
Syekh, banyak bertebaran fatwa wajib jihad di Suriah. Bagaimana menurut Anda?

Saya yakin, fatwa semacam ini salah kaprah. Bertentangan dengan ruh Islam. Fatwa jihad di Suriah yang dikeluarkan sejumlah kalangan itu, tak sejalan dengan prinsip dan kaedah jihad yang diperintahkan agama.

Islam datang untuk mempertahankan kelangsungan hidup umat manusia, bukan malah sebaliknya, yaitu membunuh mereka.

Islam hadir untuk membawa umat manusia tinggal di Surga, dan bukan neraka. Tak pernah sekalipun Islam datang untuk membunuh. Ajaran-ajaran Islam yang luhur memperlihatkan, bagaimana perempuan yang mengurung kucing divonis masuk neraka, sementara ini lebih mulia lagi, konteksnya adalah manusia.

Bagaimana dengan dampak puluhan, ratusan, hingga ribuan korban yang meninggal akibat fatwa itu? Entah anak-anak, perempuan, lansia, dan seterusnya. Islam menjaga keutuhan nyawa.

Jihad yang disyariatkan oleh Allah SWT melawan penguasa, itu hanya sebatas memastikan agar manusia bisa memeluk dan menjalankan agama dengan baik (Lihat QS al-Anfaal [8]: 39).

Lantas apakah kita akan menamakan perang yang membunuhi umat Islam sendiri itu sebagai jihad?

Mereka sama-sama bersyahadat. Ada ribuan masjid di sini, pesantren, dan madrasah. Bagaimana itu disebut jihad?

Jihad diperbolehkan bila kita umat Islam diperangi oleh musuh yang memerangi negara kita. Ini wajib hukumnya bentuk bela negara. (Lihat QS al-Hajj [22]: 39). Bagaimana bisa jihad memerangi sesama Mukmin dan Muslim dinamakan jihad?

Saya tanya anda satu pertanyaan penting. Jika kita yakin Zionis Israel telah merebut Masjid al-Aqsha dan Palestina, mengapa kita tidak alihkan jihad tersebut ke sana?

Mereka tak menembakkan satu peluru pun untuk kemerdekaan Palestina. Bagaimana mereka membolehkan jihad di Suriah, sementara mereka tidak mengeluarkan fatwa mendesaknya jihad membebaskan al-Aqsha?

Apakah agama itu ditentukan dengan standar manusia? Atau agama adalah syariat Allah yang wajib kita sikapi hati-hati. 
Mengapa menurut fatwa itu, Assad dianggap layak untuk dibunuh?

Jika kalian berpikir membunuh rezim Assad bagian dari agama, mengapa selama ini kalian tidak pernah melakukannya dan baru sekarang?

Padahal selama puluhan tahun ini Assad selalu ada. Kalian sekarang sebut Assad kafir, sementara puluhan tahun yang lalu, kalian minum dan makan bersamanya. Saya tidak habis pikir, bagaimana fatwa bisa keluar.

Ingatlah, Islam adalah agama kehidupan. Jika sesama Muslim saling bunuh, pelaku dan korban sama-sama masuk neraka. Itu jika konteksnya satu orang.

Tetapi jika dalam konteks membunuh secara kolektif, sementara ada institusi negara yang resmi, dan aktivitas berjalan normal, pendidikan, ekonomi, dan lainnya, tentu upaya mereka itu dikategorikan makar.

Coba telaah kembali kitab-kitab fikih. Jihad mempunyai syarat dan kriteria tertentu.

Ada etika dan catatan kasus. Saya minta mereka menelaah dengan benar, lalu silakan praktikkan di Suriah, apakah benar dan sesuai jihad versi mereka di Suriah dengan jihad yang dimaksudkan agama?
Sumber: ROL

Friday, May 13, 2016

Unknown

Mujahidin Suriah Berhasil Rebut Khan Tuman dan Tewaskan 17 Tentara Garda Revolusi Iran

ALEPPO, (sukabumiNews) – Sebanyak 17 tentara Syiah Iran tewas di provinsi Aleppo di wilayah Suriah utara, pada hari Ahad, (08/05/2016), demikian menurut sumber-sumber dari pihak oposisi Suriah, dilansir oleh panjimas.com dari MEMO.

Sumber tersebut mengatakan bahwa belasan anggota pasukan Garda Revolusi Iran tewas dalam sebuah serangan dari kelompok Mujahidin Suriah di kota Khan Tuman di pedesaan selatan Aleppo akibat pertempuran sengit dengan kubu oposisi faksi Mujahidin yang kemudian berhasil menguasai kot Khan Tuman dan sekitarnya.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) mengatakan pada hari Sabtu (07/05/2016) bahwa sebanyak 20 milisi Syiah Iran tewas selama pertempuran yang memperebutkan kontrol atas kota Khan Tuman dengan kelompok Mujahidin dari Jaish al-Fatah atau Army of Conquest.

Untuk diketahui kekalahan kubu milisi Syiah Iran di Khan Tuman ini digambarkan media-media sebagai kerugian terbesar yang dialami oleh Iran dalam satu hari di Suriah.

Namun, Media Iran, Fars News Agency mengutip pernyataan Hossein Ali Rezaei, juru bicara pasukan Garda Revolusi Iran di provinsi utara Mazandaran, yang mengatakan bahwa hanya 13 anggota Pasukan Garda Revolusi Iran [IRGC] yang tewas dan 21 lainnya mengalami luka-luka.

Saat ini, Daerah Khan Tuman berhasil direbut oleh kelompok Jaish al-Fatah atau Army of Conquest, sebuah kelompok mujahidin yang dipimpin oleh Jabhat Al-Nusra, dan milisi Jund al-Aqsa serta Ahrar al-Sham.

Pertempuran sengit semakin intensif di wilayah pedesaan di Aleppo selama beberapa hari terakhir meskipun Moskow mengumumkan adanya gencatan senjata di Aleppo hari Rabu lalu (03/05/2016).
close
close
close