Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Wednesday, November 20, 2019

Red1

Selain di Kota Sukabumi, Kasus HIV AIDS di Kabupaten Sukabumi Juga Alami Peningkatan

sukabumiNews, PALABUHANRATU - Selain di Kota Sukabumi, Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (Aids) di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat dalam kurun waktu terakhir tahun 2019 ini meningkat drastis.

"Hal ini terbukti dari data yang tercatat mulai bulan Januari hingga Agustus angkanya mencapai 49 kasus. Namun, pada September meningkat sampai 45 kasus, sehingga totalnya mencapai 91 kasus," terang Wakil Supervisor Pengendalian Penyakit (Wasor P2) HIV dan TB Dinkes Kabupaten Sukabumi, Didi Sukmadi kepada sukabumiNews, Rabu (20/11/2019).

Dini menjelaskan, jumlah ini masih didominasi oleh usia yang masih produktif.

Didi menambahkan, jumlah kasus HIV yang ditemukan sampai September lalu totalnya mencapai 91 kasus dari jumlah 6.392 orang yang diperiksa.

Sementara kata dia, dari bulan Januari sampai Agustus, pihaknya hanya menemukan 49 kasus. Lan tetapi tambah dia, dalam kurun waktu satu bulan yaitu di bulan September kasusnya bertambah hingga mencapai 45 kasus.

"Penemuan kasus baru penyakit mematikan ini didapatkan setelah penderita dilakukan pemeriksaan. Dari 6.392 yang diperiksa, terdapat 91 yang menderita HIV," tuturnya.

Baca: Tahun 2019 Penderita HIV/AIDS di Kota Sukabumi Meningkat


Didi menyebut, penyebaran penyakit mematikan ini paling tinggi melalui seks bebas dan akibat penggunaan narkoba atau penggunaan napza jarum suntik.

"Penyebaran melalui seks bebas ini sampai 90 persen. Sisanya penularan melalui penggunaan napza suntik. Artinya, seks bebas ini menjadi penyebab utamanya," jelasnya.

Meski begitu kata Didi, tidak menutup kemungkinan pada akhir tahun nanti kasus HIV ini akan terus mengalami peningkatan, lantaran pada tahun 2018 lalu hanya terdapat 112 kasus yang berhasil ditemukan.

"Ya, pada akhir tahun nanti bisa saja jumlah kasus ini meningkat. Karena sampai September saja sudah mencapai 91 kasus yang berhasil ditemukan. Kita lihat saja nanti diakhir tahun, ada peningkatan atau penurunan," paparnya.

Guna menekan kasus tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi melakukan upaya promotif, preventif, dan bebrapa upaya lain seperti menambah layanan kesehatan yang mampu utuk memeriksa HIV secara mandiri, penjangkauan dan konseling pada orang yang sudah HIV, mencegah putus obat, sosialisasi pada masyarakat dan kerjasama lintas sektor yang lebih intensif.

"Selain itu, kami juga memberikan pelayanan yang komprehensif dan berkesinambungan serta pemenuhan sarana dan prasarana. Kami harap, dengan berbagai upaya yang dilakukan dapat menekan kasus HIV ini," tutupnya.

Baca juga: Menyoal Bertambahnya Penderita HIV/AIDS, KPAI Kota Sukabumi: Cegah dan Jauhi Virusnya, Bukan Penderitanya

Pewarta : Azis Ramdhani
Editor : AM
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close