Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Monday, October 14, 2019

Redaktur

FWTB Geruduk Kantor DPRD Kabupaten Sukabumi Memprotes Aktifitas Blasting PT TSS

*warga prostes aktivitas blasting pt tss*
sukabumiNews, PALABUHAN RATU – Masyarakat yang tergabung ke dalam Forum Warga Terdampak Blasting (FWTB) PT Tambang Semen Sukabumi (TSS) mendatangi kantor DPRD Kabupaten Sukabumi (14/10/19). Kehadiran mereka untuk memprotes aktivitas PT TSS yang akhir-akhir ini diduga meresahkan warga.

Manager Advokasi dan kampanye Walhi Jabar, Wahyudin Iwang mengatakan, pihaknya mendatangi DPRD Kabupaten Sukabumi atas dasar aktivitas blasting PT TSS yang belum lama ini dilakukan.

"Karena kegiatan blasting tersebut, banyak masyarakat di sekitar lokasi terdampak sakit, pingsan, terganggu pikiran dan kenyamanannya," ujar Wahyudin kepada sukabumiNews, saat menggelar aksi di halaman kantor DPRD kabupaten Sukabumi, Senin (14/10/2019).
Wahyudin menilai, tidak ada informasi yang utuh yang disampaikan oleh perusahaan kepada masyarakat terkait aktivitas blasting ini.

"Ini tidak bisa seenaknya, karena aktivitas blasting ini harus mengacu pada peraturan yang ada, dan harus memperhitungkan jarak pemukiman dengan kegiatan,” terangnya.

“Bagaimana pun, bahan peledak yang digunakan harus terinformasikan secara transparan," tegas Wahyudin.

Oleh karena itu jelas Wahyudin, pihaknya meminta kepada perusahaan untuk tidak seenaknya melakukan peledakan tambang di sekitaran pemukim masyarakat. Sebab, kata dia, selain mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat, hal ini bisa menggangu terhadap habitat dan keberlangsungan lingkungan di masa yang akan datang.

"Sebagaima dijelaskan tadi, maka efek dari kegiatan perusahaan itu menyebabkan sebanyak 13 mata air di tempat sekitar rusak dan hanya tersisa dua," ungkapnya.

Untuk itu, kata dia, kedatangan masyarakat terdampak ke DPRD merupakan keputusan yang tepat. “Tinggal bagaimana dewan sebagai kepanjangan tangan masyarakat mampu mengakomodir dan menerima tuntutan yang harus segera direspon dengan cepat,” imbuhnya.

Wahyudin menyebut, persoalan ini sudah sangat memakan waktu panjang. Dan sampai hari ini, tambah dia, belum ada respon yang diperlihatkan oleh pemerintah daerah dan provinsi.

Protes yang dilakukan FWTB berlangsug tertib dan aman. Meski demikian, Puluhan personil aparat kepolisian dari polres Palabuhanratu disiagakan untuk mengantisifasi kemungkinan yang akan terjadi.

Baca juga: Terkait Protes FWTB PT TSS, Anggota DPRD F PD Berjanji akan Tindaklanjuti Aspirasi Warga ke PT SCG

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

TRENDING TOPIK
close