Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Saturday, December 14, 2019

Redaksi sukabumiNews

Perpisahan Istri dengan Polisi yang Tewas: Assalamualaikum Sayang, Dadah Sayang

Anggota Satgas Tinombala IV Muhamad Saepul Muhdori
Anggota Satgas Tinombala IV Muhamad Saepul Muhdori yang gugur. (Foto : VIVAnews / Yandi Deslatama)  
sukabumiNews.net, BANTEN – Pemakaman almarhum Muhamad Saepul Muhdori, anggota Satgas Tinombala IV, diwarnai isak tangis keluarga. Bahkan sang istri, Novi Septiyani, kerap kali pingsan dan tak kuat menahan tangis air matanya.

Sang istri bahkan harus dipapah untuk pulang ke rumahnya, yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari pemakaman.

"Assalamualaikum sayang, dadah sayang," itu yang dikatakan Novi saat akan meninggalkan pusaran suaminya, di TPU Kampung Nagrog, RT 01 RW 01, Desa Bayumundu, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu (14/12/2019).

Pemakaman Saepul dilakukan secara militer, dipimpin langsung oleh Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Banten, Kombes Pol Reza Herasbudi. Reza mengaku bahwa Saepul merupakan personel Polri yang teguh dalam menjalankan tugasnya, selama menajdi personil Satgas Tinombala.

"Kita merasa kehilangan, sebagai rekan yang memegang teguh tugasnya secara profesionalitas. Dia menjalankan tugas negara, sebagai prajurit yang rendah diri dan patut kita berduka atas kehilangan ini. Ini menjadi beban moral bagi kita yang hidup, yang telah mendahului kita," ujar Dansat Brimob Polda Banten, Kombes Pol Reza Herasbudi, sembari sesekali menyeka air matanya, di tempat yang sama.

Dia berharap, seluruh rekan di korps Polri, terutama Satuan Brimob, rekan sejawat dan keluarganya, untuk bisa secara ikhlas memaafkan perbuatan almarhum selama masih hidup, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.

Tak lupa, Reza meminta doa dari seluruh masyarakat Indonesia, bagi almarhum Saeful, agar dilapangkan kuburnya, serta keluarga yang ditinggalkannya diberi ketabahan. Karena, Saeful yang merupakan personil Polri, tetao manusia biasa.

"Sebagai manusia biasa, kita tidak bisa lepas dari rasa duka dan sedih. Semoga Tuhan memberikan ketabahan bagi kita yang ditinggalkan. Marilah kita lapangkan dada untuk memaafkan beliau, sebab sebagai manusia biasa, beliau tidak luput dari kekhilafan dan kealpaan," kata dia.

Artikel ini telah tayang di VIVAnews dengan judul “Perpisahan Istri dengan Polisi yang Tewas: Dadah Sayang”
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close