Breaking
SUKABUMINews menyajikan berita terpenting tentang berbagai peristiwa dan Dunia Islam yang terjadi di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas dilapangan selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan serta fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel maupun berita (pendidikan, politik, hukum) Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria akan kami muat dan undang.

Thursday, March 21, 2019

Redaksi sukabumiNews

Anggota DPR RI Komisi XI Heri Gunawan Adakan Sosialisasi Edukasi Uang Rupiah di SMK Persada Sukabumi

FOTO : Heri Gunawan saat melakukan Sosialisasi Edukasi di SMK Persada Kota Sukabumi, Kamis (21/3/2019).
sukabumiNews, CIKOLE - Anggota Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan mengadakan sosialisasi dan edukasi uang rupiah sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sosialisasi di gelar di Aula SMK Persada Subang jaya Kota Sukabumi, Kamis (21/3/2019).

Pada kesempatan itu Heri menghimbau kepada generasi milenial untuk bijak dalam memperlakukan Rupiah. Pasalnya biaya untuk mencetak uang baru cukup besar dan biaya tersebut bisa membebani Anggaran Pembelanjaan Negara (APBN).

"Kita melakukan sosialisasi di beberapa sekolah agar masyarakat paham, khususnya anak-anak muda supaya lebih mengerti mengenai masalah uang agar bisa mencintai Rupiah," kata Heri Gunawan kepada sukabumiNews, Kamis.

Anggota Komisi XI DPR RI dari fraksi Partai Gerindra itu mengaku miris ketika melihat generasi muda sekarang yang dianggapnya kurang baik memperlakukan Rupiah, sehingga menyebabkan kerusakan pada uang tersebut. Sementara menurutnya perlakuan mereka terhadap mata uang asing terlihat begitu diistimewakan.

"Kadang-kadang sisa dari uang jajan mereka di kepal-kepal sampai kucel, sementara mata uang asing di elus-elus sampai rapi," ucapnya.

Heri meminta agar masyarakat menjaga Rupiah, jangan sampai rusak ataupun basah, karena secara tidak langsung ongkos pencetakan uang itu relatif tinggi dan mahal.

"Jadi jika ada uang jelek maka akan di destroy (dihancurkan) sampai dicetak kembali, ini mengeluarkan biaya yang cukup besar dan biayanya bisa membebani APBN kita," jelas Heri, seraya berharap kepada anak-anak muda Sukabumi untuk bisa mengerti dan bijak memperlakukan Rupiah.

Dia juga menghimbau kepada generasi milenial untuk waspada terhadap uang palsu, pasalnya dimasa pemilu 2019 ini tidak menutup kemungkinan akan beredar uang palsu.

"Intinya kita ajak masyarakat agar waspada, apalagi ini tahun Pemilu tidak ada salahnya kita menghimbau anak-anak kita, karena mereka ini kita harapkan sebagai Agen of Development kedepannya, sehingga bisa membantu menularkan kepada lingkungan keluarganya, tentang pengetahuan yang mereka dapatkan dari sosialisasi ini," beber Heri Gunawan.


Pewarta : Azis. R
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Belasan Kades Deklarasi Dukung Capres-Cawapres 01, Bupati Sukabumi: Itu Sah-Sah Saja

sukabumiNews, CISAAT - Mencuatnya video deklarasi dukungan para Kepala Desa (Kades) aktif di Kabupaten Sukabumi kepada Paslon Persiden dan Wakil Presiden no urut 1 yang dibuat oleh belasan Kades di Kecamatan Warungkiara dan Bantar gadung, Kabupaten Sukabumi mendapatkan sorotan dari sejumlah pihak.

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami menegaskan, keberadaan Kades 
itu tidak terlepas dari dorongan Partai Politik untuk bisa berdiri menjadi Kades, meskipun, dalam Undang-undang tidak di perbolehkan berkencimpung di dalam Politik.

"Tapi saya yakin mereka (Kades) adalah para kader-kader Politik, dan kalo hari ini video tersebut diyakinkan diluar tugas dinas mereka, itu sah-sah saja," ucap Marwan di sela-sela acara Musrembang RKPD Kabupaten Sukabumi 2020 yang dilaksanakan di Gedung Olah Raga (GOR) Cisaat, Kamis (21/03/19).

Marwam menegaskan, memang secara pisikologis sebagai pimpinan seharuanya mereka normatif dalam mendukung Paslon mana saja. "Akan tetapi, ini saya nilai sebagai pertanggungjawaban sebagai kader," tambahnya.

Marwan mengaku, Sebagi kepanjangan tangan partai politik, yang dalam hal ini selaku ketua partai Marwan juga memiliki pemikiran yang sama. "Akan tetapi sebagi Ketua Partai harus bisa menyesuaikan waktu, dan saya nilai ini sah-sah saja. Meski dalam satu minggu, misalkan melakukan kampanye politik, siapa yang mau ngomong, asal itu diluar waktu tugas sebagai Kepala Daerah," kata dia.

Terkecuali, lanjut Marwan, orang yang tidak boleh ikut berpolitik diantranya ASN, mulai dari Camat, Kepala Dinas dan Kabid-kabidnya yang berstatus ASN.

"Makanya, bila ada ASN yang pulgar dalam berpolitik, dengan sengaja menonjolkan, dengan mengacungkan atau bentuk apapun itu, baru silahkan boleh di sikapi," jelas Bupati yang juga sebagai Ketua Partai Golkar Kabupaten Sukabumi itu.

Sekedar diketahui, Dalam Undang-Undang (UU No 6 tahun 2014 -red) atau pasal yang mengatur yakni pada pasal 29 yang menjelaskan para Kades dilarang berpolitik apalagi menjadi pengurus suatu parpol.

Kepala Desa maupun Lembaga Hukum, Itansi Pemerintahan yang ikut serta dan/atau terlibat dalam kampanye Pemilu dengan membuat keputusan yang menguntungkan atau merugikan salah satu peserta Pemilu dalam masa kampanye dapat dikenai sanksi administratif berupa teguran lisan dan/atau teguran tertulis, serta sanksi pidana berupa pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp 12 juta.



Pewarta : Rudi Samsidi
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Bupati Sukabumi Ajak Semua Usur Bangun Ekonomi Berbasis Wawasan

FOTO: Para Jajaran Pemerintahan Kabupaten Sukabumi, saat menghadiri Musrenbang RKPD Kabupaten Sukabumi 2020.
sukabumiNews, CISAAT - 
Untuk meningkatkan pembangunan di wilayah Kabupaten, Bupati Sukabumi H Marwan Hamami mengajak kepada semua unsur untuk membangun ekonomi berbasis wawasan.

Ajakan ini disampaikan Bupati saat sambutan pada Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten 2020 di Gedung Olah Raga (GOR) Gelanggang  Cisaat, Kecamatan Cisaat, Kamis (21/03/19).

Dikatakan Bupati, penyelenggaraan Musrenbang oleh satuan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten 2020 ini sesuai dengan yang diamanat Undang-undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54, tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sukabumi.

Selain dihadiri oleh Bupati Sukabumi, Hadir dalam Musrembang RKPD Kabupaten Sukabumi 2020 ini Gubernur Jawa Barat yang di wakili Stap Ahli Pemerintahan Dr. Dadi Iskandar, Ketua DPRD H Agus Mulyadi,
semua Kepala Dinas Pemkab Sukabumi, 47 Kepala Kecamatan, Kepala Desa, unsur legislatif, beserta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah.

"Musrenbang Penyusunan RKPD Kabupaten tahun 2020, kali ini mengusung tema Membangun Ekonomi Berbasis Wawasan, dimana melalui Musrembang, pembangunan sarana pemerintahan dan penataan kawasan Slstrategis dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik untuk mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Religius dan Mandiri," terang Marwan.

Marwan berharap, perencanaan pembangunan di 2020, bisa terealisasi sesuai harapan semua pihak, dengan segala persiapan, baik dari segi cara penyusunan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan  dilaksanakan dengan baik.

"Saya berharap semua stekolder Pemerintahan, bisa menjalankan pembangunan sesuai yang sudah di rencakan dalam Musrembang RKPD 2020," harapnya.


Pewarta : Rudi Samsidi
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Camat Sukabumi Lantik Pengurus BPD Parungseah

sukabumiNews, SUKABUMI - Camat Sukabumi H. Sukarno melantik kepengurusan Badan Pemusyawarahan Desa (BPD) Desa Parungseah Kecamatan Sukabumi masa bhakti 2019-2024 bertempat di Aula Desa pada Kamis 21/3/2019.

Dalam sambutannya Sukarno mengatakan, BPD adalah salah satu wadah aspirasi bagi seluruh warga masyarakat desa.

Sukarno juga menjelaskan, sesuai amanah dan mandat dari Bupati, camat diberi kewenangan untuk melantik pengurus BPD. 

"Saya ucapkan selamat dan terimakasih kepada pengurus BPD Desa Parungseah yang sudah dilantik, semoga anggota BPD yang baru akan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi diwilayahnya," ucap Sukarno kepada sukabumiNews di sela-sela acara pelantikan. 

Ditempat yang sama Kepala Desa Parungseah Asep Ismail mengucapkan selamat kepada jajaran BPD Desa Parungseah, saya berharap dengan dilantiknya kepengurusan BPD yang baru agar supaya bisa lebih maju serta bersinergi dengan pemerintah Desa. Parungseah Kec. Sukabumi."jelasnya"

Sementara itu Ketua BPD Parungseah yang baru saja dilantik, melalui Ketua Bidang Pemerintahannya Karim Ruspiandi SE, mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan masyarakat untuk mengemban amanah sebagai ketua BPD.

"BPD dalam sistem pemerintahan desa sekarang ini menempati posisi yang sangat penting untuk perkembangan dan kemajuan desa itu sediri sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia No. 110 Tahun 2016 tetang Badan Permusyawaratan Desa," tegas Karim.

Dijelaskan Karim, fungsi BPD adalah membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, serta menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa dalam melakukan pengawasan kinerja kepala desa. 

"Nah, dari ketiga tugas ini sudah jelas bahwa BPD adalah lembaga yang memiliki kekuatan dalam menyepakati peraturan desa yang bakal menjadi pedoman pelaksanaan pembangunan desa." tuturnya.


Pewarta : Azis. R
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Nyaris Ambruk, Rumah Kakak Beradik di Kebon Manggu Sukabumi Ini Butuh Bantuan Pemerintah

sukabumiNews, GUNUNGGURUH – Salah satu rumah warga di Kampung Cipeundeuy RT.002/008 Desa Kebon Manggu Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi ini sangat memperihatinkan. Pasalnya, selain dindingnya yang terbuat dari bilik bambu dan sudah bolong-bolong, rumah panggung berukuran 6X6 meter persegi milik kakak beradik bernama Dase Hendra (44) dan Ence Bayu (30) ini juga terlihat sudah lapuk dan hampir roboh.

Jangankan memiliki kamar mandi, kamar tempat tidur juga tidak ada. Bahkan penerangannya pun masih nyantol listrik ke rumah tetangga.

Kondisi ruang tengah rumah Dase dan Ence
Menurut Dase, rumah yang ditempati bersama adik kandungnya ini adalah peninggalan dari kedua orang tuanya yang sudah almarhum. Dase beserta adik yang dalam kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu dan kerap tidak mendapatkan uang ini memohon kepada pemerintah setempat untuk membantu agar dia bisa merenovasi rumahnya yang sudah hampir roboh ini.

Dase dan Ence mengaku bahwa 3 tahun yang lalu ia pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Desa (Pemdes) setempat sebesar Rp4 juta. Itu pun kata Dase, uang bantuan tersebut tidak diterimanya secara utuh. “Saya hanya memerimanya sekitar Rp3,5 juta,” kenang Dase kepada sukabuminews.net di kediamannya, Rabu (20/3/19). 
"Tapi alhamdulilah uang tersebut sudah saya terima dan langsung saya belikan kepada bahan bangunan secukupnya, seperti batu bata, genteng dan kayu, meski sebelumnya saat itu saya sempat bingung karena dengan nilai uang segitu bagaimana mungkin bisa cukup untuk merenovasi rumah.Belum lagi untuk upah kerja tukang,” jelasnya.

Sementara itu, Rasmita Kades Kebonmanggu saat dikonfirmasi terkait keberadaan tempat tingga kedua orang kaka beradik ini mengaku bahwa pihaknya sudah mengajukan kepada pemerintah melalui Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebanyak 80 rumah.

“Tak hanya itu, kita sudah melaksanakan program sesuai dengan surat edaran Kementerian ESDM dengan mengutus dua orang petugas desa untuk mencari warga yang tidak mampu yang belum mempunyai KWH Listrik secara gratis. Dan kami mengajukan ada 36 rumah yang belum mempunyai KWH listrik. Yang sudah di realisasi baru satu rumah,” papar Kades.

“Saya menghimbau kepada warga masyarakat Desa Kebon manggu agar bersabar, sebab pemerintah Desa Kebonmanggu sudah mengajukan kepada pemerintah Kabupaten Sukabumi, " akunya.


Pewarta : Azis. R
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, March 20, 2019

Redaksi sukabumiNews

Kondisi Drainase di Depan Ponpes Al-Bassam Mengkhawatirkan, Warga Gunungjaya Mengeluh

sukabumiNews, CISAAT -- Warga Kampung Gunungjaya, Desa Gunungjaya, Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi mengeluhkan keberadaan drainase di sepanjang Jalan Raya Kadudampit, tepatnya di depan Pompes Al-Bassam yang nampak tidak terurus.

Akibatnya, pembuangan air yang seharusnya berjalan melalui saluran pembuangan massa air (drainase, red) tersebut tidak berjalan dengan lancar dan sering meluap ke badan jalan sehingga menimbulkan banjir saat hujan turun.

Andri Setiawan (33) salah seorang warga Kampung/Desa Gunungjaya mengaku miris melihat kondisi drainase yang sudah rusak dan menyempit itu.

"Kondisi drainase ini sudah rusak parah dan menyempit, akibatnya sering banjir saat hujan," ujar Andri kepada sukabuminews.net, Rabu (20/03/19).

Hal senada di ungkapkan Kepala Desa Gunungjaya Anwar Musaddad. Bahkan menurut Anwar, sudah saatnya drainase di sepanjang jalan tersebut mendapatkan perbaikan, apalagi drainase ini  statusnya berada di sepanjang jalan Kabupaten.

"Saya berharap, dinas terkait bisa memperbaharui drainase di sepanjang jalan Gunungjaya ini. Bila dibiarkan dikhawatirkan kerusakan akan meluas dan  mempercepat kerusakan jalan raya," tandasnya.


Pewarta: Rudi Samsidi
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Diduga Depresi, Gadis Belia Ini Akhiri Hidup dengan Gandir

sukabumiNews, NAGRAK -- Diduga depresi, NU (initial) gadis belia 16 tahun asal Kampung Ciawitali Hilir Desa Darmareja, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi ini berani mengakhiri hidupnya dengan gantung diri (Gandir, red) di depan kamar.

Saat ditemukan, NU sudah dalam keadaan tidak bernyawa dan tergantung di depan kamar dengan kain terikat di lehernya. Peristiwa itu diketahui terjadi Rabu (20/3) sekitar pukul 09.00 WIB pagi tadi.

"Atas kejadian ini, kami sudah mintai keterangan dari beberapa saksi, dari pemeriksaan untuk sementara tidak ditemui bekas tindak kekerasan ataupun hal yang mencurigakan, dan ini dipastikan murni bunuh diri," ujar Kanit Reskrim Polsek Nagrak Bripka Yandi Spd, ketika di hubungi wartawan.

Yandi menambahkan, pihak keluarga menyatakan menerima, serta menolak jenazah untuk dilakukan proses otopsi dan korban saat ini sudah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Kendati demikian tutur Yudi, pihaknya saat ini masih tetap mencoba untuk melakukan kajian atas peristiwa ini. "Korban saat ini masih dinyatakan murni bunuh diri oleh Polsek Nagrak," tandasnya.

Pewarta: Rudi Samsidi
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Jadikan Perbedaan Pandangan Politik Sebagi Pelajaran Berharga bagi Bangsa yang Demokratis dan Majemuk

Keterangan Foto: Ketua dan Sekretaris PK KNPI Ciemas, bersama penyelanggara Pemiliu saat menghadiri Bintek Kepemiluan.
sukabumiNews, CIEMAS -- Menyikapi maraknya pertentangan atas perbedaan pandangan di tahun politik yang berujung kepada ujaran kebencian dan hoax baik di dunia maya maupun dunia nyata,  Sekretaris PK KNPI Kecamatan Ciemas, Opik berpendapat, jika perbedaan pandangan tersebut disikapi dengan cerdas dan bijak, maka semua itu akan menjadi pelajaran politik yang berharga bagi kita sebagai bangsa yang Demokratis dan Majemuk.

Namun sebaliknya, jika disikapinya dengan penuh kemarahan dan kebencian, semua itu akan berujung kepada perpecahan yang menimbulkan ketidak nyamanan di masyarakat.

"Kalau sudah seperti ini, yang kasihan kan masyarakat. Bukannya pencerdasan politik, eh, malah pembodohan," ucap Opik kepada sukabumiNews net di sela-sela Bintek Pemungutan dan Penghitungan suara di Aula Kecamatan Ciemas, Rabu (20/3).

Sementara itu Ketua PK KNPI Ciemas Ramdan Jaelani juga memiliki pandangan yang sama. Bahkan ia menambahkan akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Janganlah karena perbedaan pilihan, baik Pileg, DPD, maupun Pilpres, lantas menjadikan rusaknya persahabatan di kalangan masyarakat terutama pemuda. Akan tetapi perbedaan pandangan itu harus jadikanlah pelajaran yang berharga untuk lebih meningkatkan persatuan dan kesatuan," tukasnya.


Pewarta: JS
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, March 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

Luhut Tinjau Pembangunan Dermaga Cikahuripan yang Sudah Lama Mangkrak

sukabumiNews, CISOLOK – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan melakukan kunjungan kerja ke Kampung Nelayan Cikahuripan, Desa Cisolok, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Selasa (19/3/2019).

Dalam kunjungannya Luhut meninjau langsung Dermaga Cikahuripan yang pembangunannya sudah 6 tahun terbengkalai (mangkrak). Luhut menyebut mangkraknya dermaga tersebut, lantaran adanya kesalahan dalam pembuatan desain.

Dermaga Cikahuripan Cisolok ini mulai dibangun tahun 2001, namun di tahun 2013 kemarin pembangunannya terhenti.

"Saya datang tadi ke sini atas permintaan pak Aji Troy (Ketua persatuan nelayan tradisional Kabupaten Sukabumi, red) mengenai Pelabuhan ini yang belum selesai. Saya dengar sudah enam tahun terbengkalai dan kita ingin selesaikan," ujar Luhut kepada wartawan.

Luhut menegaskan, pembangunan dermaga tersebut akan segera diselesaikan. Bahkan menurutnya, ia telah berkomunikasi dengan Deputinya.

“Sepertinya ada yang salah dalam desain mengenai panjang dermaga ke tengah laut supaya jangan masuk sedimennya ke tempat penampungan kapal sehingga jadi darat," ungkap Luhut.

Sementara itu Ketua Persatuan Nelayan Tradisional Kabupaten Sukabumi Aji Marpudin, kepada Luhut menceritakan bahwa akibat mangkraknya pembangunan dermaga tersebut, karena adanya pondasi dermaga, para nelayan selama enam tahun harus berenang menuju perahu atau ke darat.

"Setiap hari nelayan terpaksa pulang dan pergi dengan berenang pak, posisi perahu semuanya di tengah bukan di pinggir karena kontruksi bangunan penahan ombak atau Breakwater yang buruk dan memang belum jadi," jelas pria yang lebih dikenal dengan panggilan Aji Troy ini.

Pada kesempatan itu tokoh nelayan Cikahuripan ini juga langsung mengajak Luhut melihat konstruksi dermaga yang mangkrak itu.

Sekedar diketahui, Luhut  datang ke Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi dalam rangka temu wicara dengan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh Agama serta masyarakat di wilayah tersebut.

Hadir dalam kesempatan itu Sekda Provinsi Jawa Barat Iwa Kustiwa, Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sarjono, Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf. Haris Sukarman, Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi S.I.K, SH, MH., Danposal Palabuhanratu Kapten Laut (P) Maman Badruzaman, Ketua Nelayan Tradisional Cisolok H. Aji Marpudin, Alwi Sihab Tim Kementrian Kemaritiman, Para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Pemuda setempat.


Pewarta: Agus Sadewa/Jahrudin
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
loading...
Loading...
close
close