Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Monday, June 3, 2019

Redaksi sukabumiNews

Tak Mampu untuk Biaya Operasi Anaknya, Bayi Penderita Virus Hidrocefalus Asal Pamuruyan Ini Kepalanya Semakin Membengkak

Perlu perhatian Khusus dari Pemerintah dan Dermawan terkain kondisi balita 6 bulan Penderita Hidrocefalus dan keluarganya ini

sukabumiNews, CIBADAK - Muhamad Fauzan Renaldi, bayi berisia 6 bulan, asal Kampung Cinyocok Rt. 004/008 Desa Pamuruyan Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini kondisi kepalanya semakin membesar lantaran mengalami pembekakan akibat terkena Virus Hedrocefalus sejak lahir.

Reni Damayanti (23) Ibunda Muhamad Fauzan menuturkan, awalnya, saat usia anaknya masih berusia 8 bulan di dalam kandungan dilakukan ultrasonografi (USG), dengan maksud ingin mengetahui kondisi kesehatan Janin Bayi. Dari hasil USG itu Dokter memberikan diagnosa bahwa anak Ia (sang bayi) dinyatakan ada kelainan berupa cairan.

"Begitu Muhamad Fauzan Renaldi lahir dalam usia kandungan cukup normal yaitu 9 bulan, saya melihat dibagian kepalanya sudah nampak adanya benjolan-benjolan," jelas Reni kepada sukabimiNews senin (3/6/2019).

Adapan menurut Reni ayah Muhamad Fauzan dalam kesehariannya sebagai pekerja serabutan, yang terkadang mendapatkan pekerjaan, terkadang tidak.

Pernah ayahnya mendapatkan pekerjaan di Proyek peternakan Ayam tak jauh dari rumahnya, namun hasilnya tidak mencukupi untuk membiayai pengobatan anaknya yang semakin kini semakin mengkhawatirkan.

“Kami selau berupaya untuk kesembuhan anak saya, ia pun sudah saya bawa ke rumah sakit di Cibadak untuk dilakukan perawatan, selama satu minggu satu kali dengan menggunakan KIS (Kartu Indonesia Sehat),” ungkap Reni.

Hanya saja, tutur Reni, pihak rumah sakit hanya memberinya obat batuk dan panas. “Padahal hingga saat ini kondisi anak saya kepalanya semakin hari semakin membesar,” tambahnya.

Memang, tambah Reni lagi, Spesialis Dokter yang bertugas di RS Kartika dan RS Sekarwangi menyarankan agar anaknya segera dilakukan Operasi di bagian kepala lantaran di bagian kepala Muhamad Fauzan Renaldi  mengalami kelebihan cairan.

“Akan tetapi karena saya merasa tidak mampuh untuk membiayai operasi anak saya, sampai sekarang saya belum bisa memenuhi saran dokter terebut,” keluh Reni sambil meneteskan airmata.

Reni berharap agar anaknya lekas sembuh sehat seperti halnya anak -anak yang lain. Reni juga sangat berharap adanya bantuan dan dukungan Pemerintah, baik pemerintah Daerah maupun Pusat atau para relawan, untuk segera bisa mengatasi kondisi yang di derita anaknya.

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close