Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Thursday, June 11, 2020

Red1

Marwan : Hasil Swab Negatif, Keluarga akan Bongkar Makam Jenazah dan Memakamkannya Kembali Secara Syariat Islam

Gambar Ilustrasi: Pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19.  
sukabumiNews.net, CIBADAK – Makam warga Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi yang meninggal dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 akan kembali membongkar dan memakamkannya secara Syariat.

Makam seorang warga bernama Julaeha ini akan dibongkar kebali lantaran diketahui hasil Swab almarhumah adalah negatif Covid-19.

Sebelumnya, almarhumah dinyatakan meninggal sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.

Marwan Hamdani, adik kandung korban mengatakan, pembongkaran itu akan dilakukan untuk menyempurnakan proses pemakaman secara syariat Islam lantaran ia tidak cukup yakin bahwa almarhumah dimakamkan secara syariat Islam oleh tim medis pada saat dinyatakan meninggal dunia.

"Saya kan minta pihak rumah sakit memberikan bukti bahwa Kaka saya sudah dimakamkan dengan syariat Islam. Kalau memang sudah dishalatkan dan dikapani harus ada dong bukti visualnya," kata Marwan kepada wartawan, Kamis (11/6/2020).

Marwan menjabarkan sejumlah alasan lain terkait latar belakang permintaan pembongkaran makam tersebut. Namun pada intinya Ia tidak cukup puas dan tidak yakin dengan penjelasan pihak rumah sakit terkait prosesi pemakaman korban.

"Selain itu, karena pemakamannya menggunakan peti. Buat kami sih tidak apa-apa tapi pandangan masyarakat itu beda. Dan yang lebih parah lagi baju-baju almarhumah ikut dikuburkan," ujarnya.

Marwan mengungkapkan, sebetulnya pihak keluarga tidak akan melakukan hal itu jika hasilnya memang diketahui positif Covid-19. Pihak keluarga sudah ikhlas almarhumah di makamkan sesuai protokol kesehatan.

"Tapi jika hasilnya negatif, pihak rumah sakit harus memahami dong posisi kami. Karena selama ini kami sempat dikucilkan oleh masyarakat," ungkapnya.

Marwan menuturkan, pihaknya belum mendapatkan analisis kesehatan dan diagnosa akhir penyebab kematian almarhumah dari pihak rumah sakit. Pihak keluarga hanya mendapatkan keterangan bahwa almarhum negatif Covid-19.

"Pihak rumah sakit enggak memberikan analisa kesehatan, tapi berupa surat keterangan yang menyatakan Almarhumah negatif Covid-19," pungkasnya.

BACA : Makam Jenazah Julaeha Akhirnya Dibongkar dan Dimakamkan Kembali

Pewarta : Azis Ramdhani
Editor : Red.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close