Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Friday, April 26, 2019

Redaksi sukabumiNews

60 Rumah Ambruk, 125 Lainnya Terancam Rusak Akibat Pergeseran Tanah di Nyalindung

sukabumiNews, NYALINDUNG – Tercatat sejumlah 60 rumah ambruk dan 125 lainnya terancam rusak akibat bencana pergeseran tanah di wilayah Kampung Gunungbatu Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jum’at (26/4) petang.

Warga yang terkena musibah diungsikan ke mesjid dan mushola setempat yang aman dari dampak bencana.

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebutkan jumlah rumah di Kampung Gunungbatu berjumlah 109 unit yang dihuni 109 kepala keluarga dengan 352 jiwa.

"Sebagai langkah pencegahan kami sudah menyiapakan lokasi pengungsian di tempat yang aman. Kami sudah mendirikan tenda pleton dan tenda familiy serta fasilitas lainnya," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Maman Suherman kepada wartawan di lokasi bencana.

Dengan adanya peristiwa ini beberapa Ormas Kepemudaan seperti GPI, FKPPI dan Pemuda Bulan Bintang, ikut turun membantu masyarakat dalam penanganan bencana. "Ini perlu penanganan serius dari semua pihak, terutama Pemerintah Daerah. Ini bisa masuk kategori bencana nasional," ujar Pengurus FKPPI Jajat Sudarjat, kepada sukabumiNews di lokasi pengungsian.

Sementara, salah seorang korban yang rumahnya ikut Ambruk, Reswita measa khawatir akan kondisinya saat ini. “Kami khawatir dengan anak-anak yang masih kecil karena kami sudah tidak lagi punya tempat tinggal." Keluh Reswita.


Pewarta: Jaka S.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close