Breaking
loading...
Showing posts with label warungkiara. Show all posts
Showing posts with label warungkiara. Show all posts

Tuesday, June 11, 2019

Redaksi sukabumiNews

Dua Pegawai Pondok Modern Assalam Putra dan Putri Dapat Hadiah Umroh

Dua karyawati tersebut, yakni Ibu Jojoh, sebagai tenaga kebersihan Pondok Modern Assalam Putri yang berlokasi di Desa Sukaharja Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi, dan Ibu Hindun yang merupakan karyawati dapur/masak Pondok Modern Assalam Putra yang berlokasi di Desa Cibodas Kecamatan Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi.
sukabumiNews, WARUNGKIARA – Dua pegawai Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Assalam Sukabumi, Jojoh dan Hindun, mendapat apresiasi dari lembaga Pondok Modern Assalam berupa hadiah umroh. Hadian tersebut diberikan langsung kepada kedua karyawannya secara simbolis oleh pimpinan Pondok Modern Assalam II (dua), Ustadz Encep Hadiana, M.Si., dalam acara silaturahmi antara lembaga dengan seluruh karyawan/ti Pondok Modern Assalam, belum lama ini.

"Apresiasi ini merupakan buah dari dedikasi maksimal yang diberikan. Ini adalah untuk kali ke empat,Pondok Modern Assalam memberikan penghargaan berupa umroh bagi karyawannya," ucap pimpinan Pondok Modern Assalam II, Ustadz Encep Hadiana, M.Si., kepada sukabumiNews, Selasa (11/6/2019).

Encep menambahkan, dari sekian banyak pegawainya tahun ini, dua karyawati bertugas di ponpesnya yakni Ibu Jojoh dan Ibu Hindun akan diberangkatkan ke tanah suci Mekah.

Menurut Encep, dua karyawati tersebut, yakni Ibu Jojoh, sebagai tenaga kebersihan Pondok Modern Assalam Putri yang berlokasi di Desa Sukaharja Kecamatan Warungkiara Kabupaten Sukabumi, dan Ibu Hindun yang merupakan karyawati dapur/masak Pondok Modern Assalam Putra yang berlokasi di Desa Cibodas Kecamatan Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi.

"Ini adalah wujud implementasi syukur dari amanat pimpinan Assalam kepada para mujahid yang ada di Assalam," terangnya.

Orang nomor satu di Pondok Modern Assalam II tersebutpun berharap,semoga dengan diberikannya penghargaan tersebut semakin menambah keberkahan dan keridhoan Allah SWT kepada lembaga dan menjadi motivasi kepada karyawan dan yang lainnya yang belum mendapatkan.


Pewarta: Isman S.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, June 10, 2019

Ust Manatahan

Hari Raya Idul Fitri 1440 H, 617 Warga Binaan Lapas Warungkiara Mendapat Remisi, 6 Lainnya Bebas

sukabumiNews, WARUNGKIARA - Hari Raya Idul Fitri 1440 H, Lapas Kelas III Warungkiara Sukabumi Jawa Barat, memberikan remisi khusus kepada sedikitnya 617 warga binaan berupa potongan masa tahanan, remisi khusus lainnya diberikan kepada 6 warga binaan yang dinyatakan bebas pada Rabu (5/6/19), beberapa waktu lalu.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Ka. Lapas) Warungkiara Kabupaten Sukabumi, Christio Nugroho mengatakan, untuk ke enam narapidana yang mendapat remisi bebas masuk dalam kategori RK 2, yang artinya masa hukumannya habis setelah mendapatkan remisi potongan masa hukuman.

"Jadi begitu dipotong otomatis bebas, rata-rata yang mendapat remisi bebas yang menjalani hukuman ringan dibawah 1 sampai dua tahun dengan kasus pidana umum," ujar Christio kepada sukabumiNews saat ditemui diruangan kerjanya, Senin (10/6/19).

Christio menjelaskan, remisi atau pengurangan masa tahanan setiap tahunnya berbeda-beda. Semuanya mengikuti tahapan, dan untuk remisi Idul Fitri pertama yaitu 15 hari, tahun kedua satu bulan dan tahun ketiga sebanyak 1,5 bulan atau 45 hari. 
"Beberapa narapidana ada yang tidak mendapatkan remisi, misalnya PP 99 dan yang beragama Non muslim, biasanya untuk non muslim mendapatkan remisi setiap tanggal 17 Agustus," terangnya.

Lebih jauh Christio mengungkapkan, Lapas kelas III Warung Kiara Kabupaten Sukabumi telah meluncurkan beberapa program binaan baru untuk narapidana. Program tersebut berupa pelatihan keterampilan yang diharapkan bisa menjadi bekal bagi narapidana setelah keluar dari Lapas, sehingga bisa mempunyai keahlian.

"Salah satunya adalah merangkai anyaman kemasan untuk pindang, kita sudah bekerjasama dengan mitra dan sudah di survey kemarin," tuturnya.

Christio menambahkan, dipilihnya pelatihan keterampilan tersebut karena mudah untuk dipelajari, selain itu tidak diperlukan alat  berbahaya, dan pada prakteknya nanti para peserta pelatihan akan diberi bahan baku yang terbuat dari bambu setengah jadi, kemudian mereka hanya tinggal merangkainya.

"Selain itu di Pondok pesantren ada program pembelajaran bahasa Arab dan Bahasa Inggris, hal itu dilakukan berkaitan dengan rencana Pemerintah untuk menjadikan Sukabumi sebagai teman destinasi wisata, sehingga jika mereka bisa menguasai bahasa Inggris nantinya mereka bisa hidup mandiri, minimal bisa menjadi guide seperti masyarakat Bali," jelas Christio.


Pewarta: Karim R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, May 24, 2019

Redaksi sukabumiNews

Jelang Idul Fitri 1440 H Lapas Kelas III Warungkiara Usulkan Remisi bagi 590 Napi

sukabumiNews, WARUNGKIARA – Menjelang Hari Raya Idul-Fitri Hari 1440 H, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Warungkiara Kabupaten Sukabumi Jawa Barat sudah mengusulkan Remisi bagi 590 narapidan warga binaannya kepada Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Ham Provinsi Jawa Barat.

Kepala Lapas Warungkiara Christyo Nugroho mengatakan bahwa dari jumlah 750 napi yang ada, Dia hanya mengajukan 590 orang, lantaran dari jumlah 590 orang napi binaannya itu telah memenuhi persyaratan untuk mendapatkan pengurangan masa tahanan (remisi).

"Pemberian remisi akan diberikan di setiap hari-hari besar, diantaranya hari raya, hari kemerdekaan serta hari besar lainnya yang sudah diatur pada PP No. 99 tahun 2012 perubahan atas PP No. 32 tahun 1999 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan lembaga pemasyarakatan,” ujar Chrityo kepada wartawan Jum'at (24/5/2019).

“Usulan baru kita sampaikan dan kita tunggu persetujuan dari Kanwil Kementerian Hukum dan Ham Provinsi Jawa Barat," tambahnya.

Meski demikian, sambung Christyo salah satu persyaratan utama untuk mendapatkan remisi yaitu harus berkelakuan baik, lantas remisi yang telah diperoleh dapat dibatalkan jika seorang warga binaan melakukan kesalahan atau melanggar peraturan yang berlaku sebelum pengumuman pengurangan masa tahanan diberikan.

"Adapun syarat dan ketentuan untuk memperoleh remisi diantaranya, harus menjalani minimal enam bulan masa kurungan pidana, sudah di vonis dengan kekuatan hukum tetap dan kelengkapan berkas baik petikan putusan maupun eksekusi jasa," terang Christyo.

Selain itu kata Christyo, remisi tersebut akan langsung diserahkan dan diumumkan kepada para napi warga binaan Lapas Warungkiara di Hari H Idul Fitri 1440 H. Akan tetapi, jelas Dia, Lapas Kelas III Warungkiara memastikan bahwa bagi napi yang tidak berkelakuan baik tidak akan mendapatkan remisi tersebut.

Christyo menyampaikan, terkait hal ini pihak Lapas juga berupaya maksimal dalam melakukan pembinaan terhadap napi. Bahkan sebut Christyo, Lapas Kelas III Warungkiara berupaya menyalurkan minat dan bakat bagi para napi. “Misalnya ketika diadakan pelatihan berternak hewan dan keterampilan yang lainnya sehingga kemampuan napi dapat meningkat demi keberlangsungan kehidupannya,” jelasnya.

Dengan mempunyai skill, tambah Dia lagi, maka diharapkan mereka tidak akan kembali melakukan perbuatan seperti yang pernah dilakukan sebelum masuk Lapas. “Dan setelah masa tahanannya habis, nantinya mereka tidak mengalami kesusahan untuk mencari perkerjaan," tutup Christyo.


Pewarta: Karim R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close
close