Breaking
SUKABUMINews menyajikan artikel, berita politik, hukum, kriminal, dunia Islam, serta berbagai peristiwa yang terjadi, baik di dalam dan Luar Negeri secara tepat dan akurat. Kontributor/wartawan SUKABUMINews dalam melaksanakan tugas selalu dibekali ID dan atau Surat Tugas. Segala bantuan dan fasilitas yang diberikan kepada yang bersangkutan dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat kami hargai. Anda menyukai tantangan, memiliki kemampuan reportase, wawancara, melakukan penelitian? Tuangkan hasil kemampuan anda menjadi sebuah tulisan, baik dalam bentuk artikel berita. Bergabunglah bersama kami.. Kirimkan data pribadi, nama, alamat dan nomor HP. ke email: sukabumi_news@yahoo.com atau gmail: redaksi.sukabuminews@gmail.com. Hanya yang memenuhi kriteria yang akan kami muat dan undang.

Thursday, May 2, 2019

Redaksi sukabumiNews

IPSI Kota Sukabumi Gelar Mudzakaroh dengan Pendekar Internasional

Hadir pada pada Mudzakaroh tersebut, Ketua Ipsi Kota Sukabumi HM. Muraz (pertama dari kiri-berpeci hitam) dan Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi (samping kiri KH. Fajar Laksana). 
-- 
sukabumiNews, GUNUNGPUYUH – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Sukabumi mengadakan kegiatan mudzakaroh (diskusi, red.) bersama puluhan Pendekar dari berbagi negara Asia dan Eropa (Pendekar Internasional). Mudzakaroh dilaksanakan di Pondok Pesantren Dzikir Alfath pimpinan KH. Fajar Laksana yang beralamat di Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, Rabu (1/4/2019) malam.

Ketua IPSI Kota Sukabumi H. Muhammad Muraz menyebut, pada zaman dahulu Silat mulai dikembangkan di setiap pondok pesantren dipenjuru Nusantara. “Saat itu yaitu pada tahun 2005 kata Muraz, silat diperagakan secara-bersama-sama, dan saat itu pula Kota Sukabumi memperoleh Rekor Muri,” ungkap Muraz  kepada kepada sukabumiNews  di Aula Pompes Dzikir Al-Fath. 
Muraz juga menjelaskan bahwa seharusnya Silat ini dikembalikan lagi ke pondok pesantren (ponpes) sebagai basis awal pengembangan bela diri. Dia menambahkan selain silat, di ponpes Zikir Alfath ini  juga dikembangkan permainan tradisional budaya sunda yaitu Boles melalui Perguruan Silat Maung Bodasnya.

“Permainan Traditional ini sudah dikembangkan dan meraih penghargaan secara Nasional maupun International," jelas Ketua IPSI yang juga mantan Wali Kota Sukabumi itu.

Sementara itu Wali Kota Sukabumi H. Achmad Fahmi yang juga hadir pada kesempatan itu mengatakan bahwa keberadaan seni Pencak Silat  merupakan suatu kebanggaan bagi Kota Sukabumi yang menjadi rangkaian acara Golok Day dengan adanya Mudzakaroh Pesilat International yang di gelar di ponpes Dzikir Al-Fath.

"Kami berharap bahwa silat yang dikembangkan oleh Pesantren Dzikir Al-Fath secara khusus dan pesantren-pesantren se-Kota Sukabumi bisa dipublikasikan keanekaragaman budayanya di dunia International, terutama di bidang Silat ini,” harap Fahmi..

Dia menambahkan, Pencat Silat bukan hanya tentang adu fisik. Akan tetapi, menurutnya, Silat juga melatih kesehatan badan dan melatih silaturahmi.

Pewarta: Azis R.
Editor: AM.
Copyright © SUKABUMINEWS 2019
Jangan Lewatkan!
Masukkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru :

Komentari

close