Breaking

Sunday, September 1, 2019

Redaktur

Ribuan Hektar Sawah Tanpa Hasil, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Upayakan Perbaiki Bendungan Irigasi dan Tambah Tanam

Kadis Pertanian Kabupaten Sukabumi, Adjat Sudrajat
Ir. H. M Adjat Sudrajat Kepala Dinas Pertanian Kabupten Sukabumi.  
sukabumiNews, WARUNGKIARA – Ribuan hektar lahan sawah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dilanda kekeringan. Akibatnya ribuan hektar sawah tersebut tidak menghasilkan (fuso). Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menyebut, di musim kemarau panjang ini kekeringan di kabupaten sukabumi mencapai 7000 hektar.

“Sampai dengan minggu kemarin fusonya itu sekitar 3160 hektar, dan sisanya masih ada yang bisa di panen. Tapi tidak menutup kemungkinan angka ini akan terus bertambah lantaran tidak ada pasokan air,” ungkap Ir. H. M Adjat Sudrajat Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi kepada sukabumiNews, Sabtu (31/8/19) di acara peresmian Bendungan Leuwisapi di Kp. Halimun, Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi.

BACA Juga:
Resmikan Bendungan Leuwisapi, Gubernur Jabar Dukung Petani Sawah di Sukabumi

"Dengan adanya Bendungan Irigasi sedikit banyak akan bisa mengurangi krisis air dan bisa mengamankan sekitar 200 hektar lahan saat musim kemarau tiba, itu kan lumayan,” imbuhnya.

Menurut Adjat, Kabupaten Sukabumi, dari sisi sasaran tanam untuk tahun 2019 itu sebenarnya sudah tercapai sekitar 1459. Sasaran yang di minta oleh Kementerian Pertanian 1945 itu, tutur Adjat, sudah lebih 4000 hektar. Kementerian juga tambah Ajat, meminta supaya di Bulan Agustus tahun ini tidak lagi 4600 hektar, akan tetapi harus mencapai 15.000 hektar.

"Kabupaten Sukabumi cukup potensi untuk bisa menambah kembangkan dikembangkan tanamnya menjadi 15.000. Karena sudah ditargetkan, kita harus berupaya meski dengan kemampuan terbatas. Makanya waktu kemarin Dinas Pertanian mengundang Bupati untuk melakukan gerakan olah tanda dan tanam di Cikakak yang bertujuan supaya terpenuhi target tersebut, dan aparatur bisa menggerakkan di masing-masing wilayahnya,” papar Adjat.

Kepala Dinas Pertanian Kabupten Sukabumi itu menyebut, hal ini dilakukan Kementerian Pertanian untuk menopang yang sudah fuso tadi. Sementara, terang Dia, untuk wilayah Sukabumi sudah cukup, namun untuk wilayah lain belum tentu bisa menanam.

"Alhamdulilah dan bersyukur jika ada bendungan irigasi yang diperbaiki oleh pemerintah sebagai upaya untuk mengurangi fuso akibat kekeringan. Di bulan Juli kemarin jumlah pangan kita sebanyak 23.000 hektar, tidak kekurangan. Dan di bulan Agustus ini sejumlah 9000 hektar kita panen raya, walau pun mengalami kekeringan. Makanya harga beras tetap stabil tidak mengalami kenaikan," pungkasnya.


Pewarta : Azis R
Editor : Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Berita menarik lainnya:
Masukan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu


TRENDING TOPIK
close