Breaking
SUKABUMINews menyajikan berita terpenting tentang berbagai peristiwa dan Dunia Islam yang terjadi di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas dilapangan selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan serta fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel maupun berita (pendidikan, politik, hukum) Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria akan kami muat dan undang.
loading...

Sunday, May 26, 2019

Redaksi sukabumiNews

Dukung Program Serentak On The Street di 27 Kota dan Kabupaten, Sukabumi Ekspres Turut Santuni Anak Yatim

sukabumiNews, CIKOLE – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Sukabumi, Alfamart dan Sukabumi Ekspres menggelar buka bersama On The Street Ramadhan 1440 H bertempat di halaman Mesjid Agung Kota Sukabumi Sabtu (25/5/2019).

"Kegiatan ini merupakan salah satu Program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang di gelar secara serentak di 27 Kota dan Kabupaten yang berada di Jawa Barat," ungkap Kabag Humas dan Protokol, Panjul Saeful Hayat kepada sukabumiNews usai acara.

“Alhamdulilah acara kegiatan buka bersama On The Street ini berjalan dengan lancar dan sukses, berkat partisipasi peran para media khususnya Sukabumi Ekspres,” tambah Panjul Saepul Hidayat.

Panjul juga memberikan apresiasi terhadap media yang ikut berperan dalam mewujudkan kepedulian dengan memberikan Santunan kepada 60 Anak Yatim serta berkolaborasi dalam mengisi kegiatan On The Street yang di dilaksanakan oleh Pemkot Sukabumi ini.

"Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan seperti di Bulan Ramadhan ini bisa bermanfaat bagi mereka dan menjadikan amal ibadah baik itu tenaga, pikiran maupun sumbangsih secara materi," imbuhnya.

Sementara itu, Kabiro Sukabumi Ekspres, Nendi Cahya mengatakan, kegiatan ini merupakan acara lanjutan Sukabumi Ekspres Berbagi yang telah dilaksanakan beberapa bulan lalu atas kerjasamanya dengan beberapa pihak termasuk dengan BAZNAS.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, terutama untuk Pemerintah Kota Sukabumi, BAZNAS dan Alfamart. Alhamdulillah berkat kerjasama dengan beberapa pihak tersebut kegiatan ini bisa sukses. Semoga bisa menjadi berkah untuk semuanya," ucap Nendi.

Turut hadir dalam Acara On The Street ini, Walikota Sukabumi dan Wakil Walikota Sukabumi, Perwakilan Polresta, Kodim, Baznas Kota Sukabumi dan Pimpinan Daerah Kota Sukabumi.

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, May 25, 2019

Ust Manatahan

Hukum Mengeluarkan Zakat Fitri dengan Uang

Al-Imam Malik bin Anas berkata:

“Bahwa Zakat (Fitri dengan uang) itu TIDAK mencukupi (yakni tidak sah zakatnya).” [Al-Mudawwanah Al-Kubra (3/385)]

Al-Imam Asy-Syafi’i berkata:

“Bahwa mengeluarkan Zakat Fitri dengan uang tidaklah mencukupi (tidak sah).” [Al-Fiqh Al-Manhajī ‘alā Madzhab Al-Imām Asy-Syāfi’ī]

Al-Imam Ahmad juga berkata (tentang hal tersebut),

“Menyelisihi sunnah Rasūlullah .” [Al-Mughni (3/87)]

Fadhilatusy Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah ditanya:

Bolehkah mengeluarkan Zakat Fitri dengan uang?”

Maka Fadhilatusy Syaikh menjawab:

زكاة الفطر لا تصح من النقود. لأن النبي فرضها صاعاً من تمر، أو صاعاً من شعير، وقال أبو سعيد الخدري رضي الله عنه: كنا نخرجها على عهد رسول الله ، صاعًا من طعام، وكان طعامنا يومئذ التمر والشعير، والزبيب والأقط. فلا يجوز إخراجها إلا مما فرضه رسول الله

Zakat Fitri TIDAK SAH ditunaikan dengan uang, karena Nabi mewajibkan zakat dengan ukuran satu sha’ kurma kering, atau satu sha’ gandum.

Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu berkata: “Dahulu kami semasa Rasulullah (masih hidup) mengeluarkan zakat seukuran satu sha’ makanan pokok. Dan makanan pokok kami ketika itu ialah kurma kering, gandum, kismis dan keju.”

Maka tidak boleh mengeluarkan zakat selain dengan yang telah diwajibkan oleh Rasulullah .”

[Majmu’ Fatwa wa Rasail Ibni ‘Utsaimin (18/180)]

Syaikh juga berkata:

أما زكاة الفطر فلا يجوز دفع النقد عنها بل يجب أن تدفع من الطعام لأنها هكذا فرضت ولما في دفعها من الطعام من سد حاجة الفقير في يوم العيد

 Adapun Zakat Fitri, maka TIDAK BOLEH membayar uang sebagai bentuk penunaiannya. Tapi wajib menunaikannya dengan makanan pokok, karena begitulah yang diwajibkan. Juga karena penunaian zakat dengan makanan pokok itu sebagai bentuk memenuhi kebutuhan orang fakir saat hari raya (‘Iedul Fitri).”

Syaikh juga berkata dalam fatwa beliau yang lain:

 فلا يحل لأحد أن يخرج زكاة الفطر من الدراهم، أو الملابس، أو الفرش، بل الواجب إخراجها مما فرضه الله على لسان محمد صلى الله عليه وسلم، ولا عبرة باستحسان من استحسن ذلك من الناس، لأن الشرع ليس تابعاً للآراء

“… TIDAK HALAL, yakni dilarang bagi siapapun yang hendak mengeluarkan Zakat Fitri dengan Dirham (maksudnya mata uang, pakaian, atau selimut). Namun yang wajib adalah mengeluarkan zakat dengan sesuatu yang telah Allah wajibkan melalui lisan Nabi Muhammad . Anggapan baik oleh kebanyakan orang berkenaan dengan hal ini tidaklah diakui, karena syariat itu tidak mengikuti pendapat orang-orang.” [Majmu’ Fatawa wa Rasail Ibni ‘Utsaimin (18/280)]

Al-‘Allamah Al-Fawzan hafizhahullah berkata:

أما إخراج القيمة، فإنه لا يجزئ في زكاة الفطر؛ لأنه خلاف ما أمر به النبي ، وما عمل به صحابته الكرام من إخراج الطعام . والاجتهاد إذا خالف النص فلا اعتبار به

Adapun mengeluarkan qimah (yaitu dalam rupa uang), maka hal ini ‘TIDAKLAH TEPAT’ untuk Zakat Fitri; karena hal tersebut menyelisihi yang diperintahkan oleh Nabi , dan (menyelisihi) apa yang dilakukan para sahabat yang mulia, yaitu mengeluarkan (zakat, dengan) makanan pokok. Dan suatu ijtihad jika menyelisihi nash (dalil), maka ijtihad tersebut TIDAK teranggap.” [Al-Muntaqa min Fatawa al-Fawzan (81/13-14)]
Redaksi sukabumiNews

Berbagi di Bulan Suci, Polsek Cireunghas Berikan Takjil ke Setiap Warga yang Melintas

sukabumiNews, CIREUNGHAS - Sebagai upaya pendekatan dan menjalin sinergitas dengan masyarakat,  jajaran Polsek Cireunghas, Resor Sukabumi Kota melakukan kegiatan Bagi- bagi takjil ke setiap warga yang melintas di depan Mapolsek Cireunghas.

Menurut Kapolsek Cireunghas, IPTU Eriyanto, SH., kegiatan ini dilakukan untuk memeriahkan bulan Suci Ramadhan dan semangat berbagi ke sesama.

“Sasaran takjil ini para pengemudi motor dan mobil. Hal tersebut kami laksanakan untuk berbagi kasih dan bersilaturahmi kepada warga agar sinergitas antara warga dan Polisi tetap terjaga," kata Eriyanto kepada sukabumiNews, Sabtu (25/5/2019).
Sejumlah pengendara pun tampak antusias menerima takjil tersebut, meski arus lalu lintas sedikit tersendat dan melambat karena pengendara harus mengambil takjil, akan tetapi kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar.

Eri berharap, Ramadhan tahun ini memberikan keberkahan dan masyarakat diimbau untuk tidak terprovokasi isu-isu yang tidak benar.

“Mari kita jalin silaturahmi jangan mudah terprovokasi, kita fokus beribadah,” ujarnya


Pewarta: Rio Bagja Gumilar
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

BAZNAS Kabupaten Sukabumi Salurkan Insentif kepada 386 Imam Mesjid

Baznas Kabupaten Sukabumi saat menyalurka Insentif kepada 386 Imam Mesjid se-Kabupaten Sukabumi. 
-- 
sukabumiNews, CISAAT – Pada Bulan Ramadhan tahun 1440 H ini, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sukabumi menyalurkan insentif kepada 386 Imam Mesjid yang berada di setiap Desa di Wilayah Kabupaten Sukabumi, Jum'at (24/5/19) kemarin. Untuk satu Imam Mesjid diberikan Insentif sebesar Rp1 Juta.

"Anggaran penerimaan Insentif yang bersumber dari pengumpulan Zakat se-Kabupaten Sukabumi yang dikelola Baznas ini sudah menjadi kegiatan sejak kurang lebih selama sepuluh tahunan," ungkap H. Endin Badrudin Usman kepada wartawan diruang kerjanya.

H. Endin mengatakan bahwa jumlah masjid yang ada di Kabupaten Sukabumi tak kurang dari 5000 mesjid. Baznas berkeinginan agar semua Imam Mesjid di setiap desa di Kabaupaten Sukabumi mendapatkan Insentif secara menyeluruh.

"Namun, mekanisme cara penyaluran Insentif Imam Mesjid yang dilakukan oleh Baznas Kabupaten sukabumi secara bergiliran, maka Imam Mesjid yang tahun kemarin menerima Insentif, tahun ini tidak menerimanya,” terang H. Endin.

Untuk itu Baznas Kabupaten Sukabumi mengajak kepada seluruh masyarakat terlebih kepada para da’i untuk berdakwah mengenai zakat dan menyalurkannya melaui Baznas, supaya bisa lebih terkoordinir.

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi Gelar Acara “Ngaos On The Street” Bersama Santri dan Yatim Piatu

sukabumiNews, CIKOLE – Dalam rangka mengisi Bulan Ramadhan 1440 H, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi bekerjasama dengan Pondok Pesantren (ponpes) Dzikir Al-Fath menggelar Acara “Ngaos (ngaji, red) On The Street” bersama puluhan santri dan yatim piatu di halaman Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi Jum'at (24/5/19) malam.

Acara Ngaos (ngaji, red) On The Street dilanjutkan dengan Tausyiah oleh Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath KH Fajar Laksana.

Pada kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan Santunan kepada anak yatim dan bingkisan kepada para santri serta bantuan pembinaan kepada Ponpes Dzikir Al-Fath. 
Kepala BPJS Cabang Sukabumi, Emir Syarif Ismel mengatakan, selain bentuk kepeduliannya terhadap para santri dan yatim piatu, juga untuk berbagi kebahagian dengan mereka, serta mempererat Lembaga Negara dengan para Ulama.

“Kegiatan Ngaos ini secara rutin akan dilaksanakan setiap tahun bersama Yayasan Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath,” kata Emir Syarif kepada sukabumiNews.

“Semoga dengan diadakannya kegiatan ini bisa memberikan Inspirasi kepada lembaga lain untuk mengikutinya karena ini merupakan kegiatan positif dan juga mengajak kepada para pekerja agar segera melindungi dirinya dengan BPJS Ketenagakerjaan," harap Emir.
Sementara itu Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath KH Fajar Laksana, yang juga selaku pemberi tausyiah memberi apresiasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi seperti yang dilakukannya saat ini.

“Alhamdulillah BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi menyambut baik program Ngaos On The Street dalam mengisi Ramadhan ini. Dalam kegiatan ini kita mengisinya dengan melaksanakan Ngaji 30 Juz dan dan Tausiyah," jelas KH. Fajar Laksana.

“Kami mendo'akan semoga BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi diberikan rahmat, perlindungan, dilancarkan serta diberikan kesehatan oleh Allah Swt, serta dapat melanjutkan program kemanusiaannya dengan lancer,” harap Fajar.

Di saat yang sama, salah seorang santriwati yang mengikuti kegiatan Ngaos On The Street Siti Nurazizah (20) mengaku, kegiatan yang diikutinya sangat bagus dan menarik. “Saya juga bisa refresh dengan kegiatan di luar ponpes lantaran jika kita terus-terusan di pondok pesantren, menghafal, terkadang saya beserta para santri lain juga ada jenuhnya," ucap Siti Nurazizah sambil tersenyum.

Siti juga berterimaksih kepada pelaksana kegiatan yang sudah menerima para Santri dan memberikan santunan serta bingkisan. “Semoga BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi bisa lebih baik lagi dan kalau ada program-program yang belum tercapai mudah-mudahan di tahun ini atau pun tahun depan bisa tercapai," tutur santriwati yang tengah duduk di semester empat ini.

BACA Juga: BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi Gelar Pasar Murah Ramadhan 1440 H


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, May 24, 2019

Redaksi sukabumiNews

Resmi! Prabowo Ajukan Gugatan Sengketa Hasil Pilpres di MK

Tim hukum Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga mengajukan gugatan hasil pilpres kepada Mahkamah Konstitusi, Jumat (24/5/2019). [FOTO: KOMPAS.com/JESSI CARINA]
-- 
sukabumiNews, JAKARTA – Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno secara resmi mengajukan gugatan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (24/5/2019) malam.

Gugatan tersebut diajukan kedua pasangan tersebut jelang tenggat akhir pendaftaran. Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, Tim Hukum BPN Prabowo-Sandi tiba di gedung MK pada pukul 22.35 WIB.

Tampak hadir Penanggung Jawab Tim Hukum BPN Prabowo-Sandi Hashim Djojohadikusumo dan Ketua Tim Hukum BPN Prabowo-Sandi Bambang Widjojanto beserta anggota tim Denny Indrayana. Sedangkan Prabowo dan Sandiaga tak tampak dalam kesempatan tersebut.

"Alhamdulillah kami sudah menyelesaikan permohonan sengketa mengenai perselisihan hasil pemilihan umum. Kami akan menyerahkan secara resmi permohonan itu dilengkapi daftar alat bukti. Mudah-mudahan kita bisa melengkapi daftar alat bukti yang dibutuhkan," ujar Bambang, dikutip dari CNBC Indonesia.

Menurut dia, gugatan diajukan sebagai bagian penting untuk mewujudkan negara hukum. Lebih lanjut, Bambang sempat mengutarakan kekecewaannya.

"Untuk sampai ke sini effort-nya harus dicegat di mana-mana. Kami harap persidangan kita tidak dihambat seperti ini lagi. Saya percaya MK tidak punya maksud apapun," katanya.

"Secara resmi saya sampaikan permohonan resminya," lanjut mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi tersebut.

Setelah pendaftaran ini, bagaimana tahapan-tahapan yang akan dilalui BPN Prabowo-Sandi?

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima CNBC Indonesia, berkas sengketa yang diajukan pemohon akan dilakukan pencatatan permohonan dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK) pada 11 Juni 2019.

Di hari yang sama, akan disampaikan penyampaian salinan permohonan dan pemberitahuan sidang pertama kepada pemohon, termohon, pihak terkait, serta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Setelah itu, pada 14 Juni 2019, berkas akan dilakukan pemeriksaan pendahuluan dalam sidang perdana oleh hakim MK, sekaligus penyerahan perbaikan jawaban dan keterangan.

Kemudian pada periode 17 Juni hingga 24 Juni 2019, akan dilakukan pemeriksaan persidangan. Setelah proses pemeriksaan selesai, pada periode 25 Juni-27 Juni 2019, MK akan menggelar Rapat Permusyawaratan Hakim.

Adapun sidang pengucapan putusan akan digelar pada 28 Juni 2019. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, penanganan sengketa Pilpres di MK akan dibatas selama 14 hari kerja. [Red*]
Redaksi sukabumiNews

Jelang Idul Fitri 1440 H Lapas Kelas III Warungkiara Usulkan Remisi bagi 590 Napi

sukabumiNews, WARUNGKIARA – Menjelang Hari Raya Idul-Fitri Hari 1440 H, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Warungkiara Kabupaten Sukabumi Jawa Barat sudah mengusulkan Remisi bagi 590 narapidan warga binaannya kepada Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Ham Provinsi Jawa Barat.

Kepala Lapas Warungkiara Christyo Nugroho mengatakan bahwa dari jumlah 750 napi yang ada, Dia hanya mengajukan 590 orang, lantaran dari jumlah 590 orang napi binaannya itu telah memenuhi persyaratan untuk mendapatkan pengurangan masa tahanan (remisi).

"Pemberian remisi akan diberikan di setiap hari-hari besar, diantaranya hari raya, hari kemerdekaan serta hari besar lainnya yang sudah diatur pada PP No. 99 tahun 2012 perubahan atas PP No. 32 tahun 1999 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan lembaga pemasyarakatan,” ujar Chrityo kepada wartawan Jum'at (24/5/2019).

“Usulan baru kita sampaikan dan kita tunggu persetujuan dari Kanwil Kementerian Hukum dan Ham Provinsi Jawa Barat," tambahnya.

Meski demikian, sambung Christyo salah satu persyaratan utama untuk mendapatkan remisi yaitu harus berkelakuan baik, lantas remisi yang telah diperoleh dapat dibatalkan jika seorang warga binaan melakukan kesalahan atau melanggar peraturan yang berlaku sebelum pengumuman pengurangan masa tahanan diberikan.

"Adapun syarat dan ketentuan untuk memperoleh remisi diantaranya, harus menjalani minimal enam bulan masa kurungan pidana, sudah di vonis dengan kekuatan hukum tetap dan kelengkapan berkas baik petikan putusan maupun eksekusi jasa," terang Christyo.

Selain itu kata Christyo, remisi tersebut akan langsung diserahkan dan diumumkan kepada para napi warga binaan Lapas Warungkiara di Hari H Idul Fitri 1440 H. Akan tetapi, jelas Dia, Lapas Kelas III Warungkiara memastikan bahwa bagi napi yang tidak berkelakuan baik tidak akan mendapatkan remisi tersebut.

Christyo menyampaikan, terkait hal ini pihak Lapas juga berupaya maksimal dalam melakukan pembinaan terhadap napi. Bahkan sebut Christyo, Lapas Kelas III Warungkiara berupaya menyalurkan minat dan bakat bagi para napi. “Misalnya ketika diadakan pelatihan berternak hewan dan keterampilan yang lainnya sehingga kemampuan napi dapat meningkat demi keberlangsungan kehidupannya,” jelasnya.

Dengan mempunyai skill, tambah Dia lagi, maka diharapkan mereka tidak akan kembali melakukan perbuatan seperti yang pernah dilakukan sebelum masuk Lapas. “Dan setelah masa tahanannya habis, nantinya mereka tidak mengalami kesusahan untuk mencari perkerjaan," tutup Christyo.


Pewarta: Karim R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Prabowo-Sandi akan Ajukan Gugatan ke MK Malam Ini

sukabumiNews, JAKARTA – Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto- Sandiaga Uno, Andre Rosiade, mengatakan pihak Prabowo-Sandi menunjuk mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto, sebagai ketua tim hukum kasus sengketa Pilpres 2019

Total anggota lawyer disebut ada 8 orang,  namun Andre belum dapat menyebut siapa saja nama yang akan menjadi tim lawyer Prabowo-Sandi.

"Total anggota lawyer ada 8, nanti nama resmi diumumkan sore sebelum Maghrib, " Katanya.

Sebelumnya, Prabowo - Sandi akan mendaftarkan gugatan ke MK pada sore hari ini, namun pihaknya menunda jadwal. Menurut Andre, mereka akan ke Mahkamah Konstitusi pada pukul 20.30 WIB, dengan pertimbangan pimpinan akan berkumpul di kediaman Prabowo menjelang sore.

"Nanti ada rapat internal setelah itu,  salat tarawih dulu, baru berangkat ke Mahkamah Konstitusi," katanya pada Jumat (24/5).

Pewarta: IDN Times
Editor: Red
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Istri Ketua KPU Cianjur Disekap oleh Dua Orang Tak Dikenal

Foto: Yanti, istri Ketua KPU Cianjur, Jawa Barat terlihat syok setelah menjadi korban penyekapan di rumahanya, Kamis (23/05/2019) malam (KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN)
-- 
sukabumiNews, CIANJUR – Istri Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Cianjur, Hilman Wahyudi, disekap oleh dua orang tak dikenal, Kamis (23/5/2019) malam di rumahnya di Kampung Karangtengah, RT 002 RW 009, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Sontak, kasus penyekapan terhadap istri Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Cianjur, Hilman Wahyudi ini menjadi perhatian publik.

Dadan Bunyamin (39), warga setempat yang turut menyelamatkan korban menuturkan, ia mendapati korban sedang terikat di tiang penyangga toren atau penampung air di teras belakang rumah.

Sebelumnya, Dadan yang tengah berjualan mie ayam di pinggir jalan itu mengaku didatangi suami korban untuk meminta bantuan warga.

“Saya dan Pak Hilman dibantu ada tiga warga yang lain lalu datangi lokasi. Saya lewat belakang, sedangkan yang lain lewat depan,” jelasnya.

Tiba di belakang rumah, Dadan mendapati korban tengah terikat di besi penyangga toren di teras belakang, sedangkan kain yang menutup mulut korban terlihat sudah terlepas.

“Saya naik ke tembok tapi belum berani turun khawatir masih ada pelaku di dalam rumah. Tapi Bu Yanti minta saya mengecek anaknya yang ada di dalam rumah,” katanya.

Dadan kemudian mencoba memberanikan diri untuk turun kemudian melepaskan ikatan tangan korban.

“Saat itu saya tidak melihat orang lain (pelaku). Mungkin sudah kabur sebelum warga datang,” ujarnya.

Sementara, Bambang Hendra, saudara korban yang ditemui di rumah korban mengatakan, sengaja datang setelah mendengar kabar adiknya disekap semalam.

“Iya katanya disekap, tapi saya tidak tahu detil kejadiannya karena saya belum bicara banyak dengan adik saya,” katanya singkat kepada wartawan, Jumat (24/5/2019) pagi.

Pantauan Kompas.com di lokasi kejadian, Jumat pagi sendiri terlihat sepi. Pintu dan jendela rumah bercat hijau itu terlihat tertutup.

Sebelumnya, jajaran Polres Cianjur yang menangani kasus tersebut masih melakukan penyelidikan termasuk mendalami motif dari kejadian tersebut.

“Masih kami dalami, jika memang ada perkembangan kami informasikan lagi," kata Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Budi Nuryanto kepada wartawan di lokasi kejadian, semalam.

Budi mengatakan, sejauh ini tidak ada dugaan motif yang mengarah pada profesi suami korban sebagai Ketua KPU Cianjur. “Doakan saja cepat terungkap," katanya.


Pewarta: Siti Cjr
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
loading...
close
close