Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Thursday, May 2, 2019

Redaksi sukabumiNews

GMNI Tuntut Perbaikan Sistem Pendidikan di Kabupaten Sukabumi

sukabumiNews, CIKEMBAR - Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam wadah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggelar Aksi Damai di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi di Kecamatan Cikembar pada Kamis (2/5/19). Mereka menuntut adanya perbaikan sistem pendidikan di Kabupaten Sukabumi yang masih memperihantinkan.

Aspirasi ini disampaikan GMNI pada Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019.

“Pendidikan adalah indikator utama untuk kemajuan suatu Negara dan juga sebagai fundamental bangsa, pendidikan juga untuk menjembatani wawasan kebangsaan dan bela Negara. Oleh karna itu keberhasilan negara dapat diukur dari kualitas pendidikannya,” seru Ketua GMNI Abdullah Masyhudi dalam aksinya.

BACA Juga: Hardiknas, Bupati Marwan: Anak-Anak Kita Harus Berinovasi dan Berpikir Maju

Abdullah mengungkapkan, dalam undang undang No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional Bab IV pasal 3 dijelaskan bahwa setiap Warga Negara mempunyai hak yang sama untuk memproleh pendidikan yang bermutu.

Akan tetapi, tambah Dia, pada faktanya di Kabupaten Sukabumi terindikasi kurangnya pemerataan Infrastruktur Pendidikan sehingga kualitas pendidikan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Sedangkan sudah kita ketahui bersama bahwa Alokasi Dana Pendidikan itu sangat besar, 20% dari APBN dan penambahan Rp11 Triliun untuk Dana Pendididkan. Belum lagi ditambah dari APBD Kabupaten Sukabumi sebesar 20% dari Rp4 Triliun sekitar 8 miliyar untuk Alokasi Dana Pendidikan,” bebernya.

Dia memandang, dengan dana sebesar itu seharusnya pemerintah bisa menjangkau pemerataan infrastruktur pendidikan sampai ke daerah terpencil.

“Oleh karena itu Kami Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menyatakan sikap untuk menggelorakan beberapa tuntutan diantaranya; Transparansi Alokasi Anggaran Pendidikan Kabupaten Sukabumi serta Pemerataan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan,” tegas Abdullah.

GMNI juga menuntut kepada pemerintah agar melakukan Evaluasi kurikulum pendidikan dan Menolak kapitalisasi pendidikan.


Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close