Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Tuesday, October 13, 2020

Redaksi sukabumiNews

Klaster Covid-19 Mulai Terbentuk dari Unjuk Rasa UU Cipta Kerja?

Ilustrasi (Istimewa). 

sukabumiNews.net, JAKARTA – Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 meminta para perguruan tinggi untuk melakukan pemeriksaan massal terhadap mahasiswa yang mengikuti demonstrasi menolak Undang Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) dalam seminggu terakhir.

 

"Kami imbau agar pihak universitas yang mahasiswanya mengikuti kegiatan aksi tersebut untuk melakukan identifikasi dan testing," kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (13/10/2020).

 

Wiku melihat, mahasiswa yang terdeteksi reaktif akibat demonstrasi selama ini mulai bermunculan di mana-mana, dan menuju terbentuknya klaster baru Covid-19, yakni Klaster Demonstrasi Mahasiswa.

 

Data yang dihimpun Satgas Covid sampai saat ini, telah ada 123 mahasiswa dari enam provinsi di perguruan tinggi Indonesia reaktif Covid-19, setelah mengikuti aksi demonstrasi.

 

Rinciannya, 21 orang dari total 253 demonstran mahasiswa yang diperiksa di Sumatera Utara, lalu 34 dari 1.192 mahasiswa di DKI Jakarta, dan 24 dari 650 demonstran mahasiswa di Jawa Timur.

 

Kemudian, 30 dari 261 demonstran mahasiswa di Sulawesi Utara, dilanjutkan 13 dari 39 demonstran mahasiswa di Jawa Barat dan seorang dari 95 demonstran mahasiswa dari DI Yogyakarta.

 

Wiku khawatir temuan demonstran terpapar Covid-19 menciptakan klaster demo mahasiswa.

 

Selain itu, Wiku juga menyarankan pemilik usaha atau pengelola pabrik melakukan pemeriksaan massal terhadap buruh yang terlibat demonstrasi.

 

"Bagi kelompok buruh, satgas meminta agar segera dibentuk Satgas Covid-19 di tingkat perusahaan yang berkoordinasi dengan Pemda setempat untuk melakukan screening terhadap buruh yang mengikuti aksi penyampaian aspirasi," kata dia.

 

Kemudian aparat keamanan yang mengawal demonstrasi juga diminta melakukan pemeriksaan.

 

Dan bagi pihak keluarga demonstran yang merasa memiliki gejala Covid-19, diminta segera memeriksakan diri di fasilitas kesehatan terdekat.


BACA Juga: Orator Aksi 1310 ANAK NKRI: Kami akan Membubarkan Ketidakadilan

Pewarta: KBRN/DM

Editor: Red.

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close