Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Friday, June 12, 2020

Red1

Makam Jenazah Julaeha Akhirnya Dibongkar dan Dimakamkan Kembali

Foto : Prosesi pembongkaran dan pemakaman Jenazah Julaeha, PDP yang dinyatakan negatif Covid-19 di Kabupaten Sukabumi. 
sukabumiNews.net, CIBADAK – Makam jenazah Julaeha, warga Kampung Sukamaju, Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak yang meninggal dalam status pasien dalam pengawasan (PDP) telah dibongkar kembali.

Makam Julaeha kembali dibongkar menyusul hasil Swab yang menyatakan bahwa almarhumah negatif Covid-19 yang kemudian dikebumikan kembali dengan prosesi pemakaman secrara syariat Islam, Jum’at (12/6/2020).

Pembongkaran dan pemakaman kembali jenazah Julaeha dihadiri langsung oleh keluarga almarhumah.

Selama prosesi pemakaman, suasana berlangsung kondusif dengan disaksikan aparatur pemerintah dan keamanan setempat.

Adik kandung almarhum, Marwan Hamdani menjelaskan, sebelum meninggal, Julaeha sempat lumpuh dan tidak bisa berjalan sendiri, Almarhumah pun kata Marwan mengidap kista pada bagian perutnya.

"Kakak saya sakit sebelum Pandemi Covid-19 dan masuk rumah sakit untuk dioperasi sekitar Bulan Februari," terang Marwan.

Marwan menambahkan, sebelumnya, Julaeha menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi Cibadak dan mendapatkan arahan untuk dilakukan operasi guna membuang kista yang diketahui pada bagian perutnya.

"Namun, sebelum melakukan operasi, Kakak saya disarankan menjalani terapi untuk menyembuhkan lumpuhnya. Terapi dilakukan di Rumah Sakit Sekarwangi dan berlanjut di rumah karena tidak ada perkembangan," ungkap Marwan.

Julaeha juga kata Marwan sempat mendapatkan perawatan cukup lama dan keluar masuk rumah sakit berbeda. Namun tambah dia, almarhumah dinyatakan positif setelah menjalani rapid test di Rumah Sakit Sekarwangi.

"Setelah itu kakak saya sudah tidak bisa dikunjungi karena sudah masuk ruangan isolasi. Sampai 1 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 1441 H, kakak saya dinyatakan meninggal dunia," bebernya.

Dikatakan Marwan bahwa hasil swab negatif Julaeha diperolehnya lebih dari satu minggu setelah almarhumah dimakamkan. Namun, ia tidak memperoleh diagnosa akhir penyebab kematiannya.

"Surat keteranganya ada di saya semuanya hanya menyatakan bahwa kakak saya bukan meninggal karena Covid-19," pungkasnya.


Pewarta : Azis Ramdhani
Editor : AM
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close