Breaking
SUKABUMINews menyajikan berita terpenting tentang berbagai peristiwa dan Dunia Islam yang terjadi di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas dilapangan selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan serta fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel maupun berita (pendidikan, politik, hukum) Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria akan kami muat dan undang.

Wednesday, September 18, 2019

Redaktur

Puskesmas Simpenan Pastikan 182 Korban Keracunan dalam Kondisi Normal

*korban keracunan makanan*
Para Korban yang diduga keracunan sedang ditangani oleh para petugas medis.  
sukabumiNews, SIMPENAN - Puskesmas Simpenan melalui Tim Surveilans Epidemiologi, memastikan sebanyak 182 korban keracunan massal di Kp. Babakan RT. 17/18/19, RW 04 Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, sudah dalam kondisi normal.

"Kami sudah tangani dengan baik semua korban. Kendati masih ada satu orang dirawat di rumah sakit, namun tadi siang pukul 13.00 WIB sudah dipastikan dokter dalam kondisi normal. Alhamdulillah, semua pasien keracunan hari ini kami nyatakan normal," ungkap Surveilans Puskesmas Simpenan, Ibing Rianto kepada sukabumiNews saat ditemui di Puskesmas Simpenan, Rabu (18/09/2019).

Sebelumnya diketahui, sebanyak 182 orang mengalami muntah-muntah dan diare setelah menyantap makanan dari hajatan warga di Kp. Babakan RT. 17/18/19, RW 04 Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kejadiannya diceritakan Ibing Rianto berawal pada waktu magrib sekira pukul 18.30 WIB tanggal 16 september lalu. Pihak Puskesmas Simpenan menerima laporan terkait ada dugaan warga keracunan makanan setelah menghadiri acara hajatan tetangganya di Kp. Babakan, Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan.


Petugas Medis Saat Mengambil Sampel Makanan dan Bumbu.  
Warga yang terduga mengalami keracunan itu memiliki tanda muntah-muntah dan buang air tidak menentu. Saat itu juga, Tim Reaksi Cepat Surveilans Puskesmas Simpenan menuju ke lokasi dan menyisir semua semua warga yang terdata menyantap makanan di acara tersebut.

Ibing menyebut, sebanyak 182 orang pada saat itu langsung dirawat di posko yang disiapkan oleh pihak Puskesmas Simpenan yakni di posko SD Cibuntu dan Desa Cibuntu yang berlokasi di Kp. Babakan RT. 19, RW 04, Kadusunan Ciangkrek, Ds. Cibuntu. Posko itu, lanjut Dia, dibantu tim investigasi dari Dinkes Kabupaten Sukabumi dan Puskesmas Simpenan.

"Saat itu yang dirujuk hanya 3 orang saja. Alhamdulillah, saat ini semuanya sudah dalam kondisi normal. Sementara hasil analisis penyebab kasusnya, masih menempuh proses lab sample makanan. Nanti hasilnya akan keluar sebulan kemudian," pungkas Ibing.


BACA Juga:
80 Orang Warga Bantargadung Dirawat di Puskesmas Diduga Keracunan Makanan di Acara Haul


Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Jelang Hari Akhir Masa Pendaftaran, 11 Formulir Bakal Calon Kades Cibatu Belum Kembali

*pilkades serentak desa Cibatu*
Panitia Pilkades Cibatu Cisaat Kebanjiran Pendaftar

sukabumiNews, CISAAT - Menjelang hari akhir masa pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa (Kades) Cibatu Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi, 11 Formulir yang pernah diminta oleh bakal calon (balon) Kades Cibatu yang ingin turut meramaikan bursa pemilihan kepala desa (pilkades) di ajang pilkades serentak Kabupaten Sukabumi 2019 hingga pukul 15.30 wib, belum sepenuhnya dikembalikan.

"Pada jam 15.30 ini baru 7 orang yang sudah mengembalikan, sekaligus meyerahkan berkas," ujar sekretaris panitia Pilkades Cibatu, Cecep Rahman, kepada Wartawan, Rabu (18/9/2019), di Kantor Sekretariatnya.

Meski, tambah Cecep, ada perpanjangan batas waktu hingga 24 September 2019 bagi balon kades yang belum memenuhi persyaratan. "Terutama bagi balon kades yang kurang dari dua peserta," ungkapnya.

Cecep menambahkan dari sejumlah bakal calon kades, terlebih yang sudah menyerahkan berkas adalah orang-orang yang terdiri dari berbagai kalangan dan mewakili struktur pemerintah desa itu sendiri.

"Ada wakil dari ke-RW-an, wakil dari lembaga masyarakat, wakil dari kepemudaan, BUMDES dan lain-lain. Pokoknya lengkap, lah," akunya.

Panitia Pilkades Cibatu Cisaat juga mengaku bangga, lantaran berhasil meyakinkan kepada masyarakat agar turut andil dalam melaksanakan kegidupan berdemokrasi di desanya.


Pewarta: AM
Editor: Red.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019.

Tuesday, September 17, 2019

Redaktur

Camat Cisaat Tanggapi Protes Warga Cijambe Soal Minta Perbaikan Jalan

*jalan cijambe diblokir warga*
sukabumiNews, CISAAT - Camat Cisaat, H. Budianto menanggapi serius protes warga Kampung Cijambe terhadap kondisi jalan penghubung antara RW.9 dan RW.10, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang dilakukannya pada Senin (16/09/2019).

Warga menuding, pemerintah membiarkan akses jalan antar desa tersebut hingga rusak tak kunjung diperbaiki.

Bagi Camat Cisaat, melayani masyarakat merupakan tugas teramat mulia. Namun, kata Camat, pelayanan itu tetap harus sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku.

Camat menilai, protes yang dikakukan warga tidak salah. Mereka berhak mempertanyakan dan menuntut hak-haknya. Menaggapi hal ini tambah Camat, kepada mereka harus diberikan informasi yang benar dan terarah.

"Jalan Cijambe masuk daftar jalan Kabupaten. Tapi, kewenangan pengajuan perbaikannya ada pada pihak desa setempat. Jadi prosedurnya, pertama diajukan ke Kecamatan, lalu ke Dinas PU Kabupaten Sukabumi," jelas Camat Budianto kepada sukabumiNews, Selasa (17/09/2019).

Dalam hal ini, tutur Budianto, karena tidak ada pengajuan dari pihak desa, akhirnya perbaikan jalan Cijambe tak kunjung diperbaiki oleh Pemkab Sukabumi, meskipun kondisinya sudah sangat parah.

"Bagaimana mau diperbaiki, pengajuannya saja tidak pernah ada. Tapi Alhamdulillah, sekarang pihak desa telah membuat permohonannya, nanti kami akan antar langsung menemui Dinas PU. Mudah-mudahan ekspektasi warga bisa segera terpenuhi," ungkap Camat.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, Asep Japar saat ditemui sukabumiNews mengatakan, Dinas PU akan berupaya maksimal dalam mengakomodir semua harapan warga Kabupaten Sukabumi, terlebih dalam kapasitasnya memberi pelayanan terhadap perbaikan infrastruktur jalan sebagai kebutuhan umum.

Namun demikian kata Kadis, pada pelaksanaannya tetap harus mengindahkan aturan dan prosedur yang berlaku.

"Untuk perbaikan jalan Cijambe, ada mekanisme yang harus ditempuh. Harus ada pengajuan dari desa untuk diketahui, baru nanti kita usulkan dan kita analisis kebutuhannya. Setelah dinyatakan layak diperbaiki, secepatnya akan masuk skala prioritas," ujar Kadis PU Kabupaten Sukabumi.

Sebagai mana diberitakan sebelumnya, Warga Kampung Cijambe Girang memblokir akses jalan penghubung antara RW.9 dan RW.10 pada Senin, 16 September 2019, dengan menggunakan pohon pisang, Awi Bambu, dan material bangunan lain.

Warga menuding, akses jalan sepanjang 1kilo meter tersebut dibiarkan rusak selama hampir 5 tahun, tak kunjung diperbaiki.

BACA:


Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, September 16, 2019

Redaktur

Jual Gubuk untuk Biayai Istrinya yang Kini Telah Wafat, Wawan Berharap Dapatkan Rumahnya Kembali

*rumah yang sudah rapuh*
Wawan (kiri) saat berbincang dengan tim sukabumiNews, Senin (16/9/2019)  
sukabumiNews, GUNUNGGURUH - Nasib malang di alami Wawan (49) asal warga Kp. Mekarjaya Rt. 004/002 Desa Sirnaresmi Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, rumah panggung bilik yang ditempatinya sudah mengalami rapuh. Bahkan sebagian ruangan sudah ambruk lantaran lapuk dimakan usia.

Wawan mengaku, saat ini dirinya belum menerima bantuan dari pemerintah Desa Sirnaresmi setempat. Apalagi dari perusahaan besar yang ada di wilayah dekat rumahnya, meski menurut wawan, tiga tahun silam ia pernah menerima bantuan satu kali. Ironisnya, petugas desa mencabutnya kembali dengan alasan tidak tepat sasaran.

“Saya juga sering mengajukan bantuan kepada pemdes Sirnaresmi. Namun sampai detik ini belum ada tanggapan," beber Wawan kepada sukabumiNews di saung reyot yang disinggahinya, Senin (16/9/2019).

Rumah yang saat ini ditempatinya pun, tambah Wawan, statusnya kepemilikannya kini sudah beralih kepada tangan orang lain lantaran sudah dijualnya demi memenuhi kebutuhan ia sehari-hari.

Salah satu kebutuhan yang dianggapnya penting saat ini menurut Wawan, yaitu untuk membiayai pengobatan isterinya yang sudah bertahun-tahun menderita sakit diabet. Sehingga tutur Wawan, rumah gubuk satu-satunya itu harus rela berpindah kepada tangan orang lain dengan harga yang cukup murah, yaitu Rp15 juta.

Terkait program BPJS gratis dari pemerintah, Wawan mengaku baru satu bulan mendapatkannya. “Padahal isteri saya sudah sakit bertahun-tahun lamanya,” ungkap Wawan.

"Meski saya sudah berupaya dengan keterbatasan saya untuk membiayainya, hari Ahad kemarin (16/9/2019) isteri saya meninggal dunia, karena mungkin penyakit diabet yang dideritanya sudah cukup parah,” ucapnya, sedih.

Dalam kesehariannya Ayah dua anak ini bekerja sebagai buruh bangunan. Itu kalau ada yang membutuhkan, mengingat usia dan kondisi raganya saat ini sering sakit-sakitan. Wawan berharap ada pihak lain terutama pemerintah bisa memberikan bantuan untuk meringankan beban hidupnya, terutama juga untuk membeli kembali rumah yang sudah dijualnya.

“Melalui wartawan seperti adek ini saya bisa berbicara disini, karena Alhamdulillah pemilik rumah yang sudah membelinya dari saya ini bisa membantu memberikan tumpangan gratis untuk sementara waktu. Nanti kalau mau dibeli kembali oleh saya, pemilik rumah mempersilahkannya,” pungkas Wawan penuh harap.

Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Alami KDRT di Amerika, Penyanyi Asal Indonesia Ini Minta Pulang Lewat Instagram

*Tiga Setia Gara Tolly*
sukabumiNews, JAKARTA – Penyanyi dan penulis asal Indonesia, Tiga Setia Gara Tolley, mengaku mengalami kekerasan dalam rumah tangga di Amerika Serikat dan mengeluh ingin pulang lewat media sosial Instagram.

“Siapa pun yang nonton, tolong telepon kedutaan besar Indonesia. Gua enggak ngerti, gua gaptek banget. Gua mau pulang ke Indonesia. Tolong,” ujar Tiga melalui fitur story dalam Instagram.

Tiga menjelaskan bahwa selama tinggal di AS setahun belakangan, ia kerap mengalami kekerasan dari suaminya, James Aaron Tolley, mulai dari dipukul hingga ditendang.

“Buat orang-orang Indonesia, gua pengin jujur sama lo semua kenapa gua pincang itu karena James tendang lutut gue sampai lutut gue hancur makanya gua ada operasi,” ucap Tiga.

Dalam akun Instagram pribadinya, @tigawat, Tiga memang pernah mengunggah sejumlah foto ketika ia berada di ruang operasi pada Agustus lalu.



Lihat postingan ini di Instagram

Hari ini adalah hari pertama gua untuk Psycal Therapy, harus sabar, dan kontrol otak banget, karena kalau enggak, badan gak bisa gerak kalau kepala gak bilang gerak. Well, ACL surgery is make me learn about everything, terutama mengenai Tuhan. Ketika gua sehat, gua berasa gak pernah ada waktu buat merenung, apalagi bersyukur, yang ada malah merasa kekurangan dan komplen terus. Semuanya serasa tidak pernah cukup. Semenjak gua sakit, gua gak bisa tidur enak, lidah pahit, apalagi badan yang biasa serba gerak dan aktif, mendadak menjadi "diam". Gadget, TV, game, musik, semua menjengahkan, saking bosannya mata gua pun jadi sakit! Akhirnya gua menemukan jawaban, satu kata sederhana: Terimakasih. Hal ini gua temukan ketika beberapa hari diam tanpa gadget tanpa hiburan apapun, hanya buku, buku, buku dan buku, ketika duduk di teras sambil memandang langit musim panas yang terik, barulah kata Terimakasih itu hadir. Terimakasih kepada Tuhan, engkau kasih aku kelengkapan, serba kecukupan. Juga terimakasih kepada Mom yang bantu menyembuhkan hati dan pikiran gua dengan bingkisan besar bernama: "Kasih juga Sayang". #blessed #mom #psycaltherapy
Sebuah kiriman dibagikan oleh Tiga Setia Gara Tolley (@tigawat) pada

Tiga mengaku berbohong kepada pengacara dan dokter mengenai penyebab cedera tersebut demi melindungi suaminya dari jerat hukuman.

Namun kini, ia kembali terlibat pertengkaran dengan James dan suaminya itu hampir memukul Tiga. Ia pun menghubungi 911.

“Dan lo tahu apa yang terjadi? Polisi bilang gua yang salah karena gua imigran, karena gua orang Asia, karena gua terlihat dramatis, padahal gua udah tunjukin semua foto-foto cacat gua,” tutur Tiga.

Masih mencoba meyakinkan, Tiga akhirnya mengaku ingin bercerai dengan James. Ia meminta tolong petugas 911 untuk menghubungi kantor perwakilan Indonesia.

“Dan gua bilang gua mau cerai, minta tolong 911 hubungin kedutaan besar Indonesia untuk pulangin gua. Gue udah enggak kuat,” kata Tiga.

Warganet pun berupaya membantu hingga akhirnya kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Chicago, AS, menghubungi Tiga dan memastikan WNI itu berada di Dayton, Ohio.

“Telah kami sarankan untuk menghubungi YWCA Domestic Violence center in Dayton. yang bersangkutan masih mempertimbangkan karena masih menenangkan diri,” demikian pernyataan KJRI Chicago melalui Instagram.




Lihat postingan ini di Instagram

Perkembangan berita medsos mengenai Ibu Tiga Setia Gara per 16/9/2019 - 12.30 AM dini hari waktu Chicago, AS, siang hari WIB. 1. KJRI Chicago telah berkomunikasi dengan Ibu Tiga Setia Gara. 2. Lokasi ybs telah dapat dipastikan yakni di kota Dayton, Ohio. 3. Sejumlah info yang didapat terkait dgn hal ini adalah: a. Ibu Tiga Setia Gara merasa sangat berterima kasih dengan adanya perhatian yang luar biasa dari masyarakat; b. Telah kami sarankan untuk menghubungi YWCA Domestic Violence center in Dayton. yang bersangkutan masih mempertimbangkan karena masih menenangkan diri; c. Pembicaraan hanya berlangsung 5 menit dan terputus; d. KJRI saat ini masih menunggu situasi kondusif untuk kembali menghubungi ybs, juga mengingat saat ini adalah dini hari waktu AS. 4. KJRI Chicago mengapresiasi perhatian masyarakat dan media yang begitu besar terhadap hal ini. Kami akan memberikan update berkala melalui medsos KJRI dalam kesempatan pertama apabila sudah diperoleh kabar lebih lanjut. #kjrichicago @lambe_turah @kbriwashdc
Sebuah kiriman dibagikan oleh KJRI Chicago (@kjrichicago) pada


Menurut KJRI Chicago, mereka hanya dapat berkomunikasi dengan Tiga selama lima menit karena setelah itu, sambungan terputus.

“KJRI saat ini masih menunggu situasi kondusif untuk kembali menghubungi yang bersangkutan, juga mengingat saat ini adalah dini hari waktu AS,” tulis KJRI Chicago.

Menutup pernyataannya, KJRI Chicago menulis, “KJRI Chicago mengapresiasi perhatian masyarakat dan media yang begitu besar terhadap hal ini. Kami akan memberikan update berkala melalui medsos KJRI dalam kesempatan pertama apabila sudah diperoleh kabar lebih lanjut.” tulisnya.



Pewarta : AM
Sumber : Instagram
Editor : Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Heboh! Tidak Terima Kena Tilang, Pengendara Motor di Cianjur Bakar Kendaraannya Sendiri

*kena tinlang, motor dibakar*
sukabumiNews, CIANJUR – Tidak terima ditilang petugas, Muhadi (20) warga Desa Karangsari, Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat, membakar sepeda motornya sendiri  Saat itu petugas tengah melakukan razia di Jalan Raya Bandung-Cianjur, Senin (16/9/2019).

Sontak, aksi pembakaran sepeda motor oleh pemiliknya tersebut menjadi pusat perhatian warga sekitar dan pengguna jalan sehingga mengakibatkan arus lalu lintas dari kedua arah sempat terganggu. Jalanan kembali normal setelah petugas berhasil memadamkan api.

Kapolsek Ciranjang, Kompol Kuslin mengatakan bahwa peristiwa pembakaran sepeda motor oleh pemiliknya itu berawal ketika pengendara diberhentikan petugas. Pengendara motor tersebut kedapatan tidak mengunakan helm dan sepeda motornya tidak terpasang pelat nomor.

"Pengendara sempat berdalih kalau surat kendaraan tertinggal dan lupa memakai helm," ucapnya.

Selang beberapa saat, datang orang tua pengendara dan menyatakan kalau sepeda motor tersebut tidak bersurat alias bodong. Petugas pun mengamankan sepeda motor tersebut.

Saat petugas tengah menjelaskan hal tersebut pada orang tuanya, tiba-tiba pengendara membuka selang bensin. Ia kemudian menyalakan api dan membakar sepeda motor berwarna kuning itu.

"Anggota kami langsung melakukan upaya pemadaman agar tidak sampai membesar dan menyebar ke kendaraan atau bangunan yang ada di sekitar," tuturnya.

Pengendara sepeda motor lantas diamankan ke Mapolsek Ciranjang. Di hadapan petugas, Muhadi berdalih lebih baik membakar sepeda motor daripada dibawa petugas.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, pengendara akhirnya menyadarai kesalahannya, sehingga kami pulangkan. Kami mengimbau agar pengendara selalu melengkapi surat-surat saat membawa kendaraan," ujarnya.


Pewarta: Rol/Siti Cjr
Eeditor: Red
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019
Redaktur

5 Tahun Lebih Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Kampung Cijambe Girang Blokir Akses Jalan dengan Pohon Pisang

*pemblokiran akses jalan oleh warga*
sukabumiNews, CISAAT - Warga Kampung Cijambe Girang memblokir akses jalan penghubung antara RW.9 dan RW.10, Desa Sukaresmi Kecamatan, Cisaat Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Senin, 16 September 2019. Aksi ini dilakukan warga sebagai protes terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi lantaran jalan sepanjang 1 kilometer ini sudah lama rusak dan tidak kunjung diperbaiki.

Dalam aksinya, sejumlah warga menggunakan pohon pisang dan material bangunan lain. Pemblokiran jalan oleh warga juga sempat diwarnai acara makan bersama di samping jalan yang rusak. Setelah itu mereka melanjutkan aksinya dengan mendatangi kantor Desa Sukaresmi untuk menyampaikan aspirasinya.

Salah satu warga setempat Herman (45) mengatakan, aksi tersebut dilakukan agar mendapatkan perhatian dari pemerintah bahwasanya lebih dari lima tahun mereka kesulitan melewati akses jalan tersebut karena kondisinya penuh lubang dan berpotensi terjadi kecelakaan.

"Kami sudah menyampaikan kepada Pemerintah Desa Sukaresmi sejak tahun 2014 lalu, namun tidak mereka hiraukan. Sampai saat ini kondisinya tidak ada perubahan bahkan menjadi semakin parah,"kata Herman kepada sejumlah wartawan, Senin (16/9/2019).
Aksi warga disambut baik oleh Jalaludin selaku Kepala Desa Sukaresmi. Ia mempersilakan warga untuk menyampaikan tuntutannya dengan melakukan dialog di aula kantor Desa Sukaresmi. Namun, saat itu Kades hanya bisa menampung keluhan dari masyarakat dan tidak bisa memberi jawaban kapan jalan tersebut akan diperbaiki.

"Kami tidak bisa gegabah dalam mengambil keputusan sebab status jalan tersebut merupakan jalan milik Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Bukan tidak mau memperbaiki tapi takut menyalahi wewenang," ujarnya.

Jalaludin berjanji akan segera menyampaikan permohonan warga kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam waktu dekat. Ia juga bersedia mengantar warga mendatangi kantor orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi jika masih belum mendapatkan tanggapan.

"Kami berjanji dalam 10 hari kedepan kami akan menyampaikannya ke Pemerintah Kabupaten Sukabumi terkait perbaikan jalan. Dan kami siap mengantarkan masyarakat ke Kantor Bupati jika seandainya tidak ada realisasi," tutup Jalaludin.

BACA Juga:
Camat Cisaat Tanggapi Protes Warga Cijambe Soal Minta Perbaikan Jalan



Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaktur

Akibat Konsleting Listrik Sebuah Gudang Berisi Sepeda Motor dan Perabotan Rumah Tangga Hangus terbakar

*sebuah gudang terbakar*
sukabumiNews, BAROS - Sebuah bangunan gudang milik Nurdin di Kampung Cipeujeuh, RT 01, RW 03, Kelurahan/Kecamatan Baros terbakar pada Senin (16/9/2019). Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut, namun seisi gudang ludes, yang tersisa hanya kepingan.

Menurut keterangan warga sekitar, kobaran api mulai terlihat sekira pukul 8:15 WIB. Api terlihat dari atap bangunan, dan merambat hingga menghanguskan seluruh bangunan yang berukuran 8 x 9 meter persegi itu.

“Api terlihat menyala dari ruangan tengah dan membumbung hingga ke atap bersama dengan kepulan asap hitam," kata Ali (55), seorang warga yang kebetulan menyaksikan peristiwa tersebut.

Api berhasil dipadamkan tidak lama setelah petugas Pemadam Kebakaran datang dan melakukan penanganan, namun tidak banyak yang bisa diselamatkan dari peristiwa kebakaran ini.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami kepada sukabumiNews menjelaskan, dalam peristiwa ini cukup banyak perabotan yang terbakar. “Karena selain digunakan sebagai gudang, tempat tersebut difungsikan sebagai dapur rumah tangga,” ungkapnya.

"Gudang yang berisi satu unit sepeda motor merek Legenda tahun lawas, perabotan rumah tangga seperti mesin cuci, empat ekor ayam ternak hangus tidak terselamatkan," tambahnya.

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun kerugian diperkirakan mencapai Rp 40 juta," imbuhnya.

Dari hasil olah TKK, diketahui bahwa kebakaran diduga akibat konsleting listrik.

LIHAT Juga:
Dua Rumah dan Penggesekan Kayu Hangus Terbakar di Cikondang Surade


Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Ketua Dewan Adat Raja-Raja Nusantara dan Anggota Kompolnas Apresiasi Munas 1 FPRN

Munas Forum Pimpinan Redaksi Nasional (FRN) ke-1
sukabumiNews, JAKARTA - Agenda Musyawarah Nasional (Munas) 1 Forum Pimpinan Redaksi Nasional (FPRN) yang dilaksanakan di Anjungan Sumatera Barat (Sumbar), Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur pada Ahad (15/9/2019), berjalan sukses dan lancar sesuai harapan.

Hadir pada Munas FPRN ke-1 tersebut Ketua Dewan Adat dan Raja-Raja Nusantara, YMP Prof. DR. H.E. Irwannul Latubual, MM., MH., Ph.D, dan Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Ir. Dede Farhan Aulawi, S.T., M.M.

Ketua Dewan Adat dan Raja-Raja Nusantara beserta Anggota Kompolnas itu menyambut baik keberadaan FPRN. Bahkan keduanya sangat mengapresiasi terbentuknya Forum Pimpinan Redaksi Nasional tersebut.

“Wartawan ada organisasinya. Sementara para Pimpinan Redaksi belum ada organisasinya. FPRN inilah merupakan wadah untuk mempersatukan para Pimpinan Redaksinya,” terang Dede Farhan Aulawi, dalam sambutannya pada Munas FPRN yang dibuka sekaligus diresmikan langsung oleh Ketua Dewan Adat dan Raja-Raja Nusantara, H.E. Irwannul Latubual itu.

anggota kompolnas, Ir. Dede Farhan Aulawi, S.T., M.M.
Anggota Kompolnas itu menyebut, sebagai penentu layaknya sebuah berita yang disampaikan ke publik, pimpinan redaksi diharapkan dapat meminimalisir produksi hoax yang saat ini kian ramai disuguhkan ke publik.

"Tentu kita berharap, pimpinan redaksi yang tergabung dalam FPRN ini dapat menyaring setiap berita yang akan disampaikan ke public. Cek dan ricek dalam waktu cepat harus ditempuh untuk memastikan bahwa berita tersebut bukan hoax,” tuturnya.

Dia menambahkan, selain memiliki keterampilan teknis, seorang pimpinan redaksi juga harus memiliki sentuhan seni. Olehnya itu, lanjut Dede Farlan, harus dilakukan validasi terkait kebenaran informasi yang akan dituangkan melalui materi pemberitaan.

"Sekali lagi saya sampaikan, penting untuk dilakukan validasi terlebih dahulu terkait kebenaran berita yang akan dipublish," imbuhnya.

Sementara itu Ketua Dewan Adat dan Raja-Raja Nusantara dalam sambutannya mengatakan, sebagai pemegang kebijakan atas kelayakan sebuah berita yang disuguhkan ke publik, Pemimpin Redaksi memiliki peran yang sangat penting.

*Ketua Dewan Adat dan Raja-Raja Nusantara, YMP Prof. DR. H.E. Irwannul Latubual, MM., MH., Ph.D*
“Baik buruknya, diterima atau tidaknya sebuah pemberitaan sangat dipengaruhi oleh kecakapan Pimred itu sendiri,” ujar H.E. Irwannul Latubual .

Oleh karena itu menurut Dia, Pemimpin Redaksi harus memiliki seperangkat pengetahuan keterampilan (kompetensi) di bidangnya, agar sebuah pemberitaan dapat diterima oleh berbagai kalangan, terutama masyarakat pembaca.

"Saya kira kehadiran FPRN ini sangat penting, agar sesama pemimpin redaksi di nusantara ini dapat saling menguatkan, terutama dapat bersama-sama dalam memerangi hoax," tuturnya.

Lebih jauh Dia mengatakan, FPRN bisa menjadi mitra bagi lembaga yang dipimpinnya dalam rangka melakukan edukasi ke masyarakat melalui pemberitaan terkait adat dan budaya Bangsa Indonesia, yang saat ini mulai terkikis.

*grup musik puisi geng sandal jepit*
Munas yang dihadiri ratusan Pimpinan Redaksi dari Berbagai Media massa, baik cetak dan elektronik itu dipandu oleh MC Indiska Handiana Mughni, S.Ikom, M.Ikom ini juga dihibur oleh grup Musickalisasi Puisi Geng Sandal Jepit, pimpinan Ubay Sakti.
Berdasarkan hasil Munas, lima pemimpin redaksi dari berbagai daerah, terpilih sebagai ketua Pimpinan Pusat (PP) FPRN. Kelima pemimpin redaksi tersebut yaitu Bayu Nugroho, Andi Muh. Safriansyah MS, Polman Manalu, Dedy HB, dan Hamdani.




Pewarta: AM/FPRN
Editor: Red.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019
loading...
close
close
close