GpOpGSGpGUdlGSM0GpG9BUGlTA==
Breaking
news

Perundingan Nuklir Iran-AS Berlanjut di Tengah Ketegangan Kawasan

Iran dan AS lanjutkan pembicaraan tidak langsung dengan mediasi Oman. Negosiasi berlangsung di tengah peningkatan kehadiran militer AS di Teluk Persia
Ukuran huruf
Print 0
Negosiasi berlangsung di tengah peningkatan kehadiran militer AS di Teluk Persia. (Sumber: Anadolu Agency)

Istambul (SUKABUMINEWS.net) – Putaran baru perundingan nuklir tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat dimulai di Jenewa, Swiss, pada Kamis (26/2), demikian dikonfirmasi oleh Oman, dilansir Anadolu Agency.

Kementerian Luar Negeri Oman menyatakan dimulainya perundingan tersebut “bertepatan” dengan pertemuan antara Menteri Luar Negeri Oman Badr Al-Busaidi dan Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi.

Dalam pertemuan itu, Busaidi menekankan pentingnya peran “profesional dan teknis” IAEA serta perlunya menjamin transparansi, kredibilitas, dan tata kelola yang tepat dalam prosedur terkait.

Delegasi Iran dipimpin Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, didampingi Wakil Menteri Luar Negeri Urusan Politik Majid Takht-Ravanchi serta tim ahli nuklir dan hukum.

Sementara itu, pihak Amerika Serikat kembali dipimpin oleh Utusan Khusus AS Steve Witkoff dan menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner, seperti dalam putaran sebelumnya.

Kementerian Luar Negeri Oman juga menyebut Busaidi menggelar pertemuan pagi hari dengan Witkoff dan Kushner. Pertemuan tersebut membahas pandangan dan proposal Iran, termasuk tanggapan serta pertanyaan dari tim perunding AS terkait unsur-unsur utama program nuklir Iran dan jaminan yang diperlukan untuk mencapai kesepakatan yang diinginkan.

Busaidi menyatakan upaya terus dilakukan secara sungguh-sungguh dan dalam semangat konstruktif, dengan para perunding menunjukkan keterbukaan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap solusi baru dan kreatif guna mencapai kesepakatan yang adil dengan jaminan berkelanjutan.

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan Teheran telah menyampaikan pandangan dan proposalnya kepada pihak Amerika melalui mediator Oman.

Sejak diplomasi nuklir kembali digulirkan bulan lalu, Teheran dan Washington telah menggelar dua putaran perundingan tidak langsung dengan mediasi Oman, menyusul upaya sejumlah negara kawasan, termasuk Turkiye, untuk meredakan ketegangan.

Setelah putaran sebelumnya di Jenewa—yang mengikuti pertemuan awal di Muscat—kedua pihak menyampaikan penilaian positif dan menyepakati “prinsip-prinsip panduan” yang menurut perunding Iran dapat membuka jalan menuju kemungkinan kesepakatan.

Perundingan berlangsung di tengah peningkatan signifikan kehadiran militer AS di kawasan Teluk Persia serta serangkaian latihan militer yang dilakukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam beberapa waktu terakhir.

Ikuti dan dapatkan juga update berita pilihan dari sukabumiNews setiap hari di Channel WahatsApp, Telegram dan GoogleNews.

COPYRIGHT © SUKABUMINEWS 2026.
Rekomendasi
Berikutnya

0Komentar

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Redaksi sukabumiNews
Tautan berhasil disalin