Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Thursday, April 30, 2020

Azis Ramdhani

Kisruh Soal Bangub, Para Kades Cibitung Tuding Oknum Dinsos Masih Gunakan Data Usulan 2010

sukabumiNews.net, CIBITUNG – Para Kades yang tergabung dalam wadah Apdesi Kecamatan Cibitung Kabupaten Sukabumi merasa kecewa atas kebijakan data bansos yang diajukan Dinsos Kabupaten Sukabumi kepada Pemprov Jabar untuk mendapatkan Batuan Gubernur (Bangub).

Pasalnya, data yang diajukan Dinsos Kabupaten Sukabumi dituding tidak sesuai dengan keberadaan data yang sebenarnya.

Dalam hal ini mereka menuding ada oknum yang mengatasnamakan pihak dinsos terkait permintaan data. “Bahkan kenyataannya data yang dipakainya tersebut adalah data tahun 2010,” ucap ketua Apdesi Kecamatan Cibitung, H.Iji Pahrudin, kepada sukabumiNews, Kamis (30/4/2020).

Sementara kata dia, data yang minggu lalu saja saat di input oleh masing-masing desa, kenyataan rurunnya bantuan tidak sesuai dengan data yang diberikan. “Jadi apa yang telah dikerjakan oleh RT/RW seolah tidak ada gunanya, hanya bikin pusing pekerjaan aparat pemdes saja,” ungkapnya.
Dijelaskan H. Iji pengerjaan pengimputan data itu dilakukan sampai malam. Sementara data pengajuanya harus segera terkirim dengan alasan batasan waktu. Tapi lanjut dia, sekarang data yang datang acak-acakan, bahkan ada yang sudah meninggal, ada juga yang sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah lainnya di antaranya BPMT- PKH, kemudian banyak juga yang sudah pindah.

"Logikanya kalau data yang diajuan sekarang itu yang dipake tidak bakalan seperti begitu, ini mah hayoh wae verifikasi ari maujud acan, itu lah yang terjadi mungkin semua desa sama, jadi cangkel (pegel ati)," ucapnya kesal

Akhirnya, tutur dia, yang menjadi sasaran adalah RT. Kini sambung dia, RT/RW dan pemdes menjadi bahan bulian  masyarakat lantaran merekalah yang paling dekat bersentuhan langsung dengan warga.

“Jangankan warga rawan miskin warga yang ekonominya menengah ke atas saja banyak yang menanyakan berkaitan dengan Bantuan Sosial (Bansos) Gubernur Jawa Barat ini. Karena seluruh warga masyarakat Cibitung tahu dan menyaksikan langsung waktu Pak Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat pidato yang tersebar di Medsos, WA Group dan beberapa stasiun televisi dan media elektronik lainnya,” ulas H Iji.

Dikatakan H Iji, sebelumnya, dalam pidatonya Gubernur Jabar mengatakan bahwa semua yang terdampak akan mendapat bantuan. “Kalau berbicara dampak, tidak ada si kaya dan si miskin semuanya sesuai dengan usulan dari desa. Kecuali jika saat itu pak Gubernur dalam pidatonya ada pengecualian,” tegasnya, kecewa.
Pewarta : My Kuncir
Editor : Azis R/Red*
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

close