Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Wednesday, October 14, 2020

Redaksi sukabumiNews

Menyikapi Gelombang Aksi Penolakan UU Cipta Kerja, Din Syamsuddin: Tak Perlu Narasi Menunggangi atau Ditunggangi

Presidium KAMI, Din Syamsuddin bersama Gatot Nurmantyo. (Foto: Istimewa) 

sukabumiNews.net, JAKARTA – Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Din Syamsuddin mengatakan, KAMI atau secara pribadi boleh jadi akan memutuskan ikut bergabung dalam gerakan rakyat/umat atau bahkan memimpinnya, seperti banyak permintaan, jika kezaliman, takabur, dan ketidakadilan merajalela.

 

Hal tersebut dikatakan Din Syamsuddin dalam keterangannya sebagaimana dilansir laman CNN Indonesia, Senin (12/10/2020). Din mengungkapkan bahwa gelombang penolakan UU Cipta Kerja sudah digaungkan organisasi serikat buruh, mahasiswa, LSM dan ormas keagamaan.

 

KAMI, juga kata dia, memberikan dukungan terhadap sikap mereka karena sejalan sama-sama menolak Cipta Kerja.

 

“KAMI bertindak menyuarakan yang diyakini sebagai kebenaran di tengah-tengah masyarakat, yakni meluruskan kiblat bangsa dan negara dari penyimpangan dan penyelewengan,” tegasnya.

 

Ditegaskan Din bahwa KAMI akan melakukan aksi demonstrasi bila kezaliman dan ketidakadilan sudah merajalela. “KAMI akan mendukung gerakan yang sejalan dengan gagasan KAMI, jadi tidak perlu ada narasi menunggangi atau ditunggangi,” ungkapnya.

 

Dukungan tersebut, lanjut Din, semuanya tertulis dan ditandatangani oleh ketiga Presidium atau salah satu Presidium, atau oleh Komite Eksekutif KAMI.

 

Meski secara kelembagaan KAMI tidak ikut dalam aksi. Namun, kata Din, pihaknya memberi kebebasan kepada para pendukung untuk mengemukakan pendapat dan aspirasinya terhadap kebijakan tersebut.

 

“Tentu dengan pesan agar tidak terjebak ke dalam provokasi melakukan anarkisme,” tandasnya.

 

Din juga membantah tudingan yang menyebut KAMI menunggangi aksi demonstrasi para buruh dan mahasiswa yang menolak pengesahan UU Cipta Kerja. Din mengungkapkan bahwa KAMI sedang dibunuh karakternya melalui penyebaran spanduk yang menuding telah menunggangi demo buruh dan pelajar.

 

Untuk diketahui, spanduk yang bertuliskan ‘KAMI terbukti menunggangi aksi demo buruh dan pelajar’ terlihat terpajang di beberapa ruas jalan di wilayah Jakarta Pusat hari ini.

 

“Sudah diduga dan diantisipasi bahwa akan ada gerakan untuk mendiskreditkan atau membunuh karakter terhadap KAMI dengan cara-cara licik dan jahat itu,” kata Din.

 

Din menambahkan, pelaku anarkisme yang membakar Pos Polisi atau halte-halte bus Transjakarta bukan dari KAMI. Dia juga meyakini pelaku bukan dari massa pengunjuk rasa dari kaum buruh, mahasiswa dan pelajar.

 

“Cara mendeskreditkan kaum kritis dengan melakukan anarkisme adalah cara lama untuk membungkam suara gerakan. Dan ini sudah ada bukti di media sosial bahwa mereka patut diduga dari preman-preman bayaran. Gerakan moral KAMI tidak akan terhenti dengan cara-cara seperti itu,” tandasnya.


BACA Juga: Orator Aksi 1310 ANAK NKRI: Kami akan Membubarkan Ketidakadilan


BACA Juga: Mahasiswi Ditangkap Gegara Usung Keranda Bergambar Puan , Tokoh Sulteng Galang Dukungan 1000 Tanda Tangan


Perwarta: sukabumiNews

Editor: Red

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close