Breaking
SUKABUMINews menyajikan berita terpenting tentang berbagai peristiwa dan Dunia Islam yang terjadi di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas dilapangan selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan serta fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel maupun berita (pendidikan, politik, hukum) Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria akan kami muat dan undang.

Tuesday, January 22, 2019

Redaksi sukabumiNews

Camat Cikembar Tamtam Alamsyah Lantik Pjs Kades Desa Bojong

Camat Cikembar, Tamtama Alamsyah melantik Iyus Wahyudin, Pjs Kades Desa Bojong menggantikan Kades lama Asep Setiawan. Pelantikan Pjs Kades Desa dilakukan Camat mengingat Kades Bojong sebelumnya Asep Setiawan, sudah habis masa baktinya yakni hampir 6 tahun menjabat sebagai Kepala Desa Bojong.
sukabumiNews, CIKEMBARCamat Cikembar, Tamtam Alamsyah melantik Iyus Wahyudin, Pjs Kades Desa Bojong menggantikan Kades lama Asep Setiawan. Pelantikan Pjs Kades Desa dilakukan Camat mengingat Kades Bojong sebelumnya Asep Setiawan, sudah habis masa baktinya yakni hampir 6 tahun menjabat sebagai Kepala Desa Bojong.

Acara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan (sertijab) Penjabat Kepala Desa (Kades) Bojing dipusatkan di Aula Kantor Desa Bojong, Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi pada Selasa  (22/1 2019).

"Alhamdulilah pada hari ini saya sudah melaksanakan Serah Terima Jabatan dan Pelantikan dari Pejabat Kepala Desa lama kepada Penjabat Kepala Desa yang baru," kata Tamtam Alamsyah Kepada sukabumiNews.

'Mudah-mudahan Penjabat yang baru ini bisa melanjutkan program Kades yang lama," tambahnya.

Kemudian lanjut Tamtam, kades yang baru diharapkan bisa  memperbaiki  kekurangan untuk mencapai kesempurnaan. "Saya selaku Camat, akan melaksanakan tugas pokok yaitu memberikan pembinaan dan pengawasan terutama masalah anggaran," jelas Camat.

Camat Tamtam melanjutkan, karena anggara desa ini lumayan besar, maka bagaimana kita melakukan agar anggaran ini tepat sasaran serta sesuai dengan regulasi yang sudah ditetapkan.

"Saya mengucapkan selamat atas dilantiknya Penjabat Kades Iyus Wahyudin, semoga bisa melaksanakan tugas dengan baik. Dan saya juga berterima kasih kepada Kepala Desa lama H. Asep Setiawan, semoga pengabdiannya terhadap Masyarakat selama ini tercatat sebagai amal yang sholeh," tuturnya.


Hal senada diucapkan Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sukabumi, Tendy Hendrayana, S.Ip yang saat itu hadir di acara Pelantikan dan Sertijab. Tendy juga menjelaskan, Pelantikan Penjabat sementara ini sehubungan kades yang lama sudah habis masa baktinya. "Kami tetap mengingatkan bahwa Kepala Desa ini tugas pokoknya adalah melayani masyarakat," kata Tendy.

"Kita juga akan selalu memberi pembinanan yang dalam hal ini Insya Allah akan kita laksanakan pada bulan November tahun 2019," sambungnya

Tendy juga berharap kepada semua agar bisa bekerjasama dalam mengelola pemeritahan desa sebaik-baiknya dengan mematuhi peruturan yang berlaku, sekaligus kita bekerjasama dengan semua unsur  lembaga yang ada di Desa.

"Insya Allah dengan melakukan pola seperti itu kita akan mampu melaksanakan tugas yang semakin hari semakin berat," jelas dia.

Ditanya mengenai ada beberapa Kepala Desa di Kabupaten Sukabumi yang tersandung kasus, Tendy menegaskan bahwa mereka sudah tahu konsekwensi dari pelanggaran itu sendiri.

Adapun jelas dia, apa yang disampaikan dalam sambutan tadi, semoga menjadi pelajaran kepada semua untuk tidak melakukan hal serupa.

"Kita sudah menandatangani fakta Integritas dan mengucapkannya. Itu adalah janji yang harus dipenuhi serta ada konsekwensi jika melanggar janji tersebut." Pungkas Tendy Hendrayana.

Hadir di acara Pelantikan dan Sertijab Penjabat Kepala Desa Bojong Kecamatan Cikembar itu jajaran Muspika Kecamatan Cikembar dan Tokoh Masyarakat desa setempat.

[Pewarta: Azis R]
Editor: Red.
Redaksi sukabumiNews

Terkait Jalan Rusak, Warga Dua Desa di Kecamatan Cilograng Tunggu Janji Pemerintah Selama 12 Tahun

Jalan Kecamatan yang menghubungkan dua desa, yakni Desa Lebak Tipar dan Desa Cilograng, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Rangkasbitung, Provinsi Banten sudah lebih dari 12 tahun dibiarkan tak terusur, apalagi diaspal. Padahal sebelumnya, pemerintah sekitar pernah berjanji akan mengaspalnya.
sukabumiNews, CILOGRANG – Jalan Kecamatan yang menghubungkan dua desa, yakni Desa Lebak Tipar dan Desa Cilograng, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten sudah lebih dari 12 tahun dibiarkan tak terusur, apalagi diaspal. Padahal sebelumnya, pemerintah sekitar pernah berjanji akan mengaspalnya.

Untuk itu, warga yang tingga di kampung yang berada di dua desa tersebut diantaranya yaitu Kp Pasir Salam, Kp Cilograng, dan Kp Kalapa Dua meminta kepada pemerintah terkait agar segera merealisasikan janjinya.

Adalah Dadang, salahsatu warga Kp Pasir Salam bersama warga berharap kepada pemerintah mulai dari tingkat desa hingga propinsi untuk segera merealisasikan janji-janji yang pernah di ucapkannya, terupama kepada masyarakat Cilograng.

“Saya sangat menderita dan sedih ketika melihat ada sala warga yang sakit atau ibu yang mau melahirkan harus degera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, terpaksa harus jalan kaki atau naik ojeg sejauh 3 kilo meter dengan waktu jarak tempuh hampir 2 sampai 3 jam disebabkan jalan rusak tidak memadai. Apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini,” ungkap Dadang, kepada sukabumiNews, Selasa (22/1/2019).

“Bahkan terkadang orang yang sakit harus di gotong pake tandu/sarung karena kalau naik ojeg takut jatuh,” kata Dadang.

Dadang juag menjelaskan bahwa memang 12 tahun silam jalan kecamatan tersebut pernah diaspal. “Itu pun waktu ada acara Musabaqoh Tilawatil-Quran (MTQ) di Kecamatan Cilograng 12 tahun silam,” jelas Dadang. 

Seperti yang diungkapkan Dadang, Epang Ketua RW Kp Kalapa Dua menuturkan bahwa 12 tahun pihknya hanya menunggu janji. Bahkan tambah dadang, jika ditagih mereka cukup pandai berkelit lidah. “Padahal kami butuh Bukti, bukan Janji,” tegas Epang.

Pdahal tambah Epang, jika ada hal yang harus dikerjakan dan dilakukan warga, terutama urusan tanah, pemeritah harus selalu diturutinya dengan alasan aturan dan hukum. “Tapi saat warga membutuhkan, mereka hanya bisa mengubar janji dan berkelit lidah,” ucapnya.

[Pewarta: Jahrudin]
Edito: Red.
Redaksi sukabumiNews

Kedatangan Mantu Presiden Jokowi untuk Meresmikan Perumahan Program Nawacita Sukabumi Sejahtera Satu Disambut Banjir dan Lumpur

Kedatangan mantu presiden Jokowi, Bobby Nasution ke Kabupaten Sukabumi, untuk meresmikan Perumahan yang berlokasi di Wilayah Kp. Cioray Desa Bojongraharja Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, disambut hujan deras disertai banjir dan lumpur, Senin (2/1/2019).
sukabumiNews, CIKEMBAR – Rencana kedatangan mantu presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution ke Kabupaten Sukabumi, untuk meresmikan Perumahan yang berlokasi di Wilayah Kp. Cioray Desa Bojongraharja Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, disambut hujan deras disertai banjir dan lumpur, Senin (2/1/2019).

Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi dan Muspika Cikembar hadir dalam acara peresmian tersebut.

Penyambutan kehadiran Bobby untuk melaksanakan peletakan batu pertama pada pembangunan perumahan program Nawacita Sukabumi Sejahtera Satu yang semula dijadwalkan di lokasi Venue yang berukuran 12 X 15 Meter yang menampung tamu undangan sekitar 500 orang itu dipindahkan ke Aula Desa Bojongraharja karena lahan lokasi Vanue tersebut digenangi air dan lumpur.

“Dikarenakan intensitas curah hujan semakin besar maka acara pun di pindahkan ke Aula Desa. Bojongraharja, " ungkap Ketua Panitia EO Muhammad Fadil kepada sukabumiNews.

Terkait peruntukan perumahan yang akan dibangun dan diresmikan oleh mantu presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut, Asda II Dodi Hadiat Soemantri, Finance Leadership Development Program (PFLDP) fasiliras likuiditas pendirian perumahan, dikonfirmasi di tempat terpisah mengatakan, perumahan ini diprioritaskan untuk masyarakat yang mempunyai penghasilan rendah diangka maksimum Rp4 juta.

“Perumahan ini menurut kita relatif baik karena bisa terjangkau untuk kalangan masyarakat kebawah,” kata Dodi Hadiat.

Akan tetapi Lanjut Dodi, ada persyaratan tertentu yang mungkin nanti oleh pihak Bank BTPN selaku bank yang memfasilitasinya akan di terapkan. “Ini adalah salah satu program Pemerintah Pusat dan Anggarannya pun kalo tidak salah hampir mengucurkan 60 Triliun se-indonesia,” jelasnya.


Sementara itu Bobby Nasuton yang tiba kemudian, kepada sukabumiNews menuturkan rencana kedatangan dia ke Sukabumi ini. Menurutnya, pada tahap pertama ia akan mengawali pembangunan dengan membangun sekitar 500 unit perumahan diatas luas tanah 15 hektar, dari total 1500 unit diatas total luas tanah 30 hektar.

“Selain kita membatu program Pemerintah Pusat,  ini sudah menjadi Visi Misi Nawacita. Target kita 1,5 tahun untuk melaksanakan pembangunan perumahan sebanyak 500 unit, dengan DP Rp500 ribu,” kata Bobby.

“Akad sudah disubsidi sesuai dengan regulasi dari kementrian PUPR dan kita menjalin kerjasama dengan pihak Bank BTN yang sudah ditunjuk oleh pemerintah,” tambahnya.

“Harapan kita mudah-mudahan saja bukan hanya Developer kita yang membangun (PFLDP), tapi banyak yang mengikuti jejak kita dan mendukung Program dari Pemerintah Pusat ini,” tutup dia.

Di akhir kunjungannya, Bobby memberikan santunan kepada 115 orang yatim piatu secara simbolis.

[Pewarta: Azis. R]
Editor: Red.

Monday, January 21, 2019

Redaksi sukabumiNews

Kenapa Ya PKS Masih Belum All Out Buat Menangkan Prabowo-Sandi?

Ketua DPW PKS Kalbar, Arif Joni Prasetyo menerangkan jika pihaknya sejauh ini masih pasif dalam mengkampanyekan Prabowo-Sandi.
sukabumiNews, PONTIANAK – Ketua DPW PKS Kalbar, Arif Joni Prasetyo menerangkan jika pihaknya sejauh ini masih pasif dalam mengkampanyekan Prabowo-Sandi.

Sebelumnya, Dewan Pembina Badan Pemenangan Provinsi Prabowo-Sandi di Kalbar ini pun memuji strategi dari Djoko Santoso untuk memenangkan Prabowo-Sandi.

“Ya itu sebuah strategi yang efektif, efesien, karena dibangun dari sebuah kesadaran kader, dibangun dari kesadaran relawan. Dan kalau menunggu gerak dari satu dengan yang lain tentu memakan waktu jika setiap kader, setiap relawan itu masiv bergerak untuk tetangganya, teman-temannya,” kata Arif, Senin (21/01/2019), dikutip Abadikini.

Arif juga menerangkan akan menerapkan strategi khusus, walaupun sejauh ini masih pasif untuk memenangkan Prabowo-Sandi di pilpres 2019.

“Saya rasa ini sebuah strategi yang patut untuk di prioritaskan sebagai grand strategi dan hari ini, di Kalbar optimis bapak Prabowo-Sandi menang, terbukti dari bahwa para pendukung partai koalisi masiv secara terang-terangan mengkampanyekan Prabowo-Sandi,” katanya. [Red*/ak]
Redaksi sukabumiNews

Erdogan kepada Trump: Turki Siap Ambil Alih Manbij dari Suriah

Dalam percakapan telepon, pemimpin Turki mengatakan pemboman terbaru rekan AS yang menewaskan personil AS adalah provokasi ISIL.

[Pembicaraan tentang penarikan pasukan AS telah membuat gerilyawan Kurdi mengkhawatirkan di Suriah [File: Hussein Malla / AP]]
sukabumiNews, TURKI siap untuk mengambil alih keamanan di Manbij, sebuah kota di timur laut Suriah yang dipegang oleh pasukan Kurdi tempat empat personel AS tewas dalam pemboman pekan lalu, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan kepada mitra AS-nya dalam panggilan telepon.

Sebuah pernyataan oleh kepresidenan Turki mengatakan Erdogan pada hari Minggu mengatakan kepada Donald Trump bahwa serangan di Manbij adalah sebuah provokasi oleh Negara Islam Irak dan Levant (ISIL, juga dikenal sebagai kelompok ISIS) untuk mempengaruhi pasukan AS yang diperkirakan akan ditarik dari perang yang dilanda perang. negara.

Dalam langkah mengejutkan, Trump telah mengumumkan pada 19 Desember bahwa Amerika Serikat akan menarik 2.000 tentaranya dari Suriah timur laut dengan cepat, menyatakan bahwa ISIL telah dikalahkan - sebuah pandangan yang tidak dimiliki oleh banyak pakar keamanan dan penasihat kebijakan.

Pejabat AS sejak saat itu berjalan kembali ke timeline Trump, menunjukkan bahwa kondisi untuk penarikan seperti itu akan menghabisi ISIL dan Turki memastikan keamanan pasukan Kurdi yang bersekutu dengan AS.

Panggilan hari Minggu datang hampir seminggu setelah percakapan telepon lain antara kedua pemimpin di mana mereka membahas situasi di timur laut Suriah di tengah meningkatnya ketegangan mengenai nasib pejuang Kurdi di negara yang dilanda perang.

Joshua Landis, direktur Pusat Studi Timur Tengah di Universitas Oklahoma, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Erdogan tidak ingin berbicara dengan tim kebijakan keamanan dan luar negeri di sekitar Trump, karena para pejabat ini ingin pasukan AS tetap tinggal di Suriah.

"Erdogan tahu bahwa Trump ingin meninggalkan Suriah, jadi dia hanya ingin berbicara dengan presiden AS, bukan timnya," kata Landis kepada Al Jazeera.

"Orang-orang di sekitar Trump percaya pasukan harus tetap di Suriah utara untuk melanjutkan perang melawan ISIL, mengembalikan Iran, dan melindungi para pejuang Kurdi di sana," tambahnya.

'Rebutan'

Terletak di dekat perbatasan dengan Turki, Manbij telah muncul sebagai titik fokus ketegangan setelah keputusan Trump untuk menarik pasukan AS - yang kehadirannya secara efektif menghalangi Ankara menyerang pejuang Kurdi, sekutu utama Washington dalam perangnya melawan ISIL.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS, sebuah milisi yang bersekutu dengan YPG Kurdi yang didukung Washington, merebut kota itu dari ISIL pada 2016. Ankara memandang YPG sebagai kelompok "teroris" dan perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang ( PKK) yang telah puluhan tahun melancarkan kampanye bersenjata separatis di Turki.

Osama bin Javaid dari Al Jazeera, melaporkan dari perbatasan Turki-Suriah, mengatakan panggilan telepon terbaru itu "pada dasarnya merupakan kelanjutan dari strategi untuk mencoba dan menjembatani kesenjangan yang telah diciptakan" setelah perang kata antara dua sekutu NATO atas dukungan Washington. pejuang Kurdi dan apa yang akan terjadi di wilayah tersebut setelah penarikan AS.

"Manbij adalah tulang pertikaian antara kedua negara karena pasukan Turki ingin mengambil alih wilayah itu dan para pejuang Kurdi yang didukung AS tidak ingin memberikan kendali kepada pemerintah Turki," tambahnya.

"Pejuang Kurdi ini beringsut ke arah pemerintah Suriah jika terjadi kekosongan yang diciptakan ketika pasukan AS menarik diri - akibat yang tidak diinginkan Turki maupun AS."

Bulan lalu, YPG mengundang pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad ke daerah itu, berharap untuk mencegah serangan Turki.

Landis mengatakan tidak ada skenario yang dihasilkan dari penarikan AS yang menarik bagi Washington.

"Mereka tidak ingin Turki menyerbu, dan mereka tidak ingin rezim Suriah dan Rusia mengisi kekosongan. Jadi Amerika akan terjebak di sana selamanya, dan itulah dilema," katanya.

Perang kata-kata

Dalam uraiannya tentang panggilan itu, Gedung Putih tidak menyebutkan tawaran Erdogan untuk mengambil alih keamanan di Manbij tetapi mengatakan kedua orang itu sepakat untuk terus mengejar penyelesaian negosiasi untuk Suriah timur laut yang memenuhi kebutuhan keamanan kedua negara.

"Presiden Trump menggarisbawahi pentingnya mengalahkan unsur-unsur teroris yang tetap ada di Suriah," Sarah Sanders, juru bicara Gedung Putih, mengatakan dalam deskripsi percakapan telepon.

"Kedua pemimpin sepakat untuk terus mengejar solusi yang dinegosiasikan untuk Suriah timur laut yang mencapai masalah keamanan kita masing-masing. Mereka juga membahas kepentingan bersama mereka dalam memperluas hubungan perdagangan antara Amerika Serikat dan Turki," tambah Sanders.

Trump sebelumnya telah memperingatkan Turki untuk tidak menyerang para pejuang Kurdi di Suriah dan tampaknya mengancam ekonomi Turki jika itu terjadi.

Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan "kami tidak takut dan tidak akan diintimidasi oleh ancaman apa pun," menambahkan bahwa "ancaman ekonomi terhadap Turki tidak akan berhasil."

Erdogan menyebut Trump

Dalam pernyataannya tentang panggilan terakhir, kepresidenan Turki juga mengatakan kedua pemimpin telah sepakat untuk mempercepat diskusi antara kepala staf mereka tentang zona aman di Suriah timur laut.

Pekan lalu, Trump menyarankan untuk menciptakan zona aman, tanpa menjelaskan lebih lanjut. SDF mengatakan pada hari Rabu bahwa pihaknya siap membantu menciptakan zona aman di tengah kekhawatiran Kurdi bahwa penarikan AS akan memberi Ankara kesempatan untuk melakukan serangan baru.

Turki telah mengatakan pemerintah AS tidak koheren tentang proses penarikan sejak pengumuman Trump 19 Desember.

"Trump ingin membawa pasukan pulang dan tidak terlibat untuk jangka panjang di Suriah," kata Landis. "Presiden mengatakan, 'persetan dengan ini', biarkan Rusia dan Suriah dan Iran berurusan dengan ISIS dan selesaikan. Mereka ingin melakukannya, biarkan mereka membayarnya '."


SUMBER: AL JAZEERA DAN BADAN BERITA
Redaksi sukabumiNews

WhatsApp Ancam Tutup Akun Penyebar Hoaks

Pengguna WhatsApp yang menyebarkan hoaks di platform disebut akan tidak lagi bisa menggunakan akunnya. Communication Lead Facebook Indonesia Putri Dewanti mengatakan WhatsApp akan menghapus akun pelaku hoaks.
sukabumiNews, JAKARTA – Pengguna WhatsApp yang menyebarkan hoaks di platform disebut akan tidak lagi bisa menggunakan akunnya. Communication Lead Facebook Indonesia Putri Dewanti mengatakan WhatsApp akan menghapus akun pelaku hoaks.

Putri mengatakan pengguna harus mengganti nomor ponsel apabila ingin menggunakan layanan WhatsApp lagi.  WhatsApp bisa mengetahui akun spam ini lewat laporan di layanan atau call center anti hoaks.

"Tidak ( akun WhatsApp tidak bisa balik lagi). Sudah dihapus, hilang nomornya tidak bisa dipakai WhatsAppnya lagi," ujar Putri di kantor Komenkominfo, Senin (21/1).

Kendati demikian Putri mengatakan WhatsApp belum bisa mengungkapkan jumlah akun yang melakukan perilaku spamming atau meneruskan pesan berkali-kali.

"Belum ada jumlahnya, karena kalau di Indonesia sudah ada hotlinenya baru bisa terlacak berapa banyak. Kita masih explore, tapi kalau di take down akun-akun yang dilaporkan," kata Putri.

WhatsApp juga membuka layanan pelaporan untuk akun-akun yang dianggap menyebarkan berita hoaks. Selain itu, WhatsApp juga disebut akan bekerja sama dengan pemeriksa fakta pihak ketiga di Indonesia.

"Di Indonesia mitra lokal kita ada lima. Kami sedang diskusi dan eksplorasi dengan mereka untuk buat hotline hoaks di Indonesia. Sejauh ini kami sudah berdiskusi dengan Mafindo," ujar Putri. 

Putri kemudian menjelaskan cara kerja call center anti hoaks di Indonesia. Menurutnya pemeriksa ketiga akan bekerja mengecek fakta ketika mendapatkan laporan dari masyarakat ke call center.

"Jadi kalau berita palsu di WhatsApp dikirim ke call center, nanti pihak ketiga akan fact check. Kalau mereka sudah dapat yang benar, mereka akan share lagi ke yang lain," kata Putri.


Sumber: CNN Indonesia
Redaksi sukabumiNews

Anggota Komisi X DPR RI: Pemerintah Tidak Menerapkan Program Fullday School, Tapi Diserahkan pada Potensi Sekolah Masing-masing

Anggota Komisi X DPR RI, Dr. Hj. Reni Marlinawati mengatakan, program Fullday School merupakan topik yang sudah lama. Dan hari ini pemerintah tidak lagi menerapkan program tersebut, melainkan diserahkan kembali kepada potensi sekolahnya masing-masing.
sukabumiNews, CICANTAYAN – Anggota Komisi X DPR RI, Dr. Hj. Reni Marlinawati mengatakan, program Fullday School merupakan topik yang sudah lama. Dan hari ini pemerintah tidak lagi menerapkan program tersebut, melainkan diserahkan kembali kepada potensi sekolahnya masing-masing.

Pernyataan tersebut diucapkan Reni saat diminta tanggapan oleh sukabumiNews terkait isu program sekolah yang belakangan ini cukup hangat di bincangkan oleh banyak kalangan di wilayah Sukabumi.

Isu tersebut ditanggapi Reni usai menjadi pemateri pada Seminar Wawasan Kebangsaan di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Andina yang berlokasi Jl. Raya Selakopi, Cicantayan, Kabupaten Sukabumi pada Ahad (20/1/2019).

“Bagi yang mau menerapkannya silahkan dan yang tidak mau melaksanakan juga jangan di paksakan dan itu juga yang dulu kita sampaikan karena kalau seluruh sekolah yang ada di Indonesia diseragamkan belum memungkinkan,  sebab banyak sekolah-sekolah yang mempunyai fasilitas yang memadai,” tegas Reni.

[Pewarta: Azis R]
Editor: Red.
Redaksi sukabumiNews

Reni Marlinawati Isi Kegiatan Seminar di STAI Al-Andina Sukabumi

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Andina Sukabumi mengadakan kegiatan Seminar Wawasan Kebangsaan dengan tema "Ikhtiar Menegakkan Demokrasi di Indonesia Antara Siasat dan Strategi".
sukabumiNews, CICANTAYAN – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Andina Sukabumi mengadakan kegiatan Seminar Wawasan Kebangsaan dengan tema "Ikhtiar Menegakkan Demokrasi di Indonesia Antara Siasat dan Strategi".

Seminar yang  dihadiri oleh setidaknya 154 peserta dan menghadirkan Ketua Fraksi PPP DPR RI Komisi X, Hj. Reni Marlinawati selaku pemateri ini digelar di kampus Sekolah tersebut yang berlokasi Jl. Raya Selakopi, Cicantayan, Kabupaten Sukabumi pada Ahad (20/1/2019).

Ketua Rektor STAI Al-Andina, H. Usman Armaludin M.Ag. menjelaskan maksud dan tujuan seminar kebangsaan ini adalah untuk menambah wawasan kebangsaan kepada mahasiswanya, mengingat situasi dan kondisi negara saat ini begitu cepat masuknya berbagai paham dan lunturnya nilai-nilai kebudayaan.

“Dengan ini kami memberikan wawasan dan pemahaman kepada mahasiswa, dengan mengundang ahli di bidangnya yaitu Dr. Hj. Reni Marlinawati untuk memberikan penjelasan dan pemaparan kepada para Mahasiswa-Mahasiswi STAI Al-Andina,” jelas Usman kepada sukabumiNews.

Usman menambahkan, kegiatan seminar pemahaman Wawasan Kebangsaan ini memang sangat penting di setiap perguruan tinggi karena merupakan Pilar yang ke empat. “Seminar Kebangsaan ini baru pertama dilaksanakan disini, insya Allah kedepan kita akan mengagendakannya secara rutin,” imbuhnya.

Usman juga berharap dengan mengundang  Anggota Komisi X DPR RI dari dapil Sukabumi itu ia bisa mendengar aspirasi kampusnya serta bisa memberi bantuan. “Kita berencana akan membuat dua jurusan yaitu PGMI, Haji dan Umroh. Dan untuk membuka Akreditasi ditahun 2019 ini," kata Usman.

Sementara, Reni Marlinawati pada kesempatan tersebut mengaku, kedatangannya ke Kampus STAI itu memenuhi undangan kampus  untuk mengisi kegiatan Seminar Kebangsaan. “Ini merupakan momentum yang sangat baik buat saya dalam rangka memberikan pengetahuan tentang konselasi perpolitikan nasional maupun tentang Wawasan Kebangsaan,” jelas Reni.

Reni juga menegaskan bahwa mengingat hari dengan banyaknya paham dan perubahan sikap perilaku masyarakat, khususnya anak muda, maka harus dipastikan bahwa nilai-nilai tentang ke-Indonesiaan, kenegaraan serta prosesi sebagai warga negara dan bagaimana melanjutkan peradaban bangsa ini harus terus disampaikan kepada anak muda.

Karena menurut Reni, generasi mudalah yang akan melanjutkan apa yang dilakukan hari ini dan apa yang di cita-citakan kepada bangsa ini dan sudah diperjuangkan melalui Undang-Undang dasar 1945.

“Saya berharap, materi yang sudah saya sampaikan tadi bisa di share kembali kepada teman-temannya maupun kepada masyarakat umum agar senantiasa masyarakat secara bertahap memperoleh pemahaman yang sama, betapa pentingnya wawasan kebangsaan, ketahanan negara dan kita harus menjaga kedaulatan NKRI. " Pungkasnya.

[Pewarta: Azis R.]
Editor: Red.
Redaksi sukabumiNews

Pemda Kota Sukabumi Jadikan Kotanya Indah Bebas dari Sampah

sukabumiNews, KOTA SUKABUMI – Keindahan dan kebersihan kota menjadi tanggung jawab semua warga, jangan sampai sampah mengotori kota dan menjadi penyebab bencana. Kota sukabumi yang indah dan ramah lingkungan akan terwujud dengan dukungan masyarakat yang sadar untuk hidup sehat bebas dari sampah.

Ungkapan tersebut merupakan kutipan dari status facebook yang ditulis Wakil Walikota Sukabumi Andri S Hamami usai melaksanakan kegiatan bertajuk “Gerakan Beberesih Kota”, baru-baru ini.

Andri juga menganjurkan kepada para pedagang bahwa mereka harus mulai tertib dan tidak membuang sampah sembarangan dan trotoar yang masih dipergunakan untuk berjualan oleh para PKL harus mulai bebas dari sampah.  “AYOOOO jadikan Kota sukabumi yang Indah bebas dari Sampah,” ajaknya.

Kegiatan Beberesih Kota tersebut di ikuti oleh ratusan orang mulai dari Sekda, Unsur Muspida dan ASN dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Sukabumi, pelajar dan mahasiswa, beserta sejumlah penggiat Media Sosial (Medsos) yang tergabung dalam “Sobat Kang Fahmi” pada Jum’at pagi.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi dan Wakil Walikota Sukabumi, H. Andri S Hamami.

Sementara itu Walikota Sukabumi H. Achmad Fahmi saat dikonfirmasi menjelaskan, kegiatan ini tiada lain bertujuan untuk menjadikan Kota Sukabumi yang bersih dan nyaman, serta memotivasi masyarakat untuk selalu beberesih (menjaga kebersihan) di manapun mereka tinggal.

“Ke depannya Jum'at bersih (Jumsih) akan kembali digalakkan karena kebersihan kota tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi tangung jawab bersama,” kata Fahmi.
.
“Ini merupakan bagian penting dari kegiatan pemerintah Kota Sukabumi dan masyarakat,” tambah Fahmi.

Fahmi juga menegaskan bahwa setiap elemen masyarakat wajib untuk melakukan kegiatan kebersihan dan bekerjasama dalam menciptakan lingkungan yang bersih untuk menunjang kesehatan.

Sementara itu Ketua Aliansi Relawan Achmad Fahmi (Arafah) Rine Murdini yang juga selaku Ketua DPD Kartini Perindo Kota Sukabumi yang turut serta pada kegiatan tersebut bersama anggotanya mengatakan, jika lahir seseorang bersih maka hatinya ikut bersih. “Insya Allah sehat lahir akan menunjang pada kesehatan batiniyah seseorang,” ucapnya.

Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi (kedua dari kanan) pimpin kegiatan Beberesih Kota

Wakil Walikota Sukabumi, Andri S Hamami (memegang sapu lidi) turut memimpin kegiatan Beberesih Kota

Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi selfie bersama para pelajar dan masyarakat, usai kegiatan Beberesih Kota

[Pewarta: Azis R/Herdi]
Editor: Red.
loading...
Loading...
close