Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Sunday, December 1, 2019

Redaktur

Dinkes Sebut, Pria Suka Sesama Jenis di Kabupaten Sukabumi Meningkat

Suka sesama jenis
Gambar: Ilustrasi.  
sukabumiNews, PALABUHANRATU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi, menyebut, Suspect Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Sukabumi didominasi oleh Laki Suka Laki (LSL). Suspect HIV tersebut jumlahnya mencapai 264 kasus.

"Dari data yang tercatat di Dinkes Kabupaten Sukabumi, terhitung dari 2013 sampai September 2019 terdapat 862 kasus. Rincianya, 264 LSL, 146 Ibu Rumah Tangga (IRT), 136 lelaki beresiko tinggi, 107 wanita pekerja seks, 48 anak, 37, pengguna napza suntik, 17 wanita, 14 pasangan beresiko tinggi, 93 lain-lain," ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Sukabumi, Damayanti Pramasari kepada sukabumiNews, Ahad (1/12/2019).

Kendati begitu kata Damayanti, terhitung dari Januari sampai dengan September 2019 hanya terdapat 91 kasus yang ditemukan. Dari data yang ada, tambah dia, jumlah LSL ini paling tinggi ditemukan, menyusuk kemudian IRT.

Damayanti menegaskan, HIV Aids hanya dapat dicegah dengan menjauhi seks di luar nikah atau seks beresiko, kemudian bersikap saling setia dengan pasangan, cegah dengan memakai kondom, hindari penggunaan narkoba dengan menggunakan jarum suntik dan napza, ajari pasangan dan teman-teman.

"Ini kuncinya," terang Damayanti. Dan untuk mencegah HIV dengan cara tersebut, tutur Damayanti Pramasari, ada lima, yakni ABCDE yang artinya (A) Anda puasa tidak melakukan hubungan SEX sebelum menikah, (B) Bersikap Setia, (C) Condom artinya pergunakan condom dalam berhubungan Sex, (D) Drugs atau tidak mengkonsumsi obat obatan terlarang dan Narkoba, (E) Edukasi pendidikan dan pengetahuan tentang bahaya HIV Aids.

Baca juga: Menyoal Bertambahnya Penderita HIV/AIDS, KPAI Kota Sukabumi: Cegah dan Jauhi Virusnya, Bukan Penderitanya

"Jadi tidak perlu khawatir jika sudah mengetahui cara mencegah penyebaran virus tersebut, namun jangan kucilkan mereka yang terinfeksi Aids karena perhatian dari lingkungan sekitar mempengaruhi kondisi si penderita  intinya Jauhi virusnya bukan orangnya," tambah dia lagi.

Masih kata dia, Dinkes tak hentinya melakukan penemuan kasus baru melalui penjangkauan bekerjasama dengan LSM Lensa, pemeriksaan VCT bagi ibu hamil di layanan kesehatan, masyarakat secara volunteir, dan pekerja di perusahaan.

"Selain itu kami juga memberikan layanan konseling melalui konselor HIV yang sudah dilatih dan melakukan pengobatan pada penderita HIV yang sudah dinyatakan positif," tambahnya.

Dinkes juga berupaya menambah layanan kesehatan yang mampu utuk memeriksa HIV secara mandiri, penjangkauan dan konseling pada orang yang sudah HIV, mencegah putus obat, sosialisasi pada masyarakat dan kerjasama lintas sektor yang lebih intensif.

"Kami juga memberikan pelayanan yang komprehensif dan berkesinambungan serta pemenuhan sarana dan prasarana. Dengan berbagai upaya yang dilakukan kami harap dapat menekan kasus HIV ini," pungkasnya.

Baca juga: Tahun 2019 Penderita HIV/AIDS di Kota Sukabumi Meningkat

Pewarta : Azis Ramdhani
Editor : Red.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

TRENDING TOPIK
close