Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Wednesday, September 30, 2020

Redaksi sukabumiNews

PKI Disebut Berideologi Pancasila, PA 212: Suruh Banyak Baca tuh Bu Suk


sukabumiNews.net, JAKARTA – Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif meminta agar Putri Proklamator Indonesia, Sukmawati Soekarnoputri belajar terlebih dulu sebelum melontarkan pernyataan PKI memiliki ideologi Pancasila. Slamet menegaskan bahwa ideologi PKI adalah komunisme.

 

Hal itu ia katakan merespon pernyataan kontroversial Sukmawati yang menyebut PKI menganut ideologi Pancasila dalam program acara ILC TV One.

 

"Bukan [Pancasila] lah. Ngawur dia. PKI itu ideologinya komunisme suruh banyak belajar sama baca tuh Bu Suk (Bu Sukmawati)," kata Slamet kepada CNNIndonesia.com, Rabu (30/9/2020).

 

Wakil Sekretaris Jendral PA 212, Novel Bamukmin meminta Sukmawati bisa membuktikan secara konkret bila PKI memiliki ideologi Pancasila. Sebab, ia menilai PKI tak memiliki ideologi Pancasila.


BACA Juga: PA 212 Gelar Apel Siaga Ganyang Komunis

 

"Sukmawati harus bisa buktikan bahwa ideologinya PKI itu Pancasila," kata Novel kepada CNNIndonesia.com, Rabu (30/9/2020).

 

Apabila benar, Novel menyinggung ucapan Sukmawati tersebut sebagai bukti bahwa PKI masih ada dan hidup sampai saat ini. Sebab, kata dia, PKI sudah diterima sejak zaman Presiden pertama RI, Sukarno karena bergabung dalam jargon Nasionalis, Agama dan Komunis (Nasakom).

 

"Dari dulu pun PKI selalu ingin unsur ketuhanan yang maha esa dalam Pancasila dipangkas atau dilumpuhkan," kata dia.

 

Novel menilai saat ini ada upaya pelemahan terhadap sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila oleh pihak tak bertanggung jawab. Salah satunya, lanjut dia, dilakukan oleh Sukmawati sendiri yang dinilainya kerap menista ajaran agama Islam.

 

Ia bahkan menyinggung kasus penistaan agama yang dilakukan Sukmawati tak pernah ditindaklanjuti oleh kepolisian. Diketahui, Sukmawati pernah dilaporkan ke polisi dalam sejumlah kasus yang berkaitan dengan penistaan agama.

 

Di antaranya kasus penodaan agama terkait pernyataannya yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden pertama RI Sukarno. Sukmawati juga pernah dilaporkan dalam sejumlah kasus. Yakni, pusi berjudul 'Ibu Indonesia' di mana penggalan bait puisinya itu menyinggung kidung dan azan.

 

"Sekalian mereka kriminalisasikan. Pancasila rasa komunisme pun terealisasi saat ini oleh Ketua BPIP yang mengatakan agama adalah musuh besar pancasila," kata Novel.

 

Sebelumnya, Sukmawati menilai PKI yang pernah berdiri di Indonesia berbeda dengan partai komunis di negara Uni Soviet dan China pada masa lalu.

 

Sukmawati menyatakan ideologi yang diterapkan Uni Soviet dan China bersumber dari komunisme. Tepatnya komunisme dengan sistem partai tunggal. Sementara itu, Ia menyatakan ideologi PKI adalah Pancasila.

 

Sukmawati menuturkan jika PKI berideologi komunis, maka secara institusi kepartaian paham komunisme sudah tidak ada lagi.

 

"Kalau komunis secara institusi kepartaian sudah bubar, ya sudah enggak, secara institusi kepartaian," kata dia.


BACA Juga: Aliansi Nasional Anti Komunis Menggelar Aksi Tolak RUU HIP di Depan Gedung DPR/MPR RI


Pewarta: Gelora

Editor: Red

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close