Breaking
loading...
Showing posts with label sarana. Show all posts
Showing posts with label sarana. Show all posts

Sunday, July 21, 2019

Redaksi3

Desa Bojong Kecamatan Cikembar Butuh Gedung Olahraga untuk Mendorong Bakat Pemuda

sekdes dede nuryadin
sukabumiNews, CIKEMBAR - Pemerintah Desa (Pemdes) Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat mengharapkan adanya pembangunan gedung olahraga. Sarana diperlukan untuk mendukung dan mendorong bakat anak muda dalam bidang olahraga.

Sekretaris Desa (Sekdes) Bojong, Dede Nuryadin mengungkapkan, Pemdes Bojong memiliki tanah kosong di belakang kantor desa seluas 448 meter untuk pembangunan gedung olahraga. Namun, kata Dede, tinggal pembangunannya saja.

“Tahun 2013 hingga 2019, kami selalu mengajukannya melalu Musrenbang kecamatan, namun sampai saat ini masih belum masuk prioritas," ungkap Dede kepada sukabumiNews, Sabtu (20/7/19) kemarin.

Dede menambahkan, estimasi anggaran untuk pembangunan gedung olahraga itu ditaksir sebesar Rp. 800 juta. Dengan adanya gedung tersebut  jelas Dede, nantinya bisa dijadikan sarana olahraga warga, khususnya para pemuda untuk menyalurkan bakatnya.

"Adanya gedung olahraga tentu akan membuat masyarakat rajin berolahraga serta melakukan hal-hal positif. Selain itu, juga bisa disewakan ketika ada warga dari luar desa yang hendak menggunakannya. Ini kan bisa menambah penghasilan desa juga," ujarnya.

Dede optimis, dengan keberadaan gedung olahraga bisa mengembangkan potensi pemuda berbakat yang ada di Desa Bojong. Karena itu Dede berharap, pada 2020 mendatang pembangunan tersebut dapat terealisasikan. "Mudah-mudahan pembangunan gedung itu bisa terlaksanakan pada tahun mendatang demi mengangkat potensi olahraga yang ada di wilayah kami," tandasnya.

Di lain pihak, salah seorang warga Kp. Bojongkaler, Agus (32) berpendapat, bahwa pembangunan gedung olahraga itu sangat dibutuhkan untuk mendorong bakat para pemuda yang hobi dengan olahraga seperti, futsal, volley ball dan olahraga lainnya bisa maju.

"Ya tentunya untuk mendukung itu semua, perlu adanya sarana dan prasarana yang memadai. Dalam hal ini salah satunya gedung olahraga. Mudah-mudahan kedepan bisa terlaksana," harapnya.


Pewarta : Azis. R
Editor : Agus. S
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, January 22, 2019

Redaksi sukabumiNews

Terkait Jalan Rusak, Warga Dua Desa di Kecamatan Cilograng Tunggu Janji Pemerintah Selama 12 Tahun

Jalan Kecamatan yang menghubungkan dua desa, yakni Desa Lebak Tipar dan Desa Cilograng, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Rangkasbitung, Provinsi Banten sudah lebih dari 12 tahun dibiarkan tak terusur, apalagi diaspal. Padahal sebelumnya, pemerintah sekitar pernah berjanji akan mengaspalnya.
sukabumiNews, CILOGRANG – Jalan Kecamatan yang menghubungkan dua desa, yakni Desa Lebak Tipar dan Desa Cilograng, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten sudah lebih dari 12 tahun dibiarkan tak terusur, apalagi diaspal. Padahal sebelumnya, pemerintah sekitar pernah berjanji akan mengaspalnya.

Untuk itu, warga yang tingga di kampung yang berada di dua desa tersebut diantaranya yaitu Kp Pasir Salam, Kp Cilograng, dan Kp Kalapa Dua meminta kepada pemerintah terkait agar segera merealisasikan janjinya.

Adalah Dadang, salahsatu warga Kp Pasir Salam bersama warga berharap kepada pemerintah mulai dari tingkat desa hingga propinsi untuk segera merealisasikan janji-janji yang pernah di ucapkannya, terupama kepada masyarakat Cilograng.

“Saya sangat menderita dan sedih ketika melihat ada sala warga yang sakit atau ibu yang mau melahirkan harus degera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, terpaksa harus jalan kaki atau naik ojeg sejauh 3 kilo meter dengan waktu jarak tempuh hampir 2 sampai 3 jam disebabkan jalan rusak tidak memadai. Apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini,” ungkap Dadang, kepada sukabumiNews, Selasa (22/1/2019).

“Bahkan terkadang orang yang sakit harus di gotong pake tandu/sarung karena kalau naik ojeg takut jatuh,” kata Dadang.

Dadang juag menjelaskan bahwa memang 12 tahun silam jalan kecamatan tersebut pernah diaspal. “Itu pun waktu ada acara Musabaqoh Tilawatil-Quran (MTQ) di Kecamatan Cilograng 12 tahun silam,” jelas Dadang. 

Seperti yang diungkapkan Dadang, Epang Ketua RW Kp Kalapa Dua menuturkan bahwa 12 tahun pihknya hanya menunggu janji. Bahkan tambah dadang, jika ditagih mereka cukup pandai berkelit lidah. “Padahal kami butuh Bukti, bukan Janji,” tegas Epang.

Pdahal tambah Epang, jika ada hal yang harus dikerjakan dan dilakukan warga, terutama urusan tanah, pemeritah harus selalu diturutinya dengan alasan aturan dan hukum. “Tapi saat warga membutuhkan, mereka hanya bisa mengubar janji dan berkelit lidah,” ucapnya.

[Pewarta: Jahrudin]
Edito: Red.
close
close
close