Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Wednesday, April 22, 2020

Azis Ramdhani

Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukabumi bersama HAKLI dan LKKS Bagikan Ratusan Gasibu dan Masker

sukabuminews.Net, CIKEMBAR – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) bersama Lembaga Koordinator Kesejahteraan Sosial (LKKS), dan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Kabupaten Sukabumi menggelar Bakti sosial. Baksos dilaksanakan di seputar pasar pangleseran Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat Rabu (22/4 /2020).

"Memilih tempat di Pasar Pangleseran lantaran mobilitas orang banyak dan juga kendaraan cukup banyak juga, kegiatan ini lebih fokus kepada pemberian makanan siap saji kalau di Jawa Barat lebih di kenal Gerakan Nasi Bungkus (Gasibu)," ujar Ketua Tim PKK Kabupaten Sukabumi Yani Marwan Jatnika usai kegiatan kepada sukabumiNews, Rabu.

Lebih lanjut Yani Marwan menerangkan bahwa LKKS memberikan makanan, PKK memberikan telor rebus dan masker ini intinya ingin berbagi dengan orang-orang yang berhak menerima bantuan, yang terimbas Covid-19.

"Sedangkan Hakli memberikan edukasi kepada masyarakat terutama para pengemudi angkot, pengendara motor dan lainnya, agar selalu menjaga kebersihan angkot dan dirinya. Mencuci tangan dengan sabun air yang mengalir dan disinfektan," jelas Yani Marwan.

Ketua Tim PKK Kabupaten Sukabumi ini juga menjelaskan, kalau melihat kesadaran  masyarakat sekitar, tidak berpengaruh dengan adanya wabah pandemi Covid-19 ini. Di pasar saja, kata Yani, terlihat tidak ada kesadaran untuk menggunakan alat pelindung diri seperti masker. Jadi tutur Yani, sepertinya tidak ada apa-apa dan tidak akan terkena virus corona.

"Nah ini yang harus diberikan edukasi agar mereka bisa menyadari apa yang harus mereka lakukan sesuai dengan himbauan dari pemerimtah, Jadi kalau kita menggunakan masker, artinya kita menjaga diri kita sendiri dan orang lain. Ternyata masyarakat belum menyadari pentingnya bermasker. Hal ini yang harus di ingatkan," bebernya.

Lebih lanjut Ketua Tim PKK itu mengatakan, sesuai intruksi Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, PKK itu harus dilibatkan dalam penanggulangan covid-19. Bahkan tambah dia, di Kabupaten Sukabumi, Tim PKK ini masuk di Satgas Covid-19. “Jadi kita hadir disini sebagai wakil dari pemerintah dan mitra kerja pemerintah," tuturnya.

Dijelaskan Yani, kegiatan ini hanya sebagai stimulan dari tim penggerak PKK Kabupaten Sukabumi. Ke depan, sambund Yani, akan diserahkan kepada tim penggerak PKK Kecamatan bersama Camat sebagai Pembina, untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya mengedukasi masyarakat dan sekaligus memberikan empati kepada masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan, seperti halnya pemberian paket sembako.

Ditempat yang sama, Mewakili HAKLI, Dadang Sucipto didampingi beberapa anggotanya menyampaikan 2 pesan antara menggunakan masker atau tidak. Dijelakannya bahwa kalau memakai masker, tentunya kita sudah melindungi diri sendiri dan oranglain. Dan kalau tidak, kata Dadang, akan tertular.

"Kalau tertular, dan diisolasi selama dua minggu di rumah sakit, untuk bernapas saja harus memakai ventilator. Tidak bisa dijenguk orang lain, keluarga, pokoknya membuat susah untuk keluarga dan orang lain," ulas Dadang.

Kemudian juga terang Dadang, pilihan yang ke dua yaitu dengan mengisolasi diri di rumah, atau di rumah sakit. “Kalau mengisolasi di rumah kita tenang berada dengan keluarga, sedangkan kalau diisolasi di rumah sakit, repot lagi, tetangga mau nengok pun pada takut, kalau meninggal saat dikebumikan juga susah lantaran orang pada ketakutan," imbuh Dadang mengakhiri ulasan.

Editor : Red.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

close