Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Saturday, October 3, 2020

Kang Malik

Warga Sipil Salah Gunakan Mobil Dinas Fortuner TNI AD

Warga Sipil Salah Gunakan Mobil Dinas Fortuner TNI AD. (Foto: Tangkapan layar)

sukabumiNews, JAKARTA – Seorang warga keturunan menggunakan mobil dinas TNI AD dengan plat nomor 3688-34 di Jakarta, belum lama ini, menjadi perbincangan warganet (netizen). Mobil Fortuner warna hijau tersebut biasanya di TNI AD digunakan oleh perwira menengah (pamen) dengan pangkat Kolonel.

 

Dalam video yang viral, orang yang memakai kaus oblong warna putih dan celana pendek tersebut turun dari mobil menuju ke sebuah warung untuk membeli makanan. Sontak kedatangan orang itu menghebohkan warga sekitar yang langsung merekam sebagai bukti penyalahgunaan penggunaan mobil dinas.

 

Hanya saja, warga keturunan itu pada awalnya mengaku sebagai anggota TNI. “Kenapa lu tanya gua? Yang boleh tanya gua itu polisi militer,” ujar laki-laki tersebut sembari masuk mobil dinas TNI AD tersebut. Dari rekaman, terlihat di belakang pengemudi terdapat pakaian dinas harian (PDH) TNI AD dengan tanda kepangkatan Kapten.



Ketika didesak, kemudian laki-laki yang sudah berumur dan didampingi istrinya di dalam mobil tersebut akhirnya mengaku kalau bukan prajurit TNI AD aktif. Dia menyebut, pengakuan sebagai tentara hanya candaan belaka. “Bukan anggota gua. Saya bercanda,” jawab laki-laki tersebut.

 

Tak lama kemudian, laki-laki tersebut menutup kaca mobil dan pergi meninggalkan si perekam video. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Nefra Firdaus sempat menyebut, jika kasus itu ditangani Pusat Polisi Militer AD (Puspomad).

 

Hanya saja, Kepala Penerangan (Kapen) Puspomad Letkol Cpm Dwi Indra Wirawan mengatakan, masalah itu masih diselidiki Puspomad. "Mohon waktu ya Mas," kata Indra kepada Republika pada Sabtu (3/10/2020).

 

*Ada tambahan komentar Kapen Puspomad, setelah sebelumnya tidak merespon.


BACA Juga: Viral, Video Pengakuan Demonstran Dibayar Rp 100 ribu Saat Demo KAMI di Surabaya


Pewarta: Red/ROL

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020

Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close