![]() |
| Bantuan kemanusiaan dari Indonesia untuk warga Gaza. (Sumber: Kemlu RI/Abi) |
Jakarta (SUKABUMINEWS.net) – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) bersama sejumlah negara Arab dan Islam mengutarakan keprihatinannya terhadap memburuknya situasi kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina.
Dalam pernyataan bersamanya Menteri Luar Negeri Indonesia, Kerajaan Hashemite Yordania, Uni Emirat Arab, Republik Islam Pakistan, Republik Turki, Kerajaan Arab Saudi, Qatar dan Republik Arab Mesir menyampaikan keprihatinan mendalam mereka mengenai memburuknya situasi kemanusiaan di Jalur Gaza.
Kondisi itu diperparah dengan cuaca yang buruk dan tidak stabil, termasuk hujan lebat dan badai, serta diperparah oleh kurangnya akses kemanusiaan yang memadai, kekurangan akut pasokan kebutuhan pokok yang menyelamatkan jiwa, dan lambatnya masuknya material penting yang dibutuhkan untuk rehabilitasi layanan dasar dan pembangunan perumahan sementara.
Cuaca buruk telah mengungkap kerapuhan kondisi kemanusiaan yang ada, khususnya bagi hampir 1,9 juta orang dan keluarga pengungsi yang tinggal di tempat penampungan yang tidak memadai, kata para menteri luar negeri dalam pernyataan bersama, dikutip dari cuitan Kementerian Luar Negeri RI di X, Jum'at (2/1/2025).
Kamp-kamp yang terendam banjir, tenda-tenda yang rusak, runtuhnya bangunan-bangunan yang rusak, dan paparan suhu dingin ditambah dengan kekurangan gizi, telah secara signifikan meningkatkan risiko terhadap kehidupan warga sipil, termasuk akibat wabah penyakit, terutama di kalangan anak-anak, perempuan, lansia, dan individu dengan kerentanan medis, lanjut pernyataan itu.
Lebih lanjut para menteri luar negeri memuji upaya tak kenal lelah dari semua organisasi dan badan PBB, terutama UNRWA, serta LSM kemanusiaan internasional, dalam terus membantu warga sipil Palestina dan memberikan bantuan kemanusiaan dalam keadaan yang sangat sulit dan kompleks.
Dalam pernyataan bersamanya, para diplomat utama menuntut agar Israel memastikan PBB dan LSM internasional dapat beroperasi di Gaza dan Tepi Barat secara berkelanjutan, dapat diprediksi dan tanpa batasan, mengingat peran integral mereka dalam respons kemanusiaan di Jalur Gaza.
Setiap upaya untuk menghambat kemampuan mereka untuk beroperasi tidak dapat diterima, tegas pernyataan itu.
Pernyataan bersama itu juga menekankan kembali dukungan penuh terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 dan Rencana Komprehensif Presiden Trump serta niat mereka untuk berkontribusi pada keberhasilan pelaksanaannya, dengan tujuan untuk memastikan keberlanjutan gencatan senjata, mengakhiri perang di Gaza, menjamin kehidupan yang bermartabat bagi rakyat Palestina yang telah mengalami penderitaan kemanusiaan yang berkepanjangan, dan mengarah pada jalan yang kredibel menuju penentuan nasib sendiri dan kemerdekaan Palestina.
Dalam konteks ini, para menteri luar negeri menekankan perlunya segera memulai dan meningkatkan upaya pemulihan awal, termasuk penyediaan tempat tinggal yang tahan lama dan layak untuk melindungi penduduk dari kondisi musim dingin yang parah.
Selain itu, para menteri luar negeri juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk menegakkan tanggung jawab hukum dan moralnya serta menekan Israel, sebagai kekuatan pendudukan, untuk segera mencabut pembatasan masuk dan distribusi pasokan penting termasuk tenda, bahan tempat tinggal, bantuan medis, air bersih, bahan bakar dan dukungan sanitasi.
Mereka juga menyerukan bantuan kemanusiaan segera, penuh, dan tanpa hambatan ke Jalur Gaza tanpa campur tangan dari pihak mana pun, melalui PBB dan badan-badannya, rehabilitasi infrastruktur dan rumah sakit, serta pembukaan Penyeberangan Rafah di kedua arah sebagaimana diatur dalam Rencana Komprehensif Presiden Trump. (VOI)
Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.
.webp)
0Komentar