Breaking
loading...
Showing posts with label sukabumi. Show all posts
Showing posts with label sukabumi. Show all posts

Saturday, August 24, 2019

Redaksi sukabumiNews

Dinas PMD Kabupaten Sukabumi Mulai Sosialisasikan Tahapan Pilkades Serentak 2019

pilkades serentak kabupaten sukabumi
sukabumiNews, PALABUHANRATU - Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Sukabumi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) melalui Panitia Pemilihan Kepala Desa Tingkat Kabupaten Sukabumi, mulai mensosialisasikan tahapan-tahapan Pilkades yang akan dilangsungkan pada 2 September 2019 mendatang.

Sementara, peserta pilkades serentak gelombang III tahun 2019 di Kabupaten Sukabumi berjumlah 240 desa.

"Pendaftaran peserta Pilkades dipastikan dilaksanakan pada 2 September 2019. Detailnya, sudah kita buat dalam bagan sosialisasi tahapan-tahapan pilkades," kata Kabid Adpemdes, H. Dedi Kusnadi, selaku sekretaris panitia Pilkades serentak Tingkat Kabupaten Sukabumi kepada sukabumiNews melalui sellulernya, Sabtu (24/08/2019).

H. Dedi menjelaskan, para peserta Pilkades serentak masuk kedalam 2 nominasi, yakni ada yang masuk kedalam nominatif wilayah hukum Polres Sukabumi* dan sebagiannya masuk ke dalam yuridiksi Polres Sukabumi Kota** pada pelaksanaan pilkades serentak Gelombang III di Kabupaten Sukabumi 2019.

"Kami sudah mengklasifikasi semua wilayah pemilihan. Nanti pengamanannya dari pihak kepolisian bekerja sama dengan aparat berkapasitas lainnya," jelas H. Dedi.

Berikut tahapan-tahapan Pilkades serentak yang sudah ditetapkan oleh panitia tingkat Kabupaten Sukabumi:


* Ini yang masuk ke dalam Wilayah hukum Polres Sukabumi (Klik!)

** yang masuk wilayah Polres Sukabumi Kota (Klik!)


Pewarta: Rio Bagja Gumilar
Editor: Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Tahapan Pilkades 2019 Kabupaten Sukabumi


Tahapan PILKADES Serentak 2019 Kabupaten Sukabumi

Friday, August 23, 2019

Redaksi3

Sambangi SMKN 1 Surade, UPTD Dukcapil Berhasil Rekam 150 Data Siswa

Dukcapil Surade rekam e-KTP
Antusias para siswa SMKN 1 Surade pada program Disdukcapil sambangi sekolah di ruang Laboratoriun Komputer SMKN 1 Surade, Jum'at (23/8/2019)  
sukabumiNews, SURADE – UPTD Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) melalui programnya menyambangi langsung lembaga sekolah, berhasil melakukan perekaman KTP Elektronik terhadap 150 siswa SMKN 1 Surade. Kegiatan yang diinisiasi oleh UPTD Dukcapil Surade ini dilangsungkan di ruang Labaratorium Komputer SMKN 1 Surade, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (23/08/2019).

Kegiatan menyambangi sekolah secara langsung ini merupakan penetrasi program Disdukcapil Kabupaten Sukabumi guna mempercepat pelayanan perekaman e-KTP bagi pelajar yang sudah cukup usia.

"Alhamdulillah, hari ini kita berhasil melakukan perekaman data e-KTP untuk 150 siswa yang ada di SMKN 1 Surade. Kegiatan menyambangi sekolah secara langsung merupakan komitmen untuk mempermudah warga mendapatkan e-KTP, khususnya pelajar yang sudah cukup usia," ungkap Kasubag Tata Usaha UPTD Dukcapil Surade, Endang kepada sukabumiNews, Jumat (23/08/2019).

Pelaksanaan perekaman e-KTP di sekolah-sekolah yang beroperasi di wilayah pajampangan, lanjut Endang, sudah berjalan memasuki tahun 2019 dan telah berhasil merekam sebanyak 700 data siswa untuk memiliki KTP Elektronik.

"Sebelumnya, sudah ada daftar sekolah- sekolah yang ingin disambangi langsung untuk dilakukan perekaman e-KTP. Selama 2019 ini, total data siswa yang berhasil direkam ada sebanyak 700 orang siswa," jelas Endang.

Endang menyebutkan beberapa wilayah yang sudah masuk kedalam daftar pelaksanaan perekaman e-KTP meliputi wilayah Cibitung, Surade, Ciracap, Tegalbuleud dan beberapa sekolah diantaranya SMKN 1 SURADE, MAN 3 SUKABUMI, SEMANIS, SMK BINA BANGSA dan SMK NUSA PUTRA. "Kegiatan ini akan kita lakukan walaupun di luar jam kantor,"tandas Kasubag Tata Usaha UPTD Dukcapil Surade, Endang.

Terlaksananya program perekaman yang dilakukan oleh UPTD Dukcapil Surade, membuat Dede Ahmad Hadi, seorang guru Mata Pelajaran Fisika di SMKN 1 Surade angkat bicara. Dede mengapresiasi program tersebut lantaran dinilainya tepat sasaran dan sangat membantu para siswa untuk mendapatkan KTP elektronik.

"Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas kinerja yang dilaksanakan oleh UPTD Dukcapil Surade yang telah menjalankan program perekaman e-KTP di almamater kami. Jelas, ini sangat bermanfaat karena telah meringankan anak-anak didik kami," ungkap Dede Ahmad Hadi.

Di tempat yang sama, Perdi (18) siswa Kelas XII, Jurusan Tehnik kendaraan ringan otomotif (TKLO) merasa bangga karena sebentar lagi dirinya akan memiliki KTP elektronik. Warga asal kp. Cijangkar RT 31, RW 07, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi itu, juga mengucapkan rasa terima kasih kepada pihak sekolah dan UPTD Dukcapil Surade karena telah mengakomodir harapannya memiliki KTP elektronik.

"Saya senang dan bangga karena akan punya e-KTP. Saya berterima kasih kepada pihak sekolah dan UPTD Dukcapil Surade," tutur Perdi.


Pewarta : Azis R/YK
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaktur sukabumiNews.net

Laga Kedua Grup C Liga 3 Kasta 1 Jabar, Pertandingan Bintang Timur FC VS Benpica FC Berlangsung Sengit

Bintan Timur FC
sukabumiNews, CISAAT - Bintang Timur FC yang menjadi kebanggan Kabupaten Sukabumi berhasil menguasai lapangan di menit-menit babak pertama pada laga kedua grup C Liga 3 Kasta 1 Jabar, dan membuat sang lawan Benpica FC Karawang sempat kewalahan.

Pertandingan laga kedua di kasta liga tiga yang digelar di stadion sepakbola Korpri di Cisaat, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (22/08/2019) sore hari tadi berlangsung sangat sengit.

Pada menit awal pertandingan kick-of tim kesebelasan besutan Endang S Fredy ini berhasil menguasai lapangan hijau. Namun, karena pertahanan dari Benpica FC cukup kuat, beberapa peluang emas BT FC berhasil digagalkan oleh pemain belakang Benpica FC Karawang. Tendang-tendangan yang mengarah ke arah gawang Benfica FC berhasil ditepis penjaga gawang Ahmad Saebani. Hingga pluit akhir babak pertama ditiup, kedudukan masih bertahan imbang.

Keadaan terlihat masih berlangsung imbang sampai babak kedua hampir berakhir. Kedua tim berjuang keras untuk merebut tiga poin dari pertandingan tersebut. Saat menit ke 72 tiba, pertahanan BT FC mulai longgar dan nyaris hilang keseimbangan karena pemain belakang BT FC Muhammad Haekal berbuat kesalahan hingga dikeluarkan wasit dari lapangan.

Kenyataan pahit itu dimanfaatkan baik oleh pemain belakang Benpica FC, Barsah Alamsah yang memiliki nomor punggung 4. Alamsah akhirnya berhasil menjebol jaring penjaga gawang Ahmad Faiz pada menit ke-82 melalui tendangan bebas.

Tidak lama setelah gol pertama Benpica PC Karawang, pada menit ke-89, Benpica kembali berhasil menyarangkan bola pada gawang BT FC melalui tendangan kapten Dian Taufik Hidayat hingga kedudukan berakhir menjadi 0-2. Sampai peluit panjang babak kedua ditiupkan wasit, kedudukan berakhir 0-2 dan kemenangan untuk Benpica FC Karawang.

Menyikapi keadaan yang di luar dugaan, Pelatih Bintang Timur FC Endang S Fredi menyatakam, hasil pertandingan kali ini di luar prediksinya. Sebelumnya, kata Dia, Timnya sangat optimistis bisa mencuri tiga point' dari Benpica FC Karawang. Namun ternyata, dewi portuna lebih berpihak kepada Benpica FC. Meski demikian, Dia tidak lantas berkecil hati lantaran masih tersisa empat pertandingan untuk putaran pertama.

"Peluang meraup poin untuk Bintang Timur FC masih besar. Meskipun kita baru mengantongi satu poin, kita akan buktikan kemenangan pada pertandingan laga tandang berikutnya melawan BM Cibinong di lapang Persikabo pada tanggal 27 Agustus mendatang," pungkasnya optimis.

BACA Juga:


Pewarta: Azis R
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, August 22, 2019

Redaksi3

Kembali, Polres Sukabumi Kota Berhasil Ungkap Sindikat Peredaran Narkoba Jenis Sabu dan Ganja

polres Sukabumi Kota
sukabumiNews, CIKOLE - Dalam tiga bulan terakhir ini, Sat Narkoba Polresta Sukabumi bekerja sama dengan Satgas Kejahatan Jalanan Wilayah Rayon Tengah, berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba di Kota Sukabumi. Dalam pengungkapan kasus tersebut polisi berhasil mengamankan 12 orang, berikut barang bukti berupa 49,48 gram narkotika jenis sabu dan 43,23 gram jenis daun ganja.

Satgas Kejahatan Jalanan Wilayah Rayon Tengah meliputi yuridiksi Polsek Cikole, Gunungpuyuh, Citamiang dan Sukabumi.

"Sebanyak 12 pelaku sudah kita amankan. Status kejahatan mereka berbeda-beda, mulai dari yang menjadi kurir, pengguna dan pengedar," kata Kasat Narkoba Polres Sukabumi Kota, AKP Maolana kepada sukabumiNews dalam jumpa pers hari ini, Kamis (22/8/2019).

Modus operandi peredaran barang haram tersebut, terang Maolana, dilakukan dengan cara sistem tempel atau disimpan di satu tempat dan juga dijual secara langsung berhadap-hadapan. "Kebanyakan dari mereka merupakan pemain lama dan sisanya pemain baru," terangnya.

Lebih lanjut Maolana menjelaskan, para sindikat narkoba itu diketahui memiliki barang dari luar Kota Sukabumi dan dalam proses pengambilannya sudah direncanakan secara matang melalui pemetaan handal agar barang haram itu mudah sampai kepada pembeli. Salahsatu pelaku, kata Dia, ada seorang perempuan sebagai pemain baru. "Satu tersangka merupakan perempuan. Dia sudah menjalankan bisnis haramnya sekitar tiga bulan lalu," jelas Kasat Narkoba, Maolana.

Informasi yang dihimpun langsung oleh sukabumiNews, selain berhasil mengungkap jaringan narkoba, dalam beberapa hari ini, Satgas Kejahatan Jalanan Wilayah Rayon Tengah juga berhasil mengungkap kasus pengeroyokan dan penganiayaan yang memimpa seorang anak di bawah umur. Kejadian itu bertempat di sebuah rumah kontrakan di kawasan Jalan Pemuda, Gang Jayadi RT 01, RW 07, Kelurahan Cikondang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi.

"Jumlah pelaku yang sudah teridentifikasi ada empat orang. Mereka berinisial SR, CH, AD dan UQ. Ketiga pelaku sudah kita amankan sementara satu lagi yakni UQ masih kita cari,"ungkap Kapolsek Citamiang, AKP Anun, selaku Satgas Kejahatan Jalanan Wilayah Rayon Tengah Polsek Citamiang.

Pemicu kejadian itu, lanjut Kapolsek, awalnya dari masalah asmara dan rasa Cemburu. Sedangkan modusnya dilakukan secara bersama-sama dan menggunakan senjata tajam jenis golok.

"Keadaan korban masih dirawat di Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut," ujar Kapolsek Citamiang.


Pewarta: Azis R.
Editor: Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi3

Warga Cireunghas Mengeluh, Pelayanan RS Hermina Sukabumi Tidak Profesional

kecewa
F (12) bersama ayah (kanan) dan ibu kandungnya (berdiri) merasa kecewa dengan pelayanan RS. Hermina Sukabumi.  
sukabumiNews, SUKARAJA - Warga asal Kp. Pojok RT 01, RW 01, Desa Cireunghas, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Linawati (34) mengeluhkan pelayanan RS. Hermina Sukabumi yang dinilai tidak profesional dalam menangani penyakit anaknya berinisial F (12).

"Saya membayar cash biaya operasi lalu Rp.9 juta. Bukannya sembuh, penyakit anak saya malah semakin parah,” ungkap Linawati (34) kepada sukabumiNews ditemui di RS. Hermina Sukabumi di Jl. Cibeureum Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Rabu (21/08/2019) petang.

Sebelumnya, F, oleh dokter RS. Hermina Sukabumi didiagnosis menderita usus buntu dan harus segera dilakukan operasi.

“Hari ini, anak Saya dinyatakan harus dioperasi kembali karena ada cairan nanah yang harus dibuang, biayanya Rp.7 juta. Padahal waktu itu, diagnosisnya jelas dan hanya cukup dioperasi satu kali," jelas Linawati.

Kepada sukabumiNews Linawati menceritakan kronologi kejadian hingga mengakibatkan F harus dioperasi kembali dengan biaya yang tidak murah.

Menurut Lina, pada Kamis minggu lalu, anaknya diperiksa oleh dokter bernama Azmi dan langsung dinyatakan menderita usus buntu sehingga harus dioperasi.

Waktu itu, tutur Lina, sebagai Ibu pasien, dirinya disuruh membayar biaya operasi sebesar Rp.9 juta, namun setelah syarat administrasi itu dipenuhi, anaknya tak kunjung mendapat penanganan hingga berjam-jam.

Melihat kejadian itu, keluarga besar Lina tidak terima dengan pelayanan pihak rumah sakit dan lansung marah-marah sehingga membuat pihak manajemen RS. Hermina menegur para staf yang menangani F di ruang operasi. Tak lama kemudian, tim dokter langsung menangani proses operasi F.

"Pelayanannya tidak baik padahal kita sudah bayar. Sepulang dari sana (RS. Hermina), anak saya terus menerus merasakan sakit dan sulit tidur. Kata dokter yang pertama cukup operasi, tapi kenapa anak saya harus dioperasi kembali karena ada infeksi yang belum sembuh?," keluh Lina seraya merasa dipermainkan oleh dokter pada pelayanan RS. Hermina Sukabumi.

biaya rumah sakit
Sementara, total biaya operasi dan obat yang telah dikeluarkan oleh Lina sudah mencapai Rp.17 jutaan. “Rinciannya, Rp.15 juta untuk biaya operasi dan sisanya pembelian obat,” terang Lina.

Dihubungi terpisah melalui sellulernya, staf informasi RS. Hermina, BM mengatakan, pihaknya tidak berkapasitas menjawab konfirmasi sukabumiNews, namun akan menyambungkan terlebih dahulu kepada pihak manajemen. Hingga berita ini ditayangkan, pihak RS. Hermina masih belum memberikan klarifikasi.

Dan hingga berita ini ditayangkan, pihak RS. Hermina juga dikabarkan masih belum menangani F secara serius lantaran keluarga F belum bisa memenuhi biaya sebesar Rp.7 juta untuk membuang cairan nanah yang terdapat pada F.


Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, August 21, 2019

Redaksi3

Wabub Adjo Sambut Kepulangan Jemaah Haji 2019 Penuh Syukur


Wabup Adjo Sardjono
sukabumiNews, CIKEMBAR – Wakil Bupati Sukabumi, H. Adjo Sardjono menyambut penuh syukur atas kepulangan ratusan jamaah haji kloter 15 yang tiba di Sukabumi hari ini, Rabu 21 Agustus 2019. Penyambutan kepulangan jemaah haji 2019 sesi pertama itu, dilaksanakan di Asrama Pusbangdai Cikembang, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (21/08/2019).

"Alhamdulillah, kepulangan jemaah haji kloter 15 berjalan lancar dan mereka kembali dalam keadaan sehat wal afiat. Kami sangat bersyukur melihatnya. Semoga perjalanan ibadah mereka menjadi mabrur," ungkap H. Adjo kepada Wartawan saat menyambut kepulangan ratusan jemaah haji kloter 15 di Pusbangdai Cikembang.

H. Adjo juga menuturkan, dalam perjalanan ibadah di mekkah, ada beberapa jamah haji yang meninggal dunia di sana. Namun, kata Dia, pihak keluarga masing-masing sudah mengikhlaskan.

"Ada yang meninggal waktu menunaikan ibadah di sana. Kita do'akan dan ikhlaskan kepergiaan mereka agar mendapatkan keridhoan Allah SWT untuk mendapatkan Surga-Nya,"tutur H. Adjo Sardjono.

H. Adjo juga mengatakan pembinaan bagi para jamaah haji baru kembali ke daerahnya. Mereka kata Dia, nantinya akan menjadi warga binaan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI). Karena menurut H. Adjo, pembinaan para haji harus dilakukan guna menjaga kemabrurannya.

"Mereka nantinya akan dibina oleh IPHI dan akan dijaga kesehatannya. Jadi, nanti kalau ada yang sakit bisa langsung mendatangani Puskesmas di wilayah masing-masing," papar Wabub Adjo.

Sementara Kepala Kemenag Kabupaten Sukabumi, Drs. H. Abas Resmana, M. Si. mengungkapkan, kepulangan kloter haji ke-15 berjumlah 404 jemaah. Mereka kata Dia, dalam keadaan baik dan dipastikan langsung kembali ke rumahnya masing-masing.

"Kami bersyukur kepada Allah SWT atas dilancarkannya kepulangan para jemaah haji hari ini. Semoga mereka menjadi haji yang mabrur dan penuh berkah berkah," ungkapnya.

BACA Juga:
Kepala Kemenag Kabupaten Sukabumi Sebut Pelepasan Jemah Calhaj Kloter 59 Paling Produktif


Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, August 20, 2019

Redaktur sukabumiNews.net

Kepergok Mencuri, Bocah MTs Malah Aniaya Seorang Ibu Muda

bocah mencuri
sukabumiNews, CIKOLE – Seorang bocah yang masih duduk di bangku MTs berinisial M (14) berani melakukan pencurian. Tidak hanya itu, dengan golok yang dibawanya saat beraksi, M juga tega menganiaya seorang ibu muda berusia 27 tahun, Nursilawati dengan membacoknya.

Informasi yang dihimpun sukabumiNews, peristiwa yang terjadi di Kampung Situ Rawapanjang, Desa Cireunghas, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat pada Senin 19 Agustus 2019, sekitar pukul 21.30 WIB ini berawal ketika Nursusilawati (korban) tengah tertidur di kamarnya.

Saat itu pelaku alias M masuk ke rumah korban melalui jendela kamar yang dicongkelnya terlebih dahulu dengan golok yang dibabawanya.

Saat pelaku hendak menggasak harta korban berupa handphone dan barang-barang berharga lainnya, Nursusilawati terbangun dan memergoki pelaku.

Tanpa pikir panjang, pelaku langsung menganiaya korban hingga mengalami luka parah di tubuhnya. 

"Nur mengalami luka tusukan pada bagian tubuhnya sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Hermina, Sukaraja guna mendapat pertolongan," kata KBO Reskrim Polres Sukabumi Kota, IPTU Ujang Taan kepada sukabumiNews, ditemui di kantornya, Selasa (20/08/2019).

Informasi tersebut, tutur Ujang Taan, didapat dari warga yang melapor ke pihak Polsek Cireunghas. Polsek Cirenghas tambah Dia, langsung meneruskan laporannya ke pihak Polres Sukabumi Kota dan Polres Sukabumi Kota segera menindaklanjutinya menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Di tempat TKP, kata Ujang Taan, polisi kemudian melakukan penyisiran dan mendapatkan petunjuk berupa bercak darah yang tertinggal di dedaunan. Di lokasi TKP juga ditemukan sebelah sandal yang diduga milik pelaku hingga akhirnya polisi mendapatkan petunjuk yang mengarah ke tempat dimana pelaku tinggal.

"Tanda-tandanya mengarah ke rumah pelaku. Setelah melakukan penggeledahan, disana (di rumah pelaku) polisi menemukan sebilah golok, kaos dan sarung yang masih ada darahnya. Lalu pelaku diinterogasi dan mengakui semua tindakan brutal yang dilakukannya," jelas Ujang Taan.

"Saat ini, kami masih melakukan pendalaman atas tindakan yang dilakukan oleh pelaku yang masih di bawah umur ini," pungkas KBO Reskrim Polres Sukabumi Kota itu.


Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi3

Lama Buron, Mantan Kades Prianganjaya Akhirnya Diciduk Polisi di Kalimantan

kades korupsi
sukabumiNews, CIKOLE – Setelah lama menjadi buronan Polres Sukabumi Kota, EM (50) tersangka kasus korupsi dana desa Prianganjaya, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, akhirnya diciduk polisi di tempat pelariannya di Kabupaten Bontang, Kalimantan Timur pada Ahad (18/08/2019).

Sebelumnya, Tim Khusus Polres Sukabumi bekerja sama dengan Polres Bontang, Kalimantan Timur berhasil membongkar tempat persembunyian tersangka setelah tersangka dimasukan ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Tidak menunggu lama, polisi langsung meringkus EM saat sedang melakukan aktivitas wirausaha di sana.

"Tersangka kami amankan di tempat pelariannya saat sedang usaha bersama rekannya di Bontang, Kalimantan Timur," kata Kasat Reskrim melalui Kanit IV Tipidkor Polres Sukabumi Kota, Ipda Kartiwan, SH kepada sukabuminews saat ditemui di kantornya, Selasa (20/08/2019).

Penangkapan itu, diinformasikan Ipda Kartiwan, merupakan program khusus Satreskrim melalui Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Sukabumi Kota setelah menerima pengaduan masyarakat (Dumas) pada 2016 lalu.

Tindakan korupsi yang dilakukan oleh mantan kades Prianganjaya itu, lanjut Ipda Kartiwan, sudah dalam bentuk berkas lengkap. Sebelumnya, pada 2017 sudah dilakukan Lidik dan berbagai analisis dilakukan oleh pihak-pihak berkapasitas termasuk dalam menghitung kerugian negara.

"Kasus ini sudah lengkap berkasnya. Untuk kerugian negara, sudah dihitung oleh pihak Inspektorat Kabupaten Sukabumi, semuanya mencapai Rp275 juta," terang Ipda Kartiwan seraya menjelaskan bahwa saat ini masih akan dilakukan pendalaman terhadap tersangka.


Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, August 19, 2019

Redaksi3

Pertandingan Liga 3 Jabar, Bintang Timur FC Sukabumi VS Depok United Berakhir Draw


pertandingan sepak bola
sukabumiNews, CISAAT - Pertandingan Sepak Bola Laga perdana Liga 3 Kasta 1 Jawa Barat antara Club Bintang Timur FC Kabupaten Sukabumi melawan Club Depok United yang bermain di Stadion Korpri Cisaat Kabupaten Sukabumi Jawa Barat berlangsung seru, Senin (19/8/2019).

Di menit awal pada pertadingan laga perdana, Tim sepakbola yang menjadi kebanggaan Kabupaten Sukabumi, anak-anak asuhan Endang S Fredy ini berhasil melakukan manuver serangan kick-off dan menguasai lapangan, hingga pada menit ke 40 babak pertama, akhirnya tendangan keras dari Ardiansyah Aldo diluar kotak penalty berhasil merobek gawang Depok United.

Sekors menjadi 1 – 0 untuk Club Bintang Timur FC. Kedudukan tidak berubah hingga akhir babak pertama.

Pada 45 menit kedua, pertarungan semakin sengit, skuad asuhan Zulhandikar Batubara, Depok United mulai menemukan kepercayaan diri, hingga pada akhirnya dimenit ke-51 Gilang Pramudia berhasil membalas kekalahan hingga posisi imbang 1-1.

Namun keberadaan skors tersebut tidak berlangsung lama. Pada menit ke 76, Bintang Timur FC melalui tendangan bebas Ardiansyah Aldo kembali berhasil melayangkan si kulit bundar ke gawang Depok United hingga kedudukan berubah menjadi 2-1 untuk kemenangan Kesebelasan Kabupaten Sukabumi.

Menjelang menit akhir, tempo permainan dari kedua tim semakin panas, wasit mengeluarkan sejumlah kartu kuning bagi kedua tim, dan akhirnya pada menit ke 86, kesebelasan Depok United melalui tendangan bebas Ryan Maulana kembali berhasil membobol gawang yang dijaga ketat Yuda Hermawan hingga kedudukan kembali imbang menjadi 2-2.

Hingga akhir pertandingan wasit meniup peluit panjang kedudukan masih tetap tidak berubah dengan hasil imbang 2-2.

Tim Bintang Timur FC
Pelatih dan pemain Bintang Timur FC


Pewarta: Azis R.
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, August 18, 2019

Redaksi3

Lagi, Rumah Seorang Guru SMP di Surade Luluh Dilalap Api

kebakaran
sukabumiNews, SURADE – Sebuah Rumah milik seorang Guru SMPN 3 Surade, H. Cecep (48) yang beralamat di Kp. Banjarsari Rt. 003/001 Desa Wanasari Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi Jawa Barat hancur luluh dilalap si jago merah, Ahad (18/8/2019).

Informasi yang dihimpun sukabumiNews dari keterangan beberapa saksi di tempat kejadian, seperti Ibo (40) dan Asep (35), peristiwa terbakarnya rumah H Cecep terjadi sekitar pukul 16.40 WIB. Ibo yang pada saat insiden terjadi, ia sedang berada di rumah yang jaraknya tidak jauh rumah korban.

"Saya melihat titik api yang bersumber dari bagian dapur semakin membesar,” ujar Ibo kepada wartawan melalui selulernya.

Melihat kejadian, terang Ibo, Ia lalu berteriak meminta tolong kepada tetangganya untuk memadamkan api dengan alat seadanya.

Sedangkan, tambah Ibo, pada saat kejadian rumah tersebut dalam keadaan kosong. Pemilik rumah yaitu H. Cecep dan istrinya sedang berada di Masjid yang jaraknya lebih kurang 300 m dari rumahnya.

Saat rumahnya ditinggal istri Guru SMPN 3 Surade itu sedang menanak nasi di dapur dengan menggunakan kompor, dan lupa mematikan kompornya sehingga terjdi kebakaran.

rumah guru smpn 3 surade terbakar
Warga terdekat menjadi saksi atar kebakaran rumah guru SMPN 3 Surade itu.  
"Api baru bisa di padamkan pada pukul 17.50 Wib oleh petugas pemadam kebakaran yang didatangkan dari Kecamatan Jampang Kulon dan Kecamatan Surade,” jelasnya.

Sementara, di tempat terpisah Kapolsek Surade AKP. Noorbertus, menghimbau kepada seluruh warga, agar lebih waspada dan berhati-hati pada saat memasak di dapur, apalagi disaat akan bepergian keluar rumah, saat dimusim kemarau panjang dan angin sangat kencang.

Tidak ada korban jiwa akibat insiden ini, Namun demikian kerugian ditaksir mencapai Rp250 juta.

BACA Juga:
Rumah Seorang Guru Ngaji di Cikidang LudesTerbakar


Pewarta: Azis R
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi3

Lahan Ilalang Aset Pemkot Sukabumi Terbakar

kebakaran
Gambar Ilustrasi.  
sukabumiNews, LEMBURSITU - Lahan berupa Ilalang dan lahan yang ditanami Pohon pisang, kelapa dan bambu di kampung pasir Babi Rt. 003/008 Kel. Cikundul Kec. Lembursitu Kota Sukabumi Jawa Barat terbakar, Ahad (18/8/2019).

Peristiwa kebakaran lahan yang lokasinya berdekatan dengan peternakan Ayam tersebut tidak bisa diantisipasi lantaran api semakin meluas tertiup angin.

pemadam kebakaran
“Petugas mengalami kesulitan karena selain akses jalan berupa perbukitan, kobaran api juga tersebar di beberapa titik lantaran tiupan angin yang sangat kencang. Sehingga untuk pemadaman api yang berkobar membutuhkan waktu kurang lebih tiga jam untuk dipadamkan," ujar Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Barhami kepada sukabumiNews melalui pesan WhatsAppnya, Ahad (18/8).

Meski, kata Zulkarnain, petugas BPBD Kota Sukabumi telah mengerahkan 4 unit mobil Damkar dan personil satgas damkar, PB BPBD, Sat-PolPP serta Aparat Polsek Lembursitu yang juga turut membantu untuk menanganinya.

"Alhamdulilah dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Saat ini kondisinya sudah bisa dikendalikan dengan aman,” tambahnya.

Mengenai kerugian materi akibat peristiwa ini, Zulkarnain belum bisa memastikannya.

Sementara itu tutur Dia, kebakaran lahan yang berada di wilayah Kp. Dulang Nangkub Rt. 0O1/007 Kelurahan Jaya Mekar kecamatan Baros Kota Sukabumi itu luasnya sekitar 3.200 meter.

“Lahan ini merupakan aset Pemda Kota Sukabumi. Sementara penyebab kebakaran diduga sengaja dibakar." Pungkas Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi itu.


Pewarta: Azis R
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi3

Pjs Kades Kertaraharja Sukabumi: HUT RI Jadikan Momentum Silaturahmi Antar Warga

Warga Kertaraharja Turut Karnafal
sukabumiNews, CIKEMBAR – Bagi Warga Desa Kertaraharja, peringatan HUT RI ke-74 merupakan momentum silaturahmi antar warga untuk tetap menjaga kebersamaan. Mereka dapat saling bertemu dan mempertunjukan hasil kreasinya melalui karnaval.

Hal ini dikatakan Pjs Kades Kertaraharja, Y. Zieni Arief Nugraha, S,IP. kepada sukabumiNews saat warga Kertaraharja turut serta memeriahkan HUT RI ke-74 dengan menggelar karnaval di jalan-jalan protokoler Pangleseran, Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Ahad (18/08/2019).

Pada pelaksanaan karnaval tersebut, warga Desa Kertaraharja tampak memadati jalan-jalan protokoler Pangleseran. Kegiatan karnaval dimulai dari tiap kedusunan menuju lapang Desa Kertaraharja Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Turut meriahkan karnaval HUT RI ke-74 warga Desa Kertaraharja Kecamatan Cikembar memadati jalan-jalan protokoler Pangleseran.  
“Para peserta karnaval ini semuanya merupakan warga Desa Kertaraharja yang ada di 10 ke-RW-an dari 5 kedusunan. Dalam memeriahkan HUT RI ke-74, berbagai perlombaan kreasi seperti pembuatan gapura dan K3 juga dilaknanakan. Sehingga mereka semua saling berkompetisi untuk menjadi yang terbaik," terang Zieni.

Untuk para juara kreasi terbaik, tambah Dia, ada hadiah berupa uang tunai dan tropi.

Zeni mengungkapkan, melaui kegiatan karnaval ini, pihaknya telah memberikan santunan kepada 30 anak yatim yang didatangkan dari semua kedusunan. Masing-masing kedusunan mengirimkan 6 orang yatim piatu untuk menerima santunan.

"Alhamdulillah, pada kegiatan ini kita memberikan santunan kepada sekitar 30 anak yatim. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat bagi mereka dan akan terus menjadi kepedulian kita bersama," pungkasnya.


Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, August 17, 2019

Redaktur sukabumiNews.net

Ratusan Pelajar Sukalarang Turut Meriahkan Karnaval HUT RI ke-74

HUT RI ke-74
Pelajar se-Kecamatan Sukalarang turut memeriahkan HUT RI-ke 74   
sukabumiNews, SUKALARANG - Ratusan pelajar dari berbagai tingkat pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA sederajat se-wilayah Kecamatan Sukalarang, turut serta memeriahkan karnaval HUT RI ke-74. Para peserta Karnaval bertolak dari Perum Sukamaju, Desa Sukamaju Kecamatan Sukalarang menuju Lapang Sepakbola Titisan, Desa Titisan Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (17/08/2019).

"Kegiatan karnaval ini merupakan agenda tahunan untuk memperingati HUT RI yang diselenggarakan oleh organisasi PGRI dan Muspika Kecamatan Sukalarang. Alhamdulillah, acaranya cukup meriah karena diikuti oleh ratusan pelajar dan para guru dari semua tingkat pendidikan," ungkap ketua PGRI Kecamatan Sukalarang, Suhawan, S. Pd. kepada sukabuniNews saat melepas peserta karnaval di komplek perumahan Sukamaju, Desa Sukamaju, Kecamatan Sukalarang.


Para pelajar yang ikut memeriahkan Karnaval, masing-masing menggunakan kostum dan hiasan unik. Mereka tampak bersemangat mengenakan pakaian-pakaian unik seperti pakaian adat, muslim, seragam sekolah, pramuka dan ada juga yang lucu-lucuan mengenakan pakaian seperti badut dan berbagai kostum unik lainnya untuk menarik perhatian warga sekitar. 


Suhawan menuturkan, selain para pelajar dan guru, peserta Karnaval juga diikuti oleh wakil-wakil warga dari desa-desa di Kecamatan Sukalarang. Seperti Desa Sukamaju, Desa Sukalarang, Semplak, Prianganjaya dan Titisan. Di akhir acara, dilaksanakan pemberian hadiah berupa tropi bagi peserta terunik. 


"Mereka semua terlihat bersemangat dan gembira karena di akhir acara ada pemberian hadian berupa tropi bagi peserta terunik. Selain para pelajar, warga di 5 desa juga ikut serta berpartisipasi memeriahkan karnaval ini," imbuhnya. 

Di tempat yang sama, Kepala Sekolah SDN Manglid, Ajudin, S.Pd. mengaku gembira karena bisa turut serta memeriahkan Karnaval HUT RI ke-74 bersama guru dan anak-anak didiknya. 


"Alhamdulillah, Kami semua senang karena masih bisa ikut serta memeriahkan HUT RI tahun ini. Semoga ke depan, Kecamatan Sukalarang semakin maju dan sukses," ungkap Kepala SDN Sukalarang itu.



Pewarta : Rio Bagja Gumilar
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaktur sukabumiNews.net

14 Warga Binaan Lapas Warungkiara Dapat Remisi di HUT RI ke-74

Wabup Adjo menyerahkan remisi
Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono saat menyerahkan remisi usai upacara HUT RI ke-74 di Lapas Kelas III Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (17/8/2019) | Foto: Azis R./sukabumiNews  
sukabumiNews, WARUNGKIARA - Wakil Bupati Sukabumi, Drs. H. Adjo Sardjono, MM. meyerahkan remisi bebas kepada 14 warga binaan yang berada di Lapas Kelas III Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, (17/08/2019).

Penyerahan remisi dilakukan setelah pelaksanaan upacara Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-74 di lingkungan Lapas Kelas III Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Sabtu (17/08/2019).

"Pemkab Sukabumi mengapresiasi Kalapas dan jajarannya yang telah sukses membina warga binaan di sini. Mereka (warga binaan.red) bisa memperlihatkan kedisiplinannya saat mengikuti upacara hari ini," kata H. Adjo Sardjono kepada sukabumiNews sesaat setelah memimpin pemberian remisi kepada 14 warga binaan di Lapas Kelas III Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Sabtu.

Di tempat yang sama, Kepala Lapas Kelas III Warungkiara, Christio Nugroho menjelaskan terkait pemberian remisi bebas yang dilakukan lembaganya di pertengahan tahun 2019 ini. Mereka ungkap Dia, harus berkompetisi untuk mendapatkan remisi bebas dan menunjukan sikap baik selama di dalam Lapas.
Kalapas menyebut, saat ini ada sebanyak 699 warga binaan, namun hanya 610 warga binaan yang telah diusulkan untuk mendapatkan remisi dan sisanya sebanyak 89 orang harus ditangguhkan karena belum memenuhi syarat. Selain itu, kata Dia, masih ada sekitar 27 warga binaan yang masih harus mengikuti proses pidana pengganti.

"Dari total 610 orang warga binaan di Lapas Kelas III Warungkiara, hanya 14 orang yang telah memenuhi syarat bebas dan mereka semuanya masuk ke dalam kategori remisi umum (RU2), sisanya masih menunggu giliran," ungkap Kalapas Kelas III Warungkiara, Christio. 

"Untuk 27 warga binaan lainnya, masih harus menyelesaikan proses pidana pengganti," tambahnya.



Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, August 16, 2019

Redaksi3

Rumah Seorang Guru Ngaji di Cikidang Ludes Terbakar

rumah guru ngaji ludes terbakar
Diding, guru ngaji di Kampung Tenjojaya hanya bisa pasrah melihat rumahnya ludes terbakar.  
sukabumiNews, CIKIDANG - Sebuah rumah milik Diding (64) guru ngaji di Kampung Tenjojaya, RT 02, RW 04, Desa Pangkalan, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi ludes terbakar. Akibatnya penghuni rumah harus mengungsi karena tempat tinggalnya sudah tidak layak dihuni.

Tidak diketahui kapan tepatnya api melalap rumah guru ngaji tersebut. Namun demikian, salah seorang warga setempat, Edih Suherdi mengatakan, api sudah terlihat berkobar dan melalap habis rumah korban sekitar pukul 23:30 WIB, Kamis (15/8/2019).

"Api cepat membakar habis rumah Diding dalam beberapa menit. Seluruh bangunan yang terbuat dari kayu ludes dan hanya menyisakan dinding yang terbuat dari batako," terang Edih kepada SukabumiNews, melalui selulernya, Jum'at (16/8/19).

Edih menjelaskan, kebakaran terjadi secara tiba-tiba sesaat ditinggal pemilik yang saat itu tengah mengikuti pengajian rutin di salah satu mesjid di kampung tersebut. Saat kejadian, pemilik maupun warga sekitar tidak sempat menghubungi petugas pemadam kebakaran, hingga sejumlah warga berusaha untuk memadamkanya dengan peralatan alakadarnya.

"Warga berusaha memadamkan dengan menggunakan air dan pasir. Api bisa dipadamkan setelah beberapa saat. Hanya saja bangunan beserta isi rumah Diding tidak banyak yang bisa diselamatkan," jelasnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut lantaran pemilik saat itu sedang tidak berada di dalam rumah. Diding, kata Edih, saat itu sedang bersamanya ngobrol usai mengikuti pengajian rutin.

Dengan adanya kejadian itu, warga setempat merasa prihatin. Terlebih rumah Diding yang terbakar merupakan tempat dimana anak-anak kampung belajar mengaji di rumahnya. Menurut informasi yang dihimpun sukabumiNews, sedikitnya 10 anak yang belajar ilmu agama disana.

Warga berharap ada uluran tangan dermawan untuk membantu Diding memembangunkan kembali rumahnya.

Di lain pihak, Plt Kepala Desa Pangkalan Iwan Setiawan mengatakan, dugaan sementara, api yang menghanguskan bangunan rumah yang berukuran 6 X 5 meter ini berasal dari konsleting arus listrik.

Api cepat membesar karena bagian rumahnya terbuat dari anyaman bambu yang mudah terbakar.

Sebelumnya, tutur Iwan, warga telah berupaya maksimal untuk memadamkan api. “Namun api tersebut telah menghanguskan seluruh isi rumahnya hingga nyaris rata dengan tanah,” pungkasnya.

Pewarta: Azis R.
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi3

Warga Tegaldatar Lengkong Alami Krisis Air Bersih

krisis air
Seorang ibu rela berjalan ratusan meter demi mendapatkan air (kiri). Sementara seorang warga lain sedang menuangkan sedikit demi sedikit air sungai ke jerigen untuk dikumpulkannya kembali di rumah (tengah) dan seorang warga yang kedapatan sedang mandi (kanan). [FOTO: Rully/jurnalisme warga]  
sukabumiNews, LENGKONG - Kekeringan di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat terlihat semakin parah. Dari 47 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Sukabumi, 20 diantaranya mengalami krisis air bersih.

Adalah Rully Nurdiansyah, salah satu tokoh pemuda asal Tegaldatar Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, kepada sukabumiNews menuturkan, akibat kekeringan yang melanda, warga setempat hanya bisa pasrah. Anggota BPD yang berada di Kp. Tegaldatar RW 05 dusun III yang diharapkan bisa membantu membawa aspirasi warga, kata Rully, tidak satupun yang dapat bergerak.

“Tidak ada usaha untuk mengajukan keberadaan ini kepada pihak terkait terutama kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD). Sedangkan keluhan warga harus di tindaklanjuti oleh para pemimpin desa setempat," ujar Rully, melalui Selulernya, Jum'at (16/8/2019).

Rully juga mengungkapkan, warga di Kp. Tegaldatar, RT 19/5, terpaksa menggunakan air sungai Cikaso Cikaler untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mencuci, mandi, bahkan untuk kebutuhan masak sekali pun.

Sejak dua bulan terakhir, tutur Dia, warga di kampung tersebut setiap harinya rela berjalan ratusan meter menuju Sungai Cikaso untuk sekedar mengambil air.

“Setiap pagi dan sore, warga disini selalu berjalan ke sungai Cikaso untuk mencuci dan mandi. Bahkan, warga juga terpaksa harus membuat lobang di pinggiran sungai untuk menampung resapan air yang kian kini kian berkurang. Setelah terkumpul, warga mengambilnya untuk kebutuhan memasak dan minum,” papar Rully.

Dia menambahkan, ada sekitar 140 Kepala Keluarga (KK) dari 450 jiwa, setiap harinya mengambil air di sungai yang juga keberadaannya sudah kering tersebut. Air yang sudah diambil warga, tambah dia lagi, sebelum dikonsumsi, mereka tamping dalam jerigen atau toren. Kemudian digunakan untuk keperluan mandi, cuci dan memasak.

“Saat ini hampir 90 persen warga disini menggantungkan diri untuk mencukupi kebutuhan air sehari-harinya ke sungai Cikaso. Ya kalau warga mampu sih, bisa beli air isi ulang. Tetapi bagi warga yang tak punya uang, terpaksa pakai air selokan yang diendapkannya terlebih dahulu,” imbuhnya.

Rully mengaku, keberadaan seperti ini sudah sudah berulang kali dilaporkannya kepada pemerintah Desa Neglasari. Namun, kata Rully, entah alasan apa hingga saat ini belum juga ada respon. “Kami berharap pemerintah dapat segera memberikan bantuan air bersih atau membangun sumur bor di lokasi perkampungan ini. Sehingga, saat musim kemarau warga tidak mengalami krisis air bersih seperti sekarang,” harapnya.

Menyikapi kondisi seperti, Camat Lengkong, Agung Budiman mengaku belum mengetahui secara pasti mengenai kondisi warganya yang memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Sebab kata dia, sampai detik ini pihaknya belum mendapat laporan secara resmi dari pemerintah desa setempat.

“Kalau musim kemarau, pasti banyak warga yang mengalami krisis air bersih. Namun bagi warga yang memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan memasak dan minum, saya baru mengetahui sekarang. Terlebih lagi, saya baru dua pekan bertugas disini,” kilahnya.

Kendati demikian, pihaknya akan mengintruksikan kepada petugas untuk meninjau lokasi perkampungan tersebut. Camat akan meminta kepada pemerintah desa untuk segera membuatkan surat permohonan bantuan air bersih. “Nanti, akan kami tindak lanjuti kepada BPBD agar dapat bantuan air bersih,” tutupnya.


Pewarta : Azis R
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

close
close
close