Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Friday, November 22, 2019

Redaktur

Antisipasi Penyakit Getah Kuning pada Buah Manggis, Pemdes Cibolang Beri Penyuluhan kepada Para Petani

Kades Cibolang, Pepen Supendi
sukabumiNews, GUNUNGGURUH - Memasuki musim hujan, pohon manggis di Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguruh, rentan terserang penyakit getah kuning. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah Desa Cibolang bekerjasama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Gunungguruh, menggelar pembinaan kepada puluhan petani di desanya.

"Potensi hambatan produksi pertanian manggis di musim hujan didominasi oleh serangan penyakit getah kuning yang dapat menyebabkan kualitas buah manggis tidak maksimal. Bila tidak segera diantisipasi, maka produksi manggis tidak bisa ekspor," ujar Kepala Desa Cibolang Pepen Supendi kepada sukabumiNews, Kamis (21/11/2019).

Serangan penyakit getah kuning ini jelas Pepen, dapat menyebabkan warna kulit dan daging buah menjadi kuning, sehingga rasanya menjadi tidak enak, pahit dan tidak layak konsumsi.

Berdasarkan data yang tercatat tambah Pepen, pemerintah Desa Cibolang memiliki luas lahan perkebunan manggis sekitar 50 hektare dan ditanami 5.000 pohon. Setiap kali panen, penghasilannya pun sangat fantastis hingga tembus di angka 1.000 ton.

"Ribuan pohon manggis ini, bila tidak dirawat dengan baik, maka pemenuhan manggis untuk keperluan ekspor di Desa Cibolang, akan menurun. Lantaran, kualitas buahnya buruk akibat diserang penyakit getah kuning," jelasnya.

Sementara itu Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Gunungguruh, Asep Bunyamin menghimbau kepada seluruh petani manggis agar meningkatkan pengawasan dan pemeliharaan budidaya manggis, supaya kualitas produksinya dapat diekspor ke berbagai manca negara, dengan mengantisipasi serangan penyakit getah kuning.

"Di wilayah Sukabumi terdapat tiga kecamatan yang menjadi daerah sentral produksi manggis. Yaitu Kecamatan Gunungguruh, Cikembar dan Kecamatan Cicantayan," ucap Asep Bunyamin.

Berdasarkan survei di lapangan kata Asep, petani mengalami berbagai macam kendala dalam memelihara pohon manggis. Seperti serangan panyakit getah kuning tersebut yang dapat menyebabkan produksi kualitas buah manggis menurun.

 "Serangan penyakit ini, sangat mempengaruhi kualitas ekspor. Bila tidak segera ditangani, dampaknya buah manggis menjadi burik. Kalau dipaksakan ekspor, pasti akan ditolak," terangnya.

Pihaknya memperkirakan, puncak musim panen manggis akan terjadi pada akhir Februari 2020 mendatang. Namun demikian, jelang puncak panen para petani biasanya akan direpotkan dengan timbulnya getah kuning pada pohon dan buah manggis.

"Saat ini, pohon manggis di wilayah Desa Cibolang baru memasuki tahap pembuahan. Iya, buahnya baru sebesar kelereng. Insya Allah Februari nanti akan dipanen," tandasnya.

Baca juga: Petani Nagrak Dihantui Tengkulak, Pemkab Sukabumi Diharap Berikan Solusi

Pewarta : Azis Ramdhani
Editor : Red.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Sampaikan pendapat dan saran Anda setelah membaca artikel di atas..

Memuat...
close