Breaking
loading...

Friday, July 12, 2019

Redaksi sukabumiNews

Cedera Parah, Deden Natshir Khatir Tak Bisa Kembali Merumput

Kiper Persib, Deden Natshir. (Foto: dok. Ayobandung.com)
sukabumiNews, CINCENDO – Kiper Persib Bandung, Muhammad Natshir Fadhil Mahbuby atau yang karib disapa Deden Natshir mengaku terpukul atas musibah patah tulang kering yang menimpanya.

Hal tersebut disampaikan Deden kepada dokter tim Persib, Rafi Ghani yang mendampinginya selama menjalani perawatan di rumah sakit saat Maung Bandung bersua Persija di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), belum lama ini.

Malang tak dapat dibendung, cedera tersebut harus memaksa pemilik nomor punggung satu di Persib itu mengakhir musim lebih cepat. Diketahui Deden minimal harus menepi dari lapangan hijau selama enam bulan lamanya untuk penyembuhan.

Seperti diberitakan laman Ayobandung.com, Rabu (10/7/2019) lalu, sebelumnya, kiper berusia 26 tahun itu terlibat benturan keras dengan gelandang Persib Bandung, Bruno Matos. Tak lama setelah kejadian, Deden langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Seperti yang kita ketahui, Deden, saya pikir bukan hanya dari segi fisik drop tapi dari mental juga. Karena dia tidak bisa untuk bermain bola lagi kuramh lebih selama enam bulan, ungkap Rafi di Graha Persib, Jumat (12/7/2019).

Padahal kepada Rafi, Deden mengakui tengah menikmati pertandingan sebelum peristiwa nahas itu terjadi. Alhasil Deden, kata Rafi sempat risau tak bisa kembali merumput. Namun untuk memberikan semangat, Rafi hanya mendoakan dan meminta Deden untuk sabar dan kuat agar proses penyembuhan cederanya bisa lebih cepat pulih.

Pada saat saya dampingi dia tanya saya, apa dia bisa main bola lagi atau enggak? Padahal dia ngaku lagi nyaman-nyamannya saat bermain melawan Persija. Terbukti dengan ada beberapa penyelamatan yang dia selamatkan pada saat pertandingan tersebut, ujarnya.


Pewarta: sNews
Sumber: Ayobandung
Masukan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

close
close
close