Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Friday, April 26, 2019

Redaksi sukabumiNews

Petani Nagrak Dihantui Tengkulak, Pemkab Sukabumi Diharap Berikan Solusi

sukabumiNews, NAGRAK -  Petani yang berada di wilayah Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, merasa bingung saat musim panen tiba. Pasalnya, setiap kali panen para petani terpaksa harus rela menjual kepada pihak tengkulak dengan harga yang tidak ada pasti.

Salah seorang petani sayuran, Abah Ajum mengaku bahwa para petani diwilayahnya hanya bisa pasrah dengan keadaan seperti itu.

“Mau bagaimana lagi, saya harus rela menjual kepada pihak tengkulak yang standar harga nya pun tidak pasti,” keluhnya kepada sukabumiNews, Jum'at (26/4/19).

Abah Ajum menceritakan, kalau panen tiba, biasanya para tengkulak datang dan langsung menampung hasil panennya di lokasi. “Jadi seperti mentimun dan sayuran sayuran-sayuran lain harga perkilonya di kisaran berapa, kita tidak tahu, karena mereka (para tengkulak, red) harus menjualnya lebih dulu ke pasar,” ungkapnya.

“Kita dapat harganya setelah mentimun tersebut di jual di pasar,” tambahnya.

Menanggapi keluhan para petani tersebut, Deni, Kepala Desa Pawenang mengaku hanya bisa pasrah dengan keterbatasannya. Deni menjelaskan kenapa para petani yang ada di desanya harus menyerahkan hasil panennya kepada para tengkulak, karena para petani sudah terikat dengan tengkulak.

"Jadi petani disini semua pinjam ke tengkulak, makanya mau tidak mau ketika panen mereka harus menyerakan hasil panennya kepada tengkulak tersebut, karna dari semua kebutuhan awal mulai dari mengarap lahan telah di suplay oleh para tengkulak," kata Kades Deni.

Deni juga mengaku bahwa dalam hal ini Dia tidak bisa berbuat apa-apa, karna apabila di kelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) nantinya akan menimbulkan masalah. “Soalnya yang jadi tengkulak disini adalah warga disini juga," ucapnya.

Deni hanya bisa berharap adanya solusi dari Pemerintah terkait permasalahan ini agar para petani terhindar dari jeratan para tengkulak yang bergentayangan.

“Para petani di Pawenang menginginkan adanya bantuan berupa pupuk dan sekaligus mencari solusi untuk menampung hasil pertaniannya dari para petani secara berkesinambungan,” jelas Dia.

Oleh karena itu, tambah Deni, untuk memberikan solusi kepada para petani, peran serta Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi sangat dibutuhkan.

Dijelaskan Deni, luas area pertanian yang produktif, yang digarap oleh petani di wilayah desanya lebih kurang dari 50 hektar.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close