Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Monday, October 26, 2020

Redaksi sukabumiNews

Kasus Covid-19 Meningkat, Depok Kembali Masuk Zona Merah

Jubir GTPPC Kota Depok, Dadang Wihana. (Foto: Dok. Istimewa/KBRN)  

sukabumiNews.net, DEPOK – Mengingat skor resiko penularan Covid-19 Kota cukup tinggi hingga mencapai 1.56, saat ini Kota Depok kembali ke zona merah.

 

"Sesuai dengan pengumuman rilis Satgas Pusat minggu ini Kota Depok sebagai zona daerah resiko tertinggi dengan skor 1.56. Minggu lalu kita berada pada zona orange dengan skor 1.9," kata Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 (GTPPC) Kota Depok, Dadang Wihana kepada wartawan di Shelter Gojek Stasiun Depo Baru, Jalan Raya Margonda, Senin (26/10/2020).

 

Penambahan kasus, sambung Dadang, paling banyak terjadi dari klaster keluarga melalui transmisi lokal.

 

Klaster keluarga ini sendiri berasal dari import case klaster perkantoran sebelumnya.

 

"Karena itu, program-program yang dijalankan oleh Satgas Covid-19 Kota Depok menyasar kepada level keluarga melalui pendekatan pembatasan sosial kampung siaga (PSKS) Covid-19 tingkat RW," katanya.

 

Dijelaskan Dadang, melalui keputusan Wali Kota Depok Nomor 443/394/Kpts/Dinkes/Huk/ 2020, saat ini Kota Depok masih menerapkan pembatasan-pembatasan mulai 18-31 Oktober 2020.

 

Pembatasan tersebut dibagi dua, yaitu wilayah (RW) yang menerapkan Pengaturan Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS) yaikni pembatasan aktivitas warga hingga pukul 20:00 WIB, dan pembatasan tempat usaha toko, mal, resto, kafe, rumah makan, tidak boleh melayani makan ditempat, sedangkan layanan take away hingga pukul 21:00 WIB.

 

Kemudian tambah Dadang, di wilayah (RW) yang tidak menerapkan PSKS pembatasan aktivitas warga hingga pukul 20:00 WIB dan pembatasan tempat usaha toko, mal, resto, kafe, rumah makan boleh makan di tempat hingga pukul 18:00 WIB, sedangkan layanan take away hingga pukul 21:00 WIB.

 

"Dari 924 RW se Kota Depok, sebanyak 240 RW di antaranya yang tengah menerapkan PSKS," terang Dadang.

 

Data terkini, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Depok mencapai 6858 orang, sebanyak 5333 (77.76%) orang sembuh, dan sebanyak 192 (2.80%) orang meninggal dunia.

 

Sedangkan kasus terkonfirmasi aktif Covid-19 yang masih menjalani perawatan sebanyak 1.333 orang.

 

Dari 11 kecamatan di Kota Depok, Kecamatan Pancoranmas menduduki peringkat tertinggi kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 187 kasus.

 

Disusul Kecamatan Sukmajaya berada di urutan kedua tertinggi dengan jumlah 161 kasus dan di posisi ketiga ditempati Kecamatan Cimanggis sebanyak 145 kasus.

 

Pewarta: Sinwan

Editor : Red

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close