Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Kontributor/wartawan SUKABUMI news dalam melaksanakan tugas dilapangan selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan serta fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel maupun berita (pendidikan, politik, hukum) Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria akan kami muat dan undang.

Tuesday, October 23, 2018

Redaksi sukabumiNews

Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sinar sentosa bagikan sembako

Gunungguruh, SUKABUMINEWS.net - Puluhan warga Desa Sirna Resmi Kecamatan Gunung Guruh Kababupaten Sukabumi mendapatkan bantuan paket sembako dari Bumdes Sinar Sentosa.

“Paket sembako yang dibagikan merupakan salah satu diantara program rutin yang dilakukan Bumdes Sinar Sentosa sebagai bentuk kepedulian terhadap masayarakat Desa Sirna Resmi yang kurang mampuh,” jelas ketua Bumdes Sinar Sentosa, Agung Sugianto kepada sukabumiNews.net, Selasa (23/10/2018).

Alhamdulilah, walau pun paket sembakonya tidak seberapa namun mudah-mudahan bantuan ini berguna bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan ,” tambahnya.

Lebih lanjut Agung mengungkapkan bahwa paket sembako yang diberikan merupakan hasil dari pengembangan usaha Bumdes Sinar Sentosa Desa Sirna Resmi Kecamatan Gunung Guruh Kababupanen Sukabumi. “Kita sisihkan dana hasil  pengelolaan limbah besi scarb dari PT. Siam Cement Group (SCG),” jelasnya.

Agung mengharapkan atas kepedulian badan usaha yang dikelolanya terhadap masyarakat yang kurang mampu ini, semoga warga di lingkungan sekitar bias lebih maju dan sejahtera serta membawa insprirasi bagi bumdes yang lainnya untuk bias melakukan hal seperti ini.

Dilain pihak, Lilis (45) seorang warga penerima bantuan mengucapkan terimakasih kepada Bumdes Sinar Sentosa atas bantuan yang diberikan kepadanya.

“Saya do'akan semoga Bumdes Sinar Sentosa lebih maju dan sukses serta pembagian sembako bisa dirasakan oleh semua warga Desa Sirna Resmi ini,” tutup Lilis, seorang ibu rumah tangga warga Kampung Talagasari Rt. 001/006.

Kegiatan pembagian sembako ini turut di saksikan oleh LPMD,  POL PP Kec. Gunung Guruh dan Kaur Desa Sirna Resmi.


[Pewarta: Azis. R].
Editor: Red.
Redaksi sukabumiNews

Ketua PD GPI Sukabumi Angkat Bicara Soal Pembakaran Bendera Bertuliskan Kalimat Tauhid di Garut

Ketua PD GPI Sukabumi Angkat Bicara Soal Pembakaran Bendera Bertuliskan Kalimat Tauhid di Garut
Sukaraja, SUKABUMINEWS.net Ketua Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Islam (PD GPI) Kabupaten Sukabumi, Jaka Susila menyesalkan adanya aksi pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang dilakukan oleh sejumlah oknum ormas Banser NU di Garut, Jawa Barat pada perayaan hari santri (22/10) kemarin.

Sebelumnya, di media sosial beredar video yang memperlihatkan oknum ormas tersebut membakar bendera tauhid.


Lihat ! Vide Sejumlah Anggota Banser Bakar BenderaTauhid

"Kami mengecam tindakan Banser NU yang dengan sengaja membakar bendera berlafadzkan tauhid." Kata Jaka kepada sukabumiNews.net di Sukaraja Kabupaten Sukabumi, Selasa (23/10).

"Mana rasa saling menghargai itu. Katanya cinta NKRI. Tapi ini justru memecah belah. Pokoknya pelaku harus dihukum dan meminta maaf secepatnya kepada seluruh umat Islam yang ada di dunia ini," tegas Jaka.

Baca Juga: Banser Bakar Bendera Tauhid, MUIGarut Serahkan Kasus Ini ke Polisi

"Disinilah pentingnya penananaman rasa toleransi dan saling menghargai di dalam umat Islam," tambahnya. 

Dalam hal ini, pria yang juga selaku wakil ketua DPC Partai Bulan Bintang Kabupaten Sukabumi itu juga mengajak kepada masyarakat utuk menyampaikan pesan dengan adab dan dengan cara yang baik. Karena menurutnya, keberadaban sebuah bangsa dilihat dari cara masyarakatnya menyampaikan pesan dan menyelesaikan perbedaan. (Red*)
Redaksi sukabumiNews

Banser Bakar Bendera Tauhid, MUI Garut Serahkan Kasus Ini ke Polisi

Banser Bakar Bendera Tauhid, MUI Garut Serahkan Kasus Ini ke Polisi
[Photo dok: Tribunjabar/Firman Wijaksana]
Garut, SUKABUMINEWS.net – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut mempercayakan persoalan hukum pembakaran bendera kalimat tauhid kepada Polres Garut. Sebanyak tiga orang pelaku pembakaran pun sudah diamankan Polres Garut.

Dilansir republika, Ketua MUI Garut, Sirodjul Munir pun mengaku bahwa saat ini terdapat beraneka ragam tanggapan yang sangat mengkhawatirkan atas insiden pembakaran bendera tersebut. “Kami sepakat dan menerima jika persoalan ini diproses pihak kepolisian. Kapolres pun sigap menangani masalah ini,” ujar Sirodjul Munir, Senin (22/10).

Ia pun menyadari bahwa aksi pembakaran itu tengah viral di media sosial. MUI Garut pun segera cepat tanggap agar kasus itu tak melebar.
“Selain tiga orang pelaku pembakaran, kepolisian juga sedang mencari satu orang pembawa bendera,” ucapnya.

Ia pun mengimbau semua pihak khususnya umat Islam untuk dapat menahan diri. Jangan sampai ada tanggapan tak jelas akibat peristiwa tersebut. Apalagi menciptakan suasana provokatif.

“Umat Islam dari berbagai organisasi dan elemen masyarakat diharap dapat menahan diri. Jangan menimbulkan suasana yang keruh,” katanya.

Mengingat, saat ini kepolisian sudah menangani permasalahan tersebut. Ia yakin pihak kepolisian secara profesional dapat menangani kasus pembakaran bendera itu.

Sebelumnya, persoalan ini berawal dari insiden pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid. Pembakaran itu terjadi saat perayaan Hari Santri Nasional di Kecamatan Limbangan, Kebupaten Garut, Senin (22/10).

[SN/RN]
Redaksi sukabumiNews

Viral, Video Sejumlah Anggota Banser Bakar Bendera Tauhid

Video viral sejumlah anggota Banser Nahdatul Ulama (NU) membakar bendera berwarna putih bertuliskan kalimat taudid, saat peringatan Hari Santri Nasional di Kecematan Limbangan, Kabupaten Garut, Senin (22/10/2018), bikin heboh.


Baca Juga: Banser Bakar Bendera Tauhid, MUIGarut Serahkan Kasus Ini ke Polisi


Redaksi sukabumiNews

Sejumlah Anggota Banser Bakar Bendera Tauhid

Banser NU
Garut, SUKABUMINEWS.net - Sejumlah anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Ansor Nahdlatul Ulama (NU) Garut membakar bendera berwarna dasar hitam dan bertuliskan aksara arab kalimat tauhid berwarna putih yang mirip dengan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Berdasarkan video berdurasi 02.05 menit yang diterima CNNIndonesia.com dan tersebar di laman Youtube,  pembakaran dilakukan oleh belasan anggota Banser seraya menyanyikan mars NU.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas membenarkan hal itu. Dia mengatakan pembakaran terjadi saat Banser Garut merayakan hari santri pada Minggu kemarin (21/10).

"Betul. Itu di Garut. Menurut laporan, peristiwa ini terjadi di hari peringatan santri kemarin di Garut," tutur Yaqut saat sebagaimana dilansir CNNIndonesia.com, Senin (22/10). Meski belum diketahui pasti, Yaqut mengklaim bahwa benda yang dibakar anggotanya adalah bendera HTI. Dia yakin anggota di Garut yang terlibat pembakaran memang menganggap itu sebagai bendera HTI, yang merupakan organisasi terlarang di Indonesia.

"Saya yakin teman-teman melihat itu sebagai bendera HTI. Kami enggak ada urusan dengan bendera organisasi yang sudah dibubarkan pemerintah dan faktanya memang mengancam kedaulatan," kata Yaqut.

Merujuk dari tayangan dalam video, mulanya, ada satu anggota banser yang membawa bendera berwarna hitam bertuliskan aksara arab. Belasan anggota Banser lainnya kemudian berkumpul untuk bersama-sama menyulut bendera tersebut dengan api.

Baca dan Lihat Videonya : Viral, Video SejumlahAnggota Banser Bakar Bendera Tauhid

Sebagian dari mereka mengenakan pakaian loreng khas Banser lengkap dengan baret hitam.

Tak hanya bendera, mereka juga nampak membakar ikat kepala berwarna hitam bertuliskan aksara arab. Agar kedua benda lebih cepat dilalap api, mereka menggunakan koran yang juga telah disulut. Sementara itu, ada salah satu dari mereka yang mengibarkan bendera Merah Putih berukuran besar.

Saat api mulai besar dan melalap setengah bendera, sejumlah anggota Banser semakin semangat menyanyikan Mars NU. Beberapa di antaranya seraya mengepalkan tangan seirama dengan nada yang dinyanyikan.

Baca Juga: Banser Bakar Bendera Tauhid, MUIGarut Serahkan Kasus Ini ke Polisi

Artikel ini telah tayang di Gelora News dengan judul "Diiringi Mars NU, Banser Garut Bakar Bendera Kalimat Tauhid HTI"
Redaksi sukabumiNews

Turki Sebut Pembunuhan Khashoggi Direncanakan

Turki Sebut Pembunuhan Khashoggi Direncanakan
Turki, SUKABUMINEWS.net – Turki, Senin (22/10) mengungkapkan pembunuhan Jamal Khashoggi dalam konsulat Arab Saudi di Istanbul telah direncanakan. Karenanya, Turki berjanji akan membuka segala informasi terkait kasus yang mencoret citra Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman itu.

Meningkatkan tekanan terhadap Riyadh, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji akan membongkar kasus Khashoggi pada Selasa (23/10).

Kontributor surat kabar Amerika Serikat Washington {ost itu dibunuh tiga pekan lalu saat masuk ke konsulat Arab Saudi di Istanbul.

Setelah bungkam selama lebih dari dua pekan, Arab Saudi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi tewas di dalam konsulat mereka. Namun, penjelasan negara itu dipandang sekutu dan lawan politik mereka sebagai membingungkan dan tidak jelas.

Kasus itu menyebabkan Pangeran Mohammed berada dalam sorotan. Dia merupakan pemimpin upaya reformasi di Arab Saudi. Dia disebut memerintahkan pembunuhan Khashoggi. Tudingan itu telah dibantah pemerintah Arab Saudi.

CNN merilis gambar yang disebut menunjukkan seorang pejabat Arab Saudi yang berpura-pura menjadi Khashoggi, mengenakan pakaian wartawan itu saat meninggalkan konsulat dalam upaya menunjukkan bahwa pria itu telah meninggalkan konsulat tersebut.

Penasehat Gedung Putih Jared Kushner mengaku telah mendesak Pangeran Mohammad untuk bersikap transparan karena seluruh dunia mengawasi kasus itu.

Adapun juru bicara partai yang dipimpin Erdogan, Omer Celik, menyebut pembunuhan Khashoggi adalah sebuah aksi mengerikan yang terencana.

Pernyataan Celik itu merupakan kali pertama Ankara berpendapat pembunuhan Khashoggi telah direncanakan.

"Kami berhadapan dengan situasi yang telah berusaha keras disamarkan," ungkap Celik.

Salah satu penasehat Erdogan, Yasin Aktay, dalam sebuah tulisan di harian Yeni Safak menyebut penjelasan versi Arab Saudi membuat 'intelejen Turki merasa diejek'.

"Sejak awal, sikap presiden kami jelas. Tidak ada yang akan dirahasiakan dalam kasus ini," tegas penasehat Erdogan, Ibrahim Kalin.


(SN/Medcom/AFP/OL-2)
Redaksi sukabumiNews

Polisi Perpanjang Masa Tahanan Ratna Sarumpaet

Ratna Sarumpaet
[ANTARA FOTO/Reno Esnir]
Jakarta, SUKABUMINEWS.net - Masa penahanan tersangka kasus berita bohong Ratna Sarumpaet diperpanjang. Ratna telah menjalani penahanan 20 hari pertama sejak 5 Oktober lalu.

"Penahanan Ratna Sarumpaet ditambah 40 hari," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, dikutip Media Indonesia, Senin (22/10).

Masa penahanan pertama Ratna di Rutan Dirkrimum Polda Metro Jaya berlangsung sejak 5 Oktober dan akan berakhir pada 24 Oktober. Ratna bakal menjalani total 60 hari masa tahanan.

Ratna ditetapkan sebagai tersangka setelah ditangkap di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada 4 Oktober malam, sebelum terbang ke Cile.

Ratna menyandang status tersangka akibat mengaku dianiaya sejumlah orang di Bandung, Jawa Barat, 21 September 2018.

Pada hari yang sama, Ratna ternyata menjalani perawatan usai operasi plastik di salah satu rumah sakit di Jakarta. Ratna berbohong soal penganiayaan yang kadung ramai terpublikasi.

Ia disangkakan melanggar Pasal 14 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Ratna terancam hukuman 10 tahun penjara. 


(SN/Medcom/OL-2)

Monday, October 22, 2018

Redaksi sukabumiNews

Ma'ruf Amin: Kebangetan Menuduh Presiden Jokowi Memperalat Saya

Ma'ruf Amin: Kebangetan Menuduh Presiden Jokowi Memperalat Saya
Jakarta, SUKABUMINEWS.net - Cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin membantah anggapan bahwa Presiden Jokowi memperalat dirinya sebagai ulama NU untuk kepentingan Pilpres 2019.

"Ada yang bilang Kiai Ma'ruf ini hanya dijadikan sebagai alat saja, berarti menuduh Pak Jokowi, ini isu kejam," kata Kiai Ma'ruf dalam sambutannya di acara halaqah alim ulama dan silaturahim pengasuh pondok pesantren se-Jawa Barat di Ponpes Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, yang dihadiri ribuan santri, Senin (22/10/2018).

Ma'ruf mengaku tak habis pikir atas munculnya isu semacam itu. Dia menegaskan, dirinya selaku Rais Aam tidak bisa diperalat.

"Masa' Rais Aam bisa diperalat. Kebangetan itu. Makanya jangan didengar," ujar Ma'ruf.

Ia menekankan dirinya adalah orang yang berpengalaman secara politik. Dia mengatakan pernah duduk sebagai anggota legislatif, menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dua periode dan terakhir berada di jajaran Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Dia mengatakan bahwa Presiden Jokowi bisa saja memilih cawapres dari kalangan lain. Misalnya dari kalangan profesional dan politisi.

Namun, kata dia, Presiden Jokowi memilih dirinya yang berasal dari kalangan ulama karena mencintai ulama dan santri.(sn/yn/ant)


[Teropongsenayan]
Redaksi sukabumiNews

Penyidik KPK Diperiksa Polda Metro Jaya

Penyidik KPK Diperiksa Polda Metro Jaya
Jakarta, SUKABUMINEWS.net - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi memenuhi panggilan dari Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya terkait kasus mencegah atau merintangi penyidikan.

"Hari ini, setelah sebelumnya disetujui pimpinan KPK, salah satu penyidik KPK memenuhi panggilan penyidik dari unit Ditreskrimum Polda Metro Jaya," kata Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah di Jakarta, Senin (22/10/2018).

Dari surat panggilan yang diterima KPK, lanjut Febri, tertulis adanya surat perintah penyidikan tanggal 12 Oktober 2018 dan laporan polisi 11 Oktober 2018.

"Tadi dapat informasi dari tim, pemeriksaan sudah mulai," kata Febri.

Ia menyatakan bahwa penyidikan yang disebutkan adalah dugaan perkara tindak pidana dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan atau pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap tersangka dan terdakwa ataupun para saksi.

"Dalam perkara korupsi dan atau pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 220, Pasal 231, Pasal 421, Pasal 422, Pasal 429 atau Pasal 430 KUHP sebagaimana dimaksud pada Pasal 21 dan atau Pasal 23 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang terjadi pada tanggal 7 April 2017 di Jalan Kuningan Persada Nomor 4 RT 01, RW 06, Setiabudi, Jakarta Selatan," tuturnya.

Namun, Febri belum bisa menjelaskan lebih lanjut perkara apa yang dimaksud tersebut. (sn/plt/ant)


[Teropongsenayan]
loading...
Loading...
close