Breaking
SUKABUMINews menyajikan berita terpenting tentang berbagai peristiwa dan Dunia Islam yang terjadi di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas dilapangan selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan serta fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel maupun berita (pendidikan, politik, hukum) Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria akan kami muat dan undang.
loading...

Thursday, August 22, 2019

Redaksi3

Warga Cireunghas Mengeluh, Pelayanan RS Hermina Sukabumi Tidak Profesional

kecewa
F (12) bersama ayah (kanan) dan ibu kandungnya (berdiri) merasa kecewa dengan pelayanan RS. Hermina Sukabumi.  
sukabumiNews, SUKARAJA - Warga asal Kp. Pojok RT 01, RW 01, Desa Cireunghas, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Linawati (34) mengeluhkan pelayanan RS. Hermina Sukabumi yang dinilai tidak profesional dalam menangani penyakit anaknya berinisial F (12).

"Saya membayar cash biaya operasi lalu Rp.9 juta. Bukannya sembuh, penyakit anak saya malah semakin parah,” ungkap Linawati (34) kepada sukabumiNews ditemui di RS. Hermina Sukabumi di Jl. Cibeureum Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Rabu (21/08/2019) petang.

Sebelumnya, F, oleh dokter RS. Hermina Sukabumi didiagnosis menderita usus buntu dan harus segera dilakukan operasi.

“Hari ini, anak Saya dinyatakan harus dioperasi kembali karena ada cairan nanah yang harus dibuang, biayanya Rp.7 juta. Padahal waktu itu, diagnosisnya jelas dan hanya cukup dioperasi satu kali," jelas Linawati.

Kepada sukabumiNews Linawati menceritakan kronologi kejadian hingga mengakibatkan F harus dioperasi kembali dengan biaya yang tidak murah.

Menurut Lina, pada Kamis minggu lalu, anaknya diperiksa oleh dokter bernama Azmi dan langsung dinyatakan menderita usus buntu sehingga harus dioperasi.

Waktu itu, tutur Lina, sebagai Ibu pasien, dirinya disuruh membayar biaya operasi sebesar Rp.9 juta, namun setelah syarat administrasi itu dipenuhi, anaknya tak kunjung mendapat penanganan hingga berjam-jam.

Melihat kejadian itu, keluarga besar Lina tidak terima dengan pelayanan pihak rumah sakit dan lansung marah-marah sehingga membuat pihak manajemen RS. Hermina menegur para staf yang menangani F di ruang operasi. Tak lama kemudian, tim dokter langsung menangani proses operasi F.

"Pelayanannya tidak baik padahal kita sudah bayar. Sepulang dari sana (RS. Hermina), anak saya terus menerus merasakan sakit dan sulit tidur. Kata dokter yang pertama cukup operasi, tapi kenapa anak saya harus dioperasi kembali karena ada infeksi yang belum sembuh?," keluh Lina seraya merasa dipermainkan oleh dokter pada pelayanan RS. Hermina Sukabumi.

biaya rumah sakit
Sementara, total biaya operasi dan obat yang telah dikeluarkan oleh Lina sudah mencapai Rp.17 jutaan. “Rinciannya, Rp.15 juta untuk biaya operasi dan sisanya pembelian obat,” terang Lina.

Dihubungi terpisah melalui sellulernya, staf informasi RS. Hermina, BM mengatakan, pihaknya tidak berkapasitas menjawab konfirmasi sukabumiNews, namun akan menyambungkan terlebih dahulu kepada pihak manajemen. Hingga berita ini ditayangkan, pihak RS. Hermina masih belum memberikan klarifikasi.

Dan hingga berita ini ditayangkan, pihak RS. Hermina juga dikabarkan masih belum menangani F secara serius lantaran keluarga F belum bisa memenuhi biaya sebesar Rp.7 juta untuk membuang cairan nanah yang terdapat pada F.


Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, August 21, 2019

Redaksi3

Wabub Adjo Sambut Kepulangan Jemaah Haji 2019 Penuh Syukur


Wabup Adjo Sardjono
sukabumiNews, CIKEMBAR – Wakil Bupati Sukabumi, H. Adjo Sardjono menyambut penuh syukur atas kepulangan ratusan jamaah haji kloter 15 yang tiba di Sukabumi hari ini, Rabu 21 Agustus 2019. Penyambutan kepulangan jemaah haji 2019 sesi pertama itu, dilaksanakan di Asrama Pusbangdai Cikembang, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (21/08/2019).

"Alhamdulillah, kepulangan jemaah haji kloter 15 berjalan lancar dan mereka kembali dalam keadaan sehat wal afiat. Kami sangat bersyukur melihatnya. Semoga perjalanan ibadah mereka menjadi mabrur," ungkap H. Adjo kepada Wartawan saat menyambut kepulangan ratusan jemaah haji kloter 15 di Pusbangdai Cikembang.

H. Adjo juga menuturkan, dalam perjalanan ibadah di mekkah, ada beberapa jamah haji yang meninggal dunia di sana. Namun, kata Dia, pihak keluarga masing-masing sudah mengikhlaskan.

"Ada yang meninggal waktu menunaikan ibadah di sana. Kita do'akan dan ikhlaskan kepergiaan mereka agar mendapatkan keridhoan Allah SWT untuk mendapatkan Surga-Nya,"tutur H. Adjo Sardjono.

H. Adjo juga mengatakan pembinaan bagi para jamaah haji baru kembali ke daerahnya. Mereka kata Dia, nantinya akan menjadi warga binaan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI). Karena menurut H. Adjo, pembinaan para haji harus dilakukan guna menjaga kemabrurannya.

"Mereka nantinya akan dibina oleh IPHI dan akan dijaga kesehatannya. Jadi, nanti kalau ada yang sakit bisa langsung mendatangani Puskesmas di wilayah masing-masing," papar Wabub Adjo.

Sementara Kepala Kemenag Kabupaten Sukabumi, Drs. H. Abas Resmana, M. Si. mengungkapkan, kepulangan kloter haji ke-15 berjumlah 404 jemaah. Mereka kata Dia, dalam keadaan baik dan dipastikan langsung kembali ke rumahnya masing-masing.

"Kami bersyukur kepada Allah SWT atas dilancarkannya kepulangan para jemaah haji hari ini. Semoga mereka menjadi haji yang mabrur dan penuh berkah berkah," ungkapnya.

Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Koramil 19/Meureudu bersama Muspika Ajak Masyarakat Cegah Karhutla

Koramil 19/Meureudu
sukabumiNews, PIDIE JAYA  (ACEH) – Koramil 19/Meureudu bersama Muspika Kecamatan Meureudu mengajak masyarakat untuk mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan ( Karhutla). Ajakan tersebut disosialisasikannya dengan pemasangan spanduk bertuliskan " STOP Membakar Hutan dan Lahan" di Desa Meuling dan Desa Cot Trieng Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya  (Aceh).

“Kegiatan pemasangan Banner ini dalam rangka mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dan hutan dengan cara di bakar,” ungkap Kapten Inf Bahagia Bati tuud, Serka Ali Umar mewakili Danramil 19/Meureudu, kepada sukabumiNews saat kegiatan berlangsung, Selasa (20/6/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Meureudu Jailani SE MM, Bati Tuud Koramil 19/Meureudu Serka Ali Umar, Waka polsek Meureudu Ipda Mustapa, Babinsa Desa  Muling Serda Umar, serta Keucik dan Perangkat desa Mueling Kecamatan Meureudu.

Pada kesempatan itu Serka Umar juga mengingatkan bahwa saat musim kemarau seperti sekarang ini biasanya rentan akan terjadinya bencana kebakaran.

Oleh karena itu, tutur Serka Umar, selain melalui pemasangan Spanduk, jajaran Satuan Kodim 0102/ Pidie juga memerintahkan untuk melaksanakan patroli dalam rangka mencegah terjadinya kebakaran hutan tersebut.

Sementara itu Komandan Kodim (Dandim) 0102/ Pidie Letkol Arm Wagino SE menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang dilaksanakan Koramil 19/ Meureudu.

“Seperti kita ketahui bersama bahwa mencegah terjadinya Karhutla saat ini menjadi konsen pemerintah dalam menjaga kelestarian alam, mengingat hutan merupakan sumber dari penghidupan,” ucapnya.

Di akhir kegiatannya Dandim mengajak kepada semua elemen dan masyarakat untuk senantiasa menjaga dan melestarikan hutan, sebab kata Dia, apabila hutan telah gundul maka siap-siaplah untuk menerima akibatnya, seperti terjadi bencana banjir dan tanah longsor.

Pewarta: Zoni Jamil
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, August 20, 2019

Redaktur sukabumiNews.net

Kepergok Mencuri, Bocah MTs Malah Aniaya Seorang Ibu Muda

bocah mencuri
sukabumiNews, CIKOLE – Seorang bocah yang masih duduk di bangku MTs berinisial M (14) berani melakukan pencurian. Tidak hanya itu, dengan golok yang dibawanya saat beraksi, M juga tega menganiaya seorang ibu muda berusia 27 tahun, Nursilawati dengan membacoknya.

Informasi yang dihimpun sukabumiNews, peristiwa yang terjadi di Kampung Situ Rawapanjang, Desa Cireunghas, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat pada Senin 19 Agustus 2019, sekitar pukul 21.30 WIB ini berawal ketika Nursusilawati (korban) tengah tertidur di kamarnya.

Saat itu pelaku alias M masuk ke rumah korban melalui jendela kamar yang dicongkelnya terlebih dahulu dengan golok yang dibabawanya.

Saat pelaku hendak menggasak harta korban berupa handphone dan barang-barang berharga lainnya, Nursusilawati terbangun dan memergoki pelaku.

Tanpa pikir panjang, pelaku langsung menganiaya korban hingga mengalami luka parah di tubuhnya. 

"Nur mengalami luka tusukan pada bagian tubuhnya sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Hermina, Sukaraja guna mendapat pertolongan," kata KBO Reskrim Polres Sukabumi Kota, IPTU Ujang Taan kepada sukabumiNews, ditemui di kantornya, Selasa (20/08/2019).

Informasi tersebut, tutur Ujang Taan, didapat dari warga yang melapor ke pihak Polsek Cireunghas. Polsek Cirenghas tambah Dia, langsung meneruskan laporannya ke pihak Polres Sukabumi Kota dan Polres Sukabumi Kota segera menindaklanjutinya menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Di tempat TKP, kata Ujang Taan, polisi kemudian melakukan penyisiran dan mendapatkan petunjuk berupa bercak darah yang tertinggal di dedaunan. Di lokasi TKP juga ditemukan sebelah sandal yang diduga milik pelaku hingga akhirnya polisi mendapatkan petunjuk yang mengarah ke tempat dimana pelaku tinggal.

"Tanda-tandanya mengarah ke rumah pelaku. Setelah melakukan penggeledahan, disana (di rumah pelaku) polisi menemukan sebilah golok, kaos dan sarung yang masih ada darahnya. Lalu pelaku diinterogasi dan mengakui semua tindakan brutal yang dilakukannya," jelas Ujang Taan.

"Saat ini, kami masih melakukan pendalaman atas tindakan yang dilakukan oleh pelaku yang masih di bawah umur ini," pungkas KBO Reskrim Polres Sukabumi Kota itu.


Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi3

Lama Buron, Mantan Kades Prianganjaya Akhirnya Diciduk Polisi di Kalimantan

kades korupsi
sukabumiNews, CIKOLE – Setelah lama menjadi buronan Polres Sukabumi Kota, EM (50) tersangka kasus korupsi dana desa Prianganjaya, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, akhirnya diciduk polisi di tempat pelariannya di Kabupaten Bontang, Kalimantan Timur pada Ahad (18/08/2019).

Sebelumnya, Tim Khusus Polres Sukabumi bekerja sama dengan Polres Bontang, Kalimantan Timur berhasil membongkar tempat persembunyian tersangka setelah tersangka dimasukan ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Tidak menunggu lama, polisi langsung meringkus EM saat sedang melakukan aktivitas wirausaha di sana.

"Tersangka kami amankan di tempat pelariannya saat sedang usaha bersama rekannya di Bontang, Kalimantan Timur," kata Kasat Reskrim melalui Kanit IV Tipidkor Polres Sukabumi Kota, Ipda Kartiwan, SH kepada sukabuminews saat ditemui di kantornya, Selasa (20/08/2019).

Penangkapan itu, diinformasikan Ipda Kartiwan, merupakan program khusus Satreskrim melalui Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Sukabumi Kota setelah menerima pengaduan masyarakat (Dumas) pada 2016 lalu.

Tindakan korupsi yang dilakukan oleh mantan kades Prianganjaya itu, lanjut Ipda Kartiwan, sudah dalam bentuk berkas lengkap. Sebelumnya, pada 2017 sudah dilakukan Lidik dan berbagai analisis dilakukan oleh pihak-pihak berkapasitas termasuk dalam menghitung kerugian negara.

"Kasus ini sudah lengkap berkasnya. Untuk kerugian negara, sudah dihitung oleh pihak Inspektorat Kabupaten Sukabumi, semuanya mencapai Rp275 juta," terang Ipda Kartiwan seraya menjelaskan bahwa saat ini masih akan dilakukan pendalaman terhadap tersangka.


Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, August 19, 2019

Redaksi3

Pertandingan Liga 3 Jabar, Bintang Timur FC Sukabumi VS Depok United Berakhir Draw


pertandingan sepak bola
sukabumiNews, CISAAT - Pertandingan Sepak Bola Laga perdana Liga 3 Kasta 1 Jawa Barat antara Club Bintang Timur FC Kabupaten Sukabumi melawan Club Depok United yang bermain di Stadion Korpri Cisaat Kabupaten Sukabumi Jawa Barat berlangsung seru, Senin (19/8/2019).

Di menit awal pada pertadingan laga perdana, Tim sepakbola yang menjadi kebanggaan Kabupaten Sukabumi, anak-anak asuhan Endang S Fredy ini berhasil melakukan manuver serangan kick-off dan menguasai lapangan, hingga pada menit ke 40 babak pertama, akhirnya tendangan keras dari Ardiansyah Aldo diluar kotak penalty berhasil merobek gawang Depok United.

Sekors menjadi 1 – 0 untuk Club Bintang Timur FC. Kedudukan tidak berubah hingga akhir babak pertama.

Pada 45 menit kedua, pertarungan semakin sengit, skuad asuhan Zulhandikar Batubara, Depok United mulai menemukan kepercayaan diri, hingga pada akhirnya dimenit ke-51 Gilang Pramudia berhasil membalas kekalahan hingga posisi imbang 1-1.

Namun keberadaan skors tersebut tidak berlangsung lama. Pada menit ke 76, Bintang Timur FC melalui tendangan bebas Ardiansyah Aldo kembali berhasil melayangkan si kulit bundar ke gawang Depok United hingga kedudukan berubah menjadi 2-1 untuk kemenangan Kesebelasan Kabupaten Sukabumi.

Menjelang menit akhir, tempo permainan dari kedua tim semakin panas, wasit mengeluarkan sejumlah kartu kuning bagi kedua tim, dan akhirnya pada menit ke 86, kesebelasan Depok United melalui tendangan bebas Ryan Maulana kembali berhasil membobol gawang yang dijaga ketat Yuda Hermawan hingga kedudukan kembali imbang menjadi 2-2.

Hingga akhir pertandingan wasit meniup peluit panjang kedudukan masih tetap tidak berubah dengan hasil imbang 2-2.

Tim Bintang Timur FC
Pelatih dan pemain Bintang Timur FC



Pewarta: Azis R.
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Papua Membara, Kedaulatan Meregang!

Oleh: Harits Abu Ulya

Pengamat Intelijen dan Terorisme


papua membara
Papua membara | Gambar Istimewa
KASUS mahasiswa asal Papua di Surabaya dan Malang hanyalah pemantik saja. Sejatinya Papua sudah sejak zaman orde baru berlanjut sampai rezim Jokowi ini menyimpan kompleksitas persoalan yang belum tuntas.

Selama ini terkesan Papua dielus dengan "kemanjaan" oleh seluruh orde.

Satu sisi Papua adalah sumber keuntungan ekonomi yang sangat besar kontribusinya untuk Jakarta, dan disisi lain Jakarta juga di bayang-bayangi rasa kawatir Papua lepas dari NKRI. Disamping pola penanganan masalah selalu gagap karena takut sorotan pihak asing (Luar Negeri). Banyak spionase asing dengan beragam cover fokus di Papua dengan agenda yang bisa mengancam kedaulatan NKRI atas Papua.

Laksana bara dalam sekam, kompleksitas persoalan yang menahun tersebut jika ada pemantiknya maka  dengan mudah Papua terbakar.

Pemantik itu bisa saja by design oleh oknum-oknum tertentu di saat ada momentum yang tepat. Aparat perlu memburu sumber-sumber pusat provokasi.

Kasus Papua tidak boleh di anggap sederhana, kecil bahkan dianggap kejadian biasa. Jika Jakarta tidak cepat bertindak maka berpeluang menjadi buah simalakama.

Jangan lupa bahwa di Papua ada gerakan separatis OPM yang terus bekerja untuk melepaskan Papua dari NKRI. Pihak asing juga melihat Papua sangat seksi dan menarik untuk dikangkangi. Di saat ada momentum yang menguntungkan, maka tidak menutup kemungkinan kontraksi di Papua kali ini akan sulit di selesaikan dan OPM bisa saja menunggangi. Dan pihak asing juga terus bekerja "mengawal" isu Papua sampai target mereka tercapai.

Seyogyanya *Pertama*,  pemerintah Pusat melalui tokoh-tokoh kunci di Papua secepatnya membangun komunikasi persuasif dan softh agar reda dan eskalasi aksi, keresahan bahkan potensi kerusuhan berikutnya bisa terkendali.

*Kedua*, Di waktu berikutnya, pemerintah pusat harus punya komitmen tinggi untuk menjaga kadaulatan NKRI di Papua, tegas bersikap terhadap setiap anasir yang bisa mengancam kadaulatan tanpa risih atau takut sorotan pihak asing.

*Ketiga,*  yang lebih penting adalah pembangunan  yang memakmurkan, mencerdaskan, mamanusiakan orang Papua, berperadaban tinggi dan berkeadilan harus tegak berkibar di Papua.

Saya rasa kecondongan ingin memisahkan diri dari NKRI baik melalui ranah politik, referendum atau perlawanan fisik dengan sendirinya bisa tereduksi jika pembangunan berhasil. Karena orang Papua akan bangga menjadi orang Indonesia seutuhnya. Tidak lagi diposisikan laksana "sapi perah" sementara hidupnya tetap terus di "kandang".Semoga Papua segera dingin damai.

Artikel ini telah tayang di voa-islam.id

Tonton VIDEO LIVE Berita Kerusuhan di Papua


Redaksi sukabumiNews

UAS Dituduh, Haikal Hassan Bereaksi

ustadz Haikal Hassan
Ustadz Haikal Hassan  
sukabumiNews, JAKARTA - Ustaz Haikal Hassan mengakui bahwa banyak yang telah menghubungi dirinya terkait adanya kabar ustaz kondang Abdul Somad (UAS) dilaporkan ke aparat kepolisian karena dituduh menghina ajaran agama lain.

Banyak yang japri ke saya dan mengirimkan video pendeta yang hina Islam, minta disebarkan,” akunya, Senin (19/8/2019).

Namun ia mengatakan takkan “membalas” atau mengamini permintaan mereka yang menghunginya secara pribadi. Alasannya, ia tak ingin negara Indonesia mengalami hal-hal yang tak diinginkan terkait persatuan dan kesatuan.

“Ini jawaban saya: ‘Anda ini mau melihat Indonesia hancur karena perang agama?’ STOP!” demikian yang tertulis di akun Twitter-nya, seperti dilansir Voa-Islam.com.

Ia lebih memilih jalan lain ketimbang terjadi hal-hal yang demikian itu. Bukan pula dengan menyebarkannya. “Laporkan ke @BareskrimPolri! Bukan sosmed!”

Diketahui, bahwa video yang viral menyangkut UAS tersebut adalah video tiga tahun lalu. Diakuinya itu adalah video tanya jawab, yang hanya ada umat Islam.

Berbentuk kajian. Isinya hanya umat muslim sebab dilaksanakan di dalam masjid di daerah Riau.

UAS dituduh menghina ajaran agama lain. Di antaranya dengan membawa-bawa salip dalam kajiannya. Namun, dari banyak infon yang beredar, pelaporan atas UAS ke polisi belum dapat dipastikan.


Pewarta: AM
Editor: Red
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, August 18, 2019

Redaksi3

Lagi, Rumah Seorang Guru SMP di Surade Luluh Dilalap Api

kebakaran
sukabumiNews, SURADE – Sebuah Rumah milik seorang Guru SMPN 3 Surade, H. Cecep (48) yang beralamat di Kp. Banjarsari Rt. 003/001 Desa Wanasari Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi Jawa Barat hancur luluh dilalap si jago merah, Ahad (18/8/2019).

Informasi yang dihimpun sukabumiNews dari keterangan beberapa saksi di tempat kejadian, seperti Ibo (40) dan Asep (35), peristiwa terbakarnya rumah H Cecep terjadi sekitar pukul 16.40 WIB. Ibo yang pada saat insiden terjadi, ia sedang berada di rumah yang jaraknya tidak jauh rumah korban.

"Saya melihat titik api yang bersumber dari bagian dapur semakin membesar,” ujar Ibo kepada wartawan melalui selulernya.

Melihat kejadian, terang Ibo, Ia lalu berteriak meminta tolong kepada tetangganya untuk memadamkan api dengan alat seadanya.

Sedangkan, tambah Ibo, pada saat kejadian rumah tersebut dalam keadaan kosong. Pemilik rumah yaitu H. Cecep dan istrinya sedang berada di Masjid yang jaraknya lebih kurang 300 m dari rumahnya.

Saat rumahnya ditinggal istri Guru SMPN 3 Surade itu sedang menanak nasi di dapur dengan menggunakan kompor, dan lupa mematikan kompornya sehingga terjdi kebakaran.

rumah guru smpn 3 surade terbakar
Warga terdekat menjadi saksi atar kebakaran rumah guru SMPN 3 Surade itu.  
"Api baru bisa di padamkan pada pukul 17.50 Wib oleh petugas pemadam kebakaran yang didatangkan dari Kecamatan Jampang Kulon dan Kecamatan Surade,” jelasnya.

Sementara, di tempat terpisah Kapolsek Surade AKP. Noorbertus, menghimbau kepada seluruh warga, agar lebih waspada dan berhati-hati pada saat memasak di dapur, apalagi disaat akan bepergian keluar rumah, saat dimusim kemarau panjang dan angin sangat kencang.

Tidak ada korban jiwa akibat insiden ini, Namun demikian kerugian ditaksir mencapai Rp250 juta.

BACA Juga:
Rumah Seorang Guru Ngaji di Cikidang LudesTerbakar


Pewarta: Azis R
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
loading...
close
close
close