Breaking
Showing posts with label warungkiara. Show all posts
Showing posts with label warungkiara. Show all posts

Sunday, September 1, 2019

Redaktur

Pembangunan Bendungan Leuwi Sapi Warungkiara Telan Anggaran 3 Milyar

Kepala Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawabar, Linda Al-Amin
Kepala Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat, Linda Al-Amin.    
sukabumiNews, WARUNGKIARA - Pembangunan Bendungan Leuwi Sapi yang berlokasi di wilayah Warungkiara dengan bentang 20 meter dan saluran primer 500 meter yang dibangun dari dana APBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 dan akan mengairi lahan sawah warga seluas 250 hektare (ha) itu menelan biaya sebesar Rp3 Milyar.

Bendungan yang dibangun di Kp. Halimun Desa Warungkiara Kabupaten Sukabumi Jawa Barat yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat H. Ridwan Kamil pada Sabtu (31/8/19) kemarin itu diproyeksikan bisa meningkatkan hasil pertanian warga hingga ribuan ton sekali panen. 

bendungan Leuwisapi Warungkiara
Bendungan Leuwisapi. (FOTO: Istimewa)
"Pembangunan Leuwisapi ini berada di wilayah irigasi, kita bangun Bendungan dengan bentang 25 meter dan saluran primer sepanjang 500 meter yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 dengan dana sebesar Rp. 3 Milyar," beber Linda Al-Amin, Kepala Sumberdaya Air Provinsi Jawa Barat kepada sukabumiNews.

Bendungan yang tadinya mampu mengairi 75 hektar itu tambah Linda, akan akan bisa menjadi 200 hektar. Secara otomatis terang Dia, intensitasnya meningkat lantaran alirannya lebih besar.

"Jarang sekali kita membangun bendung irigasi, yang bisa kita lakukan hanya bisanya hanya OP (Operasional Pemeliharaan). Oleh sebab itu rehabilitasi dengan membangun bendungan irigasi ini sesuatu hal yang patut kita banggakan melalui kebijakan provinsi pembangun daerah irigasi di wilayah selatan Jawa Barat," terang Linda.

Dia mengatakan, saat ini pihaknya juga sedang membangun irigasi baru, tepatnya daerah Kecamatan Caringin Kabupaten Sukabumi. Dalam pembangunannya, kata Linda lagi, itu akan menjadi kewenangan provinsi, seperti Irigasi Leuwisapi yang sudah diresmikan Gubernur Jawa Barat ini.

“Kita bantu untuk operasional pemeliharaannya (OP). Setelah dua tahun akan kita serahkan kepada pemerintah Kabupaten Sukabumi karena dengan luas di bawah 1000 hektar menjadi kewenangan irigasi kabupaten, dan diatas 1000 hektar sampai 3000 hektar menjadi kewenangan provinsi,” beber Linda.

"Pengelolaan irigasi itu yang paling mendasar adalah operasoinal pemeliharaan untuk rehabilitasi daerah irigasi yang kondisinya sudah menurun rusak maka harus kita rehabilitasi untuk menambha areal yang bisa dilayani irigasinya,” tutur Kepala Sumberdaya Air Provinsi Jawa Barat itu.


BACA Juga:
Resmikan Bendungan Leuwisapi, Gubernur Jabar Dukung Petani Sawah di Sukabumi


Pewarta : Azis R
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, August 31, 2019

Redaksi sukabumiNews

Gubernur Jawa Barat Resmikan Masjid Baru Pondok Modern Assalam Sukabumi

Ridwan Kamil kunjungi Pondok Moderen Assalam
Gubernur Jawa Barat melakukan Gunting Pita sebagai tanda peresmian Masjid Baru Pondok Moderen Assalam, Sabtu (31/8/2019). | FOTO: Gilang/sukabumiNews  
sukabumiNews, WRUNGKIARA – Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Ridwan Kamil melakukan kunjungan ke Pondok Modern Assalam Putri di Jl. Pelabuhanratu KM. 29 Kp. Sukaharja Rt.03/07 Desa Sukaharja Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi, Sabtu (31/8/2019). Pada kesempatan itu Gubernur Jawa Barat meresmikan Masjid dan memberikan semangat kepada seluruh Santri Pondok Modern Assalam.

Pada kunjungannya Gubernur juga merasa kagum terhadap seluruh Santriwati yang mampu berbahasa Arab dan Inggris dengan baik. Bahkan, ia sempat membacakan sebuah Pantun mengawali sambutannya sebagai bentuk semangat untuk seluruh Keluarga Besar Pondok Modern Assalam.

"Saking bahagia dan senangnya berada disini, secara khusus saya menuliskan sebuah Pantun. Kalau saya bacakan, semua bilang 'CAKEP'. Kelaut Banda Pergi Menyelam, Ikan dipanen diatas Perahu - saya senang berada di Pesantren Assalam, Saya Doakan menjadi Pesantren Termaju," ungkap Ridwan Kamil.

Selain itu, Ia juga menyampaikan bahwa dalam hidup ini setiap orang mempunyai tugas yang berbeda. Ia mengambil contoh seperti tugas yang diembannya saat ini yakni sebagai pemimpin (Umaro), dan tugasnya mengurus hal-hal teknis dalam membangun Peradaban Jawa Barat. Adapun santri sebagai Generasi Muda Bangsa harus fokus dalam belajar dan menjadi pribadi yang bermanfaat.

"Saat ini saya sebagai pemimpin, wajib mengurus hal teknis dalam membangun Peradaban Jawa Barat menjadi Provinsi terhebat, maju dan tercepat di Indonesia," jelasnya. Maka dengan itu, tutur Dia, sebagai Generasi Muda Bangsa, mereka wajib belajar dan memiliki 4 hal terkait kecakapan, yaitu Spritual Quotient, Emotional Quotient, Intelektual Quotient, dan Physical Quotient sebagai penunjang Kemajuan Zaman Insdustri 4.0.

"Dengan adanya Pondok Modern Assalam ini, kita doakan santri-santri mampu mendamaikan dunia dengan Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin," pungkas orang nomor satu di pemerintah provinsi Jawa Barat yang akrab disapa Kang Emil ini.

Pewarta: Gilang Ramadhan
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, August 17, 2019

Redaktur sukabumiNews.net

14 Warga Binaan Lapas Warungkiara Dapat Remisi di HUT RI ke-74

Wabup Adjo menyerahkan remisi
Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono saat menyerahkan remisi usai upacara HUT RI ke-74 di Lapas Kelas III Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (17/8/2019) | Foto: Azis R./sukabumiNews  
sukabumiNews, WARUNGKIARA - Wakil Bupati Sukabumi, Drs. H. Adjo Sardjono, MM. meyerahkan remisi bebas kepada 14 warga binaan yang berada di Lapas Kelas III Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, (17/08/2019).

Penyerahan remisi dilakukan setelah pelaksanaan upacara Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-74 di lingkungan Lapas Kelas III Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Sabtu (17/08/2019).

"Pemkab Sukabumi mengapresiasi Kalapas dan jajarannya yang telah sukses membina warga binaan di sini. Mereka (warga binaan.red) bisa memperlihatkan kedisiplinannya saat mengikuti upacara hari ini," kata H. Adjo Sardjono kepada sukabumiNews sesaat setelah memimpin pemberian remisi kepada 14 warga binaan di Lapas Kelas III Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Sabtu.

Di tempat yang sama, Kepala Lapas Kelas III Warungkiara, Christio Nugroho menjelaskan terkait pemberian remisi bebas yang dilakukan lembaganya di pertengahan tahun 2019 ini. Mereka ungkap Dia, harus berkompetisi untuk mendapatkan remisi bebas dan menunjukan sikap baik selama di dalam Lapas.
Kalapas menyebut, saat ini ada sebanyak 699 warga binaan, namun hanya 610 warga binaan yang telah diusulkan untuk mendapatkan remisi dan sisanya sebanyak 89 orang harus ditangguhkan karena belum memenuhi syarat. Selain itu, kata Dia, masih ada sekitar 27 warga binaan yang masih harus mengikuti proses pidana pengganti.

"Dari total 610 orang warga binaan di Lapas Kelas III Warungkiara, hanya 14 orang yang telah memenuhi syarat bebas dan mereka semuanya masuk ke dalam kategori remisi umum (RU2), sisanya masih menunggu giliran," ungkap Kalapas Kelas III Warungkiara, Christio. 

"Untuk 27 warga binaan lainnya, masih harus menyelesaikan proses pidana pengganti," tambahnya.



Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, June 11, 2019

Redaksi sukabumiNews

Dua Pegawai Pondok Modern Assalam Putra dan Putri Dapat Hadiah Umroh

Dua karyawati tersebut, yakni Ibu Jojoh, sebagai tenaga kebersihan Pondok Modern Assalam Putri yang berlokasi di Desa Sukaharja Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi, dan Ibu Hindun yang merupakan karyawati dapur/masak Pondok Modern Assalam Putra yang berlokasi di Desa Cibodas Kecamatan Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi.
sukabumiNews, WARUNGKIARA – Dua pegawai Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Assalam Sukabumi, Jojoh dan Hindun, mendapat apresiasi dari lembaga Pondok Modern Assalam berupa hadiah umroh. Hadian tersebut diberikan langsung kepada kedua karyawannya secara simbolis oleh pimpinan Pondok Modern Assalam II (dua), Ustadz Encep Hadiana, M.Si., dalam acara silaturahmi antara lembaga dengan seluruh karyawan/ti Pondok Modern Assalam, belum lama ini.

"Apresiasi ini merupakan buah dari dedikasi maksimal yang diberikan. Ini adalah untuk kali ke empat,Pondok Modern Assalam memberikan penghargaan berupa umroh bagi karyawannya," ucap pimpinan Pondok Modern Assalam II, Ustadz Encep Hadiana, M.Si., kepada sukabumiNews, Selasa (11/6/2019).

Encep menambahkan, dari sekian banyak pegawainya tahun ini, dua karyawati bertugas di ponpesnya yakni Ibu Jojoh dan Ibu Hindun akan diberangkatkan ke tanah suci Mekah.

Menurut Encep, dua karyawati tersebut, yakni Ibu Jojoh, sebagai tenaga kebersihan Pondok Modern Assalam Putri yang berlokasi di Desa Sukaharja Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi, dan Ibu Hindun yang merupakan karyawati dapur/masak Pondok Modern Assalam Putra yang berlokasi di Desa Cibodas Kecamatan Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi.

"Ini adalah wujud implementasi syukur dari amanat pimpinan Assalam kepada para mujahid yang ada di Assalam," terangnya.

Orang nomor satu di Pondok Modern Assalam II tersebutpun berharap,semoga dengan diberikannya penghargaan tersebut semakin menambah keberkahan dan keridhoan Allah SWT kepada lembaga dan menjadi motivasi kepada karyawan dan yang lainnya yang belum mendapatkan.


Pewarta: Isman S.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, June 10, 2019

Ust Manatahan

Hari Raya Idul Fitri 1440 H, 617 Warga Binaan Lapas Warungkiara Mendapat Remisi, 6 Lainnya Bebas

sukabumiNews, WARUNGKIARA - Hari Raya Idul Fitri 1440 H, Lapas Kelas III Warungkiara Sukabumi Jawa Barat, memberikan remisi khusus kepada sedikitnya 617 warga binaan berupa potongan masa tahanan, remisi khusus lainnya diberikan kepada 6 warga binaan yang dinyatakan bebas pada Rabu (5/6/19), beberapa waktu lalu.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Ka. Lapas) Warungkiara Kabupaten Sukabumi, Christio Nugroho mengatakan, untuk ke enam narapidana yang mendapat remisi bebas masuk dalam kategori RK 2, yang artinya masa hukumannya habis setelah mendapatkan remisi potongan masa hukuman.

"Jadi begitu dipotong otomatis bebas, rata-rata yang mendapat remisi bebas yang menjalani hukuman ringan dibawah 1 sampai dua tahun dengan kasus pidana umum," ujar Christio kepada sukabumiNews saat ditemui diruangan kerjanya, Senin (10/6/19).

Christio menjelaskan, remisi atau pengurangan masa tahanan setiap tahunnya berbeda-beda. Semuanya mengikuti tahapan, dan untuk remisi Idul Fitri pertama yaitu 15 hari, tahun kedua satu bulan dan tahun ketiga sebanyak 1,5 bulan atau 45 hari. 
"Beberapa narapidana ada yang tidak mendapatkan remisi, misalnya PP 99 dan yang beragama Non muslim, biasanya untuk non muslim mendapatkan remisi setiap tanggal 17 Agustus," terangnya.

Lebih jauh Christio mengungkapkan, Lapas kelas III Warung Kiara Kabupaten Sukabumi telah meluncurkan beberapa program binaan baru untuk narapidana. Program tersebut berupa pelatihan keterampilan yang diharapkan bisa menjadi bekal bagi narapidana setelah keluar dari Lapas, sehingga bisa mempunyai keahlian.

"Salah satunya adalah merangkai anyaman kemasan untuk pindang, kita sudah bekerjasama dengan mitra dan sudah di survey kemarin," tuturnya.

Christio menambahkan, dipilihnya pelatihan keterampilan tersebut karena mudah untuk dipelajari, selain itu tidak diperlukan alat  berbahaya, dan pada prakteknya nanti para peserta pelatihan akan diberi bahan baku yang terbuat dari bambu setengah jadi, kemudian mereka hanya tinggal merangkainya.

"Selain itu di Pondok pesantren ada program pembelajaran bahasa Arab dan Bahasa Inggris, hal itu dilakukan berkaitan dengan rencana Pemerintah untuk menjadikan Sukabumi sebagai teman destinasi wisata, sehingga jika mereka bisa menguasai bahasa Inggris nantinya mereka bisa hidup mandiri, minimal bisa menjadi guide seperti masyarakat Bali," jelas Christio.


Pewarta: Karim R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, May 24, 2019

Redaksi sukabumiNews

Jelang Idul Fitri 1440 H Lapas Kelas III Warungkiara Usulkan Remisi bagi 590 Napi

sukabumiNews, WARUNGKIARA – Menjelang Hari Raya Idul-Fitri Hari 1440 H, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Warungkiara Kabupaten Sukabumi Jawa Barat sudah mengusulkan Remisi bagi 590 narapidan warga binaannya kepada Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Ham Provinsi Jawa Barat.

Kepala Lapas Warungkiara Christyo Nugroho mengatakan bahwa dari jumlah 750 napi yang ada, Dia hanya mengajukan 590 orang, lantaran dari jumlah 590 orang napi binaannya itu telah memenuhi persyaratan untuk mendapatkan pengurangan masa tahanan (remisi).

"Pemberian remisi akan diberikan di setiap hari-hari besar, diantaranya hari raya, hari kemerdekaan serta hari besar lainnya yang sudah diatur pada PP No. 99 tahun 2012 perubahan atas PP No. 32 tahun 1999 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan lembaga pemasyarakatan,” ujar Chrityo kepada wartawan Jum'at (24/5/2019).

“Usulan baru kita sampaikan dan kita tunggu persetujuan dari Kanwil Kementerian Hukum dan Ham Provinsi Jawa Barat," tambahnya.

Meski demikian, sambung Christyo salah satu persyaratan utama untuk mendapatkan remisi yaitu harus berkelakuan baik, lantas remisi yang telah diperoleh dapat dibatalkan jika seorang warga binaan melakukan kesalahan atau melanggar peraturan yang berlaku sebelum pengumuman pengurangan masa tahanan diberikan.

"Adapun syarat dan ketentuan untuk memperoleh remisi diantaranya, harus menjalani minimal enam bulan masa kurungan pidana, sudah di vonis dengan kekuatan hukum tetap dan kelengkapan berkas baik petikan putusan maupun eksekusi jasa," terang Christyo.

Selain itu kata Christyo, remisi tersebut akan langsung diserahkan dan diumumkan kepada para napi warga binaan Lapas Warungkiara di Hari H Idul Fitri 1440 H. Akan tetapi, jelas Dia, Lapas Kelas III Warungkiara memastikan bahwa bagi napi yang tidak berkelakuan baik tidak akan mendapatkan remisi tersebut.

Christyo menyampaikan, terkait hal ini pihak Lapas juga berupaya maksimal dalam melakukan pembinaan terhadap napi. Bahkan sebut Christyo, Lapas Kelas III Warungkiara berupaya menyalurkan minat dan bakat bagi para napi. “Misalnya ketika diadakan pelatihan berternak hewan dan keterampilan yang lainnya sehingga kemampuan napi dapat meningkat demi keberlangsungan kehidupannya,” jelasnya.

Dengan mempunyai skill, tambah Dia lagi, maka diharapkan mereka tidak akan kembali melakukan perbuatan seperti yang pernah dilakukan sebelum masuk Lapas. “Dan setelah masa tahanannya habis, nantinya mereka tidak mengalami kesusahan untuk mencari perkerjaan," tutup Christyo.


Pewarta: Karim R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close
close