Breaking
loading...

Saturday, July 13, 2019

Redaksi3

Rayakan Hut Bhayangkara ke-73, Ponpes Dzikir Alfath Gelar Seni Budaya Silat dan Deklarasi Kujang Day

hut bhayangkara ke-73
Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi (ketiga dari kiri) bersama Kapolres Sukabumi Kota AKBP. Susatyo Condro Purnomo (ketiga dari kanan) menyerahkan penghargaan secara simbolis kepada Federasi Pesilat Internasional Wak Didi dari Negara Malaysia, didampingi KH. Fajar Laksana dan Para Tokoh Pesilat lainnya | FOTO: dok. Azis R/SukabumiNews
sukabumiNews, GUNUNGPUYUH – Dalam ranggka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-73, Pondok Pesantren (ponpes) Dzikir Alfath menggelar pentas seni budaya Silat dan deklarasi Kujang Day. Gelaran seni budaya dan deklarasi tersebut dirayakan di kompleks ponpes Dzikir Alfath, Jln Merbabu Perum Gading Kencana Asri, Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Jum'at (12/7/19) malam.

"Dengan adanya kegiatan ini tentunya kami sangat mengapresiasi kepada Keluarga besar, khususnya pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Alfath. Ini merupakan kegiatan yang sangat unik," kata Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi kepada SukabumiNews usai acara.

Wali Kota berharap, mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa memperkaya khasanah budaya di wilayah Kota Sukabumi. “Insya Allah ke depan nanti kita akan melakukan kegiatan ini secara rutin sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan yang dilakukan,” imbuhnya.

Selain dari Wali Kota Sukabumi, Kapolres Sukabumi Kota AKBP. Sustayo Condro Purnomo yang juga hadir pada acara tersebut sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Ponpes Dzikir Alfath.

“Tentunya kami mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Pondok Pensantren Dzikir Alfath dalam rangka Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-73 ini, dimana Kujang Day menjadi sebuah hari yang akan mengangkat budaya seni Sunda,” ujar Kapolres.

"Selain mengangkat seni budaya Sunda, banyak juga maknanya termasuk menjadi pesilat dalam hati masing-masing, bukan untuk menyerang tapi untuk beladiri serta kecintaannya kepada persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia," tutur Susatyo.


BACA Juga:
Mapolres Sukabumi Gelar "Pesta Rakyat" Meriahkan HUT Bhayangkara ke-73

Sementara itu Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Alfath KH.Fajar Laksana mengungkapkan, bermula dari ketertarikannya terhadap penyelenggaraan HUT Bhayangkara Sukabumi Kota, atas inovasi dan kreatifitas Kapolres Sukabumi Kota yang mengelar kreasi dengan judul “Aya Aya Wae “ itulah para Pesilat dari Sukabumi dan juga Organisasi Federasi Pesilat Tradisi Internasional ini menggelar pentas seni budaya Silat dan deklarasi Kujang Day.

"Sebutan judul itu “Aya Aya Wae” membangkitkan kreatifitas kita semua untuk ikut andil memeriahkan Hut Bhayangkara ke 73, yaitu dengan melaksanakan kegiatan “Aya Aya Wae” atau dengan sebutan Kujang Day dan didukung oleh Federasi Pesilat Internasional, IPSI Kota Sukabumi, serta para pencinta seni budaya sunda," jelas Fajar Laksana.

“Semoga kegiatan pelaksanaan “Aya Aya Wae” yang telah diselenggarakan oleh Kapolres Sukabumi Kota dan Pemerintah Kota Sukabumi di tahun depan bisa lebih baik lagi,” tutur Dia.

Menurutnya, dimasukkan Kujang Day sebagai salah satu Identitas dari Orang Sunda, satu hari membawa Kujang lantaran Kujang bukan lagi senjata tajam, akan tetapi sudah menjadi senjata seni dan budaya, serta sudah menjadi barang simbol senjata filosifi Sunda.


BACA Juga:
Polsek Cibadak Gelar Pertunjukan Kesenian Tradisional di Hari Jadi Bhayangkara ke-73


Pewarta : Azis. R
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Masukan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

close
close
close