![]() |
| Jet tempur Su-30MKM milik Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM). | RMAF |
SUKABUMINEWS.NET – Malaysia dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk mengirim jet tempur Su-30MKM milik Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) ke India guna menjalani perawatan, perbaikan, dan peningkatan (upgrade), menurut AIRSPACE REVIEW.
Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan dikutip Berita Harian mengatakan, India telah menawarkan alternatif untuk pesawat buatan Rusia, karena negara tersebut memiliki kapasitas untuk memproduksi suku cadang dan merawat pesawat.
Ia mengatakan masalah ini dibahas dan diputuskan selama kunjungan resmi Perdana Menteri India Narendra Modi ke Malaysia akhir pekan lalu.
“Kami sedang membahas bagaimana kami dapat mengirim dan membangun hubungan, terutama dalam hal MRO karena India memiliki banyak aset Sukhoi dan negara tersebut dapat memproduksi suku cadang,” ujar Datuk Seri Mohammad Hasan.
Dikatakan lebih lanjut bahwa saat ini Malaysia menghadapi masalah suku cadang pesawat maupun mesin Sukhoi dari Rusia. Sebab, Malaysia tidak dapat melakukan pembayaran akibat sistem pembayaran ke Rusia yang diblokir oleh Amerika Serikat.
“Kita bisa mengirim (pesawat dan mesin), tetapi kita tidak bisa membayar karena Rusia dikenai sanksi oleh Amerika Serikat, dan kita tidak bisa membayar melalui ‘swift’ atau pembayaran biasa,” ujarnya.
“Sekarang, India memberi kita kesempatan untuk mengirim dan memperbaiki (suku cadang) atau melakukan MRO mesin jet tempur Sukhoi ini di India,” jelas Menlu Malaysia saat sesi tanya jawab di Dewan Rakyat.
TUDM (RMAF) saat ini memiliki 18 pesawat Sukhoi Su-30MKM yang bersertifikasi operasional hingga tahun 2035.
Malaysia menandatangani kontrak senilai 900 juta USD pada Agustus 2003 untuk membeli 18 jet tempur tersebut dari Rusia, dengan pengiriman dimulai pada tahun 2007.
Pada Agustus tahun lalu, Menteri Pertahanan Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin mengumumkan bahwa Kementerian Pertahanan akan meng-upgrade jet tempur Sukhoi jika akuisisi jet tempur F/A-18 Hornet bekas dari Kuwait memakan waktu lama.
Ia mengatakan kementeriannya berencana untuk melakukan upgrade pesawat Sukhoi pada tahun 2030 jika Malaysia belum mengakuisisi pesawat tersebut.
Toruk Makto
Su-30MKM (Modernizirovannyi Kommercheskiy Malayziyskiy) adalah varian tercanggih dari keluarga Su-30 yang dibeli Malaysia. Pesawat ini dilengkapi dengan Thrust Vector Control (TVC) yang membuat pesawat lebih lincah di udara.
Nozel mesinnya bisa bergerak secara independen, memungkinkan pesawat melakukan manuver-manuver ekstrem.
Selain TVC, pesawat juga dilengkapi sayap kecil di bagian depan untuk membantu stabilitas saat melakukan manuver pada kecepatan rendah atau sudut serang (Angle of Attack) yang ekstrem.
Berbeda dengan varian Rusia standar, MKM menggunakan sistem avionik campuran dari Prancis (Thales), Afrika Selatan (Avitronics), dan Rusia sendiri.
Salah satu penampilan memukau jet Su-30MKM baru-baru ini diperlihatkan di Changi Exhibition Centre saat pameran kedirgantaraan Singapore Airshow 2026 pada 3-8 Februari lalu.
Sebuah Su-30MKM “Toruk Makto” dari Skuadron 12 (Gong Kedak) tampil dengan performa yang sangat agresif:
Salah satu momen paling viral adalah ketika pesawat ini melepaskan suar (flares) dalam jumlah banyak sambil melakukan manuver vertikal, menciptakan efek visual seperti meteor di langit Singapura.
Kehadiran Su-30MKM di Singapura merupakan simbol kerja sama pertahanan yang erat di kawasan Asia Tenggara, bersanding dengan jet tempur canggih lainnya seperti F-35A buatan Amerika Serikat. (RNS)

0Komentar