Breaking
loading...
Showing posts with label sukabumi. Show all posts
Showing posts with label sukabumi. Show all posts

Thursday, May 23, 2019

Redaksi sukabumiNews

Forum Warga Sukabumi Melawan, Kembali Gelar Aksi di PTUN Bandung terkait gugatan IMB Pabrik Semen PT SCG

Aksi FWSM pada sidangan ke-13 di PTUN Bandung terkait gugatan IMB Pabrik Semen PT. Siam Cement Group (SCG), Kamis (23/5/2019)
-- 
sukabumiNews, BANDUNG – Sejumlah perwakilan masyarakat Sukabumi yang tergabung dalam Forum Warga Sukabumi Melawan (FWSM) dan para korban pabrik semen di 4 dusun Desa Sirnaresmi Kecamatan Gunung Guruh Kabupaten Sukabumi Jawa Barat kembali melakukan aksi dalam persidangan ke-13 terkait gugatan IMB Pabrik Semen PT. Siam Cement Group (SCG) saat Konfersipers di Jln. Diponegoro No 34 Bandung, Jawa Barat, Kamis (23/5/19).

Pihak tergugat adalah Kepala DPMPTSP Kabupaten Sukabumi dan tergugat intervensi PT SCG/Semen Jawa, nomor perkara 127/G/LH/2018/PTUN.BDG dan klasifikasi perkara mengenai hal-hal yang mengakibatkan kerusakan dan pencemaran lingkungan di PTUN Bandung. Persidangan ke-13 ini mengagendakan pembacaan Kesimpulan Para Pihak  baik dari pihak penggugat maupun pihak tergugat.

Pada setiap persidangan penyampaian bukti dan fakta, penggugat fokus pada proses dalam penyusunan dokumen perizinan pembangunan dan lingkungan yang tidak melibatkan warga terdampak secara langsung.

“Dalam proses sidang yang berlangsung sebelumnya Pemkab Sukabumi sebagai tergugat dan Perusahaan PT. Siam Cement Group (SCG) sebagai tergugat intervensi tidak menjelaskan secara utuh bagaimana proses sosialisasi yang melibatkan warga yang akan terdampak langsung dari rencana pembangunan pabrik semen," ujar Wahyudin, Staf Ahli Advokasi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat kepada Wartawan.

Lebih jauh Wahyudin menjelaskan Pemkab Sukabumi hanya menyampaikan proses sosialisasi dilakukan dengan pemerintah desa dan para tokoh masyarakat setempat. Pihak tergugat tidak menjelaskan bahwa masyarakat yang akan terdampak dilibatkan dalam sosialisasi.

"Padahal jika mengacu terhadap Permen LH No 17 tahun 2012 tentang pedoman keterlibatan masyarakat dalam penyusunan dokumen AMDAL dan Izin Lingkungan Hidup, seharusnya sosialisasi mengutamakan  warga yang terkena dampak langsung pembangunan pabrik semen," jelasnya.

Sementara itu Salah seorang penggugat saudara Eman Sopandi menuturkan, Pemkab Sukabumi maupun perusahaan tidak bisa membuktikan secara utuh bahwa IMB yang dimiliki tidak melalui proses yang seharusnya dilakukan sebagaimana aturan perundang-undangan.

"Pada faktanya pemerintah dan perusahaan tidak melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang akan terdampak langsung, sosialisasi hanya dihadiri oleh perwakilan pemerintah desa, Rt, Rw dan Tokoh masyarakat yang tidak merepresentatikan masyarakat terdampak secara langsung dan saya menilai bahwa para perwakilan yang hadir pun tidak melakukan sosialisasi kembali kepada masyarakat lainnya secara utuh,” ungkap Eman Sopandi.

Masih ditempat yang sama, Endah sebagai Penggugat dari Dusun Pangleseran menuturkan, saya melihat bahwa setiap hal-hal yang dipertanyakan oleh hakim kepada para tergugat tidak bisa dijawab sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Salah satu contohnya apakah papan informasi dipasang oleh tergugat, tergugat menyampaikan dipasang namun lokasinya berada di dalam sehingga bisa jadi papan tersebut tidak terlihat oleh masyarakat sekitar dampak.

"Sementara yang warga ketahui papan informasi tersebut harus terlihat jelas oleh masyarakat sekitar, contoh kedua apakah pada proses diskusi publik melibatkan warga, tergugat menyampaikan terwakili, namun warga yang ada di empat dusun yang menolak saat ini tidak dihadirkan dalam diskusi publik, hal ini juga tidak menjawab terhadap keluhan kami yang mana kami tidak pernah merasa terlibat dalam diskusi publik tentang rencana pembangunan pabrik semen di kampung kami," tuturnya.

Dalam penyampaian kesimpulan ini, warga meyakini bahwa dalam setiap persidangan warga korban sebagai pihak penggugat sudah mengirimkan dan menyampaikan setiap alat bukti dan fakta yang cukup dan dapat memperkuat adanya pelanggaran prosedur perizinan lingkungan dan pembangunan yang dilakukan oleh pihak tergugat dan tergugat intervensi kepada majelis hakim.

“Sementara, pihak tergugat tidak memberikan cukup bukti dan saksi yang melemahkan bukti dan keterangan pihak penggugat." Pungkas Staf Ahli Advokasi Hukum Walhi Jabar.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Di Penghujung Jabatan, Kades Cireunghas Tetap Konsisten Jalankan Program Sapa Warga

Kades Cireunghas serahkan jadwal solat Digital kepada DKM. [FOTO: Rio/sukabumiNews]
-- 
sukabumiNews, CIREUNGHAS - Di penghujung masa jabatannya, Kepala Desa Cireunghas, Kecamatan cireunghas, Kabupaten Sukabumi, terus konsisten jalankan program Sapa Warga melalui solat terawih keliling ( TARLING ) yang setiap tahunnya dilaksanakan di 25 masjid yang ada di wilayah Desa Cireunghas.

Setelah solat terawih dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa sekaligus sosialisasi informasi seputar kamtibmas dan keterbukaan informasi publik, transparansi anggaran baik secara fisik dan administrasi.

“Acara ini saya mulai semenjak saya menjabat Kades Cireunghas, terlebih untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, mengajak diri dan masyarakat untuk lebih meningkatkan ketakwaan di bulan suci ini dan mengimplementasikan makna bulan Ramadhan di kehidupan sehari-hari,” kata Kepala Desa Cireunghas, Deny Hermawan, kepada sukabumiNews.

Program pembangunan yang telah berhasil didorongnya selama menjabat  Kades diantaranya, 250 unit pembangunan Rumah Tidak Layak Huni ( RTLH ), pembebasan lahan lapang sepak bola, berdirinya sekolah SMA Negri Cireunghas,  Penerangan Jalan umum ( PJU ), serta pembangunan jalan desa dan jalan lingkungan yang sudah terbangun rata.

Deny Hermawan (Kang Dewan)  saat jadi imam solat terawih
"Saya ucapkan terimakasih kepada semua warga Desa Cireunghas, yang selama ini sudah ikut antusias dalam mendukung semua program pembangunan," ujarnya.

Mengenai transisi kepemimpinannya yang tinggal beberapa minggu kedepan akan habis masa baktinya, dirinya menyampaikan permohonan maaf atas semua perjalanan pelayanan selama tugasnya, sedangkan untuk kedepannya, jika ada izin dari yang maha kuasa dirinya akan mencalonkan diri kembali untuk mengikuti Pilkades di tahun ini.

“Harapan saya, bagi siapapun kedepan yang memimpin agar dapat melanjutkan program-program yang sudah di plot secara prioritas yang telah di buat dengan baik," pungkasnya.


Pewarta: Rio Bagja Gumilar
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, May 22, 2019

Redaksi sukabumiNews

Rais, Bocah Penderita Tumor Lidah Dapat Santuna dari Hardholiend Community Since (HCS) 2005

Ketua Umum HCS 2005 bersama Ketua HCS Kota Sukabumi dan Kab. Sukabumi, Rio Rusdianto dan Parli Kurnia saat memberikan Bantun kepada Siti Ibunda M. Rais. [Foto: Azis R./sukabumiNews]
sukabumiNews, CURUGKEMBAR - Hardholiend Community Since (HCS) 2005 mendatangi rumah kediaman M. Rais Pratama Rijik demi menjenguk Bocah 8 Tahun yang menderita Tumor Lidah di kampung Mekarwangi Rt. 001/004 Desa Tanjungsari Kecamatan Curugkembar Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Rabu (22/5/2019).

"Alhamdulilah dengan adanya tayangan pemberitaan tentang M. Rais, rekan-rekan HCS 2005 merasa terketuk hati untuk membantu meringankan biaya ananda kita yang menderita Tumor Lidah," tulis Ketua Umum HCS 2005 Dendi Apsal, melalui pesan whatsApp yang diterima sukabumiNews.

Ketum HCS 2005 menginformasikan bahwa Ia bersama Ketua HCS 2005 Kota dan Kabupaten Sukabumi mendatangi rumah Rais sebagai bentuk kepedulian pihaknya terhadap Ananda Rais, sekaligus menyumbangkan uang sekedar untuk meringankan beban biaya yang dibutuhkannya.


“Semoga bantuan yang kita berikan bisa bermanfaat untuk menambantu biaya pengobatannya,” tutur Dendi.

"Seandainya orang tua Ananda Rais dan keluarga memberi izin untuk membantu kesembuhannya dengan cara berobat jalan, maka Ketua HCS Kota Sukabumi Rio Rusdianto, alias Kempez dan Parli Kurnia alias Cumink, Ketua Kabupaten Sukabumi beserta jajarannya akan bersedia melakukannya," ungkap Dendi..

Dendi berharap semoga dengan kedatangannya ke rumah Rais dan terus mengabarkan penderitaannya di medsos akan banyak para dermawan yang tersentuh hatinya untuk ikut membantu biaya pengobatan M. Rais.

Sementara itu, Rais, melalui ibunya, Siti menyampaikan rasa terimakasih kepada HCS 2005 yang telah membantunya. "Somoga Allah SWT memberikan balasan yang lebih atas perhatian HCS kepada Saya, khususnya kepada Rais," ungap Siti, haru..

Rais beserta keluarga juga berharap akan kepedulian yang lain terutama pemerintah agar bisa membantu mengobati penyakit yang dideritanya.

Foto: Ibunda Rais, Siti saat berbincang dengan ketua HCS 2005
Foto: Rais Mohon uluran tangan para Dermawan


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, May 21, 2019

Redaksi sukabumiNews

SMK NHS Gelar Smartren bagi Remaja Muslim Milenial

sukabumiNews, NYALINDUNG – Dalam rangka mengisi kegiatan di bulan suci Ramadlan, SMK Nurul Huda Sukabumi mengadakan Sekolah Bersama Pesantren (Smartren). Kegiatan diikuti oleh 50 orang Peserta Didik dari Kelas X sampai dengan Kelas XI.

"Kami rencanakan agenda ini selama empat hari ke depan, sampai Rabu, (22/5/2019). Dan kami berharap bukan sekedar pengetahuan yang mereka dapat, namun perbaikan akhlak dalam kehidupan sehari-hari." Harap Kepala SMK NHS Asep Ibadatilah kepada sukabumiNews, Selasa (21/5).

Adapun materi tambah Asep, yang disampaikan, selain dari kitab-kitab klasik, juga membedah informasi umat kekinian. “Kegiatan berbentuk ceramah, diskusi, simulasi dan kajian Al Qur'an,” jelasnya

Sementara, salah seorang peserta Smarten, Onih Yulianti menuturkan, ia merasa senang bisa berdiskusi tentang agama dan kondisi dunia Islam saat ini.

Adapun dalam kegiatan Smarten ini selain menghadirkan ustadz setempat, pemateri dari akademisi pun diundang untuk mengisi acara. "Kita share ilmu di sini. Bahkan saya pun jadi banyak belajar dengan peserta didik dan santri mengenai pengalaman ilmu yang mereka dapatkan," ucap pemateri yang juga Dosen STAI Sukabumi, Asep Japarudin.


Pewarta: Jaka S.
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Sekda Iyos Apresiasi Kegiatan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi

sukabumiNews, KADUDAMPIT - Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Iyos Somantri menghadiri sekaligus membuka kegiatan Pasar Murah Ramadhan 1440 H yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminam Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi pada Selasa (21/5/2019).

Kegiatan dalam bentuk Pasar Murah atau Sembako Murah bagi Masyarakat sekitar Sukabumi ini digelar di halaman Kantor Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

Dalam sambutannya Sekda Kabupaten Sukabumi mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemda Kab) Sukabumi memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Pasar Murah yang dilaksanakan oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi.

“Kegiatan ini sangat baik karena dapat menolong sesama, apalagi dilaksanakan pada saat bulan suci Ramadhan dimana ummat Isam tengah menjalankan puasa ramadhan,” ujar Iyos Somantri.

"Begitu juga saya sangat mengapresiasi atas prestasi yang diraih oleh Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi terkait program BPJS Ketenagakerjaan," tambah Iyos.

“800 kuota pembagian kupon pasar murah untuk dua area meliputi Cianjur dan Sukabumi, alhamdulilah 400 kupon didapat oleh Kadudampit dan 100 untuk Palabuhanratu. Sisanya untuk area Cianjur," jelas Iyos.

Iyos menyebut, kegiatan ini merupakan anugerah bagi kita selaku masyarakat Kabupaten Sukabumi, khususnya bagi warga Kadudampit, karena pasar sembako murah ini dipatok dengan harga sangat murah yakni per 1 paketnya dijual sebesar Rp75.000. “Ini tentunya lebih dari setengah harga aslinya yaitu Rp175. 000,” trangnya.

Sekda berharap kegiatan ini dapat menjadi amal baik untuk BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi serta dapat berlanjut di kemudian hari.

Sementara itu Camat Kadudampit, Jenal Abidin yang juga hadir pada kegiatan Pasar Murah tersebut menyampaikan terimakasihnya kepada BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi yang telah membantu meringankan beban ekonomi sebagian masyarakat di wilayahnya.

“Semoga BPJS Ketenagakerjaan dengan masyarakat Kadudampit bisa lebih bersinergi. Dan Isnya-Allah masyarakat Kecamatan Kadudampit akan semakin cinta terhadap BPJS Ketenagakerjaan serta bisa menghimbau untuk bergabung dalam program dan kegiatannya,” ujar Camat.

Dilain pihak, Muroh (67) salah satu peserta BPJS Ketenagakerjaan asal Kampung Babakan Kembar Rt.027/006 Desa Sukamanis, Kecamatan Kadudampit bersyukur atas mendapatkan manfaat dari kegiatan Pasar Murah yang dilaksanakan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi.

“Alhamdulilah, nuhun katampi pisan bantosan pasar sembako murah, mugia kapayun BPJS Ketenagakerjaan lancar," ucap Munaroh dalam bahasanya sendiri yang jika diterjemahkan lebih kurang seperti ini; “Alhamdulillah, terimakasih banyak atas bantuan sembako murahnya, semoga ke depan BPJS Ketenagakerjaan lancer”.


Pewarta : Azis. R
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi Gelar Pasar Murah Ramadhan 1440 H

sukabumiNews, KADUDAMPIT - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi menggelar Pasar Murah Ramadhan 1440 H. Kegiatan dalam bentuk Pasar Murah atau Sembako Murah bagi Masyarakat sekitar Sukabumi ini digelar di halaman Kantor Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Selasa (21/5/2019).

Kepala BPJS Cabang Sukabumi Emir Syarif Ismel mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan di bulan Ramdhan 1440 H ini sebagai bentuk Tanggung Jawab Sosial Lingkungan ( TJSL) BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi.

"Kita sengaja melaksanakan kegiatan pasar murah disini lantaran jumlah yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan disini cukup besar, seperti para petani, posyandu dan yang lainnya sudah terlindungi," ungkap Emir Syarif kepada sukabumiNews saat kegiatan berlangsung.

Emir mengatakan, ada dua jenis BPJS yang kita kenal di Indonesia antara lain yaitu BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

“Khusus untuk masyarakat pekerja, maka diharuskan untuk memiliki dua kartu yaitu BPJS Ketenagakerjaan, dan BPJS Kesehatan supaya mereka lengkap perlindungannya,” jelasnya.

Foto: Para pengunjung Pasar Murah yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi di halaman Kantor Kecamatan Kadudampit, (21/5/2019). --  
Diinformasikan bahwa kegiatan Pasar Sembako Murah ini adalah kegiatan yang pertama dilaksanakan di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi.

Dalam pelaksanaannya pihak BPJS menyebar 800 kupon paket sembako murah. “Namun dikarenakan ada tiga wilayah, jadi kita bagi untuk Kabupaten Sukabumi sebanyak 500 kupon, dan sisanya untuk wilayah Kota Sukabumi dan Cianjur,” terang Emir Syarif.

Adapun kebutuhan yang disediakan dalam Pasar Sembako Murah ini terdiri dari satu paket berisi beras 5 kg, gula 2 kg, minyak goreng 4 ltr, teh celup isi 25 (satu pc), dan satu botol kecap manis.

Satu paket yang seharusnya dijual Rp175 ribu itu pada kegiatan yang digelar BPJS Cabang Sukabumi kali ini hanya dijual seharga Rp75 ribu.

“Semoga apa yang kita berikan untuk masyarakat Kadudampit bisa bermanfaat. Kami juga mohot maaf karena kami belum bisa memberikan paket sembako secara menyeluruh,” pungkas Kepala BPJS Cabang Sukabumi itu.

BACA juga: Sekda Iyos Apresiasi Kegialatan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi



Pewarta : Azis. R
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Puluhan PMI di Kebonpedes Ikuti Pelatihan Mobile Training Unit

Puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) mengikuti pelatihan Migran Indonesia melalui Mobile Training Unit (MTU) di Aula Desa Jambenenggang, Senin (20/5/2019). [Foto: Rio BG/sukabumiNews]
-- 
sukabumiNews, KEBONPEDES - Puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes Kabupaten Sukabumi mengikuti pelatihan Migran Indonesia melalui Mobile Training Unit (MTU) di Aula Desa Jambenenggang, Senin (20/5/2019).

"Pelatihan di bidang menjahit bagi purna PMI ini dimaksud untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja, sehingga mereka akan mampu membuat lapangan pekerjaan dan tidak kembali bekerja ke luar negeri," terang Kepala Bidang (Kabid) Bina Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi, Agus Ernawan kepada sukabumiNews via selulernya.

Agus menambahkan, pelatihan purna PMI ini juga dimaksud untuk menyiapkan purna PMI yang terampil dan produktif serta dapat memanfaatkan hasil kerja yang didapat selama bekera di luar negeri untuk kegiatan produktif dalam bentuk wirausaha.

"Sehingga mereka diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya serta dapat membantu menciptakan kesempatan kerja di lingkungan sekitarnya," tuturnya.

Agus menungkapkan, kepulangan PMI dari luar Negeri membawa masalah tersendiri, lantaran banyak diantara mereka yang tidak bisa memanfaatkan hasil yang diperoleh selama bekerja di luar negeri, untuk hal-hal produktif dalam meningkatkan kesejahteraannya. 

"Hasil yang didapat selama bekerja di luar negeri cenderung digunakan untuk kebutuhan konsumtif. Sehingga timbul keinginan untuk kembali lagi bekerja ke luar negeri," katanya.

Untuk itu tambahnya lagi, Balai Latihan Kerja Pekerja Migran
Indonesia (BLKPMI) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat bersama Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, menggelar pelatihan kewirausahaan bagi para purna PMI Kabupaten Sukabumi.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Jambenenggang, Ojang Sopandi mengatakan, purna PMI merupakan potensi sumber daya manusia yang dapat dikembangkan sesuai dengan keterampilan yang diperoleh selama bekerja diluar negeri.

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, maka diperlukan pembinaan dalam bentuk pelatihan yang dapat membekali dan mengarahkan purna PMI supaya menjadi wirausahawan.

"Melalui pelatihan ini diharapkan puluhan purna PMI dapat meningkatkan kualitas sumber daya dengan memiliki keterampilan menjahit yang dapat dijadikan sebagai modal dasar untuk mendapatkan pekerjaan atau membuka lapangan usaha mandiri sebagai wirausaha," ujar Kades.

Melalui upaya pelatihan ini kades juga berharap dapat mengurangi permasalahan pengangguran dan kemiskinan. "Guna mendukung sarana dan prasarana kewirausahaan purna PMI ini, kami akan melakukan koordinasi dengan pemerintah untuk meminta bantuan mesin jahit," pungkasnya. 


Pewarta : Rio Bagja Gumilar
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, May 20, 2019

Redaksi sukabumiNews

Ponpes Dzikir Al-Fath Gelar Mukhoyyam Al-Qur'an Priode ke 6 Tingkat SMP dan SLTA

Para Peserta Mukhayyam Al-Qur'an priode ke 6 tingkat SMP dan SLTA saat mendengarkan arahan Pimponpes Dzikir Al-Fath, KH. Fajar Laksana. (Foto: Azis R/sukabumiNews)
-- 
sukabumiNews, GUNUNGPUYUH - Pondok Pesantren (Ponpes) Dzikir Al-Fath yang berada di Jln. Merbabu Perum Gading Kencana Asri Kelurahan Karangtengah Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi JawaBarat, kembali menggelar Acara Mukhoyyam (perkemahan) Al-Qur'an periode ke-6 tingkat SMPdan SLTA.

Acara yang dilaksanakan mulai Ahad (19/5) hingga Sabtu (25/5/2109) ini digelar di Aula Syekh Quro Pondok Pesantren tersebut.

Penanggung Jawab Acara Dede Setiawan, SE, MM. mengatakan, Mukhoyyam Al-Qur'an ini diperuntukan untuk Santri Baru tingkat SMP dan SLTA sebagai Adaptasi guna membiasakan diri dengan seperangkat peraturan Pesantren selama seminggu.

"Ini sebagai bentuk latihan Santri Baru dalam membiasakan diri dengan peraturan Pesantren,” jelas Dede Setiawan kepada sukabumiNews, Senin (20/5/2019).

Adapun tambah Dede, pesertanya saat ini datang dari berbagai daerah seperti Sukabumi, Jakarta, Tangerang, Tasik, dan daerah lain di Jawa Barat, bakan ada juga peserta yang datang dari luar provinsi.

Dijelaskan Dede, legiatan tersusun secara spesifik selama 24 jam sebagai evaluasi setiap harinya. Dia juga menambahkan bahwa Mukhoyyam Al-Qur'an ini berbeda dengan yang lain karena ter'integrasi antara kegiatan indoor dan outdoor.

"Yang membedakan kegiatan Mukhoyyam Al-Qur'an di Pesantren Dzikir Al-Fath dengan yang lain adalah Susunan Pencapaian Target yang jelas, ditambah acara out door seperti Ngaos On The Street, Arabic and English Fun Games serta latihan keterampilan bela diri Silat," terangnya.

Sementara itu Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath KH. Fajar Laksana menyambut baik kedatangan Peserta Mukhoyyam Al-Qur'an periode keenam tersebut dengan mempersiapkan pembiasaan-pembiasaan Ala Pesantren melalui metode Seven Habits For Islamic Character Building (Tujuh Kebiasaan dalam Membangun Akhlak yang Mulia).

"Kami menyambut baik kedatangan Peserta Mukhoyyam Al-Qur'an ini, karena mereka merupakan Agent of Change yang akan kami bina dan didik dengan Tujuh Kebiasaan dalam membangun akhlak mulia melalui rumus 4S2T1D, yakni Sholat, Shaum, Shodakoh, Sholawat, Tadarrus, Tafakkur, dan Dzikrullah,” ucapnya.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Sebuah Rumah di Nyalindung Ludes Terbakar Saat Ditinggal Pemiliknya

sukabumiNews, NYALINDUNG Sebuah rumah di Kampung Nyalindung Kampas  RT 03/02 Desa Nyalindung Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ludes dilalap si jago merah pada Senin (20/5/2019) sekira pukul 10.00 Wib.

"Saat kejadian, pemilik rumah yaitu Gandi sekeluarga sedang ke luar rumah," kata saksi mata Asep.

Pantauan sukabumiNews di tempat kejadian, warga berhamburan membantu memadamkan api. Dengan alat seadanya seperti ember dan baskom, bahkan ada yang menggunakan panci, mereka berupaya memadamkan api agar tidak merembet ke rumah tetangga sebelahnya.

“Namun lantaran cuasa sedang panas dan bangunan terbuat dari kayu dan bilik bambo, dengan cepat api melalap rumah Gandi hingga tak bersisa, tambah Asep.

Kebakaran diduga akibat adanya pertemuan arus pendek listrik. "Sepertinya korslet listriknya," tutur Asep.

Tida ada korban jiwa dalam insiden ini lantaran saat kejadian berlangsung, Gandi si pemilik rumah beserta keluarganya tiak berada di tempat. Namun demikian akibat kejadian tersebut kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.


Pewarta: Jaka S
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, May 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudy Sufahriadi Himbau Supaya Masyarakat Jangan Ikut People Power

Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudy Sufahriadi saat berkunjung ke Ponpes Dzikir Al-Fath di Kota Sukabumi. Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Sukabumi Andri S Hamami dan MUI Kota Sukabumi. (Foto: Azis R/sukabumiNews)
-- 
sukabumiNews, GUNUNGPUYUH – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudy Sufahriadi melaksanakan Agenda silaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Dzikir Al-Fath yang berada di wilayah Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunumgpuyuh Kota Sukabumi, Jawa Barat, Ahad (19/5/2019).

Momen ini menjadi momen pertama Kapolda Jawa Barat bersilaturahmi dengan Pilpinan Pondok Pesantres Dzikir Al-Fath, KH. Fajar Laksana bersama seluruh santri di Ponpes tersebut.

Hadir pada Kunjungan Kapolda Jabar itu Wakil Wali Kota Sukabumi, Andri S Hamami, MUI Kota Sukabumi beserta undangan lainnya.

Pada kesempatan ini Kapolda jawa Barat meminta supaya semua elemen bisa menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Sukabumi khususnya terutama menjelang pengumuman KPU RI.

"Pertama saya datang ke Sukabumi untuk bersilaturahmi serta memperkenalkan diri, atas takdir Allah Swt saya diamanahkan untuk menjadi Kapolda di Jawa Barat," ucap Irjen Pol Rudy Sufahriadi kepada wartawan di lokasi kunjungan.

Irjen Polisi Rudi Sufahriadi mengatakan akan melakukan diskusi bagaimana mengamankan situasi seperti sekarang ini.

"Pada tanggal 22 Mei 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, akan mengumumkan hasil Pemilhan Presiden yang dilaksanakan pada tanggal 17 April lalu," tambah Kapolda.

Dia menjelaskan bahwa di media sosial sering disampaikan wacana mengenai isu People Power. Menurutnya, jelas itu tidak menguntungkan bagi keamanan di Jakarta, bahkan bagi seluruh Bangsa Indonesia lantaran sudah ada Konstitusi.

"Makanya kita melakukan diskusi langkah apa yang harus dilakukan dengan baik di daerah-daerah, seperti di pondok pesantren, Wakil Wali Kota dan dengan semua pihak. Mudah-mudahan Indonesia lebih baik,” jelas Kapolda.

Irjen Polisi Rudy Sufahriadi juga menghimbau kepada semua kalangan dan masyarakat agar tidak ikut-ikutan dengan wacana People Power tersebut. Dengan demikian, lanjut Dia, Insya Allah potensi People Power di Jawa Barat akan baik-baik saja.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Ratusan Santriwati Pondok Modern Assalam Sukabumi Ikuti Buka Bersama dengan Segenap Dewan Guru

Alumnus Cum Laude dari Universitas Al-Ahgaff Yaman Ust. Muhammad Idris, Lc., saat berceramah di hadapan lebih dari 800 Santriwati dan Segenap Dewan Guru menjelang dilaksanakannya Buka Puasa Bersama di Aula Ponpes Modern Assalam, Ahad (19/5/2019). Foto: Isman Safa
-- 
sukabumiNews, WARUNGKIARA - Ratusan Santriwati bersama Dewan Guru Pondok Pensantren (Ponpes) Modern Assalam Mengegelar Iftor Shoimil Jama'i (Buka Bersama) di Gedung Alua Ponpes Jln. Pelabuhan II Km 29 Kp. Sukaraharja Desa Sukaharja Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (18/5/2019).

"Pondok Pesantren Modern Assalam yang merupakan Salah satu Pondok Alumni Darussalam Gontor Ponorogo melaksanakan acara rutin di Bulan Suci Ramadhan yaitu Buka Puasa Bersama guna mempererat tali persaudaraan antara Santri dan Segenap Dewan Guru," ujar Pimpinan Pondok Modern Assalam Ust. Encep Hadiana, S.Pdi, M.Si.,.kepada sukabumiNews di sela-sela acara.

Pimpinan Ponpes Modern Assalam itu juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada Segenap Panitia yang telah berupaya menyelenggarakan Acara tersebut.

"Kami sangat berterima kasih kepada Segenap Panitia yang telah mensukseskan acara Buka Bersama yang dihadiri oleh lebih dari 800 Santriwati dan Segenap Dewan Guru," ungkapnya.

Selain mendoakan para Muaqif (Pewakaf) yang telah memperjuangkan berdirinya Assalam sebagai wujud nyata dalam mengisi Kemerdekaan Indonesia, Ust. Encep juga menghimbau kepada seluruh kader untuk tetap meneruskan perjuangan Pendiri Pondok dalam rangka mencerdaskan kehidupan anak bangsa.

"Berdirinya Pondok ini tidak terlepas dari perjuangan Muaqif Pondok dalam memperjuangkan Eksistensinya di Dunia Pendidikan. Maka, sepatutnya kita mendoakan mereka yang telah mengorbankan harta, tenaga bahkan nyawa untuk mewujudkan pondok yang saat ini kita nikmati Bersama,” jelas Ust. Encep.

Ustad Encep juga berpesan kepada seluruh kader-kader umat agar tidak bosan untuk tetap berbuat baik dengan cara meneruskan perjuangkan para Pendiri Pondok dalam mencerdaskan anak bangsa dan membesarkan nama Almamater dimanapun dan kapanpun para santrinya berada.

Hadir dalam acara buka puasa bersama tersebut seorang Alumnus Cum Laude dari Universitas Al-Ahgaff Yaman Ust. Muhammad Idris, Lc., sebagai Pembicara Tunggal. Dalam kesempatan pidatonya Ia menyampaikan tentang nikmat Allah SWT yang saat ini semua orang dapat merasakannya yakni nikmat melaksanakan Ibadah Puasa di Bulan Suci Ramadhan.

"Saat ini kita sedang merasakan Salah satu nikmat Allah SWT yang merupakan Rukun Islam ke 3 yakni Puasa. Maka sebagai seorang Mu'min sudah seharusnya mengetahui maksud dan tujuan daripada puasa tersebut. Maka dengan pengetahuan serta tujuan kita melaksanakan Puasa, semoga akan lebih menguatkan niat serta mujahadah kita dalam belajar dan meneruskan perjuangan para pendiri Pondok Modern Assalam ini,”.papar Muhammad Idris, Lc Alumnus Al-Ahgaff Yaman, mengakhiri pidatonya.


Pewarta: Isman Frie R Syafa
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi Didampingi Lsm Bareta Serahkan Bantuan kepada Penyandang Disabilitas

Foto: Ketua Umum Lsm Bareta E. Ruhyana (ketiga dari kiri) disusul Wakil manager BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi, Handi bersama salah seorang penerima bantuan Kursi Roda. (dok. Azis R/sukabumiNews) 
-- 
sukabumiNews, CIKOLE - Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi, didampingi Lsm Bareta dan Relawan Sang Prabu secara Simbolis memberikan bantuan kepada penyanding Disabilitas berupa Kursi Roda. Penyerahan bantuan dilaksanakan langsung di Kantor BPJS Cabang Sukabumi Jln. R. Syamsudin, SH., Sabtu (18/5/2019) kemarin.

Penata Madya Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi, Handi Tri Rouliardi mengatakan, kegiatan yang dilaksanakannya sudah merupakan agenda rutin tahunan yang digelar.

“Sudah selayaknya BPJS Kerenagakerjaan Cabang Sukabumi bisa dirasakan oleh berbagai lini, khususnya untuk penyadang disabilitas di Sukabumi,” ucap Handi kepada sukabumiNews di sela-sela kegiatan.

"Untuk tahun ini kita memberikan bantuan berupa Alat Bantu Dengar, Tongkat dan 150 buah Kursi Roda untuk untuk diberikan kepada saudara kita penyandang Disabilitas di berbagai wilayah Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi," tambahnya.

Handi berharap, program yang dilakukannya dapat mendukung terciptanya kesetaraan bagi para penyandang difabel. Dia juga berharap kegiatan seperti ini bisa mengispirasi masyarakat lain untuk meningkatkan kepedulian terhadap penyandang disabilitas sehingga ada peningkatan kesejahteraan.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya kegiatan ini terutama kepad Ketua Umum Lsm Bareta Indonesia E. Ruhyana beserta jajaran yang sudah mendampingi dan mengkawal penyerahan alat bantu untuk penyandang Disabilitas ini," imbuhnya.

Sementara itu Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Evakuasi Tanggap Bencana Indonesia (Lsm Bareta) E. Ruhyana mengapresiasi kepada kegiatan yang dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi.

“Hal ini merupakan bentuk langkah kepedulian terhadap sesama. Semoga kegiatan sosial untuk membantu masyarakat yang tidak mampu bisa bermanfaat,” ujar Ruhyana seraya berharap, “semoga pula BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi dengan Lsm Bareta bisa semakin kuat bersinergi.”

Pewarta: Azis R.
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Pererat Silaturahmi antar Insan Pers, Komunitas Wartawan GPS Gelar Bukber

Foto: Buka bersama komunitas wartawan  Gabungan Pers Sukabumi (GPS)
-- 
sukabumiNews, CIBADAK - Demi mempererat tali silaturahmi antar Insan pers, komunitas wartawan  Gabungan Pers Sukabumi (GPS), termasuk didalamnya wartawan dari berbagai media Cetak, Online dan Elektronik menggelar buka bersama (bukber) di bulan Ramadhan 1440 H.

Silaturahmi dengan bukber tersebut digelar di salah satu Rumah Makan yang berlokasi di Kampung Nagrak, Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Sabtu (18/05/19).

"Acara buka bersama ini kami lakukan untuk lebih mempererat hubungan silaturahmi antar insan pers di bulan suci Ramadhan ini," ungkap Ketua GPS, Budi Arya kepada sukabumiNews disela acara.

Budi mengatakan selain silaturahmi dan bukber, juga membahas program kerja komonitas GPS khusunya di bidang perberdayaan ekonomi dan sosial. 

"Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan kita bisa mendirikan koperasi bagi rekan-rekan wartawan, atau bahkan kita juga bisa bekerjasama dengan Finance Leadership Development Program (PFLDP) untuk mengambil kredit perumahan yang di subsidi," katanya.

Budi juga berharap, kedepan, Komunitas GPS menjadi wadah yang lebih besar, solid, maju, sejahtera dan memperjuangakan aspirasi masyarakat kepada Pemerintah.

Di tempat yang sama, salah seorang wartawan Koran Sinar Pagi, Herlan yang biasa dipanggil Bang Kumis, mengapresiasi adanya kegiatan yang dilakukan seperti oleh Komunitas GPS kali ini.

"Mudah-mudahan dengan kegiatan seperti ini bisa lebih mempererat tali silaturahmi sesama wartawan, dan semoga Komunitas GPS semakin besar serta solid demi terciptanya wartawan yang kreatif, berkarya dan berkualitas," harap Bang Kumis mengakhiri obrolannya.


Pewarta : Karim R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, May 18, 2019

Redaksi sukabumiNews

Tim Kuasa Hukum Habib Mustofa akan Usut Tuntas Kecurangan KPU Kota Sukabumi

Foto: Kuasa Hukum Habib Mustofa, Saleh Hidayat, SH. Saat diwawancarai wartawan, Sabtu (18/5) --  
sukabumiNews, CISAAT - Kecurangan yang dilakukan oleh penyelenggara Pemilu terhadap suara Habib Mustofa Alhabsy, SE. atau HMA, caleg DPR RI Nomor Urut 3 dari Partai Gerindra Dapil Kota dan Kabupaten Sukabumi akhirnya di ungkap Tim Kuasa Hukum HMA, Saleh Hidayat, SH.

“Berdasarkan keputusan Badan Pengawas Pemilu Jawa Barat (Bawaslu Jabar), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran administrasi Pemilu,” ungkap Saleh Hidayat kepada wartawan dalam konferensi Pers yang digelar di kantornya, Sabtu (18/5/2019).

Menurut Saleh, menyikapi hal tersebut Tim Caleg DPR RI Nomor Urut 3 dari Partai Gerindra Dapil Kota dan Kabupaten Sukabumi, Habib Mustofa Alhabsy akan mengungkap fakta-fakta kecurangan yang telah terjadi.

Saleh mengatakan, keputusan Bawaslu Jabar menjadi dasar baginya untuk melakukan upaya hukum lebih lanjut.

"Ditafsirkan ada dua kesalahan KPU Kota Sukabumi, diantaranya kesalahan administratif human error, salah hitung, kesalahan catat, mungkin karena rumitnya sistem perhitungan atau karena faktor kelelahan,” kata Saleh.

Yang kedua, tutur Saleh, tidak menutup kemungkinan kesalahan yang dilakukan oleh KPU Kota Sukabumi adalah bentuk rekayasa yang dilakukan secara sistemik dan ini merupakan pelanggaran pidana pemilu..

"Kami selaku Kuasa Hukum dan Tim Mustofa telah mengantongi bukti-bukti yang akurat dan cukup kuat. Apabila KPU Kota Sukabumi tidak segera melakukan perubahan data serta mengembalikan klain kami yang seharusnya terpilih pada saat rekapitulasi, maka upaya hukum tindak pidana akan kami lakukan," tegasnya. 

Saleh menambahkan, berdasarkan tahapannya melalui Sentra Gakkumdu Bawaslu Provinsi, Bawaslu RI dan setelah melakukan pelaporan ke Sentra Gakkumdu Bawslu RI, maka pihaknya akan menindak lanjuti temuan ini dengan melaporkannya ke Polres Sukabumi Kota, Polda jabar atau ke Bareskrim Polri.

“Dan kami selaku kuasa hukum HMA akan menempuh jalur tersebut,” jelas Saleh Hidayat.

Berdasarkan hasil analisa tim yang telah dipelajarinya, Saleh menduga adanya pemanfaatan penggelembungan suara di 7 Kecamatan wilayah Kota Sukabumi serta penggunaan daftar pemilih tambahan dan daftar pemilih khusus yaitu 100 persen ada diangka 8.171. Sementara data yang kita pelajari,.untuk Kabupaten Sukabumi hanya di angka 4000.

"Artinya 100 persen pemilih tambahan yang telah di sediakan dengan aturan 2 persen setiap TPS itu semua datang ke TPS inilah yang irasional, secara normatif hukum boleh dan ini yang kita patut curigai selisih klain kami dengan calon partai tertentu," tutur Saleh.

Salah satu bukti kecurangan yang dilakukan KPUD Kota Sukabumi, ungkap Saleh, yaitu adanya coretan dan ada perubahan dari C1 plano ke DA1 dengan alasan salah tulis, lalu dari data DPTB, DPK dia kosong dan pas masuk ke data hak pilih DPTB serta DPK ada. Kemudian dari DA1 nya juga ada.

“Seandainya dari DPTB, sebelum ada hak pilih, harus ada DPTB dulu yang diatas, nah ini ko tiba-tiba ada di bawah sama DA1. Kemudian yang kedua dari data C1 DPTB, DPK, DPT disitu semua kosong tidak ada pemilih lalu kita samakan dari DA1 dari Kelurahan disitu tercatat 100 lebih. DPT inilah sebagi buktinya,” beber Saleh mengakhiri keterangannya.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Bocah 8 Tahun Penderita Tumor Lidah Asal Curugkembar Ini Butuh Uluran Pemerintah

Butuh uluran masyarakat terutama pemeritah untuk membantu meringankan biaya penyembuhan bagi penyakit yang diderita bocar berusia 8 tahun, anak dari pasangan Juheri (59) dan Siti (47) warga yang berasal dari kampung Mekar Wangi Rt. 001/004 Desa Tanjungsari, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini ini lantaran keluarganya termasuk keluarga kurang mampu.
sukabumiNews, CURUGKEMBAR - M. Rais Pratama Rijik (8) Bocah penderita Tumor Lidah, kondisinya saat ini sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, penyakit kangker lidah yang dideritanya semakin hari kian membesar.

Butuh uluran masyarakat terutama pemeritah untuk membantu meringankan biaya penyembuhan bagi penyakit yang diderita bocar berusia 8 tahun, anak dari pasangan Juheri (59) dan Siti (47) warga yang berasal dari kampung Mekar Wangi Rt. 001/004 Desa Tanjungsari, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini ini lantaran keluarganya termasuk keluarga kurang mampu.

Siti, Ibunda Rais mengatakan, penyakit yang diderita anaknya berawal ketika Rais merasakan gatal-gatal di bagian lidah lalu di bawanya berobat ke Puskesmas terdekat. “Ini dilakukan sekitar tanggal 15/11/2018 lalu,” terang Siti kepada sukabumiNews, Sabtu (18/5/2019).

"Dalam kurun satu bulan sepulangnya berobat dari puskesmas, penyakit Rais tak kunjung sembuh yang ada semakin parah dan Rais sudah pernah dibawa ke tiga Rumah Sakit (RS), yaitu RS. Syamsudin, SH (Bunut), RS. Hermina dan RS. Hasan Sadikin Bandung dengan menggunakan Kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kelas III yang berbayar premi bulanannya," ungkap Siti.

Siti juga mengaku, Juheri (59) sebagai suaminya adalah seorang buruh tani yang berpenghasilan pas-pasan. Oleh karenanya disebabkan keterbatasan ekonomi, untuk mengobati penyakit yang diderita anaknya, Siti menggunakan Kartu BPJS Kesehatan Kelas III yang berbayar perbulan, “karena selama ini keluarga kami belum mendapatkan Kartu Indonesia Sehat yang diberikan oleh  Pemerintah bagi Masyarakat tidak mampu secara Gratis,” jelas nya.

Siti berharap Agar Pemerintah Kabupaten Sukabumi memberikan bantuan untuk pengobatan Rais dan menginginkan Kartu BPJS yang ia miliki di rubah menjadi BPJS Non bayar atau Gratis.


Pewarta: Azis. R
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close