Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Monday, May 25, 2020

Red1

Minimnya Kesadaran Sebagian Warga Surade terhadap Bahaya Wabah Corona Jadi Bahasan Publik

sukabumiNews.net, SURADE – Minimnya kesadaran masyarakat di berbagai wilayah, khususnya di daerah Surade Kabupaten Sukabumi terhadap imbauan pemerintah supaya melakasanakan protokol kesehatan di tengah pandemi Corona membuat Gugus Covid-19 di wilayah pajampangan tersebut angkat bicara.

“Padahal jika masyarakat faham akan pentingnya melaksanakan protokol kesehatan, penyebaran pandemi virus corona, insyaAllah akan dapat segera teratasi,” ujar Ketua harian gugus tugas Covid-19 Kecamatan Surade, Ukat Sukayat kepada sukabumiNews, Ahad (24/5/2020).

Ukat Sukayat membantah jika pihaknya tidak menganjurkan dan menerapkan aturan-aturan perotokol kesehatan di wilayah Surade. Bahkan kata dia, berbagai cara dilakukannya bersama tim gugus tugas bersama elemen masyarakat, tokoh agama, TNI/Polri, lintas komunitas, pemuda serta relawan gugus tugas Covid-19 yang lainnya untuk menyosialisasikan peraturan tersebut hingga tingkat ke-RT-an.

“Tak henti kami memberikan imbauan, anjuran, agar masyarakat memahami kondisi saat ini,” katanya.

Hal tersebut di jelaskan Ukat Sukayat, menanggapi isu dan perbincangan masyarakat atas peristiwa yang terjadi lantaran di tengah wabah pandemi Corona serta penerapan Peraturan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kabupaten Sukabumi diberlakukan, masih banyak masyarakat yang tidak mengidahkan aturan ini.

BACA : Tidak Adanya Sanksi Tegas di Tengah Penerapan PSBB, Ratusan Warga Seolah Bebas Kunjungi Tempat-Tempat Wisata

Pantauan sukabumiNews di hari pertama lebaran idul fitri 1441 H, beberapa lokasi pusat perdanganan dan wisata, juga tempat-tempat ibadah, khususnya menjelang Shalat Idul Fitri di wilayah Kecamatan Surade, banyak dikunjungi masyarakat. Terlebih dalam aktifitasnya mereka tidak melaksanakan protokol kesehatan.

Padahal diketahahui bahwa Surade oleh pemerintah melalui Pusat Informasi dan Komunikasi Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sukabumi dikategorikan sebagai wilayah Zona Merah.

Sementara itu salah satu tokoh agama di wilayah Kecamatan Surade, Ustadz Hadiansyah menyampaikan, untuk mengantisifasi lebih meluasnya penyebaran Covid-19, khususnya di wilayah Zona Merah seperti di Surade ini, seharusnya pemerintah lebih memperketat tempat pembelanjaan dan parawisata, bukan di setiap masjid atau di DKM saja.

Dalam ini Ustadz Hadiansyah meminta kepada pemerintah untuk lebih arif menyikapi persoalan tersebut seperti dengan membmberikan atau menyediakan fasilitas alat kesehatan cek suhu tubuh kepada pengurus mesjid atau tempat-tempat umum yang dinilai rawan akan tersebarnya virus Corona.  

“Seperti tadi sebelum masuk masjid seharusnya dilakukan cek suhu tubuh, karena tidak menutup kemungkinan sangat rawan jika ada warga yang baru saja pulang dari loaksi zona merah seperti yang terjadi di wilayah desa lain,” ujar Ustadz Hadiansyah kepada sukabumiNews, usai melaksanakan Sholat Ied di Mesjid Nurul Iman Kp. Cimahi RT 02/02 Desa Citanglar, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Ahad (24/5/2020).

BACA Juga : Cukup Tertib, Memasuki Halaman Mesjid Baiturrahman Jamaah Shalat Idul Fitri Diperiksa Suhu Tubuh

Pewarta : MY Kuncir
Editor : Red.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close