Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Tuesday, November 19, 2019

Redaktur

Tahun 2019 Penderita HIV/AIDS di Kota Sukabumi Meningkat

ilustrasi HIV Aids
Gambar Ikustrasi
sukabumiNews, CIKOLE – Jumlah kasus penderita Human Immunodeficieny Virus Infectious Disease (HIV) atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (Aids) di Kota Sukabumi pada tahun 2019 ini diperkirakan meningkat dari tahun sebelumnya.

Perkiraan peningkatan ini didasarkan atas perbandingan data penderita HIV/Aids tahun 2018 yang mencapai 144 orang.

Diketahui, dari bulan Januari sampai Agustus 2019 sedikitnya telah ditemukan 118 kasus. Belum bisa dipastikan berapa jumlah sessungguhnya yang akan ditemukan hingga akhir bulan Desember 2019 yang akan datang.

Kendati demikian sudah bisa diperkirakan bahwa jumlahnya akan terus bertambah dan bisa melampaui jumlah penderita di tahun sebelumnya, yakni tahun 2018.

"Jumlah penderita pada tahun 2019 yang sebanyak 118 orang itu baru sampai bulan Agustus saja. Sedangkan dari September sampai November belum dijumlah, angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah dan bisa melebihi tahun 2018 lalu, karena sekarang juga selisihnya sedikit," ujar Pelaksana Penanggulangan Aids Indonesia (KPAI) Kota Sukabumi, Helmy kepada wartawan, Selasa (18/11/2019).

Baca juga: Selain di Kota Sukabumi, Kasus HIV AIDS di Kabupaten Sukabumi Juga Alami Peningkatan

Perkiraan tersebut diperkuat dengan hasil Sistem Informasi HIV/Aids (SIHA) yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Sukabumi. Dari jumlah 118 orang itu tercatat bahwa sebanyak 45 penderita didominasi oleh kaum Laki-laki penyuka laki-laki (LSL), 39 oleh Wanita Pekerja Seks (WPS), dan pasangan ODHA (orang yang hidup dengan HIV/Aids, termasuk ibu hamil) sejumlah 18 orang.

"Sementara sisanya diderita oleh Pelanggan (Pria hidung belang) sebanyak 9 orang, dan lain-lainnya sebanyak 7 orang," jelas Helmy.

Dari daftar penderita diatas jelas Helmi, besar kemungkinan virus HIV/Aids akan semakin bertambah, mengingat peringkat pertama dan kedua didominasi oleh orang-orang yang mudah menularkannya lagi kepada orang lain. Namun tambah dia, bukan berarti tiga golongan lainnya tidak berpotensi, bahkan golongan ODHA pun yang berada diperingkat ke-3, tutur Helmy, sangat berpengaruh kepada bertambahnya penderita.
"Golongan ODHA berpotensi menularkan virus tersebut kepada keturunannya. Terbukti dari sebanyak 118 penderita itu, 10 diantaranya berusia dibawah 14 tahun. Itu merupakan kasus penularan dari orang tuanya baik pada masa hamil atau pun menyusui," papar Helmy.

Sementara kata Helmy, dari 118 penderita tersebut didominasi oleh masyarakat dalam usia produktif (dari usia 25 sampai 49 tahun) dengan jumlah sebanyak 82 penderita, usia 20 sampai 24 tahun sebanyak 19 penderita dan 7 sisanya berusia 50 tahun.

"Sedangkan untuk jenis kelamin didominasi oleh kaum pria dengan jumlah 83 orang, sisanya 35 orang merupakan wanita. Jumlah tersebut kata dia, didapatkan dari sebagian kecil masyarakat Kota Sukabumi yang peduli diperiksa secara sukarela," pungkasnya.

Baca juga: KPA Targetkan 15 Ribu Pelajar Menjadi Peserta Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

Pewarta : Azis Ramdhani
Editor : Red.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

TRENDING TOPIK
close