Breaking
loading...
Showing posts with label video. Show all posts
Showing posts with label video. Show all posts

Monday, August 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

Papua Membara, Kedaulatan Meregang!

Oleh: Harits Abu Ulya

Pengamat Intelijen dan Terorisme


papua membara
Papua membara | Gambar Istimewa
KASUS mahasiswa asal Papua di Surabaya dan Malang hanyalah pemantik saja. Sejatinya Papua sudah sejak zaman orde baru berlanjut sampai rezim Jokowi ini menyimpan kompleksitas persoalan yang belum tuntas.

Selama ini terkesan Papua dielus dengan "kemanjaan" oleh seluruh orde.

Satu sisi Papua adalah sumber keuntungan ekonomi yang sangat besar kontribusinya untuk Jakarta, dan disisi lain Jakarta juga di bayang-bayangi rasa kawatir Papua lepas dari NKRI. Disamping pola penanganan masalah selalu gagap karena takut sorotan pihak asing (Luar Negeri). Banyak spionase asing dengan beragam cover fokus di Papua dengan agenda yang bisa mengancam kedaulatan NKRI atas Papua.

Laksana bara dalam sekam, kompleksitas persoalan yang menahun tersebut jika ada pemantiknya maka  dengan mudah Papua terbakar.

Pemantik itu bisa saja by design oleh oknum-oknum tertentu di saat ada momentum yang tepat. Aparat perlu memburu sumber-sumber pusat provokasi.

Kasus Papua tidak boleh di anggap sederhana, kecil bahkan dianggap kejadian biasa. Jika Jakarta tidak cepat bertindak maka berpeluang menjadi buah simalakama.

Jangan lupa bahwa di Papua ada gerakan separatis OPM yang terus bekerja untuk melepaskan Papua dari NKRI. Pihak asing juga melihat Papua sangat seksi dan menarik untuk dikangkangi. Di saat ada momentum yang menguntungkan, maka tidak menutup kemungkinan kontraksi di Papua kali ini akan sulit di selesaikan dan OPM bisa saja menunggangi. Dan pihak asing juga terus bekerja "mengawal" isu Papua sampai target mereka tercapai.

Seyogyanya *Pertama*,  pemerintah Pusat melalui tokoh-tokoh kunci di Papua secepatnya membangun komunikasi persuasif dan softh agar reda dan eskalasi aksi, keresahan bahkan potensi kerusuhan berikutnya bisa terkendali.

*Kedua*, Di waktu berikutnya, pemerintah pusat harus punya komitmen tinggi untuk menjaga kadaulatan NKRI di Papua, tegas bersikap terhadap setiap anasir yang bisa mengancam kadaulatan tanpa risih atau takut sorotan pihak asing.

*Ketiga,*  yang lebih penting adalah pembangunan  yang memakmurkan, mencerdaskan, mamanusiakan orang Papua, berperadaban tinggi dan berkeadilan harus tegak berkibar di Papua.

Saya rasa kecondongan ingin memisahkan diri dari NKRI baik melalui ranah politik, referendum atau perlawanan fisik dengan sendirinya bisa tereduksi jika pembangunan berhasil. Karena orang Papua akan bangga menjadi orang Indonesia seutuhnya. Tidak lagi diposisikan laksana "sapi perah" sementara hidupnya tetap terus di "kandang".Semoga Papua segera dingin damai.

Artikel ini telah tayang di voa-islam.id

Tonton VIDEO LIVE Berita Kerusuhan di Papua


Thursday, August 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

Talk Show BKK SMK YASTI, Kerja di Jerman atau Malaysia Bukan Sekedar Impian

Talk Show BKK SMK Yasti Cisaat
Ratusan Siswa kelas XII SMK Yasti Cisaat saat menyimak pemberi materi di acara Talk Show BKK SMK YASTI di aula sekolahnya.  
sukabumiNews, CISAAT – Berbagai usaha dilakukan baik oleh instansi, lembaga-lembaga terkait maupun elemen masyarakat lain untuk menanggulangi pengangguran. Namun demikian, banyak juga usaha-usaha yang telah dilakukan seolah kandas lantaran tidak didukung oleh skil (keahlian) dan SDM yang memadai.

Berkaitan dengan usaha tersebut, Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Yayasan Tarbiyah Islamiyah (YASTI) YASTI Cisaat Sukabumi membuka diri, memberikan informasi terutama kepada anak-anak SMK, agar bisa lebih terbuka wawasannya mengenai bagaimana peluang kerja, dengan menggelar  Talk Show BKK yang mengangkat beberapa hal terkait pungsi dan keberadaan BKK di sekolahnya.

Kepala BKK SMK YASTI Cisaat, Ade Puri saat menggelar acara tersebut di SMK yang berlokasi di Jl. Raya Veteran No.66, Cisaat, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat beberapa waktu lalu, kepada wartawan mengatakan bahwa kegiatan yang digelarnya merupakan salah satu langkah untuk menanggulangi pengangguran di Sukabumi.

Tidak tanggung-tanggung, kegiatan yang bertajuk ‘Kerja di Jerman atau Malaysia Bukan Sekedar Impian” itu, pihak YASTI mendatangkan salah satu pembicara dari LPK Jerman.

“Kebetulan hari ini kita kedatangan tamu dari beberapa LPK yang resmi, yang diakui oleh pemerintah mulai dari Jerman, Jepang, dan Korea. Informasi-informasi ini tentu saja sangt bermanfaat buat anak-anak, sehingga memungkinkan anak itu bisa mempunyai pilihan-pilihan ketika nanti mereka keluar dari YASTI ini. Itulah yang menjadi tujuan kegiatan kita hari ini,” jelas Kepala BKK SMK YASTI Cisaat, Ade Puri saat Talk Show berlangsung.

Dia menambahkan, kegiatan yang dilaksanaknnya bekerjasama dengan beberapa LPK, untuk mempasilitasi kerja ke luar negeri. “Kalau yang lain-lainnya, dalam negeri, saya rasa sering,” tuturnya.

Lebih lanjut Ade mengatakan, keahlian yang banyak dibutuhkan oleh lapangan kerja lebih ke pekerjaan yang sifatnya formal, seperti pegawai rumah tangga dan lain-lain. “Jadi mereka, agen-agen ini mempersiapkan lapangan kerja untuk jadi pekerja yang sifatnya formal, seperti di pabrik yang berada di Malaysia dan negara yang lain,” ujar Ade.

Adapun jelas Ade selain ada alumni, mereka yang mengikuti BKK ini adalah kelas XII. Mereka berasal dari 4 jurusan yaitu jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP), Tata Busana,  Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran (OTKP), dan Teknik Komputer Jaringan (TKJ).

“Kami berharap, ketika ada kerja ke luar, lulusan-lulusan SMK dari YASTI ini sudah punya pilihan yang pasti, mau ke perguruan tinggi atau bekerja. Jangan sampi nanti pas keluar itu dia tidak mempunyai keinginan apa-apa atau cita-ciata. Makanya kami mecoba untuk memberikan pilihan-pilihan kepada anak-anak,” harap Ade Puri.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pembina YASTI Asep Iwan menuturkan, dari pihak Yayasan selaku penyelenggara lembaga-lembaga pendidikan yang ada di YASTI kuhus SMK, berharap pada tahun ini ada revitalisasi, lebih memperkuat dari sisi kualitas penyelenggaraan pendidikan di SMK YASTI.

Sebab menurutnya, salah satu indicator keberhasilan sebuah SMK itu diantaranya, SMK tersebut bisa mendorong calon-calon lulusan, atau calon-calon alumninya, agar bisa menangkap berbagai peluang informasi kerja dalam dan luar negeri.

“Di SMK YASTI ini Alhamdulillah diantaranya ada program Bisnis Daring dan Pemasaran. Itu kita kerjasama dengan Alpamart. jadi Alpamart memberikan bantuanprogram kepada AMK YASTI berupa Alpamart Class, dan kita bisa lihat di depan ada mini market, khusus untuk praktek anak-anak jurusan pemasaran,” ungkapnya.

“Dan setiap tahun pihak Alfamart ada rekruitmen untuk bekerja di Alfamart seluruh Indonesia. Jadi Alhamdulillah SMK YASTI mendapat kepercayaan dari pihak swasta khususnya untuk jurusan pemasaran, untuk dapat bekerjam,” jelas Asep Iwan.

Kemudian untuk Tenaga Kerja Luar Negeri (TKLN), jelas dia lagi, ini sangat penting sekali karena untuk mengubah pola fikir dari masyarakat, bahwa bekerja di Luar Negeri itu, tanda kutip. Karena tutur Asep, banyak sekali pemberitaan di televisi tentang bejerja di luar negeri yang mungkin kuarang bagus.

“Kami mencoba dari SMK YASTI ini untuk mengubah pola fikir tersebut, bahwa banyak jabatan-jabatan kerja di Luar Negeri, khususnya formal, itu yang menjanjikan bagi lulusan SMK. Nah, Kita bekerjasama dengan beberapa perusahaan dan agen, serta Balai Latihan Kerja yang ada di Indonesia ini, untuk dapat menyalurkan alumni-alumni kita ke Luar Negeri,” bebernya.

Saat ini, terang Asep, ada kegiatan sosialisasi yang di inisiasi dari BKK dan Yayasan yang dihadirkan dari Bright Education Indonesia. “Ini salah satu agen untuk Jerman. Ternyata peluang kerja di Eropah itu luar biasa banyak. Dan peluang ini harus kita rebut,” tegas Asep.

Oleh karenanya tutur Asep, dari pihak Yayasan mendorong pihak SMK untuk mempersiapkan diri dan supaya lebih tanggap terhadap peluang-peluang yang begitu cepat saat ini.

Untuk mengetahui wawancara lengkap hasil liputannya, Lihat Video berikut:


Pewarta: Isman S
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, July 20, 2019

Redaksi sukabumiNews

VIDEO: Detik-detik Nunung Srimulat Digerebek Polisi di Rumahnya

Tri Retno Prayudati alias Nunung. (Gamar Istimews)
Tri Retno Prayudati alias Nunung ditangkap polisi terkait penyalahgunaan narkotika jenis sabu pada Jumat (19/7/2019) di rumahnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisiaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan, Nunung dan suaminya bernama July Jan Sambiran telah memakai sabu sejak lima bulan lalu. Alasannya, untuk meningkatkan stamina saat beraktivitas.

Sumber Video: Suaradotcom


Saturday, June 29, 2019

Redaksi sukabumiNews

Aktivitas Blasting oleh PT. Citatih Putra Sukabumi Diprotes Warga

peledakan tambang batu gamping
Lokasi aktifitas blasting tambang batu gamping oelh PT CPS.*
sukabumiNews, GUNUNGGURUH - Warga Kp. Jaringao Rt. 002/012 Desa Kebon Manggu, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat merasa resah akibat aktivitas pertambangan Batu Gamping oleh PT. Citatih Putra Sukabumi (CPS) dengan cara menggunakan bahan peledak (blasting).

Lihat Videonya di akhir Artikel

"Sudah kami katakan sejak pertama kali bahwa kami sebagai warga Kampung Jaringao tidak setuju dengan aktivitas pertambangan yang menggunakan bahan peledak,” ujar Bubun (39) kepada sukabumiNews, Jum'at (29/6/19) kemarin.

Masih kata Bubun, dalam dua minggu sudah terjadi 8 kali ledakan. Oleh sebab itulah, jelas pria yang lokasi rumahnya lebih dekat dengan lokasi aktivitas pertambangan PT CPS yakni di daerah Gunung Kopi ini, warga merasa ketakutan.
Bubun mengatakan, sebenarnya warga tidak keberatan dengan Aktifitas Pertambangan PT. CPS jika aktivitas penambangannya bukan dengan cara peledakan. Sebab dengan cara seperti ini tutur Bubun, satu-satunya sumber mata air yang ada di dalamnya yang selama ini menjadi andalan kebutuhan warga, akan tercemari.

“Bilaman terus-menerus PT. CPS melakukannya dengan cara di ledakan maka warga khawatir mata air tersebut akan hilang dan terjadi kekeringan. Selain itu bencana longsor juga dikhawatirkan akan terjadi,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Cicatih Putra Sukabumi (CPS), Rukmalan Somantri ketika dikonfirmasi, pihaknya membantah jika ada warga yang tidak setuju dan protes terhadap aktivitas tambang perusahaannya yang dianggap mengundang kecemasan warga sekitar.


BACA Juga:
PT. CPS Klaim Dapat Dukungan dari Warga Soal Aktivitas Tambangnya

“Kami pastikan aman dan kondusif.  Lagi pula peledakannya juga disaksikan langsung oleh aparat baik dari Polri maupun TNI. Sepengetahuan kami, tidak ada itu warga yang protes,” bantahnya.

Rukmalan mengaku bahwa sebelum melakukan aktivitas tambang dengan menggunakan bahan peledak, pihaknya terlebih dahulu  melakukan sosialiasi kepada tokoh masyarakat sekitar.

Dia juga mengklaim, peledakan yang dilakukan perusahaannya sudah sesuai dengan prosedur dan Undang-undang yang berlaku tentang Pertambangan. Dia juga mengatakan bahwa pihaknya sudah mengantongi segala perizinan terkait aktivitas perusahaannya.

“Izin Usaha Pertambangan dan izin peledakan dari Mabes Polri sudah kami kantongi. Jadi secara prosedur, sudah kami tempuh. Dan perlu diketahui juga, peledakan ini untuk mengejar terget produksi karena bila dilakukan secara manual itu sangat tidak mungkin,” jelasnya

Lantaran, tutur Rukmalan, batu di kawasan Gunung Kopi ini sangat keras. Dia juga memastikan bahwa pihaknya akan bertanggungjawab bila kedepan terjadi kerusakan lingkungan.

Klik Video Peledakannya dibawah ini!


Pewarta : Azis. R
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, May 2, 2019

Redaksi sukabumiNews

Video: Hasil Ijtima Ulama III ‘Pemilu 2019 Curang dan Desak KPU-Bawaslu Diskualifikasi 01’


Ijtima Ulama 3 menyatakan, telah terjadi berbagai kecurangan dan kejahatan yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif pada proses Pemilu 2019.

BACA Juga: Ijtima Ulama 3 Minta KPU 'Diskualifikasi Joko Widodo-Ma'ruf Amin'


Video Sumber: Voa-Islam

Sunday, February 24, 2019

Redaksi sukabumiNews

Ketua DPC PBB Kota Sukabumi Ajak Masyarakat Ikut Sukseskan Pemilu 2019

sukabumiNews – Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Sukabumi  KH. Yan Hasanudin Malik menghimbau dan mengajak kepada seluruh warga Kota Sukabumi untuk ikut menyukseskan pemilu 2019 yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 mendatang. Ajakan tersebut disampaikan Yan Hasanudin di Markas PBB Kota Sukabumi, Jl Pajagalan Nyomplong, Ahad (24/2/2019).

Kesuksesan pemilu bisa terwujud dengan cara ikut meramikan dan mencoblos pada waktunya nanti. “Mudah-mudahanan bapa-bapak dan ibu-ibu sekalian ada dalam keadaan sehat dan mendapatkan limpahan rahmat dari Allah sehingga bisa ikut menyukseskan pemilu untuk kepentingan seluruh bangsa dan warga Negara Indonesia,” ucapnya.

Yan juga berpesan kepada masyarakat Kota Sukabumi untuk mendukung dan mencoblos Partai Bulan Bintang nomor 19 untuk kesejahteraan masyarakat dan warga Kota Sukabumi.

“Ingat Partai Bulan Bintang nomor 19. Insya-Allah para caleg Bulan Bintang merupakan orang-orang yang amanah yang siap bekerja untuk kesejahteraan masyarakat dan warga kota Sukabumi,” Imbuhnya.



[Isman Frie S]

Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, February 11, 2019

Redaksi sukabumiNews

Video: Pemda dan DPRD Kota Sukabumi Sahkan 2 Perda


sukabumiNews, CIKOLE – Pemerintah Kota Sukabumi dan DPRD Kota Sukabumi mengesahkan dua rancangan peraturan daerah (Raperda) menjadi peraturan daaerah (Perda). Dua Perda yang baru saja disahkan ini yakni Perda sekaitan dengan Penyiarana Publik Lokal Radio dan Perda Pengelolaan Limbah Domestik.

Pengesahan dua raperda ini ditandai dengan penandatanganan oleh Ketua DPRD Kota Sukabumi, Walikota Sukabumi Achmad Fahmi dan Ketua Raperda Media Lokal Radio dan Televisi yang sekaligus menjadi ketua Pansus Dua Raperda,Olih Solihin.pada sidang paripurna DPRD Kota Sukabumi, Rabu 6 Februari 2019.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi didampingi Wakil Walikota Sukabumi, Andri Hamami. [Red/*]

Friday, January 11, 2019

Redaksi sukabumiNews

Pesan KPUD Kota Sukabumi Menuju Pemilu Serentak 17 April 2019

Pastikan Nama Anda Sudah Terdaftar dalam DPT.

Thursday, December 6, 2018

Redaksi sukabumiNews

Jawaban Mantap Yusril atas Pertanyaan Para Panelis di Acara Q & A - Zig Zag Metrotvnews

Metrotvnews menghadirkan Yusril Ihza Mahendra di acara Q & A - Zig Zag (Question & Answers - liku-liku) pada Rabu (5/12/2018).
Jakarta, SUKABUMINEWS.net – Yusril Ihza Mahendra, seorang pengacara, pakar hukum tata negara, politikus dan intelektual Indonesia. Ia sering kali dengan suara lantang mengkritisi berbagai macam kebijakan di Indonesia. Belum lama ini, ia bermanuver untuk menjadi pengacara capres dan cawapres nomor urut 01 setelah adanya pecah kongsi dengan tim calon presiden nomor urut 02.

Apa sebenarnya motivasi dari seorang advokat sekaligus selaku Ketua Umum partai penerus cita-cita perjuangan Masyumi (PBB) menerima tawaran untuk menjadi pengacara capres dan cawapres nomor urut 01 itu?

Inilah video jawaban mantap Yusril atas pertanyaan para panelis yang disodorkan kepadanya di acara Q & A - Zig Zag Metrotvnews pada Rabu (5/12/2018).

Sumber: Metrotvnews

Q & A - Zig Zag Yusril (1)


Q & A - Zig Zag Yusril (2)



Q & A - Zig Zag Yusril (3)


Q & A - Zig Zag Yusril (4)


Q & A - Zig Zag Yusril (5)



Q & A - Zig Zag Yusril (6)

Sunday, December 2, 2018

Redaksi sukabumiNews

Jelang Reuni 212, Warga dari Sejumlah Daerah Berdatangan Menuju Jakarta

Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab, mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk menghadiri Reuni Akbar 212 yang akan digelar di Monas, Jakarta, Minggu, 2 Desember 2018.

Wednesday, November 14, 2018

Redaksi sukabumiNews

Ustadz Abdul Somad Tolak Undangan Dakwah yang Dihadiri Pasangan Capres-Cawapres Jokowi dan Prabowo

Jakarta, SUKABUMINEWS.net – Ustaz Abdul Somad (UAS) menegaskan bahwa dirinya tidak akan memenuhi undangan dakwah yang menghadirkan pasangan capres-cawapres untuk Pemilu 2019.

Keputusan tersebut diambil UAS setelah melewati proses perenungan yang panjang hingga akhirnya dapat ditarik satu kesimpulan.

“Setelah penetapan capres dan cawapres pada tanggal 20 September 2018, maka saya tidak akan hadir, baik itu acara yang diselenggarakan oleh Pemko, Pemda, Ormas, apapun namanya, yang menghadirkan capres-cawapres,” ujar Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam video yang diunggah akun Instagram @indonesiamengaji.id, beberapa waktu lalu.

Hal itu dilakukan UAS sebagai upaya untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang rawan akan terjadi gesekan seiring dengan semakin memanasnya situasi politik jelang Pemilu 2019.

“Untuk menjaga netralitas agar tidak tersebarnya hate speech, ujaran kebencian, hoax. Untuk menjaga Pilpres dan Pileg yang aman, damai, sejahtera. Mudah-mudahan dapat kita pahami bersama. Terimakasih,” tutur Ustaz yang memiliki nama pendek UAS itu.



Sumber: Abadikini

Tuesday, October 23, 2018

Redaksi sukabumiNews

Viral, Video Sejumlah Anggota Banser Bakar Bendera Tauhid

Video viral sejumlah anggota Banser Nahdatul Ulama (NU) membakar bendera berwarna putih bertuliskan kalimat taudid, saat peringatan Hari Santri Nasional di Kecematan Limbangan, Kabupaten Garut, Senin (22/10/2018), bikin heboh.


Baca Juga: Banser Bakar Bendera Tauhid, MUIGarut Serahkan Kasus Ini ke Polisi


Friday, August 17, 2018

Redaksi sukabumiNews

Viral, Video Aksi Heroik Anak SMP asal NTT Panjat Tiang Bendera untuk Kibarkan Merah Putih

NTT, SUKABUMINEWS.net - Aksi heroik Joni, siswa SMPN Silawan di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memanjat tiang bendera setinggi lebih kurang 10 meter karena tali di ujung tiang putus, sehingga bendera merah putih tidak dapat dikibarkan.


Baca juga Menpora akan Undang Anak SMP Pemanjat Tiang Bendera AsalBelu ke Jakarta

Tuesday, July 17, 2018

Redaksi sukabumiNews

Persaudaraan Alumni 212 Kecewa Polisi Hentikan Kasus Victor Laiskodat Ade Armando dan Sukmawati


sukabumiNews.net, JAKARTA – Sekitar 10 orang utusan peserta Aksi Tegakan Keadilan 67 yang terdiri dari para ulama dan tokoh yang mendatangi kantor Bareskrim Polri, Gambir dan menemui para penyidik di kantor tersebut keluar dengan penuh kekecewaan setelah melakukan pertemuan selama lebih kurang satu jam tersebut.

Dihadapan puluhan wartawan yang sudah menunggu di depan pintu masuk kantor Bareskrim, pada hari Jumat (6/7) lalu itu, nampak Ustadz Bernard Abdul Jabar memberikan keterangan di depan para wartawan yang didampingi bebrpa ulama dan tokoh yang juga ikut masuk ke dalam dan bertemu dengan perwakilan pihak Bareskrim.

“Sesungguhnya pertemuan kami tadi jauh dari unsur yang menggembirakan. Karena ternyata pihak Bareskrim Polri sangat mengecewakan kami seluruh umat Islam peserta aksi yang hadir memenuhi gedung Bareskrim juga di semua tempat yang juga mengawal kasus ini bersama sama,” ujar Ustadz Bernard.

Kekecewaan dan kekesalan utusan dari perwakilan peserta Aksi Bela Keadilan 67 ini nampaknya sangat beralasan sekali. Hal ini dikarenakan jawaban yang diberikan pihak Bareskrim kepada perwakilan soal kelanjutan penanganan kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Sukmawati sangat terkesan melukai perasaan umat Islam di manapun berada.

“Karena pihak Bareskrim Polri justru memberikan SP3 kepada kasus tersebut. Itu artinya sama saja pihak Kepolisian tidak akan melanjutkan kasus yang menjadikan Sukmawati sebagai tersangka penghinaan terhadap simbol adzan dan jilbab yang dilakukannya,” tegas Ustadz Bernard.

Begitu juga dengan kasus Viktor Laiksodat yang melakukan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap ajaran Islam. Dari pihak kepolisian pu memberikan jawaban yang sama. Bahwa tidak akan melanjutkan dan mengusut kasus itu kembali karena sudah keluar SP3-nya. Yakni, Surat Penghentiaan Penyidikan dari pihak kepolisian terhadap satu kasus.

Setelah menemui para wartawan yang hadir kemudian para utusan itu pun kembali mendatangi ribuan pengunjuk rasa yang memenuhi jalan di depan Gedung Kementrian Kelautan dan Perikanan tersebut yang juga satu gedung dengan kantor Bareskrim. Selanjutnya massa kemudian bergerak untuk mendatangi Kantor Kementerian Dalam Negeri guna melakukan beberapa tuntutan yang lain seputar pengangkatan Plt Gubernur Jawa Barat dan kasus e-KTP dan berapa kasus lainnya. (Red*/Panjimas)

Saturday, July 7, 2018

Redaksi sukabumiNews

Aksi 0607 Bela Islam Bela Ulama yang Luput dari Sorotan Media Sekuler

sukabumiNews.net, JAKARTA - Aksi Tegakkan Keadilan (#aksi0607) bagi para ustadz dan ulama yang di anggap telah didolimi pemerintahan rezim Jokowi yang digelar di Istiqlal, Jakarta pada Jum'at (6/7/2018) ini lumput dari sorotan media sekuler.

Padahal aksi ini tak kalah penting dari aksi-aksi lainnya.


Dalam aksi ini mereka menuntut menteri dan baresktim agar melakukan keadilan karena kepada para ustad dan tokoh-tokoh ummat Islam telah melakukan tindakan penangkapan dengan mudah dan cepat.

Sementara kepada tokoh-tokoh yang menghina dan mencaci maki Islam dibiarkan begitu saja, termasuk Ibu Sukmawati Soekarno Putri. (Red*)
Redaksi sukabumiNews

Akibat Presiden Tidak Berwibawa dan Tidak Paham Menyelenggarakan Negara

Ini Penjelasan Yusril akibat Presiden tidak berwibawa dan tidak paham menyelenggarakan negara, saat di acara ILC TV One beberapa waktu lalu.

Redaksi sukabumiNews

Kompilasi 7 Hasil Survey Terbaru Paslon Cagub Cawagub di Pilgub Jabar 2018

Komposisi 7 hasil survey terbaru yang dirilis bulan Mei hingga juni pada Cagub dan Cawagub di Pilgub Jabar 2018, diantaranya Indonesia Strategic Institute, Survei Populi Center, Centre for Strategic and International Studies, Ilma Research and Consulting, Litbang Kompas, Indikator.

Thursday, April 26, 2018

Redaksi sukabumiNews

Tim 11 Alumni 212 Ungkap Pertemuanya dengan Jokowi

sukabumiNews.net, JAKARTA – Viralnya foto pertemuan Tim 11 Alumni 212 dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada Minggu (22/4/2018) menjadi bahan spekulasi banyak pihak. Apalagi kabarnya pertemuan tersebut tertutup.

Sekretaris Tim 11 Alumni 212 Muhammad Alkhaththath mengatakan bahwa pertemuan Tim 11 yang terdiri dari Ketua Misbahul Anam, Sekretaris Alkhathat, dan para anggota Abdul Rasyid, Abah Roud Bahar, Slamet Maarif, Usamah Hisyam, Sobri Lubis, Husni Thamrin, Muhammad Nur Sukma, Yusuf Muhammad Martak, serta Aru Syeif Asydullah.dengan Presiden Joko Widodo tidak menghasilkan kesepakatan apapun.

Menurut dia, pada saat itu ia dan Tim 11 hanya memberikan himbauan, harapan, tekanan, dan meminta kepada presiden Jokowi agar menghentikan perbuatan pemerintah mengkriminalisasi ulama, karena terkait adanya fakta kriminalisasi ulama.

"Saya kira tidak ada kesepakatan apapun. Kita baru memberikan harapan, imbauan, atau mungkin sedikit tekananlah kepada beliau agar segera menyelesaikan kebijakan," kata Alkhaththath saat konferensi pers di Restoran Larazeta, Tebet, Jakarta, seperti dikutip sukabumiNews dari video mySharingTV-Halal Life Style pada Rabu (25/4/2018).

Untuk lebih jelasnya, simak video di bawah ini:


Editor: Red*

Saturday, April 7, 2018

Redaksi sukabumiNews

VIDEO: Aksi Bela Islam 64 Tuntut Polisi Usut Tuntas Puisi Sukmawati

Aksi Bela Islam 64 - "Tangkap Sukmawati" Depan Bareskrim Polri Jakarta


Terbaru 6 April 2018 Demo Puisi Sukmawati ! LIVE Di Medan Jakarta, Aksi Bela Islam 64 Hari Ini

Thursday, April 5, 2018

Redaksi sukabumiNews

Ini Balasan Puisi Ibu Irene Radjiman, ust Abdul Somad, ustad Velix dan MUI untuk Sukmawati

Puisi Sukmawati Soekarnoputri yang di dalamnya menyinggung tentang azan dan cadar yang menjadi kontroversi itu berakibat murka umat Islam, para tokoh Islam dan para ustadz. Ini balasan pusi dari Ibu Irene Radjiman, ust Abdul Somad, ustad Velix dan MUI untuk Sukmawati


Menohok!! Ustad Abdul Somad Beri balasan Pedas untuk Sukmawati Soekarnoputri Tanggapan Ustad Abdul Somad untuk Puisi Sukmawati Soekarnoputri yang dianggap penistaan agama


Ngerii! tanggapan ustad Velix dan MUI mengenai puisi ibu Sukmawati Soekarnoputri

close
close
close