Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Saturday, August 10, 2019

Redaksi3

Warga Tanjungsari Jampang Tengah Kembali Mendemo PT. TSS Terkait Aktifitas Blasting

demo PT TSS
sukabumiNews, JAMPANG TENGAH - Aksi demo menolak aktivitas peledakan atau blasting yang dilakukan PT. Tambang Semen Sukabumi (TSS), kembali dilakukan warga Kp. Leuwidinding, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi. Sebanyak 200 warga tampak bersemangat menggeruduk kantar PT. TSS sambil berteriak "Stop Blasting!".

"Aksi demo menolak aktivitas blasting PT. TSS sudah sering kali kami lakukan. Tapi, tidak pernah membuahkan hasil. Kami hanya ingin aktivitas blasting dihentikan. Rumah kami retak-retak, air dan udara jadi tercemar dan yang lebih parah dari proses blasting, kami semua tidak tenang dengan suara ledakannya," ungkap Saepuloh, ketua rukun warga (RW) 1 Kedusunan Leuwidinding kepada sukabumiNews, Sabtu (10/8/2019).

Teras Rumah Warga akibat terdampak Blasting
Dia menjelaskan, informasi yang didapat dari hasil demo yang dilakukan di depan kantor PT. TSS, Jumat (09/08/2019) kemarin, perusahaan menyebutkan ada 900 jiwa yang tercatat pada 625 KK di Kp. Leuwidinding yang masuk kategori ring 1 sebagai wilayah terdampak lantaran memiliki jarak 100 meter dari area aktivitas blasting. Dia juga menyebut, pihak perusahaan memperlihatkan data rumah yang mengalami retak-retak ada 148 unit.

"Itu perusahaan sudah mendata kerugian warga akibat aktivitas blasting ini, mereka juga bilang, ada 148 unit rumah yang rusak akibat blasting. Tapi, kenapa belum ada yang diperbaiki?," ungkap Saepuloh.

"Hari ini masih belum ada keputusan. Rencananya, hari Senin depan akan ada dari pihak perusahaan menemui warga Leuwidinding," tambahnya.

Informasi yang dihimpun sukabumiNews, operasi blasting yang dilakukan PT. TSS sudah ada sejak 11 Mei 2018 hingga sekarang. Jika dirunut ke belakang, aktivitas blasting sudah dilakukan sebanyak 144 kali dengan rincian, dalam satu minggu dilakukan 3 kali blasting, tepatnya pada hari Senin, Rabu dan Jumat menjelang pukul 15.00 WIB. PT. TSS merupakan mitra kerja PT. SCG dalam melakukan penambangan di lokasi milik PT. SCG.

Baca juga: Kaget Suara Ledakan Blansting, 5 Orang Warga Kena Serangan Jantung

Selama aksi demo berlangsung, tampak siaga pengamanan dari pihak kepolisian dan keamanan perusahaan. Hingga aksi selesai, suasana tetap terkendali dan kondusif." tegasnya.

BACAMenindaklanjuti Protes Warga, Kapolres Sukabumi Lakukan Inspeksi Blasting Tambang Semen Sukabumi


Pewarta : Azis R
Editor : Agus Setiawan
Copyright © SUKABUMINEWS 2019

Tertarik dengan Artikel Kesehatan dan lainnya, BACA:
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Sampaikan pendapat dan saran Anda setelah membaca artikel di atas..

Loading...
close