Breaking
loading...
Showing posts with label news. Show all posts
Showing posts with label news. Show all posts

Thursday, May 23, 2019

Redaksi sukabumiNews

Forum Warga Sukabumi Melawan, Kembali Gelar Aksi di PTUN Bandung terkait gugatan IMB Pabrik Semen PT SCG

Aksi FWSM pada sidangan ke-13 di PTUN Bandung terkait gugatan IMB Pabrik Semen PT. Siam Cement Group (SCG), Kamis (23/5/2019)
-- 
sukabumiNews, BANDUNG – Sejumlah perwakilan masyarakat Sukabumi yang tergabung dalam Forum Warga Sukabumi Melawan (FWSM) dan para korban pabrik semen di 4 dusun Desa Sirnaresmi Kecamatan Gunung Guruh Kabupaten Sukabumi Jawa Barat kembali melakukan aksi di depan Gudung Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jln. Diponegoro No 34 Bandung, Jawa Barat, Kamis (23/5/2019). Aksi mereka dilakukan pada persidangan ke-13 terkait gugatan IMB Pabrik Semen PT. Siam Cement Group (SCG).

Pihak tergugat adalah Kepala DPMPTSP Kabupaten Sukabumi dan tergugat intervensi PT SCG/Semen Jawa, nomor perkara 127/G/LH/2018/PTUN.BDG dan klasifikasi perkara mengenai hal-hal yang mengakibatkan kerusakan dan pencemaran lingkungan di PTUN Bandung. Persidangan ke-13 ini mengagendakan pembacaan Kesimpulan Para Pihak  baik dari pihak penggugat maupun pihak tergugat.

Pada setiap persidangan penyampaian bukti dan fakta, penggugat fokus pada proses dalam penyusunan dokumen perizinan pembangunan dan lingkungan yang tidak melibatkan warga terdampak secara langsung.

“Dalam proses sidang yang berlangsung sebelumnya Pemkab Sukabumi sebagai tergugat dan Perusahaan PT. Siam Cement Group (SCG) sebagai tergugat intervensi tidak menjelaskan secara utuh bagaimana proses sosialisasi yang melibatkan warga yang akan terdampak langsung dari rencana pembangunan pabrik semen," ujar Wahyudin, Staf Ahli Advokasi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat kepada Wartawan pesan tertulis yang diterima sukabumiNews.

Lebih jauh Wahyudin menjelaskan Pemkab Sukabumi hanya menyampaikan proses sosialisasi dilakukan dengan pemerintah desa dan para tokoh masyarakat setempat. Pihak tergugat tidak menjelaskan bahwa masyarakat yang akan terdampak dilibatkan dalam sosialisasi.

"Padahal jika mengacu terhadap Permen LH No 17 tahun 2012 tentang pedoman keterlibatan masyarakat dalam penyusunan dokumen AMDAL dan Izin Lingkungan Hidup, seharusnya sosialisasi mengutamakan  warga yang terkena dampak langsung pembangunan pabrik semen," jelasnya.

Sementara itu Salah seorang penggugat saudara Eman Sopandi menuturkan, Pemkab Sukabumi maupun perusahaan tidak bisa membuktikan secara utuh bahwa IMB yang dimiliki tidak melalui proses yang seharusnya dilakukan sebagaimana aturan perundang-undangan.

"Pada faktanya pemerintah dan perusahaan tidak melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang akan terdampak langsung, sosialisasi hanya dihadiri oleh perwakilan pemerintah desa, Rt, Rw dan Tokoh masyarakat yang tidak merepresentatikan masyarakat terdampak secara langsung dan saya menilai bahwa para perwakilan yang hadir pun tidak melakukan sosialisasi kembali kepada masyarakat lainnya secara utuh,” ungkap Eman Sopandi.

Masih ditempat yang sama, Endah sebagai Penggugat dari Dusun Pangleseran menuturkan, saya melihat bahwa setiap hal-hal yang dipertanyakan oleh hakim kepada para tergugat tidak bisa dijawab sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Salah satu contohnya apakah papan informasi dipasang oleh tergugat, tergugat menyampaikan dipasang namun lokasinya berada di dalam sehingga bisa jadi papan tersebut tidak terlihat oleh masyarakat sekitar dampak.

"Sementara yang warga ketahui papan informasi tersebut harus terlihat jelas oleh masyarakat sekitar, contoh kedua apakah pada proses diskusi publik melibatkan warga, tergugat menyampaikan terwakili, namun warga yang ada di empat dusun yang menolak saat ini tidak dihadirkan dalam diskusi publik, hal ini juga tidak menjawab terhadap keluhan kami yang mana kami tidak pernah merasa terlibat dalam diskusi publik tentang rencana pembangunan pabrik semen di kampung kami," tuturnya.

Dalam penyampaian kesimpulan ini, warga meyakini bahwa dalam setiap persidangan warga korban sebagai pihak penggugat sudah mengirimkan dan menyampaikan setiap alat bukti dan fakta yang cukup dan dapat memperkuat adanya pelanggaran prosedur perizinan lingkungan dan pembangunan yang dilakukan oleh pihak tergugat dan tergugat intervensi kepada majelis hakim.

“Sementara, pihak tergugat tidak memberikan cukup bukti dan saksi yang melemahkan bukti dan keterangan pihak penggugat." Pungkas Staf Ahli Advokasi Hukum Walhi Jabar.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Di Penghujung Jabatan, Kades Cireunghas Tetap Konsisten Jalankan Program Sapa Warga

Kades Cireunghas serahkan jadwal solat Digital kepada DKM. [FOTO: Rio/sukabumiNews]
-- 
sukabumiNews, CIREUNGHAS - Di penghujung masa jabatannya, Kepala Desa Cireunghas, Kecamatan cireunghas, Kabupaten Sukabumi, terus konsisten jalankan program Sapa Warga melalui solat terawih keliling ( TARLING ) yang setiap tahunnya dilaksanakan di 25 masjid yang ada di wilayah Desa Cireunghas.

Setelah solat terawih dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa sekaligus sosialisasi informasi seputar kamtibmas dan keterbukaan informasi publik, transparansi anggaran baik secara fisik dan administrasi.

“Acara ini saya mulai semenjak saya menjabat Kades Cireunghas, terlebih untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, mengajak diri dan masyarakat untuk lebih meningkatkan ketakwaan di bulan suci ini dan mengimplementasikan makna bulan Ramadhan di kehidupan sehari-hari,” kata Kepala Desa Cireunghas, Deny Nurmawan, S.IP., kepada sukabumiNews.

Program pembangunan yang telah berhasil didorongnya selama menjabat  Kades diantaranya, 250 unit pembangunan Rumah Tidak Layak Huni ( RTLH ), pembebasan lahan lapang sepak bola, berdirinya sekolah SMA Negri Cireunghas,  Penerangan Jalan umum ( PJU ), serta pembangunan jalan desa dan jalan lingkungan yang sudah terbangun rata.

Deny Nurmawan (Kang Dewan)  saat jadi imam solat terawih
"Saya ucapkan terimakasih kepada semua warga Desa Cireunghas, yang selama ini sudah ikut antusias dalam mendukung semua program pembangunan," ujarnya.

Mengenai transisi kepemimpinannya yang tinggal beberapa minggu kedepan akan habis masa baktinya, dirinya menyampaikan permohonan maaf atas semua perjalanan pelayanan selama tugasnya, sedangkan untuk kedepannya, jika ada izin dari yang maha kuasa dirinya akan mencalonkan diri kembali untuk mengikuti Pilkades di tahun ini.

“Harapan saya, bagi siapapun kedepan yang memimpin agar dapat melanjutkan program-program yang sudah di plot secara prioritas yang telah di buat dengan baik," pungkasnya.


Pewarta: Rio Bagja Gumilar
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, May 22, 2019

Redaksi sukabumiNews

Tersangkan Perusuh Aksi 21 Mei Dinyatakan Melawan Petugas dan Rusak Asrama Polisi

Sejumlah massa menyerang polisi saat terjadi kerusuhan 21 Mei. [Foto: Istimewa]
-- 
sukabumiNews, JAKARTA – Polda Metro Jaya menyatakan 29 tersangka kericuhan pada aksi 21-22 Mei terlibat perusakan Polsek Gambir dan Asrama Brimob Petamburan.

"Para tersangka ini melakukan perusakan Polsek Gambir dan asrama polisi serta melawan para petugas yang menjaga ketertiban. Aksi tersangka ini terekam CCTV," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, di Jakarta, dikutip dari PR, Rabu 22 Mei 2019.

Selain di Gambir, polisi juga dikabarkan telah mengamankan 72 tersangka yang melakukan perlawanan kepada petugas di Kantor Bawaslu RI serta 166 tersangka di daerah Petamburan Jakarta Pusat.

Para tersangka di Petamburan tersebut membakar sejumlah mobil. Dari tangan tersangka polisi juga menyita sejumlah barang bukti seperti mercon, petasan, dan celurit. Turut disita pula bom molotov uang operasional dan uang dalam amplop lengkap dengan nama-nama orang. [PR]


Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Kapolri: Pelaku Rusuh di Bawaslu Bukan Peserta Aksi Damai

Foto: Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
-- 
sukabumiNews, JAKARTA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan kerusuhan yang terjadi pada Selasa (21/5) malam terjadi setelah sekitar 300an pemuda dari arah Tanah Abang mendekati Gedung Bawaslu RI di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Kelompok tersebut, ujar Tito, menyatakan melakukan provokasi setelah sebelumnya massa yang melakukan aksi sejak siang hari telah sepakat dengan polisi bubar usai salat tarawih di kawasan tersebut.

"Jam setengah 10 sebenarnya sudah klir. Tapi, anggota tetap standby. Kira-kira jam 23.00 WIB datang sekelompok masyarakat, anak-anak muda sekitar 300-400 orang datang ke Bawaslu dari Tanah Abang, langsung lempar batu, bahkan konblok, molotov, dan petasan," ujar Tito dalam jumpa pers di Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Rabu (22/5).

Tito menegaskan penurunan pasukan polisi di kawasan sekitar Bawaslu sudah sesuai standar prosedur operasi pengamanan pascapengumuman pemilu 2019.

Selain itu, kata Tito, ada perbedaan jenis dari aksi yang dilakukan massa pada siang hingga tarawih di depan Bawaslu, dengan massa yang melakukan kerusuhan setelah sempat bubar dari lokasi tersebut.

"Bedakan penanganan dia aksi unjuk rasa itu dilakukan damai," kata Tito.

Ia menegaskan dua aksi tersebut berbeda segmen, karena yang terjadi pada siang hingga usai tarawih berlangsung damai sementara yang malam justru sengaja melakukan provokasi membuat kerusuhan.

"[Setelah] Selesai [aksi pertama] Jam 9 (malam), yang datang bukan unjuk rasa, langsung anarki. Mereka sudah perusuh. Menciptakan kejahatan. Menyerang petugas," tegas Tito.

"Jadi jangan sampai publik di-framing seolah-olah ada aksi damai yang dibubarkan secara represif. Itu tidak benar. Dua segmen yg berbeda. Segmen pertama aksi damai. [Segmen] kedua itu aksi langsung anarki oleh sekelompok orang yang menyerang. Sengaja menciptakan kerusuhan," ujar Tito. [CNN] 
Redaksi sukabumiNews

Rais, Bocah Penderita Tumor Lidah Dapat Santuna dari Hardholiend Community Since (HCS) 2005

Ketua Umum HCS 2005 bersama Ketua HCS Kota Sukabumi dan Kab. Sukabumi, Rio Rusdianto dan Parli Kurnia saat memberikan Bantun kepada Siti Ibunda M. Rais. [Foto: Azis R./sukabumiNews]
sukabumiNews, CURUGKEMBAR - Hardholiend Community Since (HCS) 2005 mendatangi rumah kediaman M. Rais Pratama Rijik demi menjenguk Bocah 8 Tahun yang menderita Tumor Lidah di kampung Mekarwangi Rt. 001/004 Desa Tanjungsari Kecamatan Curugkembar Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Rabu (22/5/2019).

"Alhamdulilah dengan adanya tayangan pemberitaan tentang M. Rais, rekan-rekan HCS 2005 merasa terketuk hati untuk membantu meringankan biaya ananda kita yang menderita Tumor Lidah," tulis Ketua Umum HCS 2005 Dendi Apsal, melalui pesan whatsApp yang diterima sukabumiNews.

Ketum HCS 2005 menginformasikan bahwa Ia bersama Ketua HCS 2005 Kota dan Kabupaten Sukabumi mendatangi rumah Rais sebagai bentuk kepedulian pihaknya terhadap Ananda Rais, sekaligus menyumbangkan uang sekedar untuk meringankan beban biaya yang dibutuhkannya.


“Semoga bantuan yang kita berikan bisa bermanfaat untuk menambantu biaya pengobatannya,” tutur Dendi.

"Seandainya orang tua Ananda Rais dan keluarga memberi izin untuk membantu kesembuhannya dengan cara berobat jalan, maka Ketua HCS Kota Sukabumi Rio Rusdianto, alias Kempez dan Parli Kurnia alias Cumink, Ketua Kabupaten Sukabumi beserta jajarannya akan bersedia melakukannya," ungkap Dendi..

Dendi berharap semoga dengan kedatangannya ke rumah Rais dan terus mengabarkan penderitaannya di medsos akan banyak para dermawan yang tersentuh hatinya untuk ikut membantu biaya pengobatan M. Rais.

Sementara itu, Rais, melalui ibunya, Siti menyampaikan rasa terimakasih kepada HCS 2005 yang telah membantunya. "Somoga Allah SWT memberikan balasan yang lebih atas perhatian HCS kepada Saya, khususnya kepada Rais," ungap Siti, haru..

Rais beserta keluarga juga berharap akan kepedulian yang lain terutama pemerintah agar bisa membantu mengobati penyakit yang dideritanya.

Foto: Ibunda Rais, Siti saat berbincang dengan ketua HCS 2005
Foto: Rais Mohon uluran tangan para Dermawan


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, May 21, 2019

Redaksi sukabumiNews

Puluhan Mahasiswa KAMMI Kibarkan Bendera Kuning di Kantor KPUD Kota Sukabumi

sukabumiNews, CITAMIANG - Puluhan Anggota Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sukabumi melakukan aksi pasang bendera kuning di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi dengan disaksikan langsung oleh ketua KPU Kota Sukabumi, Sri Utami (21/5/2019).

Pengibaran bendera kuning yang dipasang di pagar halaman kantor KPU Kota Sukabumi itu merupakan bentuk pernyataan sikap atas duka cita mereka terhadap peristiwa bergugurannya para anggota penyelenggara pemilu 2019.

"Menurut data dari KPU Kota Sukabumi, ada tiga orang yang meninggal dunia, baik itu dari Pamsung maupun dari KPPS. Yang jelas KAMMI prihatin atas terjadinya peristiwa itu," kata Oksa kepada wartawan saat aksi berlangsung

Oksa memengapresia sikap KPU Kota Sukabumi yang dinilai sangat responsif dan kooperatif menyambut aksi pemasangan bendera kuning tersebut. Ia berharap hal ini bisa menjadi trend yang lebih baik pada periode kedepan.

"Secara personal maupun organisasi, KAMMI mengapresiasi kinerja KPU Kota Sukabumi dengan berbagai pertimbangan yang sudah dimusyawarahkan personal antar pengurus," ungakp Oksa.

Di saat yang sama, Ketua KPU Kota Sukabumi, Sri Utami menyebut, beberapa waktu lalu Gubernur Jawa Barat memberikan santunan sebesar Rp 50 juta kepada korban meninggal dunia dengan aturan korban meninggal pada kurun waktu H-7 dan H+4 pencoblosan.

“Namun untuk beberapa kasus meninggalnya petugas penyelenggara pemilu khususnya di Sukabumi tidak termasuk kriteria tersebut (H-7 hingga H+4) sehingga tidak mendapat santunan dari Gubernur," jelas Dia.

Kendati demikian tambah Sri Utami, Pemerintah daerah berjanji akan menanggung biaya pendidikan kepada 3 orang anak korban yang meninggal dunia, selain itu dari KPU-RI juga sudah ada SK untuk memberikan tanggungan uang duka cita untuk yang meninggal dan sakit.

"Untuk yang meninggal akan mendapatkan santunan sebesar Rp 36 juta, dan untuk yang sakita akan ditanggung biaya pengobatannya selama sakit," tandas Sri Utami

Aksi yang dimulai pukul 14:00 hingga 15:00 WIB itu berlangsung dengan tertib dan aman. Meski demikian, puluhan personil dari kepolisian resort Sukabumi Kota tetap disiagakan demi mengantisipasi berbagai kemungkinan yang akan terjadi.


Pewarta: Telly NR.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

KPU Umumkan Hasil Pilpres 2019: Apa Kata Joko Widodo dan Prabowo Subianto?

Pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak hasil penghitungan rekapitulasi KPU Pemilu 2019, sementara pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas perhitungan rekapitulasi KPU. [ANTARA FOTO]
-- 
sukabumiNews, JAKARTA – Pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak hasil penghitungan rekapitulasi KPU Pemilu 2019, sementara pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas perhitungan rekapitulasi KPU.

Mereka mengutarakan hal itu di waktu hampir bersamaan, tetapi di lokasi yang berbeda di Jakarta, Selasa (21/05) siang.

Di kediamannya, pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memutuskan untuk menempuh "upaya hukum sesuai konstitusi" setelah menolak hasil penghitungan rekapitulasi KPU terkait Pemilu 2019 karena dianggap dipenuhi kecurangan

"Kami tidak akan menerima hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU selama penghitungan tersebut bersumber pada kecurangan," kata Prabowo Subianto dalam jumpa pers di kediamannya, Jakarta, Selasa (21/05).

Pernyataan Prabowo ini disampaikan usai pihaknya menggelar rapat internal di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (21/05), menyikapi pengumuman KPU atashasil rekapitulasi nasional Pemilu 2019.

Di tempat terpisah, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas hasil rekapitulasi pilpres yang menunjukkan keduanya menang atas paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam jumpa pers di Kampung Deret, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (21/05).

"Saya dan pak Kyai Haji Ma'ruf Amin berterima kasih kepada rakyat Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada kami berdua. Kepercayaan dan amanah yang diberikan kepada kami tersebut akan kami wujudkan dalam program pembangunan yang adil dan merata untuk seluruh golongan dan seluruh lapisan masyarakat di seluru pelosok tanah air Indonesia," kata Jokowi.

Prabowo: 'Janggal dan di luar kebiasaan'

Lebih lanjut Prabowo mengatakan, tidak ada upaya KPU untuk memperbaiki apa yang disebutnya sebagai kecurangan tersebut.

"Karena itu, seperti yang pernah kami sampaikan pada 14 Mei di Hotel Sahid, kami menolak semua hasil penghitungan suara pilpres yang diumumkan KPU dini hari tadi," katanya.

Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menyapa media seusai memberikan keterangan pers di kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (21/05). SIGID KURNIAWAN/ANTARA FOTO
Di hadapan wartawan, Prabowo juga mengatakan bahwa pengumuman KPU itu dilaksanakan pada waktu yang janggal di luar kebiasaan.

Prabowo juga menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan "seluruh upaya hukum" sesuai konstitusi dalam apa yang disebutnya sebagai "membela kedaulatan rakyat yang hak-hak konstitusinya dirampas pada Pemilu 2019".

Kepada pendukungnya, Prabowo meminta agar mereka tetap menjaga keamanan dan ketertiban umum.

"Serta selalu menjaga agar aksi-aksi menyampaikan pendapat di depan umum selalu dilakukan damai, berakhlak dan konstitusional," kata Prabowo.

Joko Widodo: 'Terima kasih rakyat Indonesia atas kepercayaan kepada kami'

Di tempat terpisah, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas hasil rekapitulasi pilpres yang menunjukkan keduanya menang atas paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam jumpa pers di Kampung Deret, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (21/05).

"Saya dan pak Kyai Haji Ma'ruf Amin berterima kasih kepada rakyat Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada kami berdua. Kepercayaan dan amanah yang diberikan kepada kami tersebut akan kami wujudkan dalam program pembangunan yang adil dan merata untuk seluruh golongan dan seluruh lapisan masyarakat di seluru pelosok tanah air Indonesia," kata Jokowi.

Dalam pidatonya, Jokowi secara implisit merangkul para pendukung Prabowo-Sandiaga.

"Setelah dilantik di bulan Oktober nanti, kami adalah presiden dan wakil presiden seluruh rakyat Indonesia. Kami adalah pemimpin dan pengayom dari 100% rakyat Indonesia, paparnya.

Menanggapi pihak yang tidak mau mengakui hasil rekapitulasi KPU, Jokowi mengajak semua kalangan untuk dewasa dalam berdemokrasi.

"Rakyat telah dewasa dalam berdemokrasi, telah berkehendak, itu adalah kedaulatan rakyat dalam bentuk pemilu. Oleh sebab itu marilah kita hargai kehendak rakyat yang telah dilaksanakan, marilah kita hargai. Itu yang namanya dewasa dalam berdemokrasi, dewasa dalam melaksanakan pemilu."

'Ajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi'

Walaupun Prabowo dalam jumpa pers tidak menyebut secara detil tentang langkah hukumnya, Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandiaga, Sufmi Dasco Ahmad menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

"Rapat hari ini memutuskan bahwa paslon 02 akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi," kata Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandiaga, Sufmi Dasco Ahmad, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (21/05).

Pernyataan Dasco ini berbeda dengan sikap dan pernyataan kubu Prabowo sebelumnya yang menolak mengajukan gugatan ke MK dan memilih mengerahkan massa di jalanan.

Secara terpisah, Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan BBC News Indonesia, Jerome Wirawan, sekitar pukul 12.20 WIB, Selasa, bahwa keputusan untuk mengajukan gugatan ke MK "sudah confirm".

Kepada wartawan, lebih lanjut Dasco mengatakan, bahwa pihaknya dalam beberapa hari ini akan mempersiapkan materi gugatan.

"Dalam tempo beberapa hari ini kami akan mempersiapkan materi sesuai dengan tenggat waktu yang ada untuk memajukan gugatan ke MK," jelasnya.

Ditanya tentang alasan pihaknya akan melakukan gugatan ke MK, Dasco mengatakan: "Kami melihat bahwa ada pertimbangan-pertimbangan kemudian ada hal-hal sangat krusial trrutama mengenai perhitungan-perhitungan yang sangat signifikan yang bisa dibawa ke MK."

Seperti diketahui, KPU telah menuntaskan rekapitulasi nasional hasil Pilpres 2019, yang menyebutkan bahwa Jokowi-Ma'ruf Amin mendapat 55.50%, sementara Prabowo-Sandi mendapatkan 44.50%.


Pewarta: BBC Indonesia
Redaksi sukabumiNews

Jokowi Nyatakan Niat Merangkul Pendukung Prabowo-Sandiaga

Joko Widodo dan cawapres Ma'ruf Amin menyampaikan pidato kemenangannya sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 di Kampung Deret, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019). Foto:Antara
-- 
sukabumiNews,  JAKARTA – Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyatakan keinginannya untuk terus bersilaturahmi dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Selain itu, Jokowi juga menyatakan komitmennya merangkul seluruh pendukungan Prabowo dan Sandiaga.

Sebelumnya Jokowi juga menyatakan keinginannya untuk bertemu dengan Prabowo - Sandi. Namun, hal itu belum terwujud dikarenakan sulitnya waktu. "Rencana kan sudah sejak awal, tapi yang jelas kita ingin terus bersahabat bersilaturahmi dengan Pak Prabowo dan Pak Sandiaga Uno," ujar Jokowi saat menyampaikan pidato kemenangan di Kampung Deret, Jakarta Pusat, Selasa (21/5).

Tidak hanya kepada pasangan lawan, Jokowi juga ingin merangkul masa pendukung pasangan tersebut. Jokowi berharap masyarakat dewasa menerima hasil pemilu 2019.

Jokowi bilang hasil pemilu merupakan bentuk kedaulatan rakyat. Oleh karena itu seluruh masyarakat perlu menghormati hasil pemilu yang disampaikan KPU.

"Oleh sebab itu kedaulatan rakyat yang telah dilaksanakan itu marilah kita hargai," terang Jokowi.

Meski begitu, kritik terkait pelaksanaan pemilu tidak dilarang. Pada kesempatan tersebut Jokowi bilang akan menghargai bila pasangan Prabowo - Sandi melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Mekaniseme tersebut dinilai sesuai dengan aturan yang ada. "Itu memang sebuah proses yang sesuai konstitusi, sesuai dengan hukum dan undang-undang yang kita miliki," jelas Jokowi.


Pewarta: Kontan.co.id
Redaksi sukabumiNews

SMK NHS Gelar Smartren bagi Remaja Muslim Milenial

sukabumiNews, NYALINDUNG – Dalam rangka mengisi kegiatan di bulan suci Ramadlan, SMK Nurul Huda Sukabumi mengadakan Sekolah Bersama Pesantren (Smartren). Kegiatan diikuti oleh 50 orang Peserta Didik dari Kelas X sampai dengan Kelas XI.

"Kami rencanakan agenda ini selama empat hari ke depan, sampai Rabu, (22/5/2019). Dan kami berharap bukan sekedar pengetahuan yang mereka dapat, namun perbaikan akhlak dalam kehidupan sehari-hari." Harap Kepala SMK NHS Asep Ibadatilah kepada sukabumiNews, Selasa (21/5).

Adapun materi tambah Asep, yang disampaikan, selain dari kitab-kitab klasik, juga membedah informasi umat kekinian. “Kegiatan berbentuk ceramah, diskusi, simulasi dan kajian Al Qur'an,” jelasnya

Sementara, salah seorang peserta Smarten, Onih Yulianti menuturkan, ia merasa senang bisa berdiskusi tentang agama dan kondisi dunia Islam saat ini.

Adapun dalam kegiatan Smarten ini selain menghadirkan ustadz setempat, pemateri dari akademisi pun diundang untuk mengisi acara. "Kita share ilmu di sini. Bahkan saya pun jadi banyak belajar dengan peserta didik dan santri mengenai pengalaman ilmu yang mereka dapatkan," ucap pemateri yang juga Dosen STAI Sukabumi, Asep Japarudin.


Pewarta: Jaka S.
Editor: AM
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Sekda Iyos Apresiasi Kegiatan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi

sukabumiNews, KADUDAMPIT - Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Iyos Somantri menghadiri sekaligus membuka kegiatan Pasar Murah Ramadhan 1440 H yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminam Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi pada Selasa (21/5/2019).

Kegiatan dalam bentuk Pasar Murah atau Sembako Murah bagi Masyarakat sekitar Sukabumi ini digelar di halaman Kantor Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

Dalam sambutannya Sekda Kabupaten Sukabumi mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemda Kab) Sukabumi memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Pasar Murah yang dilaksanakan oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi.

“Kegiatan ini sangat baik karena dapat menolong sesama, apalagi dilaksanakan pada saat bulan suci Ramadhan dimana ummat Isam tengah menjalankan puasa ramadhan,” ujar Iyos Somantri.

"Begitu juga saya sangat mengapresiasi atas prestasi yang diraih oleh Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi terkait program BPJS Ketenagakerjaan," tambah Iyos.

“800 kuota pembagian kupon pasar murah untuk dua area meliputi Cianjur dan Sukabumi, alhamdulilah 400 kupon didapat oleh Kadudampit dan 100 untuk Palabuhanratu. Sisanya untuk area Cianjur," jelas Iyos.

Iyos menyebut, kegiatan ini merupakan anugerah bagi kita selaku masyarakat Kabupaten Sukabumi, khususnya bagi warga Kadudampit, karena pasar sembako murah ini dipatok dengan harga sangat murah yakni per 1 paketnya dijual sebesar Rp75.000. “Ini tentunya lebih dari setengah harga aslinya yaitu Rp175. 000,” trangnya.

Sekda berharap kegiatan ini dapat menjadi amal baik untuk BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi serta dapat berlanjut di kemudian hari.

Sementara itu Camat Kadudampit, Jenal Abidin yang juga hadir pada kegiatan Pasar Murah tersebut menyampaikan terimakasihnya kepada BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi yang telah membantu meringankan beban ekonomi sebagian masyarakat di wilayahnya.

“Semoga BPJS Ketenagakerjaan dengan masyarakat Kadudampit bisa lebih bersinergi. Dan Isnya-Allah masyarakat Kecamatan Kadudampit akan semakin cinta terhadap BPJS Ketenagakerjaan serta bisa menghimbau untuk bergabung dalam program dan kegiatannya,” ujar Camat.

Dilain pihak, Muroh (67) salah satu peserta BPJS Ketenagakerjaan asal Kampung Babakan Kembar Rt.027/006 Desa Sukamanis, Kecamatan Kadudampit bersyukur atas mendapatkan manfaat dari kegiatan Pasar Murah yang dilaksanakan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi.

“Alhamdulilah, nuhun katampi pisan bantosan pasar sembako murah, mugia kapayun BPJS Ketenagakerjaan lancar," ucap Munaroh dalam bahasanya sendiri yang jika diterjemahkan lebih kurang seperti ini; “Alhamdulillah, terimakasih banyak atas bantuan sembako murahnya, semoga ke depan BPJS Ketenagakerjaan lancer”.


Pewarta : Azis. R
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Guru SD Asal Baros Sukabumi Itu Kini Mengajar di SIKK Sabah Malaysia

Foto: Idris memperlihatkan bukti Sertifikat/piagam keberhasilan yang diraihnya selama mengajar di SIKK Sabah, Malaysia.
-- 
sukabumiNews, KINABALU, MALAYSIA – Mendidik dan mengajar bukan hanya profesi, namun selebihnya adalah hobi. Inilah ungkapan yang terucap dari seorang guru SD asal Sukabumi, Idris (35) yang beralamat di Jl Pirus 9 no. 117 Blok 7 Perum Baros Kelurahan Baros, Kecamatan Baros Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Guru yang asalnya bekerja di SDN Otista Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi itu kini sedang bertugas mengajar di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) di Sabah, Malaysia lantaran ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI untuk mengabdikan diri sebagai guru kelas tingkat SD di Negara yang dikenal dengan Negeri Jiran itu sejak 3 tahun lalu.

"Sudah tiga tahun saya mengabdi di sini. Mendidik WNI yang ada di sini. Dan disini banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan," ungkap Idris saat telewawancara dengan Reporter sukabumiNews, Selasa (21/5).

Tidak hanya itu, lebih jauh Ayah dari 2 anak balita perempuan itu menceritakan tentang keberhasilan yang ia raih saat mengajar di SIKK.

Idris telah mampu menghantarkan peserta didiknya untuk mempersembahkan juara umum pertama bagi SIKK pada lomba Kompetisi Sains, Seni dan Olahraga (KS2O) SILN se-Malaysia yang diikuti oleh peserta dari Singapura, Filipina, Brunei Darusalam, dan Yangon, Vietnam.

“Ya Alhamdulillah dengan keberhasilan ini tentunya selain prestasi yang saya raih, kesejahteraan pun kami dapat,” Singkat Idris dengan sedikit logat Malaysianya.


Pewarta : Jaka Susila
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi Gelar Pasar Murah Ramadhan 1440 H

sukabumiNews, KADUDAMPIT - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi menggelar Pasar Murah Ramadhan 1440 H. Kegiatan dalam bentuk Pasar Murah atau Sembako Murah bagi Masyarakat sekitar Sukabumi ini digelar di halaman Kantor Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Selasa (21/5/2019).

Kepala BPJS Cabang Sukabumi Emir Syarif Ismel mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan di bulan Ramdhan 1440 H ini sebagai bentuk Tanggung Jawab Sosial Lingkungan ( TJSL) BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi.

"Kita sengaja melaksanakan kegiatan pasar murah disini lantaran jumlah yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan disini cukup besar, seperti para petani, posyandu dan yang lainnya sudah terlindungi," ungkap Emir Syarif kepada sukabumiNews saat kegiatan berlangsung.

Emir mengatakan, ada dua jenis BPJS yang kita kenal di Indonesia antara lain yaitu BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

“Khusus untuk masyarakat pekerja, maka diharuskan untuk memiliki dua kartu yaitu BPJS Ketenagakerjaan, dan BPJS Kesehatan supaya mereka lengkap perlindungannya,” jelasnya.

Foto: Para pengunjung Pasar Murah yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi di halaman Kantor Kecamatan Kadudampit, (21/5/2019). --  
Diinformasikan bahwa kegiatan Pasar Sembako Murah ini adalah kegiatan yang pertama dilaksanakan di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi.

Dalam pelaksanaannya pihak BPJS menyebar 800 kupon paket sembako murah. “Namun dikarenakan ada tiga wilayah, jadi kita bagi untuk Kabupaten Sukabumi sebanyak 500 kupon, dan sisanya untuk wilayah Kota Sukabumi dan Cianjur,” terang Emir Syarif.

Adapun kebutuhan yang disediakan dalam Pasar Sembako Murah ini terdiri dari satu paket berisi beras 5 kg, gula 2 kg, minyak goreng 4 ltr, teh celup isi 25 (satu pc), dan satu botol kecap manis.

Satu paket yang seharusnya dijual Rp175 ribu itu pada kegiatan yang digelar BPJS Cabang Sukabumi kali ini hanya dijual seharga Rp75 ribu.

“Semoga apa yang kita berikan untuk masyarakat Kadudampit bisa bermanfaat. Kami juga mohot maaf karena kami belum bisa memberikan paket sembako secara menyeluruh,” pungkas Kepala BPJS Cabang Sukabumi itu.

BACA juga: Sekda Iyos Apresiasi Kegialatan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi



Pewarta : Azis. R
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Puluhan PMI di Kebonpedes Ikuti Pelatihan Mobile Training Unit

Puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) mengikuti pelatihan Migran Indonesia melalui Mobile Training Unit (MTU) di Aula Desa Jambenenggang, Senin (20/5/2019). [Foto: Rio BG/sukabumiNews]
-- 
sukabumiNews, KEBONPEDES - Puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes Kabupaten Sukabumi mengikuti pelatihan Migran Indonesia melalui Mobile Training Unit (MTU) di Aula Desa Jambenenggang, Senin (20/5/2019).

"Pelatihan di bidang menjahit bagi purna PMI ini dimaksud untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja, sehingga mereka akan mampu membuat lapangan pekerjaan dan tidak kembali bekerja ke luar negeri," terang Kepala Bidang (Kabid) Bina Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi, Agus Ernawan kepada sukabumiNews via selulernya.

Agus menambahkan, pelatihan purna PMI ini juga dimaksud untuk menyiapkan purna PMI yang terampil dan produktif serta dapat memanfaatkan hasil kerja yang didapat selama bekera di luar negeri untuk kegiatan produktif dalam bentuk wirausaha.

"Sehingga mereka diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya serta dapat membantu menciptakan kesempatan kerja di lingkungan sekitarnya," tuturnya.

Agus menungkapkan, kepulangan PMI dari luar Negeri membawa masalah tersendiri, lantaran banyak diantara mereka yang tidak bisa memanfaatkan hasil yang diperoleh selama bekerja di luar negeri, untuk hal-hal produktif dalam meningkatkan kesejahteraannya. 

"Hasil yang didapat selama bekerja di luar negeri cenderung digunakan untuk kebutuhan konsumtif. Sehingga timbul keinginan untuk kembali lagi bekerja ke luar negeri," katanya.

Untuk itu tambahnya lagi, Balai Latihan Kerja Pekerja Migran
Indonesia (BLKPMI) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat bersama Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, menggelar pelatihan kewirausahaan bagi para purna PMI Kabupaten Sukabumi.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Jambenenggang, Ojang Sopandi mengatakan, purna PMI merupakan potensi sumber daya manusia yang dapat dikembangkan sesuai dengan keterampilan yang diperoleh selama bekerja diluar negeri.

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, maka diperlukan pembinaan dalam bentuk pelatihan yang dapat membekali dan mengarahkan purna PMI supaya menjadi wirausahawan.

"Melalui pelatihan ini diharapkan puluhan purna PMI dapat meningkatkan kualitas sumber daya dengan memiliki keterampilan menjahit yang dapat dijadikan sebagai modal dasar untuk mendapatkan pekerjaan atau membuka lapangan usaha mandiri sebagai wirausaha," ujar Kades.

Melalui upaya pelatihan ini kades juga berharap dapat mengurangi permasalahan pengangguran dan kemiskinan. "Guna mendukung sarana dan prasarana kewirausahaan purna PMI ini, kami akan melakukan koordinasi dengan pemerintah untuk meminta bantuan mesin jahit," pungkasnya. 


Pewarta : Rio Bagja Gumilar
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Monday, May 20, 2019

Redaksi sukabumiNews

Jelang 22 Mei, Ini Hasil Pilpres 2019 Pleno KPU di 32 Provinsi Jokowi vs Prabowo, Tersisa 2 Provinsi

Rapat pleno KPU (Foto: Danang Triatmojo/Tribunnews.com)
-- 
sukabumiNews, JAKARTA – Berita terbaru hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 atau rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menyajikan perolehan suara pasangan 01 Joko Widodo-Maruf Amin dan pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bisa anda simak di sini.

Berita terbaru hasil Pilpres 2019 ini merupakan rangkuman dari rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat nasional oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Proses rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat nasional dimulai pada Jumat (10/5/2019) lalu dan masih terus berjalan hingga saat ini.

Hingga berita ini diturunkan pada Senin malam, di tingkat nasional, KPU telah menyelesaikan rekapitulasi di 32 provinsi.

Dari jumlah rekapitulasi yang telah selesai, Jokowi-Maruf menang di 20 provinsi.

Sedangkan Prabowo-Sandi menguasai 12 provinsi.

Dua belas provinsi tempat Prabowo-Sandi menang yakni di Kalimantan Selatan, Aceh, Bengkulu, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Jambi, NTB, Banten, Sumatera Barat, Jawa Barat dan Sulawesi Selatan.

KPU masih menyisakan 2 provinsi tersisa.

Wilayah tersisa itu meliputi Papua, dan Maluku.

Rencananya, sisa provinsi dan PPLN yang belum selesai, akan dirampungkan seluruhnya Senin (20/5) ini.

Bila seluruh tingkatan rampung, selanjutnya KPU RI bisa langsung mengumumkan pemenang hasil rekap Pemilu 2019 pada hari yang sama.

"Bisa (diumumkan). Kalau hari ini yang diumumkan itu hasil perolehan suaranya," kata Ketua KPU RI Arief Budiman di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019) seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Berikut rincian hasil Pilpres 2019 rekapitulasi Pleno KPU tingkat nasional di 32 provinsi hingga Senin:

1. Bali

Jokowi-Maruf: 2.351.057 atau 91,68 persen.

Prabowo-Sandi: 213.415 suara atau 8,32 persen.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 2.137.642 atau 83,36 persen.

2. Kepulauan Bangka Belitung

Jokowi-Ma'ruf berhasil mengungguli Prabowo-Sandi.

Jokowi-Ma'ruf mendapat 495.729 suara, sedangkan Prabowo-Sandiaga meraih 288.235 suara.

Kedua kandidat Pilpres 2019 terpaut selisih suara yang cukup besar, yaitu 207.494 suara.

Presiden Jokowi meninjau langsung olahraga Paralayang di Desa Wisata Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali, Jumat (17/5/2019).

3. Kalimantan Utara

Berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara hasil Pilpres 2019 tingkat nasional Provinsi Kalimantan Utara, Jokowi-Ma'ruf unggul dari Prabowo-Sandi.

Jokowi-Ma'ruf mendapatkan 248.239 suara, sedangkan Prabowo-Sandi memperoleh 106.162.

4. Kalimantan Tengah

Jokowi-Ma'ruf unggul dari pasangan Prabowo-Sandi berdasar rekapitulasi penghitungan suara hasil Pilpres 2019 di Provinsi Kalimantan Tengah.

Jokowi-Maruf memperoleh 830.948 suara.

Sementara, Prabowo-Sandi mendapat 537.138 suara.

Atas perolehan tersebut selisih suara Jokowi-Maruf dengan Prabowo-Sandi terpaut 293.810 suara.

5. Gorontalo

Berdasarkan rekapitulasi tingkat nasional KPU RI, di Provinsi Gorontalo, Jokowi-Maaruf menang tipis atas Prabowo-Sandi.
Jokowi-Maruf memperoleh suara sebanyak 369.803, sedangkan Prabowo-Sandi 345.129 suara.

Dari angka tersebut, selisih suara sebesar 24.674 suara.

6. Bengkulu

Prabowo-Sandi unggul atas Jokowi-Maruf dengan selisih tipis sebesar 2.511 suara di Bengkulu.

Jokowi-Ma'ruf mendapatkan 583.488 suara, sedangkan Prabowo-Sandi 585.999 suara.

"Nomor urut 01, 583.488 suara. Nomor urut 02, 585.999 suara," kata Ketua KPUD Bengkulu, Irwan Saputra membacakan rekap di Kantor KPU RI, Minggu (12/5/2019).

7. Kalimantan Selatan

Berdasar hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan dan perolehan suara tingkat nasional dalam negeri dan penetapan hasil Pilpres 2019, Prabowo-Sandi memperoleh 1.470.163 suara atau 64,09 persen.

Sedangkan Jokowi-Ma'ruf memperoleh 823.939 suara 35,91 persen.

8. Kalimantan Barat

Rekapitulasi penghitungan suara hasil Pilpres 2019 tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) telah rampung, Jumat (10/5/2019) malam.

Hasilnya, Joko-Ma’ruf unggul di Kalbar dengan memperoleh 1.709.896 suara.

Sementara Prabowo-Sandi meraih 1.263.757 suara.

9. Sulawesi Barat

Berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara hasil Pilpres 2019 untuk Sulawesi Barat, Jokowi-Ma'ruf mendapat suara 475.312 atau 64,32 persen.

Sementara Prabowo-Sandi mendapat 263.620 suara atau 28,64 persen.

10. DIY Yogyakarta

Jokowi-Ma'ruf menyapu bersih kemenangan di lima kabupaten/kota DI Yogyakarta dengan memperoleh 1.655.174 suara atau 69,03 persen.

Sementara Prabowo-Sandi memperoleh 742.481 suara atau 30,97 persen.

11. Kalimantan Timur

Berdasar rekapitulasi penghitungan suara hasil Pilpres 2019 untuk Kalimantan Timur, Jokowi-Ma'ruf unggul atas Prabowo-Sandi.

Hasil tersebut disahkan komisioner KPU RI, Viryan Aziz di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2019).

Jokowi-Ma'ruf mendapat suara 1.094.845, sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 870.443 suara.

12. Lampung

Dikutip dari Kompas.com, berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat nasional Senin (13/5/2019), Jokowi-Ma'ruf mendapatkan suara 2.853.585, sementara Prabowo-Sandi mendapat 1.955.689 suara.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 897.896.

13. Maluku Utara

Berdasarkan rekapitulasi tingkat nasional, Jokowi-Ma’ruf Amin meraih 310.548 suara di Provinsi Maluku Utara.

Sedangkan pasangan Prabowo-Sandi meraih 344.823 atau selisih 34.275 suara.

14. Sulawesi Utara

Dikutip dari Kompas.com, KPU RI menyelesaikan rapat pleno rekapitulasi nasional hasil penghitungan suara Pilpres 2019 di Provinsi Sulawesi Utara, Senin (13/5/2019).

Hasilnya, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin unggul atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berdasarkan rekapitulasi Jokowi berhasil meraup 1.220.524 suara. Sedangkan Prabowo mendapatkan 359.685 suara.

15. Jambi

Dikutip dari Kompas.com, berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara di kantor KPU RI Selasa (14/5/2019), Jokowi-Ma'ruf mendapat 859.833 suara.

Sementara, Prabowo-Sandi mendapat 1.203.025 suara.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 343.202 suara.

16. Sulawesi Tengah

Dari hasil rekapitulasi KPU Provinsi Sulawesi Tengah, Jokowi-Maruf unggul dengan raihan suara sebanyak 914.588 suara.

Sementara Prabowo-Sandi meraih 706.654 suara.

17. Jawa Timur

Berdasrkan rekapitulasi penghitungan suara hasil Pilpres 2019 oleh KPU, Jokowi-Ma'ruf berhasil meraup 16.231.668 suara atau 65,7 persen di Jawa Timur.

Sementara Prabowo-Sandi hanya mendapat 8.441.247 dengan persentase 34,3 persen.

18. Nusa Tenggara Timur

Jokowi-Ma'ruf kembali menang telak di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan meraih suara sebanyak 2.368.982.

Sementara Prabowo-Sandi meraih 305.587 suara di NTT.

19. Sumatera Selatan

Dari rekapitulasi penghitungan suara hasil Pilpres 2019 di Sumatera Selatan, Prabowo-Sandi sukses meraih 2.877.781 suara.

Sementara Jokowi-Ma'ruf mendapat 1.942.987 suara.

20. Sulawesi Tenggara

Dikutip dari Kompas.com, berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara untuk provinsi Sulawesi Tenggara, Rabu (15/5/2019), Prabowo-Sandiaga unggul dengan mendapat 842.117 suara.

Sedangkan Jokowi-Ma'ruf mendapat 555.664 suara. Selisih di antara keduanya mencapai 286.453 suara.

21. Aceh

Di Aceh, pasangan Prabowo-Sandi unggul atas Jokowi-Maruf.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Prabowo-Sandiaga mendapatkan suara 2.400.746.

Sedangkan Jokowi-Ma'ruf mendapat 404.188 suara.

22. Nusa Tenggara Barat (NTB)

Prabowo-Sandi juga menang di NTB.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Prabowo-Sandiaga mendapat suara 2.011.319.

Sedangkan Jokowi-Ma'ruf mendapat 951.242 suara.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 1.050.077.

23. Banten

Di Banten, Prabowo-Sandi unggul atas Jokowi Maruf.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Prabowo-Sandiaga mendapat suara 4.059.514.

Sedangkan Jokowi-Ma'ruf mendapat 2.537.524 suara.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 1.521.990.

24. Kepulauan Riau

Jokowi-Ma'ruf menang tipis atas paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Jokowi-Ma'ruf mendapat suara 550.692.

Sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 465.511 suara.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 85.181.

25. Jateng

Joko Widodo-Ma'ruf Amin menang telak atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Jokowi-Ma'ruf mendapat suara 16.825.511 atau 77,29 persen.

Sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 4.944.447 suara atau 22,71 persen.

Perolehan suara yang didapat Jokowi-Ma'ruf hampir empat kali lipat dari perolehan suara Prabowo-Sandi.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 11.881.064.

26. Sumatera Barat

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang telak atas paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Prabowo-Sandiaga mendapat 2.488.733 suara.

Angka itu terpaut jauh dari Jokowi-Ma'ruf yang hanya mendapat 407.761 suara.

Selisih di antara keduanya mencapai 2.080.972 suara.

27. Jawa Barat

Prabowo-Sandi menang telak di Jawa Barat.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Prabowo-Sandi mendapat suara 16.077.446.

Sedangkan Jokowi-Ma'ruf mendapat 10.750.568 suara.

Selisih suara di antara keduanya mencapai 5.326.878.

28. DKI Jakarta

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Jokowi-Ma'ruf mendapatkan 3.279.547 suara.

Sementara itu, Prabowo-Sandi mendapatkan 3.066.137 suara. Selisih suara di antara keduanya 213.410

29. Papua Barat

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Jokowi-Ma'ruf mendapat suara 508.997.

Sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 128.732 suara. Selisih suara di antara keduanya mencapai 380.265.

30. Sulawesi Selatan

Di Sulawesi Selatan, Prabowo-Sandi mengungguli pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Jokowi-Ma'ruf mendapatkan 2.117.591 suara, sedangkan Prabowo-Sandiaga mendapatkan 2.809.393 suara.

31. Riau

Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara, Prabowo-Sandi mendapat suara 1.975.287.

Sedangkan Jokowi-Ma'ruf mendapat 1.248.713 suara. Selisih suara di antara keduanya mencapai 726.574.

Jokowi-Maruf unggul atas Prabowo-Sandi.

Berdasar rekapitulasi KPU, Jokowi-Maruf memperoleh 3.936.515 suara, sedangkan Prabowo-Sandiaga memperoleh 3.587.786 suara.


Pewarta: Tribunnews
close
close