Breaking
loading...
Showing posts with label cilograng. Show all posts
Showing posts with label cilograng. Show all posts

Tuesday, January 22, 2019

Redaksi sukabumiNews

Terkait Jalan Rusak, Warga Dua Desa di Kecamatan Cilograng Tunggu Janji Pemerintah Selama 12 Tahun

Jalan Kecamatan yang menghubungkan dua desa, yakni Desa Lebak Tipar dan Desa Cilograng, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Rangkasbitung, Provinsi Banten sudah lebih dari 12 tahun dibiarkan tak terusur, apalagi diaspal. Padahal sebelumnya, pemerintah sekitar pernah berjanji akan mengaspalnya.
sukabumiNews, CILOGRANG – Jalan Kecamatan yang menghubungkan dua desa, yakni Desa Lebak Tipar dan Desa Cilograng, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten sudah lebih dari 12 tahun dibiarkan tak terusur, apalagi diaspal. Padahal sebelumnya, pemerintah sekitar pernah berjanji akan mengaspalnya.

Untuk itu, warga yang tingga di kampung yang berada di dua desa tersebut diantaranya yaitu Kp Pasir Salam, Kp Cilograng, dan Kp Kalapa Dua meminta kepada pemerintah terkait agar segera merealisasikan janjinya.

Adalah Dadang, salahsatu warga Kp Pasir Salam bersama warga berharap kepada pemerintah mulai dari tingkat desa hingga propinsi untuk segera merealisasikan janji-janji yang pernah di ucapkannya, terupama kepada masyarakat Cilograng.

“Saya sangat menderita dan sedih ketika melihat ada sala warga yang sakit atau ibu yang mau melahirkan harus degera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, terpaksa harus jalan kaki atau naik ojeg sejauh 3 kilo meter dengan waktu jarak tempuh hampir 2 sampai 3 jam disebabkan jalan rusak tidak memadai. Apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini,” ungkap Dadang, kepada sukabumiNews, Selasa (22/1/2019).

“Bahkan terkadang orang yang sakit harus di gotong pake tandu/sarung karena kalau naik ojeg takut jatuh,” kata Dadang.

Dadang juag menjelaskan bahwa memang 12 tahun silam jalan kecamatan tersebut pernah diaspal. “Itu pun waktu ada acara Musabaqoh Tilawatil-Quran (MTQ) di Kecamatan Cilograng 12 tahun silam,” jelas Dadang. 

Seperti yang diungkapkan Dadang, Epang Ketua RW Kp Kalapa Dua menuturkan bahwa 12 tahun pihknya hanya menunggu janji. Bahkan tambah dadang, jika ditagih mereka cukup pandai berkelit lidah. “Padahal kami butuh Bukti, bukan Janji,” tegas Epang.

Pdahal tambah Epang, jika ada hal yang harus dikerjakan dan dilakukan warga, terutama urusan tanah, pemeritah harus selalu diturutinya dengan alasan aturan dan hukum. “Tapi saat warga membutuhkan, mereka hanya bisa mengubar janji dan berkelit lidah,” ucapnya.

[Pewarta: Jahrudin]
Edito: Red.

Wednesday, January 9, 2019

Redaksi sukabumiNews

Lebih dari 10 Tahun Warga Desa Cikatomas Dambakan Jalan Beraspal

Jalan Desa yang menghubungkan Kp. Naga Jaya dengan.Kp. Batu Kasur di Desa Cikatomas Kec. Cilograng. Kabupaten Lebak, Provinsi Banten sudah lebih dari 10 tahun tidak kunjung dilapisi aspal.
sukabumiNews, CILOGRANG (Lebak) – Jalan Desa yang menghubungkan Kp. Naga Jaya dengan.Kp. Batu Kasur di Desa Cikatomas Kec. Cilograng. Kabupaten Lebak, Provinsi Banten sudah lebih dari 10 tahun tidak kunjung dilapisi aspal. Warga menilai, keinginan mereka sama sekali tidak diperhatikan pemerintah, terutama pemerintah desa setempat.

“Padahal jalan sepanjang lebih kurang 2 km itu merupakan jalan yang keberadaannya murni di bangun dari hasil kerja keras warga melalui gotong-royong dengan alat seadaya, seperti cangkul, tayang, garpu, parang dan lain sejenisnya, tanpa bantuan dari pihak pemerintah,” terang Bapak Dadan, warga Kp. Batu Kasur kepada sukabumiNews, Selasa (8/1/2019).

Dadan menambahkan, sebenarnya tidak banyak yang di pinta oleh penduduk asli, warga Kampung Batu Kasur ini kepada pemerintah, kecuali untuk diperbaiki agar masyarakat nyaman dalam menggunakan fasilitas sebagai sarana untuk kelancaran transportasi.

“Dari mulai jalan setapak sampai seperti ini seharusya pemerintah malu sama warga, tapi juga pemerintah harus berbangga punya warga yang peduli,” ucapnya.

“Pemerintah tinggal nerusin dengan pengaspalan, itu saja,” pintanya Dadan mewakili warga Kp. Batu Kasur.

Senada dengan pak Dadan, Abah Sukani seorang yang ditokohkan di kp. Naga Jaya juga memohon akan kepedulian pemeritah, terutama pemerintah desa bekerjasama dengan dinas terkait untuk menindak lanjuti keluahan warga. “Bayangkan, sudah 10 tahun ini,” ujarnya.

Lantaran gemas tak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah, Sukani pun bergumam, jika saja di musim politik ini ada caleg dari partai manapun yang datang dan mau memuat perjanjian di atas materai untuk bisa melakukan usaha agar jalan yang melintasi kampungnya di aspal, dia pastikan semua penduduk kampong bakal mendukungnya.

“Kami merasa iba dan kasihan, jika musim hujan tiba anak-anak sekolah sampai ada yang nginep di sekolah karena tidak bisa pulang demi menjaga keselamatan sebab jalanan sangat licin dan belubang,” terang Bah Sukani.

Dilain pihak, salah seorang warga yang identitasnya tidak mau diisebutkan mengatakan, dulu ada seorang Kepala Desa yang sebelum ia menjabat sering datang ke wilayahnya dan berjanji mau memperbaiki jalan tersebut dengan mengaspalnya.

“Tapi setelah dia jadi, seperti kacang lupa kulitnya, semuanya omong kosong alias bohong,” sesalnya.

Pewarta: Jahrudin
Editor: Red.
close
close
close