News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Guru Madrasah Hanya Digaji Rp50 Ribu, Kemenag Diminta Segera Turun Tangan

Guru Madrasah Hanya Digaji Rp50 Ribu, Kemenag Diminta Segera Turun Tangan

Anggota Komisi VIII DPR RI Bukhori Yusuf. (ist)  

sukabumiNews.net, JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI Bukhori Yusuf mendesak Kementerian Agama (Kemenag) serius memperhatikan nasib guru madrasah swasta.
 

Desakan ini disampaikan Bukhoro usai mendengar kabar guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) di Kabupaten Pandeglang, Banten, hanya digaji Rp 50 ribu per bulan. 

Menurut politisi PKS ini, Kemenag seharusnya lebih sungguh-sungguh memperhatikan nasib guru madrasah swasta, termasuk guru MDT. 

Ia menegaskan, guru adalah unsur fundamental dalam penyelenggaraan sistem pendidikan nasional. Tugas dan fungsi mereka di masyarakat adalah manifestasi dari tanggung jawab negara  sebagaimana dimandatkan oleh konstitusi. 

“Yakni mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Bukhori, dilansir RMOL, Ahad (12/9/2021). 

Dengan tugas sebesar itu, lanjutnya, sudah semestinya kedudukan guru dimuliakan oleh negara. 

“Pemerintah wajib memberikan jaminan hidup yang layak bagi seluruh guru secara adil, tanpa membedakan mereka,” tegasnya. 

Bukhori mengusulkan, Kementerian Agama bisa mengalihkan anggaran dari sejumlah pos anggaran lain untuk mengatasi persoalan rendahnya gaji guru madrasah. 

Bukhori mendorong Kementerian Agama bisa menjamin guru madrasah memperoleh gaji paling rendah Rp 1,5 juta per bulan. 

“Pada akhirnya, kebijaksanaan Kemenag dalam pengelolaan anggaran sangat menentukan,” pungkasnya. 

Kepala Sekolah MDTA Ar-Raudoh di Kabupaten Pandeglang, Banten mengaku hanya mampu memberi honor Rp 50 ribu per bulan kepada guru di sekolahnya. 

Madrasah yang dikelolanya itu menampung sekitar 70 siswa dan hanya mendapat bantuan dari pemerintah daerah senilai Rp 6,5 juta per tahun.

Tags

Daftar

Website sukabumiNews.net Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita PT SUKABUMINEWS MULTI MEDIA. Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.

Post a Comment

Anda boleh beropini dengan mengomantari Artikel di atas