Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Monday, November 11, 2019

Redaktur

Dinas PU Kabupaten Sukabumi Butuh Tambahan Alat Berat

Kepala Seksi Bidang Alat Berat dan Labotarium Dinas PU Kabupaten Sukabumi Ismat Ahmad.  
sukabumiNews, CIKEMBAR – Bidang Alat Berat dan Labotarium Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi membutuhkan penambahan Sarana dan Prasarana (Sapras) untuk menunjang pembangunan di wilayah kerjanya.

Hal ini dikatakan Kepala Seksi Bidang Alat Berat dan Labotarium PU Kabupaten Sukabumi, Ismat Ahmad kepada sukabumiNews saat ditemui di kantornya, Jln. Pangleseran Desa Kertaraharja Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (11/11/2019).

“Saat ini terdapat sebanyak 55 unit alat berat berbagai jenis, seperti beko dan lainnya. 22 diantaranya sudah tidak dapat digunakan karena usianya yang sudah tua. Sementara sisanya yakni 33 unit, kondisinya baik dan masih bisa dioperasikan,” ujar Ismat.

Ismat Ahmad mengatakan, apabila melihat wilayah Kabupaten Sukabumi yang sangat luas, tentunya dengan ketersediaan jumlah alat berat diatas sangat minim dan butuh adanya penambahan agar lebih memaksimalkan kinerja dalam kegiatan pembangunan

"Idealnya, ada penambahan alat berat sekitar 10 unit. Saat ini kami juga membutuhkan trek loader untuk evakuasi ketika terjadi bencana longsor," terang Kepala Seksi Bidang Alat Berat dan Labotarium PU Kabupaten Sukabumi itu.

Terlebih tambah dia, saat ini memasuki kalender musim hujan sehingga rawan terjadinya bencana longsor. Dengan demikan kanjut Ismat, secara otomatis pihaknya memerlukan alat berat untuk diterjunkan demi membantu melakukan evakuasi.

“Oleh karena itu, keberadaan trek loader ini sangat dibutuhkan karena saat ini Dinas PU belum memilikinya, karena jika menggunakan alat berat yang ada, tentu tidak akan efektif dan berjalan maksimal ketika proses evakuasi longsor dilakukan," terangnya.

Meski begitu, tambah dia, Alhamdulillah pada tahun ini informasinya akan ada bantuan satu unit mesin gilas. “Kami harap ke depan semua jenis alat berat ada penambahan sehingga permintaan baik dari desa maupun swasta bisa terpenuhi," imbuhnya.

Ditempat terpisah Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Asep Japar menjelaskan, setiap tahunnya Dinas PU selalu mengajukan untuk pengadaan alat berat kepada pemerintah. Namun kata dia, sampai saat ini belum juga ada penambahan.

"Memang setiap tahunnya kami selalu mengajukan adanya penambahan alat berat untuk menunjang pembangunan di Kabupaten Sukabumi. Tapi belum terpenuhi karena mungkin anggaran kita yang terbatas," terang orang yang lebih akrab disapa Asjap (nama pendek dari Asep Japar) itu.

Asjap mengatakan, tidak menutup kemungkinan dengan keterbatasan alat berat ini berdampak terhadap kinerja, lantaran, ketika ada pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan secara manual dan dalam waktu bersamaan, maka itu tidak bisa dipenuhi. "Jadi terpaksa harus bergantian,” ucapnya.

Meski begitu, pihaknya selalu berupaya untuk bekerja secara optimal. “Kami berharap kedepannya sarana dan prasarana ini mendapatkan tambahan," pungkasnya.

Baca juga: Dinas PU Bidang Alat Berat dan Labotarium Targetkan Retribusi Rp1,2 Milyar Lebih

Pewarta : Azis Ramdhani
Editor : AM.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

TRENDING TOPIK
close