Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Sunday, October 6, 2019

Azis Ramdhani

Korban Serangan Jantung Diduga Akibat Blasting Minta Tanggung Jawab PT TSS

korban serangan jantung diduga akibat blasting
Noneng (40) tergolek sakit di ranjang Rs. Syamsudin SH Bunut warga leuwidinding Rt. 004/001 Desa Tanjungsari Kecamatan Jampangtengah Kabupaten Sukabumi.  

sukabumiNews, JAMPANG TENGAH - Sejumlah warga Kampung Leuwidinding, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang diduga menjadi korbang serangan jantung lantaran kaget mendengar suara ledakan dari aktivitas blasting oleh PT Tambang Semen Sukabumi (PT TSS), meminta perusahaan untuk bertanggung jawab atas kondisi yang dideritanya.

Seperti yang diungkapkan Andin (55) Suami Noneng (40), korban serangan jantung mendadak yang hingga Ahad (6/10/2019) ini masih menjalani perawatan intensive di rumah sakit Bunut.

Dalam penuturannya Adin meminta kepada perusahaan tersebut untuk bertanggung jawab penuh atas kesembuhan istrinya, lantaran kata Adin, istrinya pingsan pasca merasakan getaran dan mendengar suara ledakan dari tambang yang beroperasi tidak jauh dari lokasi kediamannya.
  
"Mula-mula si ibu berdebar dulu, kira kira sepuluh menitan langsung tergeletak pingsan," kata Andin kepada  sukabumiNews saat di temui di RSUD R Syamsudin SH, Ahad (6/10/2019).

Pingsannya si Ibu (Noneng), tambah Adin, terjadai usai mendengar ledakan yang sangat keras, pada Jumat (4/10), sekitar pukul 13.00 WIB.

“Pokoknya saya saya minta istri saya dirawat sampai sembuh, dan aktivitas blasting dihentikan,” tegas Adin menutup perbincangan.

Terkait permintaan warga, President Director of PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, Somchai Dumrongsil melalui pernyataan yang disampaikan langsung kepada sukabumiNews, tidak menjawab secara rinci.

Hanya saja, pihaknya membenarkan jika perusahaannya telah melakukan penambangan dengan metode blasting pada Jumat (4/10/2019) lalu.

Adapun menurutnya, jika terdapat warga yang diketahui sakit pada hari yang sama, Somchai hanya mengatakan “masih belum diketahui penyebabnya”.

BacaKaget Suara Ledakan Blasting, 5 Orang Warga Kena Serangan Jantung

Editor: Red.
COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

close