Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Kontributor/wartawan SUKABUMI news dalam melaksanakan tugas dilapangan selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan serta fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel maupun berita (pendidikan, politik, hukum) Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria akan kami muat dan undang.

Thursday, October 18, 2018

Redaksi sukabumiNews

Ilusi Band Rilis Lagu ‘Bohong’ Saat Hangatnya Suhu Politik di Tanah Air

Bandung, SUKABUMINEWS.net - Seperti kerang memendam mutiara, Ilusi Band akhirnya merilis lagu ke tiganya yang berjudul "Bohong". Lagu ini sebenarnya adalah lagu pertama yang diciptakannya. Namun baru dirilis 5 Oktober 2018 setelah lagu Lupakan (2015), menyusul lagu Rayuan Maut pada 2017.

Hal ini dijelaskan Herman Husin, drummer Ilusi Band saat ditemui  di kediamannya di Lembang,  Bandung pada Kamis 18/10/2018.

"Lagu Bohong ini memiliki sejarah panjang, hingga akhirnya baru bisa kami rilis. Selain karena ada keterlibatan personil lama di lagu ini, kami juga mencari saat yang tepat untuk merilis lagu ini," kata Herman, yang sebelumnya pernah menjadi drummer grup band Jamrud.

Herman juga mengatakan, meskipun tema lagu terbarunya ini bersifat universal, bisa saja ditujukan pada suasana perpolitikan yang mulai menghangat di Indonesia. Namun jelas dia lagu ini murni ditujukan untuk ranah percintaan.

"Lagu ini tentang luapan emosi seseorang yang ketahuan berbohong oleh kekasihnya. Kami ingin menyampaikan pesan inspiratif, agar kita dapat menjauhkan diri dari kebiasaan berbohong, walau untuk hal sekecil apapun," ujar Herman.

Dia mencontokan, saat kita mengatakan di mana kita sedang berada ketika ada yang menelepon, maka kita harus menjawabnya dengan jujur, karena gama tak pernah mengajarkan kita berbohong, "walaupun untuk kebaikan," katanya.

Sebagaiman diketahui, saat ini Ilusi Band berkarya dengan tiga personil. Selain Herman, ada Irvan di vokal, dan Alan di bass.

"Untuk kebutuhan recording dan panggung, saat ini Ilusi Band cukup dibantu additional player. Untuk gitar didukung oleh Dicky (gitaris Dygta Band), dan backing vokal dibantu oleh Yana (vokalis Marvell)," jelas Herman.

Selain itu, Herman juga nenjelaskan, meskipun proses kreatif Ilusi Band saat ini banyak dilakukan di Kota Cianjur dan Lembang, namun Ilusi Band bersiap membangun aktivitas di Kota Bandung, sebagai bentuk satu kesatuan dengan para musisi di sana, untuk menjaga eksistensi musik rock di Indonesia dari kota itu.

(Red*/M. Fadhli)

Wednesday, October 17, 2018

Redaksi sukabumiNews

Satu Lagi Timses Jokowi Ma’ruf Tertangkap dan Dijadikan Tersangka Oleh KPK


Bekasi, SUKABUMINEWS.net – Menyusul beberapa orang pejabat yang menjadi timses Jokowi-Ma’ruf dan menjadi tersangka pihak KPK kini jumlah itu bertambah lagi. Dialah Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin.

Dalam struktur tim pemenangan Jokowi – Ma’ruf untuk wilayah Jawa Barat yang dikomandoi oleh Dedi Mulyadi selaku Bupati Purwakarta dan ketua DPD Golkar Jawa Barat nama Neneng Hasanah tertulis sebagai pengarah teritorial berdampingan dengan Wakilnya di Kabupaten Bekasi, Eka Supria Atmaja.

Ditangkapnya Bupati Bekasi dari Partai Golkar ini seperti melengkapi daftar kepala kepala daerah yang menjadi Timses Jokowi-Ma’ruf lainnya yang ditangkap dan dijadikan tersangka oleh KPK. Karena sebelumnya sudah ada nama Bupati Malang, Rendra Kresna dan Walikota Pasuruan, Setiyono yang juga sebelumnya tertangkap tangan KPK dan dijadikan tersangka.

Dalam keterangan persnya di kantor KPK Jl Kuningan Persada pada Senin, (15/10) Wakil Ketua KPK Laode mengatakan jika Bupati Bekasi itu menerima duit dari pengusaha terkait pengurusan perizinan pembangunan proyek pembangunan Meikarta yang ada di Kabupaten Bekasi.

“Diduga realisasi pemberian suap dari pihak Meikarta kepada Bupati Bekasi sebesar 7 Miliar melalui beberapa kepala dinas dari bulan April sampai Juni 2018,” pungkas Laode M Syarif di kantor KPK.
Demikian dikutip dari Panjimas.com
Redaksi sukabumiNews

Empat Tahun Jokowi, Total Utang Pemerintah Tembus Rp4.416 T

[Ilustrasi Gambar]
Jakarta, SUKABUMINEWS.net - Presiden Joko Widodo akan memasuki tahun keempat pemerintahannya pada 20 Oktober mendatang. Hampir genap empat tahun, pemerintah mencatatkan total utang mencapai Rp4.416 triliun, naik sekitar Rp1.815 triliun dari posisi September 2014. 

Berdasarkan data APBN Kita edisi Oktober, utang pemerintah naik 14,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3.886 triliun. Utang tersebut masih didominasi Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai Rp3.593,26 triliun, naik 14,85 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Porsi SBN mencapai 81,36 persen dari total utang pemerintah. Adapun jenis utang tersebut didominasi dalam denominasi rupiah yang mencapai Rp2.537,16 triliun, sedangkan dalam denominasi valas (valuta asing) mencapai Rp1.056,1 triliun.

Sementara itu, utang dalam bentuk pinjaman mencapai Rp823,11 triliun atau naik 11,53 persen menjadi Rp823,11 miliar. Hampir seluruh pinjaman atau sebesar Rp816,13 triliun berdenominasi valuta asing (valas).

Seiring dengan total utang yang meningkat, pembayaran bunga utang pemerintah juga turut membengkak. Hingga akhir September, pembayaran bunga utang pemerintah mencapai Rp197,84 triliun. Jumlah tersebut naik  sekitar 14 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, tapi porsinya telah mencapai 82,91 persen dari total alokasi tahun ini.


[Sumber: CNN Indonesia]
Redaksi sukabumiNews

Jokowi: Urusan Utang Rumah Sakit Sampai ke Presiden, Kebangetan!

Presiden Joko Widodo menyampaikan paparan pendahuluan ketika memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/10/2018). Sidang kabinet paripurna tersebut membahas evaluasi penanganan bencana alam. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/hp.(ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)
Jakarta, SUKABUMINEWS.net - Presiden Joko Widodo menegur Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dan Direktur Utama BPJS Fahmi Idris. Teguran disampaikan Jokowi saat membuka Kongres Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) di Jakarta, Rabu (17/10/2018).

Jokowi heran karena ia harus turun tangan langsung untuk menyelesaikan defisit yang melanda BPJS Kesehatan. Padahal, menurut dia, masalah defisit ini harusnya bisa selesai di tingkat kementerian. "Mestinya sudah rampunglah di (tingkat) Menkes, di dirut BPJS. Urusan pembayaran utang RS sampai Presiden. Ini kebangetan sebetulnya," kata Jokowi, dikutip dari kompas.com.

"Kalau tahun depan masih diulang kebangetan," tambahnya. Jokowi mengatakan, sekitar sebulan lalu ia sudah memutuskan untuk menambah anggaran BPJS sebesar Rp 4,9 triliun lewat APBN. Namun, dana talangan itu masih belum cukup untuk menutup defisit. Presiden mengaku heran dengan kondisi itu.  "Ini masih kurang lagi. 'Pak masih kurang, kebutuhan bukan Rp 4,9 T', lah kok enak banget ini, kalau kurang minta, kalau kurang minta," kata Jokowi.

Jokowi meminta BPJS untuk segera memperbaiki sistem manajemen yang ada. Jika sistem telah diperbaiki, Jokowi meyakini BPJS bisa terhindar dari defisit keuangan.

"Saya sering marahi Pak Dirut BPJS, tapi dalam hati, saya enggak bisa keluarkan, ini manajemen negara sebesar kita enggak mudah. Artinya Dirut BPJS ngurus berapa ribu RS. Tapi sekali lagi, kalau membangun sistemnya benar, ini gampang," kata Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menekankan kepada dirut rumah sakit yang hadir bahwa ia selalu mengecek langsung sistem jaminan kesehatan. Bahkan, saat kunjungan ke daerah, Jokowi mengatakan kerap mendadak mendatangi rumah sakit tanpa memberitahu protokoler.

"Saya memang seperti itu. Saya mau kontrol mau cek. Dan suaranya, 'Pak ini utang kita sudah puluhan miliar belum dibayar (BPJS)'. Ngerti saya, jadi Pak Dirut RS enggak usah bicara banyak di media, saya sudah ngerti," kata Jokowi disambut tepuk tangan hadirin.


[Sumber: Kompas.com]
Redaksi sukabumiNews

Aden Anb Penyanyi Religi Asal Sukabumi Rilis Lagu “Ana Uhibbuki Fillah”

Padang, SUKABUMINEWS.net - Aden Anb, penyanyi pop religi Indonesia merilis lagu terbarunya berjudul "Ana Uhibbuki Fillah" pada Ahad (14/10) di label musik Loonaq Records, Malaysia. Lagu ini merupakan lagu ke sepuluh dari beberapa lagu yang pernah di rilis dan dinyanyikannya.

Lagu ini memuat pesan kepada seluruh penikmat, umumnya kepada seluruh manusia agar selalu memiliki tujuan baik, berorientasi pada masa depan dan serius dalam percintaan. “Karena menurut saya, menjalin hubungan cinta itu bukanlah untuk sesaat, tapi, untuk selamanya,” ucap Aden saat diwawancarai sukabumiNews di Padang Sumatra Barat, belum lama ini.

Makanya lanjut Aden, saat kita mulai jatuh cinta, yang dilihat bukan hanya paras dan dunianya saja, tapi juga harus didasari keimanan dan ketakwaannya,” tambah penyanyi kelahiran Sukabumi, 10 Oktober 1989 itu.

Lagu Ana Uhibbuki Fillah ini pernah dipopulerkan oleh Aci Cahaya yang juga sebagai penulis lagunya. Aransemen musik lagu ini digarap oleh WIG, Music Direct TR Record. Aden Anb mengemas ulang lagu ini dalam versi laki-laki yang dibuka dengan pembacaan beberapa larik puisi.

“Tujuannya untuk memberi sentuhan baru pada setiap karya yang akan dilahirkan agar pendengar lebih menikmati alur cerita lagunya. Selain itu kami juga ingin memberikan sesuatu yang berbeda dari versi sebelumnya,” jelas pria yang telah memulai karir musik sejak tahun 2009 bersama grup nasyid Acapella.

Untuk mengenalkan lagu ini pada masyarakat, Aden sudah merilis video lirik lagu Ana Uhibbuki Fillah ini di channel YouTube Loonaq Records, tepat di spesial miladnya yang ke 29 tahun. Dan dalam waktu dekat ia juga akan me-launchingnya di acara konser mini. “Selain itu, promo juga dilakukan melalui sosial media dan pada beberapa stasiun radio.” Jelas pria yang memiliki nama lengkap Dena Indiriana S.Kom S.IP. itu.

Lagu inspiratif ‘Ana Uhibbuki Fillah’ dari Aden Anb dirilis hari Rabu 10 Oktober 2018 di channel YouTube Loonaq Records dengan link berikut ini: https://youtu.be/k_QwDGnigUo


[Pewarta: M. Fadhli – Jurnalisme Warga]
Editor: Red.

Monday, October 15, 2018

Redaksi sukabumiNews

Kaum Honorer Gandeng Yusril 'Tarung' Lawan Kemenpan-RB di MA

Pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra dikabarkan siap membantu Honorer K2. (jpnn/jawapos.com)
Jakarta, SUKABUMINEWS.net - Para tenaga honorer K2 (kategori dua) merasa dirugikan dengan pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018. Pasalnya penyaringan disyaratkan usia maksimal 35 tahun. Karena banyak di antara mereka yang usianya sudah melebihi batas tersebut.

Karena itu, Honorer K2 menuntut pemerintah mencabut Permen PAN-RB Nomor 36 Tahun 2018 Tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil Dan Pelaksanaan Seleksi CPNS 2018.

Sekjen Dewan Pengurus Pusat Front Pembela Honorer Indonesia (DPP FPHI) Muhammad Nur Rambe mengatakan, pihaknya mengkalim dah menggandeng Yusril Ihza Mahendra untuk mengajukan judicial review Permen PAN-RB 36/2018 ke Mahkamah Agung (MA).

"Kita sudah menggandeng Pak Yusril untuk membantu kami di MA" ujarnya.

Dia juga kecewa karena pemerintah belum bisa menuntaskan urusan tenaga honorer K2. Janji pemerintah untuk mengakomodasi tenaga honorer K2 untuk menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) sampai sekarang juga belum konkrit.

Nur juga mengatakan kegiatan belajar selama guru honorer mogok kerja, bisa ditangani oleh guru PNS yang ada di kelas atau sekolah trsebut.

Demikian dikutp dari JawaPos.com
Redaksi sukabumiNews

PDIP Respons Kivlan Zen: Baru Keluar Kampung, Terus Komentari

Jakarta, SUKABUMINEWS.net -- Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Budiman Sudjatmiko mengatakan mantan Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayjen (Purn) Kivlan Zen tak perlu berkomentar soal kerja sama PDIP dengan Partai Komunis China.

Menurut Budiman, PDIP memang menjalin kerja sama dan hubungan dengan berbagai parpol diluar negeri, termasuk salah satunya Partai Komunis China.

Meski begitu, ia menyatakan hubungan PDIP dengan Partai Komunis China hanya sebatas bertukar informasi soal pelembagaan parpol dan bukan bertukar ideologi.

Selain dengan Partai Komunis China, Budiman mengatakan PDIP juga menjalin hubungan dengan Partai Buruh Australia (Australian Labour Party), Partai Liberal Jerman (National Liberal Party), Partai Sosial Demokrat Jerman(Social Democratic Party of Germany), Partai Demokrat AS dan Partai Komunis Cina.

"Jadi Pak Kivlan itu kalau sudah enggak baca dan enggak ngerti perkembangan di dunia, ya lebih baik enggak usah komentar, karena akan jadi bahan tertawaan," kata Budiman dikutip dari CNNIndonesia.com pada Senin (15/10).

Ia mengatakan Kivlan merupakan orang baru di dunia politik yang tak seharusnya berkomentar soal pergaulan luas PDIP di kancah internasional.

"Janganlah Pak Kivlan yang tak pernah keluar kampung, kemudian baru keluar kampung, terus mengomentari. Janganlah mengomentari partai yang punya pergaulan luas," kata Budiman.

Budiman mengatakan parpol di Indonesia sudah sepatutnya memiliki hubungan dan kerja sama dengan parpol di luar negeri sebagai sarana mengembangkan kapasitas kader maupun institusi partai itu sendiri.

Bagi PDIP, bentuk kerja sama itu biasa dilakukan dengan pertukaran kader maupun anggota legislatif antara PDIP dengan partai di luar negeri untuk membahas berbagai macam hal seputar pelembagaan parpol.

"Saling ada pelatihan, misalnya training soal manajemen, pengelolaan partai, strategi kampanye, fund rising. Kami sering mengirim kok ke Australia, China, banyak ya," kata Budiman.

Budiman pun menyebut tak hanya PDIP saja yang memilki hubungan dengan parpol di luar negeri.

Ia menyebut parpol lain seperti Golkar, PKS dan PAN turut memiliki relasi dan bekerja sama dengan partai politik di luar negeri.

"Golkar juga iya, PKS iya, PAN iya, ini buat partai lebih berkembang," kata Budiman.

Sebelumnya dalam diskusi 'Membedah Agenda Politik Komunisme dan Khilafah di Pilpres 2019' yang digelar di Jakarta, Sabtu (13/10), Kivlan Zen menyebut tiga partai pengusung petahana Joko Widodo menjalin kerja sama dengan China soal paham komunisme.

Kivlan menuding ada kerja sama kaderisasi paham komunisme yang dijalin PDIP, NasDem, Golkar dengan Partai Komunis China.

"PDIP tanda tangan bersama untuk pengaderan, sekarang NasDem juga ikut dengan Partai Komunis China untuk melakukan pengaderan," kata Kivlan.

"Golkar juga ikut setelah yang [Setya Novanto] masuk penjara ini. Sama-sama tanda tangan pengaderan dari China."

Selain itu, Kivlan juga menuduh Jokowi mendapat suntikan dukungan dalam Pilpres 2019 dari golongan yang ia sebut Partai Komunis Indonesia (PKI).

Tanpa menunjukkan bukti konkret, ia menceritakan bahwa golongan yang ia sebut PKI telah menyambangi Jokowi saat masa kampanye lima tahun lalu.

Sumber: CNN Indonesia
Redaksi sukabumiNews

Ketua FRMB Kabupaten Sukabumi: Membantu Tidak Selamanya Harus dengan Materi

Heni Mulyani
Gunungguruh, SUKABUMINEWS.net - Ketua Forum Rakyat Miskin Bersatu (FRMB) Kabupaten Sukabumi, Heni Mulyani berpendapat, membantu masyarakat terutama masyarakat miskin, tidak selamanya harus dengan materi, tapi juga bisa dengan pemikiran dan tenaga.

Pandangan itu dikemukakan Heni kepada sukabumiNews saat ditemui di kediamannya, di kawasan Desa Cikujang Kecamatan Gunungguruh Kabupaen Sukabumi, Senin (15/10/2019).

Aktifis perempuan yang senang membantu anak yatim maupun anak dari orang tua yang kurang mampuh hingga bisa mengenyam pendidikan seperti layaknya orang mampuh itu juga berpendapat bahwa kebiasaan membantu dengan memberikan materi secara langsung itu tidak baik.

“Ini akan menjadi kebiasaan buruk, yang nantinya akan membuat merka selalu mengandalkan pemberian orang lain,” kata Heni.

“Mending jika pemberian yang diterimanya dibelanjakan kepada hal yang benar-benar mereka butuhkan. Kalau dipake buat poya-poya, kan kita juga yang salah,” ucapnya.


Bagi Heni, yang kini menjadi caleg DPRD Kabupaten sukabumi dan sudah tercatat pada Daftar Calon Tetap (DCT) di KPUD sebagai caleg dari PDIP dengan nomor urut 3 untuk dapil 4 itu, menolong rakyat miskin itu dilakukannya dengan membantu di bidang pendidikan maopun kesehatannya. “Tidak bisa secara materi, ya dengan tenaga dan pemikiran,” tegas Heni.

“Mohon maaf, tidak semua caleg bisa seperti itu begitu, janji membela rakyat miskin nyatanya hanya omong doang,” tambah dia.

“Saya selaku ketua FRMB Kabupaten Sukabumi bersama rekan dan anggota-anggota yang ada di dalamnya tidak hanya itu. Jika butuh bantuan, asal ada ada yang kasih tau, insa-Allah saya pasti terjun langsung ke lapangan,” jelas Heni. Kebetulan saya juga mantan Kades, jadi tau percis dari dasar," imbuhnya.

Dalam hal menolong orang lain serta menyelesaikan suatu permasalahan, Heni sendiri memiliki keyakinan, bahwa tidak ada masalah yang tak bisa diselesaikan.

“Mencari jalan keluar atau solusi bagaimana caranya anak-anak bisa bersekolah, atau pun masyarakat bisa damai dan nyaman itulah tugas saya sebagai warga masyarakat dan kita semua,” ujar Heni.

Di akhir perbincangan Heni memohon do’a serta dukungan dari semua, semoga dirinya diberi kemampuan untuk bisa memegang amanah jika suatu saat nanti ia dipercaya untuk duduk sebagai anggota legislatif dari partai besutan Megawati Sukarno Putri itu.

“Tak lupa saya ingin mengucapkan terimakasih kepada Bah Tantan selaku Ketum FRMB yang selama ini telah membimbing, memberi suport serta membantu hingga saya tidak menemukan banyak kendala dalam mengurus segalanya dalam pencalegan,” tutup Heni.

[Pewarta: Azis R]
Editor: Red.

Sunday, October 14, 2018

Redaksi sukabumiNews

Ratusan Alumnus SMPN 4 Kota Sukabumi Hadiri Reuni Akbar

Gunungpuyuh, SUKABUMINEWS.net - Dalam rangka mempererat ukhuwah islamiyah dan menjalin tali silaturahmi antar alumnus, alumni SMPN 4 Kota Sukabumi mengadakan Reuni Akbar. Acara ini di gelar di Halaman SMPN 4 itu sendiri di Jl. Kopeng Gunungpuyuh Kota Sukabumi pada Ahad (14/10).

Ketua Koordinator Reuni Akbar Edi Sugeng mengatakan  kegiatan semacam ini intinya bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan komunikasi. “Memang acara reuni akbar ini adalah yang pertama kalinya dilaksanakan,” katanya.

“Sekitar 600 orang dari 20 angkatan mulai dari Angkatan tahun 1993 hingga 2013 hadir saat ini," tambah Edi.

Dalam acara ini juga sambung Edi, panitia berhasil mengumpulkan donasi santunan untuk anak yatim piatu dan panti asuhan. “Alhamdulilah semua sudah terkumpul. Meski jumlahnya tidak seberapa, namun saya kira ini semua cukup untuk membantu meringankan beban mereka,” terangnya.

Adapun jelas Edi, donasi yang terkumpul, langsung diberikan kepada yang berhak secara secara simbolis.

Edi berharap, dengan adanya silaturahmi seperti ini bisa memberi motivasi khususnya kepada para alumni, umumnya kepada siswa-siswi SMPN 4 untuk berlomba dalam mendulang prestasi di sekolah.

Dari hasil donasi juga para alumni akan memberikan bantuan kepada siswa-siswi yang tidak mampu. “Sekaligus membentuk Ikatan Alumni SMPN 4 dan mempersiapkan milad yang ke 40,” imbuhnya.

Selain ajang silaturahmi, kegiatan ini juga disi dengan bakti sosial, perlombaan, hiburan yang dipandu oleh panitia dari tiap-tiap angkatan.
Sosok Alumni Angkatan '97 SMPN 4 Kota Sukabumi
Sementara itu panitia reuni angkatan 1997, Rida Kusmiran sangat mengapresiasi adanya acara tersebut. Bahkan Rida mengaku bangga karena dari semua anggatan yang hadir, angkatan dia lah yang paling banyak sebagai peserta reuni.

“Semoga dengan adanya kegiatan reuni akbar ini tali silaturahmi kita tidak terputus,” imbuhnya.

Turut hadir pada acara silaturahmi tersebut Kepala sekolah SMPN 4, Cecep Sunarya M. Pd., beserta para Guru yang mengajar di sekolah itu. Hadir juga pada kesempatan itu dari pihak Polsek, Koramil dan Muspika setempat.


[Pewarta: Azis. R]

Editor: Red.
loading...
Loading...
close