Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Tuesday, March 17, 2020

Red1

RSUD Jampang Kulon Klarifikasi soal Pasiennya yang Diisukan Meninggal Akibat Corona

RSU Jampangkulon
sukabumiNews.net, JAMPANGKULON – Terkait merebaknya isu ada pasien meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jampangkulon yang diduga akibat Covid-19 (Virus Corona), pihak RS melaui staf Humasnya Lia Desty, mengkalifikasi isu tersebut.

“Ya, memang ada yang meninggal. Tapi bukan karena Corona,” tegas Lia Desty melaui WhatsApp yang diterima reporter sukabumiNews, Selasa (17/3/2020).

Sebelumnya, isu meninggalnya salah seorang pasien di RS tersebut diduga akibat terkena virus covid-19, diramaikan oleh salah seorang pemilik akun Facebook (Fb) warga Kp.Gotong Royong, Kelurhan Surade Kecatan Surade, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

BACA Juga : Kabar Baik, RSUD Kota Bogor Kembali Buka Layanan Non Covid-19

“Kami sudah klarifikasi dan kordinasi dengan pihak yang bersangkutan bernama Irawati, Hasilnya, ternyata dirinya mengakui mendapat informasi dari pihak orang lain,” beber Lia.

Meksi demikian, Lia membenarkan bahwa saat ini ada pasien yang dirawat di RSUD Jampang Kulon yang OBD (On-Board Diagnostic) atau Orang Dalam Pengawasan (ODP). Tapi kata Lia, pasien tersebut sedang dalam pengobatan TB (Tubercolosis).

“Awalnya pasien ini datang minta diperiksa karena dia pulang dari Jepang, selanjutnya ia sudah dipulangkan kembali setelah diambil sampel dan pemeriksaan penunjang lainnya,” terang Lia.

Hasilnya, tutur Lia, tdak ada gejala apa pun dan kami sudah koordinasi dengan petugas Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) setempat supaya pasien ini di isolasi di rumahnya dalam pantauan Petugas PKM-nya.

“Pasien datang dengan kesadaran sendiri, walupun tanpa gejala apapun. Tubercolosis, Paru-paru, pami bahasa urang mah (kalau menurut bahasa kita, red.) TBC,” imbuhnya.

Adapun mengenai identitas yang diduga Orang Dalam Pengawasan (ODP) tersebut Lia mengaku tidak mengetahuinya. “Saya tidak dikasih tahu pak. Alamatnya juga ga tau, soalnya tidak ada gejala apapun. Jadi dikhawatirkan masyarakat semakin panik," kilahnya.

BACA : Viral Diduga Meninggal Akibat Terjangkit Virus Corona, Ini Tanggapan Wali Kota Sukabumi

BACA Juga: RSUD Sekarwangi Siap Hadapi Acaman Penyebaran Virus Corona

Pewarta : My Kuncir
Editor : Red.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2020
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close