Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Monday, May 25, 2020

Red1

Tidak Adanya Sanksi Tegas di Tengah Penerapan PSBB, Ratusan Warga Seolah Bebas Kunjungi Tempat-Tempat Wisata

sukabumiNews.net, CIRACAP – Tidak adanya ketegasan dari Pemkab dan Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi dalam memberikan sanksi terhadap masyarakat yang melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Parsial membuat para pengunjung wisata di daerah Ciracap merasa bebas.

Bebasnya mereka berkunjung ke tempat wisata di hari kedua usai Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah ini juga lantaran minimnya himbauan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, khususnya di wilayah Ciracap, sehingga tempat-tempat wisata di daerah tesebut tetap penuh dengan para pengunjung.

Terpantau ratusan warga yang bertujuan ke tempat Wisata Minajaya dan pantai Ujung Genteng Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Senin (25/5/2020), membludak.

"Dua hari setelah Hari Raya Idul Fitri para pengunjung yang hendak menerobos masuk ke area tempat wisata sangat membludak, meski petugas kami dengan dibantu oleh  Aparat dan Anggota LSM GMBI sudah membendung dan menyuruhnya putar balik, mereka tetap masuk dengan berbagai alasan, ada yang ingin menemui sanak saudara dan lain sebagainya," ujar Kepala Koordinator Tol Get Wisata Minajaya Yayat Supriatna kepada sukabumiNews, Senin. 

Diakui Yayat, sejak dikeluarkannya surat edaran dari Dinas Parawisata Kabupaten Sukabumi per tanggal (25/3/2020) lalu hingga saat ini pihaknya memang menutup tempat wisata dan juga tidak memungut biaya kunjungan. 

Yayat juga mengungkapkan bahwa memang para pengunjung yang bertujuan masuk ke area wilayah tempat wisata merupakan tamu lokal dari wilayah Jampang, Surade, Ciracap, Waluran, Ciemas, dan Agrabinta.

Yayat beralasan, membludaknya pengunjung ke tempat wisata tersebut lantaran minimnya sosialisasi dan himbauan dari dinas terkait.

“Terlagi tidak adanya papan larangan atau spanduk larangan menuju tempat Wisata, meski Pemerintah Kabupaten Sukabumi sudah menerapkan pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” ungkapnya.

BACA Juga : Minimnya Kesadaran Sebagian Warga Surade terhadap Bahaya Wabah Corona Jadi Bahasan Publik

Editor : Azis R/Red*
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close