Breaking
SUKABUMINews menyajikan berita terpenting tentang berbagai peristiwa dan Dunia Islam yang terjadi di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas dilapangan selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan serta fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel maupun berita (pendidikan, politik, hukum) Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria akan kami muat dan undang.
loading...

Sunday, August 25, 2019

Tim Redaksi

Rumah Warga Cipeundeuy Kalibunder Hangus Terbakar

kebakaran rumah
Rumah Rasiman warga Kampung Cipeundeuy RT.01/RW.0 Desa Kalibunder saat dilalap api, Ahad (25/8/2019).  
sukabumiNews, KALIBUNDER – Lagi, sebuah rumah milik Rasiman, warga Kampung Cipeundeuy RT.01/RW.0 Desa Kalibunder Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi, hangus terbakar.

Kebakaran yang terjadi pada Ahad, 25 Agustus 2019 sekira pukul 08.30 WIB pagi itu diduga akibat hubungan pendek arus listrik.

“Tidak ada korban jiwa akibat insiden ini, namun kerugian ditaksir mencapai Rp50.000.000,” ujar Camat Kalibunder, Chaerul Ichwan, S.STP., sesuai rilis yang diterima sukabumiNews, Ahad (25/8/2019).

Sementara, tutur Camat, demi keselamatan, keluarga korban saat ini di ungsikan ke rumah kerabat korban.

Pihaknya juga, kata Dia sudah melaporkan peristiwa kebakaran yang menimpa rumah warganya ini kepada dinas terkait, bahkan langsung kepada Bupati Sukabumi untuk segera disikapi lebih kanjut.


Pewarta : Azis R
Editor : Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaktur sukabumiNews.net

Melalui Milad SMK IT Al-Fath ke-5, KH Fajar Laksana Berharap Miliki Santri Berwawasan Internasional

wali kota sukabumi buka permainan boles
Wali Kota Sukabumi tampak atraktif memainkan boles, disaksikan oleh Kapolres Kabupaten Sukabumi, AKBP Nasriadi (paling kiri), Pimpinan Ponpes Al-Fath dan para santrinya.  
sukabumiNews, GUNUNGPUYUH – Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Dzikir Al-Fath KH Fajar Laksana berharap memiliki Santri berwawasan Internasional. Harapan tersebut diungkapkan KH Fajar pada peringatan milad SMK IT Al-Fath ke-5 di gelar di halaman Ponpes yang berlokasi di Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Pada miladnya yang ke-5 ini perayaan berlangsung meriah dan tampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, pada tahun ini, pihak Al-Fath merayakannya dengan menggelar Lomba Main Boles tingkat Provinsi Jabar.

Pembukaan Lomba Main Boles tingkat Jawa Barat itu dibuka secara simbolis oleh Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi pada Sabtu (24/08/2019), dengan turut bermain boles bersama para santri. Wali kota terlihat atraktif saat ikut bermain boles.

"Alhamdulillah, melalui Milad SMK IT Al-Fath Ke-5, kami menginformasikan sudah membangun networking dengan Pihak Lembaga Luar Negeri di Negara Turki. semoga lembaga ini mampu MASAGI secara Spiritual, Emosional, dan Sosial agar semua Santri mampu mewujudkan cita-citanya baik di dunia maupun di akhirat dan mampu berdaya saing serta dituntut  berpengetahuan internasional," ungkap KH. Fajar Laksana kapada sukabumiNews, Minggu (25/08/2019).

Fajar Laksana juga mengatakan, di hari Milad SMK IT Ke-5 yang bertepatapan dengan HUT RI ke 74 itu, pihaknya berdoa agar lembaganya mampu menjadi lembaga swasta yang mandiri dan MASAGI. Saat ini, kata Dia, pihaknya telah membangun relasi dengan lembaga pendidikan luar negeri guna menjembantani Santri untuk melanjutkan sekolah di sana.

 "Agar mereka lebih percaya diri, walau datang dari sekolah lokal tapi memiliki wawasan international," tandasnya.

Senada dengan KH. Fajar, Kepala Sekolah SMK IT Al-Fath, R. Erwin Hendarwin berharap Lembaganya semakin berkembang dan maju. Saat ini, kata Dia, program bagi para santri untuk melanjutkan belajar di dalam dan di luar negeri, patut dibanggakan termasuk oleh dirinya. Karena bagia Erwin, program itu merupakan dedikasi terbaik bagi generasi di Kota Sukabumi.

"Di milad SMK Al-Fath Ke-5 ini, Alhamdulillah kami telah menjembantani para santri untuk melanjutkan belajar di Sakarya University Turkey, Universitas Islam Negeri Bandung dan Amikom Yogyakarta. Semoga kedepan bisa lebih banyak yang bersekolah di luar negeri," pungkasnya.

Sementara dalam sambutannya, Wali kota Sukabumi, Achmad Fahmi mengapresiasi berbagai prestasi yang diraih Yayasan Al-Fath. Wali kota juga berharap agar Yayasan Al-Fath dapat terus berkarya dalam berbagai sektor, salah satunya tetap mengembangkan permainan boles sebagai icon Kota Sukabumi.

"Melalui Milad SMK IT Al-Fath, semoga terus maju dan berkarya. Untuk permainan Boles, semoga ke depan bisa masuk event nasional sebagai karya terbaik Kota Sukabumi. Selamat Milad Ke-5!." Ungkap Wali kota.

Hadir pada kegiatan tersebut Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath, KH. Fajar Laksana; Kepala Sekolah SMK IT Al-Fath, R. Erwin Hendarwin; Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi; Kapolres Kabupaten Sukabumi, AKBP Nasriadi, Wakapolres Sukabumi Kota dan Ketua Formi Kota Sukabumi serta Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Evakuasi Tanggap Bencana (BARETA INDONESIA).


Pewarta : Azis R/GL
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, August 24, 2019

Redaksi sukabumiNews

Satu Dekade Berlalu, Banda Aceh Kini Kian Berkembang

wisatawan di objek wisata Rumah Adat Aceh di Banda Aceh
Sejumlah wisatawan di objek wisata Rumah Adat Aceh di Banda Aceh. [Antara/Ampelsa]  
sukabumiNews, BANDA ACEH – Tanpa terasa, musibah tsunami telah berjalan satu dekade. Bencana dahsyat yang telah meluluhlantakan Aceh menjadi ingatan yang tak terlupakan bagi segenap warga. Namun demikian, bencana itu kini mengubah wajah Ibu Kota Provinsi Aceh lebih bersinar.

Sebagai kota terparah yang dilanda tsunami, Banda Aceh kini semakin mandiri, bangkit dan lebih menggeliat. Pembangunan, baik infrastruktur maupun lapangan kerja, kembali tumbuh perlahan. Begitu juga dengan perekonomian masyarakat.

"Secara ekonomi, kita terus mengalami pertumbuhan yang tinggi setelah bencana. Secara sosial, kemasyarakatan dan kesehatan, dampak bencana besar itu juga telah dapat diatasi dengan cukup baik, sehingga Aceh, khususnya Banda Aceh, sering menjadi tempat pembelajaran pasca-bencana," ungkap Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, dikutip suara.com.

Menurut Illiza, 10 tahun tsunami merupakan sebuah momen yang tepat untuk mengkaji apa yang telah terjadi di Aceh. Perubahan apa saja yang terjadi di masyarakat menurutnya dapat dilihat dalam 10 tahun periode pemulihan ini. Begitu juga dengan hal-hal lain seperti bantuan, kegiatan, hingga intervensi pasca-tsunami 2004.

"Kita juga dapat melihat apakah program-program mitigasi bencana makin baik dan diterima masyarakat, sehingga hidup kita lebih aman di masa depan," ujarnya.

Banda Aceh, kata Illiza lagi, 10 tahun yang lalu sama seperti kota mati, gelap gulita dan porak-poranda. Kini, hiruk-pikuk kehidupan siang-malam sudah kembali terlihat. Bahkan menurutnya, jauh lebih ramai dibandingkan sebelumnya.

"Lihat saja misalnya, Banda Aceh yang sudah dijuluki (kota) 1001 Warung Kopi (Warkop)," ujarnya.

Saat ini sampai larut malam, warga Banda Aceh bisa menikmati hiruk-pikuk malam tanpa ada gangguan. Seperti diketahui, Aceh sebelumnya juga pernah mengalami era konflik selama lebih dari 30 tahun. Namun pasca-tsunami, warga Banda Aceh dan Aceh secara umum sudah bisa menikmati secangkir kopi sembari berdiskusi dan menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan internet.

Untuk membangun kembali Banda Aceh, pemerintah setempat menurut Illiza, telah bekerja sama dengan Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Kobe University, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), serta Toyota Foundation. Berkat kerja sama itulah menurutnya, wajah Banda Aceh kini sudah berubah jauh lebih elok.

Kemegahan balai kota, jalan beraspal hotmix dan penataan taman kota yang indah, serta beberapa Ruang Terbuka Hijau (RTH), kini bisa disaksikan di Banda Aceh. Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue juga menjadi salah satunya, di mana kawasan Pantai Ulee Lheue pun sudah dijadikan objek wisata.

Di sektor ekonomi lainnya, kini juga sudah ada beberapa mal besar yang dibangun di Banda Aceh. Antara lain adalah bangunan di Pasar Aceh, pusat perbelanjaan di Banda Aceh, serta dua mal besar yang sudah berdiri kokoh di kota ini.

"Selama 10 tahun pasca-tsunami, secara fisik, Aceh, khususnya Banda Aceh, termasuk wilayah Kecamatan Meuraxa yang menjadi ground zero, kini sudah jauh lebih baik," kata Illiza lagi.

Sementara itu, warga Aceh, menurut Illiza pula, patut bersyukur karena Unsyiah sebagai lembaga pendidikan dan penelitian utama di Aceh telah mempunyai sebuah lembaga kajian tsunami dan mitigasi bencana bertaraf internasional.

"Pusat Studi Tsunami dan Mitigasi Bencana (TDMRC) dapat menjadi tumpuan dan harapan kita untuk memahami bencana dan kebencanaan di Aceh," katanya, sembari menekankan pentingnya kajian-kajian tentang kebencanaan.

Sejenak, Illiza lantas kembali mengenang parahnya dampak dari bencana besar tsunami di tahun 2004 lalu.

"Sekitar 170.000 orang meninggal atau hilang, dan 500.000 orang kehilangan tempat tinggal di sepanjang 2.000 mil Lautan Hindia hingga ke India, Sri Lanka, Maldives, Madagaskar dan Somalia di Afrika," katanya.

Di Aceh sendiri, lanjut Illiza, tak kurang dari 126.761 orang meninggal, 93.285 hilang, 25.572 terluka, serta sebanyak 125.572 orang kehilangan tempat tinggalnya. Termasuk di antara para korban yang dinamai "syuhada tsunami 2004" itu adalah warga Kota Banda Aceh yang berjumlah 78.417 jiwa, baik yang meninggal maupun dinyatakan hilang.

"Jika tidak dilakukan usaha-usaha mitigasi dan adaptasi yang memadai, ke depan jika terjadi bencana besar (lagi), kita tidak pernah tahu berapa banyak korban manusia dan harta benda," tutupnya.


Pewarta: Afiansyah Ocxie/Suara.com
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi3

13 Pemancing yang Terjebak di Muara Cikaso Berhasil Dievakuasi

muara cikaso
Warga, usai menyaksikan insiden 13 pemancing yang terjebak di Muara Cikaso.  
sukabumiNews, TEGALBULEUD - Sebanyak 13 pemancing yang terjebak di tengah muara Cikaso lantaran ambruknya jembatan dermaga milik PT Sumber Baja Prima (SBP) di muara Cikaso, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat berhasil dievakuasi.

Sudin (30) salah seorang yang mengetahui peristiwa tersebut kepada sukabumiNews menuturkan, para korban yang terjebak saat itu masih dalam keadaan mengkahawatirkan. Setalah sejenak menunggu, akhirnya Muspika Kecamatan Tegalbuleud datang ke TKP bersama para Kepala Desa setempat.

para petugas bencana dan babinsa
Mereka bersama Muspika, termasuk Kapolsek, dibantu para petugas bencana, Bhabinkamtibmas dan Babinsa, bersama-sama mengevakuasi para korban yang terdampar di tengah muara Cikaso dengan menggunakan perahu nelayan. Alhasil, 13 pemancing yang terdampar di dermaga usang itu berhasil dievakuasi dengan selamat.

"Saya mengetahui kejadiannya tadi sore sebelum dievakuasi, setalah datang bantuan akhirnya para pemancing itu bisa dievakuasi menggunakan perahu," jelas Sudin.

Sudin menyebut beberapa korban selamat setelah berhasil dievakuasi antara lain, Yaman, Tungir, Obon dan Suhendar asal Sagaranten, M. Yaman, Ranggi dan Usin merupakan warga Cikaret, Gilang dari Cibeureum, Jalu dari Buniasih, H. Aang dari Surade, Iday warga Puncakmalanding, Sudarmono dari Cidolog dan Bocan warga Nangela.

Hingga berita ini ditayangkan, penyebab ambruknya jembatan dermaga Cikaso masih belum diketahui secara pasti dan pihak berkapasitas belum memberikan tanggapan. Namun, dilihat dari usia usang yang sudah tidak digunakan selama 2 tahun lebih, kejadian ambruknya jembatan dermaga Cikaso itu, diduga berbagai pihak lantaran karat dan rapuh.

"Penyebab ambruknya jembatan dermaga Cikaso diduga karena lama tidak terpakai sehingga menjadi karat. Yang kita tahu, panjang jembatannya 400 meter, milik PT. Sumber Baja Prima" jelas Sudin.

Nama-nama ketigabelas pemancing tersebut yakni:


1. Yaman, warga Kp. Cibitung Desa Cimenteng Kecamatan Curugkembar
2. M. Yaman, warga Kp. Cikaret 01/01 Desa Sumberjaya Kecamatan Tegalbuleud
3. Ranggi, warga Kp. Cikaret 02/01 Desa Sumberjaya Kecamatan Tegalbuleud
4. Usin, warga Kp. Cikaret Desa Sumberjaya Kecamatan Tegalbuleud
5. Gilang, warga Kp. Cibeureum 13/04 Desa Buniasih Kecamatan Tegalbuleud
6. Jalu, warga Kp. Rancaerang 04/03 Desa Buniasih Kecamatan Tegalbuleud
7. Ruslan, warga Kp. Ciminut 002/003 Desa Curugluhur Kecamatan Sagaranten
8. Wawan, warga Kp. Cigadog 16/06 Desa Sagaranten Kecamatan Sagaranten
9. Suhendra, warga Kp. Puncakceuri 15/ Desa Sagaranten Kecamatan Sagaranten
10. H. Aang, warga Kp. Cisuren 03/04 Desa Jagamukti Kecamatan Surade
11. Iday warga, Kp. Puncakmalanding Desa.  Sumberjaya Kecamatan Tegalbuleud
12. Sudarmono, warga Kp. Seulamanjah 02/01 Desa Cidolog Kecamatan Codolog, dan 
13. Bocan, warga Kp. Cikupa 12/04 Desa Nangela Kecamatan Tegalbuleud


Pewarta: Azis R/YK
Editor: Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi3

Ini Respon RS Hermina terhadap Keluhan Keluarga Pasien Asal Cireunghas

front office RS Hermina
sukabumiNews, SUKARAJA - Manajemen RS. Hermina Sukabumi merespon positif keluhan warga asal Cireunghas Linawati (34) terkait pelayanan tim medis saat menangani pengobatan dan operasi usus buntu untuk anaknya F (12). Manajemen RS. Hermina menyebut, masalah yang terjadi hanya miskomukasi.

"Kami merespon positif semua keluhan pasien. Tapi perlu diketahui, untuk masalah prosedur pengobatan dan operasi itu ada mekanismenya. Masalah yang terjadi hanya miskomunikasi," kata Dewi Puji Astuti, Humas RS. Hermina kepada sukabumiNews melalui sellulernya, Sabtu (24/08/2019).

Saat ini, lanjut Dewi, pasien bernama F sudah ditangani dengan baik dan masih harus menjalani serangkaian pengobatan di RS. Hermina setelah menjalani proses operasi besar. Keluarga F tutur Dewi, harus bersabar untuk menunggu hasil Lab dari Bandung. Nantinya, Sambung Dewi, hasil Lab akan menjadi dasar penentu bakteri apa yang menggerogoti luka di tubuh F, sehingga F bisa diberikan obat yang sesuai dengan kadar penyakitnya.

"Masalah seperti ini cukup sering terjadi dan kami dapati tidak hanya usus buntu, tapi ada juga yang melahirkan. Pertama dokter akan mengambil sumber penyakitnya, lalu dianalisis, selanjutnya baru diberikan obat. Saat ini, F kita tangani dengan penuh kehati-hatian," jelas Dewi.

Sementara di waktu terpisah dalam pertemuannya dengan sukabumiNews, dr. Hilman Ruhyat, Manajer RS. Hermina mengungkapkan, bahwa pihak Manajemen selalu membuka ruang untuk mengakomodir keluhan-keluahan pasien. Baginya, keluhan itu tidak hanya yang bersifat pengobatan saja, masalah administrasi pun pihaknya bisa membantu. Asalkan, kata Dia, tetap menempuh prosedur yang disyaratkan.

"Terkait masalah pasien F, kami masih belum bisa menyimpulkan hasil luka nya karena masih menunggu hasil Lab. Untuk masalah keluhan lain, kami bisa bantu ringankan tapi tetap harus menempuh prosedur," ungkap dr. Hilman.

Diberitakan sebelumnya, RS. Hermina Sukabumi dinilai tidak profesional oleh keluarga Linawati karena dianggap gagal dalam menjalankan operasi anaknya yang terkena usus buntu, sehingga harus dilakukan operasi kedua kalinya pada (21/08/2019) lalu. Lina juga menyesalkan, lantaran dengan kejadian itu, pihaknya harus membayar kembali uang untuk operasi sebesar Rp.7 juta ditambah dengan biaya-biaya lain selama menunggu hasil Lab dari Bandung.


BACA:
Warga Cireunghas Mengeluh, Pelayanan RS Hermina Sukabumi Tidak Profesional


Pewarta: Azis R.
Editor: Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Dinas PMD Kabupaten Sukabumi Mulai Sosialisasikan Tahapan Pilkades Serentak 2019

pilkades serentak kabupaten sukabumi
sukabumiNews, PALABUHANRATU - Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Sukabumi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) melalui Panitia Pemilihan Kepala Desa Tingkat Kabupaten Sukabumi, mulai mensosialisasikan tahapan-tahapan Pilkades yang akan dilangsungkan pada 2 September 2019 mendatang.

Sementara, peserta pilkades serentak gelombang III tahun 2019 di Kabupaten Sukabumi berjumlah 240 desa.

"Pendaftaran peserta Pilkades dipastikan dilaksanakan pada 2 September 2019. Detailnya, sudah kita buat dalam bagan sosialisasi tahapan-tahapan pilkades," kata Kabid Adpemdes, H. Dedi Kusnadi, selaku sekretaris panitia Pilkades serentak Tingkat Kabupaten Sukabumi kepada sukabumiNews melalui sellulernya, Sabtu (24/08/2019).

H. Dedi menjelaskan, para peserta Pilkades serentak masuk kedalam 2 nominasi, yakni ada yang masuk kedalam nominatif wilayah hukum Polres Sukabumi* dan sebagiannya masuk ke dalam yuridiksi Polres Sukabumi Kota** pada pelaksanaan pilkades serentak Gelombang III di Kabupaten Sukabumi 2019.

"Kami sudah mengklasifikasi semua wilayah pemilihan. Nanti pengamanannya dari pihak kepolisian bekerja sama dengan aparat berkapasitas lainnya," jelas H. Dedi.

Berikut tahapan-tahapan Pilkades serentak yang sudah ditetapkan oleh panitia tingkat Kabupaten Sukabumi:


* Ini yang masuk ke dalam Wilayah hukum Polres Sukabumi (Klik!)

** yang masuk wilayah Polres Sukabumi Kota (Klik!)


Pewarta: Rio Bagja Gumilar
Editor: Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Hadir di Milad FPI, Gubernur Anies Tegaskan Keadilan akan Tegak di Jakarta

Gubernur Anies hadir di milad FPI
sukabumiNews, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadir dalam peringatan milad FPI ke-21 sekaligus HUT RI ke-74 di Stadion Rawabadak, Jln Alur Laut, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Sabtu (24/8/2019) malam. Dalam sambutannya, Anies mengucapkan selamat milad kepada FPI dan berharap semoga FPI makin terasa manfaatnya bagi umat dan bangsa.

Anies menegaskan bahwa di Jakarta satu per satu keadilan akan dituntaskan. Ia juga mengungkapkan alasan Pemprov DKI tahun ini merayakan HUT RI di kawasan reklamasi. “HUT RI kali ini dilakukan di reklamasi, itu untuk mengirimkan pesan kepada mereka, bahwa ini tanah kita, ini air kita, ini tanah air kita, itu semua dilakukan untuk menegaskan kepada seluruh Indonesia bahwa di Jakarta tidak ada lagi jual beli kedaulatan, artinya kita berhadapan dengan mereka yang kepentingannya terganggu,” kata Anies.

Meski demikian, kata Anies, kalau semua diniatkan untuk perjuangan akan selalu ada jalan. “InsyaAllah kita yakini seperti masa awal pendirian negeri ini, kalau kita niatkan untuk perjuangan maka insyaallah akan selalu ada jalan. Dan tantangannya juga tidak sedikit, tetapi kita akan hadapi, kita akan tunjukkan bahwa di kota ini akan ada keadilan,” tegas Anies, dikutip suaraislam (SI).

Terkait keberadaan FPI, Anies mengatakan bahwa saat ini beruntung ada sosial media yang mengabarkan dimana ada bencana alam selalu ada FPI yang membantu. “Di Jakarta ada kebakaran, yang muncul pertama kali adalah rombongan FPI, jadi sosial media membuat kita melihat fakta yang sebenarnya,” ungkap Anies.

Ia berpesan, di masa-masa berikutnya tunjukkan bahwa kehadiran FPI menjadi perekat persatuan di umat dan bangsa ini.

Selain itu, Anies juga mengatakan akan selalu tegas terhadap pelanggaran khususnya kemaksiatan di ibu kota. “Setiap ada pelanggaran misalnya tempat-tempat prostitusi, laporkan kepada kami maka akan akan tutup. Penegakan hukum ada pada kami yang berseragam tetapi semangatamar makruf nahi munkar ada di semua orang,” jelasnya.

Gubernur Anies mendoakan insyaAllah ke depan FPI makin sukses, makin berkembang dan terasa keberadaannya. “Kita doakan juga imam besar kita (Habib Rizieq Syihab) supaya diberikan kesehatan dan kemudahan dalam setiap urusanya,” tutur Anies.


Pewarta: SI/Didi Muryadi
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Tahapan Pilkades 2019 Kabupaten Sukabumi


Untuk mengetahui lebih jelas Klik LINK >> "Tahapan PILKADES Serentak 2019 Kabupaten Sukabumi"


Friday, August 23, 2019

Redaksi sukabumiNews

DPR: Pindah Ibu Kota Seharusnya Jajak Pendapat Rakyat Dulu

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Herman Khaeron
sukabumiNews, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Herman Khaeron meminta supaya pemerintah bisa terbuka kepada masyarakat soal kajian wacana pemindahan ibu kota. Bahkan, lanjut dia, pembahasan pemindahan ibu kota tersebut dilakukan di DPR RI dengan meminta pandangan kepada masyarakat dan para ahli.

"Jadi kita bahas dulu secara terbuka di DPR dan buat jajak pendapat kepada masyarakat," kata Herman di Jakarta, Jumat (23/8/2019).

"Sebaiknya dibicarakan berbagai aspek dan dampaknya, serta terencana dengan matang," tambahnya.

Ketua DPP Partai Demokrat ini melihat wacana pemindahan ibu kota belum mendesak untuk dilakukan dalam waktu dekat.

Hal paling penting dilakukan pemerintah adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, dan mensejahterakan rakyat.

Apalagi, lanjut dia, situasi ekonomi dunia sedang kurang baik, bahkan beberapa pengamat berpendapat akan terjadi resesi ekonomi di Asia, sehingga harus waspada dan fokus di ekonomi.

"Selain itu memindahkan ibu kota bukan hanya memindahkan kantor, tetapi memindahkan pegawainya. Berapa juta pegawai pusat yang harus berkantor di kalimantan? Bagaimana dengan keluarganya? Apakah sarana pendukungnya sudah diperhitungkan?" paparnya.

"Lalu rumah tinggal, rumah sakit, sekolah pada semua tingkatan, pangan, dan bagaimana kemampuan ekonomi pegawai jika harus pulang pergi ke rumahnya di Jakarta, Jabodetabek dan sekitarnya," jelasnya.


Pewarta : Didi Muryadi
Editor : Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
loading...
close
close
close