Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Friday, November 22, 2019

Redaktur

Menyoal Bertambahnya Penderita HIV/AIDS, KPAI Kota Sukabumi: Cegah dan Jauhi Virusnya, Bukan Penderitanya

ilustrasi penderita HIV/AIDS dikucilkan
Ilustrasi Penderita HIV/AISD dikucilkan.  
sukabumiNews, CIKOLE - Berdasarkan data dari Sistem Informasi HIV/Aids (SIHA) Dinas Kesehatan Kota Sukabumi pada bulan Oktober 2019, jumlah penderita HIV/Aids di Kota Sukabumi mengalami peningkatan hingga mencapai 1.514 orang.

Padahal pada tahun sebelumnya yakni tahun 2018 penderita HIV di Kota Moci ini diketahui tercatat sebanyak 1.396 orang.

Dengan bertambahnya jumlah tersebut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Sukabumi harus berupaya ekstra dalam menghambat dan mencegah bertambahnya jumlah penderita penyakit HIV/Aids tersebut, mengingat baru ada satu cara untuk menahan virus yang cukup mematikan ini. 

Cara yang ada saat ini yaitu dengan obat agar virusnya tidak berkembang, meski obat tersebut akan memberikan efek samping yang tidak menyenangkan bagi penggunanya.

"Sebagian penderita HIV mengeluhkan efek sampingnya, karena selain jadwal pemakaian yang ketat obat tersebut menyebabkan efek samping berupa mual dan lemas," kata Pelaksana KPAI, Kota Sukabumi, Helmy kepada sukabumiNews, Kamis (21/11/2019).

Helmy mengungkapkan, obat tersebut diberikan gratis oleh KPAI Kota Sukabumi, namun hanya berfungsi untuk mencegah supaya virus tersebut tidak berkembang pada tubuh penderitanya, sehingga masih bisa melindungi sistem imun tubuh yang tersisa.

"Obat tersebut harus digunakan seumur hidup untuk mencegah agar virus tidak berkembang berlipat ganda," singkatnya.

BacaSelain di Kota Sukabumi, Kasus HIV AIDS di Kabupaten Sukabumi Juga Alami Peningkatan

Berdasarkan keterangan di atas, wajar jika penyakit ini sangat ditakuti masyarakat lantaran bisa dibayangkan, alangkah akan tersiksa tubuh jika penyakit tersebut menimpa khalayak.

KPAI Kota Sukabumi juga tengah berusaha melakukan 5 cara lain untuk mencegah berkembangnya penyakit tersebut, yakni dengan cara ABCDE.

"A artinya Anda puasa tidak melakukan hubungan SEX sebelum menikah, B; Bersikap Setia, C; Condom, artinya pergunakan condom dalam berhubungan Sex, D; Drugs atau tidak mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan Narkoba, E; Edukasi pendidikan dan pengetahuan tentang bahaya HIV," terang Helmy. 

Jadi tutur Helmy, tidak perlu khawatir jika sudah mengetahui cara mencegah penyebaran virus tersebut. Namun Helmy juga berharap agar tidak megucilkan mereka yang terinfeksi Aids, karena perhatian dari lingkungan sekitar mempengaruhi kondisi si penderita.

"Intinya jauhi Virusnya bukan orangnya," tegas Helmy.

Baca juga: Dinkes Sebut, Pria Suka Sesama Jenis di Kabupaten Sukabumi Meninkat

Pewarta : Azis Ramdhani
Editor : AM.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

TRENDING TOPIK
close