Breaking
loading...
Showing posts with label sukabumi. Show all posts
Showing posts with label sukabumi. Show all posts

Monday, June 24, 2019

Redaksi sukabumiNews

Partai Gerindra akan Usung Kader Sendiri di Pilbup Sukabumi 2020

sukabumiNews, GUNUNG PUYUH - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra, Yudha Sukmagara memastikan, Gerindra akan mengusung kader partainya di ajang pemilihan bupati (pilbup) Sukabumi 2020 mendatang.

Hal itu diungkapkan Yudha saat sambutan pada acara Halal Bihalal Forum Relawan Prabowo Sandi yang dilaksanakan di salah satu hotel di Jln. Bhayangkara, Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Ahad (23/6/2019) malam tadi.

BACA:

“Partai Gerindra memperoleh 9 Kursi di DPRD Kabupaten Sukabumi, Jadi cukup jika kita mengusung kader sendiri sebagai calon bupati pilbup Sukabumi 2020 mendatang,” ucap Yudha.

Adapun mengenai siapa yang akan diusung,Yudha belum memastikan lantaran partainya belum melakukan penjaringan untuk nantinya bisa menghasilkan seorang figur kandidat kontestasi pilkada.

Pastinya jelas Yudha, partai Gerindra ingin mempunyai calon yang terbaik untuk bisa memenangkan kontestasi pilkada.

Yudha menjelaskan, pada pileg 2019 lalu Partai Gerindra memperoleh 9 Kursi di DPRD Kabupaten Sukabumi, 2 kursi DPRD Provinsi Jawa Barat, dan 1 kursi DPR RI.

"9 kursi diraih oleh Partai Gerindra, berarti sudah dipastikan bahwa Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi akan di pimpin oleh Partai Gerindra,” katanya.

Karena 72 persen ini milik kita semua, tambah Yudha, dan ada bentuk dukungan dari semua relawan akan berapiliasi kepada pasangan 02, maka Partai Gerindra  mengaku merasa terhormat menjadi bagian dari apiliasi dari para semua relawan ini.

“Semua ini merupakan karunia yang diberikan oleh Allah Swt bahwa masyarakat kabupaten sukabumi menginginkan kita, Alhamdulilah !,” ungkap Yudha. 

“Kami berkomitmen kami adalah milik bapak dan ibu, dan akan mendengarkan aspirasi semua masyarakat,” tandasnya.


Yudha mengaku, pihaknya mendengar bahwa semua para relawan pendukungnya akan terus bersama-sama untuk menciptakan kondisi politik di Kabupaten Sukabumi.

"Pemilihan bupati tahun 2020 ini merupakan strategi besar yang kalau saja orang mendengar pasti semua akan merinding." Tutupnya.

Di akhir sambutannya, Dia mohon do'a dan restu supaya selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam membawa dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Sukabumi dan Bangsa Indonesia pada umumnya.

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Forum Relawan Probowo Sandi Sukabumi Raya Gelar Halal Bihalal Syawal 1440 H

sukabumiNews, GUNUNGPUYUH - Forum Relawan Sukabumi Raya menggelar silaturahmi dan Halal Bihalal Syawal 1440 Hijriyah. Acara yang mengambil tema “Satukan Tekad untuk Rakyat Berdaulat” ini digelar di salah satu Hotel yang berlokasi di Jln. Bhayangkara Kelurahan Keramat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada Ahad (23/6/2019) sore.

"Halal Bihalal antar semua relawan Prabowo Sandi Sukabumi Raya ini tidak lain untuk mempererat tali silaturahmi, dimana semua relawan bisa bersatu dalam pemikiran yang sama dalam kontek kebersamaan dan turut serta dalam membangun demokrasi yang adil, baik secara nasinal maupun di setiap daerah," ucap Ketua Panitia Yana Sam, SE., kepada sukabumiNews usai acara.

Yana Sam mengatakan, relawan 02 ini sudah saatnya memberikan eksistensi atau gairah yang menggelora demi mendukung pemerintah berdaulat pro rakyat seperti yang tertuang dalam tema Halal Bihalal tersebut.

Yana juga berpesan kepada para relawan agar relawan ini jangan sampai seolah tidak nampak atau organisasi tanpa bentuk. “Kita harus tunjukkan bahwa kita masing-masing mempunyai atribut serta kita tetap eksis untuk membangun Kota dan Kabupaten Sukabumi," tegas Yana.

Ketua DPD Sang Prabu E. Ruhyana saat menandatangani Fakta Integritas.
Pada Kesempatan itu Forum Relawan Sukabumi Raya juga menandatangani dan membacakan Pakta Integritas sebagai bentuk kebersamaan untuk menjalin lebih erat antar sesama relawan guna mendukung kemajuan dan pembangunan di sukabumi. Semua relawan juga menyatakan bahwa mereka bersedia mendukung serta menyukseskan Pilbup atau pun Pilkot yang akan datang.

BACA Juga:
PartaiGerindra akan Usung Kader Sendiri di Pilbup Sukabumi 2020

Sementara itu terkait permasalahan gugatan keberatan atas hasil pilpres 2019 oleh pasangan 02 (Prabowo-Sandi) yang saat ini tengah disidangkan di Mahkamah Konstitusi (MK), para relawan sepakat akan menerima hasil keputusan akhir yang diputuskan olah MK.

“Apabila MK memberikan keputusan yang tidak berdasar dan keberpihakan kami pun pastinya merasa kecewa,” ungkap Ketua DPP Relawan Sang Prabu E. Ruhyana.

Meski pada intinya, tambah E Ruhyana, pihaknya akan taat pada aturan Hukum dan Undang-Undang yang berlaku.

Turut hadir pada acara Halal Bihalal tersebut Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara dan Anggota Dewan dari Parta Gerindra terpilih pada pileg 2019.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, June 21, 2019

Redaksi sukabumiNews

Pemkot Sukabumi Terus Giatkan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah

Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi ketika memimpin gerakan Shalat Subuh berjamaah di Masjid Agung Kota Sukabumi.
Dorongan terhadap gerakan shalat Subuh berjamaah ini dapat memberikan keberkahan, menguatkan silaturahmi dan mengokohkan ketaatan kepada Allah SWT.

sukabumiNews, CIKOLE – Pemerintah Kota Sukabumi terus menggiatkan gerakan shalat subuh berjamaah di masjid. Hal ini dilakukan untuk mendorong lahirnya keberkahan dengan semarak kegiatan ibadah di masjid.

‘’Pemkot berkomitmen untuk terus mendorong gerakan shalat subuh berjamaah di masjid,’’ ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi ketika memimpin gerakan shalat subuh berjamaah di Masjid Agung Sukabumi, Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada Jumat (21/6).

Fahmi menjelaskan, dorongan terhadap gerakan shalat Subuh berjamaah ini dapat memberikan keberkahan, menguatkan silaturahmi dan mengokohkan ketaatan kepada Allah SWT.

Fahmi juga mengungkapkan, gerakan yang digiatkan Pemkot Sukabumi ini dilaksanakan tiga kali dalam sepekan.

“Pertama pada setiap Jumat di Masjid Agung Sukabumi dan Sabtu berkeliling ke masjid di tujuh kecamatan. Terakhir dilakukan setiap Ahad di Masjid Al Ikhlas Pemkot Sukabumi,” ungkap Fahmi.

Progam ini juga, terang Fahmi, didorong agar masjid ramai dengan kegiatan ibadah, lantaran bila masjid makmur dan ramai dengan kegiatan ibadah maka akan memberikan keberkahan pada suatu kota. “Oleh karena itu sudah selayaknya pemerintah daerah mendorong warga untuk mengikuti gerakan tersebut,” terangnya.

Wali Kota Sukabumi merasa, semarak gerakan shalat shubuh berjamaah mulai terasa karena mendapatkan respon positif dari warga.

“Pada Jumat pagi ini misalnya jamaah shalat shubuh yang datang terutama dari aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Sukabumi dan warga sekitar selalu memenuhi masjid,” jelasnya.

Kondisi tersebut kata Fahmi, harus terus dipertahankan agar setiap waktu shalat warga bisa menjalankan sahalat berjamaah di masjid. Tujuannya, yakni untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dengan cara memakmurkan masjid.

Dalam momen tersebut, wali kota juga menyampaikan informasi dan harapan kepada masyarakat mengenai proses penerimaan peserta didik baru (PPDB), rencana kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Hadir dalam kesempatan itu Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, Plt Sekda Kota Sukabumi Saleh Mabkbullah, dan para aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Sukabumi serta warga sekitar.


Pewarta: Telly NR
Editor: AM.
Copyright © Humas Protokol Sukabumi Kota
Redaksi sukabumiNews

Wali Kota Sukabumi Tandatangani Rencana Aksi Pencegahan Korupsi

Wali Kota Sukabumi , H. Achmad Fahmi menandatangani Rencana Aksi Pencegahan Korupsi. (Foto: dok. Humas Protokol Sukabumi Kota)  
sukabumiNews, CIKOLE – Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi melakukan penandatanganan dokumen rencana aksi daerah Pemkot Sukabumi tahun 2019/2020 di Ruang Pertemuan Balai Kota Sukabumi, Kamis (20/6) sore. Hal ini sebagai bagian dari rencana aksi daerah dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi Pemerintah Kota Sukabumi 2019/2020.

Penandatanganan dokumen rencana aksi Pemkot Sukabumi yang dilakukan oleh Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi ini disaksikan langsung oleh tim koordinasi, supervisi dan Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wilayah Jawa Barat. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami dan Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi Saleh Makbullah.

''Saya bersyukur pada hari ini rencana aksi pencegahan korupsi ditandangani dan disepakati,'' ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dalam sambutannya. Hal ini sebagai bentuk komitmen menjaga rumah besar Pemkot Sukabumi termasuk satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang membuat komitmen.

Menurut Fahmi, yang sulit adalah melaksanakan komitmen dan diharapkan tetap menjaga komitmen dalam pencegahan korupsi. Jangan sampai justru yang bermasalah ketika anggota keluarga Pemkot Sukabumi malah tidak menjaga komitmen tersebut.

Penandatanganan aksi pencegahan korupsi ini ungkap Fahmi menjadi bekal bagi wali kota dan wakil wali Kota Sukabumi dalam menjaga komitmen kebersamaan. Sebabnya sejak awal ditekankann pentingnya kolaborasi dan sinergi serta saling mengingatkan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan sesuai aturan.

''Amanah dipegang dan dijaga sebaik-baiknya karena yang membanggakan adalah amanah yang dijaga akan menyelamatkan kita bukan mencelakakan atau menghancurkan,'' cetus Fahmi.

Pemkot Sukabumi kata dia akan berkomitmen menjaga Sukabumi dan melakukan perbaikan pelayanan kepada warga. Hal ini karena sudah menjadi harapan agar dikenang sebagai pemerintahan yang memberikan pelayanan terbaik sesuai koridor hukum yang ditetapkan.

''Insya Allah kami akan lakukan komunikasi dan kami mohon dukungan KPK wilayah Jabar untuk berbagi saran dan masukan serta arahan,'' imbuh Fahmi. Targetnya untuk perbaikan dan pencegahan korupsi. Intinya bersama kita bisa, kita kuat dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ketua Tim Koordinasi, Supervisi dan Pencegahan (Kosuga) KPK wilayah Jawa Barat Tri Budi Rochmanto mengatakan, KPK mendorong pencegahan dan pemberantasan koruspi di daerah termasuk di Kota Sukabumi. Caranya dengan menggiatkan sosialisasi dan peningkatan pemahaman mengenai pencegahan korupsi.

Budi menerangkan, ada praktek yang harus dihindari dalam tata kelola pemerintahan. Di antaranya uang ketok palu, alokasi dana pokir karena tidak ada dasar hukumnya dalam hal perencanaan APBD.

Selain itu dicegah upaya intervensi dalam pengadaan barang dan jasa dan perizinan. Hal lainnya yang dicegah yakni jual beli jabatan, fee penempatan pegawai, rotasi dan mutasi. Selain itu dilarang melakukan pungutan atau kutipan kepada bawahan maupun memberi atau menerima suap dan gratifikasi dan melakukan pemerasan.

Intinya kata Budi, perlu ada pemahaman bersama dari pemerintah daerah agar maksimal dalam hal pencegahan dan pemberantasan korupsi.


Pewarta: Humpro.sukabumikota
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, June 20, 2019

Redaksi sukabumiNews

Partai Demokrat akan Usung Adjo Sardjono jadi Cabup Sukabumi 2020

Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono dan Partai Demokrat.  
sukabumiNews, SUKABUMI - Pengurus Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat berencana untuk mengusung Adjo Sardjono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi, untuk maju sebagai Calon Bupati (Cabup) pada ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sukabumi tahun 2020 mendatang.

“Rencana tersebut sudah diketahui Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat yang meliputi wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi. Jika tidak percaya, tanya saja sama pak Muraz,” terang Anggota Pengurus Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat, Aldo Andreas kepada sukabumiNews, belum lama ini.

Partai Demokrat menilai, Adjo Sardjono sudah layak maju menjadi Bupati di Kabupaten Sukabumi.

Aldo juga mengatakan, Pilkada Kabupaten Sukabumi tidak akan menarik jika Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono kembali berpasangan dengan Bupati Sukabumi, Marwan Hamami yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati.

“Diatas kertas jika keduanya bisa bersaing dan berpisah di pilkada mendatang, sudah tentu konstalasi politik di Kabupaten Sukabumi akan menarik kita simak karena keduanya merupakan tokoh yang sama-sama cukup berpengaruh,” jelasnya.

Aldo menuturkan, Adjo Sarjono saat ini adalah merupakan Kader Partai Demokrat dimana dirinya kini selalu anggota Majelis Tinggi Daerah. Untuk itu, lanjut Aldo, sesama pengurus partai dia sangat mendukung Adjo untuk mencalonkan diri sebagai Cabup Sukabumi Periode 2020 – 2025.

“Bagi Partai Demokrat, F1 sudah merupakan harga mati dan tak bisa terbantahkan lagi. Terlebih ini merupakan prestasi bagi partai bilamana bisa menjadikan Pak Adjo sebagai F1,” tegasnya.

Adapun, jelas Aldo, dengan partai mana partainya akan berkoalisi nanti, ia akan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak DPP. “Segala sesuatu sudah jelas keputusan tergantung DPP. Tapi kalaupun ada keinginan, kami kepincut untuk menggandeng PKS,” tutupnya.

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Korupsi Rp1,1 Milyar Dua Kades di Kabupaten Sukabumi Divonis 4,5 Tahun Penjara

sukabumiNews, CIBADAK – Dua oknum kepala desa (kades) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang menggerogoti dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) masing-masing divonis 4,5 tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung, Jawa Barat.

Dua oknum Kades tersebut yakni Yosef Lesmana selaku kades Cibuntu, Kecamatan Simpenan dan Kades Pagelaran Kecamatan Purabaya, Enung Nuryadi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) meyakini, kedua Oknum Kades itu secara sah dan terbukti melanggar Pasal 2 dan 3 junto Pasal 18 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang  Nomor 20 Tahun 2001.

“Vonis tersebut sesuai dengan putusan PN Tipikor Bandung bernomor: 23/Pid.Sus/2019/PN. Bdg tanggal 17 Juni 2019,” kata Kepala Kejari Kabupaten Sukabumi, Alex Sumarna melalui Kasi Pidsus, Da’wan Manggalupang, Rabu (19/6/2019) kemarin.

Kasi Pidsus Kejari Cibadak, Da’wan Manggalupang
Dak’wan menjelaskan, selain hukuman kurungan, kepada mereka juga diharuskan harus membayar uang pengganti kerugian

Kepada Kades Yosef selain divonis 4 tahun 6 bulan, dia juga diharuskan membayar denda sebesar Rp200 juta subsider 4 bulan kurungan penjara dan uang pengganti kerugian sebesar Rp551.049.731. Sementara kepada Enung Nuryadi disamping divonis 4 tahun 6 bulan, dia juga juga diharuskan mengganti uang kerugian negara sebesar Rp 636 juta.

“Bilamana terdakwa tidak sanggup membayar dalam jangka waktu satu bulan, maka harta bendanya akan disita dan dilelang guna menutupi uang pengganti. Dalam hal terdakwa tidak memiliki harta untuk uang pengganti, diganti dengan kurungan penjara selama dua tahun,” jelas Da’wan.

Akibat perbuatan yang dilakukan kedua Kades ini Negara telah dirugikan lebih kurang sebesar Rp1,1 Miliyar.

Sementara, Vonis Majelis Hakim ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntu Umum (JPU) Kejari Kabupaten Sukabumi. Sebelumnya mereka masing-masing 6,5 tahun.

Hanya tuntutan nilai uang pengganti dan denda keduanya sudah sesuai dengan tuntutan JPU.



Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, June 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

Gugatan kepada PT SCG Ditolak Hakim, FWSM akan Lakukan Kasasi

sukabumiNews, BANDUNG – Sidang gugatan Forum Warga Sirnaresmi Sukabumi Melawan (FWSM) terhadap PT Semen Jawa Sukabumi – Siam Cement Group (SCG) kembali digelar di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara, (PTUN) Bandung, Jalan Diponegoro, Rabu (19/6/2019).

Pada sidang dengan agenda putusan itu majelis hakim memutuskan menolak sepenuhnya gugatan FWSM.

Sebelumnya, Wakil Ketua FWSM, Eman meyakini bahwa pihaknya akan mendapatkan keadilan melalui gugatan ini. Pasalnya, FWSM menduga, bahwa dokumen yang dimiliki pabrik PT. Semen Ciam Grup bermasalah, lantaran ketika FWSM meminta kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk memberikan dokumen izin pabrik, mereka sangat sulit untuk memberikannya.

"Saya berharap Hakim bisa memberikan keputusan yang seadil-adilnya, sebab bagi saya dan warga sudah jelas meskipun ada sosialisasi tapi warga yang terdampak langsung tidak dilibatkan dan pada sosialisasi juga mereka tidak menyampaikan dampak lingkungan dan dampak sosial tapi nyatanya dampak dari pabrik sangat kami rasakan," ujar Wakil Ketua FWSM Eman kepada sukabumiNews, melalui selulernya.

Sementara itu, Staf Advokasi Wahana Lingkungan Hidup Wayudi Iwang menjelaskan, Hakim menolak Gugatan FWSM kepada PT. Semen Ciam Group (SCG) lantaran ada 6 alasan yang menjadi pertimbanggan Hakim yakni;

1. Bahwa sosialisasi sudah dilakukan dan warga waktu pada sosialisasi tidak ada yang menolak.

2. Dampak lingkungan di anggap tidak ada karena ada hasil Lab dan masih memenuhi ambang baku mutu.

3. Kemacetan dan kerusakan jalan, Hakim menyampaikan di bantah karena ada surat keterangan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kab.sukabumi tidak ada kemacetan.

4. Dampak kesehatan warga masih sulit dibuktikan dari pabrik Itu pertimbangan Hakim
Sikap warga masih tidak merasa adil salah satunya.

5. Proses dan rencana perijinan mereka di anggap tidak melibatkan warga terdampak secara utuh sesuai UU No. 32 tahun 2009 dan Permen Lingkungan Hidup No. 17 tahun 2012 tentang keterlibatan masyarakat terdampak dan

6. Sosialisasi ada namun bukan ke masyarakat terdampak langsung hanya diwakili oleh tokoh dan itu yang warga anggap tidak partisipatif.

“Meskipun Hakim sudah menolak semua Gugatan, kita akan mempersiapkan untuk melakukan Kasasi ke PTUN Jakarta,” tegas Wahyudi Iwang.

Dia menjelaskan, sebagai upaya terakhir, pihaknya akan menindak lanjuti perkara ini ke Mahkamah Konstitusi (MK). Pihaknya juga telah diberikan Memori Kasasi selama satu mingggu, apakah mau Kasasi atau tidak.

“Kalau tidak dilanjut, berarti warga menerima hasil keputusan Hakim,” pungkas Wahyudi.

Sidang yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB itu dihadiri oleh puluhan warga yang tergabung dalan FWSM Desa Sirnaresmi yang dalam hal ini selaku pihak penggugat, Pemerintah Kabupaten Sukabumi selaku pihak tergugat yang diwakili oleh kuasa hukumnya, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi serta tergugat intervensi dari PT. Semen Siam Group (SCG).



Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, June 17, 2019

Redaksi sukabumiNews

Demi Renovasi Mesjid di Lingkungan Sekolahnya, SMAN 1 Nagrak Kumpulkan Infaq dari Para Guru dan Siswa-Siswi

Humas SMAN 1 Nagrak, Willy (seragam Gading) dan Kepsek SMAN 1 Nagrak, Chandra Widihkrama, S.Pd, M.Pd., saat memperlihatkan kondisi Mesjid yang sedang direnovasinya.  
sukabumiNews, NAGRAK – Sekolah Menengah Atas Negeri 1 (SMAN 1) Nagrak yang berlokasi di Jln. Raya Nagrak Utara Rt. 001/001 Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak Utara, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, saat ini sedang melakukan Renovasi Pembangun Mesjid Darul Fikri. Mesjid Darul Fikri merupakan mesjid yang berada di area lingkungan sekolah SMAN 1 Nagrak.

"Karena Mesjid Darul Fikri ini sudah tidak bisa menampung kapasitas jama'ah khususnya siswa-siswi untuk melaksanakan Ibadah Shalat, maka atas inisiatif Pak Willy (Humas Sman 1 Nagrak), lalu bermusyawarah untuk mengumpulkan infaq dari siswa-siswi dan para guru demi merenovasi Masjid ini,” ujar Kepala Sekolah SMAN 1 Nagrak, H. Chandra Widihkrama, S.Pd, M.Pd., kepada sukabumiNews dikantornya, Senin tanggal(17/6/19).

“Alhamdulillah setiap harinya mereka bersedia, ada yang memberikan Rp500, dan Rp1000,” tambah Chandra.

Dia mengatakan, kalau dari 500 murid memberikan Infaq minimal Rp500 saja, hasilnya akan cukup lumayan bisa menambah biaya untuk membantu renovasi.

“Itu pun tidak ada pemaksaan, dan dari orang tua murid juga ada yang menyumbang tapi dalam bentuk inves, namun tidak sesuai dengan kesepakatan yang dibangun dari awal, berarti kan ini secara ekonomi bagi mereka sangat berat," terang Dia.

Lebih jauh Chandra menuturkan, ini merupakan salah satu upaya mengedepankan pendidikan akhlaq untuk siswa-siswi SMAN 1 Nagrak.

Candra juga mengatakan, rencananya Mesjid di lingkungan sekolah yang akan direnovasi ini memiliki luas 800 meter persegi dan berlantai dua. Kapasitasnya bisa menampung sebanyak 500 lebih jama'ah murid dan guru  yang akan melaksanakan Ibadah.

"Untuk sementara semua kegiatan ibadah yang dilakukan oleh murid dan guru dilaksanakan di lapangan, seperti tadarusan, Shalat Duha, Shalat Dzuhur dan Ashar berjama'ah, yakni di lapang basket. Terlebih pada saat melaksanakan Shalat Jum'at, karena jika murid mengerjakannya di luar sekolah,  kita sedikit kesulitan untuk mengontrol siswa,” papar Chandra.

Chandra berharap, Niat baik dan dukungan semua pihak untuk membangun rumah ibadah di lingkungan sekolahnya dengan niat ikhlas, terutama utntuk kemajuan SMAN 1 Nagrak, dicatat oleh Allah menjadi amal shaleh.

Dijelaskan Kepala Sekolah bahwa renovasi sudah berjalan 10 persen yang di mulai pada 27 Mei 2019 kemarin. Dia juga tidak menargetkan kapan renovasi ini akan selesai, lantaran di lihat dari keuangannya.

“Maka dari itu bilamana ada yang mau memberikan bantuan sumbangan dari pihak lain, tentunya kami sangat berterima kasih," tutupnya.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, June 15, 2019

Redaksi sukabumiNews

Puluhan Hektar Sawah Dilanda Kekeringan, Petani di Pajampangan Terancam Gagal Panen, Pemdes Diharap Segera Antisipasi

sukabumiNews, PABUARAN – Memasuki musim kemarau, puluhan hektar lahan  pesawahan di Wilayah Selatan Sukabumi, tepatnya blok Pamijahan Kampung Citaritih, Desa Cibadak, Kecamatan Pabuaran Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilanda kekeringan.

Pantauan sukabumiNews dilapangan, Jumat 7 juni 2019 kemarin, sebanyak kurang lebih 40 hektar sawah di blok Pamijahan yang baru ditanami padi seumur seminggu hingga paling lama satu bulan itu mulai dilanda kekeringan, sehingga petani dipastikan terancam gagal panen dan merugi.

"Karena kekeringan ini, tanaman padi tumbuh tidak sempurna, bahkan banyak tanaman yang mati. Tanah pun mulai mengalami retak-retak karena tidak ada pasokan air. kalau begini terus di pastikan kami akan mengalami gagal panen,” ungkap salah seorang petani RL (inisial) saat ditemui di area persawahan, Jumat (07/06).

“Jika dalam satu bulan kedepan keadaan area pertanian masih mengalami kekeringan, maka kami akan mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Dan kami (para petani) di blok Pamijahan Kp. Citaritih hanya bisa pasrah,” tambahnya.

Para petani berharap pemerintah segera menanggulangi kekeringan yang setiap tahunnya terjadi dan melanda petani di blok Pamijahaan. Sayangnya, tambah RL, dalam hal ini pemerintah desa hanya memperhatikan area sawah di lingkungang dekat rumah kadesnya.

“Sedangkan sawah yang berada di lokasi Citaritih seolah -olah di sisihkan tidak di perhatikan," tuturnya.

Petani di daerah tersebut juga berharap agar kedepan pemerintah membangun saluran irigasi yang memadai, supaya sawahnya kecukupan air hingga di kemudian hari tidak akan mengalami kekeringan dan gagal panen.


Pewarta: Karim R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, June 14, 2019

Redaksi sukabumiNews

Geger, Seorang Satpam Tewas Gantung Diri di Cikembar

Korban tergantung di dahan sebuah pohon (kiti). Korban saat ditolong untuk diturunkan oleh aparat dibantu oleh warga. (foto: Azis R/sukabumiNews)   
sukabumiNews, CIKEMBAR – Geger, seorang pria ditemukan tewas tergantung di ketinggian lebih kurang 1 meter di dahan sebuah pohon dengan leher terjerat seutas tali tambang. Peristiwa ini terjadi di Kampung Cilaksana Bojongkembar Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi Jawa Barat sekira pukul 07.00 Wib, Jumat (14/6/2019) pagi.

"Sekitar pukul 07.00 Wib pagi tadi kami menerima laporan dari warga telah ditemukan sesosok pria tergantung di pohon, kita langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP). kemudian kami membawa ke puskesmas dahulu untuk memastikan apakah masih bernyawa, dan ada luka lainnya atau tidak," ujar Kapolsek Cikembar, AKP. I. Djubaedi kepada sukabumiNews dikantornya, Jum'at.

AKP. I. Djubaedi mengungkapkan, korban diketahui bernama Eda Afriansyah (45) tahun, warga Kp. Cipanas Cikundul Rw. 006 Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.

Menurut Informasi yang dihimpun, sebelum kerjadian, korban mengalami cekcok (perselisihan) dengan istrinya. Setelahnya, korban pergi ke rumah saudaranya di Kp. Cilaksana, Bojongkembar untuk menghadiri acara syukuran.

“Ke-esokan harinya korban sudah tergantung dengan kondisi tali terjerat di lehernya dengan lidah menjulur," terang AKP. I. Djubaedi.


Kapolsek menjelaskan, menurut warganya korban merupakan sosok yang baik dan mudah bergaul, akrab dengan masyarakat. Selain itu, tambah Kapolsek, dia bekerja sebagai Satpam di tempat pemandian Air Panas Cikundul.

Hingga berita ini ditayangkan, Pihak Polsek Cikembar belum bisa memastikan penyebab pasti dari kejadian ini. Pihak keluarga korban  pun tidak menginginkan untuk dilakukan Otopsi, bahkan saat instri korban dimintai keterangan oleh Aparat Kepolisian, ia malah tidak sadarkan diri.

“Dugaan sementara, korban melakukan gantung diri akibat depresi lantaran tuntutan ekonomi," tutup Kapolsek.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, June 13, 2019

Redaksi sukabumiNews

Diduga Selewengkan Dana, 6 Kepala Desa di Kabupaten Sukabumi Dibidik Kejari Cibadak

sukabumiNews, SUKABUMI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibadak Kabupaten Sukabumi tengah membidik sedikitnya 6 Kepala Desa di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat yang diduga tersangkut kasus penyelewengan anggaran. Kejari mengetahui hal tersebut atas adanya laporan dari masyarakat.

"Ya saat ini kami masih melakukan pengumpulan data, jadi kita menerima laporan terus, kamudian kami telisuri kebenarannya apakah betul ada penyimpangan Dana. Kalaupun betul ya kita pastinya akan menindak lanjuti," beber Kepala Kejari Cibadak, Alex Sumarna, SH.,MH., kepada sukabumiNews di Aula Pendopo Kabupaten Subumi, Rabu (12/6/19) malam.

Namun terkain daftar nama-nama Kepala Desa di 6 desa yang kini tengah dibidiknya atas laporan dugaan adanya tindak penyelewengan anggaran tersebut Kajari belum bisa menyebutnya.

"Itu rahasia, tidak boleh ada yang tahu, nanti mereka orang malu, apalagi (ditanya) namanya siapa, jenis kelaminnya apa, desa mana," tegas Alex.

Kendati demikian, Alex memastikan dalam waktu dekat pihaknya akan segera menintindak lanjutinya dengan proses penyidikan dan penyelidikan.

"Secepat mungkin kita akan menggarapnya, selagi tenaganya masih ekstra kuat usai satu bulan menjalankan ibadah puasa," pungkas Alex.


BACA Juga:
Korupsi Rp1,1 Milyar Dua Kades di Kabupaten Sukabumi Divonis 4,5 Tahun Penjara


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Polres Sukabumi Tetap Siaga Lakukan Pengamanan Pasca Idul Fitri 1440 H dan Libur Panjang

sukabumiNews, WARUDOYONG - Aparat Polres Sukabumi melakukan pengamanan di sekitar Simpang Traffic Management Centre (TMC) ataupun Simpang Ratu. Hal itu dilakukan karena sampai saat ini masih banyak wisatawan yang berkunjung ke Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi.

"Perkiraan Hari Minggu lalu sudah selesai, tetapi sampai saat ini masih berjalan, karena anak-anak sekolah masih libur, sampai detik ini kita masih melakukan pengamanan," ucap Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi usai acara halal bihalal di Pendopo Sukabumi, Jln. A Yani Kel. Nyomplong Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi Rabu (12/6/19) kemarin.

Nasriadi menambahkan, sampai saat ini tidak ada gangguan Kamtibmas yang menonjol, namun kata Nasriadi untuk lakalantas terjadi kecelakaan pengguna kendaraan roda dua yang mengakibatkan penumpang meninggal dunia. Tempat kejadian perkara (TKP) di puncak Aher, Ciletuh Pelabuhanratu Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

"Peristiwa terjadi saat satu keluarga yang berjumlah lima orang menggunakan 1 unit kendaraan bermotor, sehingga kendaraan tersebut tidak terkontrol dan akhirnya menyebabkan meninggalnya satu orang anaknya akibat terjatuh ke pinggir jalan," terang Nasriadi.

Sementara tentang laka laut, Nasriadi mengungkapkan, pihaknya telah menyelamatkan sebanyak 48 anak-anak dan remaja yang mengalami kecelakaan. Selain itu ada sekitar 130 warga yang terserang ubur-ubur beracun.

"Ratusan korban tersebut langsung di tangani dan ada pula yang diberi suntikan penghilang nyeri, karena racunnya sampai menyusup kedalam organ tubuh. Itu merupakan fenomena luar biasa. Hal itu pernah terjadi sebelumnya pada Tahun 2014 lalu," jelasnya.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Apindo Kabupaten Sukabumi : 16000 Pencari Kerja Harus mempunyai Skil

Sudarno Rais, Sekertaris APINDO Kabupaten Sukabumi.  
sukabumiNews, SUKABUMI - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Sukabumi menilai permasalahan Ketenagakerjaan pasca lebaran relatif stabil untuk diperusahaan. Pasalnya saat ini belum ada investasi baru untuk disektor industri.

"Jadi tinggal turn over saja, kalau misalkan habis lebaran ini ada yang keluar paling itulah yang kita butuhkan untuk menutup kekurangannya," terang Sudarno Rais, Sekertaris APINDO Kabupaten Sukabumi, di Sukabumi, Rabu (12/6/19) kemarin.

Sementara menanggapi membludaknya jumlah pencari kerja di Kabupaten Sukabumi yang mencapai 16000 orang, Sudarno menjelaskan, hal itu bisa diatasi jika para pencari kerja (pencaker) bisa memenuhi kebutuhan skil yang dibutuhkan di perusahaan.

"Tetapi perlu adanya pelatihan atau vokasi dari para pencari kerja sesuai dengan skil yang dibutuhkan perusahaan, kalau itu sudah dipenuhi saya pikir lowongan pekerjaan itu bisa dipenuhi oleh masyarakat Sukabumi sendiri,"ungkapnya.

Sudarno menambahkan, dengan adanya penambahan angkatan kerja setiap tahun merupakan hal yang wajar, lantaran setiap tahun pasti ada angkatan sekolah yang lulus, tetapi solusi yang harus dicanangkan pemerintah daerah adalah bagaimana membuat pelatihan-pelatihan khusus agar para pencari kerja tidak fokus untuk bekerja di pabrik atau menjadi pegawai.

"Dengan potensi yang ada di Kabupaten Sukabumi, mereka harus dilatih untuk bisa menjadi wirausaha dan mempunyai jiwa entrepreneurship, sehingga bisa menciptakan pekerjaan," pungkas Sudarno.


Pewarta: Karim R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Pemkab Sukabumi akan Gelontorkan Dana untuk Pilkades Serentak 2019 Sebesar Rp19,2 Milyar

sukabumiNews, WARUDOYONG - Pemerintah Kabupaten Sukabumi akan menggelontorkan dana sebesar Rp. 19,2 Milyar untuk biaya Pemilihan 240 Kepala Desa pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2019 di Kabupaten Sukabumi. Biaya tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukabumi.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Kadis PMD) Kabupaten Sukabumi, H. Thendy Hendrayana kepada sukabumiNews usai Ia menghadiri acara Halal Bihalal Idul Fitri 1440 H, bertempat di Bale Budaya Pudak Arum Penodop Jln. A Yani Kelurahan Nyomplong Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (12/6/2019).
"Saat ini kita sudah memulai kegiatan dan insya Allah tanggal 19 Juni kita akan membentuk panitia tingkat Kabupaten Sukabumi secara bertahap. Selanjutnya kita akan mengundang rekan-rekan Camat, Sekmat dan Kasi Pemerintahan untuk pembentukan panitia di tingkat desa," terang Thendy Hendrayana.

Setelah membentuk kepanitiaan, sambung Thendy, pelaksanaan Pilkades serentak akan berjalan pada bulan November, dan bulan Desember kades terpilih akan sudah dilantik.

"Pada pelaksaannya nanti, masing-masing desa akan mendapatkan anggaran sebesar Rp80 juta. Itu pun tergantung banyaknya jumlah hak pilih di setiap desa," jelas Thendy.

Thendy berharap pada pelaksanaannya nanti akan berjalan dengan lancar dan aman, meski di setiap pelaksanaan Pilkades ada saja kendala yang dihadapi. “Namun Insya Allah dengan kebersamaan pasti akan bisa berjalan lancar,” pungkasnya.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Bupati Sukabumi: Jalinan Silaturahmi akan Berdampak Positif bagi Kemajuan Pembangunan

sukabumiNews, WARUDOYONG - Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar acara Halal Bihalal Idul Fitri 1440 H, bertempat di Bale Budaya Pudak Arum Penodop Jln. A Yani Kelurahan Nyomplong Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Jawa Barat pada Rabu (12/6/2019).

Hadir pada acara halal bihalal yang bertema “Merajut silaturahmi, memperkuat ukhuwah, membangun Sukabumi lebih baik” itu Bupati Sukabumi, Marwan Hamami didampingi Wakil Bupati Adjo Sardjono beserta jajaran muspida, para pejabat daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Hadir pula Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, HM. Agus Mulyadi; Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi; Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro; Dandim 0607, Letkol Kav. Mujahidin; dan Kajari Cibadak, Alex Sumarna, Sekda Kabupaten Sukabumi, H. Iyos Somantri;  Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sukabumi, H. Abas Resmana; Ketua MUI Kabupaten Sukabumi, DR. KH. A. Komrudin; Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi, HU. Ruyani.

Dalam sambutannya bupati mengajak kepada masyarakat untuk selalu memperkuat ukhuwah (persaudaraan). Menurut bupati, dalam rangka mewujudkan Sukabumi lebih baik, ukhuwah yang terbentuk oleh jalinan silaturahmi akan berdampak positif bagi kemajuan pembangunan di Kabupaten Sukabumi.

Dia mengatakan, di bulan Syawal ini ummat Islam bisa memberikan peningkatan dari hasil yang di dapat saat menjalani ibadah di bulan ramadhan.

Marwan menegaskan, ada dua poin penting yang dapat kita ambil hikmahnya dari ibadah ramadhan, yakni meningkatkan ketaqwaan dan rasa syukur yang harus diyakini dan di-implementasikan.

“Penguatan peningkatan ketakwaan dari posisi syawal ini tidak harus mengendor, akan tetapi harus semakin kencang. Itulah penguatan Syawal, sehingga akan mewujudkan rasa syukur kita kepada Allah Swt,” tegasnya.

Meski begitu, kata bupati, apa yang di limpahkan kepada kita harus menjadi nilai poin untuk meningkatkan kesejahteraan. “Dan secara umum, setelah menyelasaikan bulan ramadhan ini tentunya kita harus bisa berbuat lebih bermanfaat bagi masyarakat," tambahnya.

Pada kesempatan itu bupati juga atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi menyampaikan permohonan maaf atas segala khilaf.

“Di hari fitri ini kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi  serta saya pribadi mengucapkan minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Kami memohon  maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan kepada Bapak dan Ibu semua, umumnya masyarakat Kabupaten Sukabumi,” imbuhnya.


Pewarta: Azis R.
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, June 12, 2019

Redaksi sukabumiNews

Pemkot Sukabumi Hadiri Halal Bihalal Tingkat Provinsi Jabar

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi Achmad Fahmi didampingi Istri saat Halal bihalal silaturahim Idul Fitri 1440 Hijriiyah tingkat Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate Bandung, (11/6/2019). [Foto: Humpro.sukabumikota.go.id]  
sukabumiNews, BANDUNG – Pada momentum hari kedua masuk kerja setelah cuti bersama hari raya Idul Fitri 1440 Hikriyah, ribuan pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar acara silaturahim bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.

Kegiatan yang bertema "Halal bihalal silaturahim Idul Fitri 1440 Hijriiyah tingkat Provinsi Jawa Barat'' tersebut digelar di halaman Gedung Sate, Kota Bandung pada Selasa (11/6/2019) kemarin.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah kepala daerah di Jawa Barat dan para pegawai di lingkungan Provinsi Jawa Barat, termasuk Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa Momen Syawal ini menjadi sarana agar silaturahmi tersambung lagi dan bertemu lagi dengan wajah sumringah. “Ini kita lihat indahnya saling berjabat tangan di Gedung Sate,'' ujar Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini.

Menurut Kang Emil, Hal ini menunjukkan adanya nikmat bernegara dan berkumpul menjadi satu yakni Indonesia.

“Jangan sampai terjadi konflik atau perang-perangan yang belum selesai seperti di negara lain. Kondisi konflik terjadi karena tidak bisa menjaga ukhuwah,” tambahnya.

Emil berharap agar warga tetap menjaga ukhuwah agar nikmat berbangsa dan bernegara tetap terpelihara. Intinya Jabar harus jadi terdepan juara lahir batin.

Sementara, Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, momen halal bihalal tingkat Provinsi Jawa Baat ini untuk menjalin silaturahim dan memperkuat kebersamaan dalam membangun Jabar yang juara lahir dan batin.

''Pemkot Sukabumi berharap halal bihalal ini menjadi sarana saling mengokohkan kebersamaan dalam bingkai percepatan pembangunan dan layanan kepada masyarakat,'' imbuh dia seperti dikutip Humpro.sukabumikota.go.id.

Fahmi menambahkan, momen silaturahmi ini untuk membangkitkan aura positif dan melepaskan aura negatif. Sehingga ke depan para aparatur dan elemen masyarakat akan terjalin sinergitas serta kolaborasi untuk mewujudkan Sukabumi yang religius, nyaman, dan sejahtera (Renyah).


Pewarta: Novi G./Telly NR
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close
close