Breaking
loading...
Showing posts with label camat. Show all posts
Showing posts with label camat. Show all posts

Wednesday, July 10, 2019

Redaktur sukabumiNews.net

Kunjungi Kegiatan Rechecking di Kecamatan Gunungguruh, Yani Marwan Puji Desa Kebonmanggu

pkk kabupaten sukabumi
sukabumiNews, GUNUNGGURUH - Kegiatan kunjungan rechecking 10 program terbaik Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Penilaian 5 Lomba Tingkat Kabupaten Sukabumi untuk Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gungungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, hari ini selesai dilaksanakan. Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Kebonmanggu pada Rabu (10/07/2019) tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukabumi Dra. Hj. Yani Marwan.

"Pelaksanan Rechecking 10 Program PKK ini, bagian dari persiapan perlombaan. Desa Kebonmanggu merupakan desa yang masuk nominasi di tingkat Kabupaten Sukabumi," kata Hj. Yani Marwan kepada sukabumiNews di lokasi kegiatan, Rabu (10/07).

Untuk peserta lomba, Hj. Yani Marwan menyebut ada delapan desa yang telah mendapatkan Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari 47 desa model. Ada 5 kategori yang menjadi bahan penilaian, diantaranya: Tertib Adminitrasi, PAR, UP2K, Hatinya PKK dan Ipates.

"Ada dua desa yang sudah kita kunjungi, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh dan Desa Cikarang, Kecamatan Jampang Kulon. Nanti kita akan lihat, desa mana yang akan mewakili Kabupaten Sukabumi ke Tingkat Provinsi," sebutnya.

Pada pelaksanaan rechecking itu, Yani memuji Desa Kebonmanggu. Dia menilai, Desa Kebonmanggu memiliki reputasi dan prestasi yang baik. Dari 10 program PKK yang dilombakan, semuanya terlihat bagus. Di sisi lain, kata Dia, peran serta masyarakatnya pun begitu aktif. Yani berharap, dengan kegiatan ini, warga masyarakat Kebomanggu akan mendapatkan manfaatnya secara langsung. "Semoga melalui kegiatan ini, manfaatnya bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat Kebonmanggu," tutur Yani.

Ditempat yang sama, Camat Gunungguruh, Erry Estanto Y. menuturkan, dari 47 kecamatan yang ikut lomba, desa Kebonmanggu masuk nominasi 8 besar. Dia berharap, desa yang menjadi ranah pengawaasannya itu, bisa lolos sebagai juara di tingkat Kabupaten Sukabumi.

"Alhamdulilah, Desa Kebonmanggu masuk 8 besar. Ini seleksi yang ke dua, kemudian nanti akan ada tahap berikutnya di tingkat kabupaten," tutur Camat Erry.

Kepada sukabumiNews, Kepala Desa Kebonmanggu, Rasnita mengucapkan terima kasih kepada kalangan yang telah membantu mensukseskan acara tersebut. Dukungan dari berbagai kalangan di Desa Kebonmanggu, Muspika Gunungguruh dan unsur pembina PKK Kabupaten Sukabumi, dinilainya sangat bermanfaat bagi keberlangsungan masyarakat di Desa Kebonmanggu.

"Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, desa kami masuk nominasi 8 besar. Kami berharap, bisa mewakili Kabupaten Sukabumi di tingkat Provinsi Jawa Barat," harap Kades Rasnita optimis. (*).


Pewarta: Azir R
Editor: Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Redaktur sukabumiNews.net

Targetkan Lunas PBB, Camat Kebonpedes Genjot Sektor Perusahaan

camat kebonpedes
sukabumiNews, KEBONPEDES - Komitmen Camat Kebonpedes, H. Ali Iskandar untuk mencapai target lunas Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, saat ini terus ditingkatkan di berbagai sektor wajib pajak, khususnya pada sektor perusahaan yang diketahui sebagai sektor terbesar pendapatan PBB yakni sekitar 40 persen dari total wajib pajak se-Kecamatan Kebonpedes.

"Dari hasil evaluasi dan validasi data yang dilakukan tim kolektor, kami simpulkan harus ada akselerasi pendapatan PBB dari perusahaan-perusahaan di Kebonpedes. Karena prosentasenya besar dan mereka belum pernah lunas PBB," ungkap Camat Kebonpedes, H. Ali Iskandar kepada sukabumiNews saat di temui di kantornya, Selasa (10/07/2019).

Sebelumnya, kata Camat, perumusan itu sudah dilakukan di Kedusunan Badri, mereka sudah diberikan tugas untuk mengumpulkan PBB dari Perusahaan-prusahaan yang tidak pernah melunasi PBB. Camat mencontohkan, saat ini saja tagihan PBB untuk perusahaan di desa Sasagaran mencapai hampir 40juta dari total wajib pajak Rp110 juta.

"Setiap minggu selalu dilakukan evaluasi bersama para kepala desa. Alhamdulillah, saat ini sudah ada komunikasi baik dengan para pengusaha dan ada potensi mereka siap bayar, tapi lampiran SPPT nya masih belum diterima oleh pihak mereka, nanti tim kolekter desa yang akan menindak lanjut," jelas Camat Kebonpedes.

Saat ini, diungkapkan Ali Iskandar, target pencapaian PBB untuk Kecamatan Kebonpedes, itu mencapai Rp540 juta. Sedangkan pada kenyataannya, pendapatan PBB hingga juli tahun ini, baru mencapai Rp370 juta atau pencapaiannya sebesar 60 persen dari total wajib pajak. "Alhamdulillah, dengan angka 60 persen, itu berarti ada peningkatan pendapatan jika dibandingkan tahun sebelumnya, dan masuk kategori di atas rata-rata Kabupaten Sukabumi," ungkapnya.

Di luar pencapaian angka 60 persen itu, Ali Iskandar terus mengkemas berbagai strategi guna meningkatkan kesadaran masyarakat agar mencapai target lunas PBB. Diantara strategi itu, dilakukannya giat edukasi berupa penyuluhan kepada masyarakat di desa-desa. Selain itu, optimalisasi pelayanan secara menyeluruh di beberapa desa juga semakin ditingkatkan guna mempermudah pelayanan masyarakat. Nantinya, kata Ali Iskandar, diharapkan ada komunikasi berimbang antara pemdes, kecamatan dan warga masyarakat. Dari komunikasi baik dan dekat itu, diharapkan mampu menganlisis berbagai kendala yang dihadapi mereka.

"Keberhasilan itu landasannya silaturahmi. Maka, kami berupaya menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat. Khusus dalam mencapai target lunas PBB, kami akan memberikan apresiasi kepada para kadus dan kades jika berhasil melunasi PBB. Ini sebagai bentuk penghargaan atas tanggung jawab mereka dalam mewujudkan reputasi baik di Kecamatan Kebonpedes," pungkas Camat Kebonpedes, H. Ali Iskandar.


Pewarta: Azis Ramdhan
Editor: Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Friday, April 12, 2019

Redaksi sukabumiNews

Jokowi Berkunjung ke Kabupaten Sukabumi, DEEP: Bupati Tak ‘Becus’ Tertibkan OPD

Siswa salah satu SD Negri di Sukabumi digiring oleh sekolahnya untuk menyambut Presiden Jokowi sambil mengenakan atribut Capres-Cawapres nomor urut 01, Kamis (11/4/2019).
sukabumiNews, SUKABUMI - Koordinator Divisi Hukum dan Advokasi Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Kabupaten Sukabumi, Rajib Rivaldi memandang, Bupati Sukabumi tidak becus (bisa,red) menertibkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)-nya. Anggapan ini mengemuka saat DEEP menggelar Press realis di salah satu Cafe di jln. Siliwangi Kota Sukabumi terkait Kehadiran Presiden Joko Widodo di Kabupaten Sukabumi pada Kamis 11 April 2019, kemarin.

Menurut Rajib, Kehadirannya di Kabupaten Sukabumi kemarin banyak mengundang reaksi dan tanda Tanya. Pasalnya ada beredar surat yang dikeluarkan oleh dua OPD di Kabupaten Sukabumi yaitu Dinas Perhubungan dan Kecamatan Cibadak.

Kepala Dishub Ir. Lukman Sudrajat melalui surat No. 551.2/1852/B.Lalin/2019 menghimbau kepada perusahan-perusahan yang berada di wilayah Kabupaten Sukabumi agar menghentikan sementara operasional kendaraan angkutan barang dari jam 06:00 s/d 18:00 dikarenakan Presiden melaksanakan kunjungan kerja ke PT Daihan Global yang berada di Kecamatan Cibadak dan Pusbangdai yang berada di Kecamatan Cikembar.

Di sisi lain Camat Cibadak juga menerbitkan surat No. 300/33-Trantib yang ditujukan kepada Kepala Sekolah SD sampai SMA sederajat yang berada di jalur yang dilewati oleh Presiden RI untuk melibatkan guru dan murid dalam penyambutan.

“Faktanya, beberapa foto di media sosial yang menggambarkan adanya murid SD sederajat yang pakaiannya tertempel stiker Joko Widodo – Ma’ruf Amin sebagai Capres dan Cawapres. Sementara kegiatan Jokowi yang bertempat di Pusbangdai juga dipenuhi dengan atribut kampanye, bahkan Bupati Sukabumi, Marwan Hamami menggunakan baju dengan tulisan yang menunjukan dukungan ke Calon tertentu,” jelas Rajib kepada sukabumiNews di Sukabumi, Jum’at (12/4/2019).

Rajib menuturkan, dengan beredarnya surat dari dua instansi diatas, maka DEEP Kabupaten Sukabumi memandang perlu untuk meminta klarifikasi dari yang bersangkutan.

“Merujuk kepada surat dimaksud, bentuk kegiatan Jokowi yang sebenarnya apakah Kunjungan Kerja atau Kampanye. Jika kehadiran Jokowi adalah kunjungan kerja, mengapa ada simbol-simbol capres cawapres?” Tanya Rajib seraya menambahkan, “jika kegiatan ini adalah kampanye, apakah Bupati Sukabumi mengajukan cuti? Lantas mengapa murid-murid SD sederajat ditempelkan stiker Joko Widodo – Ma’ruf Amin?”

“Oleh karenanya Bawaslu Kabupaten Sukabumi harus menindak dan memanggil pihak-pihak terkait." Tegasnya.


Pewarta: Azis R.
Editor: Red.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
close
close
close