Breaking
Showing posts with label hukrim. Show all posts
Showing posts with label hukrim. Show all posts

Thursday, August 22, 2019

Redaksi3

Kembali, Polres Sukabumi Kota Berhasil Ungkap Sindikat Peredaran Narkoba Jenis Sabu dan Ganja

polres Sukabumi Kota
sukabumiNews, CIKOLE - Dalam tiga bulan terakhir ini, Sat Narkoba Polresta Sukabumi bekerja sama dengan Satgas Kejahatan Jalanan Wilayah Rayon Tengah, berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba di Kota Sukabumi. Dalam pengungkapan kasus tersebut polisi berhasil mengamankan 12 orang, berikut barang bukti berupa 49,48 gram narkotika jenis sabu dan 43,23 gram jenis daun ganja.

Satgas Kejahatan Jalanan Wilayah Rayon Tengah meliputi yuridiksi Polsek Cikole, Gunungpuyuh, Citamiang dan Sukabumi.

"Sebanyak 12 pelaku sudah kita amankan. Status kejahatan mereka berbeda-beda, mulai dari yang menjadi kurir, pengguna dan pengedar," kata Kasat Narkoba Polres Sukabumi Kota, AKP Maolana kepada sukabumiNews dalam jumpa pers hari ini, Kamis (22/8/2019).

Modus operandi peredaran barang haram tersebut, terang Maolana, dilakukan dengan cara sistem tempel atau disimpan di satu tempat dan juga dijual secara langsung berhadap-hadapan. "Kebanyakan dari mereka merupakan pemain lama dan sisanya pemain baru," terangnya.

Lebih lanjut Maolana menjelaskan, para sindikat narkoba itu diketahui memiliki barang dari luar Kota Sukabumi dan dalam proses pengambilannya sudah direncanakan secara matang melalui pemetaan handal agar barang haram itu mudah sampai kepada pembeli. Salahsatu pelaku, kata Dia, ada seorang perempuan sebagai pemain baru. "Satu tersangka merupakan perempuan. Dia sudah menjalankan bisnis haramnya sekitar tiga bulan lalu," jelas Kasat Narkoba, Maolana.

Informasi yang dihimpun langsung oleh sukabumiNews, selain berhasil mengungkap jaringan narkoba, dalam beberapa hari ini, Satgas Kejahatan Jalanan Wilayah Rayon Tengah juga berhasil mengungkap kasus pengeroyokan dan penganiayaan yang memimpa seorang anak di bawah umur. Kejadian itu bertempat di sebuah rumah kontrakan di kawasan Jalan Pemuda, Gang Jayadi RT 01, RW 07, Kelurahan Cikondang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi.

"Jumlah pelaku yang sudah teridentifikasi ada empat orang. Mereka berinisial SR, CH, AD dan UQ. Ketiga pelaku sudah kita amankan sementara satu lagi yakni UQ masih kita cari,"ungkap Kapolsek Citamiang, AKP Anun, selaku Satgas Kejahatan Jalanan Wilayah Rayon Tengah Polsek Citamiang.

Pemicu kejadian itu, lanjut Kapolsek, awalnya dari masalah asmara dan rasa Cemburu. Sedangkan modusnya dilakukan secara bersama-sama dan menggunakan senjata tajam jenis golok.

"Keadaan korban masih dirawat di Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut," ujar Kapolsek Citamiang.


Pewarta: Azis R.
Editor: Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tuesday, August 20, 2019

Redaktur sukabumiNews.net

Kepergok Mencuri, Bocah MTs Malah Aniaya Seorang Ibu Muda

bocah mencuri
sukabumiNews, CIKOLE – Seorang bocah yang masih duduk di bangku MTs berinisial M (14) berani melakukan pencurian. Tidak hanya itu, dengan golok yang dibawanya saat beraksi, M juga tega menganiaya seorang ibu muda berusia 27 tahun, Nursilawati dengan membacoknya.

Informasi yang dihimpun sukabumiNews, peristiwa yang terjadi di Kampung Situ Rawapanjang, Desa Cireunghas, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat pada Senin 19 Agustus 2019, sekitar pukul 21.30 WIB ini berawal ketika Nursusilawati (korban) tengah tertidur di kamarnya.

Saat itu pelaku alias M masuk ke rumah korban melalui jendela kamar yang dicongkelnya terlebih dahulu dengan golok yang dibabawanya.

Saat pelaku hendak menggasak harta korban berupa handphone dan barang-barang berharga lainnya, Nursusilawati terbangun dan memergoki pelaku.

Tanpa pikir panjang, pelaku langsung menganiaya korban hingga mengalami luka parah di tubuhnya. 

"Nur mengalami luka tusukan pada bagian tubuhnya sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Hermina, Sukaraja guna mendapat pertolongan," kata KBO Reskrim Polres Sukabumi Kota, IPTU Ujang Taan kepada sukabumiNews, ditemui di kantornya, Selasa (20/08/2019).

Informasi tersebut, tutur Ujang Taan, didapat dari warga yang melapor ke pihak Polsek Cireunghas. Polsek Cirenghas tambah Dia, langsung meneruskan laporannya ke pihak Polres Sukabumi Kota dan Polres Sukabumi Kota segera menindaklanjutinya menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Di tempat TKP, kata Ujang Taan, polisi kemudian melakukan penyisiran dan mendapatkan petunjuk berupa bercak darah yang tertinggal di dedaunan. Di lokasi TKP juga ditemukan sebelah sandal yang diduga milik pelaku hingga akhirnya polisi mendapatkan petunjuk yang mengarah ke tempat dimana pelaku tinggal.

"Tanda-tandanya mengarah ke rumah pelaku. Setelah melakukan penggeledahan, disana (di rumah pelaku) polisi menemukan sebilah golok, kaos dan sarung yang masih ada darahnya. Lalu pelaku diinterogasi dan mengakui semua tindakan brutal yang dilakukannya," jelas Ujang Taan.

"Saat ini, kami masih melakukan pendalaman atas tindakan yang dilakukan oleh pelaku yang masih di bawah umur ini," pungkas KBO Reskrim Polres Sukabumi Kota itu.


Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi3

Lama Buron, Mantan Kades Prianganjaya Akhirnya Diciduk Polisi di Kalimantan

kades korupsi
sukabumiNews, CIKOLE – Setelah lama menjadi buronan Polres Sukabumi Kota, EM (50) tersangka kasus korupsi dana desa Prianganjaya, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, akhirnya diciduk polisi di tempat pelariannya di Kabupaten Bontang, Kalimantan Timur pada Ahad (18/08/2019).

Sebelumnya, Tim Khusus Polres Sukabumi bekerja sama dengan Polres Bontang, Kalimantan Timur berhasil membongkar tempat persembunyian tersangka setelah tersangka dimasukan ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Tidak menunggu lama, polisi langsung meringkus EM saat sedang melakukan aktivitas wirausaha di sana.

"Tersangka kami amankan di tempat pelariannya saat sedang usaha bersama rekannya di Bontang, Kalimantan Timur," kata Kasat Reskrim melalui Kanit IV Tipidkor Polres Sukabumi Kota, Ipda Kartiwan, SH kepada sukabuminews saat ditemui di kantornya, Selasa (20/08/2019).

Penangkapan itu, diinformasikan Ipda Kartiwan, merupakan program khusus Satreskrim melalui Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Sukabumi Kota setelah menerima pengaduan masyarakat (Dumas) pada 2016 lalu.

Tindakan korupsi yang dilakukan oleh mantan kades Prianganjaya itu, lanjut Ipda Kartiwan, sudah dalam bentuk berkas lengkap. Sebelumnya, pada 2017 sudah dilakukan Lidik dan berbagai analisis dilakukan oleh pihak-pihak berkapasitas termasuk dalam menghitung kerugian negara.

"Kasus ini sudah lengkap berkasnya. Untuk kerugian negara, sudah dihitung oleh pihak Inspektorat Kabupaten Sukabumi, semuanya mencapai Rp275 juta," terang Ipda Kartiwan seraya menjelaskan bahwa saat ini masih akan dilakukan pendalaman terhadap tersangka.


Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, July 19, 2019

Redaksi sukabumiNews

3 Bulan Kasus Novel Harus Tuntas, Polri Yakin Sanggupi Maunya Jokowi

nevel baswedan
Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (26/4). [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya]
sukabumiNews, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan target tiga bulan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menindaklanjuti hasil investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyiraman Novel Baswedan.

Terkait hal itu, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Komisiaris Besar Polisi Asep Adi Saputra mengaku, optimis terkait ungkap kasus tersebut.

"Kami tetap optimis sudah sejak awal setelah kejadian 11 April itu penyelidikan, sampai ada masukan dari pemerintah, Komnas HAM, kita membuat tim pencari fakta, kita juga belerja profesional dan independen," ujar Asep di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019), dikutip dari laman Suara.com.

Asep mengatakan, tim teknis sedianya akan mengungkap kasus tersebut akan dibentuk pekan depan. Namun, Polri akan mengevalusi seluruh temuan sebelum tim teknis bekerja.

"Secara pengorganisasian, Minggu depan akan ditetapkan keseluruhan dari tim teknis itu. Tentunya berawal dari mengevaluasi kembali apa yang dilakukan," sambungnya.

Asep menerangkan, nantinya tim teknis bakal mengusut kasus tersebut hingga aktor inteletualnya ditemukan. Nantinya pencarian dakan dimulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP) yang hingga saat ini belum jelas karena keterbatasan saksi dan alat bukti.

"Tidak menjadi masalah karena oleh TKP bukan hanya persoalan barang bukti saja, mungkin pada saksi itu belum bicara, belum ditemukan, sekali lagi olah TKP terus berlanjut selama kegitan penyelidikan kegiatan penyidikan ini berlangsung," imbuh Asep.

Sebelumnya, Jokowi mengaku tak mau berlama-lama menunggu penyelidikan aparat kepolisian yang sudah menerima hasil investigasi TGPF yang dikerjakan selama enam bulan tersebut.

Maka, Jokowi pun hanya memberikan kesempatan kepada Kapolri Tito agar tim teknis bisa menyelidiki fakta-fakta yang ditemukan TGPF terkait teror air keras yang menimpa Novel.

"Oleh sebab itu sekali lagi kalau Kapolri kemarin menyampaikan akan meminta waktu enam bulan, saya sampaikan tiga bulan tim teknis bisa menyelesaikan apa yang kemarin disampaikan. Kita harapkan dengan temuan-temuan yang ada saya kira sudah menyasar ke kasus-kasus yang terjadi," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, hari ini.

BACA:
Soal Penyelesaian Kasus Novel, Jokowi Beri Waktu Tiga Bulan Buat Tito


Pewarta: Suara.com
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaksi sukabumiNews

Soal Penyelesaian Kasus Novel, Jokowi Beri Waktu Tiga Bulan Buat Tito

presiden jokowi
Presiden Jokowi saat berpidato di acara Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/7) malam. (Foto : Dwi Pambudo/Rakyat Merdeka)
sukabumiNews, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan bukanlah kasus yang mudah untuk diungkap.

Menurut Jokowi, jika kasus yang menimpa Novel Baswedan adalah kasus yang mudah diungkap, maka dalam waktu sehari dua hari, pelaku pasti akan segera terungkap.

"Kasusnya ini bukan kasus mudah, kalau kasus mudah, sehari dua hari ketemu," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Pernyataan Jokowi tersebut merespon upaya TPGF kasus penyiraman Novel yang dianggap gagal dalam mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan.

Karena itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu, meminta agar tim teknis lapangan bisa menyelesaikan dalam waktu tiga bulan untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

"Oleh sebab itu sekali lagi kalau Kapolri kemarin menyampaikan akan meminta waktu enam bulan, saya sampaikan tiga bulan tim teknis bisa menyelesaikan apa yang kemarin disampaikan. Kami harapkan dengan temuan-temuan yang ada saya kira sudah menyasar ke kasus-kasus yang terjadi," ujar Jokowi.

Jokowi pun mengapresiasi kepada Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyiraman Novel Baswedan yang telah bekerja enam bulan. Ia berharap agar tim teknis lapangan segera menindaklanjuti temuan-temuan yang ada.

Ketika ditanya apakah akan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen jika dalam waktu tiga bulan tim teknis belum berhasil mengungkap siapa pelaku penyiraman air keras ke Novel Baswedan, Jokowi mengatakan akan menunggu hasil terlebih dahulu.

"Saya beri waktu tiga bulan. Saya lihat nanti setelah tiga bulan, hasilnya kayak apa. Jangan sedikit-sedikit larinya ke saya, tugas Kapolri apa nanti," tandasnya.

BACA:
3 Bulan Kasus Novel Harus Tuntas, Polri Yakin Sanggupi Maunya Jokowi

Sebelumnya, Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan menyampaikan hasil investigasi yang dikerjakan selama 6 bulan. Mereka tidak berhasil atau gagal mengungkap pelaku penyiraman.

Penyampaian hasil tersebut digelar di Gedung Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (17/7/2019).

Dengan penyampaian hasil tersebut, tim pakar meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk membuat tim teknis spesifik.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Mochammad Iqbal menerangkan, pihaknya akan segera membentuk tim yang diketuai oleh Kepala Bagian Reserse Kriminal Mabes Polri, Komisiaris Jenderal Polisi Idham Azis.

"Tim teknis lapangan akan segera dibentuk, dipimpin oleh bapak Kabareskrim akan segera menunjuk seluruh personel dalam tim dengan kapasitas terbaik," ujar Iqbal di gedung Bareskrim Polri, Rabu (17/7/2019).

Artikel ini telah tayang di Suara.com dengan judul “Soal Penyelesaian Kasus Novel, Jokowi: Jangan Sedikit-sedikit Lari ke Saya”



Editor: Red
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Wednesday, July 17, 2019

Redaksi sukabumiNews

Satres Narkoba Polres Metro Jakbar Sita 30 Kilogram Sabu Jaringan Internasional

narkotika jenis sabu
Kanit 1 Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKP Arief Purnama Oktora bersama Kabag Humas Polres Jakarta Barat Kompol Marbun memperlihatkan barang bukti hasil pengungkapan sabu jaringan internasional, Selasa (17/7/2019)
sukabumiNews, JAKARTA – Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mengungkap sindikat pengedar narkoba jaringan Malaysia -Jakarta. Dari pengungkapan tersebut polisi berhasil mengamankan narkotika jenis sabu seberat 30 kilogram.

"Ini adalah jaringan dari Malaysia ke Jakarta. Disinyalir ini adalah jaringan Internasional," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi SIK MH melalui Kabag Humasnya, Kompol M Marbun, Selasa (16/07/19).

Dari pengungkapan tersebut, Petuas juga berhasil mengamankan 4 orang tersangka berinisial HA (26), AR (20),  PA (49), dan SB (37), beserta sejumlah barang bukti narkoba hasil penangkapan.

Kanit 1 Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKP Arief Oktora menjelaskan, penangkapan 4 tersangka tersebut berdasarkan hasil pengembangan dari pengungkapan sebelumnya yang menyita 120 Kg sabu.

Dari pengembangan itu kata Dia, anggotanya melakukan penyelidikan selama kurang lebih tiga bulan hingga akhirnya dapat diketahui identitas pelaku bandar dan kurir. "Kami lakukan penyelidikan selama tiga bulan kemudian kami lakukan pembututan di pinggiran sungai di kawasan Dumai," jelas AKP Arief.

Dikatakan Arif, setelah sempat terjadi kejar-kejaran, petugas berhasil mengamankan tiga pengedar narkoba jenis sabu-sabu jaringan Internasional.  "Tersangka HO ( 26),  AR (20),  dan PA (49 ) bersama barang bukti sebanyak 3 tas berisi puluhan paket besar narkotika jenis sabu berhasil diamankan," lanjutnya.

Masih kata Arif, berdasarkan hasil introgasi dari ketiga tersangka, barang bukti tersebut akan diserahkan oleh SB.

"Tersangka SB kita tangkap di Simpang Tiga Pekanbaru Riau. Dari keterangan SB, barang bukti 30 kilogram tersebut  untuk diedarkan ke Jakarta atas perintah MB yang kini masih dalam pengejaran,"paparnya.

Adapun modus operandi para tersangka ini yakni, PA dihubungi oleh AT (DPO) dengan cara menelpon untuk menerima barang haram dari kapal ikan di pinggiran sungai kawasan Dumai. AT pun memerintahkan PA agar mobil dimodifikasi. Bukan hanya PA, AT pun memerintahkan HA dan AR untuk memodifikasi mobil untuk mengambil barang haram.

"Modus mereka (tersangka) melakukan berbagai modif. Untuk mengelabui petugas, mereka memasukan sabu dibalik rangka Dashboard kendaraan yang dikendarai oleh pelaku," katanya.

Atas perbuatannya, keempat tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) Subsider Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UURI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.


BACA Juga:
Berhasil Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Internasional, Polres Jak Bar Dapat Penghargaan dari US DEA

Pewarta: Didid Muryadi
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close
close