Museum Prabu Siliwangi Diikutsertakan pada Pameran Benda Pusaka di Tangerang

Azis Ramdhani
, December 07, 2019 WIB
sukabumiNews, TANGERANG - Pameran Benda Pusaka dan Kitab Kuno dari Museum Prabu Siliwangi warnai Festival Budaya Nusantara III yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang.

Keikutsertaan Museum Prabu Siliwangi di Festival Budaya Nusantara III Kota Tangerang sebagai Tamu Kehormatan yang diundang secara khusus oleh Panitia Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang melalui bantuan DWIPA Production.

DWIPA Production merupakan perusahaan di bidang PEO (Profesional Event/Exhibition Organizer) yang juga anggota dari Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI) wilayah Banten.

Beragam benda yang ada di Museum Prabu Siliwangi meliputi 131 benda batu, 60 benda keramik dinasti cina, 16 benda logam & kuningan, 165 benda senjata dan pusaka, serta 269 naskah dan kitab kuno ikut dipamerkan pada pameran yang digelar Jum'at (6/12/2019) Sore itu.

“Dari 641 benda yang ada di Museum Prabu Siliwangi hanya sebagian kecil yang ditampilkan pada pameran budaya ini, ujar Kurator Museum, Juanda kepada sukabumiNews, Sabtu (7/12/2019).

Benda-benda tersebut kata Juanda, 70 persennya adalah warisan keluaraga besar Raden Sumawinata yang merupakan keturunan ke 15 Prabu Siliwangi.

Juanda menjelaskan, saat ini warisan tersebut dipelihara oleh Prof. DR. KH. Rd. Adpt. M Fajar Laksana SE., CQM., MM., Ph.D yang merupakan keturunan ke 17 Prabu Siliwangi yang silsilah keturunannya tercatat di Kitab Suwasit Museum Prabu Siliwangi.

“Selain itu, ada juga warisan tak benda atau tidak berwujud yang ada di Museum Prabu Siliwangi yang meliputi tradisi Jaman Padjajaran, tradisi ilmu pengobatan herbal budaya sunda, silat sunda Padjajaran, dan kitab kuno warisan Walisongo,” tambah Juanda.

Salah satu tradisi jaman Padjajaran ungkap Juanda, yaitu Maen Bolo Leungeun Seuneu (Boles) dan Ngagotong Lisung Padjajaran yang biasa dikenal dengan nama Lisung Ngamuk.

“Kemudian, pengobatan herbal yang dikembangkan oleh Etnofarmaka Al-Fath. Silat yang diwariskan oleh keluarga Waruka Sakabumi Padjajaran yang kemudian dikembangkan lagi menjadi nama Perguruan Silat Maung Bodas,” terang Juanda.

Pewarta : Gilang
Editor : AM.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019
Komentar

Tampilkan

No comments:

Post a Comment

Terkini

khazanah

+