Breaking
loading...
Showing posts with label news. Show all posts
Showing posts with label news. Show all posts

Tuesday, July 23, 2019

Redaksi sukabumiNews

6 Aplikasi Chat Ini Diklaim Paling Aman di Dunia, Kamu Suka yang Mana?

sukabumiNews - SEBUAH lembaga survei yang beroperasi di seluruh dunia, Amnesty International telah merilis daftar aplikasi messaging alias pesan yang dianggap paling aman. Aplikasi-aplikasi pesan tersebut dianggap paling aman karena menawarkan fitur enkripsi end-to-end yang bisa bikin aktivitas chatting kamu susah dibajak atau diretas.

Dari hasil survei dan analisa lembaga tersebut, tercatat ada tujuh aplikasi pesan yang diklaim paling aman dan tak mudah diretas. Aplikasi-aplikasi tersebut antara lain adalah:

1. WhatsApp

whatsapp
Menurut survei, aplikasi pesan yang sudah mengumpulkan 2 miliar pengguna ini dilaporkan punya fitur keamanan paling bagus. Pasalnya, cuma pengguna WhatsApp saja yang mendapat peringatan jika fitur enkripsi end-to-end tidak diaplikasikan pada obrolan tertentu.

Dengan adanya fitur enkripsi yang terintegrasi pengguna jadi bisa memperkirakan obrolan apa saja yang harus mereka bicarakan di WhatsApp. Jadi lebih aman kan?

Fyi, fitur enkripsi alias keamanan dari WhatsApp ini pun diklaim lebih baik juga jika dibanding fitur enkripsi Facebook Messenger (aplikasi pesan yang juga dibuat oleh Facebook). Facebook Messenger diklaim tidak menerapkan fitur enkripsi end-to-end secara default, sehingga membuat aplikasi pesan itu dilaporkan tak terlalu cocoklah dipakai untuk obrolan yang sifatnya rahasia.

2. iMessage

imessage
Aplikasi pesan milik Apple ini juga diklaim paling aman kedua oleh lembaga survei tersebut. Pasalnya, aplikasi ini diklaim telah menerapkan enkripsi backdoors yang bikin siapa pun susah meretas. Enkripsi ini diklaim paling aman, bahkan pemerintah sekali pun gak bisa meretas atau membobol isi chat di aplikasi pesan ini.

3. Facetime

facetime
Selain iMessage, aplikasi pesan video call dari Apple ini diklaim juga paling aman di dunia versi Amnesty International. Obrolanmu via aplikasi pesan video call ini dijamin tak akan mudah diretas atau dibajak.

Lembaga atau orang yang ingin meretas aplikasi pesan video call ini wajib memiliki kemampuan mumpuni. Pasalnya, hingga kini masih belum ada yang bisa meretas atau membajak Facetime bahkan lewat 'jalur belakang' sekalipun.

4. Telegram

telegram
Aplikasi yang desain antarmukanya mirip WhatsApp ini diklaim juga paling aman oleh Amnesty International. Meski fitur enkripsi-nya gak di-setting secara default, kamu gak perlu khawatir obrolanmu mudah diretas. Soalnya, fitur enkripsi dari Telegram diklaim sangat aman, bahkan hacker sepintar apa pun bakal kesusahan saat meretas atau memasuki Telegram lewat jalur belakang sekalipun.

Asyiknya, ada banyak fitur enkripsi yang bisa kamu pilih di Telegram ini. Salah satunya adalah fitur pesan hilang secara otomatis alias self-destructing message yang bisa diatur berapa lama pesan itu bisa diakses.

5. Allo

allo
Pendatang baru di dunia pesan instan ini pun juga diklaim paling aman oleh Amnesty International. Meski tergolong baru aplikasi ini sudah menerapkan fitur enkripsi end-to-end.

Sayangnya, kamu masih harus mengatur atau mengaktifkan fitur end-to-end itu sebelum menggunakan. Sama halnya dengan Chrome, fitur enkripsi end-to-end milik Allo ini juga mengusung mode Incognito untuk melindungi obrolan selama chatting.

6. LINE

line
Aplikasi pesan asal Jepang yang cukup populer di Indonesia ini juga diklaim sebagai aplikasi pesan paling aman di dunia. Dengan 200 jutaan pengguna aktif di seluruh dunia, LINE sudah menawarkan fitur keamanan alias enkripsi end-to-end.

Meski gak se-aman aplikasi pesan populer lainnya, pengguna kabarnya bisa dengan mudah mengenali apakah obrolan aman dengan hanya melihat apakah di pojok kiri atas kolom chatting sebelah nama teman chatting-mu sudah ada simbol gembok.

Itulah enam aplikasi pesan yang diklaim paling aman di dunia versi Amnesty International. Dari enam aplikasi yang masuk daftar di atas, aplikasi pesan mana yang sekarang lagi kamu gunakan? Share di kolom komentar bawah ini yuk.


Sumber: IDNtimes

Monday, July 22, 2019

Redaksi3

PT Semen Jawa Kembali Bagikan Beasiswa kepada Ratusan Pelajar Berprestasi di Kabupaten Sukabumi

pelajar SD berprestasi dapat beasiswa
Para pelajar SD berprestasi yang mendapat beasiswa tampak senang mendengarkan Inspirasi yang disuguhkan seorang pemuda penggiat bahasa, Syauqi Ahmad dalam bahasa sunda.*
sukabumiNews, GUNUNGGURUH - PT. Semen Jawa bersama PT. Tambang Semen Sukabumi kembali memberikan beasiswa kepada 465 siswa-siswi berprestasi yang duduk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di 5 Desa. Kelima desa tersebut antara lain yaitu Desa Kebonmanggu, Sirnaresmi, Tanjungsari, Wangunreja dan Sukamaju yang kesemuanya berada di wilayah Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

Beasiswa berprestasi merupakan salah satu komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat di sekitar wilayah Perusahaan  beroperasi, sebagai wujud kontribusi sosial perusahaan dan karyawan anak perusahaan dari PT. Siam Cement Group (SCG) itu.

PT. SCG dan PT. Tambang Semen Sukabumi tidak hanya mendukung pendidikan formal para penerima beasiswa, namun secara rela bersama-sama mengunjungi kelima Desa tersebut untuk bertemu langsung dengan para penerima beasiswa beserta keluarganya untuk membagikan inspirasi melalui "Inspiration Talk" bertemakan "Temukan Passionmu dan Raihlah Cita-citamu" di lima Desa tersebut.

"Sejalan dengan brand promise SCG, passion for better, harapan kami agar para pelajar berprestasi di lima desa dapat menggali diri mereka, dan menemukan passionnya. Kami yakin bahwa passion dapat mendukung mereka dalam mencapai kesuksesan," terang Somchai Dumrongsil, Presiden Director PT. Semen Jawa dalam rilis yang diterima sukabumiNews, Senin (22/7/2019).

Somchai melanjutkan, melalui beasiswa berprestasi Semen Jawa, pihaknya berharap, para penerima beasiswa dapat terus meneruskan pendidikan agar bersama-sama memajukan Sukabumi menjadi lebih baik lagi di masa depan.

Sesi Talk ini menghadirkan Syauqi Ahmad, seorang pemuda penggiat bahasa. Ia memberikan Inspirasi kepada para pelajar berprestasi dengan menceritakan passionnya dengan bahasa Sunda. Berkat kecintaannya kepada bahasa Sunda Syauqi telah di undang ke berbagai Negara seperti Belgia, Jepang, juga sebagai pembicara TED X Jakarta.

Selain itu, para pelajar berprestasi juga diajak untuk mendengarkan kisah Ilham Novriansyah, seorang Mahasiswa Sukabumi yang memiliki passion dalam memasak yang dapat dijadikan inspirasi kepada para penerima beasiswa. Ilham yang menggantungkan hidupnya pada beasiswa, dapat membangun usaha bakso di Tasikmalaya untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan mengembangkan passionnya.

Informasi yang didapat, acara penganugerahan beasiswa berprestasi Semen Jawa ini dilaksanakan mulai tanggal 22 Juli 2019 di Desa Kebonmanggu, dan akan berlanjut ke lima desa lainnya.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Kebonmanggu Rasnita menyampaikan apresiasi dan rasa terimaksih kepada PT. Semen Jawa dan PT. Tambang Semen Sukabumi yang telah memberikan dukungan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di desanya, terutama dalam menginspirasi anak-anak untuk terus bermimpi tinggi sesuai dengan passion mereka.

Rasnita menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir PT. Semen Jawa dan PT. Tambang Semen Sukabumi telah melaksanakan berbagai kontribusi sosial di Sukabumi dengan mengedepankan 5 pilar yakni, pendidikan, ekonomi produktif, kesehatan, infrastruktur dan agama budaya.

“Semua itu diwujudkannya dalam program seperti kegiatan klinik keliling, pembangunan jalan, dukungan terhadap UMKM juga melalui beasiswa SCG Sharing The Dream yang setiap tahunnya diberikan kepada siswa-siswi tingkat sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat dan program sarjana yang bersemangat mengejar mimpinya dan menjadi kontributor penting untuk kabupaten sukabumi," ungkap Rasnita, mengakhiri rasa terimakasihnya.


Pewarta : Azis. R
Editor : AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Wakil Wali Kota Sukabumi Apresiasi Festival Sepakbola Piala Menpora U-12

Andri S Hamami
Wakil Wali Kota Sukabumi, Andri Setiawan Hamami membuka festival sepakbola piala Menpora u-21 di Stadion Suryakencana Kota Sukabumi, ditandai dengan menendang bola ke arah gawang, Sabtu (20/7/2019).*
sukabumiNews, CIKOLE – Pemerintah Kota Sukabumi mengapresiasi ajang festival sepakbola Piala Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) U-12 se-Kota/Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur. Bertempat di Stadion Suryakencana Kota Sukabumi, ajang ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami pada Sabtu (20/7/2019).

Hadir pada pembukaan kompetisi ini Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sukabumi Haickel Reza Balfas.

Wakil Wali Kota Sukabumi berharap, kegiatan festival ini menjadi momentum untuk kebangkitan dan kemajuan sepakbola di Kota Sukabumi dan sekitarnya.

“Sepakbola sebagai salah satu cabang olahraga yang merakyat dan sangat digemari oleh masyarakat tentunya haus akan prestasi baik di tingkat regional, nasional bahkan internasional,” ujar Andri Setiawan Hamami

Andri menuturkan, melalui kegiatan ini diharapkan muncul bibit-bibit baru pesepakbola handal di tanah air. Mereka ditargetkan mampu mengharumkan nama bangsa dan negara di kancah internasional. Sebab menurutnya, semua masyarakat merindukan dan memimpikan tim nasional bisa berlaga di Piala Dunia

Andri yakin target tersebut akan tercapai apabila semua pihak berusaha keras untuk mencapainya.

''Salah satu upayanya melalui pembinaan usia dini,'' kata Andri. Untuk itu, jelas Dia, Pemkot Sukabumi sangat mengapresiasi kegiatan festival sepakbola ini karena melalui kegiatan ini potensi bakat dan kemampuan anak-anak sejak dini sudah bisa dikembangkan dan diarahkan.

Oleh karenanya kata Andri, Pemkot menyampaikan terimakasih kepada jajaran panitia penyelenggara yang telah berupaya sungguh-sungguh menyelenggarakan acara festival sepakbola Piala Menpora U-12 se Kota/Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur ini.

''Selamat bertanding dan junjung sportivitas,'' imbuh Wakil Wali Kota Sukabumi, seperti dikutip dari laman humpro.sukabumikota,go.id.


Pewarta: Telly NR.
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Sunday, July 21, 2019

Redaksi3

Saeful Rizal Kembali Terpilih sebagai Ketua PK KNPI Kecamatan Bojonggenteng Masa Bakti 2019-2022

muscam knpi
sukabumiNews, BOJONGGENTENG - Saeful Rizal, kembali terpilih sebagai Ketua Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (PK KNPI) kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat untuk masa bakti 2019-2022.

Pemuda Muslimin Indonesia (PMI) asal Desa Berkah itu kembali dipercaya melanjutkan kepemimpinannya selama tiga tahun kedepan pada Musyawarah Kecamatan (Muscam) KNPI Kecamatan Bojonggenteng secara aklamasi. Acara Muscam dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Bojonggenteng, Sabtu (20/07/2019).

“Alhamdulilah, berbagai program dan prospek kepemudaan selama periode kemarin sudah berjalan. Insyallah, tinggal memaksimalkan dan merealisasikannya,” ujar Ketua PK KNPI Bojonggenteng terpilih, Saeful Rizal kepada wartawan, didampingi Pemuda Desa Cipanengah, Awan Kurniawan.

Rizal mengaku, konsep kali ini menerapkan KNPI tidak hanya jadi artis, melainkan jadi produser. “Artinya, KNPI tidak hanya untuk ditonton orang, akan tetapi mempertontontan hasil dan kinerja dari pemuda yang produktif,” jelas Rizal

Rizal menambahkan, Pemuda yang produktif benar-benar bisa sinergis membangun dan mengangkat ekonomi wilayah atau daerahnya masing-masing, juga mendorong pemuda pemudi yang memiliki skill tertentu agar bisa mengembangkan desanya sendiri.

muscam knpi

Masih di tempat yang sama, Wakil Ketua Bidang Kerohanian dan Pendidikan DPD KNPI Kabupaten Sukabumi, Asep Gunawan alias Ustadz Oyag mengatakan, kegiatan Muscam kali ini dihadiri oleh dua orang perwakilan DPD KNPI Kabupaten Sukabumi beserta 22 Organisasi Kepemudaan (OKP).

Menurut Asep, hal tersebut mengacu kepada tata tertib Muncam berdasarkan AD, ART KNPI, pasal 33 ayat 1 poin C, bahwa jika ada 1 calon, maka secara aklamasi langsung ditetapkan sebagai calon terpilih.

“Selamat, kepada Rizal yang kembali terpilih. Meskipun hanya satu kandidat pemilihan, akan tetapi tetap terbilang sah karena mengacu pada tatib Muscam, tidak dilakukan voting,” pungkasnya.


Pewarta : Azis. R
Editor : AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi3

TMMD ke-105 Gelar Si Jempol di Pemandian Cikundul

kegiatan tmmd ke-105
sukabumiNews, LEMBURSITU - Satuan Tugas (Satgas) Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0607/Kota Sukabumi menggelar kegiatan Siap Jemput Bola Pelayanan (Sijempol) di tempat wisata Pemandian Air panas Cikundul, Kota Sukabumi, Ahad (21/7/2019).

Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Kodim 0607/Kota Sukabumi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sukabumi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Data (Dispusida) Kota Sukabumi, dan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Sukabumi.

Komandan Kodim 0607/ Kota Sukabumi  Letnan Kolonel Kavaleri Mujahidin, S.Sos selaku  Dansatgas TMMD TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-105 mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu program dari Satgas TMMD non fisik kepada warga Kampung Tegalpanjang, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.

“Kegiatan Sijempol ini dilaksanakan pada hari libur dan ditempat wisata. Hal ini ditujukan untuk memaksimalkan pelayanan tentang administrasi kependudukan terhadap masyarakat secara gratis,” terang Dandim sesuai rilis yang diterima sukabumiNews dari Penerangan Kodim (Pendim 0607), Ahad (21/7).

si jempol tmmd kodim 0607
Dandim menyampaikan, dalam kegiatan ini Disdukcapil melayani lebih kurang 300 masyarakat sekitar. Diantaranya pembuatan kartu tanda penduduk, kartu keluarga, akta lahir, akta kematian dan Kia (Kartu Identitas anak).

Selain itu tambah Dandim, ada juga perpustakaan keliling dan pelayanan pendaftaran mandiri yang berbayar dan perubahan data kartu KIS oleh BPJS Kesehatan. Sebelum belangsung, kegiatan diawali dengan senam Zumba.

“Kami ingin memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dengan adanya Satgas TMMD ini. Segala apa yang penting dilakukan seperti pengurusan administrasi kependudukan, layanan perpustakaan keliling dan pelayanan tentang program BPJS Kesehatan kami hadirkan dalam kegiatan ini demi mempermudah masyarakat,” jelas Dandim.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, tutur Letkol Kav. Mujahidin, Alhamdulilah  masyarakat sangat antusias menyambutnya. “Terbukti sampai 300 orang yang membuat KK, Akte, dan KIA," tukas Dandim.

Kegiatan ini dihadiri juga oleh Dr. Wita dari Dinas Pengendalian Penduduk (Dalduk), Kadisdukcapil Kota Sukabumi, Iskandar Ifhan, Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah, Nickeu Siti Rahayu, dan Kabid Pariwisata Kota Sukabumi, Yudi Yustiawan.

Pewarta : Azis. R
Editor : AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi3

Desa Bojong Kecamatan Cikembar Butuh Gedung Olahraga untuk Mendorong Bakat Pemuda

sekdes dede nuryadin
sukabumiNews, CIKEMBAR - Pemerintah Desa (Pemdes) Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat mengharapkan adanya pembangunan gedung olahraga. Sarana diperlukan untuk mendukung dan mendorong bakat anak muda dalam bidang olahraga.

Sekretaris Desa (Sekdes) Bojong, Dede Nuryadin mengungkapkan, Pemdes Bojong memiliki tanah kosong di belakang kantor desa seluas 448 meter untuk pembangunan gedung olahraga. Namun, kata Dede, tinggal pembangunannya saja.

“Tahun 2013 hingga 2019, kami selalu mengajukannya melalu Musrenbang kecamatan, namun sampai saat ini masih belum masuk prioritas," ungkap Dede kepada sukabumiNews, Sabtu (20/7/19) kemarin.

Dede menambahkan, estimasi anggaran untuk pembangunan gedung olahraga itu ditaksir sebesar Rp. 800 juta. Dengan adanya gedung tersebut  jelas Dede, nantinya bisa dijadikan sarana olahraga warga, khususnya para pemuda untuk menyalurkan bakatnya.

"Adanya gedung olahraga tentu akan membuat masyarakat rajin berolahraga serta melakukan hal-hal positif. Selain itu, juga bisa disewakan ketika ada warga dari luar desa yang hendak menggunakannya. Ini kan bisa menambah penghasilan desa juga," ujarnya.

Dede optimis, dengan keberadaan gedung olahraga bisa mengembangkan potensi pemuda berbakat yang ada di Desa Bojong. Karena itu Dede berharap, pada 2020 mendatang pembangunan tersebut dapat terealisasikan. "Mudah-mudahan pembangunan gedung itu bisa terlaksanakan pada tahun mendatang demi mengangkat potensi olahraga yang ada di wilayah kami," tandasnya.

Di lain pihak, salah seorang warga Kp. Bojongkaler, Agus (32) berpendapat, bahwa pembangunan gedung olahraga itu sangat dibutuhkan untuk mendorong bakat para pemuda yang hobi dengan olahraga seperti, futsal, volley ball dan olahraga lainnya bisa maju.

"Ya tentunya untuk mendukung itu semua, perlu adanya sarana dan prasarana yang memadai. Dalam hal ini salah satunya gedung olahraga. Mudah-mudahan kedepan bisa terlaksana," harapnya.


Pewarta : Azis. R
Editor : Agus. S
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Saturday, July 20, 2019

Redaksi sukabumiNews

VIDEO: Detik-detik Nunung Srimulat Digerebek Polisi di Rumahnya

Tri Retno Prayudati alias Nunung. (Gamar Istimews)
Tri Retno Prayudati alias Nunung ditangkap polisi terkait penyalahgunaan narkotika jenis sabu pada Jumat (19/7/2019) di rumahnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisiaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan, Nunung dan suaminya bernama July Jan Sambiran telah memakai sabu sejak lima bulan lalu. Alasannya, untuk meningkatkan stamina saat beraktivitas.

Sumber Video: Suaradotcom


Redaksi sukabumiNews

1000 Ulama akan Hadiri Ijtima Ulama IV di Jakarta, Agustus 2019 Mendatang

ijtima ulama IV
sukabumiNews, JAKARTA – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) akan kembali menggelar Ijtima Ulama IV pada awal Agustus 2019. Kabarnya, akan ada 1.000 ulama yang hadir dalam acara tersebut.

Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif yang juga panitia Ijtima Ulama IV mengatakan, acara akan berlangsung pada 5-6 Agustus 2019 di Jakarta. "Insya Allah di Jakarta tangal 5-6 Agustus 2019," ucapan Slamet Ma'arif kepada Kantor Berita RMOL, Selasa (16/7/2019) lalu.

Nantinya, Ijtima Ulama IV ini akan dihadiri para ulama yang juga telah hadir pada Ijtima Ulama pertama hingga ketiga. "Peserta Ijtima ulama satu, dua, dan tiga akan kami undang. Kurang lebih seribu ulama dan tokoh kita undang," imbuhnya.

Untuk mematangkan acara ini, GNPF-Ulama telah melakukan rapat kepanitiaan penyelenggara Ijtima Ulama IV ini di Hotel Alia, Cikini, Jakarta Pusat pada Senin (15/7) malam.

Rapat itu untuk membahas tema serta pembahasan yang akan didiskusikan dalam Ijtima Ulama IV. "Tema daripada Ijtima akan kita bahas pada pertemuan. Jadwal, hari, waktu, dan tempat juga akan kami bahas nantinya di dalam pertemuan. Bagaimana menyikapi keadaan dan situasi dengan hal-hal yang terbaru. Nah InsyaAllah semuanya akan dapat kami bahas dan akan kami laksanakan dan di dalam Ijtima," ucap Ketua GNPF-Ulama Yusuf Muhammad Martak, dilansir dari GELORA.CO.

Editor : Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, July 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

3 Bulan Kasus Novel Harus Tuntas, Polri Yakin Sanggupi Maunya Jokowi

nevel baswedan
Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (26/4). [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya]
sukabumiNews, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan target tiga bulan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menindaklanjuti hasil investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyiraman Novel Baswedan.

Terkait hal itu, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Komisiaris Besar Polisi Asep Adi Saputra mengaku, optimis terkait ungkap kasus tersebut.

"Kami tetap optimis sudah sejak awal setelah kejadian 11 April itu penyelidikan, sampai ada masukan dari pemerintah, Komnas HAM, kita membuat tim pencari fakta, kita juga belerja profesional dan independen," ujar Asep di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019), dikutip dari laman Suara.com.

Asep mengatakan, tim teknis sedianya akan mengungkap kasus tersebut akan dibentuk pekan depan. Namun, Polri akan mengevalusi seluruh temuan sebelum tim teknis bekerja.

"Secara pengorganisasian, Minggu depan akan ditetapkan keseluruhan dari tim teknis itu. Tentunya berawal dari mengevaluasi kembali apa yang dilakukan," sambungnya.

Asep menerangkan, nantinya tim teknis bakal mengusut kasus tersebut hingga aktor inteletualnya ditemukan. Nantinya pencarian dakan dimulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP) yang hingga saat ini belum jelas karena keterbatasan saksi dan alat bukti.

"Tidak menjadi masalah karena oleh TKP bukan hanya persoalan barang bukti saja, mungkin pada saksi itu belum bicara, belum ditemukan, sekali lagi olah TKP terus berlanjut selama kegitan penyelidikan kegiatan penyidikan ini berlangsung," imbuh Asep.

Sebelumnya, Jokowi mengaku tak mau berlama-lama menunggu penyelidikan aparat kepolisian yang sudah menerima hasil investigasi TGPF yang dikerjakan selama enam bulan tersebut.

Maka, Jokowi pun hanya memberikan kesempatan kepada Kapolri Tito agar tim teknis bisa menyelidiki fakta-fakta yang ditemukan TGPF terkait teror air keras yang menimpa Novel.

"Oleh sebab itu sekali lagi kalau Kapolri kemarin menyampaikan akan meminta waktu enam bulan, saya sampaikan tiga bulan tim teknis bisa menyelesaikan apa yang kemarin disampaikan. Kita harapkan dengan temuan-temuan yang ada saya kira sudah menyasar ke kasus-kasus yang terjadi," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, hari ini.

BACA:
Soal Penyelesaian Kasus Novel, Jokowi Beri Waktu Tiga Bulan Buat Tito


Pewarta: Suara.com
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Soal Penyelesaian Kasus Novel, Jokowi Beri Waktu Tiga Bulan Buat Tito

presiden jokowi
Presiden Jokowi saat berpidato di acara Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/7) malam. (Foto : Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka)
sukabumiNews, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan bukanlah kasus yang mudah untuk diungkap.

Menurut Jokowi, jika kasus yang menimpa Novel Baswedan adalah kasus yang mudah diungkap, maka dalam waktu sehari dua hari, pelaku pasti akan segera terungkap.

"Kasusnya ini bukan kasus mudah, kalau kasus mudah, sehari dua hari ketemu," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Pernyataan Jokowi tersebut merespon upaya TPGF kasus penyiraman Novel yang dianggap gagal dalam mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan.

Karena itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu, meminta agar tim teknis lapangan bisa menyelesaikan dalam waktu tiga bulan untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

"Oleh sebab itu sekali lagi kalau Kapolri kemarin menyampaikan akan meminta waktu enam bulan, saya sampaikan tiga bulan tim teknis bisa menyelesaikan apa yang kemarin disampaikan. Kami harapkan dengan temuan-temuan yang ada saya kira sudah menyasar ke kasus-kasus yang terjadi," ujar Jokowi.

Jokowi pun mengapresiasi kepada Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyiraman Novel Baswedan yang telah bekerja enam bulan. Ia berharap agar tim teknis lapangan segera menindaklanjuti temuan-temuan yang ada.

Ketika ditanya apakah akan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen jika dalam waktu tiga bulan tim teknis belum berhasil mengungkap siapa pelaku penyiraman air keras ke Novel Baswedan, Jokowi mengatakan akan menunggu hasil terlebih dahulu.

"Saya beri waktu tiga bulan. Saya lihat nanti setelah tiga bulan, hasilnya kayak apa. Jangan sedikit-sedikit larinya ke saya, tugas Kapolri apa nanti," tandasnya.

BACA:
3 Bulan Kasus Novel Harus Tuntas, Polri Yakin Sanggupi Maunya Jokowi

Sebelumnya, Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan menyampaikan hasil investigasi yang dikerjakan selama 6 bulan. Mereka tidak berhasil atau gagal mengungkap pelaku penyiraman.

Penyampaian hasil tersebut digelar di Gedung Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (17/7/2019).

Dengan penyampaian hasil tersebut, tim pakar meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk membuat tim teknis spesifik.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Mochammad Iqbal menerangkan, pihaknya akan segera membentuk tim yang diketuai oleh Kepala Bagian Reserse Kriminal Mabes Polri, Komisiaris Jenderal Polisi Idham Azis.

"Tim teknis lapangan akan segera dibentuk, dipimpin oleh bapak Kabareskrim akan segera menunjuk seluruh personel dalam tim dengan kapasitas terbaik," ujar Iqbal di gedung Bareskrim Polri, Rabu (17/7/2019).

Artikel ini telah tayang di Suara.com dengan judul “Soal Penyelesaian Kasus Novel, Jokowi: Jangan Sedikit-sedikit Lari ke Saya”



Editor: Red
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Terkuak, Prabowo Ternyata Tak Kabari Pembina Gerindra saat Bertemu Jokowi

Akhirnya, pertemuan perdana Jokowi - Prabowo terjadi di Stasiun MRT Lebak Bulus (13/7/2019) [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
sukabumiNews, JAKARTA – Pertemuan antara Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto dengan Presiden Jokowi di stasiun KRT pada Sabtu (13/7/2019) ternyata di luar sepengetahuan Dewan Pembina Gerindra.

Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco mengatakan ketidaktahuan Dewan Pembina akan rencana Prabowo bertemu Jokowi tersebut lantaran Prabowo yang belum sempat melapor.

Karena itu, Prabowo menggelar pertemuan dengan Dewan Pembina untuk memberikan penjelasannya langsung pada hari ini di kediamannya di Bojong Koneng, Hambalang, Bogor.

"Pada prinsipnya Pak Prabowo tadi menerangkan soal rencana pertemuan MRT yang memang tidak disampaikan ke Dewan Pembina karena sifatnya mendadak dan situasional," kata Dasco kepada wartawan, Jumat (19/7/2019), dikutip dari Suara.com.

Dalam pertemuan dengan Dewan Pembina, Prabowo kemudian memberikan klarifikasinya tentang apa yang sebenarnya terjadi saat dirinya bertemu Jokowi pekan lalu.

"Nah namun tadi sudah disampaikan pada teman-teman Dewan Pembina bahwa pertemuan itu tujuannya adalah untuk meredam gejolak di masyarakat dan juga untuk kepentingan yang lebih besar, yaitu dalam upaya menyelamatkan kawan-kawan yang saat itu sudah dan sedang mengalami proses hukum sehingga suasana bisa kondusif," tutur Dasco.

Sebelumnya, Prabowo Subianto membentuk tim seleksi nama anggota perwakilan rakyat terpilih untuk menduduki jabatan strategis di DPR RI maupun DPRD tingkat provinsi, kabupaten atau kota.

Tim tersebut dibentuk Prabowo usai melakukan rapat dengan Dewan Pembina Gerindra pada hari ini di kediamannya di Hambalang, Bogor.

"Berdasarkan anggaran dasar, kewenangan untuk menetapkan pimpinan DPR RI, ketua DPR provinsi, wakil ketua DPR provinsi, ketua DPR kabupaten/kota, wakil ketua kabupaten kota adalah wewenang Ketua Dewan Pembina. Oleh karena itu, kita bentuk tim untuk menseleksi nama-nama dimaksud untuk menempati posisi strategis di DPR RI, provinsi dan kabupaten/kota," ujar Sekjen Gerindra Ahmad Muzani di Hambalang, hari ini.

Muzani mengatakan berdasarkan laporan hasil pemilu legislatif dari keputusan KPU, Gerindra mendapatkan sebanyak 78 kursi DPR RI, serta 2.245 anggota DPRD terpilih untuk di seluruh Indonesia.

Berdasarkan perolehan tersebut, lanjut Muzani, Gerindra telah menentukan posisi strategis sebagai pimpinan baik di DPR RI maupun DPRD. Namun untuk siapa saja nanti anggota dewan terpilih yang akan mengisi posisi tersebut, masih akan diseleksi melalui tim.

"Dari jumlah itu kita menempatkan 3 orang, 1 orang wakil ketua DPR RI, 3 orang ketua DPR provinsi. 50 ketua DPRD kabupaten/kota dan ada kurang lebih 164 wakil ketua DPRD kabupaten/kota dan 22 wakil ketua DPRD provinsi," kata Muzani.

Pewarta: Suara.com
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Staf Pol PP Kecamatan Dilantik Camat Sukabumi Sebagai Pjs Kades Sukajaya

pelantikan pjs kades
sukabumiNews, SUKABUMI – Camat Sukabumi H. Herri Sukarno kembali melantik Penjabat Sementara Kepala Desa (Pjs Kades) Sukajaya, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi. Pjs Kades yang dilantik oleh Camat Herri kali ini yaitu Muhamad Mukhlis. Muhammad Mukhlis, sebelumnya menjabat sebagai staf pelaksana Polisi Pamong Praja (Pol PP) di Kecamatan Sukabumi, Jawa Barat.

Menurut Herri, Kades Sukajaya diganti lantaran masa jabatannya telah habis, yaitu selama 6 tahun. “Sesuai Undang-Undang, jika masa jabatannya telah habis maka harus diganti,” kata Camat Herri kepada sukabumiNews usai pelantikan.

Herri menuturkan, pelantikan Pjs Kades itu dilakukan demi mempercepat proses pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tahun 2019.

Pelantikan dan penandatanganan sumpah yang dilanjutkan dengan serah terima jabatan dari kades lama, Deden Gunaepi kepada Pjs Kades Muhamad Mukhlis itu dilaksanakan di Gedung Olah Raga (Gor) Desa Sukajaya, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, Jum’at (19/7/2019).

penandatanganan sumpah
Hadir pada acara pelantikan tersebut Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (FORKOPICAM) se-Kecamatan Sukabumi, Kapolsek, Danramil, dan tokoh masyarakat setempat.

Sementara itu, PJs Kades Sukajaya Muhamad Mukhlis mengaku, ia akan bekerja sesuai dengan amanah yang diembannya selaku Pjs kades, serta harus paham betul tertang permasalahan dan kebutuhan desanya.

“Insya Allah doa dari semuanya akan kami laksanakan dengan amanah, kami pun mengharapkan partisipasi masyarakat untuk membantu program pembangunan di desa kami,” tandasnya.

Pewarta : Karim. R
Editor : AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Thursday, July 18, 2019

Redaksi3

Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Jampang Tengah Lakukan Aksi Tumpuk Tanah Menyerupai Kuburan di Tengah Jalan


jalan rusak
sukabumiNews, JAMPANG TENGAH – Warga Jampang Tengah melakukan aksi protes kepada Pemkab Sukabumi terkait kondisi jalan Cikembar-Padabeunghar. Mereka melakukan protes untuk kesekian kalinya lantaran hingga saat ini jalan tersebut tak kunjung diperbaiki.

Aksi protes mereka kali ini dilakukan dengan menumpuk tanah menyerupai kuburan di ruas jalan Cikembar-Padabeunghar, tepatnya di Kp. Ciembe, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (18/07/2019).

"Kali ini kami membuat tumpukan tanah menyerupai kuburan orang meninggal. Sebelumnya, aksi penanaman pohon pisang juga pernah dilakukan. Pemkab Sukabumi memperlakukan kami seperti anak tiri," ungkap Asep (33) warga Ciembe kepada sukabumiNews saat ditemui di lokasi aksi, Kamis (18/07).

Aksi protes yang melibatkan sedikitnya 60 orang warga Desa Padabeunghar itu, dimulai pada malam hari hingga pagi hari tadi. Selain membuat tumpukan tanah di tengah jalan menyerupai kuburan bertuliskan “Hati-hati Jalan Berlubang”, aksi juga diikuti dengan pengibaran bendera kuning perlambang kematian.

"Kami bosan dengan janji Pemkab Sukabumi yang tak kunjung memperbaiki jalan ini. Kami seperti dianak tirikan, padahal wilayah Jampang memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan di Kabupaten Sukabumi. Kenapa wilayah kami tidak lebih baik dari wilayah lain?," jelas Asep, kecewa.

Menanggapi aksi warga Ciembe, Kepala Sub Unit Pengelola Wilayah II Jalan Provinsi Jabar, Dola Adrena mengatakan proses pembangunan jalan tersebut dalam waktu dekat pada tahun 2019 ini akan segera dilaksanakan.

"Rencana pembangunan jalan Cikembar-Padabeunghar akan dilakukan dalam waktu dekat ini berupa betonisasi. Prioritas pembangunan dengan mendahulukan jalan yang mengalami rusak parah seperti di Ciembe ini," jelas Dola saat dihubungi sukabumiNews melalui sellulernya.

"Selain itu, jalan tersebut rencananya akan dibangun hingga wilayah Jampang Tengah-Kiaradua sepanjang 4 Kilometer menggunakan aspal," pungkasnya.


Pewarta : Azis. R
Editor : Agus. S
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Redaksi3

Bintang Timur FC Kukuhkan Pemain untuk Berlaga di Pertandingan Liga Tiga 2019

bintang timur fc
sukabumiNews, CISAAT - Bintang Timur Football Club (FC) segera melakukan pengukuhan pemain yang akan berlaga dalam pertandingan Liga Tiga 2019. Pengukuhan akan dilaksanakan di Kantor Sekretariat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang terletak di wilayah Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Manager Bintang Timur FC, Deden Haerudin mengatakan, dalam tahapannya Bintang Timur FC sudah memenuhi semua persyaratan secara administratip. Bahkan, kata Dia, terbaik se-Jawa Barat.

deden haerudin

"Alhamdulillah Bintang Timur FC segera berlaga. Semua persiapan sudah di tempuh. Ini berkat dukungan semua pihak terutama Ketua KONI Kabupaten Sukabumi," tutur Deden kepada SukabumiNews di kantornya, Kamis (18/7/2019).

Deden mengungkapkan, ada berbagai kendala yang harus ditempuh Bintang Timur FC. Semisal dalam segi keuangan. Dalam peraturannya Bintang Timur FC harus mengantongi uang sedikitnya Rp200 juta.

"Kita disupport langsung sama Ketua KONI. Baik secara moril maupun materil. Bahkan dalam persiapan pertandingan. Persyaratan keuangan. Kita sudah melebihi ada sekitar Rp530 juta. Sehingga kami bisa lolos verifikasi dan terbaik se-Jabar secara administratif," ungkapnya.

Sebab dalam liga hari ini Bintang Timur FC menargetkan bisa masuk ke Liga Nasional. Sehingga komunikasi terus di jalan dengan KONI Kabupaten Sukabumi, Terlebih Sukabumi yang akan menjadi tuan rumah. Sarana prasarana pun difasilitasi baik untuk pelaksanaan meeting.

"Namun kita itu lemahnya dilapang, sebab WC nya ada satu, harusnya kan kalau pemain 30 maka WC harus ada 30 serta ada showernya. Kita kan showernya tidak ada. Namun kita terus bersemangat karena ada dukungan terus dari KONI, bahkan kami pun memasukan Ketua KONI sebagai wakil CEO Bintang Timur," jelasnya.

Dalam pengukuhan pemain pun akan dilaksanakan di Kantor KONI bersama Bupati dan Dispora. Yang direncanakan pada pada tanggal 1 namun karena verifikasi belum rampung maka diundur  pada tanggal 18 atau 21 Agustus 2019.

"Sebelum berangkat baik ketua KONI, Bupati atau Dispora yang akan mengukuhkan Bintang Timur sebelum berangkat di Liga 3 Nasional seri A. Sebab ada 2 seri. Seri A adalah seri yang lolos verifikasi sensor," pungkasnya


Pewarta : Azis. R
Editor: Agus S.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Jubir PA 212 Mengaku Sakit Hati Lantaran Diancam Masuk Bui oleh Kubu 02

jubir pa 212
Jubir PA 212 Novel Bamukmin. (Foto: dok. breaking.co.id)*
sukabumiNews, JAKARTA – Juru Bicara PA 212 Novel Bamukmin mengakui sakit hati, lantaran mendapat ancaman bakal diadukan ke polisi sehingga dipenjara oleh kubu 02, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Ancaman tersebut didapatkan Nevel dari kubu politiknya sendiri lantaran tidak menuruti imbauan Prabowo supaya tidak menggelar unjuk rasa saat sidang perkara sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Novel menuturkan, dirinya baru akan tunduk kepada komando pentolan FPI Rizieq Shihab.

"Komando saya satu, Habieb Rizieq Shihab. Hari itu saya tanggal 14 Juni menentukan sikap, bahwa saya harus turun," tegas Novel dalam acara diskusi yang digelar di Gedung Joang 45, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, seperti dikutip laman suara.com, Kamis (18/7/2019).

Novel kembali menjelaskan bahwa dirinya mendapat ancaman gara-gara tak mematuhi imbauan Prabowo. Bukan dari kubu Jokowi – Maruf atau polisi, namun ancaman itu diakui Novel justru berasal dari kubu Prabowo – Sandiaga Uno sendiri.

"Ini sangat menyakitkan. Kalau waktu itu saya ditangkap, kubu 02 malah menjamin saya bakal dijebloskan ke penjara. Cuma karena saya membangkang,” tukasnya.

Tak hanya itu, Novel juga mengakui dipecat dari keanggotaan Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum BPN Prabowo – Sandiaga.

"Pokoknya saya enggak mau tunjuk hidung, tapi saya merasa terancam keselamatannya. Ada dua tempat saya bernaung, dua-duanya saya dikeluarkan," tukasnya.

Artikel ini telah tayang di suara.com dengan judul “Tak Patuhi Prabowo, Jubir PA 212: Saya Dipecat BPN dan Diancam Penjara


Pewarta: Suara
Editor : Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi3

PB HIMASI Desak DLH Tindak Tegas Perusahaan Pencemar Lingkungan

pb himasi
sukabumiNews, PELABUHANRATU - Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Asal Sukabumi (HIMASI) mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi supaya menindak tegas perusahaan penyumbang pencemaran lingkungan di Kabupaten Sukabumi.

Desakan dilakukan melalui aksi demo di depan kantor DLH Kabupaten Sukabumi di Jalan Jajaway, Kecamatan Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Kamis (18/07/2019) siang.

Dalam orasinya, Ketua Umum PB HIMASI Eki Rukmansyah menilai, DLH telah lalai dalam menangani masalah lingkungan yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Sukabumi khususnya pencemaran lingkungan air sungai yang mendapat aliran limbah dari pabrik-pabrik sekelas perseroan terbatas (PT) yang menyebar di Kecamatan Cibadak dan Parungkuda.

Eki menyebut ada banyak titik lokasi yang rawan tercemar lingkungan, salah satunya di Kecamatan Cikembar. Selain banyak perusahaan besar seperti produsen AMDK, Kosmetik, Sepatu dan lainnya sambung Eki, saat ini di kecamatan Cikembar tengah dibangun kandang ayam skala besar. “Padahal pembangunan proyek ayam diketahui masih berstatus moratorium,” terang Eki Kepada sukabumiNews.

Ketua Umum PB HIMASI menduga , pembangunan tersebut tanpa melalui proses perizinan yang syah dan memanipulasi izin prinsip dari masyarakat setempat.

Dia juga mendesak agar DLH menindak tegas semua perusahaan pencemar lingkungan. “Kami sudah inventarisir data perusahaan tersebut, dan Kecamatan Cikembar hanya sample dari kelalaian DLH yang saat ini membutuhkan penangan serius," tuturnya.

"Kami menilai DLH sepertinya tidak serius dalam melaksanakan fungsi kerjanya. Di Cikembar, masih ada pembangunan proyek ayam padahal statusnya moratorium. Belum lagi masalah TPA Cikadu, semrawut dan tidak jelas!," pungkas Eki Rukmansyah.

Sementara tuntutan dalam aksi yang dilakukan PB HIMASI antara lain sebegai berikut:

1. DLH harus melakukan sidak ke semua perusahaan terkait penanganan limbah yang menyebabkan pencemaran lingkungan air sungai.

2. DLH harus segera menindak pabrik-pabrik yg menyalahi mekanisme hukum.

3. DLH secepatnya memberikan sanksi tegas kepada oknum DLH yang terlibat dalam pembangunan TPA Cikadu sekitar 15 Hektar.

Menyikapi aksi demo PB HIMASI yang menilai DLH tidak serius dalam menangani perusahaan-perusahaan pencemar lingkungan, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  Kabupaten Sukabumi, Budi Setiadi mengaku, selama ini pihak DLH sudah melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perusahaan-perusahaan di Kabupaten Sukabumi.

Bila ada perusahaan yang nakal, jelas dia, pihak DLH pasti akan menindak tegas dan melakukan proses analisis melalui aturan yang ada. "Kami sudah tindak beberapa perusahaan yang melanggar dan terus dilakukan pembinaan. Untuk TPA Cikadu, itu sudah ada izin nya. Bila ada data pelanggaran lain, DLH siap menindak tegas sesuai aturan," tegas Budi Setiadi menjawab konfirmasi sukabumiNews di tempat terpisah.

Aksi berlangsung tertib dan aman. Kendati demikian, puluhan Aparat kepolisian dari Polres Sukabumi diterjunkan demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.


Pewarta : Azis. R
Editor : Agus. S
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close
close