Breaking
SUKABUMINews menyajikan berita terpenting tentang berbagai peristiwa dan Dunia Islam yang terjadi di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas dilapangan selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan serta fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel maupun berita (pendidikan, politik, hukum) Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria akan kami muat dan undang.

Thursday, January 24, 2019

Redaksi sukabumiNews

Wow, Lahan Pasar Terminal Cikembang Dua Kali Di-SPHkan

bahwa tanah lahan terminal Cikembang ini sudah dua kali di-Surat Pengakuan Hak (SPH) kan.
[Tanah Lahan pasar TerminalCikembang pasca kebakaran. (foto dukumen: Azis R/SN)]
sukabumiNews, CIKEMBAR – Ada yang menarik, saat perwakilan dari warga yang melalukan musyawarah  terkait pemberitaan yang berjudul ‘Warga Saling Klaim Lahan Tanah Kios Terminal Cikembang PascaKebakaran’. Pasalnya dalam musayawarah itu terungkap bahwa tanah lahan pasar terminal Cikembang ini sudah dua kali dibuatkan Surat Pengakuan Hak (SPH).

Pertama, SPH dikeluarkan pada tahun 2010,  dan kedua pada saat over alih dari Cikembang Raya ke Bogorindo pada tahun 2012. Bahkan pada SPH yang dikeluarkan kedua kalinya itu ukuran luas tanah ditambah dengan memasukan lahan terminal.

Hal itu diungkapkan Atik Suwandi, mantan BPD sekaligus selaku juru biacar dari 23 orang yang mendatangi Kantor Desa Cikembang untuk menyelesaikan permasalahan terkait luas dan status kepemilikan tanah pasar yang terbakar beberapa waktu lalu kepada sukabumiNews usai melakukan musyawarah di di kantor Desa Cimanggu Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Kamis (24/1/2019).
Ketika di konfirmasi, orang yang mengaku pemilik SPH tanah terminal dimaksud, yang identitasnya minta dirahasiahkan menceritakan kepada sukabumiNews mengenai kronologi 2 kali di-SPHkannya lahan tersebut. Sebut saja IN (47).

Menurut IN, dahulu lahan ini dimiliki oleh Keluarga H. Tubagus Cecep,  pada tahun 2007 lahan ini dibeli oleh keluarga Ayah IN (alm). “Setelah kita beli ditahun 2012 lahan ini dijual ke Bogorindo sebagian kita jual dan sebagian kita buat lahan untuk dijadikan terminal,” ungkap IN.

IN melanjutkan, Sebelum beralih ke pihaknya secara legal aspek dan legal formal dari sisi pertanahan itu sendiri, lahan itu pernah masuk ke Cikembang raya. “Ketika itu mereka mengklaim bahwa terminal itu secara fisikli seolah-olah milik Dinas Perhubungan Kabupasaten Sukabumi, bahkan pernah juga pemerintah terlibat disana,” tuturnya.

Padahal sambung IN lagi, segala kewajiban yang melekat atas lahan tanah tersebut pembayaran pajaknya telah dipenuhi oleh dia. “Kemudian dari pada itu kenapa Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Sukabumi menerbitkan sertifikat tanah atas nama saya,” pungkas IN.


[Pewarta: Azis R]
Editor: Red
Redaksi sukabumiNews

Warga Saling Klaim Lahan Tanah Kios Terminal Cikembang Pasca Kebakaran

Warga, Saling Klaim Lahan Tanah Kios Terminal Cikembang Pasca Kebakaran
[Atik Suwadi selaku juru biacar dari 23 orang bersama rekan lainnya tengah menyampaikan ktidak puasannya di kantor Desa Cimanggu Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Rabu 24 Januari 2019.]
sukabumiNews, CIKEMBAR – Menindak lanjuti adanya saling klaim atas status kepemilikan tanah pasca terjadinya insiden kebakaran kios di terminal Cikembang beberapa waktu lalu, 23 orang pemilik kios dari 13 kios yang terbakar, diwakili oleh Atik Suwadi selaku juru biacar dari 23 orang itu mendatangi Kantor Desa Cimanggu untuk menyelesaikan permasalahan terkait luas dan status kepemilikan tanah pasar tersebut.

Pasalnya, Status tanah terminal Cikembang selama ini di klaim oleh IN (initial), seseorang yang memiliki sertifikat luas seluas 9005 meter. “Ini yang tercantum di sertifikat,” jelas Atik Suwandi kepada sukabumiNews usai melakukan musyawarah di kantor Desa Cimanggu Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Rabu 24 Januari 2019.


Atik yang juga mantan BPD Cikembang itu menuturkan, sebenarnya yang dipersoalkan pihaknya bukanlah mengenai jumlah luas semua itu, tetapi mengenai persoalkan area tanah di terminal Cikembang yang mereka tempati yang luasnya sekitar 4000 meter dan sudah hangus terbakar.

“Desebabkan Pemerintah Desa tidak bisa menjelaskan, maka kami semua sepakat untuk bermusyawarah,” Atik. Adapun jelas Atik, permasalahan yang dimusyawarahkan pihknya, selain terkait permasalahan status tanah, juga terkait keinginan pihaknya untuk membangun sendiri kios yang sudah terbakar serta membentuk tim pencara fakta untuk mengusut penyebab terjadinya kebakaran itu.

BACA: Wow, Lahan Pasar Terminal Cikembang Dua Kali Di-SPHkan

Dalam hal ini Atik Suwandi sendiri ditunjuk menjadi perwakilan mewakili ke-23 orang untuk berbicara dan lain sebagainya.

“Memang kios yang terbakar itu ada 13. Sementara jumlah orangnya ada 23 orang dan para pemilik kios sudah menetapi selama 18 tahun,” jelas dia. Dia menambahkan, terkait hal ini dirinya sudah membuat susunan berita acara sebagai dasar pertimbangan untuk mengajukan dan telah diberikan kepada  semua pihak termasuk kepada Kapolsek Cikembar.

Intinya kita ingin membangun sendiri kios diatas lahan terbakar diterminal Cikembang, sebab kalau bangunan kios itu dibangun oleh pihak yang mengklaim, dikhawatirkan harganya mahal, lalu bisa saya diusir karena tidak bisa membayar,” tegas Mantan BPD itu.

Dilain pihak,  Camat Cikembar, Tamtam Alamsyah saat diminta kejelasan terkait permasalahan ini memaparkan, tujuan utamanya adalah bagaimana para pedagang kios ini bisa melakukan aktifitas untuk berjualan di kios terminal Cikembang sebab pasca insiden terbakarnya pasar tersebut mereka lama tidak berjualan.

“Tetapi diskusi barusan mengembang bahwa para pedagang mempertanyakan masalah status tanah. Kita juga merasa kesulitan untuk mengatakan betul apa tidaknya sebab kita bukan pengambil keputusan,” kata Tamtam.

“Harapan kita, akan menawarkan beberapa opsi terbaik kepada semua pihak. Kalau dalam kurun satu bulan mereka tidak ada titik terang maka akan kita undang kembali untuk melakukan musyawarah secara mufakat dan jalan terbaik untuk semua pihak,” Imbuhnya.

[Pewarta: Azis R]
Editor: Red.
Redaksi sukabumiNews

Bupati Sukabumi Resmikan IGD RS. Sekarwangi Cibadak Senilai Rp13 Milyar

Bupati Sukabumi Drs.H.Marwan Hamami meresmikan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD), gedung Intensiv Care Unit (ICU), dan gedung Rawat Inap paru-paru (Fatmawati) yang di bangun pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi dengan anggaran sebesar Rp13 Milyar.
sukabumiNews, CIBADAK – Bupati Sukabumi Drs.H.Marwan Hamami meresmikan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD), gedung Intensiv Care Unit (ICU), dan gedung Rawat Inap paru-paru (Fatmawati) yang di bangun pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi dengan anggaran sebesar Rp13 Milyar.

“Dengan diresmikan Gedung baru ini, semua jenis pelayan bisa lebih baik dan terintegrasi karena sudah masuk Rumah Sakit Tipe B,  maka fasilitas dan pelayanan pun semakin hari harus lebih baik,” ucap Marwan Hamami saat sambutan pada peresmian yang dilaksanakan di Aula RSUD Sekarwangi, Rabu (23/1/ 2019)

Marwan melanjutkan bahwa hari ini ada program beasiswa yang dibiayai oleh Pemerintah Daerah untuk anak-anak yang ingin menjadi Dokter. Utuk masalah persyaratan dan ketentuannya, jelas Marwan setelah berhasil mereka harus kembali ke daerah.

“Sama halnya ketika saya dulu pada Tahun 2006 ikut andil melaksanakan program ini. Yang ingin menjadi bidan kita biayai lalu ketika sudah selesai sekolahnya harus mengabdi di pemerintahan Kabupaten Sukabumi,” kenang Bupati Sukabumi itu.

“Begitu juga dengan Dokter. Ketika anak-anak lulus sekolah SMA ingin menjadi Dokter dan keluarganya tidak mampu, padahal anak tersebut mempunya prestasi, maka pemerintah Kabupaten Sukabumi akan mendorong untuk memberikan beasiswa sampai lulus, dengan syarat setelah lulus harus mengabdi,” jelas Marwan.

[Pewarta: Azis R]

Editor: A. Malik AS/Red]

Wednesday, January 23, 2019

Redaksi sukabumiNews

Kepengurusan Kowasi Korwil Pajampangan Resmi Dikukuhkan

Sekurangnya 35 Insan Pers yang berada di wilayah Selatan Sukabumi hadir pada kesempatan yang dilaksanakan di salah satu tempat di wilayah Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Selasa (22/1/2019) itu.
sukabumiNews, SURADE – Menindaklanjuti hasil Musyawarah Besar Kowasi (Mubes Kowasi) yang dilaksanakan pada saat menjelang akhir tahun 2018, tepatnya  tanggal 29 Desember 2018 lalu di Karangtengah Cibadak Kabupaten Sukabumi, Dewan Pimpinan Pusat Komunitas Wartawan Sukabumi (DPP Kowasi) secara resmi mengukuhkan kepengurusan Korwil Kowasi Pajampangan masa bakti 2019-2022.

Sekurangnya 35 Insan Pers yang berada di wilayah Selatan Sukabumi hadir pada kesempatan yang dilaksanakan di salah satu tempat di wilayah Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Selasa (22/1/2019) itu.

"Saya titip Kowasi untuk wilayah Pajampangan supaya meneruskan arah dan Porsi yang benar dalam menjalin kemitraan dengan masyarakat dan Birokrasi Pemerintah juga Swasta yang ada di wilayah Pajampangan," kata Ketua Umum Kowasi, Suyudi dihadapan para insan pers.

Himbauan yang sama diungkapkan Sekjen Kowasi Pusat, Heri Setiawan. Ia juga menyampaikan agar Kowasi selalu terdepan dalam menjalankan tugas Jurnalistik di wilayah selatan.

Sementara itu Korwil Kowasi Pajampangan masa bakti 2019-2022, M. Irawan Dansek kepada sukabumiNews menuturkan bahwa pihaknya akan selalu solid dan patuh kepada program yang disampaikan oleh pengurus pusat dalam menjalin tali sikaturahmi yang lebih harmonis dan berkesinambungan.

Pada kesempatan tersebut juga dijalin kemitraan antara Kowasi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Peduli Hukum dan Ham (PHH) Kabupaten Sukabumi sebagai Lembaga Bantuan Hukum Kowasi.

Nugraha, SH. Ketua LBH PHH menyambut baik kehadiran Kowasi dengan menjalin kemitraan beserta lembaga yang dipimpinnya. " Insya Allah kami akan membantu perlindungan secara hukum kepada anggota Kowasi dalam menjalankan Profesi Jurnalis dengan catatan harus menjunjung UU Pers No.40 tahun 1999 dan UU ITE", tukas Nugraha, SH.


[Pewarta: Karim R]
Editor: Red.

Tuesday, January 22, 2019

Redaksi sukabumiNews

Camat Cikembar Tamtam Alamsyah Lantik Pjs Kades Desa Bojong

Camat Cikembar, Tamtama Alamsyah melantik Iyus Wahyudin, Pjs Kades Desa Bojong menggantikan Kades lama Asep Setiawan. Pelantikan Pjs Kades Desa dilakukan Camat mengingat Kades Bojong sebelumnya Asep Setiawan, sudah habis masa baktinya yakni hampir 6 tahun menjabat sebagai Kepala Desa Bojong.
sukabumiNews, CIKEMBARCamat Cikembar, Tamtam Alamsyah melantik Iyus Wahyudin, Pjs Kades Desa Bojong menggantikan Kades lama Asep Setiawan. Pelantikan Pjs Kades Desa dilakukan Camat mengingat Kades Bojong sebelumnya Asep Setiawan, sudah habis masa baktinya yakni hampir 6 tahun menjabat sebagai Kepala Desa Bojong.

Acara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan (sertijab) Penjabat Kepala Desa (Kades) Bojing dipusatkan di Aula Kantor Desa Bojong, Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi pada Selasa  (22/1 2019).

"Alhamdulilah pada hari ini saya sudah melaksanakan Serah Terima Jabatan dan Pelantikan dari Pejabat Kepala Desa lama kepada Penjabat Kepala Desa yang baru," kata Tamtam Alamsyah Kepada sukabumiNews.

'Mudah-mudahan Penjabat yang baru ini bisa melanjutkan program Kades yang lama," tambahnya.

Kemudian lanjut Tamtam, kades yang baru diharapkan bisa  memperbaiki  kekurangan untuk mencapai kesempurnaan. "Saya selaku Camat, akan melaksanakan tugas pokok yaitu memberikan pembinaan dan pengawasan terutama masalah anggaran," jelas Camat.

Camat Tamtam melanjutkan, karena anggara desa ini lumayan besar, maka bagaimana kita melakukan agar anggaran ini tepat sasaran serta sesuai dengan regulasi yang sudah ditetapkan.

"Saya mengucapkan selamat atas dilantiknya Penjabat Kades Iyus Wahyudin, semoga bisa melaksanakan tugas dengan baik. Dan saya juga berterima kasih kepada Kepala Desa lama H. Asep Setiawan, semoga pengabdiannya terhadap Masyarakat selama ini tercatat sebagai amal yang sholeh," tuturnya.


Hal senada diucapkan Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sukabumi, Tendy Hendrayana, S.Ip yang saat itu hadir di acara Pelantikan dan Sertijab. Tendy juga menjelaskan, Pelantikan Penjabat sementara ini sehubungan kades yang lama sudah habis masa baktinya. "Kami tetap mengingatkan bahwa Kepala Desa ini tugas pokoknya adalah melayani masyarakat," kata Tendy.

"Kita juga akan selalu memberi pembinanan yang dalam hal ini Insya Allah akan kita laksanakan pada bulan November tahun 2019," sambungnya

Tendy juga berharap kepada semua agar bisa bekerjasama dalam mengelola pemeritahan desa sebaik-baiknya dengan mematuhi peruturan yang berlaku, sekaligus kita bekerjasama dengan semua unsur  lembaga yang ada di Desa.

"Insya Allah dengan melakukan pola seperti itu kita akan mampu melaksanakan tugas yang semakin hari semakin berat," jelas dia.

Ditanya mengenai ada beberapa Kepala Desa di Kabupaten Sukabumi yang tersandung kasus, Tendy menegaskan bahwa mereka sudah tahu konsekwensi dari pelanggaran itu sendiri.

Adapun jelas dia, apa yang disampaikan dalam sambutan tadi, semoga menjadi pelajaran kepada semua untuk tidak melakukan hal serupa.

"Kita sudah menandatangani fakta Integritas dan mengucapkannya. Itu adalah janji yang harus dipenuhi serta ada konsekwensi jika melanggar janji tersebut." Pungkas Tendy Hendrayana.

Hadir di acara Pelantikan dan Sertijab Penjabat Kepala Desa Bojong Kecamatan Cikembar itu jajaran Muspika Kecamatan Cikembar dan Tokoh Masyarakat desa setempat.

[Pewarta: Azis R]
Editor: Red.
Redaksi sukabumiNews

Terkait Jalan Rusak, Warga Dua Desa di Kecamatan Cilograng Tunggu Janji Pemerintah Selama 12 Tahun

Jalan Kecamatan yang menghubungkan dua desa, yakni Desa Lebak Tipar dan Desa Cilograng, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Rangkasbitung, Provinsi Banten sudah lebih dari 12 tahun dibiarkan tak terusur, apalagi diaspal. Padahal sebelumnya, pemerintah sekitar pernah berjanji akan mengaspalnya.
sukabumiNews, CILOGRANG – Jalan Kecamatan yang menghubungkan dua desa, yakni Desa Lebak Tipar dan Desa Cilograng, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten sudah lebih dari 12 tahun dibiarkan tak terusur, apalagi diaspal. Padahal sebelumnya, pemerintah sekitar pernah berjanji akan mengaspalnya.

Untuk itu, warga yang tingga di kampung yang berada di dua desa tersebut diantaranya yaitu Kp Pasir Salam, Kp Cilograng, dan Kp Kalapa Dua meminta kepada pemerintah terkait agar segera merealisasikan janjinya.

Adalah Dadang, salahsatu warga Kp Pasir Salam bersama warga berharap kepada pemerintah mulai dari tingkat desa hingga propinsi untuk segera merealisasikan janji-janji yang pernah di ucapkannya, terupama kepada masyarakat Cilograng.

“Saya sangat menderita dan sedih ketika melihat ada sala warga yang sakit atau ibu yang mau melahirkan harus degera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, terpaksa harus jalan kaki atau naik ojeg sejauh 3 kilo meter dengan waktu jarak tempuh hampir 2 sampai 3 jam disebabkan jalan rusak tidak memadai. Apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini,” ungkap Dadang, kepada sukabumiNews, Selasa (22/1/2019).

“Bahkan terkadang orang yang sakit harus di gotong pake tandu/sarung karena kalau naik ojeg takut jatuh,” kata Dadang.

Dadang juag menjelaskan bahwa memang 12 tahun silam jalan kecamatan tersebut pernah diaspal. “Itu pun waktu ada acara Musabaqoh Tilawatil-Quran (MTQ) di Kecamatan Cilograng 12 tahun silam,” jelas Dadang. 

Seperti yang diungkapkan Dadang, Epang Ketua RW Kp Kalapa Dua menuturkan bahwa 12 tahun pihknya hanya menunggu janji. Bahkan tambah dadang, jika ditagih mereka cukup pandai berkelit lidah. “Padahal kami butuh Bukti, bukan Janji,” tegas Epang.

Pdahal tambah Epang, jika ada hal yang harus dikerjakan dan dilakukan warga, terutama urusan tanah, pemeritah harus selalu diturutinya dengan alasan aturan dan hukum. “Tapi saat warga membutuhkan, mereka hanya bisa mengubar janji dan berkelit lidah,” ucapnya.

[Pewarta: Jahrudin]
Edito: Red.
Redaksi sukabumiNews

Kedatangan Mantu Presiden Jokowi untuk Meresmikan Perumahan Program Nawacita Sukabumi Sejahtera Satu Disambut Banjir dan Lumpur

Kedatangan mantu presiden Jokowi, Bobby Nasution ke Kabupaten Sukabumi, untuk meresmikan Perumahan yang berlokasi di Wilayah Kp. Cioray Desa Bojongraharja Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, disambut hujan deras disertai banjir dan lumpur, Senin (2/1/2019).
sukabumiNews, CIKEMBAR – Rencana kedatangan mantu presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution ke Kabupaten Sukabumi, untuk meresmikan Perumahan yang berlokasi di Wilayah Kp. Cioray Desa Bojongraharja Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, disambut hujan deras disertai banjir dan lumpur, Senin (2/1/2019).

Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi dan Muspika Cikembar hadir dalam acara peresmian tersebut.

Penyambutan kehadiran Bobby untuk melaksanakan peletakan batu pertama pada pembangunan perumahan program Nawacita Sukabumi Sejahtera Satu yang semula dijadwalkan di lokasi Venue yang berukuran 12 X 15 Meter yang menampung tamu undangan sekitar 500 orang itu dipindahkan ke Aula Desa Bojongraharja karena lahan lokasi Vanue tersebut digenangi air dan lumpur.

“Dikarenakan intensitas curah hujan semakin besar maka acara pun di pindahkan ke Aula Desa. Bojongraharja, " ungkap Ketua Panitia EO Muhammad Fadil kepada sukabumiNews.

Terkait peruntukan perumahan yang akan dibangun dan diresmikan oleh mantu presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut, Asda II Dodi Hadiat Soemantri, Finance Leadership Development Program (PFLDP) fasiliras likuiditas pendirian perumahan, dikonfirmasi di tempat terpisah mengatakan, perumahan ini diprioritaskan untuk masyarakat yang mempunyai penghasilan rendah diangka maksimum Rp4 juta.

“Perumahan ini menurut kita relatif baik karena bisa terjangkau untuk kalangan masyarakat kebawah,” kata Dodi Hadiat.

Akan tetapi Lanjut Dodi, ada persyaratan tertentu yang mungkin nanti oleh pihak Bank BTPN selaku bank yang memfasilitasinya akan di terapkan. “Ini adalah salah satu program Pemerintah Pusat dan Anggarannya pun kalo tidak salah hampir mengucurkan 60 Triliun se-indonesia,” jelasnya.


Sementara itu Bobby Nasuton yang tiba kemudian, kepada sukabumiNews menuturkan rencana kedatangan dia ke Sukabumi ini. Menurutnya, pada tahap pertama ia akan mengawali pembangunan dengan membangun sekitar 500 unit perumahan diatas luas tanah 15 hektar, dari total 1500 unit diatas total luas tanah 30 hektar.

“Selain kita membatu program Pemerintah Pusat,  ini sudah menjadi Visi Misi Nawacita. Target kita 1,5 tahun untuk melaksanakan pembangunan perumahan sebanyak 500 unit, dengan DP Rp500 ribu,” kata Bobby.

“Akad sudah disubsidi sesuai dengan regulasi dari kementrian PUPR dan kita menjalin kerjasama dengan pihak Bank BTN yang sudah ditunjuk oleh pemerintah,” tambahnya.

“Harapan kita mudah-mudahan saja bukan hanya Developer kita yang membangun (PFLDP), tapi banyak yang mengikuti jejak kita dan mendukung Program dari Pemerintah Pusat ini,” tutup dia.

Di akhir kunjungannya, Bobby memberikan santunan kepada 115 orang yatim piatu secara simbolis.

[Pewarta: Azis. R]
Editor: Red.

Monday, January 21, 2019

Redaksi sukabumiNews

Kenapa Ya PKS Masih Belum All Out Buat Menangkan Prabowo-Sandi?

Ketua DPW PKS Kalbar, Arif Joni Prasetyo menerangkan jika pihaknya sejauh ini masih pasif dalam mengkampanyekan Prabowo-Sandi.
sukabumiNews, PONTIANAK – Ketua DPW PKS Kalbar, Arif Joni Prasetyo menerangkan jika pihaknya sejauh ini masih pasif dalam mengkampanyekan Prabowo-Sandi.

Sebelumnya, Dewan Pembina Badan Pemenangan Provinsi Prabowo-Sandi di Kalbar ini pun memuji strategi dari Djoko Santoso untuk memenangkan Prabowo-Sandi.

“Ya itu sebuah strategi yang efektif, efesien, karena dibangun dari sebuah kesadaran kader, dibangun dari kesadaran relawan. Dan kalau menunggu gerak dari satu dengan yang lain tentu memakan waktu jika setiap kader, setiap relawan itu masiv bergerak untuk tetangganya, teman-temannya,” kata Arif, Senin (21/01/2019), dikutip Abadikini.

Arif juga menerangkan akan menerapkan strategi khusus, walaupun sejauh ini masih pasif untuk memenangkan Prabowo-Sandi di pilpres 2019.

“Saya rasa ini sebuah strategi yang patut untuk di prioritaskan sebagai grand strategi dan hari ini, di Kalbar optimis bapak Prabowo-Sandi menang, terbukti dari bahwa para pendukung partai koalisi masiv secara terang-terangan mengkampanyekan Prabowo-Sandi,” katanya. [Red*/ak]
Redaksi sukabumiNews

Erdogan kepada Trump: Turki Siap Ambil Alih Manbij dari Suriah

Dalam percakapan telepon, pemimpin Turki mengatakan pemboman terbaru rekan AS yang menewaskan personil AS adalah provokasi ISIL.

[Pembicaraan tentang penarikan pasukan AS telah membuat gerilyawan Kurdi mengkhawatirkan di Suriah [File: Hussein Malla / AP]]
sukabumiNews, TURKI siap untuk mengambil alih keamanan di Manbij, sebuah kota di timur laut Suriah yang dipegang oleh pasukan Kurdi tempat empat personel AS tewas dalam pemboman pekan lalu, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan kepada mitra AS-nya dalam panggilan telepon.

Sebuah pernyataan oleh kepresidenan Turki mengatakan Erdogan pada hari Minggu mengatakan kepada Donald Trump bahwa serangan di Manbij adalah sebuah provokasi oleh Negara Islam Irak dan Levant (ISIL, juga dikenal sebagai kelompok ISIS) untuk mempengaruhi pasukan AS yang diperkirakan akan ditarik dari perang yang dilanda perang. negara.

Dalam langkah mengejutkan, Trump telah mengumumkan pada 19 Desember bahwa Amerika Serikat akan menarik 2.000 tentaranya dari Suriah timur laut dengan cepat, menyatakan bahwa ISIL telah dikalahkan - sebuah pandangan yang tidak dimiliki oleh banyak pakar keamanan dan penasihat kebijakan.

Pejabat AS sejak saat itu berjalan kembali ke timeline Trump, menunjukkan bahwa kondisi untuk penarikan seperti itu akan menghabisi ISIL dan Turki memastikan keamanan pasukan Kurdi yang bersekutu dengan AS.

Panggilan hari Minggu datang hampir seminggu setelah percakapan telepon lain antara kedua pemimpin di mana mereka membahas situasi di timur laut Suriah di tengah meningkatnya ketegangan mengenai nasib pejuang Kurdi di negara yang dilanda perang.

Joshua Landis, direktur Pusat Studi Timur Tengah di Universitas Oklahoma, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Erdogan tidak ingin berbicara dengan tim kebijakan keamanan dan luar negeri di sekitar Trump, karena para pejabat ini ingin pasukan AS tetap tinggal di Suriah.

"Erdogan tahu bahwa Trump ingin meninggalkan Suriah, jadi dia hanya ingin berbicara dengan presiden AS, bukan timnya," kata Landis kepada Al Jazeera.

"Orang-orang di sekitar Trump percaya pasukan harus tetap di Suriah utara untuk melanjutkan perang melawan ISIL, mengembalikan Iran, dan melindungi para pejuang Kurdi di sana," tambahnya.

'Rebutan'

Terletak di dekat perbatasan dengan Turki, Manbij telah muncul sebagai titik fokus ketegangan setelah keputusan Trump untuk menarik pasukan AS - yang kehadirannya secara efektif menghalangi Ankara menyerang pejuang Kurdi, sekutu utama Washington dalam perangnya melawan ISIL.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS, sebuah milisi yang bersekutu dengan YPG Kurdi yang didukung Washington, merebut kota itu dari ISIL pada 2016. Ankara memandang YPG sebagai kelompok "teroris" dan perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang ( PKK) yang telah puluhan tahun melancarkan kampanye bersenjata separatis di Turki.

Osama bin Javaid dari Al Jazeera, melaporkan dari perbatasan Turki-Suriah, mengatakan panggilan telepon terbaru itu "pada dasarnya merupakan kelanjutan dari strategi untuk mencoba dan menjembatani kesenjangan yang telah diciptakan" setelah perang kata antara dua sekutu NATO atas dukungan Washington. pejuang Kurdi dan apa yang akan terjadi di wilayah tersebut setelah penarikan AS.

"Manbij adalah tulang pertikaian antara kedua negara karena pasukan Turki ingin mengambil alih wilayah itu dan para pejuang Kurdi yang didukung AS tidak ingin memberikan kendali kepada pemerintah Turki," tambahnya.

"Pejuang Kurdi ini beringsut ke arah pemerintah Suriah jika terjadi kekosongan yang diciptakan ketika pasukan AS menarik diri - akibat yang tidak diinginkan Turki maupun AS."

Bulan lalu, YPG mengundang pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad ke daerah itu, berharap untuk mencegah serangan Turki.

Landis mengatakan tidak ada skenario yang dihasilkan dari penarikan AS yang menarik bagi Washington.

"Mereka tidak ingin Turki menyerbu, dan mereka tidak ingin rezim Suriah dan Rusia mengisi kekosongan. Jadi Amerika akan terjebak di sana selamanya, dan itulah dilema," katanya.

Perang kata-kata

Dalam uraiannya tentang panggilan itu, Gedung Putih tidak menyebutkan tawaran Erdogan untuk mengambil alih keamanan di Manbij tetapi mengatakan kedua orang itu sepakat untuk terus mengejar penyelesaian negosiasi untuk Suriah timur laut yang memenuhi kebutuhan keamanan kedua negara.

"Presiden Trump menggarisbawahi pentingnya mengalahkan unsur-unsur teroris yang tetap ada di Suriah," Sarah Sanders, juru bicara Gedung Putih, mengatakan dalam deskripsi percakapan telepon.

"Kedua pemimpin sepakat untuk terus mengejar solusi yang dinegosiasikan untuk Suriah timur laut yang mencapai masalah keamanan kita masing-masing. Mereka juga membahas kepentingan bersama mereka dalam memperluas hubungan perdagangan antara Amerika Serikat dan Turki," tambah Sanders.

Trump sebelumnya telah memperingatkan Turki untuk tidak menyerang para pejuang Kurdi di Suriah dan tampaknya mengancam ekonomi Turki jika itu terjadi.

Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan "kami tidak takut dan tidak akan diintimidasi oleh ancaman apa pun," menambahkan bahwa "ancaman ekonomi terhadap Turki tidak akan berhasil."

Erdogan menyebut Trump

Dalam pernyataannya tentang panggilan terakhir, kepresidenan Turki juga mengatakan kedua pemimpin telah sepakat untuk mempercepat diskusi antara kepala staf mereka tentang zona aman di Suriah timur laut.

Pekan lalu, Trump menyarankan untuk menciptakan zona aman, tanpa menjelaskan lebih lanjut. SDF mengatakan pada hari Rabu bahwa pihaknya siap membantu menciptakan zona aman di tengah kekhawatiran Kurdi bahwa penarikan AS akan memberi Ankara kesempatan untuk melakukan serangan baru.

Turki telah mengatakan pemerintah AS tidak koheren tentang proses penarikan sejak pengumuman Trump 19 Desember.

"Trump ingin membawa pasukan pulang dan tidak terlibat untuk jangka panjang di Suriah," kata Landis. "Presiden mengatakan, 'persetan dengan ini', biarkan Rusia dan Suriah dan Iran berurusan dengan ISIS dan selesaikan. Mereka ingin melakukannya, biarkan mereka membayarnya '."


SUMBER: AL JAZEERA DAN BADAN BERITA
loading...
Loading...
close
close