![]() |
| Dalam pertemuan strategis yang berlangsung di Amman, para menteri luar negeri Arab dan Muslim sepakat untuk membentuk mekanisme permanen. (Ist) |
Yerusalem (SUKABUMINEWS.NET) – Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur) kembali menjadi sorotan setelah sejumlah negara Arab dan Muslim mengecam langkah kontroversial Israel. Ancaman tersebut di antaranya melalui perluasan permukiman ilegal dan pelanggaran di situs-situs suci.
Dalam pertemuan strategis yang berlangsung di Amman, para menteri luar negeri Arab dan Muslim sepakat untuk membentuk mekanisme permanen. Langkah ini mereka rancang khusus guna mendokumentasikan setiap pelanggaran Israel di Al-Quds bagian timur dan menyebarluaskannya secara luas kepada berbagai organisasi internasional serta masyarakat dunia.
Dalam forum tersebut, para menteri menegaskan kembali posisi Al-Quds bagian timur sebagai bagian integral dari wilayah Palestina. Mereka secara tegas menolak seluruh upaya Israel untuk mengubah identitas Arab, Islam, dan Kristen di kota suci tersebut. Selain itu, kecaman keras juga mengarah pada kebijakan pembatasan ibadah di Masjid Al-Aqsa, berbagai gangguan terhadap otoritas Wakaf Yerusalem, serta serangan yang menyasar situs-situs suci umat Kristen.
Di sisi lain, organisasi Israel Ir Amim mengungkap rencana pembangunan 2.300 unit permukiman baru di kawasan Gilo. Proyek itu akan berdiri di atas tanah Palestina yang disita dan berpotensi semakin memisahkan Al-Quds bagian timur diduduki dari Bethlehem. Bahkan, pembangunan tersebut diperkirakan akan mencabut ratusan pohon zaitun tua milik warga Palestina.
Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sebagian besar negara menyatakan permukiman Israel di wilayah pendudukan adalah ilegal dan melanggar hukum internasional. Oleh sebab itu, para menteri Arab dan Muslim mendesak komunitas internasional segera bertindak. Mereka juga menegaskan bahwa Al-Quds bagian timur merupakan ibu kota Negara Palestina. (Adara)

0Komentar