Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Saturday, April 25, 2020

Redaksi sukabumiNews

43 Santri Positif Corona, Malaysia Minta Evakuasi WN di Jatim

Ilustrasi santri. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru) 
sukabumiNews.net, SURABAYA – Pemerintah Malaysia tengah berupaya mengevakuasi total 227 warganya di Pondok Pesantren Al Fatah, Temboro, Magetan, Jawa Timur. Hal itu dilakukan usai 43 orang santri asal Malaysia dinyatakan terinfeksi virus corona (Covid-19) saat kembali ke negaranya beberapa waktu lalu.

Ketua Rumpun Tracing Gugus Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso, mengatakan, pemerintah Malaysia telah melakukan koordinasi dengan Pemprov Jatim.

"Ada delegasi dari Malaysia ke Grahadi dari Tim Gugus tugas Malaysia. Mereka berkeinginan para santri asal Malaysia untuk bisa dievakuasi ke Malaysia," kata Kohar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (24/4/2020) malam, dilansir CNN Indonesia.

Namun, Kohar merasa pihaknya perlu mempertimbangkan hal itu lebih dulu. Pasalnya dia menjelaskan ada 118 santri Malaysia yang telah menjalani rapid test dan perlu dilakukan observasi selama 14 hari.

"Kita sampaikan bahwa kita sudah memeriksa 118 santri asal Malaysia di mana ada yang 14 rapid test reaktif yang 104 non reaktif. Mereka berkeinginan yang non rekatif dievakuasi," katanya.

"Non-reaktif bukan berarti tidak ada Covid-19 nya. Karena kita masih perlu mengobservasi selama 14 hari, takutnya mereka masih masa inkubasi," tambahnya.

Maka itu, kata Kohar, pihaknya perlu melakukan pembicaraan lebih detail terkait teknis yang aman untuk membawa para warga negara Malaysia pulang ke negaranya.

Namun, Kohar menyebut 14 santri dengan hasil rapid test perlu melanjutkan pemeriksaan dengan tes swab PCR. Jika hasilnya positif, maka pasien perlu menjalani karantina di Indonesia terlebih dahulu.

"Rencananya rapid positif pun kita sudah lakukan swab, kalau positif harus diamankan terlebih dahulu takut ada penularan. Kecuali kalau kita harus melakukan manuver khusus," ujarnya.

Untuk itu, Kohar mengatakan Indonesia dan Malaysia perlu membahas lebih lanjut prosedur evakuasi terhdap santri-santri asal Malaysia di Temboro tersebut.

"Besok detailnya kita bahas lebih jauh. Supaya membawa dari Temboro ke KL, harus dengan prosedur seksama supaya risiko penularannya sangat minimal. Ada pesawat dari sana cuma busnya dari kita," pungkasnya.

Sebelumnya, Rumpun Tracing telah menggelar rapid test terhadap 305 orang santri dan ustaz di Ponpes Al Fatah, Temboro, Magetan. Rapid test itu dilakukan usai 43 santri yang telah kembali ke Malaysia dinyatakan positif di negaranya. Hasilnya, 31 santri dinyatakan reaktif atau positif dari rapid test.

Dari 305 santri dan ustaz di Ponpes Al Fatah, 118 di antaranya adalah santri asal Malaysia, dan sebanyak 14 di antara mereka menunjukkan hasil reaktif alias positif hasil rapid test.

Pewarta/Ediror: Red.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

close