Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Monday, March 16, 2020

Azis Ramdhani

Bupati Sukabumi Menyebut Belum Bisa Tutup Ruang Publik dalam Upaya Mengantisifasi Virus Corona

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami saat diwawancarai Wartawan di Pendopo Sukabumi. (Foto : Azis R/sukabumiNews) 
sukabumiNews.net, KABUPATEN SUKABUMI - Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami hingga saat ini belum bisa menentukan apakah akan dilakukan penutupan untuk ruang publik seperti yang dilakukan di kota-kota lain dalam upaya pencegahan Virus Corona (Covid-19).

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu banyak melakukan kontak fisik seperti bersalaman atau cepaka-cepiki lantaran resikonya sangat besar," terang Bupati Sukabumi Marwan Hamami kepada wartawan di Gedung Pendopo Kabupaten Sukabumi, Senin (16/3/2020).

Bupati Marwan menyampaikan bahwa imbauan ini ditegaskan mengingat di wilayah Kabupaten Sukabumi sudah terdapat beberapa pasien yang termasuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa barat.

BACA: 7 Orang di Kabupaten Sukabumi Masuk dalam Kategori PDP Covid-19

"Cisaat ada, Bojonggenteng ada, Purabaya ada, Sagaranten ada. Sudah di beberapa kecamatan, dan jika orang-orang ini bertemu dan bersalaman itu sudah beresiko," ulasnya.

Meski demikian Marwan menghimbau kepada orang tua untuk ikut mengawasi kegiatan anak-anaknya dalam masa belajar di rumah yang diberlakukan selama 14 hari itu.

"Masa libur 14 hari bukan berarti libur harus piknik, akan tetapi libur mengevaluasi belajar di rumah supaya tidak banyak berinteraksi. Jangan sampai pada saat libur ini anak-anak jadi banyak main di mall, tapi diusahakan tinggal di rumah untuk menerima pekerjaan rumah (PR) yang diberikan guru-gurunya," pungkasnya.

BACA Juga: Tempat Kerumunan Massa di Kabupaten Sukabumi Mulai Selasa Besok Resmi Ditutup

BACA: APINDO Kabupaten Sukabumi Imbau Para Pengusaha Tidak Panik Hadapi Corona

BACA: Jokowi Menyebut Tak Akan Menerapkan ‘Lockdown’ dalam Mengantisipasi Penyebaran Virus Corona

Pewarta : Azis R.
Editor : Red.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

close