Breaking
loading...
Showing posts with label palabuhanratu. Show all posts
Showing posts with label palabuhanratu. Show all posts

Saturday, August 3, 2019

Redaksi3

Pasca Gempa 7,4 di Banten, Kondisi Pantai Pelabuhanratu Terpantau Normal

Pantai Palabuhanratu
Riky Agus Ramdan, owner Bettah Coba Home Stay menunjukkan kondisi pantai Palabuhanratu, Jum'at (2/8/2019) malam.*  
sukabumiNews, PALABUHANRATU – Pasca diguncang gempa berkekuatan 7,4 Magnitudo yang berpusat di Kampung Sumur, Banten, kondisi pesisir pantai Sukabumi hingga pukul 11.30 WIB, Jumat (02/08/2019) malam, terpantau normal.

"Saat ini kami melihat daerah pesisir pantai Cimaja hingga Cisolok tampak normal. Memang ada warga yang panik dan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi untuk mengantisipasi gempa susulan dan khawatir Tsunami ," kata Riky Agus Ramdan, warga Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jum’at (02/08/2019), malam.

VIDEOKondisi Patai Palabuhanratu Pasca Gempa 7,4 SR di Banten

Riky juga menyebut, di sepanjang pesisir pantai Pelabuhanratu, kondisi air laut tampak normal. Sebagai owner Bettah Coba Home Stay, salah satu penginapan di daerah Jampang, Riki mendapat informasi dari para pekerjanya, bahwa di sepanjang pesisir Ujung Genteng dan Ciemas dalam keadaan kondusif.

"Waspada perlu ditingkatkan, namun jangan terpancing dengan kabar Hoax karena hanya akan membuat panik. Kami, sampai saat ini tetap siaga," ungkapnya.

Pantauan sukabumiNews di lapangan, sebagian besar warga Pelabuhanratu merasa ketakutan pada detik-detik getaran gempa terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Seperti getaran gempa yang terjadi di Cikakak, getarannya terasa hingga 1 menit.

"Getaran gempa kali ini membuat panik warga kampung. Saya saja sampai keluar rumah. Geterannya lama hingga 1 menit lebih," ungkap Iwan S (38), warga Kp. Cidadap, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi.

Berdasarkan rilis BMKG, gempa yang terjadi pukul 19.03.21 WIB. Gempa berkekuatan 7.4 magnitudo lokasinya di 7.54 LS,104.58 BT, berpusat di 147 km Barat Daya Sumur, Banten. Kedalamannya 10 Km. Sedangkan untuk potensi Tsunami, BMKG melaporkan sudah selesai.

BACA: Lagi, Gempa 7,4 SR Berpusat di Banten, Berpotensi Tsunami

Sementara warga yang lain, Kiki Ramdan Firdaus (22), pegawai Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi mengatakan, Dia merasakan getaran gempa cukup besar selama 10 detik.

"Saya pas di rumah dinas, getarannya besar. Karena panik juga, saya langsung keluar rumah," tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi dari pihak berkapasitas di Kabupaten Sukabumi mengenai laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa.




Pewarta: Azis R.
Editor: Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, June 9, 2019

Redaktur sukabumiNews.net

Warga Cikakak Mengeluh, Harga Gas Elpiji 3Kg Melambung Tinggi dan Sulit Ditemui

Iwan Setiawan (36), Warga Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi saat mengecek  Gas Elpiji 3Kg yang baru saja dibelinya di Pasar Pelabuhanratu. 
--
sukabumiNews, CIKAKAK -  Warga yang tinggal di Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat banyak yang mengeluh. Pasalnya, harga Gas Elpiji 3 Kilogram (Kg) yang sebelumnya mereka dapatkan dari pengecer seharga Rp22.000, kini harus mereka beli dengan harga Rp30.000/tabung.

Tidak hanya itu, warga dikeluhkan juga dengan keberadaan gas Elpiji yang begitu langka di pasaran, sehingga harga tabung gas 3kg kian melonjak tinggi.

Yanti Sriwidianti (28), warga asal Kampung Cidadap RT 04, RW 02, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, menuturkan, Gas elpiji 3Kg harganya mulai tak terkendali beberapa hari menjelang hari Raya Iedul Fitri. Hingga kini, harga gas elpiji 3Kg terus melambung tinggi.

Menjelang lebaran harganya mencapai Rp22.000 hingga 4 hari setelah lebaran, meningkat menjadi Rp27.000 per tabung di tingkat pengecer. Sedangkan harga di pasar Pelabuhanratu saat ini berkisar Rp22.000. Itu dikatakannya belum termasuk ongkos ke pasar pelabuhanratu, jika memakai jasa Ojeg harus mengeluarkan biaya lagi sebesar Rp30.000. Belum lagi, kata Dia, saat ini jalanan terkendala situasi macet karena talah memasuki musim libur panjang pasca lebaran.

"Menjelang lebaran semua harga sembako menjadi serba mahal. Apalagi Gas elpiji 3 Kg, di samping harganya melambung tinggi, Saya juga sulit saat ingin membeli di para pengecer," tutur Yanti Sriwidiyanti saat bertemu dengan sukabumiNews.net di Kp. Cidadap RT 04, RW 02, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (09/06/2019) siang.

Hal senada juga diungkapkan Pasangan suami Istri, Iwan Setiawan (36) dan Lisna Marlina (30) yang sehari-hari berjualan Basreng (bakso goreng) di rumah nya. Namun, Iwan dan Istri lebih beruntung karena memilki motor sendiri untuk membeli gas elpijj 3Kg ke Pasar Pelabuhanratu dengan biaya yang dikeluarkan untuk transfort sedikit lebih ringan.

"Iya, sekarang Gas elpiji 3Kg sulit didapat dan harganya tinggi. Tapi mau bagaimana lagi? Untuk memenuhi kebutuhan itu, kami harus rela pergi ke pasar Pelabuhanratu. Kalau pun di daerah kami ada, harganya bisa mencapai Rp27.000 bahkan ada yang menjual Rp30.000," ungkap Iwan Setiawan yang kala itu ditemani istrinya, berbincang dengan sukabumiNews.net.

"Mudah-mudahan ke depan, semua harga khususnya Sembako bisa kembali normal tanpa kecuali harga gas elpiji 3Kg," tambah Iwan sembari berucap terima kasih tanda menutup percakapan.

Baik Yanti maupun Iwan beserta Istri nya, mempunyai harapan besar kepada Pemkab Sukabumi agar segera menstabilkan harga gas elpiji 3Kg. Karena menurut mereka, harga yang berada di pasaran saat ini tidak relevan dengan kebijakan pemerintah yang telah memberikan standar Harga Eceran Tertinggi (HET). Apalagi, program untuk pasokan gas elpiji di Sukabumi menjelang Ramamdhan dan Lebaran diketahui masuk dalam skala prioritas. Mereka juga berharap, Pemkab Sukabumi menindak kesewenang-wenangan penjual pada masa-masa sulit seperti yang terjadi pasca lebaran seperti sekarang ini. (*)


Pewarta : Debby Meisal
Redaktur : Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, April 8, 2019

Redaksi sukabumiNews

Jembatan Penghubung Dua Kecamatan di Sukabumi Terputus Akibat Diterjang Arus Sungai Cisarua

sukabumiNews, CIKAKAK - Jembatan yang menghubungkan akses transportasi di dua Kecamatan, tepatnya di jalan Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak dan jalan Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabuapten Sukabumi, terputus setelah terbawa arus sungai Cisarua. 

Kejadian berawal ketika air sungai Cisarua meluap dan menerpa tiang penyangga jembatan yang terbuat dari kayu pada Ahad sore (07/04/2019). Akibatnya, akses transfortasi warga di dua kecamatan itu terganggu.

“Kejadiannya pada Minggu sore, saat hujan deras di kawasan hulu sungai Cisarua membuat pergerakan air dari hulu ke hilir begitu deras,” kata Abay Arianto (27) kepada Wartawan, Senin (8/4/2019).

Abay menuturkan, kejadian tersebut tidak hanya menghilangkan jembatan penghubung, tapi merusak TPT dan irigasi. Bagi Dia, ini merupakan musibah, begitu juga bagi warga lainnya di Kecamatan Cikakak dan Cisolok.

Abay menyebut, meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, akan tetapi, kata Dia, dengan kejadian itu, aktifitas warga menjadi terganggu. Sampai-sampai, bagi beberapa warga yang merasa penting menyebrang, mereka nekat menyebrangi sungai dengan turun langsung ke sungai.

“Mereka ada yang hendak ke pasar Pelabuhanratu atau ke kantor Kecamatan Cikakak, terpaksa mengambil jalan pintas dengan langsung menyebrangi sungai," tuturnya.

Masih lanjut Dia, mengingat pentingnya jembatan tersebut, warga berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait a segera memperbaiki jembatan tersebut.

Pantauan sukabumiNews.net saat ini, Muspika dua Kecamatan, yakni Muspika Ciakak dan Cosolok sudah melakukan kordinasi tanggap darurat kepada pihak BPBD Kabupaten Sukabumi guna memperbaiki jembatan yang menjadi tumpuan transportasi warga di dua Kecamatan tersebut. 

Baik warga Sirnaresmi maupun Sirnarasa, keduanya ketika hendak ke Pelabuhanratu selalu menggunakan jembatan tersebut karena jaraknya lebih dekat.

“Kami sudah melapor ke pemerintah Desa, Muspika Cikakak dan BPBD. mudah mudahan segera mendapat penanganan,” jelas Abay.


Pewarta: Rio Bagja Gumilar
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, April 7, 2019

Redaksi sukabumiNews

Reni Marlinawati Ajak Masyarakat Gemar Mengkonsumsi Ikan

sukabumiNews, PALABUHANRATU – Anggota DPR RI Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Reni Marlinawati mengajak  kepada masyarakat supaya gemar mengkonsumsi Ikan. Ajakan ini disampaikan Reni saat hadir pada peringatan Hari Nelayan ke-59 di area Alun-alun Jln. Siliwangi Palabuhanratu, Sabtu (6/4/2019).

Pantauan sukabuminews.net, peringatan Hari Nelayan ke-59 tahun 2019 yang mengusung tema “Monentum Kebangkitan Nelanyan dan Masyarakat Pesisir dengan Mengoptimalkan Usaha Perikanan, Ramah Lingkungan, dan Berkelanjutan, serta Aktualisasi Nilai-Nilai Tradisi Sebagai Upaya Pelastarian Budaya Lokal Demi Terwjudnya Nelayan Sejahtera, Budaya dan Laut Tetap Lestari” ini disaksikan oleh ribuan warga yang memadati area Alun-alun.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami didampingi Wakil Bupati Adjo Sardjono, jajaran Muspida, SKPD, para Tokoh Masyarakat, LSM dan Ormas. Turut hadir  Anggota Komosi X DRPRI yang juga selaku Wakil Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Dr. Hj. Reni Marlinawati.

Dalam sambutannya Reni yang juga Caleg DPR RI pada Pileg 2019 mewakili Dapil Jabar IV (Kota/Kabupaten Sukabumi) dari PPP menjelaskan bahwa dalam prospek parawisata begitu luas, namun menurutnya, hasil tangkapan ikan para Nelayan sangat kecil.

“Kami mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi supaya gemar memakan ikan hasil tangkapan Nelayan,” kata Reni kepada sukabumiNews saat kegiatan berlangsung.

Reni menambahkan, pariwisata laut di Kababupaten Sukabumi memiliki wilayah yang sangat luas. Apalagi menurutnya, dalam waktu dekat Pemerintah akan segera membangun Dermaga Palabuhan, Bandara Pesawat terbang dan Jalur Double Track yang akan menggenjot pertumbuhan Ekonomi dari berbagai bidang termasuk Perikanan dan Wisatanya.

Reni Marlinawati juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya peringatan Hari Nelayan ini. “Semoga membawa manfaat untuk kita semua khususnya bagi semua Nelayan, kegiatan ini semata-mata untuk memberikan motivasi dan bisa meningkatkan kesejahteraan bagi para Nelayan,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Reni Marlinawati bersama Wakil Bupati Adjo Sardjono mendampingi Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami menyerahkan secara simbolis asuransi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan memberikan Bantuan Rehab Rutilahu, serta membagikan Sertifikat Hak atas Tanah Nelayan kepada beberapa perwakilan warga masyarakat.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, March 17, 2019

Redaksi sukabumiNews

Gebyar, Pataka dan Kapsul Millenial Road Safety Festival Tiba di Pelabuhan Ratu

sukabumiNews, PALABUHANRATU - Ribuan massa yang didominasi kaum milenial menyambut kedatangan Pataka dan Kapsul Millenial Road Safety Festival di Lapang Cangehgar, Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu 16/3/10.

Setibanya di seputar Batu Sapi, sekira pukul 13.15 WIB, Pataka dan Kapsul Millenial yang dibawa Paskibraka itu langsung diterima Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi didampingi Ketua DPRD Agus Mulyadi, Wakil Bupati Adjo Sardjono, Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi, Letkol Haris Sukarman dan unsur Forum Komunikasi Pemda (Forkominda). 

Tak hanya itu, ribuan pelajar dan perwakilan dari sejumlah komunitas lainnya tumpah ruah ikut menyambut dan memeriahkan acara dalam rangka antisipasi menekan angka kecelakaan tersebut.

Acara sesekali diisi dengan aksi sosial pengobatan gratis, 
senam kolosal millenial, diselingi penampilan hiburan dari D'Bagindas, Dua Bunga, dan artis lainnya. Bahkan pembagian doorprize berupa sepeda motor, alat elektronik, uang tunai, serta hadiah hiburan lainnya menambah semarak dan antusiasme massa yang hadir.

Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi menyebutkan generasi millenial merupakan aset bangsa yang sangat bernilai dan tak dapat ternilai dengan uang. 

"Generasi millenial merupakan agen pembawa perubahan dan akan membawa perubahan iklim politik maupun ekonomi. Di bidang keamanan berkendara, millenial sebagai pelopor tertib berlalu-lintas, peloor safety road, bagian dari road safety centre, mendukung penagakan hukum dan motivator dalam implementasi road safety," ungkap Kapolres.

Dilain pihak, Wabup Sukabumi Adjo Sardjono mengapresiasi Polres, Polda, dan Polri dengan adanya kegiatan ini. Bahkan dia berharap dari visi misi road safety, terwujud keamanan, keselamatan, dan kelancaran lalulintas, sehingga terwujud to zero accident.

"Kegiatan ini merupakan totalitas dan mempererat polisi lalulintas dan generasi milenial. Budayakan tertib lalin, miliki STNK, miliki SIM, perhatikan rambu-rambu dan taati aturan lalin," pesannya.

Usai rangkaian acara formil dihelat, Pataka dan Kapsul milenial lalu dilepas Kasatlantas Polres Sukabumi, AKP Galih Bayu Raditya yang selanjutnya akan dilanjutkan  ke Kabupaten Cianjur.


Pewarta: Jahrudin
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019.

Saturday, September 22, 2018

Redaksi sukabumiNews

Bupati: Penegakan Syariat Islam Bukan Mendirikan Negara Islam

Foto: Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami (kanan) menyerahkan draft usulan Raperda Larangan Praktik Rentenir dan Raperda Revisi Perda Zakat kepada Ketua MUI Kabupaten Sukabumi KH. DR. A. Komarudin pada acara Milad ke-17 Penegakan Syariat Islam disaksikan Wakil Bupati Sukabumi H. Adjo Sardjono (paling kanan).
PALABUHANRATU, SUKABUMINEWS.net - Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami menegaskan, Penegakan Syariat Islam (PSI) di Kabupaten Sukabumi tidak dimaksudkan untuk mendirikan negara Islam. Pelaksanaan PSI, kata bupati, tetap dalam koridor NKRI dengan Pancasila sebagai dasar negara adalah sesuatu yang final.

“Penegakan Syariat Islam lebih ditekankan  pada pembiasaan dan pembudayaan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari bagi pemeluknya," kata bupati ketika menyampaikan sambutan pada acara Milad ke-17 PSI bertempat di Alun-alun Palabuhanratu, Jumat (21/9/2018).

Untuk menjaga semangat PSI, bupati mengharapkan para ulama dan seluruh komponen organisasi Islam terus melakukan kajian dan kegiatan sehingga nilai-nilai ajaran Islam dapat diaplikasikan dengan baik dan solutif. Hasil kajian tersebut, ujar dia, harus dapat menjawab persoalan umat Islam dewasa ini.

“Kita menyadari bahwa mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang religius dan mandiri tidaklah mudah dan dapat tercapai dalam waktu yang singkat. Tapi kita meyakini bahwa untuk menjadikan Islam sebagai manhajul hayyah atau pedoman hidup bukanlah impian yang tak mungkin," ujar Marwan.
  
Milad ke-17 PSI di Kabupaten Sukabumi diisi dengan pembukaan selubung sebagai tanda launching pembangunan Masjid Wisata Karanghawu dan penyerahan draft usulan Raperda Larangan Praktik Rentenir dan Raperda Revisi Perda Zakat dari Bupati Sukabumi kepada Ketua MUI Kabupaten Sukabumi KH. DR. A. Komarudin.

Bupati juga menyerahkan uang pembinaan kepada para peserta MTQ ke-35 Tingkat Provinsi Jawa Barat yang meraih prestasi.

Pada kegiatan itu tampak hadir para pejabat daerah antara lain Wakil Bupati Sukabumi H. Adjo Sardjono, perwakilan Forkopimda Kabupaten Sukabumi, para kepala perangkat daerah, para camat, para ulama, dan para pimpinan ormas  keagamaan. (*)

Pewarta: Hedri Tias
Editor: Red.
close
close
close